Economics Professional in Action (E-Profi. E-ISSN:2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 4 No. 01 April 2022 Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Telekomunikasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2012 Harianto Simarmata Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia hariantosimarmata@unibi. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan lima perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yakni PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. PT. Indosat Tbk. PT. Xl Axiata Tbk. PT. Bakrie Telecom. Tbk, dan PT. Smartfren Telecom. Tbk. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa neraca dan laporan laba rugi yang diolah dengan menggunakan analisis rasio keuangan yakni rasio likuiditas (Current Rati. , rasio aktivitas (Total Asset Turn Ove. dan rasio profitabilitas (Return On Equit. berdasarkan laporan keuangan perusahaan pada periode 2010-2012. Hasil penelitian menunjukan bahwa PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk memiliki kinerja cenderung lebih baik dibandingkan perusahaan telekomunikasi lainya. Namun dilihat dari keseluruhan, lima perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di BEI yang menjadi obyek penelitian memiliki kinerja kurang baik. Hal ini dibuktikan dengan kurang baiknya rasio likuiditas, rasio profitabilitas, dan rasio aktivitas perusahaan yang hampir semua rasionya di bawah 1 kecuali Current Ratio PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk pada tahun 2012 sebesar 1. Kata kunci: Kinerja Keuangan. Likuiditas. Solvabilitas. Profitabilitas Abstract This study aims to determine how the financial performance of five telecommunications companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX), namely PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. PT. Indosat Tbk. PT. XL Axiata Tbk. PT. Bakrie Telecom. Tbk, and PT. Smartfren Telecom. Tbk. The data used is secondary data in the form of balance sheets and income statements which are processed using financial ratio analysis, namely the liquidity ratio (Current Rati. , activity ratio (Total Asset Turn Ove. , and the profitability ratio (Return On Equit. based on the company's 2010 financial statements. - 2012. The results showed that PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk tends to perform better than other telecommunications companies. However, when viewed as a whole, the five telecommunication companies listed on the BEI that became the object of the study had poor performance. This is evidenced by the lack of good liquidity ratios, profitability ratios, and company activity ratios where almost all ratios are under 1 except the Current Ratio of PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk in 2012 amounted to 1. Keywords: Financial Performance. Liquidity. Activiy. Profitability PENDAHULUAN Perusahaan yang bergerak pada sektor jasa telekomunikasi memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan perekonomian Kebutuhan masyarakat yang tinggi akan informasi dan lalu lintas data merupakan salah satu pendorong tumbuhnya jasa telekomunikasi Perusahaan bersaing memberikan layanan yang terbaik dengan menawarkan harga yang kompetitif dan dalam hal kreatifitas produk yang dipasarkan. Persaingan ini menyebabkan para pelaku bisnis telekomunikasi semakin inovatif dan kreatif dalam menciptakan layananlayanan maupun teknologi baru yang nantinya akan berguna bagi perkembangan industri telekomunikasi di Indonesia. Selain itu, perusahaan juga harus meningkatkan kinerja Economics Professional in Action (E-Profi. keuangan yang tercermin dalam laporan Laporan keuangan ini digunakan sebagai dasar untuk menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan, dimana hasil penilaian tersebut dapat digunakan oleh para pihak yang berkepentingan untuk mengambil Selain itu laporan keuangan dapat digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya, struktur modal usaha, keefektifan penggunaan aktiva, serta hal-hal lainnya yang berhubungan dengan keadaan finansial perusahaan. Oleh karena itu kinerja keuangan perusahaan telekomunikasi yang tercatat di pasar modal dalam hal ini adalah Bursa Efek Indonesia (BEI) perlu diketahui para pihak yang berkepentingan. Pasar modal sendiri sudah berjalan sebelum Indonesia merdeka. Pasar modal atau bursa efek telah hadir sejak jaman kolonial Belanda dan tepatnya pada tahun 1912 di Batavia. Pasar modal ketika itu didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah kolonial atau VOC. Perusahaan telekomunikasi yang akan diteliti adalah yang telah terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia yaitu : PT. Telekomunikasi Indonesia. Tbk. PT. Indosat. Tbk. PT. XL Axiata. Tbk PT. Bakrie Telecom,Tbk. PT. Smarfren. TelecomTbk. TINJAUAN PUSTAKA Kinerja Keuangan Kinerja keuangan adalah prestasi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan yang dianalisis dengan alat-alat analisis keuangan, yang menggambarkan tingkat kesehatan perusahaan dengan tolak ukur berdasarkan sasaran standar atau kriteria tertentu pada periode tertentu. Menurut Islahuzzaman . , kinerja keuangan adalah perbandingan antara hasil nyata . dengan tolak ukur yang telah ditetapkan Sedangkan menurut Sutrisno . , kinerja keuangan adalah prestasi yang dicapai perusahaan dalam suatu periode tertentu perusahaan tersebut. Dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan merupakan sebuah gambaran tentang kondisi dan kemampuan keuangan perusahaan dalam menjalankan kegiatan E-ISSN:2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 4 No. 01 April 2022 perusahaan yang efektif dan efisien dalam mencapai tujuannya. Menurut Munawir . 7: 31-. , tujuan dari melakukan kinerja keuangan adalah sebagai Mengetahui Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan yang harus segera diselesaikan pada saat ditagih. Mengetahui Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban tersebut dilikuidasi, baik keuangan jangka pendek maupun jangka panjang. Mengetahui Rentabilitas atau yang sering disebut dengan profitabilitas menunjukkan menghasilkan laba selama periode Mengetahui Stabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melakukan usahanya dengan stabil, yang diukur dengan perusahaan untuk membayar hutanghutangnya serta membayar beban bunga atas hutang-hutangnya tepat pada Menurut (Jumingan, 2009, hal. berkaitan dengan analisis kinerja keuangan mengandung beberapa tujuan yaitu: Untuk pengelolaan keuangan terutama kondisi likuiditas, kecukupan modal dan profitabilitas yang dicapai pada tahun berjalan maupun tahun sebelumya. Untuk mengetahui kemampuan dalam mendayagunakan semua aset yang dimiliki dalam menghasilkan profit secara efisien. Bagi perusahaan, penilaian kinerja keuangan dapat digunakan untuk mengukur prestasi yang Economics Professional in Action (E-Profi. dicapai oleh perusahaan dalam suatu periode, dapat digunakan sebagai dasar penentuan strategi perusahaan untuk masa yang akan datang, serta melihat kinerja perusahaan secara keseluruhan sehingga dapat menilai kontribusi suatu divisi atau bagian dalam pencapaian tujuan perusahaan. Laporan Keuangan Untuk menilai kinerja keuangan pada perusahaan, dapat menggunakan rasio atau indeks sebagai tolak ukur untuk menilai dan menghubungkan dua data keuangan pada laporan keuangan perusahaan. Menurut M. Hanafi . menjelaskan pengertian dari laporan keuangan adalah laporan yang berisikan kegiatan-kegiatan perusahaan meliputi: kegiatan investasi, kegiatan pendanaan, dan kegiatan keberhasilan strategi perusahaan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Menurut Kasmir . AuDalam pengertian yang sederhana, laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu. Ay Agar dapat memahami laporan keuangan digunakan Analisis Rasio keuangan seperti rasio likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas yang merupakan analisis rasio keuangan paling umum digunakan (Munawir, 2. Menurut Brigham & Houston . 0: . laporan keuangan adalah beberapa lembar kertas dengan angka-angka yang tertulis di atasnya, tetapi penting juga untuk memikirkan aset-aset nyata yang berada dibalik angka Laporan keuangan ini memberikan gambaran atas keuangan perusahaan dalam satu periode akuntansi yang terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas pemegang saham, laporan arus kas, dan catatan atas laporan Analisis Rasio Keuangan Analisis rasio keuangan dapat digunakan untuk mengetahui kinerja keuangan yang ingin dicapai Menurut Subramanyam . Analisis laporan keuangan . inancial statement analysi. adalah aplikasi dari alat dan teknik analisis untuk laporan keuangan bertujuan umum dan data-data yang berkaitan untuk menghasilkan E-ISSN:2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 4 No. 01 April 2022 estimasi dan kesimpulan yang bermanffat dalam analisis bisnis. Analisis laporan keuanga mengurangi ketergantungan pada firasat, tebakan, dan intuisi dalam pengambilan keputusan, serta mengurangi ketidakpastian analisis bisnis. Dengan menganalisis laporan keuangan, seorang analisis dapat menilai apakah manajer keuangan dapat merencanakan dan mengimplementasikan setiap tindakan secara konsisten dengan tujuan memakmurkan para pemegang saham. Menganalisis laporan membandingkan laporan keuangan satu periode dengan periode sebelumnya sehingga diketahui (Agus Sartono, 2010:. Rasio keuangan yang dapat digunakan untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan seperti rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas dan rasio profitabilitas. Rumus untuk menghitung rasio keuangan adalah sebagai berikut (Fahmi, 2014: . Rasio Likuiditas Rasio likuiditas yang digunakan dalam penelitian ini adalah current ratio. Rasio Lancar (Current Rati. , yaitu alat ukur rasio likuiditas yang dihitung dengan cara membagi aset lancar dengan Hutang lancar. CR = yaycyceyc ycoycaycuycaycayc Hutang yaycaycuycaycayc Rasio Solvabilitas (Leverag. Rasio solvabilitas . adalah rasio yang digunakan untuk melihat sejauh mana pendanaan perusahaan menggunakan utang . inancial Artinya seberapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya. Rasio yang digunakan adalah Debt to Assets Ratio. DAR = Total Hutang Total Aset Rasio Aktivitas Economics Professional in Action (E-Profi. Rasio aktivitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Total Assets Turn Over (TATO). Perputaran Total Aset (Total Assets Turn Ove. , yaitu alat ukur rasio aktivitas yang dihitung dengan cara membagi antara penjualan dengan total aktiva. Menurut Kasmir . menyatakan bahwa: AuStandar industri untuk total assets turnover adalah 2. kali perputaran aktiva dalam setahun. Jadi dapat ditarik kesimpulan jika total assets turnover atau perputaran aktiva perusahaan kurang dari 2 kali dalam setahun maka rasio perusahaan beroperasi kurang baik artinya perusahaan menggunakan aktivanya kurang efisien. TATO = ycEyceycuycycycaycoycaycu ycNycuycycayco Aset Rasio Profitabilitas Rasio profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Rasio Profitabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Return On Equity (ROE). Return On Equity, yaitu alat ukur rasio profitabilitas yang dihitung dengan cara membagi antara laba bersih setelah pajak dengan modal sendiri. ROE = E-ISSN:2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 4 No. 01 April 2022 Analisis rasio keuangan sangat bermanfaat bagi pihak manajemen sebagai rujukan untuk membuat perencanaan. Analisis rasio keuangan dapat dijadikan sebagai alat untuk mengevaluasi kondisi suatu perusahaan dari perspektif keuangan. Analisis rasio keuangan juga bermanfaat bagi para kreditor dapat digunakan untuk memperikaran potensi risiko yang akan dihadapi dikaitkan dengan adanya jaminan kelangsungan pembayaran bunga dan pengembalian pokok pinjaman. Analisis rasio keuangan dapat dijadikan sebagai penilaian bagi pihak stakeholder Dengan menganalisis laporan keuangan, seorang analisis dapat menilai apakah manajer keuangan dapat merencanakan dan mengimplementasikan setiap tindakan secara konsisten dengan tujuan Menganalisis laporan keuangan dapat dilakukan dengan membandingkan laporan keuangan satu periode dengan periode sebelumnya sehingga diketahui adanya kecenderungan (Agus Sartono, 2010:. Laba setelah pajak METODE PENELITIAN Modal Sendiri Jenis penelitian pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif , yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui dan menjelaskan karakteristik variabel yang diteliti dalam suatu Penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu, tetapi hanya menggambarkan apa adanya tentang sesuatu Maka dalam penelitian ini tidak digunakan suatu hipotesis karena peneliti hanya menggambarkan, menjelaskan atau membuat prediksi serta mendapatkan hasil dari suatu permasalahan yang ingin dipecahkan dalam hal ini kinerja keuangan perusahaan telekomunikasi yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia selama kurun waktu tiga tahun yaitu pada tahun 2010 hingga 2012. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data berupa dokumen laporan keuangan perusahaan pada tahun 20102012 yaitu neraca dan laporan laba rugi. Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan Analisis kinerja keuangan pada lima perusahaan telekomunikasi yang kita gunakan adalah rasio likuiditas (Current Rati. , rasio aktivitas (Total Asset Turn Over ) dan rasio profitabilitas (Return On Equit. Manfaat Analisis Rasio Keuangan Manfaat analisis rasio keuangan menurut Fahmi . Analisis rasio keuangan sangat bermanfaat untuk dijadikan sebagai alat untuk menilai kinerja dan prestasi Economics Professional in Action (E-Profi. data dokumentasi dan studi pustaka. Data yang digunakan dalam teknik dokumen ini berupa gambaran umum perusahaan telekomunikasi yang diperoleh melalui situs perusahaan masingmasing dan data laporan keuangan perusahaan dari tahun 2010-2012 yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia yang diunduh melalui situs http://w. HASIL DAN PEMBAHASAN Current ratio Current ratio perusahaan telekomunikasi berdasarkan laporan keuangan perusahaan didapatkan dengan menghitung perbandingan antara adalah aset lancar dan hutang lancar. dilihat pada Tabel 1. Berdasarkan tabel 1 dijelaskan bahwa Perusahaan Telekomunikasi pada BEI yang menunjukkan nilai Current Ratio tahun 2010 paling rendah yaitu PT. Smartfren Telecom. Tbk sebesar 0,22 kemudian tahun 2011 paling rendah yaitu PT. Bakrie Telecom. Tbk sebesar 0,32, dan tahun 2012 paling rendah yaitu PT. Bakrie Telecom. Tbk sebesar 0,27. Hal tersebut terjadi karena hutang lancar perusahaan lebih besar dibandingkan dengan aset lancarnya. PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk Current Ratio tertinggi berturut-turut tahun 2010 Ae 2012 yakni 0,91 kemudian 0,96 dan 1. Namun kinerjanya masih ada yang nilainya Ini berarti di tahun 2010 dan 2011, semua perusahaan tersebut memiliki hutang lancar lebih besar dari aset lancarnya. Tabel 1. Rasio Likuiditas (Current Rati. pada pada perusahaan telekomunikasi tahun 20102012 Current Ratio Sumber: Laporan Keuangan, diolah . Total Assets Turn Over (TATO) Total Assets Turn Over telekomunikasi berdasarkan laporan keuangan perusahaan didapatkan dengan menghitung perbandingan antara penjualan dan total aset. dapat dilihat pada Tabel 2. Berdasarkan tabel 2 dijelaskan bahwa lima perusahaan telekomunikasi pada BEI yang menunjukkan nilai Total Assets Turn Over paling rendah adalah PT. Smartfren Telecom berturutturut tahun 2010 sebesar 0,08x kemudian tahun 2011 sebesar 0,08x, dan tahun 2012 sebesar 0,12x. Hal tersebut terjadi karena penjualan perusahaan lebih kecil dibandingkan dengan total Sedangkan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk memiliki Total Assets Turn Over tertinggi berturut-turut tahun 2010 Ae 2012 yakni sebesar 0,69x. Tabel 2. Rasio Aktivitas (TATO) pada pada perusahaan telekomunikasi tahun 2010-2012 Perputaran Total Aset PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk PT. Indosat Tbk PT. Xl Axiata Tbk PT. Bakrie Telecom. Tbk PT. Smartfren Telecom. Tbk Sumber: Laporan Keuangan, diolah . PT. Indosat Tbk PT. Xl Axiata Tbk PT. Bakrie Telecom. Tbk PT. Smartfren Telecom. Tbk PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk E-ISSN:2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 4 No. 01 April 2022 Return on Equity Tingkat profitabilitas yang diukur dengan return on equity pada perusahaan telekomunikasi Economics Professional in Action (E-Profi. berdasarkan laporan keuangan perusahaan didapatkan dengan menghitung perbandingan antara laba bersih setelah pajak dan modal sendiri yang dapat dilihat pada Tabel 3. Berdasarkan tabel 3 dijelaskan bahwa lima perusahaan telekomunikasi pada BEI yang menunjukkan nilai Return on Equity paling rendah adalah PT. Smartfren Telecom berturutturut tahun 2010 sebesar . kemudian tahun 2011 sebesar . , dan tahun 2012 di alami PT. Bakrie Telecom. Tbk sebesar . Hal tersebut terjadi karena perusahaan tidak mendapatkan Laba Rugi. PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk memiliki return on equity tertinggi berturut-turut tahun 20102012 sebesar 0,36 kemudian 0,25 dan 0,27. Tabel 3. Rasio Profitabilitas (Return on Equit. pada Perusahaan telekomunikasi tahun 2010 -2012 Return On Equity E-ISSN:2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 4 No. 01 April 2022 menunjukkan tingkat likuiditas perusahaan telekomunikasi berada dalam kondisi yang kurang baik karena sebagian besar berada Faktor yang menyebabkannya adalah tingginya hutang lancar perusahaan akibat terjadinya kenaikan utang usaha perusahaan kepada pihak kreditor. Rasio Aktivitas Berdasarkan analisis yang didapatkan pada tabel 2 menunjukkan tingkat Total Assets Turn Over pada perusahaan telekomunikasi. dari tahun 2010-2012 secara rata-rata adalah di bawah 1x. Hasil yang didapatkan ini menunjukkan bahwa perusahan-perusahaan tersebut berada dalam kondisi yang kurang baik karena kurang dari 2x (Kamir - 2012:. Rasio ini berarti bahwa aktiva yang dimiliki lebih lambat berputar dalam meraih laba dan menunjukan kurang efesiennya menghasilkan penjualan. Rasio Profitabilitas PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk PT. Indosat Tbk PT. Xl Axiata Tbk PT. Bakrie Telecom. Tbk . PT. Smartfren Telecom. Tbk . Berdasarkan analisis yang didapatkan pada tabel 3 menunjukkan bahwa rasio profitabilitas perusahaan telekomunikasi yang diukur dengan return on equity pada tahun 2010-2012 secara keseluruhan adalah di bawah 1. Angka ini menunjukkan perusahan-perusahaan tersebut. berada dalam kondisi yang kurang baik karena setiap 1 rupiah ekuitas pemegang saham, tidak dapat menghasilkan 1 rupiah dari laba bersih perusahaan bahkan ada yang bernilai minus atau mengalami kerugian. KESIMPULAN Sumber: Laporan Keuangan, diolah . PEMBAHASAN Rasio Likuiditas Berdasarkan analisis yang didapatkan pada tabel 1 menunjukkan bahwa rasio likuiditas dari tahun 2010 dan 2012 yang diukur dengan current ratio. Kinerja keuangan lima perusahaan telekomunikasi yang tercatat di BEI dengan tingkat likuiditas yang diukur menggunakan current ratio tahun 2010-2012 menunjukkan kondisi yang kurang baik karena berada dibawah 1 atau di bawah 100%. Kinerja keuangan lima perusahaan telekomunikasi yang tercatat di BEI dengan tingkat aktivitas yang diukur menggunakan Total Economics Professional in Action (E-Profi. Assets Turn Over tahun 2010-2012 menunjukkan kondisi yang kurang baik karena berada dibawah Kinerja keuangan lima perusahaan telekomunikasi yang tercatat di BEI dengan tingkat profitabilitas yang diukur menggunakan return on equity tahun 2010-2012 menunjukkan kondisi yang kurang baik karena secara keseluruhan rasio ROE perusahaan tersebut adalah di bawah 1 yang menunjukkan perusahanperusahaan tersebut tidak dapat menghasilkan 1 rupiah dari setiap 1 rupiah ekuitas pemegang Saran Perusahaan telekomunikasi yang menjadi obyek penelitian hendaknya mengelola hutang baik itu hutang jangka pendek maupun jangka panjang untuk mengurangi tekanan pada keuangan perusahaan. E-ISSN:2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 4 No. 01 April 2022 Jumingan. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Bumi Aksara. Kasmir, . Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Munawir. Analiis Laporan Keuangan. Liberty. Yogyakarta Sartono. Agus. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE Subramanyam & Wild. Analisis Laporan Keuangan. Edisi 10. Jakarta: Salemba Empat. Sutrisno. , 2009. Manajemen Keuangan Teori. Konsep dan Aplikasi. Ekonisia. Yogyakarta Lima perusahaan telekomunikasi yang tercatat di BEI. hendaknya mampu mengoptimalkan dan mengefisiensikan pengelolaan aset dan modal sehingga dapat mencapai kinerja keuangan perusahaan yang baik. Bagi menganalisis kinerja keuangan perusahaan dengan periode pengamatan lebih lama serta menggunakan jenis rasio keuangan lain agar mendapatkan hasil penelitian yang lebih efektif dan maksimal. REFERENSI