PUBLIPRENEUR POLIMEDIA: JURNAL ILMIAH JURUSAN PENERBITAN POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF Vol. No. July 2020 Submitted: 5 July 2020 Revised: 15 July 2020 Accepted: 30 July 2020 FACTORS THAT INFLUENCE STUDENT SATISFACTION IN USINGE-LEARNING MEDIA DURING THE CORONA PANDEMICPERIOD Mohammad Rizal Gaffar1*. Chandra Budhi Septyandi2. 1,2Politeknik Negeri Bandung E-mail: mohammad. rizal@polban. id1, chandra. budhi@polban. ABSTRACT ABSTRACT The Corona pandemic has spread almost everywhere in the world. Indonesia became one of the affected countries. The education sector became one of the affected sectors and changed the learning process, which was initially dominated by conventional learning into E-Learning based learning. This sudden change makes all components of learning, especially teachers and instructors, have to adapt to use the facilities available. However, this sudden change inevitably creates obstacles to the achievement of learning Therefore, it is considered important to evaluate the learning process through this e-learning facility so that teaching participants can feel satisfied and the learning objectives are achieved. The research method used is a mixed method method by conducting a qualitative method first to design a model of insight obtained from interviews with respondents then using quantitative methods to obtain statistical values to strengthen the proposed model. A total of 153 respondents' data were processed using Partial Least Square The results of data processing prove model is valid and reliable. The model has strong predictive From four proposed variables. Perception Ease of Use. Perception Usefulness, and Facilitating Condition have a significant positive effect on User Satisfaction . And student satisfaction has a significant positive effect on the future use of e-learning media behavior. Keyword:E-learning. Satisfaction. Corona pandemic FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUASAN MAHASISWA DALAM MENGGUNAKAN MEDIA E-LEARNING SELAMA PERIODE PANDEMIK CORONA ABSTRAK Pandemi Corona sudah mewabah hampir di seluruh belahan dunia. Indonesia menjadi salah satu negara terdampak. Sektor pendidikan menjadi salah satu sektor yang terdampak dan merubah proses pembelajaran yang awalnya mayoritas didominasi pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran berbasis E-Learning. Perubahan yang bisa dikatakan mendadak ini membuat seluruh komponen pembelajaran, terutama pengajar dan peserta ajar harus beradaptasi menggunakan fasilitas yang tersedia. Namun, perubahan yang sangat mendadak ini pasti menimbulkan hambatan atas tercapainya tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, dirasa penting untuk mengevaluasi proses pembelajaran lewat fasilitas e-learning ini sehingga peserta ajar bisa merasa puas dan tujuan pembelajaran tercapai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode mixed method dengan melakukan metode kualitatif terlebih dahulu untuk merancang model dari insight yang didapat hasil wawancara dengan responden lalu menggunakan metode kuantitatif untuk mendapat nilai statistik untuk memperkuat model yang telah Sejumlah 153 data responden diolah menggunakan softwarePartial Least Square. Hasil pengolahan data membutktikan model valid dan reliabel. Lebih lanjut Model termasuk model dengan kekuatan prediksi kuat. Dari empat variabel yang diusulkan. Persepsi Kemudahan Penggunaan. Persepsi Kegunaan, dan Kondisi Fasilitas Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. July 2020 Pendukung yang berpengaruh positif signifikan terhadap Kepuasan Pengguna . Dan kepuasan mahasiswa berpengaruh positif signifikan terhadao Penggunaan Media E-Learning di masa yang akan datang. Kata kunci: E-learning. Kepuasan. Pandemi Corona PENDAHULUAN Indonesia telah menjadi salah satu negara yang terpapar dan terdampak dari merebaknya virus corona. Salah satu sektor yang terdampak dengan merebaknya pandemi virus corona adalah dunia Kebijakan untuk belajar dari rumah pun diputuskan pemerintah dan berlaku sejak 16 Maret 2020 (Dimas, 2. Kebijakan ini ditempuh demi mengurangi mobilitas pelajar dan mahasiswa sehingga dapat menekan penyebaran corona (Dimas. Proses pembelajaran jarak jauh ditempuh melalui berbagai cara. Beberapa pilihan proses pembelajaran jarak jauh adalah menggunakan aplikasi ruangguru, zoom, aplikasi pesan instan, google drive, google classroom, email, aplikasi elearning milik masing-masing institusi, dan aplikasi lainnya. Namun, tak sedikit orang tua dan siswa yang kerepotan dengan kegiatan ini(Dimas, 2. Beberapa mahasiswa juga mengeluhkan kondisi jaringan internet yang tidak mendukung terciptanya proses pembelajaran. Hal tersebut bisa menghambat tercapainya kesuksesan pembelajaran . embelajaran via e-learnin. Secara umum, kepuasan pengguna . ser satisfactio. berkaitan dengan kesuksesan sistem berbasis komputer (Ives et al. , 1. Dengan kata lain, sebuah sistem berbasis komputer . -learnin. dapat dikatakan sukses bila pengguna merasa puas. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menganalisis perihal kepuasan e-learning (AlAahawari Mouakket, 2. (Yengin 2. (Fleming et al. , 2. (Chopra et al. Penelitian dilakukan Mouakket untuk menganalisis pengaruh Perceived Usefulness dan Perceived Ease of Use . faktor dari Technology Adoption Mode. serta Design Feture dan Enjoyment terhadap Electronic Satisfaction dan Electronic Retention (AlAahawari Mouakket. Penelitian menganalisis pengaruh E-Learning System yang direpresentasikan oleh System Quality. Information Quality, dan Service Quality terhadap E-Learning Effectiveness yang direpresentasikan oleh Net Benefits dan User Satisfaction juga telah dilakukan (Chopra et al. , 2. Model tersebut merupakan pengembangan dari model yang dikembangkan oleh Yengin pada tahun 2011 (Yengin et al. , 2. Sementara Fleming pada tahun 2017 meneliti pengaruh Overall Satisfaction terhadap Future Use (Fleming et al. , 2. Tentu saja model tersebut tidak bisa secara utuh diadopsi untuk mengukur kepuasan pengguna di Indonesia karena pasti terdapat perbedaan baik internal . ingkat penggunaan teknolog. maupun eksternal . nfratruktur pendukun. Oleh karena itu, dilakukan penelitian awal dengan melakukan wawancara individu dengan beberapa orang sampai penulis mendapatkan insight untuk memodifikasi Hasil wawancara dengan lima orang mahasiswa perguruan tinggi di Bandung menghasilkan faktor yang dianggap sangat berpengaruh terhadap kepuasan penggunaan aplikasi E-learning, elearning, kegunaan dari penggunaan elearning, fleksibilitas, koneksi jaringan Oleh karena itu keempat faktor tersebut akan dimasukan ke dalam model usulan yang akan diteliti lebih lanjut menggunakan metode kuantitatif pada penelitian ini. Adapun luaran yang dari penelitian ini adalah sebuah model yang dapat merepresentasikan faktor-faktor e-ISSN 2723-6323 p-ISSN 2338-5049 Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. July 2020 yang mempengaruhi kepuasan dari pengguna aplikasi e-learning, dalam kasus ini adalah mahasiswa salah satu perguruan tinggi Bandung. Urgensi dari penelitian ini adalah untuk memastikan tercapainya dipengaruhi oleh kepuasan mahasiswa dalam menggunakan fasilitas E-Learning. keahlian dari tempat (Garrison, 2. Pengembangan menganalisis kepuasan penggunaan ELearning ini sudah dilakukan beberapa Mouakket pada tahun 2010 menganalisis pengaruh faktor pada Technology Adoption Model, yaitu "Electronic Learning" Perceived Ease of Use dan Perceived "Electronic Learning" (E-Learnin. Usefulness ditambah dua faktor eksternal, penggunaan yaitu Design Feature dan Enjoyment belajar, terhadap Kepuasan Pengguna mengajar, atau memperoleh pengetahuan Keinginan untuk menggunakan kembali kapanpun dan dimanapun sehingga aplikasi E-Learning (AlAahawari memungkinkan penyampaian metode dan Mouakket. Penelitian materi pembelajaran secara "online" mengukur secara spesifik pengaruh usia (Turban. Efraim. King. David. Lee. Jae Kyu. terhadap terhadap Kepuasan Pengguna Liang. Tiang-Peng. Turban, 2. "E- dan Keinginan untuk Menggunakan learning" sebenarnya juga termasuk kembali di masa yang akan datang diteliti pembelajaran "mobile" di mana materi oleh Fleming pada tahun 2017 (Fleming et pembelajaran dikirimkan ke perangkat al. , 2. Model yang ditemukan Yengin nirkabel seperti perangkat telepon pintar, pada tahun 2011 juga dikembangkan oleh tablet atau perangkat "mobile" lainnya dan Chopra pada tahun 2019 dengan tidak hanya identik terhadap pembelajaran menganalisis pengaruh System Quality, berbasis web (Turban. Efraim. King. David. Information Quality, dan Service Quality Lee. Jae Kyu. Liang. Tiang-Peng. Turban, terhadap Net Benefits dan User Satisfaction Sebenarnya proses pembelajaran (Yengin et al. , 2. , (Chopra et al. , 2. bisa berbasis online, offline, dan gabungan Pada dasarnya item-item pada System dari keduanya. Hal tersebut tergantung Quality. Information Quality, dan Service menyesuaikan kebutuhan dari komponen Quality telah merepresentasikan Perceived sistem belajar itu sendiri. Pelatihan Usefulness dan Perceived Ease of Use, 2 berbasis komputer, instruksi berbasis faktor dari Technology Adoption Model. komputer, pendidikan online, danjenis Lebih lanjut dalam penelitian ini pembelajaran lainnya dapat dikategorikan akan difokuskan untuk menganalisis 6 ke dalam E-Learning (Turban. Efraim. variabel hasil dari wawancara awal King. David. Lee. Jae Kyu. Liang. Tiang- terhadap 5 responden mahasiswa pada Peng. Turban, 2. E-Learning sangat salah satu perguruan tinggi di Bandung. berguna untuk memfasilitasi pembelajaran Enam variabel tersebut adalah Persepsi pada institusi pendidikan dan sangat Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease berguna untuk menyediakan lingkungan of Us. aplikasi E-Learning. Persepsi pembelajaran yang kondusif sehingga Kegunaan yang diterima (Perceived pelatihan korporasi dapat dilaksanakan Usefulnes. Fleksibilitas (Flexibilit. , secara efektif dan efisien. E-learning juga koneksi jaringan internet. Kepuasan memungkinkan pelajar belajar dari rumah Pengguna (User Satisfactio. , dan Perilaku (Garrison, 2. Selain itu, penggunaan Penggunaan di Masa yang Akan Datang ELearning membuat pekerja dapat belajar (Future Use Behavio. dan memperbaharui pengetahuan dan Perceived Ease of Use diartikan oleh Davis pada tahun 1989 sebagai tingkat e-ISSN 2723-6323 p-ISSN 2338-5049 Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. July 2020 di mana seseorang mempercayai bahwa tidak diperlukan usaha berlebih saat menggunakan sebuah sistem (Davis, 1. Sementara Davis mendefinisikan Perceived Usefulness menggunakan sebuah sistem tertentu (Davis, 1. Kedua variabel tersebut merupakan variabel yang terdapat dalam Technology Acceptane Model yang dianalisis dan dikembangkan oleh Davis pada tahun 1989 (Davis, 1. Loh et. pada tahun 2016 penggunaan E-Learning di Australia (Loh et al. , 2. Fokusnya adalah menganalisis pertanyaan "apa yang konsumen . saya pikirkan sekarang?" (Loh et al. , 2. Hal tersebut dianggap menentukan efektivitas dari penggunaan E-Learning (Loh et al. , 2. Persepsi dari Fleksibilitas menjadi salah satu aspek positif terhadap E-Learning (Loh et al. , 2. Lebih lanjut. Fleksibilitas menjadi faktor yang paling dominan pada aspek positif pengalaman menggunakan E-Learning (Loh et al. Penilaian tinggi dari murid perihal fleksibilitas adalah karena mereka dapat kesempatan untuk belajar mandiri dan juga bisa belajar di mana saja dan kapan saja (Loh et al. , 2. Variabel terakhir adalah perihal koneksi jaringan internet yang dianggap mahasiswa berpengaruh penting terhadap E-Learning. Dalam penelitian Samsudeen tahun 2019 Facilitating Condition berpengaruh positif signifikan terhadap Perilaku Penggunaan aplikasi E-Learning (Samsudeen Mohamed. Facilitating Condition dapat diartikan meyakinkan seseorang untuk melakukan beberapa kegiatan (Salloum et al. , 2. Ketika dilihat dari item kuesioner Facilitating Condition, dinyatakan perihal pentingnya keandalan dan keterbaruan teknologi, termasuk koneksi internet dalam penggunaan E-Learning (Salloum et al. Oleh karena itu, variabel keempat ini dapat dipadankan menjadi Facilitating Condition sesuai artikel Samsudeen (Salloum et al. , 2. Keempat variabel tersebut akan dijadikan variabel independen yang signifikan terhadap User Satisfaction dan Future Use Behavior. Beberapa indikator variabel User Satisfaction dalam hal penggunaan E-Learning adalah sebagai berikut : keberlanjutan penggunaan aplikasi E-Learning dan Rekomendasi penggunaan aplikasi E-Learning kepada orang lain (Chopra et al. , 2. Dalam bidang pemasaran sendiri, secara umum User Satisfaction terhadap produk atau layanan setelah digunakan (Jamal. Naser, 2. Future Use behavior dalam penelitian ini diartikan sebagai perilaku penggunaan berulang aplikasi E-Learning di masa yang akan datang oleh mahasiswa. METODE PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk eksplorasi faktor-faktor konsumen pengguna aplikasi E-Learning. Penelitian ini akan menggunakan metode Mixed Method, kualitatif dan kuantitatif. Responden yang diambil berasal dari pengguna E-Learning pada mahasiswa di Bandung. Mix method merupakan metode gabungan dalam melakukan penelitian kualitatif(Golicic. Susan L. Davis, 2. Pada penelitian ini digunakan metode Mix method dengan tipe Development. Metode ini bekerjadengan cara memberi bobot sama antara dua metode . uantitatif dan kualitati. dan kedua metode dilakukan secara berurutan (Davis. Donna F. Golicic. Susan L. Boerstler, 2. Metode kedua pengembangan dari temuan metode pertama (Davis. Donna F. Golicic. Susan Boerstler, 2. e-ISSN 2723-6323 p-ISSN 2338-5049 Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. July 2020 Penelitian metode kualitatif untuk mendapatkan model yang paling sesuai dengan Indonesia. Menurut Zikmund et al. dan Cooper dan Schindler, penelitian kualitatif memiliki fokus pada pemerolehan makna yang sesungguhnya dan mendapatkan masukan . tentang masalah dan pertanyaan penelitian (Indrawati, 2. Hasil dari penelitian kualitatif awal akan menjadi dasar metode selanjutnya, yaitu metode Pada fase kuantitatif digunakan alat ukur berupa kuesioner untuk memperoleh data setiap variabel yang terdapat pada model penelitian. Pertanyaan di dalam kuesioner berjenis pertanyaan tertutup dengan tingkat pengukuran skala likert. Pertanyaan-pertanyaan variabel berasal dari item-item yang sudah divalidasi dari penelitian-penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya. Variabel dalam model ini diambil berdasarkan tinjauan pustaka pada penelitian jurnal. Item-item untuk mengukur variabel diambil dari artikel Mouakket. Samsudeen, dan Loh (AlAahawari & Mouakket, 2. , (Loh et al. , 2. , (Samsudeen & Mohamed. Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert. Menurut Sekaran dan Bougie, skala likert merupakan skala yang didesain untuk menelaah seberapa kuat subjek setuju atau tidak setuju (Sekaran. Bougie, 2. Dalam penelitian ini digunakan five likert scale, di mana skala yang digunakan untuk member ranking ada lima tingkat. Model penelitian akan disusun berdasarkan penyesuaian hasil wawancara awal terhadap tinjauan pustaka. Model penelitian yang diusulkan dapat dilihat dalam gambar berikut. Gambar 1 Model Usulan Penelitian Populasi yang dipilih dalam penelitian ini menggunakan aplikasi E-Learning di Bandung. Dalam penelitian ini digunakan 200 sampel yang diambil dari para pengguna layanan mobile payment yang masih aktif. Bryne merekomendasikan sampel minimal yang dapat diterima untuk estimasi Structural Equation Model (SEM) adalah 100(Latan, 2. Penelitian ini menggunakan teknik purposive Purposive sampling memilih anggota sampeltertentu yang disengaja oleh peneliti, karena hanya mereka saja yang dapat mewakili atau dapat memberikan informasi untuk menjawab masalah penelitian. Data pada penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer berupa hasil penyebaran kuesioner kepada responden yang dipilih oleh Penyebaran menggunakan google form dan disebar melalui internet. Sementara data sekunder berupa hasil tinjauan pustaka yang penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Data hasil pengisian kuesioner dari 153 responden diolah menggunakan perangkat lunak Partial Least Squareatau dapat disingkat PLS. Hasil pengolahan data menunjukan model valid dan reliabel. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai Loading Factor (LF) setiap item lebih besar dari 0,5 e-ISSN 2723-6323 p-ISSN 2338-5049 Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. July 2020 KESIMPULAN Model memiliki kemampuan prediksi terhadap Perilaku Penggunaan E-learning di masa yang akan datang datang kuat dengan nilai R2= 0,745. Faktor yang Kepuasan Pengguna adalah Persepsi Kemudahan Penggunaan. Persepsi Kegunaan, dan Kondisi Fasilitas Pendukung. Dan Kepuasan Pengguna mempengaruhi perilaku pengguna ke Semakin Pengguna E-Learning Puas, maka Pengguna akan cenderung untuk memilih menggunakan E-Learning sebagai media pembelajran di masa yang akan datang. (Latan, 2. dan nilai average variance extracted (AVE) lebih besar dari 0,5 (Liang & Yeh, 2. Model ini juga dikategorikan model reliabel karena memiliki nilai Composite Reliability (CR) lebih besar dari 0,7 (Zhou, 2. dan CronbachAos Alpha (CA) lebih besar dari 0,6 (Choe & Schumacher. Hasil pengolahan data berkenaan validitas dan reliabilitas model dapat dilihat pada tabel Tabel 1 Hasil Pengolahan Data Uji Validitas dan Reliabilitas Var. Item AVE CR PeoU PEoU1 0. PEoU2 0. PEoU3 0. PU1 PU2 PU3 FLEX FLEX1 0. FLEX2 0. FLEX3 0. FC1 FC2 US1 US2 FUB FUB1 0. FUB2 0. FUB3 0. DAFTAR PUSTAKA