JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 2 DESEMBER 2024 ISSN ONLINE : 3047 2857 Pengembangan Kawasan Cagar Budaya Pada Objek Wisata Religi Makam Kawah Tengkurep Kota Palembang Muhammad Adi Syaputra. Hala Haidir . Endy Agustian. , . , . Perencanaan Wilayah dan Kota. Universitas Indo Global Mandiri Jl. Jend. Sudirman Km. 4 No. 62, 20 Ilir D. IV. Kec. Ilir Tim. Kota Palembang. Sumatera Selatan Email : adisyaputra0902@gmail. , halahaidir@uigm. id2 ), endyagustian@uigm. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengembangan kawasan cagar budaya di objek wisata religi Makam Kawah Tengkurep di Kota Palembang. Makam Kawah Tengkurep merupakan situs penting yang memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi bagi masyarakat setempat. Meskipun memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata religi, kawasan ini belum sepenuhnya di kembangkan dengan mempertimbangkan aspek pelestarian budaya dan peningkatan fasilitas wisata. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pemangku kepentingan, observasi lapangan dan studi Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis tantangan dan peluang dalam pengembangan kawasan cagar budaya dan menggunakan analisis SWOT dalam perumusan strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan yang berkelanjutan harus melibatkan komunitas lokal, menjaga integritas sejarah dan budaya, serta memperhatikan aspek aksesibilitas dan kenyamanan Rekomendasi yang di hasilkan meliputi perlunya perencanaan yang matang, pemeliharaan struktur cagar budaya, serta peningkatan fasilitas pendukung untuk mendukung pengembangan kawasan ini sebagai destinasi wisata religi yang berkelanjutan. Kata Kunci : Perkembangan kawasan, objek wisata religi, makan kawah tengkurep. ABSTRACT This research to explore the development of cultural heritage areas in the Tengkurep Crater Tomb religious tourist attraction in Palembang City. Tengkurep Crater is an important site that has high historical and spiritual value for the local community. Even though it has great potential as a destination. Religious tourism in this area has not been fully developed by cobsidering aspects of cultural preservation and improving tourist facilities. Data were collected through interviews with stakeholders, field observations and documentation studies. This study uses a qualitative approach with a case study method to analyze the challenges and opportunities in the development of cultural heritage areas and uses SWOT analysis in the Formulation strategy. The research results show that sustainable development must involve local communities, maintain historical and cultural integrity and pay attention to aspects of accessibility and visitor comfort. The resulting recommendations include the need for careful planning for the maintenance of cultural heritage structures, as well as improving supporting facilities to support the development of this area as a sustainable religious tourism destination. Keywords : Regional development, religious tourist attraction, eating Tengkurep crater. PENDAHULUAN Palembang, kota tertua di Indonesia, memiliki sejarah panjang yang tercermin dalam berbagai cagar Salah satu cagar budaya yang menjadi destinasi wisata religi unggulan adalah Kawah Tengkurep, kompleks makam kerabat Kesultanan Palembang Darussalam. Kawasan ini, sebagaimana tercantum dalam *Rencana Strategi Disbud Kota Palembang Tahun 2018Ae2023*, merupakan bagian dari delapan cagar budaya yang langsung dikelola oleh Dinas Kebudayaan Kota Palembang. Lokasi ini menjadi daya tarik ziarah yang populer, terutama saat tradisi *Ziarah Kubrah* menjelang bulan Ramadhan, yang bahkan telah masuk dalam kalender pariwisata Sumatera Selatan (Sutuarsro, 2. JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 2 DESEMBER 2024 ISSN ONLINE : 3047 2857 Menurut Undang Undang Nomor 11 Tahun 2010, cagar budaya adalah peninggalan bernilai sejarah, pendidikan, pengetahuan, agama, atau material yang harus dilestarikan untuk diwariskan kepada generasi UNESCO . menegaskan bahwa pariwisata pusaka melibatkan eksplorasi peninggalan sejarah, seni, dan nilai nilai budaya yang dapat memberikan pengalaman edukatif sekaligus spiritual. Namun demikian, pengelolaan Kawah Tengkurep menghadapi beberapa tantangan, seperti minimnya fasilitas pendukung, lokasi yang berdekatan dengan pelabuhan peti kemas, dan promosi yang belum Arsitektur Kawah Tengkurep memiliki keunikan yang mencerminkan perpaduan budaya lokal dan pengaruh Islam. Suryo Arief . menyebutkan bahwa kubah kubah makam ini menyerupai bentuk candi, mencerminkan adaptasi arsitektur dari tradisi Hindu Buddha ke tradisi Islam. Kompleks ini juga menjadi tempat belajar sejarah Kesultanan Palembang, menarik tidak hanya wisatawan dewasa tetapi juga pelajar dan mahasiswa yang ingin menggali pengetahuan sejarah dari para penjaga makam. Berdasarkan penelitian sebelumnya, strategi pengembangan kawasan cagar budaya melibatkan pelestarian yang terintegrasi dengan promosi wisata modern. Soekmono . menekankan pentingnya pendekatan yang mencakup konservasi, pendidikan, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Langkah strategis yang direkomendasikan antara lain peningkatan fasilitas pendukung seperti mushola, toilet, area parkir, dan penyediaan informasi yang mudah diakses melalui media digital. Kesuma . juga menyoroti pentingnya pemasaran digital melalui pengembangan situs web, penggunaan media sosial, serta kerja sama dengan agen perjalanan wisata. Kearifan lokal juga memegang peran penting dalam pengelolaan cagar budaya. Widodo . menyatakan bahwa pelibatan masyarakat lokal dapat mendukung kelestarian cagar budaya sambil memberikan dampak ekonomi positif melalui pengembangan UMKM berbasis pariwisata. Selain itu, diversifikasi produk wisata seperti festival seni, tur sejarah, dan kuliner khas dapat memberikan pengalaman yang lebih kaya kepada wisatawan. Dari sisi ekonomi, data menunjukkan peningkatan jumlah pengunjung Kawah Tengkurep dari tahun 2021 hingga 2024, dengan rata rata kenaikan tahunan sebesar 10%. Meski demikian, beberapa permasalahan masih perlu diatasi, seperti tata kelola kawasan yang kurang optimal dan minimnya informasi yang tersedia di media, sehingga tingkat kunjungan lebih banyak didominasi pada momen tertentu seperti menjelang Ramadhan atau Maulid Nabi. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengelolaan kawasan ini agar dapat memenuhi kebutuhan wisatawan sekaligus melestarikan nilai nilai sejarahnya. Dengan pendekatan integratif yang melibatkan pelestarian, pendidikan, ekonomi, dan partisipasi masyarakat. Kawah Tengkurep dapat menjadi model pengembangan wisata religi yang tidak hanya menjaga warisan budaya tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang. Peta Administrasi Kecamatan Iir Timur II Peta Lokasi Penelitian. Gambar 1. Lingkup Wilayah Penelitian Ruang lingkup penelitian meliputi materi dan wilayah. Ruang lingkup materi mencakup aspek atraksi, seperti daya tarik budaya, sejarah, dan keindahan kawasan. aksesibilitas berupa fasilitas dan layanan JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 2 DESEMBER 2024 ISSN ONLINE : 3047 2857 yang memudahkan wisatawan. amenitas, yaitu fasilitas pendukung seperti toilet, parkir, gazebo, pengelolaan sampah, dan penandaan wisata. serta ancilary, berupa media informasi. Tourism Information Center (TIC), dan pemandu wisata. Strategi pengembangan wisata yang diusulkan mencakup peningkatan promosi, branding, keterlibatan masyarakat lokal, peningkatan kualitas pelayanan, dan pelestarian kawasan. Sementara itu, ruang lingkup wilayah penelitian mencakup Kelurahan 1 Ilir. Kota Palembang, dengan fokus pada kawasan Makam Kawah Tengkurep. Berdasarkan data tahun 2023, wilayah ini memiliki populasi 344 jiwa yang terdiri atas 3. 179 laki laki dan 3. 165 perempuan. Penelitian juga memanfaatkan peta administrasi dan peta lokasi kawasan sebagai acuan. DATA DAN METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis tantangan dan peluang dalam pengembangan kawasan cagar budaya dan memahami fenomena sosial seperti sikap, persepsi, dan tindakan individu maupun kelompok. Menurut Creswell . , metode penelitian merupakan rencana dan prosedur sistematis yang mencakup pengumpulan, analisis, dan interpretasi data secara mendalam. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan informasi diperoleh langsung dari lapangan. Demikian data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara dengan pemangku kepentingan, observasi lapangan dan studi dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan wisata religi Makam Kawah Tengkurep di Kota Palembang. Sampel dipilih menggunakan dua metode, yaitu insidental sampling, yang melibatkan pengunjung atau masyarakat setempat yang memenuhi kriteria tertentu, dan purposive sampling, yang difokuskan pada informan utama seperti pengelola wisata. Dinas Pariwisata, serta individu lain yang memiliki informasi Informan dalam penelitian ini yaitu terdiri dari wisatawan, pengelola dan mayarakat. Teknik pengumpulan data primer meliputi observasi langsung di lokasi penelitian untuk menganalisis fasilitas wisata seperti aksesibilitas, amenitas, dan anciliary. Wawancara dilakukan dengan menggunakan pedoman 5W 1H untuk menggali informasi dari pengelola, masyarakat setempat, dan pengunjung mengenai kondisi sosial, budaya, dan infrastruktur pendukung. Dokumentasi berupa foto, dokumen arsip, dan catatan sejarah juga digunakan untuk melengkapi data. Seluruh informasi yang terkumpul dianalisis untuk mengidentifikasi potensi, permasalahan, serta merumuskan strategi dengan menggunakan analisis SWOT dalam pengembangan kawasan wisata religi di Makam Kawah Tengkurep. HASIL DAN PEMBAHASAN Komponan wisata terdiri dari sejumlah elemen, termasuk Daya Tarik Wisata. Daya Tarik Wisata Sejarah. Atraksi. Akses. Amenitas, dan Anciliary. Atraksi adalah sesuatu yang dapat dinikmati oleh wisatawan saat berkunjung ke sebuah tempat, dan adanya atraksi dapat membantu destinasi wisata berkembang, teurtama objek wisata sejarah seperti Makam Kawah Tengkurep Kota Palembang. Salah satu faktor yang dapat menarik minat pengunjung ke tempat wisata adalah Daya Tarik Wisata Sejarah, yang merupakan peninggalan bersejarah yang ada di Kota Palembang : Daya Tarik Wisata Sejarah adalah Atraksi yang ada, yang didasrkan pada indicator yang ada mengenai keunikan bangunan dan aktivitas wisata. Amenitas adalah kebutuhan pengunjung untuk wisatawan, seperti fasilitas yang disediakan oleh tempat wisata untuk membuat perjalanan dan adanya aksesbilitas, yaitu tingkat intensitas tempat wisata dapat dijangkau oleh wisatawan. Dukungan yang diberikan oleh organisasi, pemerintah daerah, atau pengelola objek wisata disebut anciliary. Pada bagian wisata yang ada, upaya yang terkordinir dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan infrastruktur untuk menarik lebih banyak wisatawan. Pada Penelitian ini menggunakan komponen objek wisata yang ada yaitu Daya Tarik Wisatawan. Daya Tarik Sejarah. Atraksi. Amentias. Aksesbilitas, dan Anciliary untuk mengidentifikasi komponen apa saja yang ada di Makam Kawah Tengkurep dengan indicator yang ada pada penelitian ini pada setiap komponen wisata. Berikut merupakan komponen objek wisata yang ada di Makam Kawah Tengkurep Kota Palembang. JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 2 DESEMBER 2024 ISSN ONLINE : 3047 2857 Daya Tarik Wisata Daya Tarik Wisata Sejarah Makam Kawah Tengkurep di Kelurahan 3 Ilir. Palembang, menyimpan sejarah yang memukau sebagai tempat peristirahatan Sultan Mahmud Badaruddin I, tokoh penting Kesultanan Palembang Darussalam. Berdiri sejak 1728, makam ini menjadi simbol kejayaan Palembang, yang pernah menjadi salah satu kerajaan terbesar di Asia Tenggara. Selain makam Sultan, kompleks ini menyimpan berbagai peninggalan unik, seperti makam berbentuk wajan, yang mencerminkan kehidupan masyarakat masa Sriwijaya. Menurut Mang Dayat, pemerhati budaya Sumatera Selatan, kawasan ini memiliki nilai sejarah tinggi dan berpotensi menjadi objek wisata edukasi. Informasi dari kuncen Makam Kawah Tengkurep mengungkapkan bahwa wilayah ini dulunya merupakan permukiman aktif pada zaman Sriwijaya. Kini, melalui peninggalan-peninggalan yang ada, pengelola dapat menawarkan pengalaman wisata sejarah yang edukatif dan mendalam bagi Daya Tarik Wisata Religi Daya tarik wisata memiliki beberapa jenis yang salah satunya merupakan Religi dimana memiliki komponen wisata yang sama dengan wisata konvensional . Hal ini yang membedakan dari wisata religi adalah segala aktivitas didasrkan pada nilai nilai syariah islam yang terbebas dari kemaksiatan dan menghindari kemusyrikan. Beriku ini merupakan pada saat berziarah di makam kawah tengkurep. Menjelaskan Tentang sejarah Sedang Berziarah Gambar 2. Daya Tarik Wisata Religi Pihak Pengelolah Objek Wisata Di Makam Kawah Tengkurep Pihak pengelolah objek wisata Makam Kawah Tengkurep adalah orang yang bertugas dalam melakukan rangakian kegiatan yang meliputi perencanakan, pengorganisasian, serta mengarahkan dan mengawasi kegiatan yang ada dikawasan objek wisata. Selain itu pihak pengelolah ini juga bertugas untuk menjaga, merawat, dan mempromosikan suatu objek wisata agar lebih di kenal oleh masyarakat Pada kawasan objek wisata religi Makam Kawah tengkurep pada saat ini tidak memiliki pengelolaan inti yang bertugas untuk menjaga, merawat dan mengembangkan Kawasan objek wisata ini. Di objek wisata ini hanya memiliki turun menurun untuk diberikan mandat Oleh Dinas Pariwisata Kebudayaan kota Palembang untuk menjaga cagar budaya dari Makam Kesultanan Mahmmud Baddarudin I Jaya Wirakmo yang berada pada kawsan objek wisata Religi yang ada di kota Palembang. Pada gambar 3. merupakan skema pengelola objek wisata di atas dapat diketahui bahwasannya terdapat 1 pengelolah objek wisata yang berada di makam kawah tengkurep. Bapak Ichsan adalah yang merupakan tokoh yang di pilih oleh Dinas Pariwisata Kebudayaan Kota Palembang untuk menjadi juru kunci yang bertugas menjaga kawsan makam kawah tengkurep kota Palembang. JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 2 DESEMBER 2024 ISSN ONLINE : 3047 2857 Hospitality Hospitality merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan Kawasan objek Hospitality yang baik dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjung sehingga dapat memungkinkan untuk berkunjung kembali dilain waktu. Hospitality yang dimaksud dalam penelitian ini berupa bentuk perlindungan dan kenyamanan. Perlindungan dan kenyamanan yang dimaksud yaitu tersedianya petugas keamanan disekitar lokasi wisata dan keramahan tamahan masyarakat di sekitar Kawasan Objek Wisata Makam Kawah Tengkurep Pada Keluarahan 1 ilir terhadap para pengunjung sehingga berdampak pada kepuasan para pengunjung yang berkunjung ke Objek Wisata. Pos Penjaga Luar Pos Penjaga Di dalam Gambar 3. Kondisi Hospitality Amenitas Sarana Peribadatan Sarana Peribadatan yang ada di Kawasan objek wisata Makam Kawah Tengkurep ini memiliki sarana peribadatan diantaranya seperti Masjid dan musholla yang dapat digunakan pengunjung untuk melakukan ibadah. Sarana Peribadatan yang berada dikawasan objek wisata Makam kawah tengkurep di keluarahan 1 ilir terdiri dari beberapa jenis saranan peribatan. Kawasan ini memiliki 2 sarana peribadatan Masjid yang berada disekitar Kawasan Objek wisata. Kawasan objek wisata Makam Kawah Tengkurep ini hanya memiliki dua unit saran peribadatan yakni satu unit Masjid dan juga satu unit Musholla. Kedua sarana peribadatan tersebut berada di depan dan di belakang Kawasn Makam Kawah Tengkurep. Bangunan saran peribadatan yang ada di Kawasan ini masih termasuk baik dan juga terawatt, namun masih terdapat beberapa kekurangan yang ada di sarana peribadatan ini seperti ada beberapa bangunannya yang catnya sudah pudar dan terkelupas akibat dari temakan usia. Meskipun masih memiliki kekurangan kedua bangunan sarana peribadatan tersebut masih aktif digunakan oleh masyarakat dalam melakukan kegiatan ibadah. Toilet Umum Sarana sanitasi yang dimiliki pada Kawasan objek wisata Makam Kawah Tengkurep yakni berupa saran toilet umum. Kawasam objek wisata religi yang berada di kelurahan 1 ilir memiliki satu toilet Dari hasil wawancara tersebut dapat diketahui bahawasanya sarana sanitasi yang ada di Kawasan objek wisata makam kawah tengkurep ini sangat baik. Bahkan sanitasi ini dapat layak digunakan sebagaimana fungsinya. Persampahan Fasilitas persampahan yang ada di Kawasan Objek Makam Kawah Tengkurep ini yaitu tersebar dibeberapa titik dikawasan objek wisatanya. Fasilitas persampahan ini juga perlu diperhatikan oleh pihak pengelolah objek wisara guna memberikan rasa nyaman kepada pengunjung yang datang ke Kawasan objek wisata. Sarana persampahan yang dimiliki pada Kawasan objek wisata Makam Kawah Tengkurep yakni berupa sarana tempat sampah. Kawasan Objek wisata Makam kawah tengkurep yang berada di Kelurahan 1 ilir memiliki beberapa tempat sampah yang tersebar di beberapa titik Kawasan objek wisata. dapat diketahui bahawasanya sarana persamapahan yang ada dikawasan objek wisata makam kawah tengkurep ini masih terbilang kurang baik. Hal ini terjadi JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 2 DESEMBER 2024 ISSN ONLINE : 3047 2857 karna masih banyaknya sampah yang berserakan di Kawasan objek wisata ini disebabkan oleh kurangnya tenaga keberesihan yang ada dikawasan ini dan juga kurangnya kesadaran dari masyarakat dan juga pengunjugn akan pentingnya menjaga kebersihan. Fasilitas Parkir Kawasan objek wisata Makam Kawah Tengkurep di Kelurahan 1 Ilir telah menyediakan fasilitas parkir yang cukup memadai untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Tempat parkir tersebar di beberapa titik strategis untuk menunjang kenyamanan pengunjung. Meski demikian, masih terdapat beberapa kendala, seperti struktur konblok yang bergelombang akibat akar pohon serta kurangnya sistem keamanan untuk kendaraan pengunjung. Hal ini memerlukan perhatian lebih agar fasilitas parkir dapat memberikan pengalaman yang lebih baik dan aman. Parkir Samping Parkir Depan Gambar 4. Tempa Parkir Penandaan Penandaan di kawasan objek wisata Makam Kawah Tengkurep berfungsi sebagai petunjuk dan sumber informasi bagi para pengunjung. Saat ini, beberapa titik telah dilengkapi dengan penandaan yang memadai. Namun, diperlukan penambahan penandaan, terutama di area parkir, serta perawatan rutin agar fasilitas ini tetap berfungsi optimal. Dengan perbaikan dan penambahan yang tepat, penandaan ini dapat semakin meningkatkan kenyamanan dan pengalaman pengunjung di kawasan wisata. Penandaan Makam Penandaan Cagar Budaya Gambar 5. Penandaan Skema amenitas . dapat diketahui bahwa amenitas yang ada di Kawasan Makam Kawah Tengkurep yakni sarana sarana peribadatan yang berupa Masjid dan Musholla, sarana sanitasi berupa toilet umum, sarana persampahan berupa kota sampah, fasilitas parkir untuk kendaraan roda dua dan roda empat, fasilitas penandaan yang berbentuk plang penandaan pada jalan menuju objek wisata, dan bangunan ciri khas dari wisata tersebut, namun Kawasan objek wisata ini belum memiliki saran media dan informasi. JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 2 DESEMBER 2024 Amenitas ISSN ONLINE : 3047 2857 Peribadata Sanitasi Masjid & Mushala Persampahan Kotak Sampah Parkir Motor & Mobil Penandaan Bangunan. Jalan. Dermaga Toilet Umum Media & Informasi Gambar 6: Bagan Skema Amenitas Aksesbilitas Aksesbilitas adalah semua jenis sarana dan prasarana transportasi yang mendukung pergerakan wisatawan dari wilayah asal wisatawan ke Destinasi Pariwisata maupun pergerakan didalam wilayah Destinasi Pariwisata dalam kaitan dengan motivasi kunjungan wisata. Aksesbilitas yang termasuk kedalam Kawasan objek wisata makam kawah tengkurep meliputi akses transportasi dan juga akses jaringan jalan yang berada di Kawasan objek wisata ini. Darat (Angkot & Ojek Onlin. Akses Transportasi Laut ( Kapal Ketek ) Aksesbilitas Jaringan Jalan Masuk Melalui Jalan Belabak Gambar 7: Bagan Skema Aksesbilitas Dari bagan skema di atas dapat diketahui bahwasannya aksesbilitas di Makam Kawah Tengkurep terdiri dari 2 yakni akses transportasi dan jaringan jalan. Akses transportasi menuju ke objek wisata terdiri dari transportasi darat dan laut atau sungai. Untuk akses transportasi darat dapat di tuju menggunakan angkutan umum dan ojek online sedangkan jalur laut dapat di tuju menggunakan kapal Untuk jaringan jalan menuju ke objek wisata dapat di akses melalui jalan Blabak untuk menuju ke lokasi obek wisata. Atraksi Atraksi adalah komponen yang signifikan dalam menarik para pengunjugn. Atraksi wisata yang ada di Makam Kawah Tengkurep yakni 1 ) Something to see . esuatu yang dapat diliha. Something to do . esuatu yang dapat dilakuka. 3 ) Something to buy . esuatu yang dapat dibel. Menurut Way dkk . Keberadaan atraksi menjadi alasan serta motivasi pengunjugn untuk berwisata dalam rangka mengunjungi daya Tarik wisata tersebut JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 2 DESEMBER 2024 ISSN ONLINE : 3047 2857 Dari bagan skema atraksi diatas dapat diketahui bahwa atraksi yang ada diobjek wisata Makam Kawah Tengkurep terdiri dari yang pertama yakni Something To Do atau Sesuatu yang dapat dilakukan di Kawasan objek wisata. Adapun yang dapat dilakukan di Kawasan objek wisata yakni seperti berziarah dan belajar sejarah. Yang kedua yakni Something To See atau Sesuatu yang dapat Dilihat dikawasan objek wisata seperti Bangunan ciri khas Makam Sultan Mahmmud Baddarudin II, dan yang terkahir adalah Something To Buy atau Sesuati yang dapat dibeli di Kawasan objek wisata seperti mencicipi kuliner khas dari Kota Palembang yang dijual oleh masyarakat di sekitar Kawasan objek wisata. Atraksi Something To Do (Sesuatu yang dapat dilakuka. Beribadah, belajar sejarah, jalan-jalan sore, hingga Something To See (Sesuatu yang Dapat Bangunan ciri khas Dari Makam Sultan Mahmud Baddarudin II Something To Buy (Sesuatu yang Dapat Dibel. Kuliner Khas Kota Palembang Gambar 8: Bagan Skema Atrkasi Aktifitas Ekonomi Masyarakat Aktifitas ekonomi masyarakat di Kawasan objek wisata Makam Kawah Tengkurep meningkat dengan mayoritas aktifitas penduduknya adalah berdagang di sekitar kawasan. Potensi dan Masalah di Makam Kawah Tengkurep Kota Palembang Faktor Internal Kekuatan (Strength. Makam Kawah Tengkurep memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri sebagai objek wisata religi. Makam ini dilindungi sebagai warisan budaya, dengan bentuk makam yang menyerupai wajan serta nama yang unik, menarik minat wisatawan, termasuk dari luar daerah. Tradisi ziarah akbar Qubro, aksesibilitas yang mudah, ekosistem alami dengan pohon pohon besar, serta keberadaan pemandu wisata menjadi nilai tambah. Selain itu, cerita sejarah tokoh tokoh penting yang terkait dengan makam ini semakin memperkaya pengalaman wisatawan. Destinasi ini juga mendapat perhatian khusus dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Palembang. Kelemahan (Weaknesse. Fasilitas umum seperti toilet dan tempat istirahat masih terbatas, serta jalan akses dan tempat parkir yang kurang memadai. Tarif parkir yang tidak diatur, sarana yang kurang terawat, serta minimnya petugas kebersihan turut menjadi masalah. Selain itu, konsep pengembangan wisata yang komprehensif belum tersedia, dan penandaan arah menuju lokasi masih kurang optimal. Faktor Eksternal Peluang (Opportunitie. Kawasan ini memiliki banyak peluang untuk berkembang. Sebagai destinasi wisata religi, makam ini dapat meningkatkan perekonomian lokal, menarik pengunjung dari luar kota, dan mendukung peningkatan pariwisata religi di Palembang. Dengan pengelolaan yang baik, kawasan ini bisa memberikan manfaat positif melalui kegiatan ziarah dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kolaborasi dengan agen perjalanan dan perusahaan wisata religi juga dapat mendukung perbaikan fasilitas dan promosi. Ancaman (Threat. Namun, ada tantangan yang perlu diantisipasi. Minimnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam pengembangan kawasan, kesadaran masyarakat yang rendah terhadap pelestarian budaya, dan atribut penunjuk jalan yang tidak memadai dapat menghambat daya tarik wisata. Selain JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 2 DESEMBER 2024 ISSN ONLINE : 3047 2857 itu, ancaman dari pungutan liar, kondisi fasilitas yang memburuk, serta kurangnya minat generasi muda terhadap warisan budaya mengkhawatirkan kelangsungan destinasi ini di masa depan. Strategi Pengembangan Wisata Religi di Kawasan Makam Kawah Tengkurep Kota Palembang . Pemanfaatan Kekuatan dan Peluang (Strategi OS) Transformasi Wisata Edukasi dan Religius: Kawasan ini dioptimalkan sebagai tempat edukasi, religi, dan rekreasi melalui kolaborasi dengan dinas terkait, lembaga pendidikan, serta komunitas budaya. Program seperti tur sejarah dan acara budaya dapat memperkenalkan warisan Sultan Mahmud Badaruddin I kepada masyarakat. Pembentukan Lembaga Pengelola: Dibentuk organisasi khusus yang mengelola, mempromosikan, dan memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan informasi wisata religi ini. Penyelenggaraan Event Tematik: Mengadakan acara atau festival yang melibatkan dinas, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk memperkenalkan keunikan sejarah makam. Memanfaatkan Peluang untuk Mengatasi Kelemahan (Strategi OW) Perbaikan Prasarana dan Sarana: Fasilitas seperti toilet umum, penanda jalan, tempat parkir, dan area hijau diperbaiki untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Pembangunan zona kuliner juga dapat menambah daya tarik kawasan. Kolaborasi dalam Pengelolaan dan Promosi: Revisi terkait kepemilikan dan pengelolaan dilakukan melalui kerja sama dengan instansi dan dinas terkait, sambil meningkatkan promosi melalui media sosial. Pelayanan Kebersihan: Peningkatan jumlah petugas kebersihan dan perawatan fasilitas akan memberikan kesan positif kepada pengunjung. Memanfaatkan Kekuatan untuk Menghadapi Ancaman (Strategi TS) Pembinaan dan Pemeliharaan: Peningkatan kualitas pelayanan oleh pengelola wisata melalui pelatihan dan pembinaan dari dinas terkait. Fasilitas Keamanan: Pembangunan pos penjagaan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan wisatawan, serta mencegah pungli dan tindakan tidak aman lainnya. Kolaborasi Stakeholder: Melibatkan masyarakat, instansi pemerintah, dan pihak swasta dalam pengembangan berkelanjutan melalui program dan kegiatan yang menarik minat wisatawan. Mengurangi Kelemahan untuk Mengatasi Ancaman (Strategi TW) Pemantauan Pengembangan: Pemantauan langsung oleh dinas terkait memastikan setiap langkah pengembangan sesuai kebutuhan dan tepat sasaran. Keterlibatan Swasta: Kerja sama dengan pihak swasta dalam pengelolaan dan pendanaan dapat mempercepat proses pengembangan fasilitas. KESIMPULAN Wisata Religi Makam Kawah Tengkurep Kota Palembang terdapat komponen-komponen pengembangan objek wisata yaitu terdiri dari . atraksi, atraksi yang dapat ditemukan berupa kondisi bangunan seperti Makam yang berbentuk wajan, wisata sejarah dan Hospitality. aksesbilitas, aksesbilitas yang dapat ditemukan berupa akses dan kondisi jalan seperti akses lokasi tujuan, tranportasi, dan keadaan . amenitas, amenitas yang dapat ditemukan berupa sarana peribadatan, fasilitas sanitasi, fasilitas persampahan, fasilitas parkir, fasilitas penandaan dan Media dan Informasi. aktitvas ekonomi, aktivitas masyarakat yang dapat ditemukan berupa pedagang, pegawai swasta dan PNS/BUMN. Dalam merumuskan strategi pengembangan pada kawasan objek wisata religi makam kawah tengkurep dapat ditemukan hasil analisis potensi dan masalah sesuai faktor internal dan eksternal. Faktor internal, terdiri atas kekuatan . meliputi lokasi wisata sejarah, keunikan bangunan corak dilengkapi dengan bangunan yang unik. Kelemahan . meliputi belum optimalnya visi dan misi dan tujuan wisata religi makam kawah tengkurep, sebagai jalan dilokasi objek wisata rusak dan bergelombang, tempat JOURNAL OF PLANO STUDIES VOLUME 1 No. 2 DESEMBER 2024 ISSN ONLINE : 3047 2857 parkir yang kurang memadai, toilet umum, dan persampahan. Selanjutnya ada faktor eskternal yang terdiri atas peluang . terdiri atas adanya program tahunan yiatu Ziarah Qubroh, menjadikan wisata Kemudian ancaman . terdiri atas kurang adanya kemitraan atau sponsor antara industri pariwisata, belum adanya kolaborasi program antar dinas terkait. Adapun Strategi pengembangan wisata pada wisata religi makam kawah tengkurep yaitu berdasrkan hasil analisis SWOT berupa strategi yang menggunakan kekuatan dengan memanfaatkan peluang yaitu : menjadikan wisata edukasi dan rekreasi dalam menambah wawasan dan pengetahuan bagi para pengunjung khususnya mahasiswa/pelajar, menjadikan lembaga instansi sebagai wadah dalam mempromosikan objek wisata religi makam kawah tengkurep. Strategi yang menggunakan kelamahan yang memanfaatkan peluang yaitu : melakukan pembaharuan dan peningkatan pada prasarana jalan dan penadaan melalui dinas kebudayaan dan pariwisata Provinsi Sumatera Selatan sehingga mempermudah mobilitas tranportasi. Strategi yang menggunakan kekuatan dengan memanfaatkan ancaman yaitu : melakukan pemeliharaan dan pembinaan pada lokasi objek wisata sebagai bentuk pelestarian wisata sejarah, melibatkan pihak swasta atau sponsor sebagai upaya pengembangan objek wisata. Strategi menggunakan kelemahan dengan memanfaatkan ancaman yaitu : adanya keterlibatan pihak swasta sebagai bentuk peningkatan fasilitas pendukung dan aksesbilitas pada kawasan objek wisata. DAFTAR PUSTAKA