Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 62-72 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Deiksis Dalam Film 'Mulan': Analisis Pragmatik Nur Wahyuni1 . Indah Afrianti2. Mulya Yusnarti3. Lila4. Nurlaila 5 1,2,4,5Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. STKIP Yapis Dompu. Dompu. NTB wahyuni63@gmail. 3Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. STKIP Yapis Dompu. Dompu. NTB Submitted: 02-12-2. Reviewed: 04-12-2. Accepted: 07-12-2023 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penggunaan deiksis dalam film 'Mulan' dengan pendekatan pragmatik. Deiksis adalah fenomena linguistik di mana makna suatu ungkapan bergantung pada konteks komunikatifnya. Dalam konteks film, deiksis dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemahaman karakter, hubungan interpersonal, dan dinamika cerita. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis pragmatik, dengan fokus pada pengidentifikasian tipe deiksis yang muncul dalam dialog, visual, dan penggunaan ruang dalam adegan tertentu. Penelitian ini juga melibatkan analisis wacana untuk mengeksplorasi bagaimana deiksis berkontribusi pada konstruksi makna dan hubungan antar karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deiksis dalam film 'Mulan' digunakan secara cermat untuk memperkuat dimensi karakter, menciptakan keintiman antar karakter, dan membangun ketegangan dramatis. Selain itu, terdapat perbedaan dalam penggunaan deiksis antara adegan yang melibatkan interaksi interpersonal dan adegan pertempuran, mencerminkan peran deiksis dalam membentuk dinamika naratif. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang peran deiksis dalam film sebagai alat penting dalam menyampaikan makna dan merancang pengalaman penonton. Implikasi praktis penelitian ini mencakup pemahaman yang lebih baik tentang cara membuat film menggunakan deiksis untuk mencapai efek tertentu dan potensi pengembangan metode analisis pragmatik dalam konteks filmologi. Kata Kunci: Analisis Pragmatik. Deiksis. Film. ABSTRACT This research aims to identify and analyze the use of deixis in the film 'Mulan' using a pragmatic Deixis is a linguistic phenomenon in which the meaning of an expression depends on its communicative context. In the context of films, deixis can make a significant contribution to the understanding of characters, interpersonal relationships, and story dynamics. The research method used is pragmatic analysis, with a focus on identifying the types of deixis that appear in dialogue, visuals, and the use of space in certain scenes. This research also involves discourse analysis to explore how deixis contributes to the construction of meaning and relationships between characters. The research results show that deixis in the film 'Mulan' is used carefully to strengthen character dimensions, create intimacy between characters, and build dramatic tension. Additionally, there are differences in the use of deixis between scenes involving interpersonal interactions and battle scenes, reflecting the role of deixis in shaping narrative dynamics. This research provides new insights into the role of deixis in film as an important tool in conveying meaning and designing the audience's experience. The practical implications of this research include a better understanding of how filmmakers use deixis to achieve certain effects and the potentialdevelopment of pragmatic analysis methods in the context of filmology. Keywords: Deixis. Film. Pragmatic Analysis. Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 62-72 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 PENDAHULUAN Bahasa merupakan hal mendasar dalam kehidupan manusia, karena bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi sehingga kita bisa saling bertukar pikiran dan juga bisa menyampaikan ide serta pendapat ketika berkomunikasi. Menurut (Mailani et al. , 2. Bahasa juga dapat digunakan untuk menciptakan interaksi dengan orang lain dalam aktivitas sehari-hari. Studi tentang bahasa secara saintifik disebut linguistik. Dalam analisis linguistik, terdapat struktur internal dan hubungannya dengan disiplin ilmu lainnya (Fitriani, n. Struktur internal yaitu: tudi tentang bunyi bahasa dan fungsiny. , morfologi . tudi tentang struktur kat. , sintaksis . tudi mengenai proses pembentukan kata dalam kalima. , semantik . tudi tentang makna kat. Struktur eksternal yaitu: sosiolinguistik . osiologi dan linguisti. , etnolinguistik . tudi tentang hubungan antara bahasa, budaya dan masyaraka. , psikolinguistik . sikologi dan Untuk belajar tentang makna dalam bahasa, ada juga ilmu semiotik . tudi tentang makna simbo. dan pragmatik . tudi tentang makna dalam kontek. Pragmatik adalah ilmu yang mempelajari tentang makna lewat tuturan yang diujarkan oleh pembicara dan diinterpretasi oleh pendengar. Pragmatik adalah studi tentang hubungan antara bahasa dan konteks secara tata bahasa atau dikodekan dalam struktur bahasa (Levinson. Dengan demikian pragmatik menghasilkan makna yang dapat diketahui dengan melihat konteks yang ada saat ujian berlangsung. Levinson juga menambahkan bahwa pragmatik mencakup bahasan tentang praanggapan, tindak tutur, implikatur percakapan, aspek-aspek struktur wacana dan deiksis. Menurut (Sari, 2. pragmatik adalah ilmu yang mempelajari tentang makna dalam hubungannya dengan situasi ujar . peech situatio. Sedangkan menurut (Narayuki, 2. menyatakan bahwa pragmatik tidak berdasarkan pada apa yang seseorang mampu katakan tetapi pada bagaimana seseorang menggunakan ujaran. Dan menurut (Merentek, 2. pragmatik adalah studi tentang makna dihubungkan dengan situasi ujar, yakni bagaimana unit-unit linguistik itu digunakan dalam komunikasi. Deiksis merupakan salah satu bagian dari pragmatik yang berhubungan dengan konteks dalam sebuah kalimat. Istilah deiksis berasal dari bahasa Yunani deitikos, yang artinya Amenunjuk secara langsungA atau AmenunjukA melalui bahasa (Tidar, 2. Segala bentuk linguistic yang digunakan untuk mencapai hal ini AmenunjukA disebut ekspresi deiktik. Ketika kita melihat sebuah benda dan bertanya Auapa itu?Ay, kita akan menggunakan ekspresi deiktik AituA untuk menunjukkan sesuatu dalam konteks langsung (PAPILAYA, 2. Pada dasarnya deiksis menyangkut tentang cara-cara dimana bahasa itu secara gramatikalisasi fitur dari konteks ucapan JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 62-72 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 atau peristiwa ucapan, dan dengan demikian juga menyangkut cara di mana penafsiran ujaran tergantung pada analisis konteks ujaran tersebut. Menurut (Yulfi, 2. hal ini menandakan bahwa memahami konteks akan memudahkan untuk mengetahui sebuah makna dari ucapan karena setiap ungkapan pembicara mengacu pada sebuah makna yang terdapat dalam konteks Menurut (Yazan, 2. deiksis juga mengacu pada lokasi, identifikasi orang, objek, peristiwa, dan kegiatan yang dibicarakan sehubungan dengan konteks ruang dan waktu yang diciptakan oleh tindakan dari ucapan pembicara dan penerima. Deiksis adalah kata-kata yang mengambil makna dari situasi ujaran . ersona, waktu, dan tempa. saat kata- kata itu digunakan. Menurut (Levinson, 2. , hubungan antara bahasa dan konteks yang tercermin terdapat di dalam struktur bahasa itu sendiri. Adapun jenis-jenis dari deiksis menurut Levinson adalah: Deiksis waktu. deiksis waktu yakni pemberian bentuk pada rentang waktu saat ujaran Deiksis orang. Deiksis orang yakni pemberian bentuk menurut peran peserta dalam peristiwa bahasa saat ujaran tersebut diucapkan. Deiksis tempat. Deiksis tempat yakni pemberian bentuk pada lokasi menurut peserta dalam peristiwa bahasa. Deiksis wacana. Deiksis wacana yakni rujukan pada bagian-bagian tertentu dalam wacana yang telah diberikan atau sedang dikembangkan. Deiksis sosial. Deiksis sosial yakni pemberian bentuk menurut perbedaan sosial merujuk pada peran peserta, khususnya aspek-aspek hubungan sosial antara pembicara dan pendengar atau pembicara dengan beberapa rujukan. Penelitian ini menggunakan film sebagai sumber data yang akan diteliti. Film adalah karya sastra yang mengandung, kata, frasa, klausa, kalimat dan ungkapan dalam setiap percakapan oleh para tokoh yang terdapat dalam film tersebut. Menurut (Wahyuni, 2. karena film merupakan media komunikasi yang sangat penting untuk menyampaikan pesan kepada penonton karena mengandung realita yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Secara umum sebuah film memuat berbagai pesan, pendidikan, hiburan, dan informasi lainnya. Selain menjadi hiburan bagi penonton film juga sangat berguna apabila penonton dapat memahami setiap makna ucapan yang terdapat dalam sebuah film. AuMulanAy merupakan film live-action remake yang diadaptasi dari film animasi Disney dengan judul yang sama yaitu AuMulanAy pada tahun 1998. Film live action Mulan akhirnya hadir JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 62-72 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 setelah 22 tahun film animasinya dirilis. Film live-action Mulan disutradarai oleh Niki Caro, sementara naskahnya ditulis oleh Rick Jaffa dan Amanda Silver. Karakter utama dalam film Mulan diperankan oleh Liu Yifei dengan sejumlah pemeran pendukung seperti Jet Li. Donnie Yen. Jason Scott Lee. Gong Li. Yoson An. Ron Yuan. Tzi Ma. Rosalind Chao. Nelson Lee. Utkarsh Ambudkar, serta Chum Ehelepola. Tetapi meskipun film ini dibintangi oleh para aktris dan aktor ternama tetap saja ada beberapa bagian dalam film ini yang membuat para penggemarnya kecewa, karena ada beberapa bagian dalam di film animasinya yang tidak akan ditemukan di dalam film live action-nya, seperti pada unsur musikal yang telah dihilangkan, lalu hilangnya karakter Jenderal Li Shang dalam versi animasi, karena karakter Jenderal Li Shang itu menarik perhatian dengan penampilan yang menawan serta kemampuan seni bela dirinya, dan juga cukup banyak karakter baru yang sama sekali tidak ada di film animasinya. Film AuMulanAy bercerita tentang seorang perempuan yang bernama Mulan yang memiliki kekuatan yang disebut sebagai chi. Kekuatan tersebutlah yang membuatnya menjadi lebih lihai dalam ilmu bela diri. Namun hal ini masih dianggap tabu oleh masyarakat karena ilmu bela diri hanya diperuntukan kepada kaum laki-laki saja sehingga Mulan dianggap berbeda dari perempuan-perempuan lainnya. Pada suatu hari, kerajaan membutuhkan satu anak laki-laki dari setiap keluarga untuk ikut bergabung dengan pasukan kerajaan untuk berperang, namun keluarga Hua tidak memiliki anak laki-laki sehingga ayah Mulan mengajukan dirinya sendiri untuk ikut bergabung ke medan perang. Kondisi sang ayah yang sudah tua, lantas membuat Mulan diamdiam kabur dari rumah dengan membawa peralatan dan pakaian perang ayahnya. Mulan kemudian bergabung dengan prajurit lain dan mengikuti latihan sebelum perang. Dalam penelitian ini, peneliti tertarik untuk menganalisis film Mulan yang disutradarai oleh Niki Caro untuk mendapatkan pemahaman tentang deiksis, karena deiksis sangat membantu untuk memahami maksud pembicaraan dan cara menggunakannya. Film ini juga sangat mendukung karena memiliki banyak jenis deiksis dalam percakapan mereka. Maka dari itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang deiksis dalam film Mulan. METODE PENELITIAN Data penelitian ini adalah film 'Mulan' versi animasi tahun 1998 dan telah dibuat ulang di Data diperoleh dengan menonton film tersebut secara berulang-ulang untuk mengidentifikasi penggunaan deiksis. Desain Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis pragmatik terhadap JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 62-72 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 teks film "Mulan". Pengumpulan Data dikumpulkan melalui transkripsi dialog, observasi visual, dan analisis konten terhadap elemen linguistik yang mencerminkan deiksis melalui film Mulan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori deiksis yang dikemukakan oleh (Levinson, 2. Deiksis waktu. deiksis waktu yakni pemberian bentuk pada rentang waktu saat ujaran Deiksis orang. Deiksis orang yakni pemberian bentuk menurut peran peserta dalam peristiwa bahasa saat ujaran tersebut diucapkan. Deiksis tempat. Deiksis tempat yakni pemberian bentuk pada lokasi menurut peserta dalam peristiwa bahasa. Deiksis wacana. Deiksis wacana yakni rujukan pada bagian-bagian tertentu dalam wacana yang telah diberikan atau sedang dikembangkan. Deiksis sosial. Deiksis sosial yakni pemberian bentuk menurut perbedaan sosial merujuk pada peran peserta, khususnya aspek-aspek hubungan sosial antara pembicara dan pendengar atau pembicara dengan beberapa rujukan. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan analisis data, ditemukan bahwa deiksis digunakan dalam berbagai konteks dalamfilm 'Mulan'. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan deiksis dalam film tersebut: Deiksis waktu Deiksis waktu adalah kata-kata yang merujuk pada waktu saat tuturan diucapkan. Deiksis waktu dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu deiksis waktu mutlak dan deiksis waktu Deiksis waktu mutlak adalah deiksis waktu yang merujuk pada waktu yang pasti, seperti hari, tanggal, bulan, tahun, dan jam. Dalam film Mulan, deiksis waktu mutlak yang sering digunakan adalah: C Hari : "Pagi ini, ayahku pergi berperang. C Tanggal : "Hari ini adalah hari pertama Mulan menyamar sebagai laki-laki. C Bulan : "Musim dingin telah tiba. C Tahun : "Seratus tahun yang lalu, seekor naga bernama Mushu membantu seorang gadis muda yang bernama Mulan. C Jam : "Pukul sembilan malam. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 62-72 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Deiksis waktu relatif adalah deiksis waktu yang merujuk pada waktu yang relatif, seperti "sebelum", "sesudah", "dulu", "sekarang", dan "nanti". Dalam film Mulan, deiksis waktu relatif yang sering digunakan adalah: C Sebelum: "Sebelum Mulan pergi, dia berlatih dengan Mushu. C Sesudah: "Sesudah Mulan berhasil mengalahkan Shan Yu, dia kembali ke desa dengan C Dulu: "Dulu. Mulan adalah gadis yang pemberani dan tangguh. C Sekarang: "Sekarang. Mulan adalah pahlawan yang telah menyelamatkan Tiongkok. C Nanti: "Nanti. Mulan akan menjadi seorang panglima yang hebat. Deiksis waktu dalam film Mulan digunakan untuk memberikan informasi tentang waktu terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam film. Deiksis waktu juga digunakan untuk membangun alur cerita dan menciptakan suasana yang realistis. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan deiksis waktu dalam film Mulan: C Pada awal film. Mulan dan keluarganya sedang merayakan Tahun Baru Imlek. C Pada malam hari. Mulan melarikan diri dari rumah untuk menggantikan ayahnya yang C Pada hari berikutnya. Mulan dan pasukannya tiba di medan perang. C Pada malam hari. Mulan bertarung melawan Shan Yu. C Pada akhirnya. Mulan berhasil mengalahkan Shan Yu dan menyelamatkan Tiongkok. Deiksis waktu dalam film Mulan digunakan secara konsisten untuk membantu penonton memahami peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam film. Deiksis orang Deiksis orang adalah kata ganti yang mengacu pada peserta dalam percakapan. Dalam film Mulan, deiksis orang digunakan untuk menunjukkan siapa yang berbicara, kepada siapa mereka berbicara, dan tentang siapa mereka berbicara. Berikut adalah beberapa deiksis orang yang digunakan dalam film Mulan: Deiksis orang pertama: "Aku akan pergi berperang. " (Mula. "Kita harus melindungi negara kita. " (Mulan dan ayahny. Deiksis orang kedua: "Kamu harus pergi berperang. " (Ayah Mula. "Kamu telah menyelamatkan negara kita. " (Chou Shan. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 62-72 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 . Deiksis orang ketiga: "Dia adalah pahlawan. " (Chien-P. "Mereka adalah musuh kita. " (Mulan dan tentara Hu. Deiksis orang juga dapat digunakan untuk menunjukkan hubungan antara peserta dalam percakapan. Misalnya. Mulan menggunakan kata ganti "aku" dan "kita" untuk menunjukkan bahwa dia termasuk dalam kelompok orang yang akan berperang. Dia juga menggunakan kata ganti "kamu" untuk berbicara kepada ayahnya dan kepada tentara Hun. Berikut adalah beberapa penggunaan deiksis orang untuk menunjukkan hubungan antara peserta dalam percakapan film Mulan: Hubungan keanggotaan: "Aku akan pergi berperang. " (Mula. "Kita harus melindungi negara kita. " (Mulan dan ayahny. Hubungan kuasa: "Kamu harus pergi berperang. " (Ayah Mula. "Kamu telah menyelamatkan negara kita. " (Chou Shan. Hubungan identitas: "Dia adalah pahlawan. " (Chien-P. "Mereka adalah musuh kita. " (Mulan dan tentara Hu. Deiksis orang adalah bagian penting dari bahasa yang digunakan untuk Dalam film Mulan, deiksis orang digunakan untuk menunjukkan siapa yang berbicara, kepada siapa mereka berbicara, dan tentang siapa mereka berbicara. Deiksis orang juga dapat digunakan untuk menunjukkan hubungan antara peserta dalam percakapan. Deiksis tempat Deiksis tempat adalah kata atau frasa yang merujuk pada tempat tertentu, baik yang nyata maupun imajiner. Dalam film Mulan, deiksis tempat digunakan untuk menggambarkan berbagai tempat yang dikunjungi oleh Mulan, termasuk: Desa Fa Mulan. Istana Kekaisaran. Jalur Sutra, dan Perkemahan Hun. Selain itu juga deiksis tempat digunakan untuk menciptakan suasana latar tempat yang realistis dan dramatis. Misalnya, dalam adegan di mana Mulan dan ayahnya pergi ke medan perang, deiksis tempat "sana" digunakan untuk merujuk pada tempat yang jauh. Hal ini menciptakan suasana dramatis dan menegangkan. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan deiksis tempat dalam film 'Mulan': Adegan 1: Mulan: "Kita harus pergi ke sana. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 62-72 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Adegan 2: Mulan: "Pertempuran itu terjadi di sana. Adegan 3: Mulan: "Kita harus kembali ke sana. Deiksis tempat digunakan dalam Mulan untuk membantu penonton membayangkan tempat-tempat yang dikunjungi oleh Mulan. Deiksis tempat juga digunakan untuk membantu membangun suasana dan emosi dalam film. Misalnya, penggunaan deiksis tempat yang menggambarkan keindahan desa Fa Mulan membantu menciptakan suasana yang tenang dan damai. Sementara itu, penggunaan deiksis tempat yang menggambarkan kekejaman perang membantu menciptakan suasana yang tegang dan mengerikan. Selain deiksis tempat yang merujuk pada tempat-tempat nyata, film Mulan juga menggunakan deiksis tempat yang merujuk pada tempat-tempat imajiner. Misalnya. Mulan bertemu dengan roh naga bernama Mushu di sebuah hutan imajiner. Deiksis tempat yang merujuk pada tempat-tempat imajiner membantu menciptakan suasana yang fantasi dan ajaib dalam film. Deiksis wacana Selain digunakan untuk menghubungkan antar adegan, deiksis wacana juga digunakan untuk membangun alur cerita dan menciptakan efek dramatis. Misalnya, dalam adegan di mana Mulan dan Mushu sedang berdebat tentang bagaimana cara menyelamatkan Kaisar. Mushu menggunakan deiksis wacana "itu" untuk merujuk pada rencananya. Hal ini menciptakan kesan bahwa Mushu memiliki rencana yang misterius dan belum diketahui oleh Mulan. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan deiksis wacana dalam film 'Mulan': Adegan 1: Mulan: "Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan. Adegan 2: Mushu: "Jangan khawatir, aku punya rencana. Adegan 3: Mushu: "Itu akan berhasil, aku jamin. Dalam adegan di mana Mulan dan Mushu akhirnya berhasil mengalahkan Shan Yu. Mulan menggunakan deiksis wacana "ini" untuk merujuk pada kemenangan mereka. Hal ini menciptakan kesan bahwa kemenangan tersebut merupakan hasil kerja keras dan perjuangan mereka berdua. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan deiksis wacana dalam film 'Mulan': Adegan 1: "Kita berhasil!" Adegan 2: "Ini adalah kemenangan kita!" Adegan 3: "Kita telah menyelamatkan China!" JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 62-72 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Deiksis wacana merupakan salah satu unsur penting dalam wacana, karena membantu untuk memperjelas makna dan konteks dari suatu ujaran. Dalam film Mulan, deiksis wacana digunakan secara efektif untuk membantu penonton untuk memahami cerita dan karakterkarakternya. Deiksis sosial Deiksis sosial adalah penggunaan bahasa yang mengacu pada hubungan sosial antara Dalam Mulan, menggambarkan hubungan antara berbagai karakter, serta untuk menunjukkan bagaimana peran gender dan status sosial mempengaruhi penggunaan bahasa. Salah satu contoh deiksis sosial yang paling menonjol dalam film Mulan adalah penggunaan kata "tuan" dan "nyonya". Kata-kata ini digunakan untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang yang lebih tua atau lebih tinggi status sosialnya. Misalnya, ketika Mulan pertama kali bertemu dengan Komandan Tung, dia memanggilnya "Tuan Komandan". Hal ini menunjukkan bahwa Mulan menghormati Komandan Tung sebagai seorang pemimpin Contoh lain deiksis sosial dalam film Mulan adalah penggunaan kata "adik" dan "kakak". Kata-kata ini digunakan untuk menunjukkan hubungan kekeluargaan atau Misalnya, ketika Mulan bertemu dengan Xiu dan Ling, dia memanggil mereka "adik". Hal ini menunjukkan bahwa Mulan menganggap Xiu dan Ling sebagai teman yang Deiksis sosial juga digunakan untuk menunjukkan peran gender dalam masyarakat Tiongkok kuno. Misalnya, ketika Mulan menyamar sebagai pria, dia menggunakan kata ganti "aku" dan "dia" untuk merujuk pada dirinya sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa Mulan telah mengadopsi identitas gender laki-laki. Berikut adalah beberapa contoh deiksis sosial dalam film Mulan: Adegan 1: Kata "tuan" dan "nyonya" digunakan untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang yang lebih tua atau lebih tinggi status sosialnya. Adegan 2: Kata "adik" dan "kakak" digunakan untuk menunjukkan hubungan kekeluargaan atau kekerabatan. Adegan 3: Kata ganti "aku" dan "dia" digunakan untuk menunjukkan peran Deiksis sosial memainkan peran penting dalam film Mulan. Penggunaannya JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 62-72 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 membantu untuk menggambarkan hubungan antara berbagai karakter, serta untuk menunjukkan bagaimana peran gender dan status sosial mempengaruhi penggunaan bahasa. KESIMPULAN Deiksis merupakan unsur penting dalam film. Deiksis dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti membangun karakter, menciptakan suasana, menyampaikan pesan, dan menciptakan efek dramatis. Dalam film 'Mulan', deiksis digunakan secara luas untuk berbagai tujuan tersebut. Deiksis persona digunakan untuk membangun karakter Mulan sebagai sosok yang pemberani, tangguh, dan loyal. Deiksis tempat digunakan untuk menciptakan suasana latar tempat yang realistis dan dramatis. Deiksis waktu digunakan untuk membangun alur cerita yang Deiksis wacana digunakan untuk menghubungkan antar adegan, membangun alur cerita, dan menciptakan efek dramatis. Studi ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana deiksis digunakan dalam film "Mulan" untuk membentuk makna dan mempengaruhi interpretasi Hasil analisis dapat memberikan kontribusi pada pemahaman linguistik dan pragmatik dalam konteks film, sekaligus memperkaya pemahaman terhadap elemen budaya yang disajikan dalam film tersebut. Artikel ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam tentang penggunaan deiksis dalam film "Mulan" dan bagaimana itu berkontribusi pada pemahaman pragmatik dalam konteks Saran peneliti untuk penelitian lanjutan tentang deiksis dalam film AuMulanAy ini semoga bisa melakukan penelitian yang lebih mendalam lagi karena menginat penelitian ini masih jauh dari kata sempurna. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih saya ucapkan kepada segenap pihak yang sudah bersedia membantu saya dalam menyelesaikan penulisan saya terkait dengan artikel yang akan saya terbitkan ini semoga apa yang artikel ini bisa diterbitkan dengan segera dan dapat bermanfaat untuk orang banyak dan semoga dengan segala kekurangan yang dihasilkan dalam penulisan artikel ini dapat dimaklumi dan dimengerti. Harapan penulis untuk peneliti selanjutnya adalah semoga bisa dapat meneliti terkait hal yang sama dengan lebih mendalam lagi, sekian dan terima kasih. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 62-72 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 DAFTAR PUSTAKA