PRIMA: Journal of Community Empowering and Services. , 1-7, 2025 URL:https://jurnal. id/prima/issue/view/94104 DOI: https://doi. org/10. 20961/prima. Pakan Fermentasi untuk Ternak Sapi Berbasis Sumberdaya Lokal di Kelompok Tani Ternak AuLembah telagaAy Desa Gumantar. Kabupaten Lombok Utara. Propinsi Nusa Tenggara Barat Ni Made Yudiastari1*. Asnawi2. Luh Suariani1. I Nyoman Kaca1. Yan Tonga1. Ni Ketut Sri Rukmini1. Ni Ketut Etty Suwitari1. Ni Ketut Mardewi1. I Gede Sutapa1. I Gusti Ayu Dewi Seri Rejeki1. Ni Made Ayu Gemuh Rasa Astiti1 dan I Gusti Agus Maha Putra Sanjaya1 Program Studi Peternakan. Fakultas Pertanian. Universitas Warmadewa. Denpasar. Bali. Indonesia Program Studi Peternakan. Fakultas Peternakan. Universitas Mataram. Lombok. Indonesia *Corresponding Author : mdyudiastari@gmail. ABSTRAK Gumantar adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Kayangan. Kabupaten Lombok Utara. Provinsi Nusa Tenggara Barat. Indonesia. Mata pencaharian penduduk desa ini sebagian besar pertanian dengan komoditas yang dihasilkan yaitu mete, kopi, padi, jagung, kacang, kelapa, pisang, kakao, dan tanaman hortikultura lainnya. Permasalahan yang banyak dijumpai adalah ketersediaan pakan di musim kemarau yang sangat terbatas. Hal ini membuat banyak peternak yang menjual ternaknya pada musim kemarau dengan harga rendah. Permasalahan lain adalah rendahnya pengetahuan petani dalam teknologi penyimpanan dan pengawetan bahan pakan sebagai pakan di musim kemarau. Pada musim penghujan, pakan yang tersedia cukup berlimpah. Oleh karena itu perlu diberikan pelatihan mengenai teknologi penyimpanan dan pengawetan pakan ternak. Salah satu metode yang banyak dan mudah dilakukan adalah pembuatan pakan fermentasi. Fermentasi adalah penguraian bahan organik kompleks menjadi sederhana dengan melibatkan mikroorganisme secara Fermentasi bertujuan untuk meningkatkan kecernaan, mengurangi zat anti nutrisi pakan, memperpanjang umur simpan dan menambah nilai jual. Bahan-bahan yang digunakan pada kegiatan ini yaitu rumput, jerami, limbah tanaman singkong, limbah tanaman kacang tanah, dan buah jambu mente, air, tepung jagung, dedak padi, probiotik Bio star, trypi dan molases. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu berupa wawancara, tatap muka, memberikan pelatihan dan praktik langsung. Setelah tim pelaksana memberikan penyuluhan mitra pengetahuan terhadap jenis-jenis hijauan limbah pakan untuk pakan meningkat dari 40% menjadi 80%. Peningkatan nutrisi hijauan pakan ternak . dari 6,7% menjadi 16,45%. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan petani dalam membuat pakan fermentasi, pakan fermentasi yang dihasilkan dapat disimpan selama 6 bulan serta terjadi peningkatkan nilai gizi pakan. Fermentasi menghasilkan produk yang mengandung senyawa sederhana sehingga meningkatkan kecernaan pakan. Kata kunci: fermentasi, gumantar, limbah, pakan, sapi Fermented Feed for Cattle Based on Local Resources in the AuLembah telagaAy Livestock Farmers Group. Gumantar Village. North Lombok Regency. West Nusa Tenggara Province ABSTRACT Gumantar is a village located in Kayangan District. North Lombok Regency. West Nusa Tenggara Province. Indonesia. This village has agricultural and plantation potential with the main products being rice, corn, peanuts, cashews, coffee, cocoa, coconut, bananas and other horticultural crops. The problem that is often encountered is the very limited availability of food in the dry season. This makes many breeders sell their livestock at low prices during the dry season. Another problem is Copyright A 2025 PRIMA: Journal of Community Empowering and Services PRIMA: Journal of Community Empowering and Services Vol 9. , 2025 e-ISSN 2579-5074 farmers' low knowledge of storage and preservation technology for feed ingredients as feed in the dry season. In the rainy season, the available food is quite abundant. Therefore, it is necessary to provide training regarding animal feed storage and preservation technology. One method that is widely used and easy to do is making fermented feed. Fermentation is the process of changing organic materials into other, more useful materials with the help of microorganisms in a controlled The aim of fermentation is to reduce anti-nutritional substances, increase digestibility, increase shelf life and increase selling value. The final fermentation product contains compounds that are simpler and easier to digest than the source material. After the implementation team provided outreach to partners, knowledge of the types of forage waste for feed increased from 40% to 80%. Increase in forage nutrition . 7% to 16. The results of the activity showed that there was an increase in farmers' ability to make fermented feed, the fermented feed produced could be stored for 6 months and there was an increase in the nutritional value of the feed. Keywords: cows, feed, fermentation, gumantar, waste PENDAHULUAN Pemberian ransum yang berkualitas menjadi salah satu faktor penting untuk menentukan keberhasilan usaha peternakan. Beberapa aspek yang harus dipenuhi sehingga ransum dikatakan berkualitas baik yaitu aspek keamanan, aspek kesehatan dan aspek Ransum merupakan campuran beberapa bahan pakan yang diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan ternak untuk menjalankan berbagai fungsi tubuhnya, seperti pertumbuhan, hidup pokok, produksi maupun reproduksi. Zat-zat yang terkandung dalam ransum yaitu karbohidrat, lemak, protein, air, mineral dan vitamin (Mariani et , 2. Sapi bali merupakan sapi asli Indonesia dengan ciri khas yang unik dan memiliki keunggulan sangat mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berbeda (Suryani. Sapi bali berasal dari pulau Bali yang merupakan plasma nutfah asli Indonesia yang memiliki fertilitasnya tinggi mencapai 8082%, mempunyai daya adaptasi cukup baik pada lingkungan buruk (Zulkharnaim et al. menghasilkan kualitas daging tinggi dan persentase lemak yang rendah (Bugiwati, 2. , serta memiliki kemampuan tahan terhadap caplak dan cacing (Sampurna & Suatha I. , 2. Adhianto & Syukur, . melaporkan Sapi bali dapat mengalami pertambahan berat badan mencapai 760 g/hari/ekor apabila mengkonsumsi ransum yang disuplementasi dengan konsentrat. Pertambahan berat badan sapi bali dapat meningkat hingga 900 g/hari jika ransum yang diberikan berupa wafer berbasis jerami padi amoniasi urea yang disuplementasi mineral S dan Zn. Penambahan berat badan sapi bali yang hanya mengkonsumsi rumput lapang tanpa diberi pakan tambahan hanya berkisar 175,8 gram/hari, namun laju pertambahan bobot badan harian dapat meningkat hingga 313,9 gram/hari jika diberi tambahan konsentrat 1,8 % dari bobot badan. Cara untuk meningkatkan produktivitas sapi bali yaitu dengan pemberian nutrisi yang tepat serta strategi manajemen yang baik (Bulkaini. Sumber pakan selain berasal dari hijauan pakan segar dapat juga berasal dari limbah hasil pertanian seperti jerami kacang tanah, jerami jagung, brangkasan ketela rambat, daun dan buah jambu mete. Formulasi pakan yang sesuai dan benar juga diperlukan dalam beternak sapi, misal dengan pemberian pakan yang telah difermentasi selain pakan menjadi awet bisa tahan lama juga kesulitan pakan pada musim kemarau akan teratasi dengan metode fermentasi (Pribadi, 2. Fermentasi adalah proses penguraian senyawa organik kompleks menjadi senyawa yang Fermentasi dilakukan dengan tujuan menurunkan zat anti nutrisi, meningkatkan nilai cerna pakan, memperpanjang umur simpan pakan, dan menambah nilai jual. Menurut Prabowo . , produk akhir fermentasi secara umum mengandung senyawa yang lebih sederhana dan memiliki kecernaan yang tinggi dibandingkan dengan bahan sebelum Teknologi fermentasi dapat membantu pertumbuhan sapi bali dan meningkatkan kualitas dan berat badannya (Tenri Gading et al. , 2. Sapi Bali memerlukan pakan hijauan rumput 60% dan legume 40%, dan pakan pelengkap lainnya yang mengandung protein kasar 14-16%. Copyright A 2025 PRIMA: Journal of Community Empowering and Services PRIMA: Journal of Community Empowering and Services Vol 9. , 2025 e-ISSN 2579-5074 Bahan-bahan seperti ampas tahu, umbi, atau limbah industri yang sudah difementasi dapat konsentrat sebanyak 0,5 hingga 1 kilogram per hari. Sapi bali membutuhkan 10Ae12% pakan segar atau 3,5% dari berat badannya yang kering. Dari kunjungan awal dan diskusi dengan para peternak diperoleh bahwa permasalahan yang banyak dijumpai adalah ketersediaan pakan di musim kemarau yang sangat terbatas. Hal ini membuat banyak peternak yang menjual ternaknya pada musim kemarau dengan harga rendah. Di Desa Gumantar, pada musim hujan kesediaan pakan ternak sangatlah memadai bahkan bisa melebihi kebutuhan ternaknya. Bahan pakan selain bersumber dari hijauan pakan juga bersumber dari limbah pertanian seperti jerami, limbah tanaman singkong, limbah tanaman kacang tanah, buah jambu mente, dan lain sebagainya. Namun pada saat musim kemarau petani kesulitan mencari bahan Rendahnya pengetahuan petani dalam teknologi penyimpanan dan pengawetan bahan pakan sebagai stok pakan di musim Oleh karena itu perlu diberikan pelatihan mengenai teknologi penyimpanan dan pengawetan pakan ternak. Salah satu metode yang banyak dan mudah dilakukan adalah pembuatan pakan ternak fermentasi. METODE Waktu dan Tempat Kegiatan ini dilaksanakan pada 26 Mei 2024 bertempat di Balai Desa Gumantar. Lombok. Tahapan Pelaksanaan Tahapan pengabdian yaitu sebagai berikut. Wawancara dan diskusi yang merupakan tahap untuk dapat menggali informasi terkait permasalahan yang dihadapi mitra. Penyuluhan yang bertujuan untuk transfer ilmu pengetahuan mengenai jenis limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan pembuatan pakan fermentasi. Praktik langsung pembuatan pakan ternak fermentasi berbasis bahan lokal yang didampingi oleh instruktur berkompeten di bidangnya sehingga memungkinkan mitra untuk menerapkan teknologi yang diberikan serta menangani masalah dalam manajemen bisnis dan pengolahan Adapun tahapan fermentasi pakan ternak (Fitriyah et al. , 2. yaitu sebagai Persiapan Bahan Bahan-bahan terfermentasi yaitu rumput, jerami, limbah tanaman singkong, limbah tanaman jagung, limbah tanaman kacang tanah, dan buah jambu mente, air, tepung jagung, dedak padi, probiotik biostar, trypi dan molases. Proses Pencacahan Cacah bahan dasar . isalnya limbah tanaman jagung, jerami, dan limbah tanaman singkon. menjadi ukuran kecil menggunakan alat potong atau mesin pencacah. Proses ini bertujuan agar bahan lebih mudah dicerna dan mempercepat fermentasi. Pencampuran Larutkan gula pasir atau molase dalam air dan campurkan dengan bahan starter. Selanjutnya larutan tersebut dicampurkan ke bahan-bahan Aduk semua bahan hingga Fermentasi Masukkan campuran ke dalam wadah tertutup . eperti drum atau kantong plasti. untuk menciptakan kondisi Pastikan wadah tertutup rapat agar tidak ada udara yang Biarkan campuran tersebut selama 7 hingga 14 hari pada suhu sekitar 25-35AC. Selama periode ini, menguraikan bahan organik. Setelah masa fermentasi selesai, buka wadah dan biarkan pakan terfermentasi selama 15-20 menit sebelum diberikan kepada ternak. Pakan siap disajikan kepada sapi setelah memastikan bahwa proses fermentasi telah berhasil dan pakan memiliki aroma yang baik serta tekstur yang Mitra Sasaran Mitra berpartisipasi aktif dalam kegiatan pelatihan sehingga dapat membuat pakan fermentasi secara mandiri. Keterlibatan mereka mencakup koordinasi pelaksanaan, perencanaan dan pengorganisasian peserta. Copyright A 2025 PRIMA: Journal of Community Empowering and Services PRIMA: Journal of Community Empowering and Services Vol 9. , 2025 e-ISSN 2579-5074 serta penyediaan tempat, waktu, dan fasilitas yang diperlukan untuk praktik pembuatan pakan fermentasi. Metode Evaluasi Dan Keberlanjutan Program Pelaksanaan kegiatan pada tahun 2024 berupa pertemuan langsung ke lokasi mitra dengan melatih mitra membuat pakan Pada kegiatan ini juga dibuat forum diskusi antara mitra dan tim penyuluh. Evaluasi dilakukan terhadap produk akhir pakan fermentasi yang dihasilkan. Hasil evaluasi digunakan sebagai rencana kegiatan diimplementasikan pada tahun 2025. Keberlanjutan program pengembangan pakan fermentasi yaitu perbaikan proses fermentasi untuk meningkatkan mutu pakan, pembuatan desain produk, merek, dan uji kandungan nutrisi pakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan Memberikan tambahan pengetahuan tentang jenis limbah pertanian yang dapat digunakan sebagai pakan ternak. Memberikan bagaimana komposisi pakan dalam Bali Memberikan Teknologi Tepat Guna dalam pembuatan pakan fermentasi dan pengolahan limbah pertanian menjadi pakan yang mempunyai nilai gizi dan daya cerna serta palatabilitas yang lebih Gambar 1. Kegiatan penyuluhan dan praktik pembuatan pakan fermentasi Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengikut sertakan 20 orang petani anggota kelompok Ternak Lembah Gumantar serta dihadiri langsung oleh Dosen dan mahasiswa Peternakan Universitas Warmadewa dan Dosen dan mahasiswa dari Fakultas Peternakan Universitas Mataram (Gambar . Pada kegiatan pengabdian ini, kegiatan diawali dengan memberikan penyuluhan mengenai jenis-jenis limbah pertanian yang banyak tersedia di Desa Gumantar lengkap dengan kandungan Desa Gumantar adalah desa penghasil padi dan Jagung terbesar di Lombok Utara. Limbah pertanian yang banyak tersedia disana yaitu limbah jerami padi, limbah tanaman jagung dan limbah tanaman singkong. Tim PkM memberikan penyuluhan mengenai pentingnya kualitas nutrisi bagi ternak. Ternak akan dapat berkembang dan bertumbuh dengan bagus jika nutrisi yang diberikan juga mempunyai kandungan nutrisi yang bagus. Melihat banyaknya potensi limbah pertanian, maka tim PkM juga mempraktikkan bagaimana membuat pakan fermentasi komplit dan fermentasi bahan pakan yang tersedia disana (Gambar . Fermentasi pakan komplit dibuat dengan mencampurkan tepung jagung, dedak padi, limbah pertanian dan sedikit lamtoro, menjadi pakan fermentasi. Fermentor yang digunakan adalah biostar dicampurkan dengan molase dan juga menggunakan tripi. Mitra berharap dengan mempunyai kemampuan dan pengetahuan mengenai pembuatan pakan fermentasi dengan memanfaatkan limbah pertanian maka pertumbuahn sapi akan menjadi sebakin baik, limbah dapat ditnggatkan kualitasnya, lebih Copyright A 2025 PRIMA: Journal of Community Empowering and Services PRIMA: Journal of Community Empowering and Services Vol 9. , 2025 e-ISSN 2579-5074 disukai oleh ternak dan mempunyai daya cerna yang semakin bagus. Gambar 3. Pakan fermentasi dari limbah pertanian dan pemberikan pakan fermentasi ke Sapi Bali Gambar 2. Kegiatan praktik pembuatan pakan fermentasi dan sumbangan vitamin bagi ternak di kelompok ternak Lembah Talaga. Desa Gumantar Lombok Utara Sebelum pelaksanaan kegiatan mitra hanya memberikan pakan rumput untuk sapi bali sehingga kesulitan saat musim kemarau. Mitra tidak pernah memanfaatkan limbah pertanian seperti jerami, limbah tanaman singkong, limbah tanaman jagung, limbah tanaman kacang tanah, dan buah jambu mente sebagai pakan ternak. Setelah kegiatan pelatihan, mitra telah berhasil membuat pakan fermentasi dari limbah pertanian dan langsung diaplikasikan sebagai pakan sapi Bali (Gambar . Pengetahuan mitra meningkat dari 40% menjadi 80%. Materi yang disampaikan selama pelatihan mungkin dirancang dengan baik, relevan, dan mudah Penggunaan metode pengajaran yang interaktif, seperti diskusi kelompok, simulasi, atau praktik langsung, dapat meningkatkan keterlibatan peserta dan memperkuat pemahaman bagi mitra. Adapun keunggulan dari pakan fermentasi yang dihasilkan untuk sapi bali yaitu sebagai berikut: Meningkatkan kecernaan pakan Pakan yang telah difermentasi memiliki tekstur yang lebih lunak dan lebih mudah dicerna oleh sapi, yang merupakan hewan Proses fermentasi membantu menguraikan serat kasar, sehingga meningkatkan kecernaan nutrisi (Yusriani et al. , 2. Meningkatkan kandungan nutrisi Fermentasi kandungan protein kasar dan nilai gizi Pakan fermentasi yang dihasilkan mengalami peningkatan nutrisi . dari 6,7% menjadi 16,45%. Selama proses fermentasi, mikroorganisme menguraikan senyawa kompleks pada pakan, termasuk serat dan protein sehingga menjadi senyawa yang lebih sederhana dan mudah Penelitian menunjukkan bahwa pakan fermentasi dapat memiliki kandungan protein hingga 7% lebih tinggi (Kusmiah et al. , 2. Palatabilitas yang lebih tinggi Sapi cenderung lebih menyukai pakan fermentasi karena rasanya yang lebih enak dan aromanya yang lebih menarik. Hal ini berkontribusi pada peningkatan konsumsi pakan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pertumbuhan bobot badan sapi (Wina, 2. Mengurangi bau kotoran Pakan fermentasi dapat mengurangi bau kotoran dan urine ternak, menjadikan lingkungan peternakan lebih bersih dan nyaman (Barokah et al. , 2. Cadangan pakan di musim kemarau Fermentasi memungkinkan penyimpanan pakan dalam jangka waktu lebih lama tanpa kehilangan kualitasnya, sehingga peternak dapat memiliki cadangan pakan saat musim kemarau ketika ketersediaan hijauan berkurang (Naibaho et al. , 2. Copyright A 2025 PRIMA: Journal of Community Empowering and Services PRIMA: Journal of Community Empowering and Services Vol 9. , 2025 e-ISSN 2579-5074 Ramah lingkungan Penggunaan limbah pertanian seperti jerami atau kulit buah dalam fermentasi membantu mengurangi limbah dan memberikan solusi berkelanjutan untuk penyediaan pakan ternak (Zullaikah et al. Efisiensi biaya Dengan memanfaatkan bahan lokal dan limbah pertanian, peternak dapat keseluruhan, sambil tetap meningkatkan produktivitas ternak (Syarifuddin et al. Pertambahan bobot dan pertumbuhan sapi Pakan fermentasi, yang diolah dengan menggunakan mikroorganisme seperti meningkatkan kecernaan pakan. Proses ini membuat serat dalam pakan lebih mudah dicerna, memungkinkan sapi untuk menyerap lebih banyak nutrisi dan Sapi yang diberi pakan fermentasi tumbuh lebih cepat daripada sapi yang diberi pakan konvensional. Ini karena ketersediaan energi yang lebih besar dari pakan fermentasi (Prabowo, 2. KESIMPULAN Tim penyuluhan kepada mitra tentang jenis-jenis limbah pertanian untuk pakan. Pengetahuan mitra meningkat dari 40% menjadi 80%. Pakan fermentasi yang dihasilkan mengalami peningkatan nutrisi . dari 6,7% menjadi 16,45%. Selain itu, petani juga sudah mampu membuat pakan fermentasi yang memiliki umur simpan yang lebih lama . ingga 6 bula. Teknologi fermentasi untuk pakan sapi dapat meningkatkan pertumbuhan dan berat badan Sapi Bali. UCAPAN TERIMA KASIH