Volume . Issue . Maret / 2024 JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS https://journal. id/index. php/jpeb Status Sosial Ekonomi Orang Tua. Lingkungan Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa SudirmanA. Wisnawati BudiA Universitas Negeri Gorontalo. Indonesia Article Info ABSTRAK Article history: Received: 20 Januari 2024. Accepted: 26 Februari 2024. Published: 27 Februari 2024 Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh status sosial ekonomi orang tua dan lingkungan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 3 Dulupi Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, dengan sampel sebanyak 83 siswa kelas VII. Vi dan kelas IX. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan bantuan program SPSS 23. Hasil penelitian menunjukan: . Terdapat pengaruh positif dan signifikan Status Sosial Ekonomi Orang Tua terhadap hasil belajar siswa sebesar 25,2%. Terdapat pengaruh positif dan signifikan Lingkungan terdahap hasil belajar siswa sebesar 42,4%. Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Lingkungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa sebesar 46,1%. Hasil ini mengindikasi bahwa Hasil Belajar dapat dipengaruhi oleh variable Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Lingkungan sebesar 46,1% sedangkan sisanya 53,9% dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Keywords: Status Sosial Ekonomi Orang Tua. Lingkungan. Hasil Belajar Siswa How to Cite: Sudirman. Budi,W. Status Sosial Ekonomi Orang Tua. Lingkungan Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, 1. , hal 117. Korespondensi Author Email : wisnawatibudi69@gmail. com : Wisnawati Budi PENDAHULUAN Peran ekonomi orang tua secara umum dapat dikatakan mempunyai pengaruh yang positif terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. hal ini didukung oleh pendapat Gerungan . menyatakan bahwa keadaan sosial ekonomi orang tua tentulah berpengaruh terhadap perkembangan anak-anak, apabila kita perhatikan bahwa dengan adanya perekonomian yang cukup, lingkungan material yang dihadapi anak dalam keluarga itu lebih luas, ia mendapat kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan bermacammacam kecakapan yang tidak dapat ia kembangkan apabila tidak ada prasarananya. Keberhasilan belajar dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal atau dari dalam diri siswa . eperti jasmaniah, psikologi. dan faktor eksternal atau dari luar siswa . eperti (Slameto. Faktor lingkungan menjadi salah satu faktor yang cukup berpengaruh terhadap hasil belajar jika lingkungan yang kita tempati itu berada dilingkungan yang tidak baik seperti masyarakatnya penggangguran, mabuk-mabukkan dan lain sebagainya itu mampu mempengaruhi perilaku manusia tetapi jika dalam lingkungan tersebut masyarakatnya adalah orang-orang yang menghargai waktu, rajin bekerja maka tidak menutup kemungkinan itu akan mempengaruhi sikap baik setiap individu, karena lingkungan itu mampu mengubah perilaku setiap orang. Dari penjelasan diatas mengenai hasil belajar siswa di SMP Negeri 3 Dulupi Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo masih ada siswa yang belum mencapai hasil belajar pada mata pelajaran IPS terpadu. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai rata-rata Ulangan Semester Gajil tahun 2020-2021 pada mata pelajaran IPS Terpadu di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan oleh sekolah. Dari hasil nilai rata-rata Ulangan Semester Ganjil tahun 2020/2021 diketahui bahwa dari Kelas VII. Vi dan IX yang berjumlah 83 siswa ternyata masih ada 68 siswa yang mendapat nilai di bawah KKM atau belum tuntas. Hasil dari observasi di lokasi terlihat bahwasanya ada siswa yang bekerja demi memenuhi kebutuhannya sehingga ketika di sekolah siswa kurang bersemangat untuk mengikuti pelajaran, terkadang sering telat ke sekolah dan tugas pun Sudirman. Budi,W. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, 1. , 2024 hal 1-17. tidak dikerjakan. Selain itu ada juga siswa yang tidak masuk sekolah disebabkan setiap malam sering bergadang main game online. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 3 Dulupi Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo melihat kondisi status sosial ekonomi orang tua sebagian besar orang tua siswa berprofesi sebagai petani. Latar belakang ekonomi orang tua juga sangat berpengaruh pada kemampuan orang tua dalam membiayai pendidikan anak-anaknya dan melengkapi kebutuhan belajarnya. Melihat dari situasi diama kepedulian orang tua terhadap pendidikan anaknya masih kurang. Ada sebagian orang tua yang masih peduli terhadap pentingnya pendidikan untuk masa depan anaknya. Tetapi, tidak sedikit masih ada orang tua yang acuh terhadap pendidikan anaknya. Selain masalah ekonomi ada juga lingkungan dimana dilihat dari lingkungan keluarga, kasih sayang orang tua masih kurang, padahal kasih sayang orang tua mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap faktor kejiwaan anak. Pengaruh keluarga amat besar pada proses perkembangan potensi dan pembentukan pribadi anak, komunikasi terhadap anak akan membawa dampak kehidupan anak dimasa kini maupun dimasa tuanya. Selain lingkungan keluarga ada juga lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat, lingkungan masyarakat di sekitar siswa juga berpengaruh terhadap proses jika di lingkungan masyarakat siswa banyak bergaul dengan teman yang sudah putus sekolah, yang sering main game online sampai lupa waktu dan mempunyai kebiasaan yang tidak baik akan berpengaruh jelek pada siswa sebab akan menggangu dalam proses belajar. KAJIAN TEORI Hasil Belajar Hasil belajar merupakan hasil dari tercapainya tujuan yang telah direncanakan. Menurut Sudjana . 6: . hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya dan merupakan ukuran keberhasilan suatu proses belajar mengajar, yang berupa penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperoleh melalaui tes. Pendapat lain menyatakan bahwa hasil belajar meliputi tiga Sudirman. Budi,W. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, 1. , 2024 hal 1-17. ranah belajar adalah pendapat dari Bloom dalam RifaAoI dan Anni . 2: . menyampaikan tiga taksonomi yang disebut dengan ranah belajar, yaitu: ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik. Aspek Kognitif Aspek kognitif adalah kemampuan yang berhubungan dengan berpikir, mengetahui, dan memecahkan masalah. Aspek Afektif Dimensi afektif adalah kemampuan yang berhubungan dengan sikap, nilai, minat dan apresiasi, menurut Depdiknas . , aspek afektif yang bisa dinilai di sekolah, yaitu sikap, minat, nilai dan konsep diri. Aspek Psikomotorik Kawasan psikomotorik mencakup tujuan yang berkaitan dengan keterampilan . yang bersifat manual dan motorik. Indikator Hasil Belajar Menurut Bloom (Hamzah Uno, 2014:. untuk mengklasifikasikan tingkah laku siswa sebagai hasil belajar yaitu domain kognitif, domain efektif, domain psikomotorik. Bloom menunjukan apa yang mungkin dikuasai . oleh peserta didik, yang terangkun dalam tiga kawasan yaitu: Kognitif Yang berkaitan dengan aspek-aspek intelektual atau secara logis yang biasa diukur dengan pemikiran atau nalar. Kawasan ini terdiri dari enam aspek yaitu: Pengetahuan . engingat, menghapal/C. Hapalan merupakan kemampuan menyatakan atau mengingat kembali fakta, konsep, prinsip, prosedur atau istilah yang dipelajari, tingkatan ini merupakan tingkatan yang paling rendah namun menjadi prasyarat bagi tingkat selanjutnya. Kemampuan yang dimiliki hanya kemampuan menangkap informasi kemudian menyatakan kembali informasi tersebut tanpa harus memahaminya. Pemahaman . enginterprestasikan/C. Pemahaman merupakan salah satu jenjang kemampuan dalam proses berpikir dimana siswa dituntut untuk memahami, yaitu mengetahui sesuatu hal dan dapat melihatnya dari berbagai segi. Pada tingkatan ini, selain hafal siswa juga harus Sudirman. Budi,W. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, 1. , 2024 hal 1-17. memahami makna yang terkandung di dalamnya serta dapat menjelaskan suatu gelaja, dapat menginterprestasikan grafik, bagan atau diagram serta dapat menjelaskan konsep atau prinsip dengan kata-kata sendiri. Aplikasi . enerapan/C. Penerapan merupakan kemampuan untuk menggunakan konsep dalam situasi baru atau pada situasi konkret atau direrapkan untuk menyelesaikan suatu masalah. Tingkatan ini merupakan jenjang yang lebih tinggi dari pemahaman. Kemampuan yang diperoleh berupa kemampuan untuk menerapkan prinsip, konsep, teori, hukum atau metode yang dipelajari untuk menyelesaikan suatu masalah. Analisis . enjabarkan/C. Analisis merupakan kemampuan untuk menganalisa atau merinci suatu situasi atau pengetahuan menurut komponen diantara bagi yang satu dengan bagi yang Sintesis . enghubungkan konsep/C. Sintesis merupakan kemampuan untuk memproduksi atau menghasilkan sesuatu yang baru dari bagian-bagian yang terpisah sehingga menajadi suatu keseluruhan yang terpadu, atau menggabungkan bagian-bagian sehingga berbentuk pola yang berkaitan secara logis, atau mengambil kesimpulan dari peristiwa-peristiwa yang ada hubungannya satu dengan yang lainnya. Evaluasi . embandingkan/C. Evaluasi merupakan kemampuan untuk membuat pertimbangan . terhadap situasi, nilai-nilai atau ide-ide. Afektif Yaitu yang berkaitan dengan aspek-aspek emosional seperti perasaan, minat, sikap, kepatuhan terhadap moral, dan sebagainya. Kawasan ini terdiri dari lima aspek yaitu: ngin menerima, sadar akan adanya sesuat. enerima nilai-nilai, setia kepada nilai-nilai yang . enjadikan nilai-nilai sebagai bagian dari pola hidup. Psikomotorik Yaitu yang berkaitan dengan aspek keterampilan yang melibatkan fungsi system saraf dan otot dan fungsi psikis. Kawasan ini terbagi dari 5 aspek yaitu: . peniruan Sudirman. Budi,W. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, 1. , 2024 hal 1-17. enirukan gera. enggunakan konsep untuk menggunakan gera. , . elakukan gerak dengan bena. elakukan beberapa gerakan sekaligus dengan bena. elakukan gerak secara waja. Status Sosial Ekonomi Orang Tua Status sosial ekonomi orang tua yaitu dilihat dari latar belakang ekonomi orang tua. Status sosial ekonomi orang tua sangat berperan penting dalam pendidikan anak, dengan orang tua yang memiliki tingkat ekonomi yang menengah maka dapat membiayai sekolah dan memberikan pendidikan layak. Akan tetapi jika orang tua yang memiliki tingkat ekonomi rendah akan sulit untuk membiayai sekolah anaknya. Menurut Suminah . status sosial ekonomi adalah latar belakang ekonomi keluarga atau orang tua yang diukur dengan tingkat pendidikan, tingkat pekerjaan, tingkat pendapatan orang tua, kepemilikan barang berharga, serta tingkat pengeluaran dan pemenuhan kebutuhan Keadaan sosial ekonomi setiap orang itu berbeda-beda dan bertingkat, ada yang keadaan sosial ekonominya tinggi, sedang, dan rendah. Sosial ekonomi menurut Abdulsyani . alam Restih, 2016: . adalah kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompok manusia yang ditentukan oleh jenis aktivitas ekonomi, pendapatan, tingkat pendidikan, jenis rumah tinggal, dan jabatan dalam organisasi. Lebih lanjut menurut Triwidatin . 9: . keadaan sosial ekonomi adalah kedudukan atau posisi seseorang dalam masyarakat berkaitan dengan tingkat pendidikan, tingkat pendapatan pemilikan kekayaan atau fasilitas serta jenis tempat tinggal. Menurut Fitriatun MarAoAti . 8: . bahwa status sosial ekonomi orang tua adalah status orang tua dalam lingkungan masyarakat berdasarkan kriteria ekonomi, pendidikan, pekerjaan serta kekuasaan ataupun jabatan sosial yang dimiliki orang tua di dalam lingkungan masyarakat. Indikator Status Sosial Ekonomi Orang Tua Menurut Sugihartono . 5: . menyatakan status sosial ekonomi orang tua, meliputi tingkat pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, penghasilan orang tua. Tingkat pendidikan orang tua . Pekerjaan orang tua . Penghasilan orang tua Sudirman. Budi,W. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, 1. , 2024 hal 1-17. Lingkungan Menurut Slameto . Lingkungan terdiri dari lingkungan sekolah, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat. Lingkungan Keluarga Keluarga mrupakan orang yang pertama akan memberikan pendidikan dasar pada anak-anak. Seperti menurut Hasbullah . 5: . , mengemukakan bahwa Aulingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama, karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapatkan didikan dan bimbingan. Juga dikatakan lingkungan yang utama, karena sebagian besar kehidupan anak adalah di dalam keluarga sehingga pendidikan yang banyak di terima oleh anak adalah keluargaAy. Indikator lingkungan keluarga Menurut slameto . 5: . Ausiswa yang belajar akan menerima pengaruh dari keluargaAy. Diantaranya adalah berupa: Cara Orang Tua Mendidik. Relasi Antar anggota Keluarga. Keadaan Ekonomi Keluarga. Lingkungan Sekolah Sekolah merupakan lingkungan kedua yang memberikan ilmu pengetahuan kepada siswa selain lingkungan keluarga. Menurut Hamalik . 5: . Aulingkungan sekolah adalah sebagai tempat belajar dan mengajar. Sekolah sebagai suatu lembaga yang menyelenggarakan pengajaran dan kesempatan belajar harus memenuhi bermacammacam persyaratan antara lain: murid, guru, program pendidikan, asrama, sarana dan fasilitasAy. Indikator Lingkungan Sekolah Menurut Slameto . 5: 64-. siswa yang belajar akan menerima pengaruh dari sekolah berupa: Relasi guru dengan siswa Relasi siswa dengan siswa Disiplin sekolah Lingkungan Masyarakat Sudirman. Budi,W. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, 1. , 2024 hal 1-17. Masyarakat dapat mempengaruhi perkembangan seorang anak baik positif maupun negative itu semua karena keberadaan siswa/anak dalam masyarakat, menurut Slameto . 5: . lingkungan ini terdiri dari beberapa indikator yaitu: Kegiatan siswa dalam Masyarakat . Mass Media/ Media Massa . Teman sepergaulan METODE PENELITIAN Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Dulupi Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo. Waktu Penelitian Adapun waktu penelitian berlangsung selama kurang lebih enam bulan, yaitu mulai bulan September sampai dengan bulan Februari Tahun 2022. Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei dengan jenis penelitian kuantitatif. Kerlinger . alam Sugiyono, 2019:. menyatakan bahwa. Aupenelitian survei adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, untuk menemukan kejadiankejadian relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variabel sosiologi maupun Ay Teknik Pengumpulan Data Teknik angket,observasi dan wawancara dan Dokumentasi. Teknik Analisis Data Untuk dapat mengetahui pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua (X. dan Lingkungan (X. dengan Hasil Belajar Siswa (Y), maka pengujian dilakukan dengan menggunakan analisis Regresi berganda. Hasil Uji Normalitas Sudirman. Budi,W. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, 1. , 2024 hal 1-17. Pengujian normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah suatu variabel normal atau Jika nilai signifikan >0,05 berarti data pada variabel terdistribusi secara normal atau sebaliknya. Berikut hasil pengujian normalitas data. Tabel 4. 6 Hasil Uji Normalitas Data One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Mean Parametersa,b Std. Deviation Most Absolute Extreme Positive Differences Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Berdasarkan hasil uji normalitas diketahui nilai signifikansi 0,200 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal. Karena normal maka hasil analisis ini dapat lanjut ke analisis regresi. Karena sarat dalam uji asumsi klasik dalam hal ini nilai residulnya sudah dinyatakan berdistribusi normal. Hasil Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji ada dan tidaknya korelasi antara variabel bebas (Independen. dalam suatu regresi. Pada pengujian ini dikatakan tidak terjadi multikolinearitas jika variance inflation faktor (VIF) dari multikolinieritas di bawah dari atau < 10 dan tolerance value di atas > 0. Sudirman. Budi,W. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, 1. , 2024 hal 1-17. Tabel 4. 7 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF Sumber: Data Olahan Spss, 2021 Berdasarkan hasil uji multikolinearitas di atas, diketahui bahwa nilai VIF variabel status sosial ekonomi orang tua (X. dan variabel lingkungan (X. 020 < 10 dan nilai tolerance value 0. 981 > 0. 1 maka data tersebut tidak terjadi multikoliniearitas. Hasil Uji Heteroskedastisitas Scatterplots Uji heteroskedastisitas merupakan bagian dari uji asumsi klasik dalam model Dimana, salah satu persyaratan yang hasrus terpenuhi dalam model regresi yang baik adalah tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. Menurut Imam Ghozali . tidak terjadi Heteroskedastisitas jika tidak ada pola yang jelas . ergelombang, melebar, kemudian menyempi. pada gambar scatterplot, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Gambar 4. 1 Hasil Pengujian Heteroskedastisitas Scatterplot Sudirman. Budi,W. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, 1. , 2024 hal 1-17. Berdasarkan gambar di atas menunjukan titik-titik menyebar di atas dan di bawah Hasil Analisis Regresi Berganda Setelah hasil uji asumsi klasik dilakukan dan hasilnya secara keseluruhan menunjukan model regresi memenuhi asumsi klasik, maka tahap berikut adalah melakukan evaluasi dan interprestasi model regresi berganda. Model regresi berganda dalam penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh variabel independen Status Sosial Ekonomi Orang Tua (X. Lingkungan (X. terhadap variabel dependen Hasil Belajar (Y). Y = a b1X1 b2X2 e Y = 14. X1 . X2 e Dimana : = Hasil Belajar = Status Sosial Ekonomi Orang Tua = Lingkungan = Standar error yang berarti: Nilai constanta Hasil Belajar Siswa (Y) 14,983 yang menyatakan jika variabel X1. X2 sama dengan nol yaitu status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Lingkungan maka Hasil Belajar Siswa sebesar 14,983 Nilai koefisien X1 sebesar 0,252 berarti bahwa setiap terjadi peningkatan variabel X1 (Status Sosial Ekonomi Orang Tu. sebesar 1% maka hasil besar siswa meningkat 0,252 . ,2%) Nilai koefisien X2 sebesar 0,424 berarti bahwa setiap terjadi peningkatan variabel X2 (Lingkunga. sebesar 1% maka hasil belajar siswa meningkat 0,424 . ,4%) Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Lingkungan berpengaruh terhadap Hasil Belajar Siswa. Pengujian Hipotesis Sudirman. Budi,W. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, 1. , 2024 hal 1-17. Dalam penelitian ini, setelah dilakukan analisis regresi linier berganda, maka akan dilakukan uji hipotesis yaitu Uji Signifikansi Simultan (F-Statisti. Koefisien Regresi Secara Parsial . -statisti. dan Koefisien Determinasi (R. Uji Signifikansi Simultan (F-Statisti. Uji signifikansi simultan digunakan untuk mengetahui secara bersama-sama variabel bebas yaitu Status Sosial Ekonomi Orang Tua (X. Lingkungan (X. berpengaruh terhadap variabel terikat yaitu Hasil Belajar (Y). ANOVAa Sum of Mean Model Squares Square Sig. Regression Residual Total Berdasarkan tabel diatas didapat nilai F-hitung penelitian ini sebesar 36. sedangkan nilai F-tabel pada tingkat signifikansi 5% dan derajat bebas pembilang . sebesar k (Jumlah Variabel Beba. = 2 dan derajat bebas penyebut . sebesar n-k = 83-2 = 81 adalah sebesar 3,11. Jika kedua nilai F ini dibandingkan, maka nilai F-hitung jauh lebih besar dari F-tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini juga dapat dilihat dari tingkat signifikansi, yaitu nilai probabilitas yang diperoleh dari pengujian lebih kecil dari nilai alpha 0,05 sehingga dengan demikian secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa variabel bebas (Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Lingkunga. secara bersama-sama berpengaruh signifikansi terhadap Hasil Belajar Siswa (Y). Sudirman. Budi,W. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, 1. , 2024 hal 1-17. Uji Signifikansi Koefisien Regresi ( t-statisti. Setelah memenuhi uji asumsi klasik maka model regresi yang digunakan dalam penelitian ini sudah tepat, dan selanjutnya akan diuji apakah ada pengaruh secara parsial dari variabel bebas Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Lingkungan terhadap variabel terikat Hasil Belajar. Merumuskan Hipotesis H0 : 0, 1, 2 = 0. Tidak terdapat pengaruh Signifikan antara variabel status sosial ekonomi orang tua (X. dan lingkungan (X. terhadap hasil belajar siswa (Y) pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 3 Dulupi Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo. H1 : 0, 1, 2 O 0. Terdapat pengaruh signifikan antara variabel status sosial ekonomi orang tua (X. dan Lingkungan (X. terhadap hasil belajar siswa (Y) pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 3 Dulupi Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo. Menentukan Tingkat Signifikansi Pengujian menggunakan tingkat signifikansi 0,05 . = 5%) dan diperoleh nilai t hitung 1,990 berdasarkan bantuan program SPSS 23. Menentukan t Tabel Besarnya df . egree of freedo. serta tingkat signifikan yang digunakan sebesar 5% dan nilai df sebesar n-k-1=83-2-1=80 diperoleh nilai t-tabel sebesar 1,990 (Lihat lampiran t-tabe. diketahui nilai signifikansi untuk pengaruh X1 terhadap Y adalah sebesar (P = 0,. < ( 0,. dan nilai t-hitung 5,026 > t-tabel 1,990 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama dalam penelitian ini diterima yaitu H 0 : 1 = 0 dan H1 : 1 O 0 yang berarti H0 ditolak 1 diterima. Diketahui nilai signifikansi untuk pengaruh X2 terhadap Y adalah sebesar (P = 0,. < ( 0,. dan nilai t-hitung 7,484 > t-tabel 1,990 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua diterima yaitu H0 : 2 = 0 dan H1 : 2 O 0 yang berarti H0 ditolak dan 2 diterima. Sudirman. Budi,W. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, 1. , 2024 hal 1-17. Uji Koefisien Determinasi Nilai koefisien determinasi merupakan suatu nilai yang besarnya berkisar antar 0% - 100%. Untuk mengetahui besarnya koefisien determinasi (R. dapat dilihat pada tabel Tabel 4. 9 Koefisien Determinasi Model Summaryb Std. Adjusted Error of Model R Square Square Estimate Berdasarkan hasil analisis koefisien determinasi pada tabel diatas menunjukkan besarnya koefisien determinasi yang disesuaikan atau angka Adjusted R Square adalah sebesar 0,461 atau sebesar 46,1% nilai ini menunjukan bahwa sebesar 46,1% variabilitas hasil belajar dapat dijelaskan oleh variabel Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Lingkungan, sedangkan sisanya 53,9% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti oleh peneliti dalam penelitian. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa status sosial ekonomi orang tua dan lingkungan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar. Hasil ini dibuktikan dengan F-hitung penelitian ini sebesar 36. 094 lebih besar dari nilai F-tabel sebesar 3,11 hal ini juga dilihat dari tingkat signifikansi, yaitu nilai probabilitas yang diperoleh dari pengujian lebih kecil dari nilai alpha 0,05. dengan adanya status sosial ekonomi orang tua dan lingkungan maka akan meningkatkan hasil belajar siswa. Status sosial ekonomi orang tua berpengaruh terhadap hasil balajar, tingkat ekonomi orang tua sangat penting dalam perkembangan belajar siswa. Jika keadaan sosial ekonomi rendah maka dapat menghambat ataupun mendorong peserta didik dalam belajar, dan jika sebaliknya keadaan status sosial ekonomi orang tuanya tinggi maka dapat menciptakan semangat untuk belajar peserta didik disekolah. Sudirman. Budi,W. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, 1. , 2024 hal 1-17. Sedangkan untuk lingkungan berpengaruh terhadap hasil belajar, lingkungan itu sendiri yaitu dimana terjadinya suatu interaksi dengan orang-orang disekitarnya. Lingkungan dijadikan sebagai suatu sumber belajar bagi siswa karena belajar tidak mengenal tempat sehingga dimanapun, kapanpun, dikondisi seperti apapun belajar bisa Lingkungan juga dapat memberikan pengaruh baik dan buruk tergantung seperti apa interaksinya terhadap lingkungan sekitarnya. Jika pengaruh lingkungannya positif hasil belajar akan meningkat begitupun sebaliknya jika pengaruh lingkungannya negatif maka hasil belajarnya akan menurun. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diatas, maka peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa status sosial ekonomi orang tua dan lingkungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 3 Dulupi Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo. Hal ini dibuktikan bahwa 46,1% variabilitas hasil belajar dapat dijelaskan oleh variable Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Lingkungan, sedangkan sisanya 53,9% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti oleh peneliti. Hasil ini menunjukan bahwa dengan adanya status sosial ekonomi orang tua dan lingkungan maka akan meningkatkan hasil belajar siswa. Saran