Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor Juni 2025 Pages 75-86 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Peningkatan Kemampuan Literasi QurAoani Anak Usia Dini melalui Metode Iqra di RA Al-Ikhlash Alfika Nabila1. Gusthine Almeera Irawan2. Nur Anis3 Info Artikel Abstract Keywords: Iqra Method. QurAoanic Reading. Early Childhood. Islamic Education. The skill of readings the Qur'an one of the fundamental aspect of Islamic education, particularly from an early age. During early developmental stages, children require an engaging, systematic approach tailored to their characteristics to effectively recognize and reads the QurAoan. The Iqra methods is widely used to introduce Arabic letters gradually through six structured levels. This study aims to examine the implementation of the Iqra method in QurAoanic reading instruction at RA Al-Ikhlash in Tasikmalaya and to identify the challenges and solutions encountered in its application. The research adopted a qualitative approach, and data were collected using techniques including observation, interviews, and The findings reveal that the Iqra method is implemented in stages according to each volume, using both individual and combined classical-individual approaches based on the childAos reading ability. The learning process is also enriched by instilling moral values through Islamic storytelling. Challenges include low concentration among students, limited parental involvement, and the lack of digital learning media. In response, teachers adopt creative, patient approaches and foster strong communication with parents. Evaluation is conducted by teachers from other classes to ensure objectivity. This study recommends strengthening the collaboration between educators and parents, as well as developing engaging educational media to support effective QurAoanic reading instruction for young children. The novelty of this study lies in the integration of moral values through Islamic storytelling within the Iqra method, combined with cross-class teacher evaluations as an effective strategy to enhance QurAoanic literacy among early childhood learners. Kata kunci: Metode Iqra. Membaca Al-QurAoan. Anak Usia Dini. Pendidikan Islami. Abstrak Keterampilan membaca Al-QurAoan menjadi salah satu fondasi awal yang penting dalam pendidikan Islam sejak masa usia dini. Pada masa perkembangan awal, anak-anak memerlukan pendekatan yang menyenangkan, sistematis, dan sesuai dengan karakteristik mereka agar mampu mengenal dan membaca Al-QurAoan dengan benar dan tepat. Metode Iqra ialah salah satu metode yang telah banyak digunakan untuk mengenalkan huruf hijaiyah secara bertahap melalui enam jilid yang saling berjenjang. Penelitian yang dilakukan mempunyai tujuan agar dapat mengkaji penerapan metode Iqra dalam proses pembelajaran membaca Al-QurAoan di RA Al-Ikhlash Kota Tasikmalaya, serta mengidentifikasi berbagai tantangan dan solusi dalam pelaksanaannya. Penelitian yang dilakukan memakai teknik pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik data berbentuk observasi, wawancara, dan dokumentasi. Perolehan penelitian mengemukakan bahwasanya metode Iqra diterapkan secara bertahap sesuai dengan jilid-jilidnya, dengan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Pendidikan Indonesia. Tasikmalaya. Indonesia Email: alfikanabila. 07@upi. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Pendidikan Indonesia. Tasikmalaya. Indonesia Email: gusthine. almeera21@upi. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Pendidikan Indonesia. Tasikmalaya. Indonesia Email: nur. anis0506@upi. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 pendekatan individual maupun klasikal-individual yang disesuaikan dengan kemampuan anak. Pembelajaran juga disertai penguatan nilai-nilai moral melalui cerita islami. Tantangan yang dihadapi meliputi rendahnya fokus belajar anak, kurangnya keterlibatan orang tua, dan keterbatasan media pembelajaran digital. Sebagai solusi, guru menerapkan pendekatan yang kreatif, sabar, dan membentuk obrolan eksklusif terhadap orang tua. Evaluasi dilakukan oleh guru yang berbeda kelas untuk menjaga objektivitas. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan sinergi diantara pengajar dan orang tua serta pengembangan media pembelajaran yang menarik untuk mendukung keberhasilan kegiatan mempelajari Al-QurAoan anak usia dini. Keunikan penelitian ini terletak pada penguatan nilai moral melalui cerita islami yang terintegrasi dalam metode Iqra, serta pendekatan evaluasi objektif oleh guru lintas kelas sebagai strategi efektif dalam meningkatkan literasi QurAoani anak usia dini. Artikel Histori: Disubmit: 31 Mei 2025 Direvisi: 03 Juni 2025 Diterima: 11 Juni 2025 Dipublish: 30 Juni 2025 Cara Mensitasi Artikel: Nabila. Irawan. , & Anis. Peningkatan kemampuan literasi QurAoani anak usia dini melalui metode Iqra di RA Al-Ikhlash. Jurnal Ar-Raihanah, 5 . , 75-89, https://doi. org/10. 53398/arraihanah. Korenpondensi Penulis: Alfika Nabila, alfikanabila. 07@upi. DOI : https://doi. org/10. 53398/arraihanah. PENDAHULUAN Kemampuan membaca Al-QurAoan merupakan fondasi penting dalam pendidikan Islam, terutama bagi anak usia dini. Saat periode masa di umur tersebut, mereka berada pada perkembangan kognitif dan spiritual yang pesat. Maka dari itu, pengenalan Al-QurAoan haruslah dilakukan secara sistematis, menyenangkan, juga sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Akan tetapi, fakta yang ditemukan di sekitar kita menunjukkan masih terdapat mayoritas anak masih mengalami hambatan dalam keterampilan menilik Al-QurAoan, baik karena tidak adanya minat, semangat dari keluarga, maupun metode belajar yang belum efektif (Anggita et al. Sejalan dengan penjelasan oleh Al-Qurasy, . menekankan bahwa keluarga dan guru memiliki peran sentral dalam membentuk kepribadian anak melalui keteladanan, pengasuhan yang lembut, dan pembiasaan ibadah, sehingga pendidikan Islam tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membina akhlak dan keimanan anak secara menyeluruh. Menurut (Dacholfany & Hasanah, 2. , pendidikan agama sejak usia dini sangat penting sebagai dasar pembentukan karakter dan spiritual anak melalui pendekatan Islami yang mengenalkan nilai agama dan akhlak mulia dengan metode sesuai perkembangan anak. Salah satu metode yang telah terbukti membantu anak dalam mengenal Al-QurAoan secara bertahap, yakni metode membaca Iqra. Cara tersebut menyajikan pembelajaran secara bertahap melalui enam jilid, diawali dengan dikenalkannya huruf dasar hijaiyah sampai anak mampu mengenali serta mengucapkan ayat Al-QurAoan secara benar. Kelebihan sistem tersebut terletak dalam pendekatan secara langsung dan komunikatif, tanpa harus mengeja huruf per huruf, membuat anak dapat dengan mudah memahami. Di sisi lain, metode Iqra sejalan dengan prinsip pembelajaran anak usia dini dimana membutuhkan partisipasi aktif serta pembelajaran yang menyenangkan (Murdani & Abdullah, 2. Adapun sistematika membaca Iqra enam jilid, yakni (Srijatun, 2. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Jilid 1 berfokus pada pengenalan bunyi huruf hijaiyah tunggal dengan harakat fathah, sebagai dasar awal membaca. Jilid 2 mulai memperkenalkan bentuk huruf bersambung dengan harakat fathah, baik dalam bentuk huruf bersambung pada awal, tengah, ataupun akhir kata. Jilid 3 memperluas materi dengan memperkenalkan bacaan berharakat kasrah, bacaan kasrah pada huruf yang menyambung, juga kasrah panjang dikarenakan disertai huruf ya Pada tahap ini juga diperkenalkan bacaan dhommah dan dhommah panjang yang disertai huruf wawu sukun. Jilid 4 melanjutkan dengan pengenalan bacaan tanwin . athah tanwin, kasrah tanwin, dan dhommah tanwi. , serta bunyi huruf sukun seperti ya sukun, wawu sukun, mim sukun, nun sukun, juga bacaan qolqolah, serta huruf-huruf sukun lain. Jilid 5 berisi pembelajaran lanjutan seperti bagaimana melafalkan alif lam qomariyah, alif lam syamsiyah, alif lam pada lafaz jalalah, hukum waqaf, mad farAoi, dan pengenalan hukum tajwid dasar seperti idghom bighunnah dan bilaghunnah disaat nun sukun ataupun tanwin dipertemukan kepada huruf-huruf khusus. Jilid 6 merupakan tahap penyempurnaan yang mencakup pembelajaran metode melafalkan nun sukun ataupun tanwin ketika dipertemukan pada huruf-huruf iqlab, ikhfa, serta penjelasan lebih rinci mengenai hukum waqaf, termasuk cara membaca kata atau huruf yang sulit . , dan pengenalan terhadap bacaan dalam fawatihussuwar . embuka Proses pengajaran dengan metode Iqra dapat disesuaikan terhadap keadaan juga kenyataan di lapangan, juga bisa diterapkan melalui berbagai pendekatan. Berikut ini adalah beberapa bentuk pelaksanaan metode pengajaran Iqra (Saiti et al. , 2. Metode Individual Metode ini diterapkan menggunakan metode guru membimbing anak dengan cara bergiliran, seorang demi seorang, berdasarkan kemampuan dan tingkat Iqra yang telah dikuasai oleh masing-masing anak. Sembari menunggu gilirannya, anak-anak lain-lainnya dibebaskan untuk bermain di halaman kelas. Metode Klasikal Pada metode ini, guru memberikan materi secara bersamaan kepada seluruh peserta didik dalam satu kelas. Anak-anak tidak membaca satu per satu di hadapan guru, melainkan membaca Iqra masing-masing secara serempak sambil mendengarkan penjelasan dari Tujuannya adalah untuk menyampaikan pelajaran secara menyeluruh berdasarkan prinsip-prinsip dasar, sekaligus untuk memotivasi semangat belajar anak-anak. Metode Klasikal-Individual Metode gabungan ini membagi proses pengajaran menjadi dua sesi waktu, yakni secara klasikal dan individual. Pendekatan ini merupakan kombinasi antara pembelajaran bersama dan pendampingan per individu yang dapat diterapkan untuk materi yang sama, agar lebih efektif menjangkau seluruh kebutuhan belajar anak. Pelaksanaan metode Iqra di RA Al-Ikhlas Kota Tasikmalaya menjadi salah satu contoh implementasi yang menarik untuk dikaji. Proses pembelajaran dilakukan secara rutin setiap pagi sebelum kegiatan inti dimulai, dan dibimbing secara individual sesuai perkembangan anak. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Tidak hanya aspek teknis membaca yang diajarkan, tetapi juga penanaman nilai-nilai spiritual dan moral melalui cerita islami serta penggunaan media sederhana seperti proyektor dan Namun demikian, penerapan metode ini tidak luput dari tantangan, seperti rendahnya motivasi belajar anak, minimnya keterlibatan orang tua di rumah, serta keterbatasan media pembelajaran digital yang mendukung (Anggita et al. , 2. Dengan adanya tantangan tersebut, diperlukan kreativitas dari guru-guru untuk menciptakan suasana kelas yang kondusif dan menyenangkan bagi anak untuk belajar, serta sinergi antara sekolah dan keluarga saat mendampingi aktivitas belajar anaknya. Penguatan peran guru berperan fasilitator dan peningkatan literasi orang tua tentang pentingnya pengajaran Al-QurAoan menjadi aspek dari solusi dimaan haruslah selalu dilakukan pengembangan (Murdani & Abdullah, 2. Meskipun metode Iqra telah banyak digunakan di berbagai lembaga pendidikan Islam, fokus pembelajaran seringkali hanya terbatas pada aspek teknis mengenal huruf dan tanda baca, tanpa diimbangi dengan pendekatan yang menyentuh sisi nilai moral serta strategi evaluasi yang sesuai karakteristik anak usia dini. Padahal, membentuk kecintaan anak terhadap Al-QurAoan tidak cukup hanya melalui pelatihan membaca, melainkan juga membutuhkan suasana belajar yang menyenangkan, penuh keteladanan, serta sarat dengan muatan nilai spiritual yang dapat dipahami anak. Di RA Al-Ikhlash, metode Iqra dipadukan dengan pembiasaan nilai-nilai melalui cerita Islami serta evaluasi antar guru lintas kelas, yang menjadikannya menarik untuk ditelaah lebih jauh. Berdasarkan pemaparan latar belakang di atas, tujuan penelitian ini ialah untuk mengkaji pengimplementasian metode Iqra didalam proses belajar membaca Al-QurAoan di RA Al-Ikhlash, serta mengidentifikasi berbagai tantangan beserta solusi yang dihadapi dalam Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi yang berguna bagi lembaga pendidikan, pendidik, serta orang tua dalam pengembangan strategi pengajaran Al-QurAoan dengan efektifitas tinggi, relevan, dan seusai konteks dalam pendidikan anak usia dini. METODE Penelitian yang dilaksanakan menerapkan pedekatan penelitian kualitatif, yakni metode yang bertujuan memahami dan menggambarkan secara mendalam suatu peristiwa, proses, atau fenomena yang terjadi secara alami dan kontekstual sesuai dengan situasi sebenarnya di Dalam penelitian kualitatif, peneliti tidak memberikan perlakuan atau manipulasi terhadap subjek, tetapi justru mencoba menangkap makna dari suatu gejala sosial melalui pengamatan langsung, wawancara, dan dokumentasi. Menurut (Rasyid, 2. , penelitian kualitatif berfokus pada makna, bukan angka, serta mengedepankan pemahaman terhadap konteks dan pengalaman subjek secara menyeluruh. Oleh karena itu, metode ini sangat sesuai digunakan untuk mengkaji tahapan pengajaran bacaan Al-QurAoan menerapkan metode Iqra kepada anak usia dini. Sebagai metode yang bersifat naturalistik, kehadiran peneliti di lapangan menjadi bagian penting dalam proses penelitian. Peneliti terlibat secara langsung dalam berinteraksi dengan narasumber, dan menggali informasi dari berbagai sumber. Seperti dijelaskan oleh Fiantika et , . dalam penelitian kualitatif, peneliti adalah instrumen utama yang harus peka, reflektif, dan mampu menangkap nuansa dalam interaksi sosial. Penelitian ini dilakukan secara Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 deskriptif, untuk memperoleh gambaran menyeluruh tentang bagaimana anak mempelajari bacaan Al-QurAoan yang baik melalui metode Iqra, serta bagaimana peran pengajar juga keluarga pada tahapan tersebut. Penelitian ini difokuskan pada wawancara dengan seorang guru kelas kelompok B di RA Al-Ikhlash. Penentuan subjek dilaksanakan dengan purposive, yakni dipilih berdasarkan keterlibatan langsung guru kelas pada proses pengajaran. Pemilihan informan seperti ini sejalan dengan penjelasan Rohman et al. , . , bahwa alam metode kualitatif, informan dipilih berdasarkan kemampuan mereka memberikan informasi yang relevan dan mendalam. Metode dikumpulkannya data dilaksanakan melewati wawancara mendalam dan dokumentasi, dengan prinsip triangulasi untuk menjaga keakuratan data (Balaka, 2. Proses analisa data dilaksanakan melewati tiga proses utama, yakni penyederhanaan data, pemaparan informasi, dan perumusan kesimpulan. Data yang sudah terkumpul diseleksi, dikategorikan, dan diinterpretasikan untuk menemukan pola-pola atau tema yang muncul. Dalam memastikan keabsahan hasil, digunakan teknik triangulasi sumber dan teknik, serta dilakukan konfirmasi ulang kepada informan agar penafsiran peneliti sesuai dengan kenyataan (Ratnaningtyas et al. , 2. Penelitian ini dilaksanakan di RA Al-Ikhlash pada tanggal 16 April 2025. Lokasi ini dipilih karena lembaga tersebut secara aktif menerapkan metode Iqra pada kegiatan belajar menilik Al-QurAoan pada anak di bawah 6 tahun, sehingga sesuai dengan fokus penelitian yang ingin HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Implementasi Pembelajaran Al-QurAoan melalui Metode Iqra di Al-Ikhlash Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan melalui wawancara terhadap salah seorang dari pengajar di RA Al-Ikhlash Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan untuk belajar Iqra di RA Al-Ikhlash adalah menggunakan metode Iqra sebagai awalan mengenal AlQurAoan, menggunakan cara yang bertahap sesuai dengan jilid Iqra yang sedang dipelajari anak. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap pagi pukul 07:15 sebelum anak-anak memulai kegiatan pembelajaran inti di kelas. Pendidik membimbing anak-anak secara bertahap melalui jilid-jilid Iqra, dimulai dari Iqra jilid 1 dan dilanjutkan ke jilid-jilid berikutnya disesuaikan terhadap potensi setiap anak. Tujuannya adalah anak-anak dapat membiasakan diri untuk belajar Al-QurAoan sejak dini serta menanamkan kecintaan terhadap kitab suci umat Islam. Pendekatan yang digunakan bersifat individual dan disesuaikan dengan perkembangan kemampuan membaca huruf hijaiyah setiap anak. Pada Iqra jilid 1, anak-anak mulai diperkenalkan kepada huruf-huruf hijaiyah dan fokus pada membenarkan makhraj . empat keluarnya huru. serta kemampuan membedakan bunyi huruf-huruf yang mirip, seperti huruf kho (A )Adan kha (A)A, serta perbedaan antara bunyi Aoa (A)A dan a (A)A. Pendekatan ini penting sebagai dasar agar anak-anak dapat membaca dengan benar sejak awal. Kemudian, pada Iqra jilid 2, anak-anak mulai dikenalkan pada konsep mad, yaitu bacaan panjang yang harus dibaca sebanyak dua harakat. Mereka dibimbing untuk mengetahui bahwa huruf-huruf tertentu membutuhkan pemanjangan suara saat dibaca, meskipun istilah tajwid seperti "mad thobiAoi" belum diajarkan secara teori. Masuk ke Iqra jilid 3, anak-anak mulai Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 memahami tanda baca seperti fathah, kasrah, dan dhammah, dan bagaimana pengaruh tanda baca tersebut terhadap bunyi huruf hijaiyah. Pada Iqra jilid 4, materi yang diajarkan semakin bertambah kompleks, seperti qalqalah dan mad lin, yang diperkenalkan melalui praktik membaca, bukan dengan istilah teori tajwid. Anak-anak dilatih untuk membaca dengan pengucapan yang benar dan sesuai kaidah. Sementara itu. Iqra jilid 5 dan 6 merupakan tahap penggabungan dari seluruh materi sebelumnya. Pada tahap ini, anak-anak ditargetkan untuk membaca dengan lebih lancar, fasih, dan tepat sesuai dengan kaidah dasar melafalkan AlQurAoan. Meski pada RA Al-Ikhlash pada pelaksanaan membaca Iqra tidak diajarkan secara mendalam mengenai pengenalan hukum tajwid, seperti menyebutkan nama-nama hukum bacaan . isalnya mad thobiAoi, ikhfa, idgham, dan lainny. , namun aspek cara membaca yang benar tetap menjadi fokus utama, termasuk panjang pendeknya bacaan dan pelafalan dengan Pemakaian metode yang dilakukan secara benar pada tahapan pembelajaran Iqra, maka anak dapat belajar membaca Iqra dengan baik, benar, dan lancar (Fitriani & Hayati. Pada buku berjudul Childhood in Tyrkiye: Educational. Sociological, and Psychological Perspectives (Sen & Selin, 2. memberikan perspektif multidisipliner tentang pendidikan anak usia dini yang sangat relevan dengan penerapan metode Iqra di RA Al-Ikhlash. Pada buku ini menekankan pentingnya pendekatan pendidikan yang menghargai tahapan perkembangan anak dan peran aktif mereka dalam proses belajar, sejalan dengan pembelajaran Iqra yang dilakukan secara individu maupun kelompok sesuai kemampuan masing-masing anak. Selain itu, buku ini juga menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dan dukungan komunitas sangat berperan dalam kesejahteraan dan keberhasilan pendidikan anak, sama seperti upaya guru di RA Al-Ikhlash yang menjalin komunikasi dengan orang tua untuk mendukung proses belajar Tambahan dari itu, integrasi nilai-nilai budaya dan religius, seperti penyisipan cerita Islami dalam metode pembelajaran, menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan moral dan spiritual anak, yang juga menjadi fokus dalam metode Iqra tersebut, sehingga penting bahwa lingkungan belajar yang holistik dan dukungan penuh dari guru serta orang tua yang kuat dalam menciptakan suasana belajar yang efektif dapat bermakna bagi anak usia Setiap anak memiliki catatan pribadi sebagai alat pemantau kemajuan mereka dalam membaca Iqra. Pendidik mencatat perkembangan tersebut secara berkala untuk menjamin bahwa setiap anak memperoleh perhatian dan pembinaan yang selaras dengan kebutuhannya masing-masing. Menariknya, terdapat tahapan khusus saat anak mencapai kemajuan, seperti ketika anak naik dari Iqra 1 ke Iqra 2. Pada momen ini. RA Al-Ikhlash mengadakan upacara sederhana yang biasanya dilakukan bersamaan dengan kegiatan pengajian atau rapat POM (Pertemuan Orang Tua Muri. Upacara ini bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada anak sekaligus melibatkan orang tua dalam proses belajar anak. Sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian tersebut, anak yang naik ke jilid berikutnya akan diberikan hadiah, misalnya Iqra jilid 2 sebagai simbol kelanjutan belajarnya. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar, meningkatkan kepercayaan diri anak, dan mempererat hubungan antara lembaga pendidikan dan keluarga untuk mengawasi proses pendidikan anak. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Penanaman aspek positif didalam Al-QurAoan juga menjadi bagian terpenting pada aktivitas mengajar di RA Al-Ikhlash. Nilai-nilai tersebut tidak hanya diajarkan melalui bacaan, tetapi juga disampaikan dengan metode bercerita . isah telada. yang disesuaikan dengan usia dan pemahaman anak-anak. Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama, bukan secara individu, agar anak-anak dapat belajar melalui interaksi sosial dan diskusi ringan. Biasanya, guru menyampaikan cerita-cerita yang mengandung pesan moral dan ajaran Islam, seperti kisah para nabi, sahabat Rasul, atau aspek seperti perilaku jujur, bertanggungjawab, mengasihi sesama, dan saling tolong-menolong. Penyampaian nilai-nilai ini dilakukan secara rutin pada awal dan akhir pembelajaran, sebagai bagian dari pembiasaan dan penguatan karakter anak. Dengan cara ini, anak-anak tidak hanya belajar membaca Al-QurAoan secara teknis, namun harus paham apa arti, juga nilai kehidupan yang ada pada kandungan kitab suci tersebut, sehingga menjadi pribadi yang berakhlak mulia sejak usia dini. Sejalan dengan pendapat Safitri & Aziz, . , penanaman nilai-nilai agamis juga moralitas dapat diwujudkan melewati pembentukan karakter positif pada anak yang akan menjadi bagian dari dirinya dan membentuknya sebagai pribadi yang religius, beretika, bermoral, serta memiliki martabat. Tambahan dari itu. Penelitian oleh Ahmadi et al. , . meneliti hubungan antara perkembangan moral, religiositas, dan orientasi keagamaan pada Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiositas memiliki hubungan positif dengan perkembangan moral. semakin tinggi tingkat religiositas seseorang, semakin tinggi pula tingkat perkembangan moralnya. Selain itu, orientasi religius internal, yakni ketika seseorang menjalani agamanya secara tulus dari dalam hati memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap perkembangan moral dibandingkan orientasi eksternal yang hanya mengikuti aturan agama karena tekanan sosial atau kebiasaan. Temuan ini sangat relevan dengan praktik pembelajaran metode Iqra di RA Al-Ikhlash, yang tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis membaca huruf hijaiyah dan Al-QurAoan, tetapi juga pada penanaman nilai-nilai kebaikan seperti kejujuran, kasih sayang, dan tanggung Salah satu pendekatan yang digunakan guru adalah melalui metode kisah nabi yang mengenalkan anak-anak pada teladan akhlak para nabi dalam konteks sederhana dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Melalui kisah-kisah tersebut, nilai religiositas internal ditanamkan secara alami, sehingga anak tidak hanya memahami ajaran Islam sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai sumber inspirasi untuk bersikap baik dalam kehidupan. Jika pembelajaran ini dilakukan secara konsisten di sekolah dan didukung oleh lingkungan keluarga, maka perkembangan moral dan karakter anak akan tumbuh sejalan dengan ajaran Islam yang Hal tersebut sejalan dengan buku oleh (Suwaid, 2. yang mengupas metode pengasuhan dan pendidikan anak berdasarkan teladan Nabi Muhammad SAW melalui pendekatan penuh kasih sayang, keteladanan, dan pembiasaan nilai Islami dalam mendidik Sehubungan dengan itu, (Shahzad & Shafi, 2. menjelaskan bahwa ketika anak-anak merasa nyaman dan diterima dalam lingkungan belajar, mereka cenderung lebih mudah memaafkan dan bersyukur. Selain itu, rasa kebersamaan dan saling tolong-menolong di antara mereka juga membantu memperkuat sikap pemaaf dan rasa syukur itu. Meskipun dalam penelitian ini faktor keagamaan tidak selalu memperkuat hubungan tersebut, nilai-nilai spiritual Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 tetap penting untuk diajarkan. Hal ini relevan dengan metode Iqra di Al-Ikhlash bahwa temuan ini menguatkan pentingnya menciptakan suasana belajar yang nyaman dan penuh rasa memiliki, sehingga anak-anak tidak hanya mampu mengenal huruf hijaiyah dan membaca AlQurAoan secara bertahap, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebaikan seperti pemaaf dan Jika nilai-nilai tersebut konsisten diterapkan oleh orang tua di rumah dan guru di sekolah, anak-anak akan lebih mudah mengembangkan karakter baik sesuai dengan ajaran Islam secara menyeluruh. Selain itu, menurut Hayati & Harfiani, . penggunaan aplikasi teknologi atau media audio visual pada aktivitas belajar sangat bermanfaat bagi anak usia dini karena dapat meningkatkan ketertarikan dan motivasi peserta didik. Media seperti gambar dan video membantu anak lebih mudah memahami dan mengingat materi, serta meningkatkan minat dan partisipasi mereka dalam kegiatan belajar. Namun, pada saat ini, pembelajaran Al-QurAoan di RA Al-Ikhlash belum sepenuhnya memakai aplikasi atau teknologi digital secara mandiri dalam proses belajar mengajar. Pendidik di RA Al-Ikhlash mulai memanfaatkan media audio visual sederhana, seperti infokus . untuk menayangkan teks surah An-NabaAo dan audio untuk memperdengarkan bacaan Al-QurAoan dengan tepat terhadap anak. Penggunaan infokus dan audio ini bertujuan untuk membantu anak-anak lebih mudah mengenali juga menghafalkan lafadz Al-QurAoan melalui visualisasi serta pendengaran. Meskipun belum interaktif seperti aplikasi digital, pendekatan ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan media pembelajaran modern yang dapat menunjang keterlibatan dan pemahaman anak terhadap bacaan Al-QurAoan. Sejalan dengan itu, buku berjudul AuSupporting Modern Teaching in Islamic Schools: Pedagogical Best Practice for TeachersAy oleh Amzat, . memberikan panduan lengkap bagi para guru di sekolah Islam dalam menghadapi tantangan pendidikan modern. Buku ini membahas berbagai pendekatan pembelajaran yang efektif, seperti metode yang berpusat pada siswa, penggunaan teknologi dalam pendidikan Islam, serta inovasi dalam kurikulum. Selain itu, buku ini juga menekankan pentingnya pengembangan profesional secara berkelanjutan bagi guru agar kualitas pengajaran dan kepemimpinan pendidikan dapat terus Tidak ketinggalan, buku ini mengulas upaya reformasi kurikulum Islam untuk menjaga relevansi dan mutu pendidikan di berbagai konteks global. Temuan dan konsep dari buku ini relevan dengan penerapan metode Iqra di RA Al-Ikhlash, meskipun belum menggunakan aplikasi digital interaktif, penggunaan teknologi yang dianjurkan dalam buku juga dapat diadaptasi untuk menciptakan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan usia anak, sehingga suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan efektif. Tantangan dan Solusi Tantangan yang dihadapi guru saat melaksanakan pembelajaran Al-QurAoan terhadap siswa-siswa RA Al-Ikhlash adalah perubahan karakteristik generasi anak masa kini yang memiliki karakter berbeda terhadap anak zaman dulu. Saat ini, banyak anak yang menunjukkan minat belajar yang rendah, terutama dalam hal membaca Al-QurAoan. Semua merasa lebih mudah bosan juga tidak memiliki motivasi untuk belajar. Salah satu kendala utama yang sering dirasakan guru adalah tingkat fokus anak yang rendah. Misalnya, saat Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 kegiatan belajar Al-QurAoan dilakukan secara bergiliran, anak yang telah menyelesaikan gilirannya sering kali berteriak, bermain ke sana kemari, atau melakukan aktivitas lain yang mengganggu konsentrasi teman-temannya yang masih dalam giliran membaca. Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi guru dalam menjaga suasana belajar yang kondusif. Cara menanggulangi situasi itu, kontribusi pengajar sangatlah penting, bukan sekedar untuk menyampaikan materi, namun turut serta dalam memfasilitasi dan pembimbing dalam proses pembelajaran. Guru berusaha mengembalikan fokus anak-anak dengan pendekatan yang sabar dan kreatif, seperti memberikan pengalihan aktivitas yang tetap bernuansa pembelajaran, mengajak anak berdiskusi ringan, atau menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar anak tetap bisa menerima materi dengan baik. Mengembangkan metode mengajar dengan kreativitas serta inovasi ialah wewenang dan fungsi paling penting dari pengajar, khususnya saat meningkatkan kualitas proses belajar peserta didik (Hidupi et al. Selain itu, guru di RA Al-Ikhlash juga melakukan bimbingan khusus secara personal. Contohnya, terdapat seorang anak dari kelompok B yang mengalami kesulitan dalam melanjutkan ke tahap Iqra 2, bahkan selama kurun waktu hampir dua hingga tiga tahun masih berada di tahap yang sama. Melihat kondisi tersebut, guru tidak langsung memberikan tekanan, tetapi justru berusaha memahami akar permasalahan yang dihadapi anak. Guru melakukan observasi mendalam terhadap perkembangan anak dan menelusuri latar belakangnya, baik dari segi kemampuan, lingkungan, maupun kondisi psikologisnya. Setelah itu, guru berkonsultasi dengan orang tua untuk mendiskusikan kondisi anak secara terbuka dan mencari strategi terbaik yang dapat mendukung kemajuan belajar anak. Berdasarkan hasil observasi guru, diketahui bahwa anak tersebut memiliki kesulitan dalam berbicara, sehingga artikulasi saat melafalkan Al-QurAoan belum jelas serta belum menyesuaikan terhadap aturan bacaan. Hal itu menjadi faktor utama yang menghambat kemajuan anak dalam pembelajaran Iqra. Sebagai tindak lanjut, guru berupaya untuk menyesuaikan metode pengajaran agar lebih tepat sasaran, seperti memberikan latihan pengucapan huruf hijaiyah secara perlahan, serta membangun motivasi belajar melalui pendekatan emosional yang positif. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan adanya dukungan keluarga pada lingkungan rumah dalam memperkuat pengajaran Al-QurAoan anak. Idealnya, orang tua diharapkan dapat mengulang materi yang telah dipelajari anak di sekolah, seperti membantu anak membaca Iqra, memperbaiki pelafalan huruf hijaiyah, atau mendampingi anak menghafal surah-surah pendek. Keterlibatan orang tua ini penting untuk memastikan bahwa anak mendapatkan latihan yang konsisten, baik di sekolah maupun di rumah. Hal ini karena anak mudah meniru sikap orang tuanya yang ialah individu terdekat juga paling dikaguminya. Lingkungan keluarga memiliki pengaruh besar dalam proses pembelajaran anak, khususnya dalam pembelajaran membaca Iqra, mengingat pada usia dini anak banyak menghabiskan waktu di lingkungan keluarga (Andhika, 2. Namun demikian, berdasarkan pengamatan pendidik di RA Al-Ikhlash, dukungan dari orang tua masih tergolong minim, banyak orang tua yang cenderung menyerahkan sepenuhnya proses pembelajaran Al-QurAoan kepada pihak sekolah, tanpa melanjutkan atau menindaklanjuti pembelajaran tersebut di rumah. Kondisi ini tentu menjadi tantangan Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 tersendiri bagi guru dalam mencapai target keterampilan melafalkan Al-QurAoan yang optimal terhadap anak-anaknya. Evaluasi Pada RA Al-Ikhlash, setiap anak yang berhasil naik ke tahapan Iqra berikutnya akan dinilai oleh dua guru khusus, yaitu guru EBTA (Evaluasi Belajar Tahapan Al-QurAoa. serta pengajar PAI (Pendidikan Agama Isla. Kedua guru ini memiliki catatan perkembangan individu untuk setiap anak yang mereka amati serta memuat evaluasi rinci tentang kemampuan dan kemajuan anak pada saat memplejari bacaan Al-QurAoan. Penilaian dilakukan karena mengacu kepada kriteria tertentu, seperti "anak ini layak naik, tetapi bacaannya perlu lebih jelas" atau "tolong jangan naikkan tahap Iqra, karena masih terdapat beberapa aspek yang harus dibenahi". Dengan demikian, evaluasi ini berfungsi sebagai panduan untuk memastikan bahwa setiap anak memiliki pemahaman dan kemampuan yang cukup sebelum melanjutkan ke tahapan berikutnya. Selain itu, guru tidak menilai anakanak di kelas yang mereka ajar. Sebagai contoh, guru yang mengajar di kelas A1 akan menilai anak-anak di kelas B. Pendekatan ini bertujuan untuk menghindari bias dan memberikan penilaian yang objektif terhadap kemampuan anak tanpa dipengaruhi oleh kedekatan guru dengan anak tersebut. Selain itu, keterlibatan guru dari kelas lain dalam proses penilaian juga memberikan sudut pandang yang lebih luas mengenai perkembangan belajar anak di luar lingkungan kelas tempat mereka biasa belajar. KESIMPULAN Metode Iqra diterapkan dalam kegiatan belajar melafalkan Al-QurAoan pada RA Al-Ikhlash mampu mendorong anak mengenali huruf hijaiyah juga menilik Al-QurAoan secara bertahap sesuai dengan kemampuan mereka. Pembelajaran dilakukan secara individu dan juga bersama-sama, maka dari itu anak-anak dapat mengikuti pembelajaran dan merasakan kenyamanan, serta lebih terarah. Selain itu, guru juga menyisipkan cerita-cerita islami guna menumbuhkan nilai-nilai yang baik terhadap anakanaknya. Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa kendala seperti kurangnya perhatian anak saat belajar, keterlibatan orang tua yang masih rendah, dan keterbatasan alat bantu belajar yang menarik. Untuk mengatasi kondisi tersebut, sebagai guru perlu mengusahakan kondisi pembelajaran yang dapat menyenangkan serta menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua. Selain itu, penilaian membaca Iqra juga dilakukan oleh guru dari kelas lain agar hasilnya lebih adil dan objektif. Studi ini menunjukkan bahwa metode Iqra bukan hanya berfungsi sebagai instrumen teknis dalam pengajaran membaca AlQurAoan, tetapi juga menjadi medium penanaman nilai moral dan spiritual sejak usia dini. Oleh karena itu, penting bagi lembaga pendidikan untuk mengintegrasikan metode ini dengan pendekatan yang menyenangkan dan kontekstual. Rekomendasi kebijakan yang dapat diberikan antara lain adalah perlunya pelatihan berkelanjutan bagi guru dalam menerapkan metode Iqra yang adaptif terhadap kebutuhan anak, serta penyediaan media pembelajaran yang menarik dan sesuai usia. Selain itu, kolaborasi antara sekolah dan orang tua harus terus diperkuat agar pembelajaran Al-QurAoan dapat berlangsung secara berkesinambungan di rumah maupun di sekolah. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 DAFTAR KEPUSTAKAAN Ahmadi. Davoudi. Mardani. Ghazaei. , & ZareZadegan. The Relationships Among Moral Development. Religiosity and Religious Orientation in Students. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 84, 674Ae678. Al-Qurasy. Dr. Creative Islamic Parenting: Sukses Mendidik Anak dari Bayi hingga Menjelang Baligh. Zaduna. Amzat. Supporting Modern Teaching in Islamic Schools: Pedagogical Best Practice for Teachers. Routledge. Andhika. Peran Orang Tua Sebagai Sumber Pendidikan Karakter Bagi Anak Usia Dini. AT-TAAoDIB: Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam, 13. , 73Ae81. Anggita. Hemawati, & Nurhasanah. Pengaruh Penggunaan Metode IqraAo Terhadap Kemampuan Membaca Al-QurAoan Pada Peserta Didik Di TPQ Aisyiyah. Jurnal Penelitian. Pendidikan Dan Pengajaran: Jp, 4. , 32Ae54. Balaka. Muh. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Widina Bhakti Persada Bandung. Dacholfany. , & Hasanah. Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Konsep Islam. AMZAH. Fiantika. Wasil. Jumiyati. Honesti. Wahyuni. Mouw. Jonata. Mashudi. Hasanah. Maharani. Ambarwati. Noflidaputri. Nuryami, & Waris. Metodologi Penelitian Kualitatif. PT. GLOBAL EKSEKUTIF TEKNOLOGI. Fitriani. , & Hayati. Penerapan Metode Tahsin untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Siswa Sekolah Menengah Atas. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 5. , 15Ae30. Hayati. , & Harfiani. Pemanfaatan Media Audio Visual dalam Pembelajaran Membaca Iqra pada Anak Usia Dini di Tadika Tinta Khalifah Sungai Karangan. Malaysia. Edusaintek: Jurnal Pendidikan. Sains dan Teknologi, 11. , 1863Ae1877. Hidupi. Zohro. , & Akip. Peran Guru dalam Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Membangun Masa Depan Berkualitas. Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini , 2. , 103Ae120. Murdani, & Abdullah. Strategi Dayah Darutthalibin Al-Aziziyah dalam Penerapan Metode IqraAo Terhadap Kemampuan Belajar Al-QurAoan. At-Tarbiyyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 6. , 60Ae70. Rasyid. Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif: Teori. Metode, dan Praktek . IAIN Kediri Press. Ratnaningtyas. Ramli. Syafruddin. Saputra. Suliwati. Nugroho. Karimuddin. Aminy. Saputra. Khaidir, & Jahja. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Rohman. Sinaga. Yuliawati. Asmara. Sari. Musa. Ramadhan. Yustitia. Agit. Suhendi. Hidayati. Dewi. Sukandi. , & Saputri. Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. PT. Penamuda Media. Safitri. , & Aziz. Pengembangan Nilai Agama dan Moral Melalui Metode Bercerita pada Anak. Age Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini , 4. , 85Ae96. Saiti. Lubis. , & Pulungan. Implementasi Metode IqraAo dalam Meningkatkan Pengenalan Huruf Hijaiyyah Pada Anak Usia Dini di TK Az-Zahra Mondang. Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam, 2. , 203Ae216. Sen. , & Selin. Childhood in Tyrkiye: Educational. Sociological, and Psychological Perspectives. Springer. Shahzad. , & Shafi. Impact of Sense of Belonging on Forgiveness and Gratitude Among Muslim Students: Mediating Role of Collectivism and Moderating Role of Religiosity. Journal of Education in Muslim Societies, 5. , 47Ae56. Srijatun. Implementasi Pembelajaran Baca Tulis Al-QurAoan dengan Metode Iqra pada Anak Usia Dini di RA Perwanida Slawi Kabupaten Tegal. Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam, 11. , 25Ae Suwaid. Prophetic Parenting: Cara Nabi Mendidik Anak. Pro-U Media.