AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 11 Nomor 2 Bulan Juli Ae Desember Tahun 2025 E-ISSN 2723-4452 C-ISSN 2528-2697 Islamic Religious Education Teachers' Strategies In Developing Students' Morals At State Senior High School 1 Meurah Mulia Ismarival Hadizian dan Ammar Zainuddin Mahasiswa Pascasarjana Universitas KH Abdul Chalim dan Tenaga Pengajar Pascasarjana Universitas KH Abdul Chalim Mojokorto Jawa Timur Email : tgk. ismarivalhadizian@yahoo. ABSTRACT Moral development is one of the primary objectives of Islamic education that must be realized through the educational process in schools. Islamic Religious Education (PAI) teachers play an essential role in shaping studentsAo character and behavior in accordance with moral values and Islamic teachings. This study aims to examine the strategies used by Islamic Religious Education teachers in fostering studentsAo moral character at SMA Negeri 1 Meurah Mulia, as well as identifying the supporting and inhibiting factors in the process. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The research informants consisted of the principal, vice principal for student affairs. Islamic Religious Education teachers, counseling teachers, and students. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the strategies implemented by PAI teachers in fostering studentsAo moral character include exemplary behavior, habituation of religious practices, emotional approaches, and providing motivation and religious advice. Supporting factors include cooperation between teachers, schools, and parents, as well as a religious school environment. Meanwhile, inhibiting factors include peer influence, lack of parental supervision, and uncontrolled use of technology. Therefore, collaboration between schools, families, and communities is essential in fostering students' moral development effectively. Keywords: learning strategy. Islamic education teacher, moral development. Islamic Ismarival Hadizian dan Ammar Zainuddin T. Ismarival Hadizian dan Ammar Zainuddin. Strategi Guru PendidikanA Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membina Akhlak Siswa Di Sma Negeri 1 Meurah Mulia ABSTRAK Pembinaan akhlak merupakan salah satu tujuan utama pendidikan Islam yang harus diwujudkan melalui proses pendidikan di sekolah. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan perilaku siswa agar sesuai dengan nilai-nilai moral dan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak siswa di SMA Negeri 1 Meurah Mulia, faktor pendukung dalam pembinaan akhlak siswa, serta faktor penghambat yang dihadapi dalam proses Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru PAI, guru bimbingan konseling, dan siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru PAI dalam membina akhlak siswa dilakukan melalui berbagai pendekatan, antara lain melalui keteladanan, pembiasaan perilaku religius, pendekatan emosional, serta pemberian motivasi dan nasihat keagamaan. Faktor pendukung dalam pembinaan akhlak siswa meliputi kerja sama antara guru, sekolah, dan orang tua, serta lingkungan sekolah yang religius. Sementara itu, faktor penghambat meliputi pengaruh lingkungan pergaulan siswa, kurangnya perhatian orang tua, dan perkembangan teknologi yang tidak terkontrol. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pihak sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membina akhlak siswa secara optimal. Kata kunci: strategi pembelajaran, guru PAI, pembinaan akhlak, pendidikan Islam PENDAHULUAN Pendidikan merupakan proses fundamental dalam kehidupan manusia yang berfungsi untuk mengembangkan potensi individu secara Melalui pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga nilai-nilai moral, etika, dan T. Ismarival Hadizian dan Ammar Zainuddin. Strategi Guru PendidikanA Pendidikan yang baik mampu membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik, berakhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sosialnya. Dalam sistem pendidikan nasional Indonesia, pendidikan tidak membentuk karakter dan moral peserta didik. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menyatakan bahwa membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Dalam perspektif pendidikan Islam, pembinaan akhlak merupakan aspek yang sangat penting dan menjadi salah satu tujuan utama Islam memandang bahwa akhlak merupakan cerminan dari keimanan seseorang. Akhlak tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia dengan sesama manusia, tetapi juga mencakup hubungan manusia dengan Allah SWT serta dengan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, pendidikan Islam menempatkan pembinaan akhlak sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan secara keseluruhan. AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 11 Nomor 2 Bulan Juli - Desember Tahun 2025 T. Ismarival Hadizian dan Ammar Zainuddin. Strategi Guru PendidikanA Akhlak dapat diartikan sebagai sifat atau perilaku yang tertanam dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan baik atau buruk secara spontan tanpa memerlukan pertimbangan yang Dalam kehidupan sehari-hari, akhlak tercermin melalui sikap, ucapan, dan tindakan seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain. Pendidikan akhlak yang baik diharapkan mampu membentuk generasi yang memiliki kepribadian yang kuat, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya. Di lingkungan sekolah, guru memiliki peran yang sangat strategis dalam proses pembinaan akhlak peserta didik. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi pelajaran, tetapi juga sebagai pembimbing, motivator, dan teladan bagi siswa. Perilaku dan sikap guru sering kali menjadi contoh yang diikuti oleh peserta didik dalam kehidupan seharihari. Oleh karena itu, guru memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan nilai-nilai akhlak yang baik kepada siswa. Secara khusus, guru Pendidikan Agama Islam memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam membina akhlak siswa. Hal ini karena materi Pendidikan Agama Islam tidak hanya berisi pengetahuan keagamaan, tetapi juga mencakup nilai-nilai moral dan etika yang harus diterapkan dalam kehidupan. Guru Pendidikan Agama Islam diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai keislaman kepada siswa melalui berbagai metode pembelajaran yang efektif serta melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Namun demikian, dalam praktiknya pembinaan akhlak siswa tidak selalu berjalan dengan mudah. Perkembangan zaman yang semakin pesat membawa berbagai tantangan baru dalam dunia pendidikan, khususnya T. Ismarival Hadizian dan Ammar Zainuddin. Strategi Guru PendidikanA dalam pembinaan moral dan karakter siswa. Pengaruh lingkungan sosial, pergaulan teman sebaya, serta perkembangan teknologi informasi dan media sosial dapat memberikan dampak positif maupun negatif terhadap perilaku siswa. Di era digital saat ini, siswa memiliki akses yang sangat luas terhadap berbagai informasi melalui internet dan media sosial. Tanpa adanya bimbingan yang tepat, hal tersebut dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku siswa, termasuk dalam hal sikap dan moralitas. Beberapa fenomena yang sering ditemukan di lingkungan sekolah antara lain kurangnya sikap disiplin, rendahnya rasa hormat terhadap guru, serta munculnya perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan nilainilai moral dan norma agama. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat dan efektif dari guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak siswa di lingkungan sekolah. Strategi tersebut dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti keteladanan, pembiasaan, pemberian nasihat, serta penerapan metode pembelajaran yang mampu menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa secara mendalam. Selain itu, pembinaan akhlak juga memerlukan kerja sama antara guru, pihak sekolah, orang tua, serta lingkungan masyarakat agar proses pendidikan dapat berjalan secara SMA Negeri 1 Meurah Mulia sebagai salah satu lembaga pendidikan formal memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didiknya. Guru Pendidikan Agama Islam di sekolah tersebut diharapkan mampu menjalankan perannya secara maksimal AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 11 Nomor 2 Bulan Juli - Desember Tahun 2025 T. Ismarival Hadizian dan Ammar Zainuddin. Strategi Guru PendidikanA dalam membina akhlak siswa melalui berbagai strategi pendidikan yang Namun demikian, proses pembinaan akhlak tersebut tentu tidak menghambat pelaksanaannya. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak siswa di SMA Negeri 1 Meurah Mulia, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembinaan akhlak tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pendidikan akhlak di lingkungan sekolah serta menjadi referensi bagi para pendidik dalam meningkatkan kualitas pembinaan karakter peserta didik. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam fenomena sosial yang terjadi dalam proses pembinaan akhlak siswa di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan ini, peneliti dapat memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai strategi yang digunakan oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak siswa. Penelitian kualitatif menekankan pada pemahaman makna, proses, serta pengalaman yang dialami oleh subjek penelitian dalam konteks yang alamiah. Jenis penelitian deskriptif digunakan untuk menggambarkan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta yang terjadi di Dalam penelitian ini, peneliti berusaha mendeskripsikan berbagai strategi yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam T. Ismarival Hadizian dan Ammar Zainuddin. Strategi Guru PendidikanA dalam membina akhlak siswa serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembinaan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive dengan pertimbangan bahwa sekolah tersebut merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang memiliki program pembinaan keagamaan dan kegiatan keislaman yang aktif. Selain itu, sekolah ini juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik melalui kegiatan pendidikan agama Islam yang terintegrasi dalam proses pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler. Subjek atau informan dalam penelitian ini terdiri dari beberapa pihak yang terlibat langsung dalam proses pembinaan akhlak siswa di Informan tersebut meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru Pendidikan Agama Islam, guru bimbingan dan konseling, serta beberapa siswa yang dipilih sebagai responden untuk memberikan informasi mengenai pengalaman mereka dalam mengikuti proses pembinaan akhlak di sekolah. Pemilihan informan dilakukan secara purposive, yaitu berdasarkan pertimbangan bahwa mereka memiliki pengetahuan dan pengalaman yang relevan dengan fokus penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga metode utama, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam serta aktivitas siswa di AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 11 Nomor 2 Bulan Juli - Desember Tahun 2025 T. Ismarival Hadizian dan Ammar Zainuddin. Strategi Guru PendidikanA lingkungan sekolah. Melalui observasi, peneliti dapat melihat secara langsung bagaimana interaksi antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran serta bagaimana strategi pembinaan akhlak diterapkan dalam kegiatan sehari-hari di sekolah. Wawancara dilakukan secara mendalam dengan para informan penelitian untuk memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai strategi yang digunakan oleh guru dalam membina akhlak siswa. Wawancara dilakukan secara semi terstruktur agar peneliti tetap memiliki panduan pertanyaan, namun tetap memberikan kesempatan kepada informan untuk menjelaskan pengalaman dan pandangannya secara lebih luas. Dokumentasi digunakan sebagai sumber data pendukung yang berkaitan dengan kegiatan pembinaan akhlak siswa di sekolah. Dokumen yang dikumpulkan antara lain berupa program kegiatan keagamaan sekolah, jadwal kegiatan pembinaan karakter, foto kegiatan keagamaan, serta dokumen lain yang relevan dengan fokus penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Model analisis ini dilakukan secara terus menerus selama proses penelitian berlangsung hingga data dianggap jenuh. Analisis data meliputi tiga tahapan utama. Data menyederhanakan, serta mengorganisasi data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi sehingga menjadi data yang lebih terarah dan relevan dengan tujuan penelitian. Ismarival Hadizian dan Ammar Zainuddin. Strategi Guru PendidikanA Penyajian data, yaitu proses menyusun data yang telah direduksi informasi yang diperoleh. Penarikan kesimpulan, yaitu tahap akhir dalam proses analisis data yang dilakukan dengan menafsirkan makna dari data yang telah disajikan sehingga diperoleh kesimpulan mengenai strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak siswa serta faktor-faktor yang mempengaruhi proses tersebut. Melalui tahapan analisis tersebut, diharapkan penelitian ini dapat menghasilkan gambaran yang jelas dan mendalam mengenai strategi pembinaan akhlak siswa yang diterapkan di SMA Negeri 1 Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 1 Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara, diperoleh beberapa temuan mengenai strategi yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak siswa. Strategi tersebut diterapkan melalui berbagai pendekatan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral dan keagamaan kepada siswa agar tercermin dalam perilaku sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan akhlak siswa dilakukan melalui beberapa strategi utama, yaitu keteladanan guru, pembiasaan perilaku religius, pendekatan emosional, serta pemberian motivasi dan AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 11 Nomor 2 Bulan Juli - Desember Tahun 2025 T. Ismarival Hadizian dan Ammar Zainuddin. Strategi Guru PendidikanA Keteladanan Guru Salah satu strategi yang paling efektif dalam pembinaan akhlak siswa adalah melalui keteladanan guru. Dalam proses pendidikan, guru tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai figur yang menjadi contoh bagi siswa. Sikap, perilaku, dan cara berinteraksi guru dengan siswa maupun dengan sesama guru menjadi perhatian dan sering ditiru oleh siswa. Berdasarkan hasil observasi di SMA Negeri 1 Meurah Mulia, guru Pendidikan Agama Islam berusaha memberikan contoh perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Hal tersebut terlihat dari sikap guru yang selalu menjaga tutur kata, bersikap sopan, serta menunjukkan sikap disiplin dalam menjalankan tugasnya. Guru juga berusaha menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, serta sikap saling menghormati kepada siswa. Keteladanan guru menjadi salah satu metode yang sangat efektif dalam pembinaan akhlak karena siswa cenderung meniru perilaku yang mereka lihat secara langsung. Dengan adanya contoh nyata dari guru, siswa dapat memahami bagaimana nilai-nilai akhlak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sekadar dipelajari secara teoritis di dalam kelas. Pembiasaan Perilaku Religius Strategi lain yang diterapkan dalam pembinaan akhlak siswa adalah melalui pembiasaan perilaku religius di lingkungan sekolah. Pembiasaan ini dilakukan melalui berbagai kegiatan keagamaan yang T. Ismarival Hadizian dan Ammar Zainuddin. Strategi Guru PendidikanA dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari program pendidikan karakter di sekolah. Beberapa kegiatan religius yang dilakukan di SMA Negeri 1 Meurah Mulia antara lain membaca doa sebelum dan sesudah pembelajaran, melaksanakan shalat berjamaah, serta mengikuti kegiatan keagamaan lainnya seperti ceramah atau kajian keislaman. Kegiatankegiatan tersebut bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai spiritual kepada siswa sehingga mereka terbiasa menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan perilaku religius ini dinilai efektif dalam membentuk karakter siswa karena dilakukan secara berulang dan terintegrasi dalam kegiatan sekolah. Dengan adanya kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang ajaran agama, tetapi juga terbiasa mempraktikkannya secara langsung. Pendekatan Emosional Pendekatan emosional juga menjadi salah satu strategi yang digunakan oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak Dalam pendekatan ini, guru berusaha memahami kondisi psikologis siswa serta menjalin hubungan yang baik dengan mereka. Guru tidak hanya bertindak sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang memberikan perhatian terhadap perkembangan emosional siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam, diketahui bahwa pendekatan emosional dilakukan dengan cara AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 11 Nomor 2 Bulan Juli - Desember Tahun 2025 T. Ismarival Hadizian dan Ammar Zainuddin. Strategi Guru PendidikanA memberikan bimbingan secara personal kepada siswa yang mengalami masalah atau menunjukkan perilaku yang kurang baik. Guru berusaha mendengarkan keluhan siswa, memberikan arahan, serta membantu mereka menemukan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi. Pendekatan ini dinilai cukup efektif karena siswa merasa dihargai dan diperhatikan oleh guru. Ketika hubungan antara guru dan siswa terjalin dengan baik, siswa akan lebih mudah menerima nasihat serta bimbingan yang diberikan oleh guru. Pemberian Motivasi dan Nasihat Selain emosional, guru Pendidikan Agama Islam juga memberikan motivasi dan nasihat kepada siswa sebagai bagian dari proses pembinaan akhlak. Nasihat yang diberikan biasanya berkaitan dengan nilai-nilai moral serta ajaran Islam yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Motivasi dan nasihat tersebut disampaikan baik dalam proses pembelajaran di kelas maupun dalam berbagai kesempatan lainnya, seperti saat kegiatan keagamaan atau ketika guru memberikan arahan kepada siswa. Guru berusaha menanamkan kesadaran kepada siswa tentang pentingnya memiliki akhlak yang baik, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia. Melalui motivasi dan nasihat yang diberikan secara berkelanjutan, siswa diharapkan dapat memahami pentingnya menjaga perilaku serta menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan mereka. Ismarival Hadizian dan Ammar Zainuddin. Strategi Guru PendidikanA Faktor Pendukung Pembinaan Akhlak Siswa Selain strategi yang diterapkan oleh guru, keberhasilan pembinaan akhlak siswa juga dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung. Salah satu faktor yang sangat penting adalah kerja sama antara guru dan orang Orang tua memiliki peran utama dalam mendidik anak di lingkungan keluarga, sehingga dukungan dari orang tua sangat membantu dalam proses pembinaan akhlak siswa di sekolah. Selain itu, lingkungan sekolah yang kondusif juga menjadi faktor pendukung dalam pembinaan akhlak siswa. Lingkungan sekolah yang menerapkan nilai-nilai disiplin, kebersamaan, serta kegiatan keagamaan yang terstruktur dapat membantu siswa dalam membentuk perilaku yang Adanya program pembinaan karakter yang diterapkan oleh pihak sekolah juga menjadi salah satu faktor yang mendukung keberhasilan pembinaan akhlak siswa. Program tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan nilai-nilai moral dan keagamaan melalui berbagai kegiatan yang bersifat edukatif. Faktor Penghambat Pembinaan Akhlak Siswa Di samping faktor pendukung, terdapat pula beberapa faktor yang menjadi hambatan dalam proses pembinaan akhlak siswa. Salah satu faktor yang cukup berpengaruh adalah lingkungan pergaulan siswa di luar sekolah. Pergaulan yang kurang baik dapat mempengaruhi perilaku siswa sehingga bertentangan dengan nilai-nilai moral yang diajarkan di AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 11 Nomor 2 Bulan Juli - Desember Tahun 2025 T. Ismarival Hadizian dan Ammar Zainuddin. Strategi Guru PendidikanA Selain itu, kurangnya pengawasan dari orang tua juga menjadi salah satu faktor penghambat dalam pembinaan akhlak siswa. Ketika perkembangan anak, maka proses pembinaan akhlak yang dilakukan di sekolah menjadi kurang optimal. Perkembangan teknologi informasi dan penggunaan media sosial yang tidak terkontrol juga menjadi tantangan dalam pembinaan akhlak Akses yang mudah terhadap berbagai informasi melalui internet dapat memberikan pengaruh negatif terhadap perilaku siswa jika tidak disertai dengan pengawasan dan bimbingan yang tepat. Dengan demikian, pembinaan akhlak siswa memerlukan kerja sama antara berbagai pihak, baik guru, orang tua, maupun lingkungan Melalui kerja sama tersebut, diharapkan proses pembinaan akhlak dapat berjalan secara lebih efektif dan mampu membentuk generasi yang memiliki karakter serta akhlak yang baik. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak siswa di SMA Negeri 1 Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara, dapat disimpulkan bahwa pembinaan akhlak siswa merupakan proses yang memerlukan pendekatan yang sistematis, berkelanjutan, dan melibatkan berbagai pihak dalam lingkungan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam menerapkan beberapa strategi utama dalam membina akhlak siswa. Strategi tersebut meliputi keteladanan guru, pembiasaan perilaku religius. Ismarival Hadizian dan Ammar Zainuddin. Strategi Guru PendidikanA Keteladanan guru menjadi salah satu metode yang sangat efektif karena siswa cenderung meniru perilaku yang mereka lihat secara langsung dari guru sebagai figur yang dihormati. Selain itu, pembiasaan perilaku religius melalui kegiatan keagamaan di sekolah mampu membentuk kebiasaan positif pada diri siswa sehingga nilai-nilai Islam dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan emosional yang dilakukan oleh guru juga memberikan dampak positif dalam proses pembinaan akhlak siswa, karena melalui pendekatan ini guru dapat memahami kondisi psikologis siswa serta memberikan bimbingan yang lebih personal. Sementara itu, pemberian motivasi dan nasihat secara berkelanjutan membantu meningkatkan kesadaran siswa untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dan ajaran Islam. Keberhasilan pembinaan akhlak siswa juga dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung, di antaranya kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua, serta lingkungan sekolah yang religius dan Dukungan dari keluarga sangat penting dalam memperkuat nilai-nilai moral yang telah ditanamkan di lingkungan sekolah. Namun terdapat beberapa faktor yang hambatan dalam proses pembinaan akhlak siswa, seperti pengaruh lingkungan pergaulan, kurangnya perhatian dan pengawasan dari orang tua, serta perkembangan teknologi dan media sosial yang tidak Faktor-faktor tersebut dapat memberikan pengaruh negatif AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 11 Nomor 2 Bulan Juli - Desember Tahun 2025 T. Ismarival Hadizian dan Ammar Zainuddin. Strategi Guru PendidikanA terhadap perilaku siswa apabila tidak diimbangi dengan bimbingan dan pengawasan yang baik. Oleh karena itu, pembinaan akhlak siswa tidak dapat hanya dilakukan oleh pihak sekolah saja, tetapi memerlukan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Melalui kerja sama yang baik antara ketiga unsur tersebut, diharapkan proses pembinaan akhlak dapat berjalan secara lebih efektif sehingga mampu membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman. DAFTAR PUSTAKA