Volume I No. 1 (Januari 2. : SRODJA PERSEPSI MASYARAKAT ATAS LAYANAN APLIKASI HAJI PINTAR DI KABUPATEN BANGKALAN (Public Perception on the Haji Pintar Service in Bangkalan Distric. Elly Nur Farida. Supranoto. Anwar Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Jember (UNEJ) Jln. Kalimantan 37. Jember 68121 E-mail: DPU@unej. Abstrak Artikel ini menjelaskan dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat mengenai aplikasi Haji Pintar di Kabupaten Bangkalan. Pelayanan berbasis e-government diharapkan mampu memberikan pelayanan yang mudah, murah, efektif dan efisien kepada masyarakat. Namun pada kenyataannya aplikasi Haji Pintar masih banyak mendapatkan komentar negatif karena dinilai tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Artikel ini didasarkan pada hasil penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif bersifat asosiatif. Lokasi penelitian yang dipilih adalah Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bangkalan. Populasi penelitian ini adalah masyarakat Bangkalan yang pernah menggunakan aplikasi Haji Pintar dari bulan April-Juni 2023 yang berjumlah 73 orang, dengan sampel sebanyak 50 responden yang dipilih menggunakan teknik probability sampling, yaitu simple random sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi yang terdiri dari faktor internal (X. , faktor eksternal (X. , dan faktor situasi berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap persepsi masyarakat (Y) mengenai layanan aplikasi Haji Pintar di Kabupaten Bangkalan. Kata kunci: e-government, persepsi (Abstrac. This article describes and analyzes the factors that influence public perceptions of the Haji Pintar application in Bangkalan Regency. E-government-based services are expected to be able to provide easy, cheap, effective and efficient services to the But in reality, the Haji Pintar application still gets a lot of negative comments because it is considered not functioning as it should. This article is based on the results of research using an associative quantitative approach. The research location chosen is the Office of the Ministry of Religion of Bangkalan Regency. The population of this study were Bangkalan people who had used the Hajj Pintar application from April-June 2023, totaling 73 people, with a sample of 50 respondents selected using probability sampling technique, namely simple random sampling. The data analysis method used is simple linear regression analysis and multiple linear regression. The results showed that the factors that influence perceptions consisting of internal factors (X. , external factors (X. , and situational factors partially and simultaneously affect public perceptions (Y) regarding the Hajj Pintar application service in Bangkalan Regency. Keywords: e-goverment, perceptions Pendahuluan Optimalisasi pengembangan dan pemanfaatan e- government merupakan salah satu kebijakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satu instansi yang telah memanfaatkan dan mengembangkan pelayanan berbasis Teknologi Informasi berbentuk pelayanan adalah Kementrian Agama (KEMENAG) melalui peluncuran aplikasi Haji Pintar. Haji pintar adalah aplikasi yang dapat digunakan masyarakat untuk mendaftar haji secara online tanpa datang ke Kantor Kementrian Agama Aplikasi Haji Pintar merupakan upaya pemerintah dalam memberikan kemudahan kepada jemaah haji dan masyarakat dalam mengakses beragam informasi seputar ibadah haji dan diharapkan dapat digunakan secara menyeluruh kepada jemaah haji yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia baik di pedesaan maupun perkotaan, oleh kalangan muda maupun lanjut usia. Peraturan yang menjadi rujukan penggunaan aplikasi Haji Pintar yakni Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 13/2021. Secara empirik pelayanan berbasis e- government diharapkan mampu memberikan pelayanan yang mudah, murah, efektif dan efisien kepada masyarakat. Namun pada kenyataannya aplikasi Haji Pintar masih banyak mendapatkan komentar negatif karena dinilai tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Persepsi masyarakat merupakan hal yang penting untuk menciptakan pemerintahan yang baik . ood governmen. Untuk menciptakan pelayanan yang baik, diperlukan tiga pilar yang terdiri dari pemerintah, pihak swasta . elaku usah. , dan masyarakat . ivil societ. untuk saling mendukung. Oleh karena itu, sebagai salah satu aspek penting dalam administrasipublik, persepsi masyarakat sangat berperan penting untuk mengevaluasi kinerja layanan publik yang telah disediakan pemerintah. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti, terdapat beberapa alasan masyarakat menggunakan aplikasi haji pintar untuk mendaftar haji, antara lain karena masyarakat beranggapan penggunaan aplikasi Haji Pintar dapat mempermudah akses pelayanan haji, mempermudah masyarakat dalam mendapatkan informasi terkait haji, penggunaan aplikasi dinilai lebih efektif dan efisien, serta karena pengguna tidak dapat mendaftar haji secara lansung ke Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bangkalan dikarenakan sibuk bekerja atau sedang bekerja di luar kota/negeri. Namun pada Volume I No. 1 (Januari 2. : SRODJA kenyataannya masyarakat masih memiliki banyak kendala dalam penggunaan aplikasi Haji Pintar. Kendala yang umumnya terjadi antara lain masyarakat belum mengetahui cara mengoperasikan apikasi Haji pintar dan jaringan internet yang tidak memadai, fitur-fitur yang ada pada aplikasi Haji Pintar tidak bekerja sebagai mana mestinya seperti informasi yang diberikan selalu berubah-ubah, aplikasi yang sering eror, dan informasi yang tidak up to date, serta ketidaktahuan masyarakat terkait adanya aplikasi ini, sedangkan sebagian besar penggunanya adalah masyarakat Bangkalan yang sedang bekerja di luar kota/negeri. Tak hanyaitu, anggapan masyarakat Bangkalan terkait pelayanan publik di Bangkalan juga cenderung negatif dikarenakan pelayanan dari beberapa instansi publik yang buruk. Menurut laporan hasil sidak lapangan oleh Ombudsman Republik Indonesia (ORI) yang merupakan lembaga negara yang memiliki kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik diwebsite https://ombudsman. id/perwakilan/news/r/pwk--disdik- danbpjskesbangkalandap at-rapor-merah-ori terkait penilaian kepatuhan penyelenggaraan layanan di tiga instansi diBangkalan. Instansi tersebut diantaranya DinasKependudukan dan Pencatatan Sipil (DISPENDUKCAPIL),Dinas Pendidikan (DISDIK) dan BPJS Kesehatan (BPJSKe. Dari ketiga instansi, dua instansi mendapatkan penilaianburuk bahkan masuk zona merah di bidang penyelenggaraanlayanan dengan nilai 10%. Dikarenakan alasan tersebut, membuat masyarakat dengan mudah beranggapan buruk padainstansi pelayanan meskipun pelayanan di lakukan di instansi yang berbeda. Berdasarkan beberapa ulasan tersebut, dapat dilihat bahwa kendala yang ada berasal dari beberapa faktor seperti faktor internal, eksternal,dan situasi. Oleh karena itu, penelitian ini cocok menggunakan teori persepsi Robbins dan Judge . alam Wijaya, 2017:. yang menayatakan bahwa terdapat 3 faktor yang mempengaruhi persepsi, yaitu sebagai berikut. Faktor internal atau pelaku persepsi. Cara pandang dan cara menginterpretasikan seseorang terhadap suatu objek sangat dipengaruhi oleh karakteristik individu tersebut. Beberapa hal yang mempengaruhi faktor internal antara lain sikap, motif, minat, pengalaman, dan harapan. Faktor eksternal, merupakan faktor yang dipengaruhi oleh sasaran dari persepsi yang dapat berupa orang, benda, ataupun Faktor yang mempengaruhi faktor eksternal antara lain ukuran, intensitas, frekuensi, kontras, gerakan, sesuatu yang baru. Faktor situasi, situasi dimana persepsi timbul juga merupakan faktor yang turut mempengaruhi dalam proses pembentukan persepsi seseorang. Faktor situasi antara lain waktu, keadaan kerja, dan keadaan sosial. Pada penelitian ini terdapat 2 uji hipotesis yang dilakukan yaitu uji paersial . dan uji simultan . yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial maupun simultan pengaruh variabel independen X yaitu faktor internal, faktor eksternal, dan faktor situasi terhadap variabel dependen yaitu persepsi masyarakat (Y). Adapun hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut. Ha: Faktor internal berpengaruh signifikan terhadap persepsi masyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bangkalan. H0: Faktor internal tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi masyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bangkalan. Ha: Faktor eksternal berpengaruh signifikan terhadap persepsi masyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar di Kantor Kementrian Agama KabupatenBangkalan. H0: Faktor eksternal tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi masyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bangkalan. Ha: Faktor situasi berpengaruh signifikan terhadap persepsi masyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar di Kantor Kementrian Agama KabupatenBangkalan. H0: Faktor situasi tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi masyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar di Kantor Kementrian Agama KabupatenBangkalan. Ha: Faktor internal, faktor eksternal, dan faktor situasi berpengaruh signifikan terhadap persepsi masyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bangkalan. H0: Faktor internal, faktor eksternal, dan faktor situasi tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi masyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bangkalan. Tujuan penelitian ini dirumuskan sebagai berikut. Menjelaskan pengaruh faktor internal terhadap persepsi masyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar di Kementrian Agama Kabupaten Bangkalan. Mejelaskan pengaruh faktor eksternal terhadap persepsi masyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar di Kementrian Agama Kabupaten Bangkalan. Menjelaskan pengaruh faktor situasi terhadap persepsi masyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar di Kementrian Agama Kabupaten Bangkalan. Menjelaskan pengaruh faktor internal, faktor eksternal, dan faktor situasi terhadap persepsi masyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar di Kementrian Agama Kabupaten Bangkalan. Berdasarkan tercapainya tujuan diatas akan memungkinkan riset ini akan memberikan manfaatsebagai berikut. Secara Teoritis Penelitian ini bermanfaat sebagai sumbangsih ilmu pengetahuan. Dan dapat dijadikan acuan untuk pengembangan pengetahuan khususnya di bidang kualitaspelayanan melalui implementasi e-government. Secara akademis Memberikan sumbangsih pemikiran bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya ilmu pemerintahan yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi . -governmen. untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Volume I No. 1 (Januari 2. : SRODJA Secara Praktis Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan sumbangan pemikiran bagi pemerintah dan masyarakat untuk pemerintahan yang baik melalui penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelayanan publik. Tinjauan Pustaka Administrasi Publik Administrasi publik terdiri dari kata administrasi dan Menurut Anggara . Administrasi adalah prosespengorganisasian yang dapat membuat tugas atau pekerjaan dalam organisasi dilakukan dengan baik. Sedangkan menurut Adnan dan Hamim . Administrasi adalah kegiatan suatu kelompok yang melakukan kerja sama yang terdiri dari dua orang atau lebih di instansi negara, swasta, sipil atau militer, usaha kecil atau besar untuk mencapai tujuan bersama. Secara etimologi, kata publik memiliki arti umum, masyarakat, rakyat, penduduk, warga negara, dan negara. Menurut Anggara . Kata publik diartikan sebagai kegiatan atau lembaga yang berhubungan erat dengan identitas suatu golongan dengan kehidupan sebagai satu kesatuan yang memiliki ciri-ciri, norma, semboyan, dan tata cara sendiri. Berdasarkan pada pemaparan sebelumnya, administrasi publik dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan oleh negara secara terorganisasi demi kepentingan umum. Menurut Lailam . Administrasi publik secara khusus mengejar tujuan-tujuan yang bersifat kenegaraan . yang artinya tujuan-tujuan tersebut ditetapkan dengan undangundang. Administrasi publik merupakan sistem penataan yang dilakukan oleh pemerintah. Perkembangan administrasi publik dapat dikaji dengan model analisis yang disebut paradigma. Hal ini dikarenakan administrasi publik telah dikembangkan melalui lima paradigma dan tiap fasenya memiliki ciri-ciri sendiri berdasarkan focus dan locusnya. Lokus menunjukan tempat secara institusional berada, sedangkan focus menunjukkan sasaran spesialisasi daribidang studi. Pelayanan Publik Menurut Undang-Undang Nomor 25 tahun 2009 Pasal 1 ayat . Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa dan pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Pelayanan publik menurut Robert . merupakan segala bentuk kegiatan pelayanan umum yang dilakukan oleh pemerintah pusat, di daerah dan lingkungan badan usaha milik negara atau daerah dan lingkungan badan usaha milik negara atau daerah dalam barang atau jasa baik dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketertibanketertiban. Kasmir . berpendapat bahwa ciri-ciri pelayanan yang baik adalah memiliki unsur-unsur seperti: tersedianya karyawan yang baik, tersedianya sarana dan prasarana yang baik, bertanggung jawab kepada pelanggan sejak awal hingga akhir, mampu melayani secara cepat dan tepat, mampu berkomunikasi, memberikan kerahasiaan setiap transaksi, memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baik, berusaha memahami kebutuhan pelanggan, dan mampu memberikan kepercayaan kepada nasabah. E-Government Salah satu upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan yang baik adalah dengan menerapkan e-government. Egovernment merupakan pemanfaatan teknologi informasi oleh pemerintah untuk menciptakan komunikasi masyarakat, pemerintah, dunia bisnis, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan untuk memberikan pelayanan yang tepat dan cepat. Means dan Schneider . alam Rahayu, dkk. menyatakan e-government adalah hubungan antara pemerintah, penerima layanan . asyarakat dan sektor swast. dan pihak penyedia dengan memanfaatkan alat elektronik. Menurut Nurita . e-governement didefinisikan sebagai aplikasi teknologi informasi dan komunikasi oleh lembaga pemerintah. Layanan publik berbasis e-government yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja dihararapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada masyrakat. Aplikasi Haji Pintar Salah satu instansi yang telah memanfaatkan dan mengembangkan pelayanan berbasis Teknologi Informasi berbentuk pelayanan adalah Kementrian Agama (KEMENAG) melalui peluncuran aplikasi Haji Pintar. Haji pintar adalah aplikasi yang dapat digunakan masyarakat untuk mendaftar haji secara online tanpa datang ke Kantor Kementrian Agama setempat. Aplikasi Haji Pintar merupakan upaya pemerintah dalam memberikan kemudahan kepada jemaah haji dan masyarakat dalam mengakses beragam informasi seputar ibadah haji dan diharapkan dapat digunakan secara menyeluruh kepada jamaah haji yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia baik di pedesaan maupun perkotaan, oleh kalangan muda maupun lanjut usia. Peraturan yang menjadi rujukan penggunaan aplikasi Haji Pintar yakni Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 13/2021, perihal Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler. UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, dan Keputusan Menteri PANRB No. 859/2019 tentang Pedoman Evaluasi Pelayanan Publik Berbasis Elektronik. Jenis Layanan Aplikasi Haji Pintar antara lain: informasi pendaftaran, pembinaan haji, layanan dalam negeri, layanan luar negeri, informasi terkait haji dan umrah khusus, keuangan haji, video tutorial, informasi terkait hak dan kewajiban jamaah haji, estimasi keberangkatan, dan jadwal keberangkatan haji. Persepsi Volume I No. 1 (Januari 2. : SRODJA Persepsi merupakan salah satu bagian dari konsep perilaku organisasi. Terdapat beberapa definisi mengenai persepsi. Persepsi merupakan sebuah proses individu mengorganisasikan dan menginterpretasikan kesan sensorik untuk memberikan pengertian pada lingkungannya (Robbins dan Judge, 2015:. Menurut Thoha . 9:123-. persepsi pada hakekatnya adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang dalam memahami setiap informasi tentang lingkungannya baik melalui penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan, dan penciuman. Supartha dan Sintaasih . menyatakan bahwa terdapat faktor yang bekerja untuk membentuk persepsi dan membiaskan persepsi. Faktor tersebut dapat berasal dari konteks, objek, atau seseorang yang mempersepsikannya. Karakteristik setiap individu seperti sikap, kepribadian, kepentingan harapan dan pengalaman masa lalu juga berpengaruh terhadap bagaimana individu tersebut membuat persepsi. Menurut Thahir . Persepsi adalah prosespengorganisasian dan penginterpretasian terhadap rangsang yang diterima oleh individu dan merupakan sesuatu yang berarti serta merupakan aktivitas yang diintegrasi dalam diri individu. Dari berbagai pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa setiap individu dapat menafsirkan hal yang sama secara berbeda dan membentuk persepsi berbeda berdasarkan pemahaman, pengamatan, pengalaman dan pengetahuan terhadap suatu objek yang dilihat atau dirasakannya. TAM (Technology Acceptance Mode. Metode TAM merupakan salah satu metode yang digunakan untuk melihat bagaimana persepsi masyarakat pada suatu teknologi informasi yakni dengan penerimaan pengguna terhadap hadirnya teknologi. Menurut Davis . alam Widodo dkk, 2. TAM didirikan untuk menganalisis dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan penggunaan teknologi, termasuk referensi berbagai literatur dan hasil penelitian di bidang teknologi informasi. TAM memiliki dua kontruks utama yaitu sebagai berikut. Persepsi kegunaan atau kebermanfaatan . erceived usefulnes. Merupakan suatu keyakinan bahwa dengan penggunaan suatu teknologi akan meningkatkan cara kerja sehingga mempengaruhi proses pengambilan keputusan teknologi. Jogiayanto . menyatakan jika seseorang percaya bahwa sistem informasi akan berguna maka orang tersebut akan menggunakannya. Untuk mengukur variabel tersebut, digunakan beberapa indikator persepsi menggunakan TAM sebagai berikut. A Mempercepat pekerjaan . ork more quickl. A Mengembangkan kinerja . ob performanc. A Menambah produktivitas . ncrease profuctivit. A Mempertinggi efektivitas . nchance effectivivenes. A Menjadi lebih mudah . ake job ease. Persepsi kemudahan . erceived ease of us. Menurut Jogiyanto . persepsi kemudahan merupakan suatu kepercayaan bahwa menggunakan teknologi akan mudah dan bebas dari usah sehingga mempengaruhi proses pengambilan keputusan dari pengguna teknologi tersebut. Dengan kata lain, apabila individu percaya bahwa teknologi mudah digunakan maka dia akan menggunakannya. Untuk mengukur variabel tersebut, digunakan beberapa indikator persepsi menggunakan TAM yakni sebagai berikut. A Mudah dipelajari . asy to lear. A Dapat dikontrol . A Jelas dan mudah dipahami . lear & understandabl. A Fleksibel . A Mudah menjadi teramil dan mahir . asy to becomeskillfu. A Mudah digunakan . asy to us. Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Creswell . penelitian kuantitatif adalah metode-metode yang digunakan untuk menguji teori- teori . tertentu dengan meneliti hubungan antarvariabel. Menurut Silalahi . penelitian kuantitatif dikonstruksi sebagai strategi penelitian dengan menekankan kuantifikasi dalam pengumpulan data dan analisis data dengan pendekatan deduktif antara hubungan antar teori serta penelitian dengan pengujian Pendekatanpenelitian asosiatif digunakan dalam penelitian ini untuk menjelaskan hubungan antara dua variabel atau lebih. Berdasarkan uraian diatas, penelitian ini merupakan jenis penelitian asosiatif yang bertujuan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat Bangkalan mengenai penggunaan aplikasi Haji Pintar di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bangkalan. Bentuknya adalah hubungan asimetris yaitu hubungan antara variabel dimana suatu variabel mempengaruhi variabel lain, namun tidak bersifat timbal balik. Lokasi penelitian yang dipilih adalah Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bangkalan. Pada penelitian ini, pupulasi yang digunakan adalah populasi finit yang menyasar kepada warga Bangkalan yang pernah menggunakan aplikasi Haji Pintar dari bulan April-Juni 2023 yang berjumlah 73 orang. Jumlah sampel yang ditetapkan adalah sebanyak 50 responden dengan teknik probability sampling, yaitu teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan skala ordinal yang datanya didapat dengan cara klarifikasi respon yang disusun dalam satu urutan, dan juga menggunakan Skala Likert model 4 pilihan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dikelompokkan berdasarkan sumber data yang terdiri dari data primer yang didapat melalui kuesioner dan data sekunder yang dilakukan dengan cara dokumentasi. Uji kualitas data dan kesesuaian data pada penelitian ini terdiri dari uji validitas, uji reliabilitas, dan uji asumsi klasik . ji normalitas data, uji multikolinieritas, dan uji heteroskedasita. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis Volume I No. 1 (Januari 2. : SRODJA regresi linier sederhana dan regresi linier berganda yang dilanjutkan dengan pengujian hipotesis melalui uji parsial . dan uji simultan . , dan yang terakhir adalah koefisien determinasi. Hasil Penelitian Uji kualitas data dan kesesuaian data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan software SPSS 26 dengan tujuan untuk mempermudah perhitungan data. Regresi Linier Sederhana Tabel 5 hasil uji regresi linier sederhana Variabel Sig Alpha Ket Faktor Internal Faktor Eksternal <0,001 <0,001 0,05 0,05 Berpengaruh Berpengaruh Faktor Situasi <0,001 0,05 Berpengaruh Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan nilai signifikansi faktor internal (X. adalah <0,001, faktor eksternal (X. <0,001, dan faktor situasi (X. sebesar <0,001, hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi masing-masing faktor adalah kurang dari 0,05 atau dengan kata lain terdapat pengaruh dari faktor internal, faktor eksternal, dan faktor situasi secara parsial terhadap persepsi masyarakat. Regresi Linier Berganda Tabel 6 hasil uji regresi linier berganda Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Beta Error (Constan. Faktor Faktor Faktor 0,954 0,345 0,048 0,055 0,119 0,871 0,388 0,454 0,114 0,551 3,994 <0,001 0,205 0,111 0,221 1,855 0,070 Berdasarkan tabel 6 menunjukkan hasil analisis regresi linier berganda variabel faktor internal (X. , faktor eksternal (X. , dan faktor situasi (X. serta Persepsi (Y) dengan persamaan berikut. Y = 1. 313 0,048X1 0,454X2 0,205X3 e Nilai konstanta Pada nilai persamaan konstanta () diperoleh 1. 313 yang memiliki arti bahwa jika variabel independen faktor internal, faktor eksternal, dan faktor situasisama dengan . %), maka persepsi masyarakat (Y) akan sebesar 1. Faktor internal (X. Nilai koefisien dari variabel faktor internal adalah 0,048 yang berarti setiap kenaikan satu satuan variabel tersebut akan meningkatkan persepsi masyarakat sebesar 0,048. Faktor eksternal (X. Nilai koefisien dari variabel internal adalah 0,454 yang berarti setiap kenaikan satu satuan variabel tersebut akan meningkatkan persepsi masyarakat sebesar 0,454. Faktor situasi (X. Nilai koefisien dari variabel internal adalah 0,205 yang berarti setiap kenaikan satu satuan variabel tersebut akan meningkatkan persepsi masyarakat sebesar 0,205 Uji Parsial . Tabel 7 hasil uji parsial Variabel Faktor Internal Faktor Eksternal Faktor Situasi Thitun Ttabel Sig <0,001 Alph 0,05 <0,001 0,05 <0,001 0,05 Ket Hipotesis Hipotesis Hipotesis Volume I No. 1 (Januari 2. : SRODJA Berdasarkan uji t dapat disimpulkan bahwa Hipotesis 1: Ha yang menyatakan Aufaktor internal berpengaruh terhadap persepsi masyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar di Kabupaten BangkalanAy diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa persepsi masyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar dipengaruhi oleh faktor internal. Hipotesis 2: Ha yang menyatakan Aufaktor eksternal berpengaruh terhadap persepsi masyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar di Kabupaten BangkalanAy diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa persepsi masyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar dipengaruhi oleh faktor eksternal. Hipotesis 3: Ha yang menyatakan Aufaktor situasi berpengaruh terhadap persepsi masyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar di Kabupaten BangkalanAyditerima. Hal tersebut menunjukkan bahwa persepsi masyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar dipengaruhi oleh faktor situasi. Uji Simultan (Uji . Tabel 8 hasil uji simultan ANOVAa Sum of Model Squares 1 Regression 411. Residual 211. Total Mean Square Sig. <0,001b Berdasarkan tabel 8 hasil uji simultan (F) menunjukkan bahwa nilai signifikansi F sebesar <0,001 yang artinya lebih kecil dari 0,05 dan Fhitung > Ftabel yaitu 29. 845 > 2,80 yang artinya variabel X1. X2, dan X3 secara simultan berpengaruh terhadap variabel Y dan Ha diterima. Koefisien Determinasi Hasil uji koefisien determinasi (R. menunjukkan nilai pengaruh antara faktor internal (X. , faktor eksternal (X. , dan faktor situasi (X. terhadap persepsi masyarakat (Y) adalah sebesar 0,638. Hal tersebut mengidentifikasikan bahwa pengaruh faktor internal (X. , faktor eksternal (X. , dan faktor situasi (X. terhadap persepsi masyarakat (Y) adalah 63,8% sedangkan sisanya 36,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini. Pembahasan Pengaruh Faktor Internal Terhadap Persepsi Masyarakat Hasil Penelitian menunjukkan bahwa faktor internal berpengaruh terhadap persepsi masyarakat Kabupaten Bangkalan. Hal ini sesuai dengan pendapat Robbins dan Judge . alam Wijaya, 2017:. yang menyatakan bahwa faktor internal, faktor eksternal, dan faktor situasi berpengaruh terhadap persepsi. Berdasarkan hasil uji t diketahui nilai Thitung faktor internal sebesar 4. 363 yang artinya lebih besar dari Ttabel yaitu 2. dan nilai signifikansi faktor internal terhadap persepsi masyarakat adalah <0,001 yang artinya lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha yang menyatakan Aufaktor internal berpengaruh terhadap persepsi masyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar di Kabupaten BangkalanAy diterima. Pengaruh Faktor Eksternal Terhadap Persepsi MasyarakatHasil Penelitian menunjukkan bahwa faktor eksternal berpengaruh terhadap persepsi masyarakat KabupatenBangkalan. Hal ini sesuai dengan pendapat Robbins dan Judge . alam Wijaya, 2017:. yang menyatakan bahwa faktorinternal, faktor eksternal, dan faktor situasi berpengaruhterhadap Berdasarkan hasil uji t diketahui nilaiThitung faktor eksternal sebesar 9. 021 yang artinya lebih besardari Ttabel yaitu 01290 dan nilai signifikansi faktor eksternalterhadap persepsi masyarakat adalah <0,001 yang artinya lebihkecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha yangmenyatakan Aufaktor eksternal berpengaruh terhadap persepsimasyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar di Kabupaten BangkalanAy diterima. Pengaruh Faktor Situasi Terhadap Persepsi Masyarakat Hasil Penelitian menunjukkan bahwa faktor situasi berpengaruh terhadap persepsi masyarakat Kabupaten Bangkalan. Hal ini sesuai dengan pendapat Robbins dan Judge . alam Wijaya, 2017:. yang menyatakan bahwa faktor internal, faktor eksternal, dan faktor situasi berpengaruh terhadap persepsi. Berdasarkan hasil uji t diketahui nilai Thitung faktor situasi 687 yang artinya lebih besar dari Ttabel yaitu 2. 01290 dan nilai signifikansi faktor eksternal terhadap persepsi masyarakat adalah <0,001 yang artinya lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha yang menyatakan Aufaktor situasi berpengaruh terhadap persepsi masyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar di Kabupaten BangkalanAy diterima. Pengaruh Faktor Internal. Faktor Eksternal, dan Faktor Situasi Terhadap Persepsi Masyarakat Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel X yang terdiri dari faktor internal (X. , faktor eksternal (X. , dan faktor situasi (X. berpengaruh terhadap persepsi masyarakat dan sesuai dengan teori Robbins dan Judge . alam Wijaya, 2017:. Nilai koefisien dari variabel faktor internal adalah 0,048, koefisien positif menunjukkan jika variabel faktor internal naik sebesar 1% maka akan meningkatkan persepsi masyarakat sebesar 0,048. Nilai koefisien dari variabel faktor eksternal adalah 0,454. Volume I No. 1 (Januari 2. : SRODJA koefisien positif menunjukkan jika variabel faktor eksternal naik sebesar 1% maka akan meningkatkan persepsi masyarakat sebesar 0,454. Nilai koefisien dari variabel faktor situasi adalah 0,205, koefisien positif menunjukkan jika variabel faktor situasi naik sebesar 1% maka akan meningkatkan persepsi masyarakat sebesar 0,205. Hasil uji simultan (F) juga menunjukkan bahwa nilai signifikansi F sebesar <0,001 yang artinya lebih kecil dari 0,05 dan distribusi nilai bahwa Fhitung > Ftabel yaitu 29. > 2,80. Selain itu, dari hasil perhitungan diperoleh output R = 0,638. Ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat dipengaruhi oleh faktor internal, faktor eksternal, dan faktor situasi. Dari hasil uji tersebut dapat dikatakan bahwa pengaruh faktor internal (X. , faktor eksternal (X. , dan faktor situasi (X. terhadap persepsi masyarakat (Y) adalah 63,8% sedangkan sisanya 36,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, maka Ha yang menyatakan AuFaktor internal, faktor eksternal, dan faktor situasi berpengaruh terhadap persepsi masyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar dai Kantor Kementrian AgamaAy diterima. Kesimpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bangkalan adalah sebagai berikut. Faktor internal yang terdiri dari indikator sikap, motif, minat, pengalaman, dan harapan memiliki nilai positif. Hasil pengujian hipotesis menjelaskan bahwa faktor internal berpengaruh signifikan terhadap persepsi masyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar. Artinya hipotesis yang menyatakan bahwa faktor internal berpengaruh terhadap persepsi masyarakat diterima. Faktor eksternal yang terdiri dari indikator ukuran, intensitas, frekuensi, kontras, gerakan, dan sesuatu yang baru memiliki nilai positif. Hasil pengujian hipotesis menjelaskan bahwa faktor eksternal berpengaruh signifikan terhadap persepsi masyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar. Artinya hipotesis yang menyatakan bahwa faktor eksternal berpengaruh terhadap persepsi masyarakat diterima. Faktor situasi yang terdiri dari indikator waktu, keadaan kerja, dan keadaan sosial memiliki nilai positif. Hasil pengujian hipotesis menjelaskan bahwa faktor situasi berpengaruh signifikan terhadap persepsi masyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar. Artinya hipotesis yang menyatakan bahwa faktor situasi berpengaruh terhadap persepsi masyarakat Faktor yang mempengaruhi persepsi menurut Robbins dan Judge . alam Wijaya, 2017:. yang terdiri dari faktor internal, faktor eksternal, dan faktor situasi memiliki nilai positif. Hasil pengujian hipotesis menjelaskan bahwa faktor internal, faktor eksternal, dan faktor situasi berpengaruh signifikan terhadap persepsi masyarakat mengenai layanan aplikasi Haji Pintar. Artinya hipotesis yang menyatakan bahwa faktor internal, faktor eksternal dan faktor situasi berpengaruh terhadap persepsi masyarakat diterima. Berdasarkan hasil analisis tersebut Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bangkalan perlu meningkatan sosialisi kepada masyarakat kabupaten Bangkalan terkait aplikasi Haji Pintar, sebanyak 74% responden menyebutkan bahwa aplikasiHaji Pintar tidak disosialisasikan dengan baik, dan oleh karena itu masih banyak masyarakat Bangkalan yang tidak mengetahui adanya layanan aplikasi ini. Selain itu, perlu adanya upgrade pada sistem layanan aplikasi Haji Pintar sebagaimana yang diharapkan masyarakat agar aplikasi haji pintar dapat meningkatkan fitur terkait informasi pelaksanaan haji dengan relevan, memberikan informasi ruang pengaduan permasalahan layanan, dan tidak sering error. Daftar Pustaka