Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. id/index. php/tabyin PENGARUH METODE UMMI TERHADAP LITERASI ALQURAoAN DAN KEMAMPUAN MENGHAFAL AL-QURAoAN SISWA SMA AL-AZHAR SYIFA BUDI PEKANBARU II DI KECAMATAN SAIL Riski Sefrianti. Ilyas Husti. Zaitun Email: riskisefrianti20@gmail. com , ilyas. husti@uin-suska. id , zaitun@uin-suska. (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Ria. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Metode Ummi terhadap Literasi AlQurAoan dan Kemampuan Menghafal Al-QurAoan siswa SMA Al-Azhar Syifa Budi Pekanbaru II Kecamatan Sail. Permasalahan dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan sebagian siswa dalam literasi Al-QurAoan dan menghafal Al-QurAoan meskipun telah diterapkan metode pembelajaran Ummi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik analisis data Spearman Rank karena data tidak berdistribusi normal. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 101 siswa dan data diperoleh melalui angket untuk variabel (X) metode Ummi dan tes tulisan essai untuk variabel (Y. Lierasi Al-QurAoan dan Dokumen untuk Variabel (Y. kemampuan menghafal Al-QurAoan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Terdapat pengaruh yang signifikan antara Metode Ummi terhadap Literasi Al-QurAoan siswa dengan koefisien korelasi sebesar 0,331 dan nilai signifikansi 0,001 . < 0,. , yang menunjukkan hubungan cukup kuat dan Artinya, semakin baik penerapan Metode Ummi, maka literasi Al-QurAoan siswa cenderung meningkat . Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Metode Ummi terhadap Kemampuan Menghafal Al-QurAoan siswa, dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,018 dan signifikansi 0,860 . > 0,. , yang menunjukkan hubungan sangat lemah dan tidak signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa metode Ummi efektif dalam membentuk literasi dan bacaan Al-QurAoan, namun belum mampu meningkatkan hafalan siswa secara Oleh karena itu, disarankan agar penerapan Metode Ummi dikombinasikan dengan metode tahfidz lainnya untuk meningkatkan pencapaian hafalan siswa. Kata Kunci: Metode Ummi. Literasi Al-QurAoan. Kemampuan Menghafal Al-QurAoan. Korelasi Spearman Pendahuluan Al-QurAoan merupakan pedoman hidup bagi umat Islam yang tidak hanya harus dibaca, tetapi juga dipahami, dihayati, dan diamalkan. Di tengah kemajuan teknologi saat ini, kemampuan siswa dalam membaca dan menghafal Al-QurAoan menjadi perhatian serius, maka dari itu penting untuk mempelajari Al-QurAoan. Pembelajaran Al-QurAoan bertujuan agar siswa bisa membaca Al-QurAoan dengan baik, rajin mengaji, serta mampu dalam baca tulis ayat-ayat Al-QurAoan secara benar dan Namun literasi Al-QurAoan siswa terhadap Al-QurAoan masih tergolong rendah. Literasi Al-Quran adalah kegiatan membaca dan menulis ayat Al-QurAoan serta kandungan setiap ayat Al-QurAoan. Kegiatan literasi Al-Quran sangat penting untuk dipelajari dalam pembelajaran Al-QurAoan karena dapat membantu siswa membaca, menulis dan memahami isi Al 131 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. id/index. php/tabyin QurAoan dengan benar. Dengan begitu, siswa bisa lebih mencintai Al-QurAoan dan menerapkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari, akan tetapi tidak semua siswa mengerti literasi atau baca tulis Al-QurAoan dengan baik dan benar. 1 Menurut Muflihah dan Maksum tahun 2024, literasi AlQurAoan merupakan kemampuan seseorang membaca Al-QurAoan sesuai dengan kaidah tajwid dan makhraj, serta keterampilan menulis huruf Arab dengan benar. Selain itu, literasi Al-QurAoan juga melibatkan pemahaman terhadap pesan-pesan yang terkandung dalam Al-QurAoan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. 2 Maka dari itu Literasi Al-QurAoan bisa diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam membaca, memahami, dan meresapi isi kandungan Al-QurAoan, lalu mencoba mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jadi bukan hanya sekadar bisa membaca huruf-hurufnya saja, tapi juga tahu arti dan maksud dari ayat-ayat yang dibaca. Jika literasi AlQurAoan dipahami oleh siswa maka selanjutnya menghafal Al-QurAoan menjadi poin penting dalam proses pembelajaran Al-QurAoan. Menghafal Al-QurAoan merupakan kemampuan dan kesanggupan para peserta didik untuk menghafal setiap ayat-ayat Al-QurAoan. 3 Kemampuan menghafal Al-QurAoan sangat penting untuk dipelajari terutama dalam pembelajaran Al-QurAoan karena dapat melatih keterampilan seseorang dalam mengingat, menyimpan, dan melafalkan ayat-ayat Al-QurAoan tanpa melihat mushaf, dengan bacaan yang benar dan sesuai tajwid. Namun, pada kenyataannya, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menghafal Al-QurAoan. Oleh karena itu perlu suatu metode pembelajaran dalam meningkatkan pembelajaran Al-QurAoan. Salah satu metode yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan literasi Al-QurAoan serta kemampuan menghafal Al-QurAoan adalah Metode Ummi. Metode Ummi dikenal sebagai pendekatan yang berbasis Talaqqi, berorientasi pada tahsin . erbaikan bacaa. , serta menerapkan prinsip pembelajaran yang menyenangkan dan sistematis. Beberapa penelitian telah membahas bahwa metode ummi dapat meningkatkan literasi AlQurAoan. Penelitian yang dilakukan oleh Mujahidin tahun 2022 di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Ar-Rahman Jakarta Selatan menunjukkan bahwa penerapan Metode Ummi efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca Al-QurAoan peserta didik. Siswa menjadi lebih terampil dalam membaca Al-QurAoan sesuai kaidah tajwid dan makhrajul huruf, serta mampu 1 Surawan. AuPeran Guru Pai Mengatasi Kesulitan Siswa Dalam Literasi Al- QurAoan,Ay TaAodibuna : Pendidikan Agama Islam Vol. : 106Ae15. 2 Tuti Ernawati. Sapri Sapri. And Rahmah Fithriani. AuImplementasi Literasi AlAeQurAoan Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Dan Menulis Al-QurAoan Siswa Di Madrasah Ibtidaiyah Swasta AlAeHusna,Ay Research And Development Journal Of Education 10. No. : 70. 3 Zheihan Aisyah Achmad. Ajat Rukajat. And Undang Ruslan Wahyudin. AuPengaruh Metode Talaqqi Terhadap Peningkatan Kemampuan Menghafal Al-QurAoan Peserta Didik Kelas Al-QurAoan Tpq Darussalam Impact Of Talaqqi Method To Enhance The Ability Of Memorizing Al-QurAoan Of Student At Tpq Darussalam,Ay Al-Afkar: Journal For Islamic Studies 5. No. : 288. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. id/index. php/tabyin melantunkan bacaan dengan irama yang khas. Hal ini menunjukkan bahwa Metode Ummi berkontribusi positif terhadap peningkatan literasi Al-QurAoan. 4 Hal ini diperkuat oleh penelitian oleh Syifaul tahun 2024 menunjukkan bahwa penerapan Metode Ummi di Pondok Pesantren SI Garut memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan membaca Al-QurAoan siswa, dengan nilai determinasi sebesar 65% dan tingkat hubungan sebesar 0,805, yang dikategorikan sebagai "sangat kuat". 5 Penelitian Literasi Al-QurAoan juga dilakukan oleh Muhammad Mujahidin. Yang meneliti tentang oleh AuPengaruh Metode Ummi terhadap Peningkatan Kemampuan Membaca Al-QurAoan SiswaAy ini mengkaji efektivitas metode Ummi dalam meningkatkan keterampilan membaca Al-QurAoan sesuai dengan kaidah tajwid dan makhrajul huruf, yang juga berkontribusi pada peningkatan literasi Al-QurAoan siswa. Selain meningkatkan literasi Al-QurAoan, kemampuan menghafal Al-QurAoan juga menjadi aspek penting dalam pembelajaran Al-QurAoan. Metode ummi juga memiliki pengaruh terhadap hafalan Al-QurAoan siswa. Seperti Penelitian oleh Goffary et al. Tahun 2023 di SMPIT AlKhoiriyyah Garut menunjukkan bahwa penggunaan Metode Ummi berpengaruh signifikan terhadap kualitas hafalan Al-QurAoan siswa, dengan kontribusi sebesar 86% terhadap peningkatan kemampuan menghafal. Meskipun telah ada berbagai penelitian yang membahas tentang literasi Al-QurAoan serta kemampuan menghafal Al-QurAoan, namun masalah ini masih tetap relevan dan menjadi tantangan di dunia pendidikan, terutama pada SMA Al-Azhar Syifa Budi Pekanbaru II di Kecamatan Sail. Berdasarkan penelitian di lapangan guru telah menggunakan metode ummi dengan baik dibuktikan dengan adanya : Kegiatan Ummi dilakukan setiap hari, siswa diminta menyetor bacaan secara langsung kepada guru secara individu maupun bersama-sama sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Adanya panduan buku Ummi yang khusus dimiliki oleh guru Al-QurAoan serta mencatat capaian harian serta perkembangan baca tulis dan hafalan Al-QurAoan siswa. Guru mengikuti pelatihan resmi dari Lembaga Ummi Foundation hingga mendapatkan sertifikat kemudian menerapkan pembelajaran sesuai panduan yang telah diberikan. Selain guru 4 Ika Kartika Et Al. AuMeningkatka Kemampuan Literasi Al-QurAoan Melalui Tradisi Budaya Literasi Di Taman Pendidikan QurAoan Nurul Ikhlas Sawah Besar Jakarta Pusat. Provinsi Dki Jakarta,Ay El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat 3. No. : 1034Ae43. Https://Doi. Org/10. 47467/Elmujtama. V3i3. 5 Muhamad Syifaul Ichsan. AuPengaruh Metode Ummi Terhadap Peningkatan Kemampuan Membaca Al- QurAoan,Ay Aej (Advances In Education Journa. No. Rahmadania 2021 . : 9Ae14. 6 Ananda Muhamad Tri Utama. AuEfektivitas Metode Ummi Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Peserta Didik Di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Ar Rahman Petukangan Utara. Pesanggrahan,Jakarta SelatanAy 9 . : 356Ae63. 7 Irfan Goffary Et Al. AuPengaruh Penggunaan Metode Ummi Terhadap Kualitas Hafalan Al-QurAoan Siswa Pada Pembelajaran Tahfidz Kelas Ix Di Smpit Al-Khoiriyyah Garut,Ay K-Jie 1. No. : 61Ae70. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. id/index. php/tabyin Al-QurAoan yang menggunakan metode Ummi, siswa juga dibimbing oleh koordinator yang memantau hingga mendampingi selama proses pembelajaran. Guru melakukan evaluasi individu dan klasikal . secara rutin setiap minggu, baik dalam bentuk lisan maupun tertulis. Pembelajaran dilakukan dalam kelompok kecil . ahsin & tahfid. , dikelompokkan per jilid tingkatan sesuai kemampuan anak. Sehingga interaksi antara guru dan siswa lebih dekat. Meskipun pelaksanaan metode Ummi telah diterapkan dengan baik oleh guru, namun dalam praktiknya masih ditemukan beberapa gejala yang menunjukkan belum optimalnya literasi AlQurAoan siswa. Hal ini terlihat dari : Masih adanya siswa yang keliru dalam pelafalan huruf hijaiyah seperti AoA Adan AoAA, meskipun mereka telah menyelesaikan jilid 4. Masih ada siswa yang kesulitan saat membaca ayat Al-QurAoan di luar buku Ummi. Meskipun mereka sudah pernah mempelajari bacaan tersebut dalam buku Ummi, pengucapannya masih terdengar terbata-bata Masih ada siswa yang sering mengulang kesalahan dalam bacaan mad thabiAoi dan idgham, meskipun guru sudah berkali-kali memberikan koreksi saat evaluasi harian. Di samping permasalahan dalam literasi Al-QurAoan, kemampuan menghafal Al-QurAoan siswa juga menunjukkan adanya gejala-gejala yang menandakan belum tercapainya hasil yang optimal, meskipun metode Ummi telah dilengkapi dengan program tahfidz. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di lapangan, ditemukan beberapa gejala di sekolah, antara lain: Masih ada sebagian siswa yang hanya mampu menghafal dua hingga tiga surat pendek dalam satu semester, padahal program tahfidz menargetkan minimal hafalan satu juz . selesai semua semester dalam waktu 3 tahun. Masih ada sebagian siswa yang mengalami lupa terhadap hafalan yang telah disetorkan, bahkan dalam jangka waktu yang relatif singkat setelah setoran terakhir. Saat kegiatan murojaAoah, masih ada sebagian siswa yang belum mampu melafalkan hafalan dengan lancar tanpa bantuan guru atau teman. Bahkan, beberapa di antaranya masih sering tertukar dalam menyetorkan surat yang dihafal. Gejala-gejala ini menggambarkan bahwa meskipun upaya pengajaran yang dilakukan oleh guru Al-QurAoan dengan menggunakan metode Ummi telah dilakukan dengan baik, namun masih ada hambatan dalam pencapaian literasi Al-QurAoan serta hafalan Al-QurAoan siswa. Hal ini tentu memerlukan perhatian lebih lanjut untuk mencari solusi yang lebih efektif dalam meningkatkan literasi Al-QurAoan serta kemampuan menghafal Al-QurAoan siswa SMA Al-Azhar Syifa Budi Pekanbaru II di Kecamatan Sail. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. id/index. php/tabyin Salah satu faktor yang berpengaruh dalam meningkatkan pembelajaran membaca Al-QurAoan adalah metode yang digunakan dalam proses pengajaran. Ada berbagai macam metode yang diterapkan di Indonesia ini, seperti metode Ummi, metode IqroAo, metode Qiroati dan metode Tilawati. 8 Diantara banyaknya metode pembelajaran Al-QurAoan, metode Ummi hadir sebagai metode yang digunakan dalam pembelajaran di SMA Al-Azhar Syifa Budi Pekanbaru. Namun hasilnya masih banyak siswa yang belum mampu membaca Al-QurAoan dengan baik. Padahal SMA Al-Azhar Syifa Budi Pekanbaru merupakan sekolah yang dikenal II di Kecamatan Sail dengan brandingannya menggunakan metode Ummi dalam meningkatkan kemampuan membaca AlQurAoan serta kemampuan menghafal Al-QurAoan siswa. Metode Ummi adalah salah satu metode Al-QurAoan yang langsung memasukkan dan mempraktekkan bacaan tartil sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Metode Ummi bertujuan untuk membangun minat dan motivasi anak secara alami, sehingga proses belajar Al-QurAoan terasa menarik dan menyenangkan. 9 Keunggulan metode Ummi dibanding yang lainnya dalam pembelajaran membaca Al-QurAoan yaitu: memiliki materi yang terstruktur, metode Ummi melaksanakan pembelajaran method . etode langsun. , repetition . iulang-ulan. , dan Affection . asih sayan. Penelitian ini dilakukan karena melihat permasalahan yang bermunculan pada siswa dalam hal literasi dan hafalan Al-QurAoan siswa yang belum baik. Maka dari itu SMA Al-Azhar Syifa Budi Pekanbaru II di Kecamatan Sail memberikan guru Al-QurAoan khusus yang telah mengikuti pelatihan dan mendapat sertifikat yang boleh mengajar mata pelajaran Al-QurAoan dengan metode Ummi agar siswa dapat dengan mudah dalam belajar, membaca, memahami dan menghafal AlQurAoan. Salah satu Program pembelajaran Al-QurAoan yang dilakukan oleh SMA Al-Azhar Syifa Budi Pekanbaru II di Kecamatan Sail antara lain, mengadakan target setoran hafalan minimal juz 30 yang berfokus pada pentingnya literasi Al-QurAoan serta kemampuan menghafal Al-QurAoan. Dengan membaca Al-QurAoan secara rutin dan dengan memperkenalkan metode yang menarik dan efektif bagi siswa untuk membaca serta memahami isi Al-QurAoan maka dengan ini dapat meningkatkan keterampilan baca tulis Al-QurAoan siswa. 8 Mulia Intan And Eni Fariyatul Fahyuni. AuImplementasi Tahsin ( Metode Ummi ) Untuk Meningkatkan Kualitas Membaca Al- Qur Ao An a,Ay Jurnal Pai Raden Fatah 6. No. : 609-621 . 9 Membaca Al- Qur. A N Pada. And Anak Usia. AuJupida : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Miftahul HudaAy 02 . : 146Ae58. Https://Ejournal. Stai-Mifda. Ac. Id/Index. Php/Jupida. 10 Fairus Shofi Supandi Et Al. AuJurnal Pendidikan Agama Islam Al-Amin Penerapan Metode Ummi Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Al-QuranAy 1. No. : 52Ae60. 11 Khanza Jasmine. AuStrategi Komunikasi Komunitas One Day One Juz Dalam Mendorong Masyarakat Membaca Al QurAoan Di Kota Medan,Ay Penambahan Natrium Benzoat Dan Kalium Sorbat (Antnvers. Dan Kecepatan Pengadukan Sebagai Upaya Penghambatan Reaksi Inversi Pada Nira Tebu 11 . : 11Ae18. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. id/index. php/tabyin Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan pada tanggal 28 September 2024 dengan ustadz Safril S. Sos. Pd sebagai koordinator metode Ummi mengatakan bahwa di SMA Al-Azhar Syifa Budi Pekanbaru telah menerapkan metode Ummi dalam proses pembelajarannya dan sudah terjalankan dengan baik dari tahun 2019. Untuk meningkatkan literasi Al-QurAoan serta kemampuan menghafal Al-QurAoan siswa SMA Syifa Budi Pekanbaru II di Kecamatan Sail menggunakan metode Ummi dalam proses pembelajarannya. SMA Al-Azhar Syifa Budi Pekanbaru II di Kecamatan Sail juga memiliki program hafalan minimal juz 30 setelah tamat dari SMA Al-Azhar Syifa Budi Pekanbaru II di Kecamatan Sail. Apabila siswa tersebut belum hafal atau membacanya masih terbata-bata maka pihak sekolah menahan ijazah siswa tersebut dan hanya memberikan surat keterangan lulus. Jika mau mengulang dan menyetorkan hingga tuntas bacaan Al-QurAoannya maka ijazah diberikan. Maka untuk mewujudkan salah satu program SMA Al-Azhar Syifa Budi Pekanbaru II di Kecamatan Sail tersebut, siswa harus memiliki kemampuan dalam hal literasi Al-QurAoan serta kemampuan menghafal Al-QurAoan dengan fasih agar bisa menghafal dengan baik dan benar. Akan tetapi pada kenyataanya setelah peneliti observasi kepada guru Al-QurAoan yang mengajarkan metode Ummi pada SMA Al-Azhar Syifa Budi Pekanbaru II di Kecamatan Sail, siswa SMA AlAzhar Syifa Budi Pekanbaru masih rendah literasi Al-QurAoan seperti siswa tidak lancar membaca Al-QurAoan, masih terbata-bata saat membaca, sering salah dalam tajwid dan makhraj huruf. Kurang memahami arti atau makna ayat yang dibaca. Serta kemampuan menghafal Al-QurAoannya yang ditandai dengan kesulitan mengingat ayat meskipun telah diulang berkali-kali, sering tertukar antara satu ayat dengan ayat lain, cepat lupa hafalan lama saat mulai hafalan baru, dan kurang disiplin dan motivasi dalam murojaAoah . engulang hafala. Hal ini juga dibenarkan oleh koordinator metode Ummi ustadz Safril S. Sos. Pd yang juga mengajarkan Al-QurAoan dengan metode ummi pada SMA Al-Azhar Syifa Budi Pekanbaru II di Kecamatan Sail. Berdasarkan masalah ini, literasi Al-QurAoan serta kemampuan menghafal Al-QurAoan ini sangat penting untuk diteliti dalam sebuah penelitian yang berjudul AuPengaruh Metode Ummi terhadap Literasi Al-QurAoan dan Kemampuan Menghafal Al-QurAoan Siswa SMA Al-Azhar Syifa Budi Pekanbaru II di Kecamatan SailAy Metode Penelitian ini dilaksanakan di SMA Al-Azhar Syifa Budi Pekanbaru II di Kecamatan Sail Jalan Letjend S. Parman No. RT. 01/RW. Dusun Suko Harjo. Kelurahan Suka Mulia. Kecamatan Sail. Kota . Provinsi Riau. Peneliti menjadikan sekolah ini sebagai tempat penelitian dikarenakan pada sekolah tersebut terdapat suatu gejala yang menjadi faktor yang menjadi focus Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. id/index. php/tabyin permasalahan dalam penelitian. Sekolah ini juga merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menggunakan metode Ummi sebagai keunggulan dalam pembelajaran. Peneliti juga menemukan beberapa hal yang perlu diteliti terkait literasi Al-QurAoan dan Kemampuan menghafal Al-QurAoan pada siswa di sekolah tersebut. Jenis penelitian kuantitatif bertujuan untuk menguji teori, membangun fakta, menunjukkan hubungan antar variabel, memberikan deskripsi statistik, menaksir dan meramalkan hasilnya. Data dalam pendekatan ini bersifat kuantitatif atau angka-angka statistik. Dalam penelitian ini, penulis mengangkat permasalahan tentang AuPengaruh Metode Ummi terhadap literasi Al-QurAoan dan Kemampuan menghafal Al-QurAoanAy. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian ini yaitu kuantitatif korelasional yang mengkaji hubungan antara satu variabel bebas . ndependent variabl. yaitu metode Ummi (X), terhadap dua variabel terikat . ependent variabl. yaitu Literasi Al-QurAoan (Y. dan Kemampuan menghafal Al-QurAoan (Y. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Al-Azhar kelas X kelas XI dan kelas XII tahun 2024/2025 di . Objek penelitian ini adalah Pengaruh Metode Ummi terhadap literasi AlQurAoan dan Kemampuan menghafal Al-QurAoan siswa SMA Al-Azhar Syifa Budi Pekanbaru II di Kecamatan Sail. Dalam penelitian ini digunakan teknik stratified random sampling, yaitu teknik pengambilan sampel acak yang dilakukan setelah populasi dikelompokkan ke dalam strata tertentu. Dalam konteks ini, strata yang dimaksud adalah tingkatan kemampuan siswa dalam membaca Al-QurAoan berdasarkan Jilid Ummi (Jilid 1Ae. Teknik ini dipilih karena program pembelajaran Al-QurAoan dengan metode Ummi di SMA Al-Azhar Syifa Budi Pekanbaru II di Kecamatan Sail telah mengelompokkan siswa sesuai dengan capaian pembelajaran masing-masing pada jilid yang berbeda. Maka dengan jumlah populasi sebanyak 135 siswa dengan tingkat error 5%, maka jumlah sampel yang digunakan adalah 101 orang siswa. Terkait teknik pengumpulan data penelitian, peneliti menggunakan tiga teknik yaitu Angket,tes dan dokumen. Hasil Dan Pembahasan Metode Ummi adalah sebuah metode atau cara yang paling efektif dan menyenangkan dalam membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar. 12 Metode ini berdiri pada tahun 2007 yang didirikan oleh KPI (Kwalita Pendidikan Indonesi. yang dipelopori oleh A. Yusuf MS dan Masruri yang di 12 Rokim. Lindah Zahrotul Muafa. Wahyuni Ahadiah. Solusi Mudah Dan Menyenangkan Belajar Al-QurAoan (Jawa: Nawa Litera Publishing, 2. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. id/index. php/tabyin latarbelakangi oleh kesadaran dan kebutuhan masyarakat untuk belajar membaca Al-QurAoan semakin meningkat. 13 Sedangkan Ummi Foundation merupakan lembaga yang mengelola dan mengembangkan metode Ummi serta memberikan pelatihan kepada guru-guru Al-QurAoan di berbagai daerah. Metode Ummi merupakan metode pembelajaran Al Qur'an yang mudah . emberikan metodologi pembelajaran yang mudah dipahami dan mudah diajarka. , menyenangkan . enyampaian materi disampaikan dalam suasana yang menyenangkan dengan pendekatan yang menggembirakan sehingga anak semangat tidak takut dalam belajar Al Qur'a. dan menyentuh hati . entuhan hati yang dilandasi keikhlasan dan hanya mengharap ridha ilah. dan Spesifikasi metode Ummi tiap jilid dijelaskan secara rinci dalam pembelajaran Al Qur'an metode Ummi tidak hanya diajarkan tentang cara membaca Al Qur'an dengan tartil, akan tetapi juga menyampaikan substansi akhlak-akhlak Al Qur'an yang diterapkan dalam sikap-sikap pada saat belajar mengajar Metode Ummi ini memiliki beberapa keunikan yaitu: yang pertama guru lebih memahami dimana letak kekurangan pada anak didik dalam memahami materi yang diberikan kepada peserta didik, yang kedua anak akan lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru. Terkait permasalahan literasi Al-QurAoan di SMA Al-Azhar Syifa Budi Pekanbaru II. Literasi berarti kemampuan membaca dan menulis atau melek aksara. Dalam konteks sekarang, literasi memiliki arti yang sangat luas. Literasi berarti berarti melek teknologi, politik, berpikiran kritis, dan peka terhadap lingkungan sekitar. Literasi adalah kemampuan atau kualitas dalam mengerti suatu aksara atau kemampuan membaca dan menulis lainnya. Dimana ide-ide yang disampaikan melalui membaca dan keterampilan visual ini dari menjadi bekal seseorang untuk mengenal jauh lebih dalam apa yang mereka pahami dari bacaan. Literasi Al-QurAoan merupakan suatu ilmu atau kepandaian yang berguna dan seharusnya dikuasai orang Islam dalam rangka ibadah dan syiAoar agamanya, cara membacanya pun juga banyak sekali metodenya dan iramanya juga bervariasi tergantung orang yang membacanya. Dalam literasi Al-QurAoan tidak hanya cukup membacanya saja, melainkan juga mampu menulis serta memahami 13 Junaidin Nobisa And Usman. AuPengunaan Metode Ummi Dalam Pembelajaran Al-QurAoan,Ay Al-Fikrah: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan Dan Keislaman 4. No. : 44Ae70. Https://Doi. Org/10. 36835/Al-Fikrah. V4i1. 14 Burhani. Yuli Agustia. Siti Aisyah. Belajar Memmbaca Al-QurAoan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus: Metode Dan Praktis h. 15 (Palembang: Bening Media Publishing, 2. 15 Fika Mahrizki. Elfiadi Elfiadi. And Dwhy Dinda Sari. AuPenerapan Metode Ummi Dalam Pembelajaran Membaca Al-QurAoan Pada Anak Usia 4-5 Tahun Di TK IT Al-Manar Kec. Bukit Kab. Bener Meriah,Ay Jurnal Raudhah 10. No. : 96Ae105. Https://Doi. Org/10. 30829/Raudhah. V10i2. 16 Sri Astuti Yoce Aulia Darma. Pemahaman Konsep Literasi Gender (Tasikmalaya: Langganan Pustaka, 2. 17 Nahason Bastin. Keterampilan Literasi. Membaca Dan Menulis (Sidoarjo: Nahason Bastin Publishing (Onlin. , 2. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. id/index. php/tabyin makna yang terkandung dari ayat yang dibaca tersebut. Sehingga dapat disimpulkan literasi AlQurAoan adalah kemampuan individu untuk membaca, menulis, menghafal, memahami serta memecahkan masalah yang berkaitan dengan Al-QurAoan dengan maksud dapat menghasilkan suatu pengetahuan pada tingkat keahlian pada jenjang tertentu sehingga bisa diterapkan serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Ahmad Jaeni, dkk. Untuk mengukur indikator literasi Al-QurAoan digunakan sejumlah indikator yang menunjukkan tingkat atau derajat kemampuan seseorang yakni menggunakan 5 level tingkatan. Terkait tingkatan kemampuan membaca Al-QurAoan disusun dalam 5 level, yaitu: Level pertama . , mencakup kemampuan dalam melafalkan huruh-huruf hijaiyyah berharakat . atuah, kasrah, samma. sesuai dengan makhraj-nya, baik dalam bentuk tunggal maupun dalam susunan huruf. Level kedua . , mencakup kemampuan dasar dalam membaca bacaan mad asli dan bacaan izhar halqiyah. Level ketiga . , mencakup kemampuan membaca bacaan gunnah, qalqalah, mad Aoarid lissukn, mad iwAd, mad wAjib danmad jAAoiz. Level kempat . , mencakup kemampuan membaca idgAm bigunnah, idgAm bilAgunnah, iqlAb, ikhfAAo, mad lAzim muaqqal kalimi dan madlain. Level lima . , merupakan kemampuan tertinggi mencakup kemampuan membaca bacaan garb dan fawAtiuus-suwar. Sedangkan tingkatan kemampuan menulis Al-QurAoan juga disusun dalam 5 level, yaitu: Level pertama . yaitu kemampuan menulis huruf hijaiah tunggal. Level kedua . yaitu kemampuan menyalin beberapa huruf hijaiah. Level ketiga . yaitu kemampuan menyambung huruf-huruf hijaiah. Level keempat . yaitu kemampuan menyalin kosakata Arab lengkap dengan syakalnya. Level kelima . yaitu kemampuan menyalin salah satu surah pendek secara utuh. Sementara itu, rendahnya kemampuan menghafal siswa Al-QurAoan juga terjadi di SMA Alazhar Syida Budi Pekanbaru II. Kemampuan berasal dari kata "mampu" yang artinya bisa atau sedangkan kemampuan berarti kesanggupan atau kecakapan. Kata menghafal berasal dari 18 I Solihat. A Fauzi. And A Qurtubi. AuEfektivitas Manajemen Majelis Taklim Dalam Peningkatan Literasi Al-QurAoan Masyarakat (Studi Di Majelis Taklim Assyifa Dan Majelis Taklim Riyadhussolihin Kota Seran. ,Ay Innovative: Journal Of Social Science A 3. No. : 3427Ae39. Http://J-Innovative. Org/Index. Php/Innovative/Article/View/5265. 19 Ahmad Jaeni. AuIndeks Kemampuan Baca Tulis Al-QurAoan Mahasiswa Uin Di Indonesia:,Ay Suhuf 12. No. 303Ae26. Https://Doi. Org/10. 22548/Shf. V12i2. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. id/index. php/tabyin kata AuhafalAy yang berarti telah masuk dalam ingatan atau dapat mengucapkan di luar kepala tanpa melihat buku atau catatan lain. Menghafal Al-QurAoan adalah upaya memasukkan ayat-ayat Al-QurAoan ke dalam ingatan seseorang dengan adanya motivasi atau dorongan untuk menghafalnya baik dengan cara membaca ataupun mendengar, yang dilakukan secara berulang-ulang agar hafalan tersebut dapat dngat dan diulang tanpa melihat mushaf Al-QurAoan. Kemampuan menghafal adalah kecakapan seseorang dalam memasukan suatu informasi ke dalam ingatan dan mengucapkannya di luar kepala tanpa melihat bahan informasi. Jadi, kemampuan menghafal Al-QurAoan adalah kecakapan seseorang dalam mengingat bacaan Al-QurAoan dan mengucapkannya di luar kepala tanpa melihat Al-QurAoan. Kemampuan menghafal Al-QurAoan adalah kemampuan seeseorang dalam membaca, mengingat serta menghafalkan Al-QurAoan tanpa melihat dan diucapkan secara berulang-ulang dengan baik dan benar. 23 Adapun hasil dari penelitian yaitu: Pengaruh Metode Ummi terhadap Literasi Al-QurAoan Hasil analisis menggunakan uji Spearman Rank Correlation menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi antara Metode Ummi (X) dan Literasi Al-QurAoan (Y. adalah r = 0,331 dengan nilai signifikansi p = 0,001. Nilai ini termasuk dalam kategori cukup kuat dan signifikan, karena p < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik penerapan Metode Ummi, maka semakin baik pula literasi Al-QurAoan siswa, khususnya dalam hal kefasihan membaca, ketepatan makhraj huruf, penerapan tajwid, dan pemahaman terhadap ayat yang dibaca. Hasil ini konsisten dengan teori behavioristik dan pendekatan repetisi yang digunakan dalam Metode Ummi. Artinya, metode ini efektif untuk memperkuat kebiasaan membaca dan memperbaiki kualitas bacaan Al-QurAoan siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan Metode Ummi memiliki pengaruh signifikan terhadap Literasi Al-QurAoan siswa. Hal ini sejalan dengan teori pembelajaran behavioristik dan kognitif yang menekankan pentingnya pengulangan . , pendekatan langsung . irect metho. , dan struktur bertahap dalam membentuk pemahaman bacaan AlQurAoan. Metode Ummi terbukti mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca Al20 Hendi Herdiansyah. AuBelajar Terhadap Kemampuan Menghafal Al- Qur Ao An SiswaAy 1. No. : 91Ae105. 21 Nur Khozin. AuPengaruh Menghafal Al-QurAoan Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Program Studi Pai Fitk Iain Ambon,Ay Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam 6. No. : 11Ae38. Https://Doi. Org/10. 33477/Alt. V6i2. 22 Herdiansyah. AuBelajar Terhadap Kemampuan Menghafal Al- Qur Ao An Siswa. Ay 23 Gito Supriadi. Abdul Azis. And Shania Aprilia. AuPengaruh Motivasi Terhadap Kemampuan Menghafal Al-QurAoan Siswa Smp Islam Terpadu Al-Manar Pangkalan Bun,Ay Jurnal Pendidikan Islam 12. No. November . : 3059Ae72. Https://Doi. Org/10. 30868/Ei. V12i04. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. id/index. php/tabyin QurAoan dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid dan makhraj. Siswa yang belajar dengan metode ini mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, tertib, dan terstruktur, yang menjadi faktor utama dalam pencapaian literasi Al-QurAoan yang optimal. Pengaruh Metode Ummi terhadap Kemampuan Membaca Al-QurAoan Berdasarkan uji Spearman, hubungan antara Metode Ummi (X) dengan Kemampuan Menghafal Al-QurAoan (Y. menunjukkan koefisien korelasi r = -0,018 dengan p = 0,860. Nilai ini termasuk sangat lemah dan tidak signifikan, karena p > 0,05. Artinya, tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Metode Ummi dan kemampuan menghafal Al-QurAoan. Hal ini dapat dijelaskan bahwa meskipun metode Ummi menekankan pada bacaan yang benar, tartil, dan talaqqi, namun tidak secara khusus mengembangkan strategi penguatan hafalan seperti metode tikrar, murajaAoah intensif, atau teknik pengingat Sehingga, untuk meningkatkan hafalan, perlu metode tambahan yang lebih spesifik pada aspek tahfidz. Berbeda dengan hasil pada literasi, analisis menunjukkan bahwa Metode Ummi tidak berpengaruh signifikan terhadap kemampuan menghafal Al-QurAoan siswa. Meskipun metode ini memuat unsur pengulangan dan murojaAoah, namun tampaknya belum cukup efektif untuk meningkatkan hafalan siswa. Beberapa faktor kemungkinan penyebabnya adalah lemahnya motivasi internal siswa, kurangnya pendampingan hafalan secara personal, dan fokus utama Metode Ummi yang lebih pada bacaan tartil dibanding aspek hafalan. Ini mengindikasikan bahwa peningkatan hafalan membutuhkan metode tambahan seperti tikrar, metode satu ayat, atau metode visualisasi. Pengaruh Metode Ummi terhadap Literasi Al-QurAoan dan Kemampuan Membaca AlQurAoan Secara keseluruhan. Metode Ummi berpengaruh terhadap salah satu aspek, yaitu literasi Al-QurAoan, namun tidak menunjukkan pengaruh terhadap kemampuan menghafal Al-QurAoan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan Metode Ummi tidak memiliki pengaruh yang serentak terhadap dua variabel Y (Y1 dan Y. Walau metode ini efektif dalam membentuk kebiasaan membaca yang benar, pendekatan ini kurang kuat untuk mendukung pencapaian hafalan Al-QurAoan yang signifikan pada siswa. Maka diperlukan kolaborasi dengan metode lain yang lebih fokus pada tahfidz. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Metode Ummi memiliki pengaruh terhadap literasi Al-QurAoan namun tidak terhadap hafalan. Dengan demikian, pengaruh Metode Ummi secara gabungan terhadap keduanya bersifat parsial. Artinya, metode ini cocok diterapkan untuk memperkuat aspek bacaan dan pemahaman Al-QurAoan, namun perlu dikombinasikan 141 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. id/index. php/tabyin dengan pendekatan lain agar capaian hafalan siswa dapat meningkat. Pembelajaran yang mengintegrasikan metode Ummi dengan program tahfidz intensif bisa menjadi solusi untuk mencapai dua aspek tersebut secara bersamaan. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMA Al-Azhar Syifa Budi Pekanbaru II di Kecamatan Sail, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Metode Ummi berpengaruh secara signifikan terhadap Literasi Al-QurAoan siswa. Hal ini menunjukkan bahwa metode Ummi efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca Al-QurAoan secara fasih, tartil, dan sesuai dengan kaidah tajwid. Metode Ummi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Kemampuan Menghafal AlQurAoan siswa. Hal ini menandakan bahwa meskipun siswa lebih fasih membaca, namun belum tercapai peningkatan yang berarti dalam aspek hafalan. Diperlukan metode tambahan yang lebih spesifik dalam membentuk daya hafal siswa. Secara keseluruhan, penerapan Metode Ummi hanya berpengaruh pada salah satu aspek, yaitu literasi Al-QurAoan, dan tidak berpengaruh secara bersamaan terhadap kemampuan menghafal. Temuan ini menegaskan bahwa untuk mencapai hasil pembelajaran Al-QurAoan yang menyeluruh, perlu adanya integrasi dengan pendekatan atau strategi tahfidz lainnya. Daftar Pustaka