FENOMENA KELOMPOK SEL (CELL GROUP) DALAM GEREJA LOKAL Amos Hosea Abstrak Tulisan ini membahas tentang kelompok sel yang dianggap oleh ahli peneliti pertumbuhan gereja sebagai sebuah fenomena yang menarik untuk diteliti dan diterapkan di dalam sebuah gereja lokal. Di dalam pertumbuhan gereja ditemukan berbagai macam model yang disebut sebagai model pertumbuhan gereja. Tulisan ini membahas tentang kelompok sel secara komprehensif dan bersifat umum yang dimulai dari pembahasan tentang pengertian kelompok sel. Terdapat beberapa defisini yang digunakan untuk menggambarkan pengertian sebuah kelompok sel. Pengertian atau berbagai definisi kelompok sel dibahas secara komprehensif supaya dapat memberikan pengertian yang utuh. Perbedaan antara gereja yang memiliki kelompok sel dengan gereja yang tidak memakai kelompok sel di dalam sebuah gereja lokal digambarkan secara singkat. Untuk lebih memperjelas pengertian kelompok sel, perbedaan antara ibadah umum dengan kelompok sel diulas secara umum. Sejarah kelompok sel mendapat perhatian khusus di dalam tulisan ini. Alasan penerapan kelompok sel bagi sebuah gereja lokal mendapat sorotan khusus. Dan pada akhirnya diulas bagaimana proses dan penerapan sebuah kelompok sel di dalam sebuah gereja lokal. Kata kunci: kelompok sel, gereja lokal, pertumbuhan gereja, multiplikasi Sejarah pertumbuhan gereja selalu diwarnai dengan banyak gerakan rohani yang terjadi dalam sejarah gereja. 1 Salah satu fenomena gerakan rohani yang terjadi di antara gereja-gereja yang bertumbuh di seluruh dunia yang terjadi menjelang akhir abad duapuluh adalah gerakan kelompok sel. Ralph Neighbour. Jr. memberikan fakta bahwa kelompok sel adalah sebuah gerakan rohani yang membawa dampak bagi pertumbuhan gereja seperti yang ditemukan dalam pertumbuhan gereja di Korea Selatan. Jepang. Singapura. Thailand, daratan China. Macau. Hongkong. Afrika. Inggris. Aus- 1 Dalam sejarah gereja terjadi berbagai macam gerakan rohani seperti gerakan reformasi, gerakan kekudusan, gerakan Pentakosta, gerakan Karismatik. Namun istilah AugerakanAy . yang dipakai dalam pengertian ini adalah sebuah kecenderungan, tren yang terjadi dalam gereja. Lihat kamus WebsterAos Ninth New Collegiate Dictionary, (Springfield: MerriamWebster Inc. Publishers, 1. , 776. Pendahuluan tralia. Afrika Selatan dan di Amerika Serikat. Kelompok sel menjadi sebuah gerakan rohani yang melanda seluruh dunia sampai tulisan ini dibuat ini. Kecenderungan gerejagereja lokal yang bertumbuh di Indonesia, khususnya, gereja-gereja dari kalangan gereja-gereja denominasi Pentakosta/Karismatik membangun pelayanan dengan memakai kelompok sel sebagai bagian terpenting di dalam strategi pertumbuhan gerejanya. Berbagai nama diberikan untuk kelompok sel di berbagai gereja dengan nama-nama yang memberkan ciri khas tersendiri bagi gerejagereja tersebut. Misalnya. Gereja Bethel Indonesia (GBI) Ecclesia di Taman Semanan Indah. Cengkareng. Jakarta Barat, memberikan nama Ecclesia Family untuk kelompok sel gereja ini. Nafiri Discipleship Church (NDC) Jakarta memiliki kelompok sel dengan memberikan nama CORE (Community of Reviva. GBI di bawah penggembalaan Pendeta DR. Ir. Niko Njotoraharjdo memiliki COOL (Community of Lov. yang sebenarnya adalah sebuah komunitas kelompok sel. Pengertian Kelompok Sel Seringkali pemahaman kelompok sel berangkat dari pola yang diterapkan Musa dalam memimpin orang Israel berdasarkan saran dari mertuanya. Yitro, dalam perjanjian lama kitab Keluaran 18:21,AyDi samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap. tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang. Ay Berdasarkan nasihat Yitro kepada Musa untuk membentuk para pemimpin atas para pemimpin sampai kepada pemimpin dalam kelompok kecil, pola kepemimpinan gereja dengan memakai pola kelompok sel diharapkan membantu seorang pemimpin dalam jemaat supaya kepemimpinan dapat berjalan dengan baik (Keluaran 18:. Pola kepemimpinan dengan memakai kelompok kecil, seorang pemimpin akan lebih efisien dalam menjalankan tugas-tugas kepemimpinannya (Keluaran 18:. Dalam kelompok kecil, tugas seorang pemimpin yang penting adalah mewakili umat Tuhan di hadapan Tuhan dan mengajarkan kebenaran dapat diterapkan dengan lebih baik (Keluaran 18:19-. Pemberdayaan dalam kelompok kecil akan nampak karena penempatan orang-orang yang cakap untuk menjadi pemimpin atas seribu orang, atas seratus orang, atas limapuluh orang, 2Ralph W. Neighbour. Jr. Where Do We Go From Here?, (Houston: Touch Publications. Inc. , 1. , 23-24. dan atas sepuluh orang (Keluaran 18:. Sehingga dengan pola pelayanan berdasarkan kelompok kecil, maka terbentuklah kerjasama kepemimpinan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di tengah-tengah umat Tuhan (Keluaran 18:. atau pun juga pola pemuridan Tuhan Yesus dalam ke-lompok kecil. Itulah sebabnya pe-ngertian kelompok sel harus men-dapatkan pengertian yang lebih tek-nis seperti beberapa pengertian dari kelompok sel yang digambarkan berikut ini. Tuhan Yesus pun memakai pola pelayanan bersama dengan kelompok kecil seperti yang digambarkan dalam Markus 3:115. AyIa menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. Ay Gereja mula-mula juga memiliki pola kelompok kecil di mana jemaat bertemu di rumah-rumah selain mereka bertemu dan beribadah di Bait Allah. Kisah Para Rasul 2:46-47 mengatakan,AyDengan bertekun dan dengan sehati mereka ber-kumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masingmasing secara ber-gilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. Ay Larry Richards, seperti yang dikutip oleh C. Peter Wagner, mengatakan bahwa kelompok sel adalah,AyEight or twelve believers gathered to minister to each other, to grow in their sensed loved and unity, and to encourage one another to full commitment to Christ. Ay (Delapan atau duabelas orang-orang percaya yang berkumpul untuk saling me-layani, bertumbuh di dalam kasih dan kesatuan, dan saling menguatkan satu dengan yang lain untuk me-menuhi komitmen yang utuh kepada Kristu. 3 Sedangkan Obaja Tanto Setiawan memberikan pengertian kelompok Sel adalah keluarga secara 4 Sedangkan Joel Comiskey mencoba menggambarkan sebuah kelompok sel sebagai berikut. Alkitab hanya memberikan gambaran pola kelompok kecil secara Pengertian kelompok sel hanya dapat dimengerti dari pola atau model kelompok kecil yang dapat ditelusuri dari pola kepe-mimpinan Musa dalam kitab Ke-luaran 18:17-21 Peter Wagner. Your Church Can Grow, (Ventura: Regal Books, 1. , 124. Sebuah kelompok kecil yang bertemu membangun sebagai anggota tubuh Kristus, dan untuk menyebarkan Injil kepada mereka yang belum mengenal Yesus. Sasaran akhir dari setiap sel adalah memultiplikasikan dirinya seraya kelompok itu bertumbuh melalui penginjilan dan pertobatan. Dengan demikian ada anggota baru yang ditambahkan ke dalam gereja dan ke dalam kerajaan Allah. Anggota kelompok sel juga didorong untuk menghadiri ibadah raya dari gereja tersebut tempat kelompok sel4Obaja Tanto Setiawan. Kelompok Sel Prinsip 12, (Solo: Departemen Media GBI Keluarga Allah, 2. , 25. kelompok sel yang ada berkumpul untuk menyembah. Ay5 Perbedaan Gereja Dengan Kelompok Sel Dengan Tanpa Kelompok Sel Gereja Raplh Neighbour menggambarkan perbedaan antara gerejagereja yang memiliki 5Joel Comiskey. Ledakan Kelompok Sel, (Jakarta: Metanoia, 1. ,17. Keterangan Gereja Dengan Kelompok Sel Gereja Non-Sel Lokasi Berpusat di Sel Berpusat di Gedung Gereja Ukuran Kelompok Kecil dan Akrab Besar dan Kurang Akrab Aktifitas Rohani Setiap Hari (Informa. Mingguan (Forma. Jika Ada Masalah Saling Menguatkan Mencari Pendeta Pembinaan Membagi hidup Perpindahan Pengetahuan Kehidupan Doa Sangat Ditekankan Sangat Terbatas Tugas Pemimpin Setiap Orang Dilengkapi Membuat Program Gereja Tugas Gembala Menjadi Teladan Pengkhotbah yang Baik Gol bagi Jemaat Melayani yang Lain Kehadiran yang Setia Pelayanan Jemaat Semua Melayani Tidak Semua Melayani Pengajaran Penekanan Praktek Penekanan pada Doktrin Karunia Rohani Dipraktekkan Hanya pada Pengerja Kegiatan Gereja Di Sel & Ibadah Minggu Banyak Kegiatan Gereja Penginjilan Melalui Komsel Membuat KKR Besar Pertumbuhan Pertumbuhan Pertobatan Pertumbuhan Biologis SDM Gereja Dari Dalam Gereja Bergantung Dari Luar kelompok sel dengan gereja-gereja yang tidak memakai pola kelompok sel di dalam pengembangan Obaja Tanto Setiawan memberikan perbedaan antara ibadah dalam kelompok sel dengan pola ibadah Umum seperti Persekutuan Doa. Pendalaman Alkitab. Doa Malam, dan sebagainya yakni berikut ini: Ibadah Umum Kelompok Sel Dapat terlepas dari sebuah gereja lokal. Tidak dapat lepas dari gereja lokal Kadang bersifat oikumene seperti Per- karena salah satu tujuannya adalah sekutuan Doa. meningkatkan penggembalaan. Cenderung untuk menjadi besar secara jumlah dan jika itu adalah sebuah persekutuan doa, maka dapat menjadi sebuah gereja baru. Cenderung kelompok selnya yang makin Jika ada penambahan, maka sel harus berbelah menjadi komsel yang baru di dalam gereja. Datang hanya untuk mendengar seorang Tidak datang hanya untuk mendengar Jadi harus ada seorang khotbah tetapi semua anggota terlibat pengkhotbah yang baik dalam ibadah. dalam AusharingAy firman Tuhan. Pemimpin sel tidak harus seorang Ibadahnya hanya satu arah. Dari mimbar Ibadahnya melibatkan semua jemaat dan ke arah jemaat. tidak didominasi oleh satu atau dua orang saja. Ralph Neighbour. Where Do We Go From Here?, (Houston: Touch Publications. Inc. , 58. Sejarah Kelompok Sel Gerakan kelompok sel di-mulai pada akhir abad ke-18. Wesley telah berhasil mengembangkan lebih dari 10. kelompok sel yang disebut kelas. Ratusan ribu orang ikut serta di dalam sistem kelompok kecilnya. Wesley menekankan ke-ikutsertaan petobat baru di dalam kelompok kecil dari pada sekedar mengambil keputusan untuk percaya. Wesley akan berkhotbah dan meng-undang orang-orang untuk ber-gabung di dalam David Yonggi Cho, sebagai gembala sidang gereja yang di-anggap memiliki memimpin gereja lokal terbesar di dunia, seringkali dianggap sebagai perintis kegerakan sel modern. Gereja ini telah menjadi gereja lokal terbesar di dunia dengan memiliki 23. 000 kelompok sel dan 7 kali ibadah pada hari Minggunya pada era tahun 1990-an. Yonggi Cho memulai kelom-pok selnya pada tahun 1964. Dalam lima tahun pertama tanpa kelompok sel, gerejanya telah bertumbuh men-jadi 3. 800 jemaat. Pada September 1980, jumlah jemaat sudah 000 orang dengan kecepatan per-tumbuhan mencapai rata-rata 140 orang setiap hari. Visi kelompok sel dimulai ketika Yonggi Cho mengalami sakit yang cukup parah dan ia tidak dapat berkhotbah dan melayani sebagai gembala secara efektif. Ketika ia ter-baring sakit. Yonggi Cho bergumul dan Roh Kudus berbicara dalam hati-nya,AyBiarlah umat-Ku pergi dan bertumbuh. Ay Kalimat itu membuat ia menemukan prinsip di dalam Efesus 4:117 Joel Comiskey. Ledakan Ke-lompok Sel, (Jakarta: Metanoia, 1. , 24. 8Joel Comiskey. Ledakan Ke-lompok Sel, (Jakarta: Metanoia, 1. , 25. Selanjutnya ia membaca Kisah Para Rasul 2:46-47 yang me-nyatakan ada dua model persekutuan di dalam gereja mulamula. Para murid bersekutu di Bait Allah dan juga di rumah-rumah. Kebenaran ini yang menjadi dasar pelayanan ke-lompok sel di gerejanya. Sejak David Yonggi Cho memulai pelayanan kelompok sel-nya, banyak gembala sidang lainnya telah mengikuti Bahkan beberapa gereja membuat modi-fikasi model kelompok sel. Seperti sebuah gereja dari Singapura adalah Faith Community Baptist Church, didirikan oleh Lawrence Khong. Khong memulai gerejanya pada tahun 1986 dengan 600 Pada tanggal 1 Mei 1988, dengan bantuan dari Ralph Neighbour. Jr. , gereja itu direstruk-turisasi menjadi gereja sel sepenuh-nya. Pada dekade 1990-an gereja ini memiliki 7. 000 anggota dengan 500 kelompok sel yang aktif. Pola kelompok ini seringkali membedakan antara gereja sel dengan gereja yang memiliki kelompok Cesar Castellanos dari International Charismatic Mission di Bogota. Kolumbia, juga terpengaruh oleh pola kelompok selnya di Korea. Namun ia lebih jauh mengembang-kan pola yang disebut dengan G-12 Model atau dikenal di Indonesia dengan istilah Prinsip-12. Pemahaman G-12 atau Grati-vity12 diilhami oleh hukum gravi-tasi Newton yang melihat sebuah apel jatuh ke bawah. Dan ia melihat kesamaan ketika Tuhan Yesus ber-sama ke-12 murid-Nya. bertanya mengapa bukan 13? Mengapa Tuhan Yesus tidak memuridkan banyak orang? Kemudian Castellanos mem-baca 9Joel Comiskey. Ledakan Kelom-pok Sel, (Jakarta: Metanoia, 1. , 26. 10Joel Comiskey. Ledakan Kelom-pok Sel, (Jakarta: Metanoia, 1. , 26. Matius 9:35-10:1, dan ia di-yakinkan kebenaran ini. Joel Comiskey menemukan fakta delapan gereja yang bertumbuh di dunia adalah gereja-gereja yang menggunakan kelompok sel sebagai ujung tombak pelayanan mereka. 12 Beberapa gereja tersebut adalah . Bethany World Prayer Center di Baker. LA. Amerika Serikat, memiliki lebih dari 7. 000 jemaat dengan lebih 500 kelompok sel. Gereja The Christian Center of Guayaquil di Ekuador. Amerika Selatan, memiliki jemaat lebih dari 7000 anggota dan dengan lebih 2. 000 kelompok . Elim Church di San Salvador dengan jumlah kelompok sel se-banyak 5. kelompok sel dan 35. 000 jemaat. Faith Community Baptist Church. Singapura, memiliki lebih dari 500 kelompok sel dan lebih dari 6. 500 jemaat. The International Charismatic Mission. Bogota Columbia, memiliki 13. 000 kelompok sel dengan jumlah jemaat lebih dari 35. Love Alive Church. Tegucigalpa. Hondu-ras, memiliki lebih 000 ke-lompok sel dan 7. 000 jemaat. Living Water Church. Lima. Peru, terdiri dari 600 kelompok sel dan lebih dari 7. Yoido Full Gospel Church. Seoul. Korea Selatan, memiliki 23. kelompok sel dan jumlah jemaat yang berjumlah 153. 000 jemaat. Di Indonesia salah satu gereja yang secara konsisten dan mem-berikan pengaruh kepada banyak gereja beraliran Pentakosta dan Karismatik dalam gerakan kelompok sel adalah Gereja Bethel 11Joel Comiskey. Ledakan Kelom-pok Sel, (Jakarta: Metanoia, 1. , 26. 12Joel Comiskey. Ledakan Kelom-pok Sel, (Jakarta: Metanoia, 1. , 15. 13Bandingkan dengan tulisan Obaja Tanto Setiawan. Kelompok Sel Prinsip 12, (Solo: Departemen Media GBI Keluarga Allah, 2. GBI Keluarga Allah. Solo. Jawa Tengah, setiap tahun mengadakan konferensi gereja sel yang mengundang gereja-gereja dalam dan luar negeri Indonesia (GBI) jemaat Keluarga Allah yang berada di kota Solo. Jawa Tengah. Hal ini menjadikan GBI Keluarga Allah menjadi semacam pusat studi bagi gerejagereja di seluruh Indo-nesia untuk mengembangkan jemaat dengan memakai kelompok sel sebagai strategi utama dalam per-tumbuhan gereja. Gereja ini sudah memiliki lebih dari 1000 kelompok sel pada David Yonggi Cho dianggap sebagai pelopor kegerakan kelompok sel dalam gereja masa kini yang memberikan pengaruh luas kepada banyak gereja di Kegerakan rohani dan pertumbuhan penggembalannya yang terpusat dalam kelompok sel menyebabkan gereja lokalnya di-anggap sebagai gereja lokal terbesar di dunia yang pernah ada dalam sejarah Kekeristenan. 15 Menurut pernyataan David Yonggi Cho. AySe-tiap kelompok sel menjadi pusat kebangunan rohani bagi se-kitarnya, kelompok itu terdapat kehidupan yang sebenar-nya. Ay16 David Yonggi Cho tulisannya. Kelompok Sel Yang Ber-hasil, memberikan banyak kesaksian pribadi yang mengungkapkan pe-nemuan kelompok sel dalam ge-rejanya, pergumulan yang dialami-nya untuk memulai kelompok sel dalam gereja yang digembalakannya, dan beberapa nasihat penting yang David Yonggi Cho bagikan jika sebuah gereja ingin memulai ke-lompok sel dalam sebuah untuk mempelajari prinsip-prinsip pelayanan kelompok sel. 14Wawancara dengan Megawati Guntur , ketua bidang Penelitian dan Pengembangan Kelompok Sel GBI Keluarga Allah. Solo. Jawa Tengah, 24 September 2010. 15Joel Comiskey. Ledakan Kelom-pok Sel, (Jakarta: Metanoia, 1. , 59. 16David Yonggi Cho. Kelompok Sel Yang Berhasil, (Malang:Gandum Mas, 1. , 58. Penemuan dan pengalaman David Yonggi Cho menjadi sangat berharga bagi banyak gereja di dunia untuk mengembangkan bahkan memodifi-kasi berbagai model penerapan ke-lompok sel dalam pelayanan Kristen. Tercatat pelayanan peng-gembalaan Lawrence Khong berhasil menum-buhkan gerejanya di Singapura karena memodifikasi pelayanan ke-lompok sel dari model kelompok Sel David yonggi Cho. Bahkan International Charismatic Missions yang berada di Bogota. Columbia. Amerika Selatan, memiliki jumlah kelompok sel ter-banyak di dunia karena gembala seniornya. Cesar Castellanos, belajar langsung ke gereja Yiodo Full Gos-pel Church. Seoul. Korea Selatan, yang dipimpin oleh David Yonggi Cho. Ralph Neighbour. Jr. , yang membantu Lawrence Khong di Singapura dalam mengembangkan gereja Faith Community Baptist Church menjadi gereja yang me-miliki lebih dari 500 kelompok sel, menulis buku tentang pelayanan kelompok sel yang membahas ber-bagai macam pokok penting dalam pelayanan kelompok sel. Tulisan Ralph W. Neighbour. Jr. yang berjudul. Where Do We Go From Here?, sering dijadikan se-bagai buku pegangan dalam gereja untuk pelayanan kelompok sel karena buku ini membahas secara komprehensif berbagai topik tentang kelompok sel. Buku ini berbeda dengan tulisan David Yonggi Cho yang lebih bersifat subyektif karena tulisan David Yonggi Cho cenderung membagikan 17David Yonggi Cho. Kelompok Sel Yang Berhasil, (Malang:Gandum Mas, 1. , 58. 18Joel Comiskey. Ledakan Kelom-pok Sel, (Jakarta: Metanoia, 1. , 27. pengalaman penggem-balaan gereja Yoido Full Gospel Church. Seoul. Korea Selatan, yang digembalakannya. Neighbour. Jr. membahas kelompok sel dengan perspektif yang lebih obyektif, men-dasar dan praktis dalam berbagai aspek tentang kelompok Tulisan Neighbour. Jr. , memang bertujuan menjadi buku pegangan yang leng-kap untuk pelayanan kelompok sel. Itulah sebabnya tulisannya terbagi dalam tiga kategori utama yaitu situasi masa kini dalam gereja yang memperlihatkan perkembangan ge-reja yang ditopang Kemudian dibahas tentang konsep pemikiran yang mendasari mengenai kelompok sel dalam gereja yang pada akhirnya ditutup dengan hal-hal teknis dalam pelayanan kelompok sel. Mengapa Kelompok Sel? Berdasarkan hasil riset Chris-tian Schwarz terhadap lebih dari seribu gereja di tigapuluhdua negara dan di lima benua selama kurang lebih sepuluh tahun menemukan delapan prinsip penting bagi per-tumbuhan gereja. 20 Riset Christian A. Schwarz dianggap sebagai salah satu penelitian pertumbuhan gereja yang sangat luas cakupannya di seluruh dunia. Penelitiannya ingin menarik sebuah benang merah dari berbagai macam model pertumbuhan gereja di seluruh dunia. Schwarz ingin menemukan prinsip-prinsip universal yang membuat gereja di seluruh Dengan kata lain. Schwarz mengatakan prinsip-prinsip ini jika diterapkan di berbagai tempat dan 19Ralph Neighbour. Where Do We Go From Here?, (Houston: Touch Publications. Inc. , 15. 20Christian A. Schwarz. Pertum-buhan Gereja Yang Alamiah, (Jakarta: Metanoia, 1. , denominasi gereja di seluruh dunia, maka gereja secara alamiah akan mengalami Schwarz di dalam penelitian-nya menemukan delapan prinsip pertumbuhan Kedelapan prinsip bagi pertumbuhan gereja ada-lah pertama. Kedua, pelayanan yang berorientasi pada karunia. Ketiga, kerohanian yang haus dan penuh Ke-empat, struktur pelayanan yang tepat guna. Kelima, ibadah yang mem-bangkitkan inspirasi. Keenam, kelompok kecil yang menjawab ke-butuhan secara menyeluruh. Ke-tujuh, penginjilan yang berorientasi pada kebutuhan. Kedelapan, hu-bungan yang penuh kasih. Memang untuk memahami lebih jelas kedelapan prinsip per-tumbuhan gereja yang ditemukan oleh Schwarz seharusnya diuraikan satu-persatu dari pertumbuhan gereja yang ditemukan oleh Schwarz. Namun dari delapan prinsip yang ditemukan dari gereja-gereja yang Schwarz berkata,AySeandainya kita harus me-ngenali satu prinsip mana saja sebagai Aoyang paling penting,Ao maka tanpa ragu prinsip itu adalah kelompok-kelompok Ay21 Hasil penelitian Schwarz mengatakan bahwa pemimpin dari gerejagereja yang bertumbuh cen-derung untuk selalu mendorong multiplikasi kelompok kecil melalui pembelahan sel. 22 Itulah sebabnya kelompok sel memberikan dampak bagi pertumbuhan gereja karena prinsip-prinsip penting dari per-tumbuhan gereja terakumulasi dalam multiplikasi 21Christian A. Schwarz. Pertum-buhan Gereja Yang Alamiah, (Jakarta: Metanoia, 1. , kelompok sel. di dalam pengembangan gerejanya,23 Pengembangan Kelompok Sel Pengembangan Kelompok Sel seringkali digambarkan seperti pembelahan sebuah struksul sel digambarkan sebagai Tahap Belajar. Awalnya setiap sel tubuh manusia sama seperti segumpal Hampir setiap bagian tidak dapat dibeda-kan. Walaupun sel tersebut me-miliki kode genetik untuk ber-multiplikasi, namun sel itu harus tumbuh dan berkembang dahulu. Kelompok kecil memiliki pola yang Para anggota pada awalnya saling memandang dengan keinginan yang tidak di-ketahui dan tahapan pertama dari kehidupan kelompok sel ditandai dengan para anggota yang saling mengenal satu dengan yang lain. Tahap belajar ini kira-kira berlangsung selama satu bulan. Tahap Mengasihi. Kromosom dalam membentuk garis lurus. Dalam pola serupa, para anggota sel mulai membuka topeng mereka dalam tahap mengasihi Tahap mengasihi akan ber-langsung juga sekitar satu bulan. Tahap Berhubungan. Di dalam sel manusia, kromosom yang tadinya bebas bergerak tiba-tiba mulai membentuk suatu garis di tengah-tengah sel. tengah-tengah kelompok selAikira-kira pada bulan ketiga dan keempatAipara anggota mulai menemukan peran Pada tahap ini me-rupakan tahap yang tepat bagi pelatihan 22Christian A. Schwarz. Pertum-buhan Gereja Yang Alamiah, (Jakarta: Metanoia, 1. , 23Neighbour, opcit. , 58. penginjilan melalui ke-lompok sel. Tahap ini pun kira-kira berlangsung selama satu bulan. Tahap Peluncuran. Untaian kro-mosom itu mulai berbaris dalam posisi timurbarat, bersiap untuk meluncur dan membuat duplikat yang serupa dengan Pada titik ini di dalam kelompok sel, para anggota berfokus pada penginjilan. Walaupun sel itu sering melakukan pengjangkauan, saat penginjilan kelompok sel merupakan aktivitas utama. Tahap peluncuran ini terjadi mulai bulan keempat sampai sel itu bermultiplikasi. Tahap Perpisahan. Ketika satu sel untuk melahirkan sel lain yang identik, kromosom memisahkan diri dan akhirnya bermultiplikasi. Di dalam pe-mimpin kelompok sel yang baru dibangkit dan dilatih untuk me-mimpin sel bersamaan dengan masuknya para anggota baru. Ketika kelompok sel tersebut sudah cukup besar, multiplikasi terjadi. Tahap perpisahan ini bisa berlangsung sampai satu tahun. Praktek Kegiatan Kelompok Sel Walaupun ada banyak variasi praktek atau penerapan sebuah kelompok sel, pada umumnya sebuah kelompok sel menjalankan agenda pertemuannya yang seringkali di-singkat dengan singkatan 4S dalam pertemuan kelompok sel, yaitu,24 Suasana (Pencair Suasan. Dinamika rohani: manusia kepada Dapat berupa permainan yang Supaya dapat saling mengetahui nama-nama orang-orang yang hadir di dalam komsel. Sembah (Pujian dan Penyem-baha. Dinamika rohani: manusia kepada Allah. Pujian yang bersifat hori-zontal yaitu pujian yang me-rasakan kesatuan Tubuh Kristus. Penyembahan yang bersifat ver-tikal yaitu penyembahan yang menyenangkan hati Tuhan. Sharing (Membagi Firman Tuha. Dinamika rohani: Allah kepada Setiap orang membagi-kan dan menerapkan firman Tuhan di dalam Dapat berupa bahan pelajaran yang sudah ditentukan dari gereja. Dapat berupa bahan khotbah hari Minggu yang diaplikasikan di dalam hidup sehari-hari. Aplikasi firman Tuhan: Dicatat. Direnung-kan. Dilakukan. Diceritakan . D). Sasaran (Pelayanan dan Pengutusa. Dinamika rohani: manusia kepada manusia yang lainnya. Menerap-kan fungsi Kelompok Sel . M) yaitu Memelihara. Membangun. Menyatukan, dan Menyelamatkan jiwa-jiwa bagi Kristus. Kesimpulan Pengembangan gereja lokal dengan memakai strategi melalui kelompok sel dapat menjadi sebuah alternatif bagi pertumbuhan sebuah gereja lokal baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif. Namun pengembangan gereja melalui kelompok sel adalah sebuah model dari begitu banyak model pengembangan gereja lokal. Esensi pengembangan gereja yang sesuai dengan prinsip-prinsip Alkitab adalah Obaja Tanto Setiawan, opcit. , 32-33. faktor pengembangan gereja. Tanpa penerapan dari prin-sip-prinsip Alkitab sebuah gereja lokal tidak akan mencapat pertum-buhan yang sehat sebagai sebuah institusi Ilahi. Kelompok sel yang menun-jang pertumbuhan gereja lokal harus dimulai dari kepemimpinan rohani yang sehat. Gereja-gereja menerapkan pengembangan gereja melalui kelompok sel selalu diwarnai dengan visi kepemimpinan gereja yang jelas dan konsisten untuk mengembangkan gereja Tanpa kepemimpinan yang tangguh di dalam pengem-bangan gereja melalui kelompok sel, sebuah gereja lokal akan menemui kesulitan di dalam prinsip multi-plikasi kelompok sel yang merupa-kan kunci pertumbuhan gereja lokal. _________. Membimbing Kelompok Kecil Untuk Mengubah Hidup. Jilid 2. Yogyakarta: Gloria Gaffa, 2010. Go. Mary. Dinamika Kelompok. Malang: Seminari Alkitab Asia Tenggara, 1999. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, 1993. Neighbour. Jr. Ralph W. Where Do We Go From Here?. Houston: Touch Publications. Inc. , 1990. Peterson. Jim. Gereja Tanpa Tembok. Jakarta: Pionir Jaya, 2009. Daftar Pustaka