3229 J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 11 April 2026 PENINGKATAN LITERASI DIGITAL DAN KEAMANAN DATA BAGI PELAKU UMKM DI ERA EKONOMI DIGITAL WILAYAH SENDANGADI. MLATI. SLEMAN. YOGYAKARTA Oleh Agus Mulyono1. Danang Sunyoto2 1,2Prodi. Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis-Universitas Janabadra-Yogyakarta E-mail: 2danang_sunyoto@janabadra. Article History: Received: 04-03-2026 Revised: 28-03-2026 Accepted: 07-04-2026 Keywords: Literasi Digital. Keamanan Data. UMKM. Ekonomi Digital. Pemberdayaan Masyarakat Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan kesadaran terhadap keamanan data bagi pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Sendangadi. Mlati. Sleman. Yogyakarta. Perkembangan ekonomi digital yang pesat telah mendorong pelaku UMKM untuk beradaptasi melalui penggunaan teknologi informasi dalam pemasaran, transaksi, dan komunikasi bisnis. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM di wilayah tersebut masih memiliki keterbatasan dalam pemahaman literasi digital dan belum menerapkan praktik keamanan data secara memadai. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode pelatihan, pendampingan, dan simulasi praktik penggunaan teknologi digital yang aman dan produktif. Materi yang diberikan mencakup pengenalan konsep literasi digital, manajemen keamanan data, penggunaan media sosial secara etis untuk promosi, serta strategi menghindari ancaman siber. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap konsep literasi digital serta kesadaran mereka terhadap pentingnya perlindungan data pribadi dan bisnis. Peserta juga menunjukkan peningkatan keterampilan dalam mengelola akun bisnis digital dengan lebih Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM diharapkan mampu mengoptimalkan potensi teknologi digital untuk pengembangan usaha sekaligus meminimalkan risiko kejahatan siber di era ekonomi digital. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah membawa perubahan signifikan terhadap pola bisnis dan interaksi sosial masyarakat. Di era ekonomi digital, pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi bagian penting dalam ekosistem ekonomi berbasis teknologi karena perannya yang strategis dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM . , lebih dari 60% UMKM di Indonesia mulai memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk dan menjangkau konsumen yang lebih luas. Namun, tingginya tingkat adopsi digital tersebut belum diimbangi dengan http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. April 2026 kemampuan literasi digital dan pemahaman keamanan data yang memadai di kalangan pelaku UMKM, terutama di wilayah perdesaan dan pinggiran kota. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Sendangadi. Mlati. Sleman. Yogyakarta, yang merupakan kawasan dengan pertumbuhan UMKM yang cukup pesat di sektor kuliner, kerajinan, dan jasa. Meskipun sebagian besar pelaku usaha di wilayah ini telah menggunakan media sosial dan marketplace sebagai sarana pemasaran, sebagian besar masih menghadapi kendala dalam mengelola akun digital secara profesional dan aman. Minimnya literasi digital membuat pelaku UMKM rentan terhadap risiko kejahatan siber seperti penipuan online, pencurian data pelanggan, dan penyalahgunaan identitas digital. Hal ini sejalan dengan temuan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII, 2. yang mencatat meningkatnya kasus penyalahgunaan data dan kebocoran informasi pada pengguna digital di sektor UMKM. Literasi digital bukan hanya sebatas kemampuan menggunakan perangkat teknologi, melainkan juga mencakup pemahaman kritis dalam mengelola informasi, menjaga privasi, serta menerapkan etika digital dalam aktivitas bisnis (Ng, 2. Sementara itu, keamanan data menjadi elemen penting yang menentukan keberlanjutan bisnis di era ekonomi digital. Ketika pelaku UMKM tidak memahami pentingnya perlindungan data pelanggan dan transaksi online, kepercayaan konsumen dapat menurun dan berdampak langsung terhadap reputasi usaha (Rahmawati & Sari, 2. Oleh karena itu, peningkatan literasi digital yang disertai pemahaman keamanan data menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan pelaku UMKM dapat berpartisipasi secara produktif dan aman dalam ekosistem digital. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan pelaku UMKM di wilayah Sendangadi. Mlati. Sleman mampu meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola teknologi secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis penggunaan media digital untuk promosi dan transaksi, tetapi juga pada kesadaran etis dan keamanan informasi yang melekat di dalamnya. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat daya saing UMKM lokal serta membangun budaya digital yang sehat dan berkelanjutan di tingkat masyarakat. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan . eed assessmen. terhadap pelaku UMKM di wilayah ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 11 April 2026 Sendangadi. Mlati. Sleman. Yogyakarta. Tahapan kegiatan dimulai dengan survei awal dan wawancara untuk memetakan tingkat literasi digital, pola penggunaan media sosial, serta pemahaman terhadap keamanan data dalam aktivitas bisnis daring. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, tim pengabdi menyusun modul pelatihan yang berisi materi literasi digital dasar, strategi pemasaran digital, serta praktik perlindungan data pribadi dan keamanan siber bagi UMKM. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui workshop tatap muka dan praktik langsung, di mana peserta diberikan simulasi penggunaan platform digital seperti marketplace, media sosial bisnis, serta pengenalan teknologi keamanan seperti autentikasi dua faktor dan pengelolaan kata sandi. Untuk memperkuat dampak keberlanjutan, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan intensif selama dua minggu pascapelatihan guna memastikan kemampuan peserta dalam menerapkan keterampilan digital secara mandiri. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan literasi digital serta perubahan perilaku keamanan data. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM lokal di era ekonomi digital yang kompetitif dan berkelanjutan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul AuPeningkatan Literasi Digital dan Keamanan Data bagi Pelaku UMKM di Era Ekonomi Digital Wilayah Sendangadi. Mlati. Sleman. YogyakartaAy dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan metode pelatihan, pendampingan, dan evaluasi hasil. Kegiatan ini diikuti oleh 35 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha, seperti kuliner, fesyen, kerajinan, serta jasa digital. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital secara aman, efektif, dan berkelanjutan untuk mendukung pengembangan usaha di tengah persaingan ekonomi digital yang semakin kompetitif. Gambar 2 Tahapan pelaksanaan dimulai dengan survei awal dan asesmen kebutuhan. Tim pelaksana melakukan observasi lapangan dan wawancara dengan pelaku UMKM untuk mengetahui tingkat literasi digital dan pemahaman mereka terkait keamanan data. Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah menggunakan media sosial dan platform daring untuk promosi, tetapi belum memahami aspek keamanan data seperti http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. April 2026 perlindungan kata sandi, autentikasi dua langkah, dan pengelolaan privasi pelanggan. Temuan ini menjadi dasar penyusunan materi pelatihan yang lebih aplikatif. Gambar 3 Tahap berikutnya adalah pelaksanaan pelatihan literasi digital, yang difokuskan pada pemanfaatan teknologi untuk pemasaran online, manajemen pelanggan digital, dan optimalisasi penggunaan platform seperti WhatsApp Business. Instagram, dan marketplace Peserta diperkenalkan dengan konsep digital branding serta strategi komunikasi yang etis dan efektif di dunia maya. Materi pelatihan disampaikan secara interaktif dengan metode demonstrasi langsung dan simulasi, sehingga peserta dapat memahami penerapan konsep secara praktis. Selanjutnya dilakukan pelatihan keamanan data dan privasi digital. Pada sesi ini peserta diajarkan cara membuat kata sandi yang kuat, mengenali ancaman phishing dan penipuan online, serta melakukan pencadangan data penting secara berkala. Pelatihan juga menekankan pentingnya menjaga keamanan informasi pelanggan, sesuai dengan prinsip perlindungan data pribadi yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Setelah pelatihan, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan intensif selama tiga minggu, di mana tim pengabdian membantu peserta mengimplementasikan strategi digital yang telah dipelajari ke dalam praktik bisnis mereka. Pendampingan dilakukan secara daring dan luring dengan memantau kemajuan penggunaan media digital dan keamanan akun Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek literasi digital dan kesadaran keamanan data. Berdasarkan hasil kuesioner pasca pelatihan, 82% peserta mengaku lebih percaya diri menggunakan teknologi digital untuk promosi dan transaksi online, sedangkan 76% peserta mulai menerapkan sistem keamanan akun bisnis mereka. Beberapa peserta bahkan berhasil memperluas jangkauan pasar melalui media digital setelah menerapkan strategi yang dipelajari. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di wilayah Sendangadi. Mlati. Sleman dalam menghadapi tantangan era ekonomi digital. Literasi digital yang kuat disertai kesadaran keamanan data menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan dan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal. Pembahasan ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 11 April 2026 Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema AuPeningkatan Literasi Digital dan Keamanan Data bagi Pelaku UMKM di Era Ekonomi Digital Wilayah Sendangadi. Mlati. Sleman. YogyakartaAy dilaksanakan sebagai bentuk respon terhadap kebutuhan nyata para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Berdasarkan observasi awal dan wawancara dengan beberapa pelaku UMKM, ditemukan bahwa sebagian besar pelaku usaha di wilayah tersebut telah menggunakan media digital untuk promosi dan transaksi, namun belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai keamanan data serta etika dalam bertransaksi secara Kondisi ini menunjukkan bahwa literasi digital para pelaku UMKM masih terbatas pada kemampuan teknis dasar, belum mencakup aspek keamanan siber dan manajemen identitas digital sebagaimana ditekankan oleh UNESCO . dalam konsep Digital Literacy Framework. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui serangkaian pelatihan interaktif yang meliputi pengenalan konsep literasi digital, praktik penggunaan media sosial untuk bisnis, serta pelatihan tentang keamanan data seperti pengelolaan kata sandi, verifikasi dua langkah, dan perlindungan data pelanggan. Selama kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terutama ketika mempelajari praktik keamanan akun bisnis di platform seperti WhatsApp Business. Instagram, dan marketplace lokal. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya menjaga privasi data dan melakukan autentikasi akun digital. Sebelum pelatihan, hanya sekitar 35% peserta yang memahami pentingnya enkripsi data dan keamanan transaksi. setelah pelatihan, tingkat pemahaman meningkat menjadi 82%, berdasarkan hasil kuesioner pascapelatihan. Gambar 4 Selain peningkatan aspek pengetahuan, kegiatan ini juga berdampak pada perubahan perilaku digital peserta. Beberapa pelaku UMKM mulai menerapkan strategi pemasaran digital yang lebih profesional, seperti konsistensi dalam branding, penggunaan konten edukatif, serta pengelolaan basis data pelanggan secara lebih aman. Hal ini sejalan dengan temuan Prasetyo dan Sutanto . yang menegaskan bahwa peningkatan literasi digital berpengaruh langsung terhadap daya saing dan kepercayaan pelanggan terhadap produk UMKM. Kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keamanan siber sebagai bagian dari keberlanjutan bisnis digital, sebagaimana dikemukakan oleh Rahmawati . http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. April 2026 bahwa ancaman kebocoran data dan penipuan daring menjadi risiko utama bagi UMKM yang tidak memiliki kompetensi digital yang baik. Dari aspek sosial, kegiatan ini memperkuat jaringan kolaborasi antar pelaku UMKM di wilayah Sendangadi. Para peserta membentuk grup komunikasi daring sebagai wadah berbagi pengalaman, informasi bisnis, dan tips keamanan digital. Kolaborasi ini memperlihatkan potensi terbentuknya digital community of practice yang dapat menjadi wadah pembelajaran berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga menumbuhkan budaya digital yang aman, kolaboratif, dan adaptif terhadap perubahan ekonomi digital. Secara keseluruhan, hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa penguatan literasi digital dan keamanan data merupakan kebutuhan mendesak bagi UMKM di wilayah Sendangadi. Peningkatan kapasitas digital tidak hanya membantu pelaku usaha bertahan di tengah persaingan pasar daring, tetapi juga memastikan keberlanjutan usaha melalui praktik digital yang aman dan bertanggung jawab. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada Peningkatan Literasi Digital dan Keamanan Data bagi Pelaku UMKM di Era Ekonomi Digital di wilayah Sendangadi. Mlati. Sleman. Yogyakarta memberikan hasil yang signifikan terhadap peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan teknologi digital secara aman dan produktif. Para pelaku UMKM menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menggunakan media sosial dan platform e-commerce untuk promosi serta memahami dasardasar keamanan data, seperti pengelolaan kata sandi, autentikasi dua langkah, dan perlindungan informasi pelanggan. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga integritas data bisnis dan membangun kepercayaan konsumen di tengah maraknya kejahatan siber. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta merasa lebih percaya diri dan siap mengembangkan bisnis mereka melalui strategi digital yang lebih aman dan efisien. SARAN Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar kegiatan serupa dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan yang lebih aplikatif dan disesuaikan dengan perkembangan teknologi. Diperlukan pula dukungan dari pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas digital untuk membangun ekosistem pendampingan berkelanjutan bagi UMKM. Dengan kolaborasi multipihak dan pelatihan yang berkelanjutan, diharapkan pelaku UMKM di wilayah Sendangadi dan sekitarnya mampu bersaing secara adaptif dalam ekonomi digital yang semakin dinamis. REKOMENDASI