Moh. Toriqul Chaer. Ngalap Barakah dan Karamah NGALAP BARCKAH DAN KARCMAH (Analisis Makna Ziarah di Makam Mbah Priok. Koja Jakarta Utar. Oleh: Moh. Toriqul Chaer (Staf Pengajar STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron Ngaw. email: toriqul_74@yahoo. ABSTRACT: The existence of a holy man, a lover of God, the doctrine of Islam called Wali Allah. Activity pilgrimage to the tomb not only pray, but also to gain supernatural powers of spirits who are in sacred locations. The supernatural aspect is often called barykah and Karymah. This study focuses on the tomb of Mbah Priok. Koja. North Jakarta. Tomb became the object of pilgrimage because they have the blessings and miracles. This study uses an interpretive ethnography, how pilgrims give meaning to the tomb. Results of the study note that the pilgrims who visit the tomb of Mbah Priok. Koja. North Jakarta generally have confidence that Mbah Priok has a big name in the field of religion and meritorious. In addition to the belief in the ability or strength possessed mystical Mbah Priok during his lifetime. In general, the pilgrims visited tomb in an attempt to establish communication with Allah. In addition to efforts to denounce the problems of life, which is dominated by economic issues. There are several pilgrim deliberately pilgrimage to tomb to reach certain spiritual stages. In this case the shrine of the tomb. Koja. North Jakarta involves the conception of the trustees as an essential part of determining the blessings and Keywords: Wali Allah. Pilgrims. Views. Barykah. Karymah PENDAHULUAN Nur Syam . Mazhab-mazhab Antropologi menunjukkan bahwa Islam Jawa memiliki tiga lokus sakral dalam kehidupan mereka, yaitu masjid, makam dan sumur. Makam yang menjadi obyek ziarah selalu dianggap memiliki karymah (Soeminjantoro, 2004: . Ritual yang dilakukan oleh para peziarah di makam tersebut biasanya dipengaruhi oleh nilai-nilai karymah. Oleh sebab itu, ziarah M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Moh. Toriqul Chaer. Ngalap Barakah dan Karamah memiliki dimensi keyakinan dan emosi keagamaan (Goldziher, 1971: Mengenai lokasi berziarah. Turner . 4: . berpendapat bahwa lokasi yang menjadi tujuan ziarah memiliki posisi vital. Lokasi tersebut menjadi situs ziarah karena diyakini tempat tersebut pernah terjadi peristiwa miracle, masih terjadi dan mungkin terjadi lagi. Salah satu tempat ziarah adalah kuburan. Dalam hal ini kuburan orang-orang yang dianggap memiliki nama besar dan berjasa dalam bidang keagamaan. Orang-orang yang kemudian dikategorikan memenuhi kualifikasi sebagai orang suci yang diyakini memiliki kemampuan atau kekuatan mistikal . yctical powe. Berkenaan dengan ritual ziarah di makam Mbah Priok. Koja. Jakarta Utara. Format teologi ini berjumpa dengan masyarakat yang memiliki nilai kultural ataupun sistem kepercayaan menghargai dan mempercayai bahwa roh orang yang telah mati bisa berperan dan bisa melakukan intervensi atas orang-orang yang masih hidup. Keberadaan makam orang-orang suci diyakini mampu mengalirkan keberkahan. Roh orang mati diyakini bisa mengabulkan berbagai keinginan orang yang membutuhkan pertolongan. Makam dalam hal ini bermetamorfosis menjadi tempat yang sakral dan dihormati (Carrasco, 1996: . Penelitian berikut terfokus pada makam, yaitu makam yang menjadi obyek ziarah karena dianggap memiliki barykah dan karymah. M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Moh. Toriqul Chaer. Ngalap Barakah dan Karamah Pemaknaan pelaku ziarah terhadap makna barykah dan karymah dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti posisi dalam struktur sosial dan Penelitian berikut berusaha mengungkap aspek-aspek tersebut dengan pendekatan etnografi interpretatif. Untuk melihat bagaimana pemaknaan itu berlangsung, peneliti memilih makam Mbah Priok. Koja. Jakarta Utara sebagai lokasi penelitian. Bagi sebagian masyarakat Jakarta, makam Al Imam Al-AArif Billah Al Quthub Syech Sayyid Al Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad R. atau disebut Mbah Priok dikenal sebagai ulama besar penyebar agama Islam di DKI Jakarta dan di Pulau Jawa pada abad ke-18. Selain itu keberadaan mata air di lokasi makam Mbah Priok diyakini memiliki barykah dan karymah. Air ini di kalangan peziarah dikenal dengan Air Barokah Puncratan Keramat Mbah Priok (Al-Haddad. Tt: . Keberadaan makam Mbah Priok merupakan simbol yang dimaknai secara berbeda oleh mereka yang memandangnya. Salah satu proses pemaknaan tersebut terekspresi melalui ritual keagamaan. Ritual, menurut Davamony . 5: . adalah agama dalam tindakan. Nilai keagamaan inilah yang menuntun dan menjelaskan makna ritual yang Selain itu, kepentingan individual masing-masing peziarah juga ikut membentuk makna ziarah. Oleh sebab itu, ziarah ini tidak hanya berkaitan dengan nilai-nilai religius, tapi juga sosial. M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Moh. Toriqul Chaer. Ngalap Barakah dan Karamah Tradisi berziarah di kalangan umat muslim ke makam para wali telah berlangsung sejak lama. Maqrizi, sebagaimana dikutip Tylor . mengatakan bahwa tradisi ziarah secara berkelompok muncul pada paruh pertama abad ke-13 Masehi, sejalan dengan kemunculan tarekattarekat sufi. Schimmel . 2: . menjelaskan dalam Islam: an Introduction bahwa tradisi ziarah dalam Islam, yang telah bercampur dengan tradisi cult of saints, sebenarnya telah muncul pada abad ke-9 Wilayah yang paling subur dengan tradisi ziarah ini, menurutnya, adalah Afrika Utara dan India. Menurut Gejible . 8: . di Anak Benua India, penghormatan pada makam para wali muncul dan berkembang dalam tradisi Muslim seiring dengan kemunculan dan perkembangan ajaran sufi. Hari lahir para sufi dirayakan dengan meriah dihadiri oleh ribuan pengikut. Perayaan ini adalah analogi dari perayaan maulid Nabi Muhammad. India, tradisi ini juga mengakar kuat di kalangan Hindu. Maka, bisa dikatakan bahwa tradisi penghormatan . terhadap orangorang suci . alam Islam disebut wal. merupakan tradisi yang dimiliki bersama oleh Hindu dan Islam. Fox . 1: . dalam artikelnya berjudul "Ziarah Visit to the Tombs of Wali, the founder of Islam on JavaAy. Islam makam-makam lama dilakukan dan dihidupIndonesia. M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Moh. Toriqul Chaer. Ngalap Barakah dan Karamah tokoh/pemuka, maupun kaum awam. Daniels . dalam Islamic Spectrum in Java, menyebutkan bahwa tradisi ziarah dalam kultur Jawa telah mengakar begitu kuat, yang ia sebut sebagai salah satu Javanese religious continuum. Ziarah, menurutnya adalah aktifitas mengunjungi lokasi-lokasi suci seperti kuburan, sumur, sungai, dan lokasi yang berkaitan dengan figur-figur kharismatik. Aktifitas tersebut tidak hanya untuk berdoa, tapi juga untuk mendapatkan kekuatan supranatural dari spirit . di lokasi-lokasi keramat tersebut. Aspek supranatural itu yang sering disebut barykah dan karymah (Daniels, 2009: . Karymah dimaknai sebagai tindakan mukjizat yang mampu dilakukan seorang wali. Hal yang harus diperhatikan, kapasitas seorang wali sehingga mendorong orang-orang untuk mempercayainya terletak pada kesanggupannya melakukan mukjizat atau karymah. Oleh sebab itu, pemiliki karymah biasanya akan mendapat pengkultusan dari para pengikutnya (Ismail, 1999: 122. Madjid, 1995: . Sedangkan barykah . menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia . 0: . berasal dari kata kerja. memberkati atau memberi berkah . o bles. , sedang kata bendanya barakah. berkat atau berkah . Barykah diyakini bisa diberikan oleh seseorang yang mempunyai kapasitas rohani atau kesucian. Dalam perkembangan barykah menjadi atribut yang melekat pada kalangan yang secara genealogis mempunyai pertautan dengan keluarga Nabi Muhammad M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Moh. Toriqul Chaer. Ngalap Barakah dan Karamah SAW. Barykah adalah kekuatan vital yang memancar dari benda, atau lebih tepatnya makam dari orang-orang yang semasa hidupnya diyakini memiliki barykah (Geijble, 1978: . Adalah hal yang menarik bahwa tradisi ziarah ditemukan hampir di seluruh pelosok dunia Muslim, termasuk Indonesia. Beberapa kajian mengenai ziarah di Indonesia, di antaranya adalah. Muhaimin . mengkaji makam Sunan Gunung Jati di Cirebon. Chaerul Anwar . meneliti tentang makam K. SyafiAi Hadzami di kampung Dukuh. Jakarta Selatan, penelitian yang dilakukan Dwi Susanti . Ziarah Makam Kiai Ageng Balak. Merten. Bendosari. Sukoharjo. Mirta Irmasari . Paninggahan. Angku Keramat Junjung Sirih. Nagari Solok. Jamhari . melakukan penelitian makam Sunan Bayat di Klaten. Badruddin . mengkaji tentang makam Wali Abdul Hamid bin Abdullah bin Umar Basyaiban di Pasuruan. Jawa Timur dan penelitian yang dilakukan Issa . tentang ziarah Makam Sunan Ampel. Surabaya. Chambert-Loir dan Guillot . menjelaskan bahwa tradisi ziarah kubur dalam dunia muslim mengekspresikan aspek yang multi dimensi. Disitu terdapat aspek keyakinan, emosi, harapan-harapan ekonomi dan sosial sebagai usaha untuk memecahkan permasalahan hidup seharihari. Aspek multidimensi tersebut bersifat khas yang berbeda antara satu lokasi, tradisi ataupun makam dengan lokasi, tradisi atau makam lainnya. M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Moh. Toriqul Chaer. Ngalap Barakah dan Karamah Penelitian tentang destinasi ziarah akan selalu menunjukkan aspek-aspek khas yang membedakannya dari yang lain. Sebagai contoh, jika seseorang ingin cepat hafal al-Quran, maka ia harus berziarah ke makam Mbah Isam di Kudus. Jika ingin menyampaikan keluh kesah karena telah dimadu suami, ia bisa berziarah ke makam Nyai Mas Gandasari. Arjawinangun. Cirebon. Peziarah mengunjungi makam Syech Muhyi di Pamijahan. Tasikmalaya. Beberapa contoh tersebut diatas menunjukkan bahwa masing-masing lokasi ziarah memiliki pemaknaan tersendiri di mata para peziarah. Penelitian ini berkaitan dengan makam Mbah Priok yang dikeramatkan oleh para peziarah. Permasalahan yang dikaji adalah: . apa makna ziarah ke Mbah Priok menurut peziarah lokal Jakarta? . apa maknanya menurut para peziarah tamu yang berasal dari luar daerah Jakarta? METODE PENELITIAN Pengumpulan menitikberatkan pada model kerja etnografer. Etnografi merupakan Sebagaimana dikemukakan oleh Malinowski . , bahwa tujuan etnografi adalah memahami sudut pandang penduduk asli, hubungannya dengan M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Moh. Toriqul Chaer. Ngalap Barakah dan Karamah (Spradley, 2007: . Penelitian ini mengungkap bagaimana aktifitas para peziarah dan bagaimana mereka memberikan makna terhadap makam. Maka untuk kepentingan tersebut peneliti memfokuskan pada makam Mbah Priok. Koja. Jakarta Utara. Untuk menjawab pertanyaan penelitian, data yang digunakan adalah data bahasa, tindakan, pengalaman dan sejarah. Data bahasa berupa ungkapan ataupun perbincangan para peziarah. Dalam kajian makna, bahasa merupakan data utama, sebab bahasa merupakan bukti primer bagi kategori-kategori kultural atau representasi yang terkadang dirujuk sebagai native term, atau konsep asli (Shiraishi, 1997: . Zikir, tahlil, wirid dan doa yang diucapkan oleh para peziarah juga termasuk dalam kategori bahasa. Selain pilihan wirid dan tahlil yang diucapkan, pemahaman mereka atas barykah dan karymah merupakan refleksi dari pikiran peziarah terhadap status dan nilai makam yang mereka kunjungi. Data tindakan adalah seluruh perilaku yang dianggap penting dan bermakna oleh peneliti yang dilakukan oleh para peziarah selama mereka melakukan ziarah. Menurut Jacobson . setiap areAembodied (Jacobson,1991: . Dalam hal ini, tampak bahwa data perilaku dan bahasa memiliki hubungan yang sangat erat. Data pengalaman berkaitan dengan pengalaman mereka yang terlibat dalam prosesi ziarah. Di samping itu, pengalaman peneliti ketika M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Moh. Toriqul Chaer. Ngalap Barakah dan Karamah melakukan observasi akan menjadi data yang sangat penting. Untuk mendalami lebih lanjut, pengalaman ikut serta dalam aktifitas ritual di makam juga menjadi suatu keharusan. Data sejarah yang dimaksud disini, selain yang berbentuk dokumen, juga mencakup sejarah lisan yang diwariskan secara turun temurun dalam masyarakat tersebut. Data sejarah tersebut berguna untuk melihat latar historis mengenai makam keramat Mbah Priok sebagai lokasi ziarah. Seluruh data tersebut dikumpulkan melalui mendengar aktif, wawancara, observasi- partisipan dan studi pustaka. Informan yang diwawancarai terbagi ke dalam dua kategori utama: peziarah lokal dan peziarah tamu. Kategori peziarah lokal meliputi juru makam dan peziarah dari Jakarta. Sedangkan peziarah tamu adalah mereka yang datang dari luar Jakarta. Seluruh data tersebut diklasifikasi dan dianalisa dengan metode analisis interpretif. Pada tahapan pertama, data yang didapat dari informan akan diklasifikasi sesuai dengan apa yang mereka katakan. Selanjutnya, data tersebut dianalisis secara interpretif. HASIL PENELITIAN Makam Mbah Priok: Selayang Pandang Makam keramat Mbah Priok berada di Kp. Koja (Lokasi makam Ex- Dob. atau tepatnya berada di daerah Terminal Peti Kemas (PTK). Koja. Jakarta Utara. Kecamatan Koja mempunyai luas 12,25 KmA. M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Moh. Toriqul Chaer. Ngalap Barakah dan Karamah Berdasarkan posisi geografisnya kecamatan Koja memiliki batas-batas disebelah utara membentang pantai Jawa dan kecamatan Cilincing. Sementara disebelah selatan berbatasan jalan Raya Pegangsan Dua, kecamatan Kelapa Gading. Sebelah Timur berbatasan jalan Kramat Jaya, kecamatan Cilincing. Sebelah barat jalan Yos Sudarso, kecamatan Tanjung Priuk. Wilayah kecamatan Koja terbagi atas 6 kelurahan. kelurahan Tugu Selatan. Tugu Utara. Lagoa. Koja. Rawabadak Utara dan Rawabadak Selatan . ttp://id. org/wiki/ Koja,_Jakarta_Utara di akses pada tanggal 23 November 2. Mufid, et. , . 0: . berpendapat bahwa keberadaan makam Mbah Priok terdapat kontroversi, awalnya Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad dimakamkan di Pondok Dayung. Tanjung Priok. Atas inisiatif pemerintah Hindia Belanda kala itu untuk memperluas kawasan maka kawasan pemakaman tersebut dipindahkan ke TPU Dobo, di kawasan Koja. Jakarta Utara. Ditempat ini pula terdapat makam Habib Abdullah bin Mukhsin Al Attos. Terjadi pemindahan makam Habib Al Hasan beserta keluarga dari eks makam di TPU Dobo ke TPU Semper pada tahun 1997. Ada upaya pemindahan kembali nisan-nisan dari TPU Semper ke lahan eks TPU Dobo sejak tahun 1999. Pembangunan kembali makam di lahan eks makam Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad disusul dengan bangunan rumah tinggal Muhammad bin Ahmad bin Zein Al Haddad dan Ali Alydrus (Mufid, et. al, 2010: . M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Moh. Toriqul Chaer. Ngalap Barakah dan Karamah Selain makam Mbah Priok atau Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan Bin Muhammad Al Haddad R. A, terdapat beberapa makam lainnya, diantaranya makam. Al Arif Billah Al Habib Zein bin Muhammad Al Haddad R. Hababah Syarifah Nur Aisyah Binti Abdullah Al Habsyi. Al Arif Billah Al Habib Ahmad Bin Zein Al Haddad R. Al Arif Al Habib Ali Bin Zein Al Haddad R. Hababah Syarifah SiAdah Binti Zein Al Haddad. Hababah Syarifah Rogoyah Binti Ahmad Al Haddad. Al Arif Billah Al Habib Muhammad Bin Abdul Qodir Al Haddad R. Hababah Syarifah Nur Aisyah Binti Ahmad. Hababah Khodijah Ahmad Al Haddad dan K. Ibrohim (Al-Haddad, et. Tt. : . Makna Ziarah Menurut Peziarah Lokal Apa saja dimensi-dimensi makam yang dimaknai oleh para peziarah? Dimensi tersebut mencakup aspek historis dan religiusitas orang yang dimakamkan. Seseorang yang diyakini telah mencapai derajat wali semasa hidup, makamnya tentu akan dilihat secara berbeda oleh peziarah dibanding makam kiai atau ustadz yang belum mencapai derajat wali. Garis genealogis orang yang dimakamkan juga memberikan makna yang berbeda bagi para peziarah. Sebagai contoh, wali yang memiliki garis genealogis Arab, apalagi sampai ke Nabi Muhammad SAW dipandang lebih istimewa dibanding wali keturunan lokal (Geijble, 1978: Dhofier, 1982: . M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Moh. Toriqul Chaer. Ngalap Barakah dan Karamah Dimensi lain adalah bagaimana pengelola makam mereproduksi makna makam dalam diskursus keagamaan di masyarakat. AuPencitraanAy terhadap makam memiliki kualitas yang berbeda di mata masing-masing Hal ini menunjukkan bahwa makna makam tidak terletak inheren dalam makam tersebut, tapi lebih pada bagaimana para peziarah Dalam konteks ini, menarik untuk melihat bagaimana para peziarah memaknai makam keramat Mbah Priok. Koja. Jakarta Utara. Peziarah diklasifikasi ke dalam dua kategori: lokal dan tamu. Peziarah lokal mencakup juru makam dan masyarakat Jakarta. Sedangkan peziarah tamu adalah mereka yang berasal dari luar Jakarta. Berikut uraian masing-masing kategori tersebut. Juru makam Siang itu, 7 Desember 2013 pukul 12. 30, setelah melewati deretan truk kontainer yang menunggu antrian masuk pelabuhan peti kemas. Pintu masuk makam Mbah Priok berada satu jalur dengan arus lalu-lintas bongkar muat peti-kemas pelabuhan Tanjung Priuk. Koja. Jakarta Utara. Nampak Juru makam duduk dekat tiang bangunan. Ia menjual buku Risalah Manaqib Mbah Priok, poster silsilah habaib dan sticker Ghubah Al-Haddad. Umurnya sekitar enam puluhan tahun. Umar namanya. memakai baju koko yang sudah nampak lusuh dan berkopiah haji Sesekali Umar melayani pertanyaan dan permohonan para peziarah yang ingin dipandu berdoa ataupun menanyakan sesuatu seputar makam M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Moh. Toriqul Chaer. Ngalap Barakah dan Karamah Mbah Priok. Juru makam memang satu-satunya tempat bertanya yang otoritatif mengenai seluk-beluk sejarah makam Mbah Priok dan air Barokah Puncratan Keramat (Observasi, 5 Desember 2. Otoritas juru makam tidak hanya dalam aspek sejarah, tapi juga berkaitan dengan dunia spiritual. Dalam hal ini, dapat dikatakan bahwa, peran juru makam sebagai sumber sejarah masih bisa digantikan oleh para sejarawan. namun perannya sebagai sumber otoritas dalam dunia spiritual sangat sulit tergantikan, sebab hal ini merupakan bagian dari otoritas juru makam makam. Sebagai orang yang diserahi tugas untuk menjaga makam, bagaimana juru makam memaknai aktifitas ziarah ke makam tersebut? Apakah posisinya sebagai orang yang berkepentingan dengan kontinuitas aktifitas ziarah ikut mempengaruhi makna yang ia pahami? Pemahaman juru makam disini peneliti klasifikasi menjadi dua hal: pertama, pemahamannya terhadap aktifitas ziarah. dan kedua, penilaiannya terhadap aktifitas ziarah yang dilakukan oleh para peziarah. Ziarah, menurut Umar adalah aktifitas mengunjungi makam seseorang untuk mendoakan dan mengambil contoh suri tauladan dari orang yang telah meninggal tersebut. Makam yang layak untuk diziarahi hanyalah makam para wali. Substansi ziarah adalah mendoakan, bukan meminta-minta. Mengapa para peziarah perlu mendoakan para wali? Menurutnya, hal itu penting untuk kebaikan mereka sendiri. Ziarah merupakan sarana untuk mendapatkan barokah. Dalam pengertian ini. M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Moh. Toriqul Chaer. Ngalap Barakah dan Karamah bisa dikatakan bahwa aktifitas ziarah merupakan wasilah, bukan tujuan. Barykah, menurutnya adalah dikabulkannya doa seseorang sehingga pada hari kiamat kelak ia dikumpulkan bersama orang-orang shylih, seperti para wali yang ia doakan. Barykah, dengan kata lain, merupakan efek jangka panjang yang akan dirasakan oleh masing-masing peziarah. Bagaimana dengan kepentingan jangka pendek yang lebih bersifat praktis? Untuk ini, para peziarah bisa mendapat karymah makam tersebut dengan cara-cara yang telah ditentukan. Dalam konteks ziarah makam Mbah Priok, adalah dengan membaca zikir, wirid, tawassul dan raatibul Haddad . eberapa peziarah membaca surat Yasii. dan diakhiri Pahala dari bacaan al-QurAan dan doa ditujukan kepada ahli kubur, dalam hal ini Al Habib Hasan Bin Muhammad Al Haddad R. atau Mbah Priok. Pertanyaan umum mengapa perlu mendoakan para wali atau orang-orang shylih yang sudah pasti mendapatkan garansi tempat terhormat di sisi Tuhan? Jawaban normatif yang sering diajukan peziarah adalah bahwa pahala yang sampai kepada para wali dan orang shylih itu diharapkan akan meluber kepada orang-orang yang mendoakannya. Biasanya ini dikiaskan dengan gelas yang sudah terisi penuh. Pahala yang hadiahkan akan terus mengisi gelas itu sehingga airnya akan terus meluber ke bawah, yakni kepada para peziarah yang mendoakan. M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Moh. Toriqul Chaer. Ngalap Barakah dan Karamah Umar mengatakan bahwa setelah rangkaian aktifitas zikir, wirid dan doa selesai, peziarah biasanya membasuh wajah, kaki dan tangan dengan air Barokah Puncratan Keramat. Setelah itu peziarah akan melemparkan uang koin, ada beberapa menggunakan uang kertas. Sembari melemparkan uang tersebut, peziarah berhajat/nadzar dengan diiringi doa agar terkabul keinginannya. Bagaimana penilaian juru makam terhadap aktifitas ziarah yang dilakukan oleh para peziarah? Walaupun aktifitas ziarah menurut juru makam bukan untuk meminta-minta, namun ia memberikan panduan doa-doa khusus kepada peziarah, khususnya bagi para peziarah individual, agar keinginan mereka tercapai. Peziarah individual biasanya memiliki permintaan pribadi. Untuk itulah, ia kemudian memberikan ApanduanA membantu meraih maksud yang diinginkan. Panduan tersebut berupa amalan-amalan wirid dan doa. Ada kecenderungan bahwa permintaan yang AuresmiAy, dalam pengertian melibatkan peran juru makam diizinkan dan di dukung pengelola makam. Dalam hal ini, persoalan boleh atau tidaknya permintaan di atas lebih berkaitan dengan prosedur. Boleh jadi, prosedur ini juga berkaitan dengan aspek ekonomi. Ada keterkaitan antara status juru makam dan kebutuhan peziarah. Bagi juru makam ini menjadi barykah Mbah Priok yang ditujukan pada dirinya melalui para M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Moh. Toriqul Chaer. Ngalap Barakah dan Karamah Masyarakat Jakarta Adalah hal menarik, mengungkap bagaimana masyarakat Jakarta melihat praktik ziarah di kampung halaman mereka sendiri. Mengungkap varian-varian pemaknaan yang berkembang di makam Mbah Priok oleh peziarah dari Jakarta. Apakah pemaknaan mereka menunjukkan adanya keseragaman? Atau sebaliknya, menunjukkan adanya diversitas yang besar dan luas? Untuk melihat hal tersebut, peneliti mendengar aktif, mengamati dan mewawancarai beberapa orang informan warga Jakarta mengenai beberapa hal, yaitu: pertama, pandangan mengenai asal usul makam dan air Barokah Puncratan Keramat. kedua, nilai karymah makam Mbah Priok. ketiga, mengapa mereka berziarah ke makam Berkaitan dengan poin pertama, peziarah dari Jakarta menyakini bahwa air Barokah Puncratan Keramat berasal dari air Zam-Zam di Mekkah yang muncul ke permukaan atas karymah Habib Hasan AlHaddad. Kedua, keyakinan makam Mbah Priok berada di jalan Dobo. Lokasi ini dikenal sebagai Jalan Keramat Situs Sejarah Tanjung Priok. Koja. Jakarta Utara. Letaknya berdampingan dengan lokasi pelabuhan peti kemas Priok yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Perser. Menurut Dali . , air Barokah Puncratan Keramat memiliki karymah karena melalui proses laku spiritual seorang waliyullah. Agar berkhasiat, menurutnya, peziarah harus yakin dengan karymah air M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Moh. Toriqul Chaer. Ngalap Barakah dan Karamah Barokah Puncratan Keramat. Dali mengungkapkan bahwa umumnya peziarah sebelum memanjatkan doa dan permohonan di depan makam Mbah Priok, selalu menyiapkan air Barokah Puncratan Keramat yang ditampung dalam botol-botol plastik. Aldi . , warga Priok mengungkapkan pandangannya mengenai tiga poin di atas. Ia menyakini bahwa air Barokah Puncratan Keramat berasal dari Mekkah, yang muncul ke permukaan atas izin Allah melalui karymah Mbah Priok. Makam Mbah Priok menurutnya memiliki daya Berziarah ke makam Mbah Priok menurut Aldi adalah upaya mendapatkan barykah mengatasi persoalan hidup yang membelitnya. memanjatkan zikir, tawassul, raatibul Haddad, doa dan berhajat dengan harapan keinginan material dan persoalan hidupnya dapat teratasi. Bagi Aldi ia tidak peduli dengan konsep normatif dalam berziarah, ia hanya membaca doa-doa tawassul yang terangkum dalam bacaan tahlil. menyakini dengan berdoa di makam Mbah Priok akan mendatangkan barykah. Rudi . , asal Kampung Marunda. Ia bekerja sebagai marketing perusahaan otomotif dibilangan Jakarta Utara. Ia sengaja datang ke makam Mbah Priok untuk beristirahat. Selain Makam Mbah Priok. Rudi juga kerap mendatangi makam Luar Batang. Habib Kwitang dan Habib Cikini. Menurutnya M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Moh. Toriqul Chaer. Ngalap Barakah dan Karamah dikeramatkan akan memberikan ketenangan jiwa, walau hanya sekedar melepas penat pada jam istirahat kantor. Berkaitan dengan karymah makam Mbah Priok. Edi . dan Umi Sabiyah . , keduanya berasal dari Tugu Utara. Koja menceritakan kejadian-kejadian mistis yang terjadi. Terutama peristiwaperistiwa Majlis Tadzkir, pembongkaran makam Mbah Priok pada tahun 1997 sampai peristiwa AuRabu BerdarahAy, 14 April 2010. Peristiwa magis yang kerap mereka dengar, semakin memperkuat keyakinan Mbah Priok seorang wali yang memiliki kemampuan supranatural dan magis. Selain itu, menurut Edi dan Sabiyah kunjungan Gus Dur ke makam Mbah Priok semakin mempertegas kewalian Mbah Priok . ttp://w. 2008/NewsId=38465 diunduh tanggal 12 Desember 2. Kunjungan Gus Dur ke makam Mbah Priok dalam perkembangan selanjutnya menjadi bagian diskursus sosial yang ikut membentuk opini publik perihal kewalian Mbah Priok. Niat peziarah lokal yang variatif menunjukkan bagaimana makam Mbah Priok dipersepsi oleh para peziarah. Perbedaan persepsi menunjukkan adanya perbedaan makna. Uraian di atas menunjukkan pandangan masyarakat lokal Jakarta berbeda dalam memaknai ziarah makam Mbah Priok. M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Moh. Toriqul Chaer. Ngalap Barakah dan Karamah Makna Ziarah Menurut Peziarah Tamu Ziarah di makam wali bersifat multi dimensi dengan tujuan yang sangat beragam. Fenomena itu bisa terlihat pada aktifitas ritual ziarah makam Mbah Priok. Koja. Jakarta Utara. Peziarah datang dengan tujuan yang beragam. Rodiah . , dari Bojonegoro berziarah ke makam Mbah Priok dan makam Luar Batang karena ada keinginan yang harus ia capai. Rodiah sengaja mendatangi dua makam tersebut karena yakin Mbah Priok dan makam Luar Batang memiliki barykah dan karymah. Ia biasa membaca al-Fatihah beberapa kali, ditujukan untuk Nabi Muhammad, keluarganya, para shahabat, para wali, terutama Syech Abdul Qadir alJailani dan para pengikutnya dilanjutkan dengan membaca raatibul Haddad diakhiri dengan doa. Kusrin . , peziarah dari Kudus. Ia mengunjungi makam Mbah Priok karena amanat keluarga. Amanat yang harus ia tunaikan didepan makam Mbah Priok. Kusrin menyakini bahwa seseorang yang telah mencapai derajat wali, maka ia memiliki barykah dan karymah, tatkala masih hidup maupun sesudah mati. Mbah Priok salah satunya. yakin dengan berdoa dan ber-tawasul di makam Mbah Priok akan mendapatkan barykah. Subur . asal Solo. Ia datang ke makam Mbah Priok bersama muridnya karena mendapat wangsit untuk laku-tirakat. Ada M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Moh. Toriqul Chaer. Ngalap Barakah dan Karamah berbagai jenis laku yang ia lakukan. Laku tersebut dalam bentuk puasa dan zikir. Subur sering datang ke makam yang dikeramatkan untuk mengharapkan berkah agar keadaan ekonominya lebih baik. Sebelum berziarah, ia sering mengalami kesulitan ekonomi. Ia tidak memiliki Saat ini, setelah rutin berziarah, ia merasa cukup. Subur menceritakan, bahwa ia sering mendapatkan rezeki dari jalan yang tidak pernah ia sangka sebelumnya. Ia yakin bahwa hal tersebut berkaitan erat dengan ritual ziarah yang ia lakukan. Subur mengungkapkan dirinya berzikir pada malam hari sampai waktu subuh. Selain zikir, ia juga membaca al-Fatihah, al-Ikhlas, al-Falaq, al-Nas dan Yasiin dilanjutkan dengan tawassul dan raatibul Haddad. Iwan . asal Solo. Datang bersama Mbah Subur, demikian ia memanggilnya. Iwan menuturkan dirinya sedang AunyantriAy, menuntut ilmu spiritual dengan tirakat dan zikir di berbagai makam dan lokasi keramat. Salah satunya adalah makam Mbah Priok. Iwan yakin berziarah ke makam Mbah Priok akan menjadikan hidup lebih tenang dan diberikan kemudahan rezeki. Setelah ritual di makam Mbah Priok selesai, ia akan meneruskan nyantri bersama Mbah Subur ke makam Sunan Bayat. Klaten. Proses zikir dan wirid yang dilakukan Iwan dalam tirakat berbeda-beda tergantung pada lokasi dan waktu. M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Moh. Toriqul Chaer. Ngalap Barakah dan Karamah Kapan proses nyantri Iwan akan selesai? Semua tergantung Mbah Subur. Jika Mbah Subur menganggap sudah cukup, berarti proses nyantri sudah selesai. Ada kepatuhan dan kepasrahan total pada guru yang ditunjukkan Iwan, dan semua itu ia lakukan karena kepercayaan yang sangat dalam pada gurunya. Sang murid memberikan kepatuhan total pada gurunya. dan sang guru mengantar si murid AunyantriAy di berbagai lokasi karymah dan keramat tanpa perlu mengeluarkan biaya Semua telah ditanggung oleh guru. Pengalaman panjang Mbah Subur bertirakat di berbagai lokasi di Jawa Timur. Jawa Tengah dan Jawa Barat sejak tahun tujuh puluhan dan hasil yang ia raih saat ini merupakan legitimasi penting bagi sang Iwan. Hubungan mereka tidak mensyaratkan adanya kritisisme, sebab dalam dunia spiritual boleh jadi kritisisme tidak dibutuhkan. Yang lebih diperlukan adalah pengamalan, ketulusan dan kepasrahan. Yang Iwan kerjakan bukanlah intelectual exercise, tapi spiritual experience. Kedua aktifitas tersebut memerlukan keterlibatan yang berbeda dalam tubuh kita. sebagaimana kedua aktifitas itu juga memerlukan lokasi pelatihan yang berbeda. Pada tataran terdalam, walaupun istilah AunyantriAy itu merupakan laku spiritual, pada hakekatnya memiliki dimensi keduniawian yang sangat kental dan kuat. Tujuan akhir laku spiritual yang Iwan lakukan Kemudahan rezeki menurutnya adalah efek samping dari laku spiritual M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Moh. Toriqul Chaer. Ngalap Barakah dan Karamah yang ia kerjakan. Semakin banyak ia berzikir dan ber-tawassul, akan semakin banyak porsi Arezeki yang tidak disangkaA yang ia terima. Menurutnya, zikir dan tawassul adalah upaya mereka bekerja dengan Tuhan, rezeki yang tidak disangka itu adalah imbalannya. Hal ini bisa dimaklumi. Iwan yang hanya tamat Sekolah Dasar, dimungkinkan apatis, minder untuk bisa bersaing dalam dunia kerja modern. Porsi Arezeki yang AdisangkaA, menurut logikanya Iwan, mungkin sulit ia raih karena ketatnya Namun, ia juga menyadari bahwa rezeki tidak semata-mata didapatkan dari dunia kerja modern yang bisa dikalkulasi. Ada dimensi lain kebajikan Tuhan yang menopang kehidupan manusia, yaitu rezeki yang tidak disangka-sangka, dengan upaya laku spiritual yang ia lakukan. Iwan mencoba untuk meraih hal tersebut. Makam wali hanyalah sarana untuk mempercepat realisasi balasan Tuhan, sebab memiliki barykah dan karymah. Dalam hal ini makam Mbah Priok menjadi salah satu makam wali yang masuk dalam daftar lokasi AunyantriAy bagi Iwan. Berbeda dengan Iwan yang menginginkan rejeki yang tidak disangka-sangka. Jamal . , peziarah dari Brebes, mengutarakan bahwa dirinya dan orang-orang yang berziarah ke makam Mbah Priok. Koja. Jakarta Utara, sebagian besar hidup mereka susah secara Makam Mbah Priok, menurutnya menjadi destinasi peziarah mengadukan permasalahan hidup, terutama berkenaan dengan kesulitan Disamping itu Jamal juga mengungkapkan bahwa ziarah ke M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Moh. Toriqul Chaer. Ngalap Barakah dan Karamah makam Mbah Priok, adalah upaya dirinya memohon izin. Sebagai orang luar Jakarta yang mencari nafkah di Jakarta ia perlu dukungan spiritual. Makam Mbah Priok salah satu tempat ia memohon izin, agar senantiasa diberikan kelancaran dalam berbagai urusan, utamanya dalam hal Jamal yakin dengan kewalian, barykah dan karymah Mbah Priok. KESIMPULAN Tradisi ziarah merupakan suatu proses, suatu fenomena yang cair dan berubah-ubah secara spontan. Ziarah merupakan rite de passage dari rakyat biasa, semangat dan keberanian untuk larut dalam pengalaman-pengalaman religius. Peziarah yang datang ke makam Mbah Priok menyakini bahwa Mbah Priok merupakan sosok ulama yang menjadi panutan dan sosok wali yang ketika diziarahi dan didoakan bisa mendatangkan barykah. Selain itu dengan derajat kewaliannya Mbak Priok dikaitkan dengan karymah, yakni kejadian atau kemampuan luar Berbagai kisah karymah Mbah Priok tersebar dari mulut ke mulut di kalangan peziarah. Schimmel . 6: . menuturkan bahwa karomah yang dituturkan lewat legenda-legenda, fungsinya bukan hanya sekedar membangkitkan hasrat sensasional pendengarnya. Pesan utama yang disampaikan melalui pemahaman peziarah lokal dibalik kisah-kisah karomah Mbah Priok adalah upaya penyadaran tentang makna M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Moh. Toriqul Chaer. Ngalap Barakah dan Karamah kepatuhan kepada Tuhan. karena para wali patuh pada Tuhan, pada gilirannya mereka dipatuhi semua makhluk Makam para wali, dalam hal ini makam Mbah Priok -telahdimaknai sebagai mediator, perantara, antara manusia dan Tuhan. Tawasul adalah cara untuk memanfaatkan mediator itu. Sebagaimana di Mesir, dan beberapa tempat komunitas muslim berada terdapat kepercayaan yang populer bahwa figur wali yang telah mati aktif dalam peristiwa-peristiwa di dunia sekarang dan yang akan datang. Di alam barzah para wali dianggap hidup sepenuhnya, berdoa dan pergi naik haji. Pemahaman alam barzah mampu memberikan ruang bagi keyakinan roh para wali memiliki opsi untuk terlibat dalam kehidupan dunia ini. Secara teori. Islam memang menolak adanya mediator antara manusia dan tuhan, tapi pengkultusan terhadap makam para wali menunjukkan bahwa telah terjadi perbedaan antar teori dan praktis itu (Schimmel, 1992: . Pada akhirnya, mungkin ada benarnya kata-kata Geertz . 1: . bahwa ternyata tidak lebih mudah memandang Islam tanpa ulama dibanding tanpa Nabi. Ulama, secara perlahan AumengambilAy sebagian Nabi Muhammad. Ulama, dalam perkembangannya telah menjelma menjadi institusi yang sangat penting. Berkaitan dengan peran mereka, jika Clifford Geertz mengatakan bahwa kiai di Jawa berfungsi sebagai cultural broker, perantara budaya, maka peneliti ingin menambahkan fungsi itu M U A D D I B Vol. 04 No. 01 Januari-Juni 2014 ISSN 2088-3390 Moh. Toriqul Chaer. Ngalap Barakah dan Karamah tidak hanya berlangsung semasa kiai hidup, tapi juga ketika ia telah meninggal dunia. Makam mereka diyakini memiliki karymah dan barykah yang bisa menjadi mediator dalam menjalin hubungan dengan Tuhan. Pemaknaan terhadap aspek tersebut sangat tergantung pada kualitas pendidikan, status sosial, afiliasi budaya dan keagamaan dari peziarah. DAFTAR PUSTAKA