ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 3 Nomor 1 April 2023 Halaman 9-16 DOI : https://doi. org/10. 31294/abditeknika. ISSN 2775-1694 Pelestarian Potensi Alat Musik Kolotik Sebagai Ikon Desa Beber Ciamis Miftah Farid Adiwisastra1. Yudi Iskandar2. Lintang Juwita Safitri3. Ari Zainal Fauziah4. Vidi Azzahra Mujahidillah5. Sulaeman6 1,2,3,4,5,6 Universitas Bina Sarana Informatika Jalan Tanuwijaya. Empangsari. Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. Indonesia e-mail: 1miftah. mow@bsi. id, 212201532@bsi. id, 312200730@bsi. 12221359@bsi. id, 512220037@bsi. id, 612220159@bsi. Abstrak Di era globalisasi ini alat musik tradisional seakan kalah dengan budaya asing yang masuk ke Indonesia, sedikit demi sedikit menyebabkan masyarakat Indonesia meninggalkan alat musik Bukan berarti kita tidak boleh mendengarkan musik selain musik tradisional Indonesia, tetapi kita juga harus meluangkan waktu untuk mengapresiasi dan berusaha agar masyarakat dapat melestarikan alat musik tradisional Indonesia. Alat musik Kolotik merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Kabupaten Ciamis dengan berbahan utama berupa batok kelapa, dan bambu. Bunyinya yang terdengar unik, membuat alat musik tersebut kerap dijadikan buah tangan dari Kecamatan Cimaragas tepatnya di desa Beber. Tujuan dari pengabdian ini untuk mengenalkan dan melestarikan AuKolotikAy kepada generasi muda, karena generasi muda jaman sekarang lebih memilih kesenian dan kebudayaan orang barat. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini yaitu generasi muda dapat mengenal Kolotik sebagai alat musik yang tercipta di desa beber dan juga meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap kesenian yang ada di lingkungan sekitarnya. Mereka juga tergerak untuk mendukung kelestarian budaya dan ikut menjaga budaya lokal serta ikut berpartisipasi apabila ada kegiatan dalam rangka pelestarian kebudayaan, mengajarkan kebudayaan itu pada generasi penerus sehingga kebudayaan itu tidak musnah dan tetap dapat bertahan. Mencintai budaya sendiri tanpa merendahkan dan melecehkan budaya orang lain. Kata Kunci: Kolotik. Pelestarian. Alat Musik Tradisional Abstract In this era of globalization, traditional musical instruments seem to be inferior to foreign cultures that have entered Indonesia, little by little causing Indonesian people to abandon traditional musical instruments. That doesn't mean we can't listen to music other than traditional Indonesian music, but we also have to take the time to appreciate and try so that people can preserve traditional Indonesian musical instruments. The Kolotik musical instrument is a traditional musical instrument originating from Ciamis Regency with the main ingredients being coconut shells and bamboo. The sound that sounds unique makes this musical instrument often used as a souvenir from Cimaragas District, to be precise in Beber The purpose of this dedication is to introduce and preserve "Kolotik" to the younger generation, because today's young generation prefers western art and culture. The expected results of this activity are that the younger generation can get to know Kolotik as a musical instrument that was created in the Beber village and also increase the awareness of the This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Published by LPPM Universitas Bina Sarana Informatika ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 3 Nomor 1 April 2023 ISSN 2775-1694 younger generation about the arts in their surroundings. They are also moved to support cultural preservation and help protect local culture and participate when there are activities in the framework of cultural preservation, teach that culture to future generations so that the culture is not destroyed and can still survive. Love their own culture without demeaning and harassing the culture of others. Keywords: Kolotik. Preservation. Traditional Musical Instruments Pendahuluan Kolotik adalah alat dari Kabupaten Ciamis ini dulunya hanya sebagai buah tangan dari kecamatan Cimaragas. Ciamis. Tak hanya berbahan dasar batok kelapa. Alat musik ini juga terbuat dari bambu dan tali. Nama AokolotikAo sendiri adalah singkatan dari bahasa Sunda yakni kolotok leutik. Yang berarti Aotempurung kelapa kecilAo. Kolotik juga merupakan pembaharuan dari kolotok. Dahulu kolotok dijadikan identitas yang dipasang dileher sapi atau kerbau di Desa Cimaragas. Perbedaannya, ukuran kolotok lebih besar dari kolotik. Alat musik kolotik diciptakan oleh salah satu seniman asal Cimaragas, yakni Abah Nani. Sang pencipta kolotik menuturkan bahwa idenya bermula dari ingatannya tentang masa Sekitar tahun 1959 atau 1960. Lalu, setelah ia berhenti bekerja, tercetuslah ide untuk membuat sampah batok kelapa menjadi lebih bermanfaat. Selain Abah Nani. Abah Latif juga ikut andil dalam menciptakan kolotik ini. Baik Abah Nani ataupun Abah Latif, keduanya berasal dari Bojongsalawe. Cimaragas. Ciamis. Seiring berkembangnya zaman, seni dan budaya tradisional terus terkikis dan banyak yang tidak peduli tentang pentingnya seni dan budaya bagi anak cucu yang akan datang. Banyak generasi muda yang lebih memilih budaya barat daripada budaya tradisional. Bukan rahasia lagi ketika generasi muda indonesia mulai meninggalkan seni dan budaya tradisional seperti karawitan, gamelan, dan juga wayang. Masuknya berbagai kesenian dan kebudayaan barat dari berbagai media yang telah berkembang di zaman modern ini, menjadikan seni dan budaya tradisional semakin hari semakin meluntur. Saat ini kesenian dan kebudayaan barat terus mendominasi kebudayaan di dalam negeri, seakan-akan telah menjadi konsumsi sehari hari bagi generasi muda. Generasi muda yang dulunya bersemangat dalam mempelajari seni dan budaya tradisional sekarang musnah ditelan zaman. Mendominasinya kesenian dan kebudayaan barat di dalam negeri menjadikan generasi muda menganggap bahwa kesenian dan kebudayaan tradisional tidak ngetren dan terkesan kuno pada zaman sekarang. Dampaknya sangat terasa bagi generasi muda yang tidak mau mempelajari bahkan mereka sudah tidak mengenal seni dan budaya kita sendiri . Sosialisasi merupakan sebagai proses penyerapan warisan-warisan sosial dan budaya oleh seseorang dalam masyarakat. Dimana melalui sosialisasi seseorang akan berfungsi dalam kelompoknya tersebut. Selanjutnya, interaksi yang terjalin selama ini antara manusia di masyarakat akan membangun suatu narasi baru. Dalam proses sosialisasi sebagai suatu proses utama untuk merangkum semua unsur dari berbagai sistem yang ada di kehidupan masyarakat tersebut (LPM USU, 2. Selanjutnya kita membahas mengenai sosialisasi budaya, yang menjadi proses pengenalan budaya leluhur untuk dijadikan pembelajaran dan pelestarian budaya. Mengingat kembali Sosialisasi merupakan proses interaksi sosial antar individu dalam mengenali pola pikir, perasaan, dan bertingkah laku untuk membuat peran dalam kehidupan bermasyarakat . http://jurnal. id/index. php/abditeknika ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 3 Nomor 1 April 2023 ISSN 2775-1694 Sehingga sosialisasi budaya diartikan sebagai interaksi sosial antar individu atau kelompok dalam pengenalan mengenai budaya leluhur (Hariadi et al. , 2. Dimana budaya itu untuk dapat dijadikan pola pikir, perasaan dan bertingkah laku di dalam suatu lingkungan masyarakat. Sosialisasi budaya menjadi kegiatan internalisasi . nilai dari penerapan nilai budaya yang dilakukan dengan metode pembelajaran dan pendidikan, indoktrinasi dan cuci otak (Ikan, 2. Kekurangan tenaga yang memiliki kemampuan dan pemikiran untuk berkembang bersama dengan kesenian lain menjadi salah satu kesulitan praktis dalam pembinaan seni tradisi di daerah. Hal ini juga berdasarkan hasil wawancara kami dengan sekolah mitra bahwa sebagian dari mereka kurang mengenali AuKolotikAy. Dukungan dari pemerintah daerah setempat, tentunya dengan melibatkan masyarakat dan kalangan akademisi yang berkompeten di bidang seni, merupakan langkah strategis untuk mewujudkan harapan tersebut (Mega Tunjung Hapsari, 2. Metode Metode adalah Auprosedur, teknik, atau langkah untuk melakukan sesuatu, terutama untuk mencapai tujuan tertentu. Metode untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh Desa Beber, maka diadakan Sosialisasi Potensi Seni Kreatif Pengenalan Sang Kolotik di Lingkungan Masyarakat Desa Beber (Jalal, 2. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam 3 . tahapan yaitu : tahap yang pertama persiapan, pada tahapan ini dilakukan koordinasi dan diskusi dengan mitra untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh Desa Beber Kabupaten Ciamis. Selanjutnya setelah permasalahannya sudah diketahui yaitu tentang pelestarian alat musik daerah, maka disepakati untuk mengadakan sosialisasi ke masyarakat tentang Pelestarian Potensi Alat Musik Kolotik Sebagai Ikon Desa Beber Ciamis. Selanjutnya melakukan persiapan mulai dari undangan, tempat, waktu, dan pembicara untuk mengisi kegiatan Pelestarian Potensi Alat Musik Kolotik Sebagai Ikon Desa Beber Ciamis, setelah itu membuat soal tes dan kuesioner untuk mengetahui respon dari peserta pelatihan(Larosa et al. , 2. Tahapan yang kedua yaitu pelaksanaan, adapun tahapan pertama pelaksanaanya dalam bentuk ceramah yaitu pemberian materi tentang sejarah alat musik tradisional kolotik yang disampaikan langsung oleh penemu kolotiknya. Kemudian pada tahapan kedua pelaksanaannya dalam bentuk praktek pembuatan alat musik kolotik disertai demonstrasi cara memainkan alat kolotik. Untuk tahapan ketiga yaitu monitoring dan evaluasi (Nurhayati & Ambari, 2. Pada tahapan ini dilakukan dengan menyerahkan soal tes yang harus diisi oleh mitra untuk mengetahui seberapa besar peningkatan pengetahuan mitra setelah dilakukan sosialisasi. Selain itu, mitra juga harus mengisi kuesioner untuk mengetahui bagaimana respon dari peserta pelatihan (Veri et al. , 2. http://jurnal. id/index. php/abditeknika ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 3 Nomor 1 April 2023 ISSN 2775-1694 Tahap Persiapan Tahap Pelaksanaan Tahap Monitoring dan Evaluasi Gambar 1. Tahapan Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat Hasil dan Pembahasan Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat berupa ide kreatif pengenalan dan pengembangan desa kreatif bersama sang kolotik alat musik tradisional milik warga Beber Memberikan pengetahuan dan wawasan tentang Kolotik. Memberikan kesadaran tentang pentingnya menjaga warisan budaya lokal. Menambah pengetahuan proses pembuatan kolotik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada hari Kamis, 2 Februari 2023 30 WIB. Pengabdian masyarakat ini melibatkan satu dosen dan lima mahasiswa dari Universitas BSI PSDKU Tasikmalaya (BSI, 2. Berikut ini adalah rangkaian kegiatan pada pengabdian masyarakat. Gambar 1. Dokumentasi pembukaan oleh moderator Pada gambar 2 terlihat pembukaan acara yang di lakukan oleh moderator, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pihak Universitas Bina Sarana Informatika, pihak Desa dan pihak Sekolah SD. http://jurnal. id/index. php/abditeknika ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 3 Nomor 1 April 2023 ISSN 2775-1694 Gambar 2. Penyampaian Materi Pada gambar 3 adalah penyampaian materi Abah Nani. Materi yang disampaikan tentang Sejarah Kolotik . Gambar 3. Dokumentasi Peserta Saat Menyimak Materi Peserta sangat antusias dengan materi yang disampaikan. Mereka mencatat hal-hal yang http://jurnal. id/index. php/abditeknika ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 3 Nomor 1 April 2023 ISSN 2775-1694 Gambar 4. Dokumentasi Terakhir Bersama Siswa/i dan Tamu Undangan Grafik Kepuasan Pengabdian Masyarakat Poin 1 Poin 2 Poin 3 Poin 4 Poin 5 Puas Poin 6 Poin 7 Poin 8 Poin 9 Poin 10 Tidak Puas Gambar 5. Grafik Kepuasan Peserta Terhadap Kegiatan Sosialisasi Pengabdian Masyarakat Desa Beber Dari Grafik Gambar 6 dapat di simpulkan bahwa sebagian besar peserta merasa puas dengan sosialisasi yang di sampaikan dan pelayanan kebutuhan peserta oleh anggota yang terlibat. Tabel 1. Kepuasan Peserta Terhadap Kegiatan Sosialisasi Pengabdian Masyarakat Desa Beber PERNYATAAN Personil/anggota yang terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan Tutor menyampaikan materi kegiatan dengan jelas dan mudah dimengerti oleh peserta. http://jurnal. id/index. php/abditeknika PUAS NILAI TIDAK PUAS ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 3 Nomor 1 April 2023 Setiap keluhan/pernyataan/permasalahan yang diajukan ditindak lanjuti dengan baik oleh totur yang terlibat. Materi yang di sampaikan sesuai dengan kebutuhan peserta dalam menambah wawasan, pengetahuan, keterampilan dan keahlian peserta. Peserta mendapatkan materi kegiatan berupa modul dan soal Peralatan untuk menyampaikan materi memadai. Kegiatan pengabdian masyarakat yang di sampaikan bermanfaat untuk menambah wawasan, pengetahuan, keterampilan dan keahlian peserta. Saya merasa puas dengan kegiatan pengabdian masyarakat yang di selenggarakan UBSI Kegiatan pengabdian masyarakat yang di selenggarakan UBSI sesuai dengan harapan saya. Jika kegiatan ini diselenggarakan kembali, saya bersedia untuk berpartisipasi/terlibat. ISSN 2775-1694 Dilihat dari persentasi tabel 1 dapat di simpulkan bahwa sebagian besar peserta merasa puas dengan sosialisasi yang di sampaikan dan pelayanan kebutuhan peserta oleh anggota yang Sehingga, setelah mengikuti pengabdian masyarakat ini, peserta mendapatkan pengetahuan baru yang bisa dijadikan sebagai ilmu baru yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari dan peserta juga mendapatkan tambahan kemampuan yang dapat dikembangkan menjadi sebuah karya. Kesimpulan Pelestarian Potensi Alat Musik Kolotik Sebagai Ikon Desa Beber Ciamis sangatlah bermanfaat khususnya bagi para peserta di SDN 1 BEBER agar dapat lebih mengenal dan tahu cara pembuatan alat musik tradisional kolotik. Kegiatan ini juga dapat menumbuhkan kesadaran peserta akan pentingnya alat musik tradisional kolotik, dapat di lihat pada table 1 dari tingkat kepuasan peserta terhadap materi yang disampaikan oleh tutor dan tingkat pemahaman materi yang diberikan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan ini juga dapat menjalin hubungan dan silaturahmi antara Universitas Bina Sarana Informatika dengan masyarakat khususnya SDN 1 BEBER yang telah bekerjasama dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat ini. Daftar Pustaka