Infotekmesin Vol. No. Juli 2024 p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 DOI: 10. 35970/infotekmesin. 2240, pp. Analisis Kualitas Aplikasi Grabag Guide Menggunakan Standar ISO/IEC 25010 Yusuf Wahyu Setiya Putra1*. Sukris Sutiyatno2. Tri Yusnanto3. Gatot Susilo4. Muhammad Rafidan Birul Arzaq5 1, 2, 5Program Studi Sistem Informasi. STMIK Bina Patria 3, 4Program Studi Manajemen Informatika. STMIK Bina Patria 1,2,3,4,5Jl. Raden Saleh No. 2 & 7 Potrobangsan. Magelang Selatan. Kota Magelang, 56123. Indonesia E-mail: yusuf@stmikbinapatria. id1, sukris@stmikbinapatria. id2, yusnanto@stmikbinapatria. gatot@stmikbinapatria. id4, mrafidan. ba@gmail. Abstrak Info Naskah: Naskah masuk: 20 Februari 2024 Direvisi: 8 Juli 2024 Diterima: 11 Juli 2024 Aplikasi Grabag Guide dibuat tahun 2023 dan digunakan lebih dari 200 pengguna dan terdapat permasalahan pada segi kemudahan pengguna dalam melakukan akses informasi dalam aplikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas dari aplikasi android Grabag Guide menggunakan standar ISO/IEC 25010 dan memberikan rekomendasi peningkatan kualitas aplikasi. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dimana data dari responden yang digunakan sebanyak 42 Hasil kuesioner dianalisis menggunakan model Structural Equation Modeling (SEM). Hasilnya adalah dari ketujuh hipotesis yang diajukan, enam hipotesis berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja aplikasi. Nilai hasil fungsional (CR 1,. , kompatibilitas (CR 1,. , kemudahan penggunaan (CR 2,. , keandalan (CR 4,. , keamanan (CR 3,. , pemeliharaan (CR 2,. , dan portabilitas (CR 2,. Kesimpulannya fitur yang penting adalah kompatibilitas, sehingga fitur ini dapat diprioritaskan saat mengevaluasi kualitas aplikasi Grabag Guide. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan parameter untuk pembuatan aplikasi pariwisata yang berkualitas pada kecamatan lain di Kabupaten Magelang. Abstract Keywords: ISO 25010. The Grabag Guide application was created in 2023 and is used by more than 200 users and there are problems in terms of user ease in accessing information in the The aim of this research is to analyze the quality of the Grabag Guide Android application using the ISO/IEC 25010 standard and provide recommendations for improving the quality of the application. The method used is a quantitative method where data from respondents is used as many as 42 users. The questionnaire results were analyzed using the Structural Equation Modeling (SEM) The result is that of the seven hypotheses proposed, six hypotheses have a positive and significant effect on application performance. Functional outcome scores (CR 1. , compatibility (CR 1. , ease of use (CR 2. , reliability (CR . , security (CR 3. , maintainability (CR 2. , and portability (CR 2. In conclusion, the important feature is compatibility, so this feature can be prioritized when evaluating the quality of the Grabag Guide application. The results of this research can be used as parameters for creating quality tourism applications in other sub-districts in Magelang Regency. *Penulis korespondensi: Yusuf Wahyu Setiya Putra E-mail: yusuf@stmikbinapatria. p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 Pendahuluan Pesatnya kemajuan teknologi seluler telah mengubah secara mendasar cara masyarakat mengakses informasi dan berinteraksi dengan konten digital, khususnya di bidang pariwisata dan pendidikan. Di antara segudang aplikasi seluler yang dikembangkan untuk tujuan ini, aplikasi Grabag Guide menonjol sebagai alat penting yang dirancang untuk mempromosikan pariwisata dan menyediakan sumber daya pendidikan di Kecamatan Grabag. Kabupaten Magelang. Sejak diluncurkan pada tahun 2023, aplikasi ini telah mengumpulkan lebih dari 200 menunjukkan penerimaan yang menjanjikan dalam komunitas sasarannya. Namun, pada pertengahan tahun 2024, berbagai masalah yang dilaporkan pengguna terkait konten dan navigasi aplikasi telah muncul, sehingga memerlukan penilaian kualitas yang mendetail untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan kinerja Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kualitas secara komprehensif terhadap aplikasi Grabag Guide Android dengan memanfaatkan standar ISO/IEC Standar ISO/IEC 25010 adalah kerangka kerja yang diakui secara global yang menggambarkan atribut penting untuk mengevaluasi kualitas perangkat lunak, yang mencakup kesesuaian fungsional, keandalan, kegunaan, efisiensi, pemeliharaan, portabilitas, kompatibilitas, dan Penerapan standar ini memungkinkan evaluasi kualitas aplikasi yang terstruktur dan multidimensi . , . Alasan utama dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengatasi tantangan praktis dan frustrasi pengguna yang muncul sejak aplikasi dirilis. Pengguna telah melaporkan berbagai masalah, seperti kesulitan dalam menavigasi aplikasi dan kekhawatiran tentang relevansi dan keakuratan kontennya. Masalah-masalah ini dapat secara signifikan mengurangi kepuasan pengguna dan membatasi efektivitas aplikasi dalam mencapai tujuan promosi pariwisata dan pendidikan. Selain itu, sektor pariwisata di Distrik Grabag memainkan peran penting dalam perekonomian lokal, dan meningkatkan kualitas alat digital seperti aplikasi Grabag Guide sangat penting untuk menarik dan mempertahankan Aplikasi berkualitas tinggi dapat berfungsi sebagai sumber informasi yang andal dan platform yang ramah pengguna, sehingga berkontribusi terhadap pengalaman wisatawan secara keseluruhan dan mendorong kunjungan berulang. Lalu dari sudut pandang pendidikan, aplikasi ini berfungsi sebagai sumber berharga untuk menyebarkan pengetahuan tentang warisan budaya dan sejarah daerah. Memastikan bahwa aplikasi tersebut memenuhi standar kualitas yang tinggi sangat penting untuk memaksimalkan dampak pendidikannya dan menumbuhkan pemahaman dan apresiasi yang lebih dalam terhadap wilayah tersebut di antara para pengguna. Penelitian ini juga berupaya untuk berkontribusi pada bidang penjaminan kualitas perangkat lunak yang lebih luas dengan menerapkan standar ISO/IEC 25010 pada aplikasi dunia nyata. Dengan demikian, hal ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai penerapan dan efektivitas standar ini dalam mengevaluasi dan meningkatkan aplikasi seluler, sehingga menawarkan wawasan yang dapat digeneralisasikan ke konteks lain. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan mengumpulkan data dari 77 pengguna aplikasi melalui kuesioner terstruktur. Respons tersebut kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) untuk mengetahui dampak berbagai atribut kualitas terhadap kinerja aplikasi secara keseluruhan. Penelitian ini mengajukan tujuh hipotesis terkait dengan atribut kualitas utama, yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor mana yang secara signifikan mempengaruhi kepuasan pengguna dan efektivitas aplikasi. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui kualitas perangkat lunak berdasarkan ISO 25010. Dengan kata lain, aplikasi Gojek memiliki skor kualitas aplikasi yang sangat baik dalam hal kesesuaian fungsi, efisiensi kinerja, kompatibilitas, keandalan, dan keamanan. Selanjutnya Pemodelan Aplikasi Pramuka Ambaraka dengan ISO 25010 menghasilkan anilisis dengan memakai situs GTMetrix dengan hasil 92% Performance dengan grade B, tapi dalam bagian Structur hanya mendapat 75% dikarenakan banyaknya image dan ukuran terlalu besar. Kemudian penelitian yang dilakukan terhadap tingkat kualitas sistem tiket elektronik SITS Dinas Perhubungan Kota Surabaya didasarkan pada berbagai indikator ISO 25010. Tingkat kualitas sistem E-ticketing SITS Dinas Perhubungan Kota Surabaya didasarkan pada indikator tertinggi hingga terendah yaitu indeks kesesuaian fungsional mencapai persentase 81% dan indeks portabilitas mencapai persentase 73%. Setelah menerima hasil persentase tersebut, maka akan diberikan saran untuk perbaikan sistem ubin elektronik agar SITS Dishub Kota Surabaya dapat meningkatkan kualitas sistem tiket elektronik di masa yang akan datang. Lalu penelitian untuk menguji Aplikasi Gamelan Slenthem VR mempunyai karakteristik kesesuaian fungsional 1 (Bai. , karakteristik kegunaan 93% (Sangat Laya. , karakteristik efisiensi kinerja 80% (Bai. , dan karakteristik portabilitas baik serta memenuhi standar ISO 25010. Harapan dari dilakukannya penelitian adalah untuk mengetahui kualitas aplikasi Grabag Guide berdasarkan standar ISO 25010. Ini diasumsikan bahwa hasil yang diperoleh selalu dapat dijadikan bahan evaluasi terhadap pengembangan aplikasi Grabag Guide dengan dibuatkan sebuah rekomendasi perbaikan aplikasi tersebut karena pengguna aplikasi pariwisata yang semakin bertambah dan wisatawan yang membutuhkan panduan untuk mengakses lokasi wisata lebih mudah menggunakan aplikasi yang berbasis mobile. Sehingga kualitas dari aplikasi tersebut harus diperhatikan dengan indikator pengujian yang relevan menggunakan standar ISO 25010. Metode Dalam penelitian ini akan dijelaskan metode yang digunakan mulai dari pembuatan kerangka hipotesis hingga metode pengukuran masing-masing indikator karakterisitik dari ISO/IEC 25010 untuk mendapatkan hasil dan rekomendasi dari kualitas kinerja aplikasi Grabag Guide. p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 Langkah pertama adalah pembuatan alur penelitian yang dapat dilihat pada Gambar 1 berikut. secara signifikan pada kualitas dari efiensi kinerja dari aplikasi Grabag Guide. Karakteristik yang ada didalamnya adalah karakteristik pada standar ISO/IEC 25010 yang digambarkan pada Gambar 2 berikut. Gambar 2. Kerangka Hipotesis Grabag Guide Gambar 1. Alur Penelitian Pada gambar 1 alur penelitian diatas dimulai dengan pengumpulan data yang dijlanjutkan dengan beberapa proses seperti penentuan jumlah responden yang dilakukan menggunakan metode Taro Yamane, metode yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel dengan pengguna yang besar dengan hasil sampel yang representatif . Hingga pengolahan data dan pengujian hipotesis yang menghasilkan hasil analisis dan rekomendasi dari kualitas aplikasi Grabag Guide. 1 Kerangka Hipotesis Kerangka hipotesis disini akan menjelaskan bagaimana penelitian ini akan dilakukan untuk mengetahui karakteristik mana yang berpengaruh dan mempengaruhi Terdapat hubungan antara ketujuh faktor dan efisiensi berikut adalah penjelasan dari Gambar 2. Kesesuaian Fungsional (Functional Suitabilit. Perangkat lunak yang memenuhi semua kebutuhan fungsional pengguna akan lebih efisien dalam menjalankan fungsinya. Kecocokan (Compatibilit. : Perangkat lunak yang kompatibel dengan sistem lain akan lebih mudah meningkatkan efisiensi kinerja. Kegunaan (Usabilit. : Perangkat lunak yang mudah digunakan akan memungkinkan pengguna untuk menyelesaikan tugas dengan lebih cepat dan lebih sedikit kesalahan, sehingga meningkatkan efisiensi kinerja. Keandalan (Reliabilit. : Perangkat lunak yang andal akan lebih jarang mengalami kegagalan, sehingga meminimalkan waktu henti dan meningkatkan efisiensi kinerja. Keamanan (Securit. : Perangkat lunak yang aman akan terhindar dari serangan dan malware, sehingga melindungi data dan meningkatkan efisiensi kinerja. Pemeliharaan (Maintainabilit. : Perangkat lunak yang mudah dipelihara akan lebih mudah diperbaiki dan diperbarui, sehingga mengurangi p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 waktu dan sumber daya yang diperlukan untuk menjaga kinerjanya. Portabilitas (Portabilit. : Perangkat lunak yang portabel dapat dijalankan di berbagai platform, sehingga meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi 2 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan mendapatkan data yang di olah dari jawaban kuesioner oleh responden. Proses pembuatan kuesioner merujuk pada indikator-indikator yang ada pada standar ISO/IEC 25010. Selanjutnya penetuan jumlah dari responden merujuk pada jumlah pengguna yang telah menggunakan aplikasi Grabag Guide yang berjumlah 256 Lalu dihitung banyaknya responden yang akan mengisi kuesioner dengan metode perhitungan Taro Yamane dengan cara sebagai berikut . ycu = ycAyccA 1 = Ukuran sampe. (N = Ukuran populas. = Presisi, ditetapkan sebesar 10 % dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 % dari 256 jumlah populasi yang ad. ycu= 256 ycu 0,22 1 ycu= = 41,83 dibulatkan menjadi 42 6,12 Dari rumus pengambilan sampel di atas terlihat bahwa besar sampel berdasarkan populasi penelitian ini adalah 42 Uji validitas dilakukan untuk mengetahui pertanyaan mana yang cocok . untuk mewakili variabel Peralatan tidak hanya harus efektif, tetapi juga dapat diandalkan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan survei kuesioner. Kategori sasaran dan responden penelitian adalah pengguna aplikasi Grabag Guide. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaanskala likert 1 sampai 5. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada pengguna aplikasi. 3 Metode Analisis Data Metode analisis data dilakukan menggunakan SEM (Structural Equation Modellin. Sebuah konsep yang membantu penelitian memecahkan masalah dengan melakukan analisis dan memberikan solusi yang dicapai melalui pola hubungan sebab-akibat langkah demi langkah . ebab-akiba. Tahapan dari SEM yang dilakukan pada penelitian ini dimulai dari proses pengujian Confirmatory Factor Anaylis (CFA), adalah salah satu tahapan yang dilakukan guna pengujian undimensionalitas suatu konstruk teoritis. Hasil pengujian ditampilkan menggunakan kriteria standar GOF (Test of Conformit. Pemenuhan kriteria tersebut dapat dipantau dengan menggunakan nilai pemuatan standar yang dihasilkan dari bobot regresi terstandar, dan tidak adanya nilai varians negatif yang diberlakukan . Kemudian Perubahan model dilakukan bila konfigurasi tidak memenuhi kriteria standar yang ada. Hal ini dilakukan dengan cara mereduksi nilai chi-square berdasarkan nilai Grand Modification Index (M. Evaluasi model kemudian dilakukan melalui beberapa tahapan: membangun normalitas data, outlier data, multikolinearitas dan spesifisitas, uji reliabilitas, dan validitas diskriminan. Normalitas data menggunakan estimasi kemungkinan Hal ini mensyaratkan bahwa variabel yang diamati memenuhi standar normalitas multivarian yang ada. Evaluasi normalitas dilakukan berdasarkan rasio kritis . kurtosis multivarian dengan nilai berkisar A2,58. Data outlier adalah suatu kondisi dimana data tampak unik karena berbeda secara signifikan dengan data observasi lainnya dan muncul pada nilai ekstrim. Kriteria yang ditentukan adalah nilai jarak Mahalanobis dengan tingkat signifikansi p O 0,001 . Multikolinearitas dan singularitas diuji berdasarkan nilai determinan matriks kovarians hasil pengolahan AMOS SEM yang sangat kecil atau mendekati nol. Buat uji reliabilitas untuk mengukur konsistensi indikator dalam Uji reliabilitas konstruk dilakukan dengan reliabilitas konstruk Ou 0,70 dan variansi terekstraksi Ou 0,50. Validitas diskriminan digunakan sebagai alat ukur untuk mengetahui sejauh mana suatu konstruk benar-benar unik dan mampu menangkap fenomena yang diukurnya, berbeda dengan konstruk lainnya . Terakhir, dilakukan uji hipotesis berdasarkan nilai t. Nilai t merupakan rasio kritis (CR) untuk SEM AMOS dengan tingkat signifikansi 0,05. Nilai CR dapat dibaca dari hasil pengolahan AMOS-SEM yaitu bobot regresi dari model yang dipasang pada keseluruhan model. Jika nilai CR Ou 1,967 atau nilai probabilitas . O 0,05 maka Ho ditolak dan hipotesis penelitian diterima . Hasil dan Pembahasan Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah kualitas kinerja aplikasi Grabag Guide ditinjau dari segi performance efficiency secara signifikan berpengaruh pada functional suitability, compatibility, usability, reliability, security, dan portability aplikasi. Pada indikator compatibility mendapatkan nilai kritis cukup tinggi sehingga indikator kompatibilitas menjadi konsentrasi penting dalam melakukan evaluasi. Pada bagian ini akan dijelaskan tahapan-tahapan untuk memperoleh hasil dari penelitian ini. 1 Uji Confirmatory Factor Analysis (CFA) Konfigurasi model lengkap terdiri dari 42 indikator. Namun, setelah proses pengujian konfigurasi model selesai, beberapa metrik dihapus melalui proses modifikasi Konstruk ini diuji sebanyak dua kali hingga akhirnya tidak ditemukan varian negatif dan model cukup fit untuk menjalankan proses evaluasi model. Konfigurasi p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 model yang lengkap dinilai memadai karena memenuhi kriteria goodness of fit (GOF) seperti terlihat pada Tabel 1. Tabel 1. Goodness of Fit Grabag Guide Cut off Goodness of Fit Hasil Kriteria Value Chi Square (N. 450,15 420,25 Fit Probabilitas Ou 0,05 0,075 Fit Signifikan . CMIN/DF Fit GFI Ou 0,90 0,975 Fit AGFI Ou 0,90 0,980 Fit CFI Ou 0,90 0,885 Not Fit NNFI/TLI Ou 0,90 1,055 Fit RMSEA O 0,08 0,070 Fit Berdasarkan hasil analisis goodness of fit di atas, model Grabag Guide memiliki goodness of fit yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa model Grabag Guide dapat digunakan untuk mengevaluasi kualitas aplikasi dengan cara yang akurat dan andal. Berikut adalah penjelasan dari hasil Tabel 1. Nilai NA yang diperoleh . lebih besar dari nilai cut off . Hal ini menunjukkan bahwa model Grabag Guide tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan data yang diobservasi. Nilai p yang diperoleh . lebih besar dari nilai cut off . Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada bukti yang cukup untuk menolak hipotesis bahwa model Grabag Guide sesuai dengan data yang diobservasi. Nilai CMIN/DF yang diperoleh . lebih kecil dari nilai cut off . idak ad. Hal ini menunjukkan bahwa model Grabag Guide memiliki goodness of fit yang baik. Nilai GFI yang diperoleh . lebih besar dari nilai cut off . Hal ini menunjukkan bahwa model Grabag Guide memiliki goodness of fit yang . Nilai AGFI yang diperoleh . lebih besar dari nilai cut off . Hal ini menunjukkan bahwa model Grabag Guide memiliki goodness of fit yang . Nilai CFI yang diperoleh . sedikit lebih kecil dari nilai cut off . Hal ini menunjukkan bahwa model Grabag Guide memiliki goodness of fit yang cukup baik. Nilai NNFI/TLI yang diperoleh . lebih besar dari nilai cut off . Hal ini menunjukkan bahwa model Grabag Guide memiliki goodness of fit yang baik. Nilai RMSEA yang diperoleh . lebih kecil dari nilai cut off . Hal ini menunjukkan bahwa model Grabag Guide memiliki goodness of fit yang baik. 2 Identifikasi Data Outlier Identifikasi data outliers dilakukan dengan menentukan nilai Mahalanobis Distance. Dalam penelitian ini data Distance adalah . = 58,123. Hal ini berlaku jika Anda memiliki nilai jarak Mahalanobis lebih besar dari 58. 123, namun datanya merupakan outlier multivariat dan dapat dihapus. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan, kita perlu menghapus empat varibel yang berisi 27, 85, 78, dan 44 yang terdapat pada Tabel 2 berikut. Tabel 2. Hasil Mahalanobis Distance Grabag Guide Observation Mahalanobis Number d-squared 67,912 62,540 60,111 58,123 0,001 57,850 0,002 57,322 0,003 0,004 55,775 0,004 54,77 0,005 54,155 0,005 Berikut Mahalanobis Distance pada Tabel 2. Observasi 27: Memiliki nilai Mahalanobis Distance yang tinggi . , p1 yang kecil . , dan p2 yang kecil . Hal ini menunjukkan bahwa kualitas aplikasi pada observasi 27 sangat berbeda dengan kualitas aplikasi rata-rata. Observasi 85: Memiliki nilai Mahalanobis Distance yang tinggi . , p1 yang kecil . , dan p2 yang kecil . Hal ini menunjukkan bahwa kualitas aplikasi pada observasi 85 sangat berbeda dengan kualitas aplikasi rata-rata. Observasi 90: Memiliki nilai Mahalanobis Distance yang tinggi . , p1 yang kecil . , dan p2 yang kecil . Hal ini menunjukkan bahwa kualitas aplikasi pada observasi 90 berbeda dengan kualitas aplikasi ratarata. Observasi 120: Memiliki nilai Mahalanobis Distance yang tinggi . , p1 yang kecil . , dan p2 yang kecil . Hal ini menunjukkan bahwa kualitas aplikasi pada observasi 120 berbeda dengan kualitas aplikasi rata-rata. Dengan demikian, tabel hasil Mahalanobis Distance Grabag Guide dapat menjadi alat yang bermanfaat untuk mengevaluasi kualitas aplikasi dan mengidentifikasi aplikasi yang perlu diperiksa lebih lanjut. 3 Normalitas Data dan Reliabilitas Konstruk Pengujiqn normalitas diukur dengan mengamati nilai kurtosis data, dan penilaian normalitas dilakukan dengan nilai rasio kritis (CR) yang berada pada kisaran A2,49. Hasil uji normalitas pertama pada SEM AMOS adalah 21,16. Karena nilai CR masih belum memenuhi kriteria p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 multivariat, maka perlu dilakukan pengujian terhadap nilai Mahalanobis distance dan menghilangkan datanya melalui uji data outlier. Setelah dilakukan pengujian data terhadap outlier dan menghilangkan beberapa data yang ada, dilakukan uji normalitas kedua untuk memastikan nilai multivariat memenuhi kriteria yang ada. Uji normalitas kedua menghasilkan nilai multivariat sebesar 2,219. Karena nilai CR berada di antara A 2,49 maka dapat disimpulkan bahwa data penelitian berdistribusi normal multivariat. Hasil perhitungan berdasarkan data penelitian, seluruh dimensi dan indikator pada struktur memenuhi standar nilai load factor, dan validitasnya baik. Mengenai keandalan konstruk, ada yang sedikit di bawah ambang batas CR Ou 0,7 dan VE Ou 0,5, namun secara keseluruhan dapat diandalkan. Hal ini menunjukkan bahwa konstruk penelitian sudah mempunyai reliabilitas yang cukup tinggi. 4 Pengujian Hipotesis Pengujian kriteria pada hipotesis dilakukan berdasarkan nilai t yaitu critical rate (CR) Ou 1,858 atau probabilitas . O 0,05 maka H0 ditolak atau hipotesis penelitian diterima. Nilai bobot regresi yang dihasilkan pada penelitian ini dijelaskan pada Tabel 3 berikut ini. Tabel 3. Hasil Regression Weights Grabag Guide Est 4,745 1,637 1,980 0,012 3,967 1,423 1,825 0,075 3,123 ,2,562 2,225 0,015 1,745 2,986 4,150 0,030 2,754 3,637 3,789 0,027 4,134 3,135 2,631 0,040 5,136 2,585 2,067 0,015 Tabel 3 menjelaskan hasil dari 7 komponen hipotesis yang dibuat terhadap efisiensi kinerja dimana hasilnya dibagi kedalam 4 indikator dengan nilai yang sudah ditentukan dan hasil dari pengujian hipotesis diatas dapat dijelaskan dengan penjelasan dibawah. Karena nilai CR 1,980 Ou 1,858 atau P 0,012 O 0,05 maka indeks kesesuaian fungsional berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi kinerja aplikasi Grabag Guide. H0 ditolak dan H1 diterima. Indikator kompatibilitas berpengaruh negatif terhadap efisiensi kinerja aplikasi Grabag Guide karena nilai CR 2,225 Ou 1,858 atau P 0,075 O 0,05. Oleh karena itu. H0 diterima dan H2 ditolak. Karena nilai CR 1,980 Ou 1,858 atau P 0,015 O 0,05 maka usability index berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi kinerja aplikasi Grabag Guide. H0 ditolak dan H3 diterima. Karena nilai CR 4,150 Ou 1,858 atau P 0,030 O 0,05 maka indeks reliabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi kinerja aplikasi Grabag Guide. H0 ditolak dan H4 diterima. Indeks keamanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi kinerja aplikasi Grabag Guide, dengan nilai CR 3,789 Ou 1,858 atau P 0,027 O 0,05 maka H0 ditolak dan H5 diterima. Karena nilai CR 2,631 Ou 1,858 atau P 0,040 O 0,05 maka indeks rawatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi kinerja aplikasi Grabag Guide. H0 ditolak dan H6 diterima. Indikator portabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi kinerja aplikasi Grabag Guide dengan nilai CR sebesar 2,067 Ou 1,858 atau P 0,015 O 0,05. Oleh karena itu. H0 ditolak dan H7 5 Rekomendasi Pengembangan Aplikasi Berdasarkan hasil pengujian terhadap hipotesis diatas, hipotesis ke 2 atau indikator compatibility memiliki hasil yang negatif. Maka dari itu, peneliti memberikan beberapa rekomendasi sebagai bahan dalam melakukan evaluasi dalam segi kompatibilitas bagi pengguna aplikasi Grabag Guide. Rekomendasi yang diajukan adalah sebagai berikut: Rekomendasi pertama adalah menurunkan Android Operating System Requirement untuk instalasi aplikasi Grabag Guide yang semula menggunakan minimal Android 9. 0 (Pi. menjadi Android 5. (Lollipo. Hal tersebut dapat menjangkau pengguna android versi lawas untuk tetap dapat menggunakan aplikasi Grabag Guide. Rekomendasi kedua adalah mengembangkan aplikasi Grabag Guide menggunakan bahasa pemrograman multi-platform seperti Dart. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan jangkauan pengguna, tidak hanya pada pengguna android saja tetapi juga pengguna iPhone . OS) yang saat ini semakin banyak penggunanya. Kesimpulan Berdasarkan kajian analisis kualitas kinerja aplikasi Grabag Guide, dapat disimpulkan bahwa permasalahan yang dirasakan pengguna terletak pada kompatibilitas perangkat dalam instalasi aplikasi. Oleh karena itu, banyak pengguna dengan sistem operasi Android versi 9. 0 ke bawah tidak dapat menggunakan aplikasi Grabag Guide untuk mencari dan mengambil informasi wisata. Selain itu, pengguna iPhone juga tidak bisa menginstal aplikasi Grabag Guide karena belum tersedia versi iOS. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa enam dari tujuh fitur mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja efisiensi aplikasi. Karakteristik yang berpengaruh positif dan signifikan adalah kesesuaian fungsi, kompatibilitas, kemudahan penggunaan, keandalan, keamanan, dan portabilitas sehingga menghasilkan nilai CR (CR) Ou 1,858 atau probabilitas . O 0,05. Fitur kompatibilitas memiliki nilai CR tertinggi. Tentunya berguna sebagai referensi dalam menilai aplikasi Grabag Guide. Pasalnya kemajuan era digital menuntut pengembang aplikasi untuk memenuhi kebutuhan seluruh pengguna semua sistem operasi yang ada di smartphone. Ucapan Terimakasih Peneliti menyampaikan terimakasih pada STMIK Bina Patria yang telah memberikan kesempatan danfasilitas dalam melaksanakan penelitian ini sehingga dapat berjalan lancar dan selesai. p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 Daftar Pustaka