Vol. No. 2 Desember Hal 256-262 Https://ojs. Analisis Manajemen Risiko pada UMKM Toko Robani Menggunakan ISO 31000 Jihan Rabbani Sajda1*. Yusuf Amrozi2. Mohammad Khusnu Milad3*. Ilham 4 1,2. Program Studi Sistem Informasi. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel. Surabaya. Indonesia E-mail: jihanrab19@gmail. com 1* , yusuf. amrozi@uinsa. id 2, m. milad@uinsby. id 3 , ilham@uinsby. INFO ARTIKEL ABSTRACT Sejarah Artikel Diterima : 06/11/2024 Direvisi : 22/11/2024 Diterbitkan : 01/12/2024 *Corresponding author jihanrab19@gmail. DOI: 10. 70247/jumistik. Https://ojs. GRAPHICAL ABSTRACT Robani Store is one type of grocery store that sells various types of daily Every MSME must get a lot of risks. This study aims to analyze the potential risks that occur at Robani Store using the ISO 31000 Framework. This study uses a qualitative method with a Case Study Research method approach through several stages in accordance with the ISO 31000 Data collection was carried out by direct observation and interviews at Robani Store. The results of this study are that there are 8 possible risks that can at any time disrupt the business process at Robani Store. Of the 8 risks, 1 of them has a risk level that is classified as High Risk, namely unsold goods. Then, 6 risks were found with Medium Level which include Heavy rain, wind. Fire. Theft of goods. Expired goods. Increasingly expensive wholesale prices and Counterfeit money. And there is 1 risk with a Low Risk level, namely Employee negligence . uman erro. Keywords: Risk Management. UMKM. ISO 31000. Risk Assessment. Risk Treatment ABSTRAK Toko Robani merupakan salah satu jenis toko kelontong yang memperjualkan aneka jenis perlengkapan kebutuhan sehari-hari. Setiap UMKM pasti mendapatkan banyak resiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemungkinan resiko yang terjadi pada Toko Robani dengan menggunakan Framework ISO 31000. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan metode Case Study Research melalui beberapa tahapan yang sesuai dengan framework ISO 31000. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara secara langsung pada Toko Robani. Hasil penelitian ini adalah terdapat 8 kemungkinan risiko yang sewaktu-waktu dapat mengganggu proses bisnis pada Toko Robani. Dari 8 risiko, 1 diantaranya memiliki tingkat risiko yang tergolong High Risk, yaitu baramg tidak laku. Lalu, ditemukan 6 risiko dengan Medium Level yang mencakup Hujan deras angin. Kebakaran. Pencurian barang. Barang kadaluarsa. Harga kulak barang semakin mahal dan Uang palsu. Serta terdapat 1 risiko dengan tingkatan Low Risk, yaitu Kelalaian karyawan . uman erro. Kata kunci: Manajemen Resiko. UMKM. ISO 31000. Risk Assesment. Risk Treatment A 202@ Penerbit STMIK Amika Soppeng. All rights reserved . 256Ae262 | w. id | eISSN 2964Ae3953 | PENDAHULUAN Saat ini, jika Anda ingin mengelola dan mengembangkan bisnis Anda, berbagai kemudahan akan tersedia dalam banyak aspek. Teknologi berperan penting dalam menjelajahi inovasi, mengembangkan ide, dan melaksanakan inisiatif Seiring waktu, jumlah perusahaan yang perusahaan besar, usaha kecil menengah, serta usaha mikro dan kecil. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan bagian dari ekonomi yang terdiri dari berbagai jenis usaha kecil dan menengah. Klasifikasi UMKM berdasarkan ukuran dan kapasitas produksi, meskipun definisi ini dapat bervariasi di setiap negara. Setiap bisnis pasti ada yang namanya untung dan rugi. Hal ini berkaitan dengan risiko dari setiap bisnis yang dibangun. Risiko adalah suatu perubahan dalam peristiwa alam atau kemungkinan terjadinya peristiwa tak terduga yang mengancam kepentingan harta benda atau keuangan. Dengan kata lain, risiko melibatkan ketidakpastian atau ketidakpastian yang dapat menimbulkan hasil negatif. Ada juga banyak risiko yang perlu dihindari melalui manajemen risiko. Manajemen risiko adalah proses analisis yang meningkatkan keuntungan. Tujuan utama dari manajemen risiko adalah mengurangi dampak negatif dari risiko serta memaksimalkan peluang yang Pendekatan manajemen risiko dapat bervariasi tergantung pada situasinya, tetapi prinsip dasarnya umumnya tetap sama. Manajemen risiko menjadi elemen penting dalam pengambilan keputusan yang bijaksana, terutama di sektor UMKM. Dengan cara mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko secara efektif. UMKM dapat mengurangi kemungkinan pertumbuhan dan kesuksesan yang lebih besar. Peranan UMKM dalam perekonomian Indonesia sangat penting dibandingkan dengan perusahaan besa. Terdapat berbagai macam UMKM di pasar, dan jenis-jenis ini bervariasi, terutama di pasar Salah satu yang paling sering diandalkan oleh masyarakat adalah toko kelontong. Banyak orang percaya bahwa untuk memulai bisnis UMKM di sektor makanan, hanya dibutuhkan modal yang tidak terlalu besar dengan risiko dan keuntungan yang relatif kecil. Setiap usaha tentu membawa risiko, baik yang besar maupun yang kecil. Dalam studi ini, penulis memilih "Toko Robani" sebagai objek penelitian. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi berbagai risiko potensial yang mungkin muncul serta strategi yang seharusnya diterapkan oleh Rovanistore dalam mengelola risiko-risiko tersebut. Proses identifikasi risiko dilakukan dengan memanfaatkan matriks risiko yang menilai berdasarkan frekuensi dan tingkat dampak yang mungkin terjadi. Namun, setiap usaha memiliki risiko, baik yang signifikan maupun yang minor. Dalam penelitian ini, penulis memilih "Toko Robani" sebagai fokus observasi. Jihan Rabbani Sajda et. al / Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hal 256Ae262 Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis berbagai potensi risiko yang mungkin muncul dan strategi yang perlu diterapkan oleh Rovanistore untuk mengelola risiko tersebut. Identifikasi risiko dilakukan dengan menggunakan matriks risiko yang didasarkan pada frekuensi serta tingkat dampak yang TINJAUAN PUSTAKA 1 Manajemen Resiko Manajemen risiko adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengelola risiko. Secara tradisional, manajemen risiko sering terpisah menjadi area-area fungsional, karena perusahaan cenderung mengorganisir aktivitas mereka untuk meningkatkan pengambilan keputusan. Dalam penelitian ini, manajemen risiko mencakup langkah-langkah seperti identifikasi risiko, analisis risiko, perlakuan terhadap risiko, pengelolaan risiko, serta pemantauan dan pengendalian risiko. Dengan demikian, manajemen risiko dapat dianggap sebagai suatu proses yang sistematis untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, mengendalikan, dan mengurangi risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan organisasi atau individu. Proses utama dalam manajemen risiko Identifikasi Resiko Analisis Resiko Evaluasi Resiko Respon Resiko Mitigasi Risiko 2 ISO 31000 ISO 31000 merupakan sebuah standar yang ditetapkan untuk manajemen risiko oleh Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO). Standar ini bertujuan untuk menyediakan prinsip dan pedoman yang diakui secara luas dalam praktik manajemen Secara khusus. ISO 31000 mendefinisikan kerangka kerja dan proses manajemen risiko. Namun, tanpa perencanaan yang detail, penerapan standar ini dapat menyulitkan UMKM. Oleh karena itu, layanan ini mendukung UMKM untuk melakukan penilaian risiko dengan pendekatan ISO 31000. 3 UMKM Pengertian UMKM Berdasarkan Pasal 1 Ayat 3 Undang-Undang Usaha Mikro Kecil dan Menengah Nomor Tahun UMKM berdasarkan ukuran dan kapasitas produksinya, namun definisi pastinya mungkin berbeda di setiap UMKM memainkan peran penting dalam Di banyak negara, terutama di negaranegara berkembang, mereka seringkali menjadi tulang punggung perekonomian. 4 Toko Robani Toko Robani merupakan salah satu jenis toko perlengkapan kebutuhan sehari-hari mulai dari peralatan untuk mencuci dan mandi, sembako, rokok, minuman, dan berbagai macam barang lainnya yang kerap diperlukan dalam keseharian. Toko Robani ini memiliki ruang penjualan yang cukup besar dengan ukuran 4x6 m2 serta dipenuhi dengan karung-karung berisi bahan pangan timbangan dan etalase untuk berisi berbagai jenis barang yang dijual. Toko Robani terletak di Jalan Banyu Urip Kidul VII RT 7 RW 3. Surabaya. Toko Robani didirikan oleh Bapak Puji yang sekaligus sebagai pemiliknya hingga saat ini. Toko Robani ini berdiri sejak tahun 2004 yang dikelola langsung oleh Bapak Puji. Terdapat perbedaan antara penelitian terdahulu dengan penelitian yang penulis buat ini. Kebanyakan metode yang digunakan pada penelitian terdahulu adalah kualitatif. Namun pada penelitian ini menggunakan metode Case Study Research. Tidak hanya metode, namun juga type of paper . enis Kebanyakan type of paper yang digunakan adalah artikel penelitian atau artikel penelitian, namun type of paper yang akan digunakan peneliti adalah proposal skripsi. Dan studi kasus yang digunakan peneliti juga berbeda, karena tidak ada penelitian yang menyusung dari toko robani. Selain perbedaan dari penelitian terdahulu, peneliti meemukan beberapa persamaan dari penelitian Seperti salah satu artikel dengan penelis Joy Nashar Utamajaya, beliau menggunakan case study research sama seperti proposal skripsi peneliti. Jihan Rabbani Sajda et. al / Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hal 256Ae262 Analisis risiko adalah analisis yang dilakukan berdasarkan pengetahuan khusus untuk menilai tingkat risiko. Proses analisis risiko pada penelitian ini bertujuan untuk memilih risiko-risiko yang mungkin mempengaruhi operasional Toko Robani. Penilaian risiko merupakan proses penilaian risiko berdasarkan tingkat risiko tertinggi dari risiko tinggi hingga risiko terendah sesuai kriteria yang dilakukan. Selama proses ini, penulis akan fokus pada penilaian risiko Robani Store. Langkah kedua dalam penilaian risiko adalah mengatasi risiko yang termasuk dalam penilaian risiko. Tujuan peneliti adalah menciptakan, mengelola atau meminimalisir risiko-risiko yang ada pada Rovani Store dengan menciptakan tindakan penanggulangan risiko yang mungkin dilakukan. Ada dua fase. Tahap pertama mencari informasi melalui wawancara pribadi dengan pemilik toko. Kemudian dianalisis sesuai dengan langkah-langkah proses dalam kerangka ISO 31000. Pemilihan metode pengumpulan data yang sesuai sangat berpengaruh terhadap validitas ilmiah dari sebuah penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Risk Assesment (Tahap Penilaian Risik. Pada titik ini peneliti melakukan evaluasi terhadap Robani Store. Pengumpulan data dilakukan sesuai dengan langkah-langkah proses kerangka ISO 31000, dan fase ini memiliki tiga proses: identifikasi risiko, analisis risiko, dan penilaian risiko. METODOLOGI PENELITIAN Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Studi Kasus. Metode ini merupakan pendekatan kualitatif yang mendalam, dirancang untuk memahami, menganalisis, dan menjelaskan fenomena dalam konteks aslinya. Umumnya, metode ini digunakan ketika peneliti ingin mendapatkan wawasan yang lebih dalam mengenai suatu masalah atau kasus tertentu dengan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Tehnik pengolahan data diambil dari wawancara dengan narasumber kemudian dianalisis sesuai dengan langkah-langkah proses dalam kerangka ISO 31000. Standar ini digunakan untuk berbagai aktivitas individual maupun Terdapat beberapa kerangka umum manajemen risiko yang memiliki 2 langkah dalam proses analisis manajemen risiko. Langkah pertama dalam proses ini adalah penilaian risiko, yang terdiri dari lima tahap: identifikasi risiko, analisis risiko, penilaian risiko, respons terhadap risiko, dan mitigasi risiko. Namun, penulis hanya fokus pada tiga tahap utama: identifikasi risiko, analisis risiko, dan penilaian risiko. Identifikasi risiko merujuk pada usaha untuk menggali atau menemukan risiko yang mungkin muncul dalam proses bisnis, yang dilakukan di Toko Robani. 1 Risk Identification (Identifikasi Risik. Melakukan identifikasi yang terkait dengan operasional Toko Robani. Hal ini didapat dari hasil wawancara dengan pemilik toko tersebut. Melakukan identifikasi kemungkinan risiko yang timbul di Toko Robani. Disini peneliti mengelompokkan risiko menjadi tiga faktor. Penulis juga memberikan nomor identifikasi untuk setiap risiko yang tercatat. Tabel 1 berisi kemungkinan resiko yang akan terjadi pada Toko Robani. Tabel 4. Identifikasi Kemungkinan Resiko ID Resiko Faktor R1 Hujan deras angin Alam/Lingkungan R2 Kebakaran R3 Kelalaian karyawan Manusia R4 Pencurian barang R5 Barang kadaluarsa Produk R6 Barang tidak laku R7 Harga kulak barang Ekonomi/Keuangan semakin mahal R8 Uang palsu Jihan Rabbani Sajda et. al / Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hal 256Ae262 Tabel ini mengidentifikasi berbagai risiko yang mungkin dihadapi dalam suatu konteks tertentu dan mengaitkannya dengan faktor-faktor penyebabnya. Risiko hujan deras angin disebabkan oleh faktor alam atau lingkungan, seperti cuaca buruk. Kebakaran dan pencurian barang merupakan risiko yang tidak dijelaskan secara spesifik faktor penyebabnya. Kelalaian karyawan . uman erro. disebabkan oleh faktor manusia. Risiko barang kadaluarsa dan barang tidak laku disebabkan oleh faktor produk. Harga kulak barang semakin mahal dan penggunaan uang palsu disebabkan oleh faktor ekonomi atau Secara umum, tabel ini membantu mengidentifikasi berbagai risiko yang mungkin terjadi dan menghubungkannya dengan faktor-faktor yang menyebabkannya, baik dari alam, manusia, produk, maupun kondisi ekonomi dan keuangan. Melalui wawancara dengan pemilik Toko Robani, tahap identifikasi risiko mengungkapkan adanya delapan potensi risiko. Risiko-risiko ini dapat timbul dari berbagai sumber, seperti faktor lingkungan, manusia, produk, serta aspek keuangan atau ekonomi. Setelah risiko-risiko tersebut diidentifikasi, langkah berikutnya adalah mengevaluasi dampak dari risiko-risiko yang mungkin terjadi, yang diacu dari Tabel 1 dan ditampilkan dalam Tabel 2 di bawah ini. Risiko barang kadaluarsa dapat menyebabkan kerugian financial. Risiko barang tidak laku dapat menyebabkan stok barang menumpuk. Risiko harga barang semakin mahal dapat menyebabkan keuntungan semakin menurun. Risiko uang palsu dapat menyebabkan toko mengalami Secara keseluruhan, tabel ini membantu mengidentifikasi berbagai risiko dan dampaknya, sehingga dapat digunakan sebagai panduan untuk mengelola dan memitigasi risiko-risiko tersebut. Tabe4. 2 Identifikasi Dampak Resiko Selanjutnya, terdapat tabel yang menunjukkan dampak sebagai akibat jika risiko-risiko tersebut terjadi di Toko Robani. Tabel penilaian dampak mencakup lima kriteria yang dibedakan berdasarkan tingkat pengaruh, mulai dari yang tidak berpengaruh sama sekali hingga yang paling signifikan terhadap operasional Toko Robani. 2 Risk Analysis (Analisis Resik. Setelah teridentifikasi, peneliti melakukan proses analisis risiko. Pada fase ini, menganalisis risiko yang kemungkinan telah ditemukan sebelumnya. Ada dua tabel kriteria untuk referensi: Likelihood dan Impact. Tabel 3 memberikan tabel lima kriteria yang secara kuantitatif dapat dibedakan dari kriteria Likehood. Tabel 4. Kriteria Likelihood Tabel 4. Kriteria Impact Tabel ini menjelaskan berbagai risiko (Resik. yang dapat terjadi dan dampaknya (Dampa. dalam suatu konteks tertentu. Risiko hujan deras angin dapat menyebabkan toko tidak bisa buka karena tidak bisa beroperasi setiap saat, terkesan tidak benar-benar tidak tutup. Risiko kebakaran dapat menyebabkan toko tidak dapat beroperasi. Risiko kelalaian karyawan . uman erro. dapat membuat toko tidak memiliki karyawan yang kompeten. Risiko pencurian barang Berdasarkan risiko-risiko yang telah diidentifikasi sebelumnya di Toko Robani, delapan potensi risiko tersebut dinilai menggunakan nilai Likelihood dan nilai Berikut ini adalah evaluasi kemungkinan risiko yang disajikan dalam tabel Likelihood dan dampak, seperti yang tercantum dalam Tabel 5 di bawah ini. Tabel 4. Penilaian Likehood dan Impact Resiko Faktor Hujan deras Kebakaran Kelalaian Alam /Lingkungan Manusia Likelih Impact . uman Pencurian Barang Barang tidak Harga kulak Uang palsu Jihan Rabbani Sajda et. al / Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hal 256Ae262 diperoleh dari penempatan risiko-risiko tersebut dalam Tabel 7. Produk Ekonomi/Keuan Tabel ini memberikan gambaran menyeluruh tentang berbagai risiko yang dapat terjadi, faktor dampak yang dapat ditimbulkan. Risiko hujan deras angin disebabkan oleh faktor alam/lingkungan dengan kemungkinan sedang dan dampak besar. Risiko kebakaran memiliki kemungkinan tinggi dan dampak sangat besar, namun faktor penyebabnya tidak dijelaskan secara spesifik. Risiko kelalaian karyawan . uman erro. disebabkan oleh faktor manusia, dengan kemungkinan rendah dan dampak Risiko kemungkinan sedang dan dampak sedang . Risiko barang kadaluarsa disebabkan oleh faktor produk, dengan kemungkinan tinggi dan dampak sedang. Risiko barang tidak laku memiliki kemungkinan sangat tinggi dan dampak sedang. Risiko harga barang ekonomi/keuangan, dengan kemungkinan sangat tinggi namun dampak kecil. Risiko uang palsu memiliki kemungkinan sedang dan dampak sedang. Tabel ini dapat digunakan sebagai panduan untuk mengelola dan memitigasi berbagai risiko yang dihadapi oleh organisasi. 3 Risk Evaluation (Evaluasi Resik. Tahap akhir dari proses manajemen risiko adalah evaluasi risiko. Dalam fase ini, peneliti mengidentifikasi risiko-risiko yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Hasil identifikasi tersebut kemudian dituangkan ke dalam matriks evaluasi risiko yang mengikuti pedoman dari Framework ISO 31000. Matriks ini mengkategorikan risiko ke dalam tiga level, yaitu Risiko Rendah. Risiko Sedang, dan Risiko Tinggi. Tabel 4. Matriks Evaluasi Resiko Tabel 4. Matriks Evaluasi Resiko Berdasarkan Nilai likehood dan impact Tabel ini merupakan matriks risiko yang mengaitkan kemungkinan terjadinya (Likelihoo. dan (Impac. Risiko "Certain" . dan dampak "Catastrophic" . memiliki tingkat risiko sangat tinggi, seperti risiko R2. Risiko dengan kemungkinan "Likely" . dan dampak "Major" . juga memiliki tingkat risiko tinggi, seperti risiko R5. Risiko dengan kemungkinan "Possible" . dan dampak "Moderate" . memiliki tingkat risiko sedang, seperti risiko R4 dan R8. Di sisi lain, risiko dengan kemungkinan "Unlikely" . dan dampak "Minor" . memiliki tingkat risiko rendah, contohnya risiko R7. Risiko dengan kemungkinan "Rare" . dan dampak "Insignificant" . memiliki tingkat risiko sangat rendah, seperti risiko R3. Matriks ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memprioritaskan penanganan berbagai risiko yang dihadapi, sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan dan penyusunan strategi mitigasi yang tepat. Selain itu, seluruh risiko yang mungkin terjadi sudah diidentifikasi telah dimasukkan ke matrik penilaian risiko lalu disesuaikan menggunakan nilai Likelihood dan Impact dari Tabel 8, maka selanjutnya adalah mengelompokkan 8 kemungkinan risiko diatas ke dalam tingkatan risiko mulai tintakpagkat tinggi hingga rendah sesuai data pada tabel dibawah ini. Tabel 4. Pengelompokkan Risk Level pada MasingMasing Resiko Setelah itu, risiko-risiko yang telah diidentifikasi beserta nilai likelihood dan dampaknya dari tahap sebelumnya akan dimasukkan ke dalam matriks evaluasi risiko sesuai dengan pemetaan yang terdapat di Tabel 6. Berikut adalah hasil yang Resiko Hujan Kebakaran Kelalaian . uman erro. Pencurian Barang Barang Harga barang semakin Uang palsu Likelihood Impact Risk Level Medium Medium Low Medium Medium High Medium Medium Tabel ini menampilkan identifikasi berbagai risiko yang dihadapi, beserta penilaian kemungkinan terjadinya (Likelihoo. dan dampak yang ditimbulkan (Impac. , serta tingkat risiko keseluruhan (Risk Leve. Risiko hujan deras angin (R. memiliki kemungkinan sedang dan dampak besar, sehingga tingkat risikonya Medium. Risiko kebakaran (R. memiliki kemungkinan rendah namun dampak sangat besar, juga dengan tingkat risiko Medium. Risiko kelalaian karyawan . uman erro. (R. memiliki kemungkinan dan dampak rendah, sehingga tingkat risikonya Low. Risiko pencurian barang (R. dan barang kadaluarsa (R. memiliki kemungkinan dan dampak sedang, dengan tingkat risiko Medium. Risiko barang tidak laku (R. memiliki kemungkinan sangat tinggi dan dampak sedang, menghasilkan tingkat risiko High. Risiko harga kulak barang semakin mahal (R. memiliki kemungkinan sangat tinggi namun dampak rendah, sehingga tingkat risikonya Medium. Risiko uang palsu (R. memiliki kemungkinan dan dampak sedang, juga dengan tingkat risiko Medium. Secara keseluruhan, tabel ini memberikan gambaran yang jelas tentang profil risiko yang dihadapi, sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan prioritas dan strategi pengelolaannya. 2 Penanganan Resiko Setelah langkah penilaian risiko selesai, yang melibatkan proses tiga langkah yang mencakup identifikasi risiko, langkah kedua adalah analisis risiko dan penilaian risiko. Langkah selanjutnya adalah manajemen risiko. Fase ini memberikan rekomendasi untuk mengatasi risiko guna meminimalkan atau mencegah kemungkinan terjadinya risiko di Cabang Robani seperti yang diidentifikasi dan dikelompokkan pada Tabel 8. Di bawah ini adalah rekomendasi langkah-langkah respons risiko yang dapat digunakan oleh cabang Robani untuk mencegah atau setidaknya meminimalkan terjadinya risiko. Tabel 4. Usulan Peneliti untuk Mengelola Resiko Tabel ini memaparkan berbagai risiko yang dihadapi beserta tingkat risikonya (Risk Leve. dan tindakan atau langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menanganinya (Usula. Pada risiko hujan deras angin (R. dengan tingkat risiko Medium, usulannya Jihan Rabbani Sajda et. al / Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hal 256Ae262 adalah menyediakan perlindungan untuk barangbarang yang ada di sektor UMKM agar terhindar dari kerusakan akibat cuaca buruk. Risiko kebakaran (R. juga memiliki tingkat risiko Medium, dengan usulan menyediakan alat pemadam kebakaran yang memadai dan mudah diakses di sektor-sektor toko. Untuk risiko kelalaian karyawan . uman erro. (R. yang memiliki tingkat risiko Low, usulannya adalah menetapkan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dan terstandarisasi untuk tugas-tugas yang dilakukan oleh karyawan. Risiko pencurian barang (R. dengan tingkat risiko Medium, dapat ditangani dengan meningkatkan menggunakan kamera CCTV atau sistem keamanan Risiko barang kadaluarsa (R. dengan tingkat risiko Medium dapat diatasi dengan menentukan tanggal kadaluarsa pada setiap produk dan Risiko barang tidak laku (R. yang memiliki tingkat risiko High dapat ditangani dengan melakukan analisis data untuk mencari alternatif harga jual yang lebih murah namun tetap KESIMPULAN DAN SARAN Berikut kesimpulan yang dapat dipaparkan oleh penulis yang diambil dari bagian hasil dan Analisis manajemen risiko telah dilaksanakan pada Toko Robani dengan menerapkan standar ISO 31000, dimulai dengan mengikuti proses manajemen risiko yang terdiri dari tiga langkah: identifikasi risiko, analisis risiko, dan evaluasi risiko. Setelah tersebut, tahap terakhir adalah penanganan Dari proses yang dilakukan, teridentifikasi mengganggu operasi bisnis di Toko Robani. Selanjutnya, terdapat enam risiko yang dikategorikan sebagai Tingkat Sedang, yang meliputi Hujan deras. Angin kencang. Kebakaran. Pencurian barang. Barang yang sudah kadaluarsa, dan Kenaikan harga Selain itu, terdapat satu risiko yang masuk dalam kategori Risiko Rendah, yaitu Kelalaian karyawan . uman erro. Diharapkan bahwa hasil penelitian ini dapat Toko Robani kemungkinan risiko yang mungkin terjadi di masa Penulisan penelitian ini masih memiliki beberapa kesenjangan dan kesalahan dalam analisis Oleh karena itu, diharapkan penelitian ini dapat studi-studi UCAPAN TERIMA KASIH Penulis ingin menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam penelitian ini. Khususnya kepada pemilik Toko Robani yang telah meluangkan waktu dan berbagi informasi berharga selama wawancara. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para dosen yang telah memberikan dukungan dan masukan yang bermanfaat. Semoga hasil penelitian pengembangan Toko Robani dan menjadi sumber referensi untuk penelitian di masa depan. Jihan Rabbani Sajda et. al / Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hal 256Ae262 DAFTAR PUSTAKA