e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Ahmad Muslich, dkk. Potensi Penanaman Sikap POTENSI PENANAMAN SIKAP KEMANDIRIAN DAN NILAI RELIGIUS PADA KELUARGA KAMPUNG IDIOT DI PONOROGO Ahmad Muslich Universitas Muhammadiyah Ponorogo ahmadmuslih@gmail. Happy Susanto Universitas Muhammadiyah Ponorogo happybanget@gmail. Zainal Arif Universitas Muhammadiyah Ponorogo zainalaarif@gmail. Ayok Ariyanto Universitas Muhammadiyah Ponorogo ayokariyanto@gmail. Adib Khusnul Rois Universitas Muhammadiyah Ponorogo adibkhusnulrois@gamail. Devid Dwi Erwahyudin Universitas Muhammadiyah Ponorogo devirerwahyudin@gmail. Syamsul Arifin Universitas Muhammadiyah Ponorogo Syamsularifin8890@gmail. Abstract Karangpatihan village. Balong sub-district. Ponorogo district is a village that is already known as the ideot village, some of its people have mental retardation . rown syndrom. in the mentally retarded type. Instilling Independence and Religious Values in Idiot's village families in Ponorogo Regency is an effort to relieve idiot families from adversity. In the aspect of independence, the idiot village family tries to produce works or work to fulfill all their needs without having to depend on the welfare of others. In the aspect of inculcating religious values, it is very necessary to help alleviate the problems of idiot families through a spiritual approach that is felt to be very important, with spiritual guidance it is hoped that it can foster faith and piety and provide direction in behavior. The values of worship also play a large role in motivating and guiding a person to do good in the context of social relations with the community. Keywords: Cultivating Attitudes. Independence and Religious Values. Ideot Village MUADDIB: Studi Kependidikan dan Keislaman. Vol. 11 No. 02 Juli-Desember 2021 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Ahmad Muslich, dkk. Potensi Penanaman Sikap PENDAHULUAN Keberhasilan suatu bangsa dalam memperoleh tujuannya tidak hanya ditentukan oleh melimpah ruahnya sumber daya alam, akan tetapi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Bangsa yang besar dapat dilihat dari kualitas/karakter bangsa . itu sendiri (Majid: 2. Namun untuk memenuhi tujuan terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas, tentunya pendidikan kemandirian serta nilai religius menjadi penting untuk dilakukan (Syam & Arifin, 2. , tidak terkecuali bagi masyarakat yang mengalami kekurangan dari sisi mental di salah satu kampung di kabupaten Ponorogo. Kampung tersebut dikenal dengan sebutan kampung idiot, sebuah kampung diujung selatan kabupaten Ponorogo Kampung idiot merupakan istilah yang digunakan masyarakat untuk menyebut salah satu wilayah yang ada di kabupaten Ponorogo. Desa karangpatihan balong Ponorogo merupakan desa yang sebagian masyarakatnya memiliki keterbelakangan mental . own syndrom. dalam tipe tunagrahita. Banyak upaya yang dilakukan untuk membantu para penyandang disabilitas dengan pembinaan sikap kemandirian dan menanamkan Nilai-nilai religius kepada penyandang disabilitas di kabupaten Ponorogo merupakan suatu hal yang sangat penting dalam rangka membantu mengentaskan keluarga idiot dari keterpurukan. Nilai merupakan hal yang penting aatu berguna bagi kemanusiaan. Diene Tillman yang di kutip oleh Tri Wibowo berasal dari bahasa latin yakni valare, dalam bahasa Inggris disebut value, atau valoir dalam bahasa Perancis klasik, yang memiliki makna harga, berdaya guna dan berlaku (Wibowo: . Nilai adalah standar tingkah laku, kebenaran, keadilan, keindahan dan efisiensi yang mengikat manusia dan sewajarnya dijalankan dan dipertahankan (Hamid, 2016: . Penanaman nilai menjadi sangat penting untuk dilakukan dalam menumbuhkan sikap kemandirian terhadap diri sendiri. Sikap kemandirian harus dimiliki oleh masing-masing individu dalam kehidupan sehari-hari, sikap kmandirian merupakan MUADDIB: Studi Kependidikan dan Keislaman. Vol. 11 No. 02 Juli-Desember 2021 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Ahmad Muslich, dkk. Potensi Penanaman Sikap kesadaran diri, digerakkan oleh diri sendiri, kemampuan belajar untuk mencapai tujuannya (Husein: 2. Penanaman sikap kemandirian dan penanaman nilai-nilai religius kepada penyandang disabilitas di Kabupaten Ponorogo merupakan sebuah upaya untuk mengentaskan dari keterpurukan yang telah dialami oleh para penyandang tunagrahita di desa Karangpatihan Balong Ponorogo. Keluarga kampung idiot berusaha menghasilkan karya atau bekerja untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya tanpa harus menggantungkan kesejahteraan dari orang lain. Pada aspek penanaman nilai religius sangat diperlukan untuk membantu mengentaskan permasalahan keluarga idiot melalui pendekatan spiritual untuk menumbuhkan ke-imanan dan ke-taqwaan kepada Allah Swt. Nilai religius menjadi hal yang sangat penting untuk diterapkan dalam memberi motivasi dan membimbing seseorang untuk melakukan yang baik dalam konteks hubungan sosial dengan masyarakat. Masyarakat tunagrahita di desa Karangpatihan Balong Ponorogo perlu banyak sekali uluran tangan dari masyarakat, banyak upaya yang sudah dilakukan dari pemberian bantuan sosial dan lain-lain, akan tetapi bentuk dari bantuan fisik yang di berikan tidak cukup jika tidak ada upaya pembinaan kemandirian dan penanaman nilai religius terhadap masyarakat disabilitas di desa Karangpatihan Balong Ponorogo. KAJIAN TEORI Sikap Kemandirian Penyandang Disabilitas Sikap Kemandirian merupakan bentuk dari kesadaran diri, digerakkan oleh diri sendiri, belajar untuk mencapai sebuah tujuannya (Husein, 2013: . Seseorang yang memiliki sikap kemadirian, maka seseorang tersebut akan memiliki kemampuan untuk mempertahankan hidupnya. Sikap kemandirian akan melekat kepada individu untuk menghadapi segala situasi yang ada dalam lingkungan sosial sampai dia mampu berfikir MUADDIB: Studi Kependidikan dan Keislaman. Vol. 11 No. 02 Juli-Desember 2021 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Ahmad Muslich, dkk. Potensi Penanaman Sikap dan mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi situasi dan kondisi bagaimanapun (SaAodiyah, 2017: . Menurut Hendricks aktivitas makan juga dapat menolong anak menjadi mandiri, meyediakan makanan, melayani, membuat pilihan, membersihkan meja, kursi dan sebagainya. Dengan adanya pendidikan kemandirian dalam makan akan mendorong anak untuk bersikap mandiri (Hendrick, 1. Berkenaan dengan potensi kemandirian yang dimiliki oleh keluarga kampung idiot, maka tampaknya akan lebih sempurna jika dilengkapi dengan penanaman nilai religius sebagai potensi berikutnya yang memang secara bersama-sama perlu untuk dikembangkan dengan baik. Penanaman Nilai Religius Penyandang Disabilitas Nilai religius berasal dari dua kata yaitu nilai dan religius. Secara etimologis kata nilai bisa diartikan dengan harga dan derajat (Badudu, 1996 ). Nilai merupakan suatu hal yang sangat berharga, nilai juga bisa di artikan sebagai ukuran untuk memilih sikap dan tindakan untuk tujuan tertentu (Rosyadi, 2000: . Sedangkan secara terminologis bisa di lihat dari berbagai macam pendapat para ahli dan pakar nilai. Perlu di tekankan bahwa nilai adalah mutu empirik yang kadang-kadang sulit untuk di definisikan secara akal (Latif, 2. Seorang pakar nilai Louis Katsoff menjelaskan bahwa kenyataan nilai tidak dapat diartikan dengan baik bukan berarti nilai tidak bisa dipahami oleh khalayak kehidupan (Katsoff, 1. Kata religius sering di artikan dengan kata agama, tapi juga bisa di artikan sebagai Harun Nasution dalam pendapatnya dikutip oleh Abuddin Nata yang tersusun dari dua kata, a : tidak dan gama : pergi, jadi agama artinya tidak pergi atau tetap di tempat dan diwarisi secara turun temurun (Nata, 2. Menurut Elizabeth sebagaimana yang di kutip Abuddin Nata sebagai berikut : gejala yang begitu sering terdapat dimanamana sehingga sedikit membantu usaha-usaha kita untuk membuat abstraksi ilmiah. Nilai MUADDIB: Studi Kependidikan dan Keislaman. Vol. 11 No. 02 Juli-Desember 2021 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Ahmad Muslich, dkk. Potensi Penanaman Sikap religius atau nilai agama merupakan konsepsi yang tersurat dalam maupun tersirat yang ada dalam agama, hal inilah yang mempengaruhi perilaku seseorang bagi penganut agama tersebut (Nata, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini bersifat deskriptif analitis untuk menemukan gambaran keadaan Desa Karang Patihan. Balong dengan pendekatan metode grounded theory. Grounded research adalah pendekatan kualitatif yang memungkinkan peneliti tanpa terikat atau bertujuan untuk membuktikan ada atau tidaknya suatu teori yang dikemukakan oleh ahli. Sebagai metode yang berasal dari antropologi budaya dan sosiologi di Amerika, metode kualitatif selalu menekankan persepsi dan pengalaman partisipan, dan bagaimana mereka memaknai hidup. Oleh karena itu, informan ditempatkan sebagai subjek yang akan ditelaah sebagai sumber ilmu pengetahuan (John, 2. Dalam pelaksanaan grounded research ada teknik yang dikenal sebagai perbandingan konstan, yang merupakan upaya peneliti selama di lapangan untuk menumbuhkan kategori dan konsep berdasarkan kenyataan yang diperoleh sebagai bangunan analisis (Danny, 1. Karena itu, metode ini tidak menggunakan instruksi random sampling yang biasa digunakan dalam penelitian struktural kuantitatif, mengingat bahwa banyak perkembangan analitis akan muncul di lapangan. Pengumpulan data dimulai dari pengamatan yang terlibat sebagai upaya untuk memahami peristiwa sendiri yang menjadi fokus penelitian. Kemudian dilanjutkan dengan wawancara dengan Kepala Desa dan tokoh masyarakat Desa Karang Patihan. Upaya ini diharapkan dapat memberikan data informasi dan pandangan original terkait kondisi masyarakat yang mengalami keterbelakangan mental dan upaya yang mungkin dilakukan untuk membangun kemandirian dan nilai religius pada keluarga kampung idiot di Ponorogo. Dalam hal ini, informan kunci merujuk pada tokoh masyarakat Karang Patihan, pejabat desa MUADDIB: Studi Kependidikan dan Keislaman. Vol. 11 No. 02 Juli-Desember 2021 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Ahmad Muslich, dkk. Potensi Penanaman Sikap serta tokoh masyarakat dan akademisi dari luar masyarakat sebagai pembanding dan sumber penelitian (Al-Fairusy, 2. Tahap terakhir adalah analisis data berdasarkan metode kualitatif untuk menjawab penelitian masalah. Analisis data harus dilakukan dengan kesungguhan, kejelian, dan kehatihatian. Secara kualitatif penelitian, pengumpulan dan analisis data harus dilakukan secara Analisis data dimulai sejak proses penelitian berlangsung, peneliti harus pandai, kreatif dan peka untuk memilih dan memilah data mana yang penting atau tidak. HASIL DAN PEMBAHASAN Sebagaimana telah diungkapkan di muka, kemandirian tidak muncul secara tiba-tiba melainkan pendidikan yang diajarkan oleh otang tua (Hasan: 2. , belajar kemandirian wajib di lakukan oleh anak di usia dini untuk membiasakan sikap kemandirian. Lingkungan juga menjadi faktor penentu kemandirian, dari lingkunganlah tercipta iklim kemandirian. Hal ini seperti yang di sampaikan oleh bapak kepala desa Karangpatihan Balong Ponorogo Bapak Eko Mulyadi (Eko: 2. sebagai berikut: Kondisi Penduduk Masyarakat Tunagrahita Jumlah penduduk desa Karangpatihan Balong Ponorogo berjumlah 6000 KK dengan rincian : Dusun krajan ada 600 KK orang normal dengan jumlah disabilitas ada 13 orang yang terbelakang mental. Dusun Bendo ada 600 KK orang normal dan 10 orang penyandang disabilitas. Dusun Bibis ada 450 KK orang normal dan 7 orang penyandang disabilitas. Dusun Tanggungrejo 2000 KK orang dan 68 penyandang disabilitas. Data di atas menunjukkan bahwa penyandang di sabilitas di desa Karangpatihan Balong Ponorogo lumayan banyak. Dari hasil wawancara dengan bapak Eko Mulyadi Kepala desa Karangpatihan Balong Ponorogo beliau menyampaikan ada 6000 KK jumlah penduduk (Samuji, wawancara: 2. Realita yang terjadi di desa Karangpatihan memang sangat memilukan dengan banyaknya penyandang disabilitas, lokasi desa Karangpatihan MUADDIB: Studi Kependidikan dan Keislaman. Vol. 11 No. 02 Juli-Desember 2021 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Ahmad Muslich, dkk. Potensi Penanaman Sikap memang jauh dari perkotaan dan kondisi ekonomi dan pendidikan masyarakat desa Karangpatihan Balong Ponorogo adalah dibawah rata-rata (Arum, 2017: . Kondisi inilah yang menjadikan motivasi kepala desa Karangpatihan untuk mengentaskan dari keterpurukan dengan pemberdayaan masyarakat (Arum, 2021: . Kemandirian yang dilakukan oleh bapak Eko Mulyadi merupakan sebuah terobosan baru Ada pemberdayaan masyarakat tunagrahita melalui pembuatan kerajinan tangan dan peternakan, kerajinan tangan meliputi . batik ciprat, kerajinan pembuatan keset, pembuatan tasbih, peternakan . Ikan lele. Ayam kampung. Breding Kambing. Kroto (Eko. Wawancara: 2. Penanaman Sikap Kemandirian Keluarga Kampung Idiot Kemiskinan menjadi faktor utama munculnya masyarakat disabilitas di desa Karangpatihan Balong Ponorogo (Gafara, 2017: . , kemiskinan yang terjadi di Karangpatihan menjadi salah satu perhatian khusus bagi pemerintah desa, oleh karena itu penguatan ekonomi masyarakat baik yang bersifat konsumtif seperti bantuan-bantuan tunai ataupun yang bersifat sosial harus banyak di berikan di karangpatihan. Bantuan program produktifitas yang telah dilakukan adalah Batik Ciprat Menjadi Program Mingguan Kerajinan batik ciprat di Desa Karangpatihan sudah berjalan 5 tahun, kerajinan ini dilakukan di Rumah Harapan Desa Karangpatihan Balong Ponorogo yang di lakukan oleh para penyandang disabilitas (Apriyanto, 2019: . Batik ciprat ini memiliki banyak model dengan bermacam macam corak yang dihasilkan, batik ciprat ini dapat di beli atau di pesan di rumah Harapan Desa Karangpatihan dengan berbagai macam harga Rp. 000 perpotong dan seterusnya (Eko. Wawancara: 2. Hasil dari wawancara dengan bapak Eko Mulyadi bahwasanya batik ciprat yang telah dibuat MUADDIB: Studi Kependidikan dan Keislaman. Vol. 11 No. 02 Juli-Desember 2021 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Ahmad Muslich, dkk. Potensi Penanaman Sikap oleh para tunagrahita menjadi produk unggulan desa Karangpatihan Balong Ponorogo (Eko, wawancara: 2. Batik ciprat yang sudah jadi lalu di kumpulkan di rumah harapan desa Karangpatihan Balong untuk di pajang (Safira, 2021: . Usaha Kerajian Keset Menjadi Program Penghasilan Harian Usaha kerajinan tangan merupakan kerajinan yang menitik beratkan pada keterampilan tangan dengan mengolah bahan-bahan baku dari lingkungan sekitar hingga menjadi sebuah produk lokal yang memiliki nilai estetis (Anindita, 2017: . Salah satu kerajinan yang di lakukan oleh tunagrahitan adalah membuat kerajinan keset. Pembuatan kerajinan keset di ikuti oleh penyandang tunagrahita dalam kategori ringan saja. Pendampingan intensif dilakukan oleh oleh bapak Eko Mulyadi selaku kepala desa (Eko, wawancara: 2. Dengan pelatihan dan pembimbingan serta proses yang cukup sederhana dan relatif cukup mudah para penderita tunagrahita dapat menjalankan program ini dengan baik, mulai dari proses pemilihan warna, pemasangan alat, proses merangkai hingga pengancingan pada akhir proses pembuatan (Arum, 2017: . Dalam memasarkan produk keset tersebut pemerintah tidak kesulitan dalam menjualnya, pemerintah membawa kepada pedagang di pasar, toko, dan distributor keset di ponorogo (Eko, wawancara: 2. Peternakan Ayam Kampung Menjadi Program Penghasilan Bisnis ini banyak sekali yang menggelutinya dari tahun ketahun. Kandungan nutrisinya sangat banyak dan lebih rendah lemak kolesterol ketimbang ayam broiler (Istikomah, 2018 : . Hal serupa telah di lakukan di desa Karangpatihan Balong Ponorogo dengan memberdayakan masyarakat tunagrahita (Eko. Wawancara: 2. Berdasarkan penjelasan dari bapak Eko Mulyadi, dari kegiatan ternak ayam kampung ini dapat diikuti oleh penderita tunagrahita ringan, sedang maupun berat (Eko. Wawancara : 2. Ayam Kampung di besarkan dari usia kecil sampai dewasa kurang MUADDIB: Studi Kependidikan dan Keislaman. Vol. 11 No. 02 Juli-Desember 2021 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Ahmad Muslich, dkk. Potensi Penanaman Sikap lebih membutuhkan waktu 1-2 bulan sampai masa panen tiba, setelah panen hasil yang di dapatkan akan di berikan langsung kepada tunagrahita. Hal ini berkaitan dengan tujuan sebuah pemberdayaan, yaitu menjadikan masyarakat yang ekonominya lemah menjadi berdaya (Totok M, 2012: . Program Tiga Bulanan Berupa Peternakan Lele Bisnis lele banyak di geluti oleh masyarakat. Konsumsi ikan lele di kota kecil dan kota besar mengalami peningkatan yang drastis, bahkan di warung kecil hingga restoran yang besar banyak yang menyediakan hidangan ikan lele (Sofia, 2021:. Budidaya ikan lele ini di kembangkan oleh pemerintah desa Karangpatihan dengan memberikan pembinaan kepada tunagrahita (Eko. Wawancara: 2. Kegiatan ternak lele yang dilakukan oleh penyandang disabilitas ini menjadi percontohan kepada masyarakat, dengan keterbatasan yang dimiliki oleh penyandang disabilitas tidak menjadi persoalan (Marsitadewi, 2021: . Dalam melakukan budidaya ikan lele ini yang dapat mengikuti adalah keterbelakangan mental ringan dan sedang, sedangkan untuk kategori keterbelakangan mental yang berat tidak bisa mengikuti. Menurut Pak Eko Mulyadi, proses pemberian pakan kepada ikan lele harus menggunakan bahasa isyarat, isyarat digunakan melalui sinar matahari. Penyandang tunagrahita tidak bisa sepenuhnya mendengar dan memahami apa yang orang lain ingikan, apabila pagi hari matahari sudah terbit, maka sudah waktunya memberi makan ikan lele dan sebaliknya. Setelah ikan di rasa cukup besar, pemerintah desa mencarikan pembeli untuk pemanenan. Hasil panen akan diberikan sepenuhnya untuk warga tunagrahita (Eko, wawancara: 2. Program Ternak Kambing Berdasarkan peluang pasar global, kambing merupakan komoditas unggul untuk di pacu dalam perkembangan populasinya (Rusdiana, 2014: . Biasanya sebagian MUADDIB: Studi Kependidikan dan Keislaman. Vol. 11 No. 02 Juli-Desember 2021 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Ahmad Muslich, dkk. Potensi Penanaman Sikap orang memelihara kambing hanya untuk usaha sampingan saja. Namun sebenarnya, usaha ternak kambing bisa menjadi peluang usaha yang sangat menjanjikan apabila digeluti dengan tekun dan sungguh-sungguh (Kusumastuti, 2012: . Di desa Karangpatihan Balong Ponorogo menerapkan pemberdayaan kambing yang di lakukan oleh penyandang disabilitas untuk membantu mengentaskan keterpurukan (Eko. Wawancara: 2. Budidaya kambing yang dilakukan merupakan kegiatan mandiri oleh penderita tunagrahita, kambing yang sudah ada lalu di pelihara dan di beri makan oleh penyandang disabilitas. Dari hasil ternak kambing ini masyarakat bisa mendapatkan hasil produksi setelah kurang lebih setahun sekali setelah kambing bisa berkembang biak lalu di jual (Eko, wawancara: 2. Membuat Kerajinan Tasbih Industri kerajinan merupan sektor yang perlu di prioritaskan mengingat sektor ini dapat mengahsilkan pemasukan negara serta dapat menyerap tenaga kerja yang cukup banyak (Indrayani, 2019: . Kerajinan tasbih bisa di lakukan oleh kelompok masyarakat, seperti yang dilakukan oleh pemerintah desa Karangpatihan Balong Ponorogo dalam membantu masyarakat penyandang disabilitas tunagrahita. Kerajinan tasbih ini di lakukan untuk tujuan memberikan pendidikan kemandirian kepada warga tunagrahita (Eko, wawancara: 2. Bapak Eko Mulyadi menjadi pelatih pembuatan tasbih sampai tunagrahita benar-benar bisa melakukan sendiri. Penderita tunagrahita tetap dipantau dan terus dilatih dengan sabar oleh para pendamping agar dapat memproduksi tasbih dengan baik. Walaupun mereka memiliki keterbelakangan mental akan tetapi hasil pembuatan tasbih sudah rapi, bagus dan layak untuk dijual (Eko, wawancara: 2. Ternak kroto MUADDIB: Studi Kependidikan dan Keislaman. Vol. 11 No. 02 Juli-Desember 2021 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Ahmad Muslich, dkk. Potensi Penanaman Sikap Ternak kroto mulai di terapkan di industri rumahan yang menggunakan teknologi sederhana yang ada di sekitar kita, industri ini di geluti oleh para penguasaha di tahun 2000 an, fakta di lapangan tidak sedikit pengusaha kroto telah sukses menjadi jutawan meraup untung dari bisnis kroto (Dewi, 2016: 2 ). hal serupa juga sudah dilakukan oleh pemerintah desa Karangpatihan Ponorogo dalam rangka pemberdayaan masyarakat Tunagrahita (Eko. Wawancara: 2. Menurut Bapak Eko Mulyadi, bahan yang di gunakan untuk ternak kroto adalah menggunakan botol plastik besar lalu di lubangi beberapa bagian, setelah ada lubang baru di masukkan indukan (Eko. Wawancara: 2. Suplemen makan ngangkrang biar menghasilkan kroto yang bagus sebagai berikut. di sediakan minum gula, di kasih makan jangkrik dan lain-lain (Falahudin, 202: . Untuk pemasaran kroto tidaklah sulit, jika kroto sudah siap di panen pemerintah desa akan bergerak untuk membantu pemasarannya di toko-toko pakan burung di sekitar (Eko, wawancara: 2. Penanaman Nilai Religius Pada Keluarga Kampung Idiot Pembinaan keagamaan sangat penting dilakukan di Indonesia, mengingat pentingnya bagi masyarakat yang heterogen. Indosesia sebagai negara yang memili suku, ras, budaya, tentu memiliki landasan filosofis yang kuat tentang kehidupan beragama, kesejahteraan dalam beragama menjadi tugas utama dari seluruh warga negara yang memiliki semboyan Bineka Tunggal Ika (Ahisma, 2021: 271. Iman dkk. , 2. Adapun jenis kegiatan keagamaan di masyarakat karangpatihan yang sudah berjalan yaitu yasinan, tahlilan, sholat jamaah di masjid dan mushola, pengajian, yatiman, dsb. Partisipasi masyarakat desa Karangpatihan dalam mengikuti kegiatan keagamaan sangat tinggi, akan tetapi keikutsertaan penyandang tunagrahita dalam kegiatan keagamaan dilingkungan tersebut masih sangat kurang. Dari 98 orang penyandang disabilitas hanya 5 orang yang aktif dalam mengikuti kegiatan keagamaan bersama masyarakat (Eko. Wawancara: 2. MUADDIB: Studi Kependidikan dan Keislaman. Vol. 11 No. 02 Juli-Desember 2021 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Ahmad Muslich, dkk. Potensi Penanaman Sikap Peran seorang modin dan tokoh agama di desa Karangapatihan Balong Ponorogo sangat di butuhkan untuk mejalankan dakwah keagamaan. Sikap religius merupakan bentuk dari sikap seseorang dalam menjalankan kehambaan kepada Tuhan yang maha Esa (Jalaludin, 2012: 12 ). Nilai Religius menjadi pondasi utama dalam pembangunan masyarakat yang bermoral, hal serupa telah dilakukan oleh bapak Eko Mulyadi dan para tokoh agama dalam membina tunagrahita dalam mejalankan kehidupan sehari-hari sehingga tunagrahita mengetahui bahwa mereka di ciptakan oleh sang pencipta Allah Swt. Di bawah ini merupakan Tabel penanaman nilai religius yang dilakukan kepada penderita tunagrahita sebagai berikut: Tabel 1 Penanaman Nilai Religius Program Pengenalan Ibadah Pengenalan Thaharah Pengenalan Waktu Ibadah Pengenalan Alat Ibadah Pengenalan Tuntunan Ibadah Keterangan Memberikan pengetahuan terkait ibadah yang di lakukan setiap hari Mengenalkan bagaimana caranya bersuci dari hadas dan najis Mengenalkan waktu sholat lima waktu Mengenalkan perangkat ibadah yang dipakai dalam sholat Mengajarkan doa sholat Lima waktu Tabel diatas merupakan bentuk dari upaya penanaman nilai religius pada masyarakat Sudah banyak upaya yang di lakukan oleh para tokoh agama dan pemerintah desa untuk menanamkan nilai religius pada penyandang tunagrahita. Upaya ini dilakukan dalam rangka untuk memberikan pengetahuan agama yang dapat menuntun mereka kapada keimanan dan ketaqwaan kepada sang pencipta (Eko, wawancara : 2. MUADDIB: Studi Kependidikan dan Keislaman. Vol. 11 No. 02 Juli-Desember 2021 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Ahmad Muslich, dkk. Potensi Penanaman Sikap PENUTUP Berdasarkan hasil pembahasan yang peneliti lakukan dalam Penanaman Sikap Kemandirian Dan Nilai Religius Pada Keluarga Kampung Ideot di Desa Karangpatihan Balong Ponorogo sebagai berikut: Penanaman Sikap kemandirian Batik ciprat menjadi Program mingguan. Program ini rata-rata diikuti oleh tunagrahita ringan, yang mana pembuatan batik lebih rumit dibandingkan pembuatan keset. Pembutan batik tidak bisa dilakukan secara instan sehingga penghasilan masyarakat tunagrahita dalam jangka mingguan. Batik ciprat dimulai sejak tahun 2016. Usaha kerajian keset menjadi program penghasilan harian. Program ini diperuntukkan bagi masyarakat tunagrahita tingkat ringan dan sedang, dan tidak diperuntukkan bagi tunagrahita berat karena pembuatan keset sedikit rumit. Program ini mampu mendapatkan penghasilan harian dengan jumlah bervariatif tergantung kekuatan masing-masing individu. Program kerajinan keset dan ayam kampung dilakukan sejak Peternakan Ayam Kampung menjadi program penghasilan. Program ini mayoritas diikuti oleh tunagrahita berat, karena peternakan ayam kampung tidak begitu membutuhkan pelatihan dan bisa didampingi pihak keluarga. Dengan mengikuti program ini setiap bulan bisa memberikan tambahan penghasilan untuk keluarganya. Dalam implementasinya mereka dibantu oleh keluarganya karena termasuk Tunagrahita tingkat berat yang tidak tahu menahu uang/kebutuhan. Program tiga bulanan berupa peternakan lele. Untuk program pemberdayaan lele mereka bekerjasama dengan tokoh masyarakat yang diajak kerjasama oleh steakholder yang ada. Program pemberdayaan ekonomi dengan program budidaya ikan lele diberikan setiap kepala keluarga tunagrahita sejak tahun 2014. MUADDIB: Studi Kependidikan dan Keislaman. Vol. 11 No. 02 Juli-Desember 2021 e-ISSN: 2540-8348 p-ISSN: 2088-3390 Ahmad Muslich, dkk. Potensi Penanaman Sikap Program Ternak kambing. Ternak dilakukan oleh para penyandang disabilitas, modal 1 ekor kambing yang di berikan oleh pemerintah desa dipelihara dan dibesarkan, setelah tumbuh besar kambing lalu disilangkan, anak kambing yang dihasilkan dari persilangan akan dipelihara lebih lanjut dan kambing yang sudah tua dapat dijual. Membuat tasbih. Kerajinan tasbih dilakukan oleh tunagrahita dengan menggunakan alat yang sudah disediakan dari pemerintah desa. Pada tahap distribusi, pemerintah desa memberikan bantuan dalam proses penjualan. Ternak kroto. Program ini masih menjadi program uji coba, pelatihan ternak kroto sudah dilakukan oleh pihak desa Karangpatihan, diharapkan program ini akan diterapkan di masyarakat tunagrahita. Nilai Religius Data hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 98 orang penyandang disabilitas hanya 5 orang yang aktif dalam mengikuti kegiatan keagamaan bersama Oleh karena itu dibutuhkan upaya khusus untuk model penanaman nilai religius pada penderita tunagrahita, diantaranya adalah melalui program pengenalan tempat ibadah, waktu kegiatan ibadah, pemberian alat/atribut dan penggunaannya dalam kegiatan ibadah serta tuntunan dalam kegiatan keagamaan dari tokoh masyarakat atau pakar keagamaan yang memiliki kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi secara intensif dengan para penderita tunagrahita. DAFTAR PUSTAKA