PENGARUH EDUKASI KEPERAWATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK BALITA Ethyca SariA* Program Studi S1 Keperawatan STIKes William Booth. Jl. Cimanuk No. 20 Surabaya *Corresponding Author : Ethyca Sari Email : ethyca. sari@yahoo. ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi kronis pada anak balita yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas hidup di masa depan. Salah satu faktor yang berperan penting dalam pencegahan stunting adalah tingkat pengetahuan orang tua. Edukasi keperawatan menjadi upaya promotif dan preventif yang dapat meningkatkan pemahaman orang tua terkait pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi keperawatan terhadap tingkat pengetahuan orang tua dalam pencegahan stunting pada anak balita. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen rancangan one group pre-test and post-test. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Kelurahan Putat Jaya pada bulan Oktober 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang tua yang memiliki anak balita, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat pengetahuan orang tua. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi keperawatan, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang . %). Setelah diberikan edukasi keperawatan, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan dengan sebagian besar responden berada pada kategori baik . ,7%). Hasil uji paired ttest menunjukkan nilai p = 0,000 . < 0,. , yang menandakan adanya pengaruh signifikan edukasi keperawatan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan orang tua. Simpulan penelitian ini adalah edukasi keperawatan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan orang tua dan dapat dijadikan sebagai intervensi efektif dalam upaya pencegahan stunting pada anak balita. Kata kunci: edukasi keperawatan, pengetahuan orang tua, stunting, anak balita ABSTRACT Stunting is a chronic nutritional problem in toddlers that impacts physical growth, cognitive development, and future quality of life. One factor that plays a crucial role in preventing stunting is parental knowledge. Nursing education is a promotive and preventive effort that can improve parental understanding regarding stunting prevention. This study aims to determine the effect of nursing education on parental knowledge in preventing stunting in toddlers. This study used a quantitative design with a quasi-experimental approach, a one-group pre-test and post-test design. The study was conducted in the Putat Jaya Village in October 2025, with a sample size of 30 parents with toddlers selected using a purposive sampling technique. The research instrument was a structured questionnaire to measure parental knowledge. Data analysis was performed using univariate and bivariate methods using paired t-tests. The results showed that before receiving nursing education, most respondents had poor knowledge . %). After receiving nursing education, knowledge levels increased, with most respondents in the good category . 7%). The paired t-test showed a p-value of 0. < 0. indicating a significant effect of nursing education on improving parental knowledge. The conclusion of this study is that nursing education significantly increases parental knowledge and can be used as an effective intervention in preventing stunting in toddlers. Keywords: nursing education, parental knowledge, stunting, toddlers PENDAHULUAN . nicef,2. Perawat sebagai bagian dari tenaga kesehatan memiliki peran strategis dalam upaya promotif dan preventif melalui pemberian edukasi kesehatan. Edukasi keperawatan merupakan salah satu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku individu maupun keluarga dalam menjaga kesehatan. Melalui edukasi yang terencana dan sistematis, perawat dapat pentingnya pencegahan stunting serta langkah-langkah praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Notoadmojo, 2. Edukasi keperawatan yang diberikan kepada orang tua diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mengenai gizi seimbang, praktik pemberian makan yang tepat sesuai usia anak, serta pentingnya pemantauan pertumbuhan secara rutin. Peningkatan pengetahuan ini menjadi dasar penting dalam membentuk perilaku kesehatan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui sejauh mana pengaruh edukasi keperawatan terhadap tingkat pengetahuan orang tua dalam pencegahan stunting pada anak balita sebagai dasar penguatan peran perawat dalam pelayanan keperawatan anak dan komunitas. Stunting gangguan pertumbuhan pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan berlangsung dalam jangka waktu lama, terutama pada periode awal kehidupan. Masalah stunting menjadi perhatian serius karena tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, kemampuan belajar, serta peningkatan risiko penyakit degeneratif di masa dewasa. Anak yang mengalami stunting berpotensi memiliki kualitas hidup yang lebih rendah dibandingkan anak dengan status gizi normal. (WHO,2. Masa balita merupakan periode kritis dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan pada masa ini sangat menentukan kondisi anak di masa mendatang. Berbagai faktor berkontribusi terhadap terjadinya stunting, antara lain asupan gizi yang tidak adekuat, pola asuh yang kurang tepat, infeksi berulang, serta kondisi sanitasi dan lingkungan yang kurang mendukung. Faktor-faktor tersebut sering kali berkaitan erat dengan tingkat pengetahuan dan pemahaman orang tua terhadap kesehatan dan gizi anak. (Kemenkes, 2. Orang tua memiliki peran sentral dalam pencegahan stunting karena bertanggung jawab langsung terhadap pemenuhan kebutuhan nutrisi, perawatan kesehatan, serta stimulasi tumbuh kembang Namun, masih ditemukan orang tua yang memiliki pengetahuan terbatas mengenai stunting, termasuk pengertian, dampak jangka panjang, serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan sejak Rendahnya pengetahuan ini dapat memengaruhi pengambilan keputusan orang tua dalam praktik pemberian makan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen dengan rancangan one group pre-test dan post-test. Desain ini digunakan untuk menilai pengaruh pemberian edukasi keperawatan terhadap tingkat pengetahuan orang tua dalam pencegahan stunting pada anak balita dengan membandingkan hasil Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja kelurahan Putat Jaya pada bulan Oktober 2025 . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua yang memiliki anak balita di wilayah kerja kelurahan Putat Jaya . Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner terstruktur yang disusun oleh peneliti berdasarkan konsep pencegahan Kuesioner digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan orang tua dan terdiri dari pertanyaan pilihan ganda atau benar-salah. Sebelum digunakan, instrumen dilakukan uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan kelayakan alat ukur. Data yang terkumpul dianalisis secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan tingkat pengetahuan orang tua, serta bivariat untuk mengetahui pengaruh edukasi keperawatan terhadap tingkat pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah intervensi. Uji statistik yang digunakan disesuaikan dengan distribusi data, seperti uji paired ttest atau uji Wilcoxon. Hasil penelitian terhadap 30 orang tua yang memiliki anak balita menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan orang tua sebelum diberikan edukasi keperawatan sebagian besar berada pada kategori kurang. Berdasarkan hasil pre-test, diketahui bahwa 18 responden . %) memiliki tingkat pengetahuan kurang, 8 responden . ,7%) memiliki pengetahuan cukup, dan hanya 4 responden . ,3%) yang memiliki pengetahuan baik. Tabel 2 : Tingkat Pengetahuan Diberikan Edukasi Keperawatan Kategori Baik Setelah diberikan edukasi keperawatan, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan orang tua secara signifikan. Hasil post-test menunjukkan bahwa 20 responden . ,7%) berada pada kategori pengetahuan baik, 8 responden . ,7%) pada kategori cukup, dan hanya 2 responden . ,6%) yang masih berada pada kategori kurang. Tabel 3 : Pengaruh Edukasi Keperawatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Orang Tua Dalam Pencegahan Stunting Pada Anak Balita Sebelum Juml Prosenta Baik Cukup Kurang Uji paired t-test p=0,000 . <0,. Prosentase Jumlah Kategori Pengetahuan Kurang Tabel 1 : Tingkat Pengetahuan Sebelum Diberikan Edukasi Keperawatan Jumlah Prosentase Cukup HASIL PENELITIAN Kategori Baik Jumlah Setelah Setelah Juml Prosen Hasil analisis bivariat menggunakan uji t-test menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi keperawatan dengan nilai p = 0,000 . < 0,. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi Cukup Kurang Jumlah terutama di masyarakat yang akses edukasi kesehatannya terbatas. Menurut tingkat pengetahuan orang tua pada saat pre-test disebabkan oleh kurangnya informasi dan edukasi kesehatan yang diterima sebelumnya terkait pencegahan Sebagian besar responden belum pernah mendapatkan edukasi keperawatan secara terstruktur sehingga pemahaman mengenai stunting masih terbatas. Peneliti juga berpendapat bahwa orang tua pengalaman sehari-hari dalam merawat anak tanpa didukung oleh pengetahuan ilmiah yang memadai. Hal ini menyebabkan masih adanya kesenjangan pengetahuan, khususnya terkait gizi, pola asuh, dan pencegahan stunting pada anak Kondisi ini menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi keperawatan, orang tua belum memiliki dasar pengetahuan yang cukup, sehingga diperlukan intervensi edukatif yang pemahaman dan kesiapan orang tua dalam mencegah stunting. Tingkat Pengetahuan Setelah Diberikan Edukasi Keperawatan. Berdasarkan menunjukkan bahwa setelah diberikan edukasi keperawatan, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan orang tua secara Hasil post-test pengetahuan baik. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori pendidikan kesehatan yang menyatakan bahwa edukasi merupakan salah satu upaya utama dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku individu. Menurut Notoatmodjo . pengetahuan merupakan hasil dari proses belajar yang dipengaruhi oleh terhadap peningkatan tingkat pengetahuan orang tua dalam pencegahan stunting pada anak balita. PEMBAHASAN Tingkat Pengetahuan Sebelum Diberikan Edukasi Keperawatan Berdasarkan terhadap 30 orang tua yang memiliki anak balita menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan orang tua sebelum diberikan edukasi keperawatan sebagian besar berada pada kategori kurang. Tingkat pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain tingkat lingkungan, serta akses terhadap informasi kesehatan. Menurut Notoatmodjo . , pengetahuan merupakan hasil dari tahu seseorang terhadap suatu objek setelah pengetahuan dapat meningkat apabila individu memperoleh informasi yang tepat dan berkelanjutan. Rendahnya tingkat pengetahuan orang tua sebelum diberikan edukasi juga sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa kurangnya paparan informasi kesehatan dapat menyebabkan individu tidak memahami masalah kesehatan secara menyeluruh. WHO . menyebutkan bahwa masyarakat yang tidak mendapatkan edukasi kesehatan secara memadai cenderung memiliki pengetahuan yang rendah terkait pencegahan penyakit dan masalah gizi, termasuk stunting. Selain itu, menurut Kementerian Kesehatan RI . , masih banyak orang tua yang belum memahami secara benar mengenai faktor penyebab, dampak, dan cara pencegahan stunting pada anak balita, informasi pendidikan kesehatan. Semakin baik dan tepat metode edukasi yang diberikan, maka semakin besar pula kemungkinan terjadinya peningkatan pengetahuan pada Dalam berperan penting sebagai bagian dari promotif dan preventif, khususnya dalam pencegahan masalah gizi seperti stunting. Orang tua sebagai pengasuh utama anak membutuhkan pemahaman yang baik terkait pemenuhan gizi, pola asuh, sanitasi, dan pemantauan pertumbuhan anak ( WHO, 2. Edukasi menggunakan bahasa yang mudah dipahami dapat membantu orang tua menyerap informasi dengan lebih efektif, sehingga berdampak pada peningkatan Peningkatan pengetahuan yang dominan pada kategori menunjukkan bahwa materi dan metode penyampaian yang digunakan sudah sesuai dengan kebutuhan responden. Hal ini juga didukung oleh teori perubahan perilaku menurut Rosenstock . yang merupakan faktor awal yang sangat penting dalam membentuk sikap dan perilaku kesehatan. Menurut Green & Kreuter . dengan pengetahuan yang baik, orang tua diharapkan mampu menerapkan perilaku pencegahan stunting secara optimal dalam kehidupan seharihari. Namun ditemukannya responden dengan tingkat menunjukkan bahwa terdapat faktor lain yang dapat memengaruhi penerimaan informasi, seperti tingkat pendidikan, usia, pengalaman, serta kemampuan memahami materi yang diberikan. Hal ini sesuai dengan teori bahwa pengetahuan seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh edukasi, tetapi juga oleh faktor internal dan eksternal individu. Menurut pendapat peneliti, terdapat kesesuain, dimana hasil penelitian ini menegaskan bahwa edukasi keperawatan merupakan intervensi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua tentang pencegahan stunting. Edukasi yang berkelanjutan dan disesuaikan dengan karakteristik orang tua perlu terus dilakukan agar peningkatan pengetahuan dapat merata dan berkontribusi pada penurunan angka stunting pada anak balita. Peneliti peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat menjadi dasar terbentuknya sikap dan perilaku positif orang tua dalam upaya pencegahan stunting secara jangka panjang. Pengaruh Edukasi Keperawatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Orang Tua Dalam Pencegahan Stunting Pada Anak Balita Berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan uji paired t-test diperoleh nilai p = 0,000 . < 0,. , yang menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah diberikan edukasi Hasil ini menegaskan bahwa signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan orang tua dalam pencegahan stunting pada anak balita. Temuan penelitian ini sejalan dengan dikemukakan oleh Notoatmodjo . yang menyatakan bahwa pendidikan kesehatan merupakan suatu proses pembelajaran yang bertujuan untuk melalui pemberian informasi yang Edukasi keperawatan yang diberikan kepada orang tua berperan sebagai stimulus pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan kognitif responden, sehingga terjadi perubahan tingkat pengetahuan yang signifikan setelah intervensi. Selain itu, hasil penelitian ini juga didukung oleh teori domain perilaku kesehatan dari Bloom . , yang menyebutkan bahwa pengetahuan merupakan bagian dari domain kognitif yang menjadi dasar terbentuknya sikap dan perilaku. Peningkatan pengetahuan orang tua setelah edukasi keperawatan menunjukkan bahwa intervensi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman responden terhadap konsep pencegahan stunting, yang selanjutnya diharapkan dapat memengaruhi perilaku pengasuhan dan pemenuhan gizi anak balita. Dari perspektif perubahan perilaku kesehatan, teori Precede-Proceed Model yang dikemukakan oleh Green dan Kreuter . menjelaskan bahwa pengetahuan termasuk dalam faktor predisposing yang mempengaruhi perilaku kesehatan seseorang. Edukasi keperawatan dalam penelitian ini berperan sebagai faktor pengetahuan orang tua sebagai langkah awal dalam upaya pencegahan stunting. Dengan meningkatnya pengetahuan, orang tua diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk menerapkan praktik pengasuhan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan rekomendasi World Health Organization (WHO, menekankan bahwa edukasi kepada orang tua merupakan salah satu strategi utama dalam pencegahan stunting, khususnya melalui peningkatan pemahaman tentang gizi seimbang, praktik pemberian makan yang tepat, serta pemantauan pertumbuhan anak secara rutin. Edukasi keperawatan yang diberikan dalam penelitian ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan orang tua sesuai dengan kerangka promotif dan preventif yang dianjurkan WHO. Menurut UNICEF . , stunting tidak hanya disebabkan oleh kekurangan asupan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan orang tua terkait pengasuhan dan kesehatan anak. Oleh karena itu, intervensi edukasi menjadi sangat penting untuk meningkatkan pemahaman orang tua sebagai pengasuh utama anak balita. Hasil penelitian ini menunjukkan kesesuaian dengan teori tersebut, di mana peningkatan pengetahuan orang tua terjadi secara signifikan setelah diberikan edukasi Menurut pendapat penulis, hasil penelitian ini menunjukkan kesesuaian yang kuat antara fakta empiris dan teori yang ada. Nilai p yang signifikan . < 0,. membuktikan bahwa edukasi keperawatan merupakan intervensi yang efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan orang tua, sebagaimana dijelaskan dalam teori pendidikan kesehatan dan perubahan Tidak ditemukan kesenjangan antara hasil penelitian dan teori pendukung, melainkan terjadi penguatan satu sama lain. Namun demikian, penulis berpendapat bahwa peningkatan pengetahuan belum tentu secara otomatis diikuti oleh perubahan perilaku tanpa adanya dukungan Oleh karena itu, edukasi keperawatan perlu dilakukan secara kontinu dan disertai dengan pemantauan serta penguatan praktik pengasuhan di rumah agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara optimal dalam pencegahan stunting pada anak balita. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting. Jakarta: Kemenkes RI. SIMPULAN McGuire. Theoretical Foundations of Campaigns. Newbury Park: Sage Publications. Tingkat pengetahuan orang tua sebelum diberikan edukasi keperawatan sebagian besar berada pada kategori kurang. Hal ini menunjukkan bahwa orang tua belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai pencegahan stunting akibat keterbatasan informasi dan edukasi kesehatan yang diterima sebelumnya. Setelah diberikan edukasi keperawatan, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan orang tua secara signifikan, dengan sebagian besar responden berada pada kategori pengetahuan baik. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p = 0,000 . < 0,. , yang menandakan bahwa edukasi terhadap peningkatan tingkat pengetahuan orang tua dalam pencegahan stunting pada anak balita. Dengan demikian, edukasi keperawatan dapat dijadikan sebagai intervensi efektif dalam upaya promotif dan preventif untuk mencegah stunting pada anak balita. Notoatmodjo, . Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta. Notoatmodjo. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Notoatmodjo, . Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Rosenstock. Historical origins of the Health Belief Model. Health Education Monographs, 2. , 328Ae335. UNICEF. Improving Child Nutrition: The Achievable Imperative for Global Progress. New York: United Nations ChildrenAos Fund. World Health Organization. Reducing Stunting in Children: Equity Considerations for Achieving the Global Nutrition Targets 2025. Geneva: WHO. DAFTAR PUSTAKA