JPO: Jurnal Prestasi Olahraga Volume 5 Nomer 8 Tahun 2022 ISSN: 2338-7971 ANALISIS STRENGTH. WEAKNESS. OPPORTUNITY DAN THREAT (SWOT) PEMBINAAN ATLETIK DI KLUB MERCUSUAR TRENGGALEK Pradana Aji Sayoga. Mohammad Faruk Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Fakultas Ilmu Olahraga. Universitas Negeri Surabaya e-mail : pradanasayoga16060474033@mhs. id* mohammadfaruk@unesa. Dikirim: 22-09-2022. Direview: 25-09-2022. Diterima: 03-10-2022. Diterbitkan: 04-10-2022 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi bagaimana proses pembinaan atlet pada klub atletik mercusuar Trenggalek dengan menggunakan berbagai macam cara yaitu untuk mengetahui struktur organisasi klub, cara atau dasar dalam perekrutan atlet dan tim pelatih, sarana dan prasarana, sistem pendanaan serta prestasi para Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan metode analisis SWOT . trength, weakness, opportunity, threa. Data dalam penelitian ini berupa data primer yang berasal dari pengumpulan data dari hasil wawancara dan observasi di klub tersebut. Hasil penelitian yang dapat disimpulkan yaitu, . meliputi : pelatih kepala sudah berlesensi pelatih atletik tingkat daerah atau provinsi, memiliki asisten pelatih cukup berpengalaman dan juga memiliki lesensi pelatih fisik level 1 nasional. meliputi : lintasan lari atau lapangan tempat Latihan yang tidak standar, masih banyak atlet yang meremehkan sesi pemanasan dan pendinginan dalam sesi Latihan, kurangnya motivasi atlet, kurangnya pengawasan gizi atlet. meliputi : mendapatkan dukungan penuh dari orang tua wali atlet dan donator atau sponsor untuk mengikuti setiap perlombaan tingkat daerah atau provinsi, program Latihan dibuat berdasarkan kebutuhan atlet masing-masing dengan melibatkan ilmu sport science, beberapa atlet dipanggil untuk mengikuti atau mewakili Porprov Kontingen Trenggalek. Threat . meliputi : kurangnya pengawasan bagi setiap atlet dalam menjalankan program latihan, kurangnya pengawasan masalah gizi atlet diluar jam latihan, jadwal latihan yang tidak pasti atau menyesuaikan jam sekolah atlet, kurangnya sarana dan prasarana dalam klub atletik mercusuar Trenggalek. Kata Kunci : SWOT. Pembinaan. Atletik. Abstract This research aims to analitic and evaluation how the process of coaching athletes in the Trenggalek mercusuar athletic club by using various ways to find out the organizational structure of the club, the way or basis for recruiting athletes and coaching teams, facilities and infrastructure, funding systems and achievements of the athletes. In this research, it used a type of qualitative descriptive research that used the SWOT analysis method . trength, weakness, opportunity, threa. The data in this research is primary data derived from data collection from the results of interviews and observations at the club. The results of the research that can be concluded are: . Strength includes: the head coach has a regional or provincial license as a athletic coach, has a fairly experienced assistant coach and also has a national level 1 physical trainer license. Weaknesses include: a non-standard running track or training ground field, there are still many athletes who underestimate warm-up and cooling sessions in training sessions, lack of motivation, lack of supervision of athlete nutrition. Opportunity, include: getting full support from athleteAos parents and donors or sponsors to participate in each regional or provincial level competition, the Training program is made based on the needs of their respective athletes by involving sports science, some athletes are called to participate in or represent PORPROV Trenggalek Contingent. Threats, include: lack of supervision for each athlete in carrying out the Training program, lack of supervision of athleteAos nutrition problems outside of training hours, uncertain training schedules or adjusting athleteAos school hours, lack of facilities and infrastructure in the Trenggalek mercusuar athletic club. Keyword : SWOT. Development. Athletics. guna meningkatkan kondisi fisik dan mengembangkan potensi bakat yang dimilikinya. Untuk mencapai hal tersebut tentunya perlu ditunjang dari aspek manajemen yang sehat, serta sarana dan prasarana yang memadai. Tanpa terpenuhinya 3 aspek tersebut rasanya sulit untuk mencapai tujuan utama dari suatu pembinaan, karena peran manajemen, pelatih, sarana prasarana, atlet dan faktor penunjang lainnya merupakan aspek yang sangat penting dalam upaya meraih keberhasilan pembinaan PENDAHULUAN Olahraga merupakan suatu kegiatan aktivitas fisik yang memiliki manfaat bagi kebugaran jasmani Panji olahraga dunia AuSport for AllAy dan di Indonesia Aumemasyarakatkan mengolahragakan masyarakatAy (Rusli dan Sumardianto. Merujuk dari kutipan tersebut Olahraga dan masyarakat seakan sudah tidak bisa dipisahkan lagi sebagai pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sejarah Olimpiade kuno olahraga dijadikan sebagai instrumen ritual dewa Zeus di kaki pegunungan Olympus. Pada awal Olimpiade modern olahraga perdamaian dan persahabatan. (Maksum, 2005:. namun di era modern seperti saat ini olahraga sudah bukan lagi menjadi alat ritual pemujaan ataupun mempromosikan perdamaian lagi, tetapi sudah menjadi gaya hidup bahkan lahan bisnis bagi sebagian orang. Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang wilayahnya berada di pesisir selatan pulau Jawa. Di kabupaten tersebut telah berdiri satu klub atletik yang bernama Klub Atletik Mercusuar Trenggalek, klub atletik tersebut berdiri guna mewadahi serta membina calon atlet-atlet atletik di Trenggalek itu sendiri. Dulunya klub ini tidak pernah absen mengirimkan atlet-atletnya dalam ajang O2SN. Popda. Porprov dll guna mewakili kontingen Kabupaten Trenggalek di event tersebut. Beberapa dari mereka juga sudah ada yang berprestasi misalnya dalam ajang Jatim Sprint dan Kejurda. Namun beberapa tahun belakangan ini atlet-atlet dari klub tersebut sepertinya mengalami penurunan dari segi Hal ini tentunya bisa mengkhawatirkan pembinan atletik di kabupaten Trenggalek, karena dari klub tersebut lah seharusnya banyak atlet-atlet yang bermunculan kembali. Salah satu olahraga tertua dalam peradaban manusia yaitu atletik, atletik juga disebut sebagai ibu dari semua cabang olahraga. Atletik berasal dari kata Athlon atau athlum diambil dari bahasa Yunani yang memiliki arti perlombaan atau lomba. Namun di beberapa negara lain juga memiliki sebutan yang berbeda beda. Istilah track and field dipakai di Amerika. Eropa dan Asia (Purnomo & Depan, 2. Ada tiga gerak dasar dalam olahraga atletik, yaitu lari, lempar dan Atletik juga merupakan dasar untuk cabangcabang olahraga yang lain misalnya : basket, voli, sepak bola dan lain lain. Karena didalam olahraga tersebut sudah terdapat unsur-unsur gerak dasar pada atletik antara lain berlari, melompat dan melempar. Berdasarkan uraian diatas, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis SWOT (Strenght, weakness. Opportunities dan Threa. yang bertujuan untuk mengevaluasi manajemen, sarana dan prasarana di Klub Atletik Mercusuar Trenggalek agar Kembali dapat menciptakan bibit-bibit atlet baru serta menyiapkan regenerasi atlet di masa yang akan datang. Analisis SWOT memiliki sifat deskriptif subyektif, yang dimana setiap orang dapat memiliki pandangan yang berbeda-beda dari kemempat bagian SWOT Cara ini dapat diatasi dengan memilih beberapa hal yang bisa mempengaruhi keempat faktor dan kemudian diterapkan dalam posisi positif dan negatif dari analisis SWOT tersebut. Dimana sisi positif yang bisa diambil yaitu bagaimana caranya untuk memiliki kekuatan (Strengt. yang mampu untuk mengambil peluang (Opportunit. yang sudah ada dan bisa mengatasi hal yang menjadi kelemahan (Weaknes. atau bisa menjadi ancaman (Threa. bagi keberlangsungan klub tersebut. Atletik di Indonesia mungkin tidak sepopuler sepak bola ataupun bola voli, maka dari itu perlu adanya pembinaan bibit atlet-atlet sedari dini. Indikasi dari baik atau buruknya pembinaan disuatu daerah yaitu dengan bermunculannya klub-klub atau organisasi di daerah Karena di dalam klub itulah anak-anak dapat mengasah skill dan menyalurkan hobi serta bakatnya. Pembinaan adalah salah satu faktor yang berperan penting dalam olahraga khususnya atletik. Pembinaan yang baik tentunya pembinaan yang berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam upaya mencapai prestasi yang tinggi dan maksimal tentunya harus proses-proses Pelatih harus memiliki program yang efektif dan efisien tanpa mengesampingkan proses dan tahapan perkembangan calon atlet tersebut. Program Latihan sejak dini penting dilakukan karena dapat menanamkan kepribadian positif, pantang menyerah dan semangat berprestasi bagi calon atlet itu METODE Jenis Penelitian Tujuan utama dari suatu pembinaan yaitu Untuk meraih prestasi tersebut tidaklah mudah, seorang atlet harus berusaha keras dengan menjalankan program latihan yang sudah diberikan oleh pelatihnya Penelitian tentang AuEvaluasi Manajemen Sarana dan Prasana di Klub Atletik Mercusuar TrenggalekAyini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang dimana pada saat pengambilan data penelitian tidak mengedepankan ilmu statistika. Sebab data-data yang dikumpulkan bukan angka melainkan berupa kata-kata dan gambar. (Sugiyono, 2. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Sriundy . Metodologi PenelitianAumetode penelitian kualitatif merupakan penelitian yang tidak mengandalkan peran penting stastika dalam pengambilan penelitiannyaAy. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini dikaji dengan data yang sudah ada dan diteliti dari berbagai informan yaitu hasil wawancara dengan staf pelatih dan atlet di Klub Atletik Mercusuar Trenggalek maka dapat dijelaskan dengan hasil pembahasan yang dievaluasi menggunakan teknik SWOT yang berfokus pada beberapa hal sebagai berikut, yaitu . struktur organisasi, . sistem rekrutmen atlet dan pelatih, . sarana dan prasarana, . sistem keuangan, . prestasi Waktu dan Tempat Penelitian Waktu Penelitian Waktu pengambilan data tidak dibatasi selama memungkinkan peneliti untuk mengambil data, peneliti akan selalu menggali dan mencari data sampai peneliti merasa data yang dibutuhkan sudah cukup dan data yang disampaikan oleh peneliti benar adanya. Rekrutmen bertujuan untuk mencari individu yang mempunyai potensi dibidangnya dan diharapkan mampu mencapai tujuan dari Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa rekrutmen mempunyai pengaruh terhadap kinerja atlet. Tempat Penelitian Tempat penelitian dilakukan di Stadion Menak Sopal Kabupaten Trenggalek, dan menyesuaikan dengan informan atau narasumber yang akan di wawancara. Hasil Penelitian Rekrutmen Atlet Instrumen Penelitian Ditinjau dari jenis penelitian ini yang menggunakan metode pendekatan kualitatif, maka instrumen pada penelitian ini yaitu peneliti itu sendiri. Penelitian kualitatif sebagai human instrument berfungsi untuk menetapkan suatu fokus penelitian, memilih informasi sebagai sumber data, menganalisis data, menafsirkan dan membuat kesimpulan. (Sugiyono, 2. semua bergantung pada peneliti karena peneliti memiliki peran penting yang dimulai dari awal hingga akhir penelitian. Media yang digunakan oleh peneliti untuk mengambil data yaitu alat perekam berupa telepon genggam dan alat tulis . olpoin dan buku tuli. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara. Peneliti akan menyesuaikan atau menyinkronkan waktu yang tepat dengan informan untuk dilaksanakannya wawancara, peneliti akan melontarkan beberapa pertanyaan yang bersifat bebas dan terbuka namun tidak keluar dari instrumen pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat. Wawancara ini dilakukan secara langsung atau tatap muka sehingga memungkinkan peneliti untuk mendokumentasikan secara langsung beberapa informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. Subyek yang diambil dalam wawancara di penelitian ini adalah 1 pelatih, 1 ketua klub, 1 bendahara klub, dan 5 atlet dengan jumlah total 8 informan. Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti di Klub Atletik Mercusuar Trenggalek dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem rekrutmen atlet di klub tersebut yaitu dengan cara mengumpulkan siswa-siswi yang mengikuti ekstrakulikuler di sekolah-sekolah di sekitar lingkup kabupaten kota. Calon atlet yang bersedia bergabung dengan Klub Mercusuar nantinya akan dilakukan pre test atau test parameter terlebih dahulu guna untuk mengetahui potensi atlet dan keperluan pelatih untuk menyususn program Latihan yang tepat. Para atlet berasal dari SD. SMP. SMA sederajat disekitar kabupaten kota Trenggalek. Tidak ada kriteria khusus dan sistem pencoretan atlet karena visi misi dalamklub ini yang masih berfokus pada pembinaan dan memasyarakatkan olahraga atletik di Kabupaten Trenggalek. Tim Pelatih dan Struktur Organisasi Di Mercusuar Athletics Club Trenggalek Kepengurusan di klub ini dipimpin oleh pelatih kepala yang sekaligus merangkap jabatan sebagai ketua dari klub ini, dengan dibantu oleh beberapa asisten pelatih dan juga atlet-atlet Demi terwujudnya visi misi dan juga program yang efektif sesuai dengan harapan serta tujuan dari Mercusuar Athletics Club ini maka di bentuklah sistem kepengurusan organisasi sebagai berikut : - Ketua : Feri Budi Santoso S. - Pelatih Kepala : Feri Budi Santoso S. - Ass. Pelatih : Danan Tricahyono S. Pradana - Wakil Ketua : Pradana Aji Sayoga - Sekretaris : Fadhila Indy - Bendahara : Tri Akmil Pamungkas Humas : Rizki Puspita Dewi. Ilham Sarana dan Prasarana Fasilitas. Sarana dan Prasarana di Mercusuar Athletics Club Trenggalek Dari hasil wawancara dan juga observasi di klub tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sarana dan prasarana di klub ini masih kurang memadai dan dalam kategori kurang layak, hal tersebut dapat dilihat dari lapangan tempat latihan yang tidak standar dan juga peralatan yang kurang lengkap. Prasarana yang dimiliki klub ini berupa lintasan lari grevel, lapangan tolak peluru, lapangan lempar lembing, lapangan lompat jauh. Dan juga sarana penunjang Latihan sebagai berikut : Tabel 1. Sarana dan Prasarana Klub SARANA ALAT KEGUNAAN JUMLAH KONDISI Matras Untuk alas atlet Ketika Latihan Baik Start block Untuk start Kurang Ladder Untuk variasi Latihan Untuk variasi Latihan power Baik Baik Gawang Peluru Untuk Latihan tolak peluru Kurang Cone Untuk media Latihan speed dll Untuk media Latihan speed dll Untuk media Latihan lempar Untuk media pemanasan dan Baik Kurang Kurang Cone Lembing Rolling atletnya bisa berprestasi saja sudah merasa bangga karena tujuan utama didirikannya klub atletik ini yaitu memang murni untuk pembinaan atletik di Kabupaten Trenggalek. Prestasi Atlet di Mercusuar Athletics Club Trenggalek Dari data hasil wawancara dengan atlet di klub ini dapat disimpulakan bahwa ada beberapa atlet jebolan klub ini yang sudah berprestasi di kejuaraan level kabupaten/kota, karisidenan dan juga daerah/provinsi. Para atlet-atlet mudanya juga tak pernah absen mewakili kontingen Trenggalek di event-event provinsi maupun multi event antar pelajar dll. Misalnya di event kejurprov, kejurda, o2sn. Porprov. Popda dan lain-lain. Untuk mantan-mantan atlet senior dari jebolan klub ini juga tak mau kalah, beberapa dari mereka sudah ada yang diterima di beberapa instansi kedinasan diantaranya Polri. TNI. IPDN. Taruna Akmil dan lain sebagainya. Namun beberapa tahun terakhir terutama sejak terjadinya pandemic covid-19 di Indonesia, prestasi para atlet di klub ini sedikit banyak telah mengalami penurunan, hal tersebut terjadi karena minimnya jam Latihan dan event-event yang Hal tersebut juga dapat dilihat dari ajang Porprov 2022 di Lumajang kemarin, yang praktis klub ini hanya mengirimkan satu atlet untuk mewakili kontingen Trenggalek di Event tersebut. Klub ini juga terkendala oleh lambatnya regenerasi atletnya sejak bebrapa tahun terakhir, hal tersebut dapat dilihat dari atlet yang berlatih mayoritas atlet lama yang kebanyakan siswa siswi SMP SMA. Adapun rincian jumlah atlet di klub mercusuar berdasarkan hasil observasi diketahui sebagai Tabel 2. Rincian Atlet Sistem Keuangan di Mercusuar Athletics Club Trenggalek Bersumber dari data hasil wawancara dengan pelatih kepala dapat disismpulakan bahwa sumber dana yang diperoleh klub ini untuk keperluan akomodasi Latihan dan keikutsertaan dalam berbagai even yaitu berasal dari iuran kas pribadi klub yang bersal dari iuran atlet setiap Latihan sebesar 2000 rupiah, dan juga mendapatkan suntikan dana tambahan dari beberapa donatur dan partner sponsorship. Untuk pembelian berbagai alat-alat Latihan yaitu iuran dari anggota kepengurusan organisasi dan juga dibantu oleh beberapa wali atlet. Kemudian ntuk kontrak dan gaji staf maupun pelatih tidak menentu, karena Sebagian besar anggota kepengurusan di klub ini memiliki pekerjaan pokok masing-masing. Misalnya pelatih kepala dari klub ini yang setiap harinya bekerja sebagai guru di SMAN 1 Karangan, bagi staf kepengurusan di klub ini melihat anak didik atau JENJANG JUMLAH ATLET SMP NOMOR LOMBA SMA Lari tolak peluru Lembing, sprint, lompat Lari jauh, lompat jauh Pembahasan Dalam pembahasan ini akan dijabarkan tentang bagaimana analisis serta evaluasi pembinaan, sarana, dan prasarana terhadap prestasi atlet di Mercusuar Athletics Club Trenggalek dengan menggunakan metode analisis SWOT. Analisis ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan melihat perkembangan pembinaan di klub ini sehingga nantinya dari hasil pemaparan data yang disajikan akan diketahui faktor apa saja yang menjadi penunjang maupun penghambat. Untuk itu peneliti melakukan evaluasi menggunakan teknik analisis SWOT (Strength. Weakness. Opportunity. Threa. di pembinaan Mercusuar Athletics Club Trenggalek, hasil pemaparan data sebagai berikut . Strength (Kekuata. Bersumber dari data hasil penelitian yang diperoleh, maka pada faktor Strength . kali ini penliti menemukan beberapa faktor utama yang menjadi kekuatan pada klub Atletik Mercusuar Trenggalek, faktor-faktor tersebut antara lain : faktor pelatih, faktor klub/organisasi dan faktor atlet. Menurut Rubianto Hadi . seorang pelatih harus dapat menentukan dosis atau beban latihan yang sesuai dengan kebutuhan atlet secara individual. Selain dosis latihan seorang pelatih juga harus mampu membina mental atau karakter atlet. Pelatih yang memiliki ilmu pengetahuan dan tingkatan yang mempraktekkan olahraga yang dilatihnya, ditambah latar belakang atlet yang pernah memiliki prestasi bagus akan lebih mudah mendapatkan respek dari atletnya (Agung Sugiarto, 2020:. Berdasarkan pendapat tersebut peran seorang pelatih cukup krusial dalam proses pembinaan seorang atlet menuju Carlos E. Goncalves . mengatakan bahwa organisasi olahraga di beberapa negara di seluruh dunia menciptakan pusat pelatihan khusus dimana para bakat muda yang dipilih berlatih dibawah pengawasan pelatih berpengalaman agar menjadi atlet professional dan mengintregasikannya ke tim nasional muda. Spesialisasi awal dan pengamatan seorang pelatih ahli menjadi salah satu alat untuk menemukan atlet yang terbaik diantara sejumlah besar atlet lainnya. Dari pemaparan data hasil penelitian dan argumen peneliti lain, berikut adalah faktorfaktor yang menjadi kekuatan . dalam klub atletik mercusuar Trenggalek : Klub berdiri secara mandiri jadi tidak bergantung pada pemerintah daerah. Weakness (Kelemaha. Bersumber dari data hasil penelitian yang diperoleh maka pada faktor weakness . kali ini peneliti menemukan beberapa faktor utama yang menjadi kelemahan pada Klub Atletik Mercusuar Trenggalek, faktor-faktor tersebut antara lain : faktor sarana & prasarana, faktor atlet, faktor rekrutmen atlet, faktor gizi atlet dan faktor organisasi itu sendiri. Menurut Eniarti dan Sembiring . yang mengutip pendapat Moekijat . dalam artikelnya, bahwa Ausecara sederhana yang dimaksud fasilitas adalah suatu sarana fisik yang dapat memproses suatu masukan menuju keluaran yang diinginkanAy. Dari pendapat tersebut, bahwa fasilitas dapat memproses suatu masukan dan menghasilkan Output yang dimaksud dalam konteks ini dapat dikatakan merupakan kinerja, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa fasilitas MenurutSoepartono . sarana olahraga adalah terjemahan dari AufacilitiesAy yaitu sesuatu yang dapat digunakan dan dapat dimanfaatkan Sedangkan prasarana menurut Soepartono . prasarana berarti segala sesuatu yang merupakan penunjang terselenggaranya suatu proses . saha atau pembangunan. Alat dan fasilitas sangat mempengaruhi lancarnya proses Oleh karena itu kebutuhan sarana dan prasarana olahraga atletik diklub harus terpenuhi agar tidak mengalami kepincangan atau tersendat-sendat bahkan dalam proses pembinaan maupun latihan bisa berhenti sama sekali (Winkel, 1983 :. Berdasarkan pendapat dari para peneliti tersebut dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana dalam olahraga berperan penting untuk menunnjang proses pembinaan dan latihan. Menurut Ira Ratnati . proses rekrutmen atlet tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja atlet, artinya apabila rekrutmen yang dilakukan kurang baik tidak akan mempengaruhi kinerja atlet. Sedangkan menurut Apriani . yang mengutip pendapat Siagian . bahwa Aurekrutmen adalah proses mencari, menemukan dan menarik para pelamar yang kapabel untuk organisasiAy. Berdasarkan rekrutmen bertujuan untuk mencari individu yang mempunyai potensi dibidangnya dan diharapkan mampu mencapai tujuan dari Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa rekrutmen mempunyai Memiliki pelatih kepala yang sudah pernah mengikuti workshop pelatihan pelatih atletik ditingkat Provinsi. Memiliki asisten pelatih yang berlesensi pelatih fisik level 1. Memiliki assisten pelatih yang berlesensi pelatih olahraga disabilitas. Memiliki beberapa donatur tetap pada setiap pemberangkatan event. Memiliki beberapa atlet dengan nomor lomba yang diunggulkan. pengaruh terhadap kinerja atlet. Menurut Chris Gee . masih banyak pelatih, atlet dan organisasi olahraga yang masih cukup enggan untuk mencari layanan psikologolahraga yang berkualitas, salah satu alasan utamanya yaitu kurangnya pemahaman tentang proses dan mekanisme dimana ketrampilan mental ini dapat mempengaruhi kinerja. Robert . A . mengatakan bahwa olahraga dapat membuat sebuah kota menjadi Bahagia, tetapi mereka tidak mungkin membuat kota menjadi kaya. Dari pemaparan data hasil penelitian dan argumen peneliti lain, berikut adalah faktorfaktor yang menjadi kelemahan . dalam klub mercusuar Trenggalek : Prasarana atau lapangan tempat berlatih yang kurang layak dan tidak standar. Kurangnya menjalankan program Latihan dan meraih Tidak adanya pengawasan atlet diluar jam Latihan, sehingga gizi atlet tidak terpenuhi. Tidak ada kriteria khusus dalam sistem rekrutmen atlet. Klub belum memiliki SK dari PASI. Opportunity (Peluan. Bersumber dari data hasil penelitian yang diperoleh maka pada faktor opportunity . kali ini peneliti menemukan beberapa faktor utama yang menjadi peluang pada Klub Atletik Mercusuar Trenggalek, faktor-faktor tersebut antara lain : faktor pelatih, faktor atlet, faktor geografis dan faktor sarana prasarana. Menurut Ian Reade . seorang pelatih percaya bahwa ilmu olahraga dapat berkontribusi terhadapa pembinaan dan menerapkan gagasan baru dalam program olahraga mereka. Dari pemaparan data hasil penelitian dan argumen peneliti lain, berikut adalah faktorfaktor yang menjadi peluang . dalam klub atletik mercusuar Trenggalek : Dalam membuat program Latihan staf pelatih melibatkan keilmuan sport science yang di kuasainya. Mendapatkan dukungan penuh dari wali atlet dan beberapa donatur untuk selalu mengikuti event-event atletik tingkat kabupaten kota maupun provinsi. Jika belum bisa berprestasi di bidangnya setidaknya atlet muda tersebut dapat menjaga kondisi fisiknya agar tetap prima dan bugar, sehingga dapat dijadikan modal bagi mereka yang memiliki cita-cita untuk berkarir di instansi-instansi tertentu. Berakhirnya masa pandemic Covid-19 Kembali kejuaran-kejuaraan atletik baik skala lokal maupun daerah atau provinsi. Akan segera diadakan kembali pelatihan pelatih atletik berlesensi nasional. Letak lokasi geografis di Trenggalek yang kebanyakan berupa perbukitan membuka peluang untuk dilakukannya latihan secara intensif bagi calon atlet pelari-pelari jarak Pelatih dan atlet dapat memodifikasi atau mengsiasati sarana dan prasarana yang Threat (Ancama. Bersumber dari data hasil penelitian yang diperoleh maka pada faktor Threat . kali ini peneliti menemukan beberapa faktor utama yang menjadi ancaman pada Klub Atletik Mercusuar Trenggalek, faktor-faktor tersebut antara lain : faktor latihan, faktor pelatih, faktor atlet, faktor regenerasi atlet dan faktor organisasi atau pemerintahan. Menurut Sukarman . agar performa menjadi maksimal disaat bertanding salah satu faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani sesorang yaitu asupan gizi. Nutrisi/gizi di bidang olahraga merupakan penerapan pengetahuan gizi dalam pengaturan makan sehari-hari yang difokuskan pada metabolisme zat-zat gizi selama pertandingan, perbaikan dan membangun latihan yang intensif serta mengoptimalkan performance pada saat pertandingan (Shutan Arie, 2021:. Close . mengatakan bahwa vitamin D dapat memainkan peran dalam proses pengaturan regenerasi dan hipertrofi otot pasca menjalankan latihan yang dimana proses tersebut dapat merusak otot. Dari pemaparan data hasil penelitian dan argumen peneliti lain, berikut adalah faktorfaktor yang menjadi ancama . dalam klub atletik mercusuar Trenggalek : Jadwal Latihan yang tidak rutin. Mengingat seringnya kegiatan siswa-siswi diluar jam sekolah ,datmbah lagi diberlakukannya fullday di beberapa sekolah SMA dan SMK. Sehingga mau tidak mau staf pelatih dan atlet harus bisa menyesuaikan jam-jam Latihan tersebut. Pengawasn pola hidup dan gizi atlet diluar jam Latihan dalam klub atletik mercusuar ini masih sangat kurang. Pelatih hanya bisa mengawasi atletnya secara penuh pada saat sesi Latihan berlangsung, diluar jam tersebut pelatih hanya bisa mengandalkan peran pengawasan orang tua dari masing- c. masing atlet. Tidak jarang menemui atlet tersebut yang masih suka jajan Masih banyaknya atlet yang meremehkan sesi pemanasan dan pendinginan, sehingga tidak jarang ditemui ada atlet yang mengalami cedera karena hal tersebut. Lambatnya regenerasi atlet dalam beberapa tahun terakhir, tidak bisa dipungkiri eksistensi sebuah organisasi olahraga dilihat dari regenerasi-regenerasi atletnya, jika regenerasi berhenti maka besar kemungkinan klub tersebut bisa vakum. Kurangnya dukungan dari pemerintah daerah setempat, sehingga beberapa event tahunan terpaksa tidak berangkat karena kurangnya biaya akomodasi. Kurangnya sumber daya manusia . PASI Kabupaten Trenggalek hanya memberangkatkan atlet atau nomor lomba yang dianggapnya memiliki peluang juara DAFTAR PUSTAKA Apriani, dan Ruzikna. Pengaruh Pelaksanaan Rekrutmen Terhadap Kinerja Kariyawan PT Rian Jaya Cemerlang Pekanbaru. Jurnal Fisip. Vol. No. 2: 1-15 Candra M. S dan Mintarto. E,. Analisi SWOT Pengcab PASI Kabupaten Nganjuk. Jurnal Presati Olahraga. Vol. No. PENUTUP Carlos E. Goncalves. Luis M. and Antonio Figueiredo . Talent Identification and Specialization in Sport : An Overview Same Unanswered Questions. International Journal of Sport Physiology and Performance Vol. 7 390-393 Simpulan Dari penyajian data wawancara diatas, dapat ditarik kesimpulan bawhasanya sistem rekrutmen atlet di Mercusuar Athletics Club Trenggalek tidak memiliki kriteria khusus, test parameter akan dilakukansetelah atlet atau siswa siswi tersebut bersedia bergabung dalam klub ini. Karena memang tujuan awal dibentuknya klub ini yang pertama yaitu intuk memasyarakatkan olahraga atletik di daerah Kabupaten Trenggalek. Untuk sarana dan prasarana dalam klub mercusuar ini masih tergolong masih kurang memadai, hal tersebut dapat dilihat dari fasilitas-fasilitas penunjang seperti lapangan dan peralatan latihan yang masih kurang bervariatif. Finansial klub berasaal dari kas klub hasil dari iuran atlet dan beberapa donatur serta bantuan dari wali atlet, dana tersebut digunakan untuk keperluan Latihan dan juga pemberangkatan atlet Ketika akan mengikuti sebuah Chris J. Gee. How Does Sport Psychology Actually Improve Athletic Performance ? A Framework to Facilitate Athletes and Coaches understanding. Sagepub. journalsPermissions. Eniarti. Cut,d an Sembiring. Terindah. Pengaruh Fasilitas dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Studi Kasus PTPN II Sampali Medan. E-journal. Vol. XX: 8-19 Close. Hamilton. New Strategies in Sport Nutrition to Increase Exercise Performance. Free Radical Biology and Medicine 98. com/ locate/ Hadi. Saran