JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. April 2026 Page 961-973 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM NENINGKATKAN MUTU MADRASAH DI MT MUHAMMADIYAH KARANGKAJEN Hendra Mahardika1. Suyatno2. Achadi Budi Santosa3 1,2,3 Universitas Ahmad Dahlan. Indonesia Email: 2408046042@webmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 27 January 2026 Final Revised: 11 February 2026 Accepted: 16 March 2026 Published: 30 April 2026 Keywords: Leadership Head of Madrasah Quality of Madrasah ABSTRAK The quality of madrasah has a great impact on education in madrasas, that the quality of madrasah will have an impact on student learning outcomes, student competence, competence of madrasah teachers and education personnel, students' readiness to face the future, improving the quality of madrasah resources, learning environment, and learning community environment, and having an impact on a transformation of human resources for the welfare and competitiveness of the nation. This is a background for research and also a research objective, where researchers research on the leadership of school principals in improving quality in madrasas. The research method used by the researcher is descriptive qualitative research, with observational data collection, in-depth interviews and literature studies, and for data validation using source triangulation. All educational policies and practices are governed by a commitment to the vision and mission of the institution as the cornerstone of the strategy, and the focus on improving the learning process and teacher performance places teachers as the main partner in quality transformation. Data-driven program development, effective resource allocation, and participatory, evidence-based decisionmaking ensure that efforts to improve quality are not only outstanding but also practical and sustainable. This management ability is known as management ability. ABSTRAK Mutu madrasah mempunyai dampak yang besar bagi pendidikan di madrasah, bahwasannya mutu madrasah akan berdampak pada hasil belajar siswa, kompetensi siswa, kompetensi guru dan tenaga kependidikan madrasah, kesiapan siswa pada menghadapi masa depan, peningkatan kualitas sumber daya madrasah, lingkungan belajar, dan lingkungan komunitas belajar, serta berdampak pada sebuah transformasi sumber daya manusia untuk kesejahteraan dan daya saing bangsa. Hal tersebut menjadi sebuah yang melatar belakangi penelitian dan juga sebuah tujuan penelitian, yang dimana peneliti meneliti tentang kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu di madrasah. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data observasi, wawancara mendalam dan studi pustaka, dan untuk validasi data menggunakan triangulasi sumber. Semua kebijakan dan praktik pendidikan diatur oleh komitmen terhadap visi-misi institusi sebagai landasan strategi, dan fokus pada peningkatan proses pembelajaran dan kinerja guru menempatkan guru sebagai mitra utama dalam transformasi kualitas. Pembangunan program berbasis data, alokasi sumber daya yang efektif, dan pengambilan keputusan yang partisipatif dan berbasis bukti memastikan bahwa upaya untuk meningkatkan kualitas tidak hanya luar biasa tetapi juga praktis dan berkelanjutan. Kemampuan manajemen ini dikenal sebagai kemampuan manajemen. Kata kunci: Kepemimpinan. Kepala Madrasah. Mutu Madrasah Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Neningkatkan Mutu Madrasah Di MT Muhammadiyah Karangkajen PENDAHULUAN Standarisasi seorang pemimpin dalam madrasah yaitu kepala madrasah harus dapat memenuhi standar yang baik, sebagaimana dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 13 Tahun 2007. Yang mana diatur tentang standarisasi kepala madrasah, disebutkan bahwasannya mengenai standar kepala madrasah yaitu berisi kualifikasi umum untuk kepala madarasah, kualifikasi khusus untuk kepala madarasah, kompetensi untuk kepala Melihat bahwasannya pentingnya tiga standar tersebut maka setiap kepala madrasah pada lembaga satuan pendidikan pada setiap jenjang pendidikan harus mampu tercapai, yaitu tercapainya kualifikasi kepala madrasah di setiap jenjang dan satuan pendidikan yang berbeda-beda(Nasional, 2. Idealitasnya kepemimpinan kepala madrasah harus berusaha meningkatkan kualitas sekolah melalui visioner, kemampuan manajemen, dan prinsip komitmen terhadap pengembangan pendidikan yang berkeadilan dan menyeluruh. Kepala madrasah yang ideal tidak hanya bertindak sebagai administrator saja, akan tetapi harus dapat bertindak sebagai agen perubahan . gent of chang. yang mampu merencanakan tujuan bersama, menggerakkan seluruh siswa, dan menciptakan lingkungan organisasi yang baik untuk Mencakup penerapan prinsip keagamaan dan moral dalam setiap aspek manajemen di madrasah, sehingga kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari hasil kognitif siswa saja, akan tetapi juga dari pembentukan karakter mereka(Rohman, 2. Dijelaskan juga bahwasannya kepala madrasah yang baik mampu bekerja sama dengan semua masyarakat madrasah, seperti komite madrasah, orang tua, guru, dan masyarakat, dengan tujuan membuat lingkungan pendidikan yang bekerja sama. Dengan menerapkan kepemimpinan inklusif, seluruh warga madrasah dapat lebih terlibat dalam pengambilan keputusan dan merasa lebih bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan. Kepala madrasah dapat membuat kebijakan yang selaras dengan standar pendidikan nasional dan memenuhi kebutuhan lokal dengan menggunakan data, refleksi praktik, dan inovasi pedagogis. Oleh karena itu, kepemimpinan madrasah memerlukan lebih dari sekedar kemampuan individu saja, akan tetapi juga memerlukan kemampuan untuk membangun sistem yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas madrasah(Sintasari, 2. Ketika menjalankan tugas, seorang kepala madrasah harus bertanggung mengenai kualitas sumber daya manusia yang ada, yang bertujuan agar nantinya sumber daya manusia yang ada mampu menjalankan setiap tugas yang telah diberikan. Pada realitanya kepala madrasah mempunyai perananan yang sangat urgen pada penguatan atau melandasi peranan dan tanggung jawabnya sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, dan innovator pendidikan di suatu madrasah yang dipimpinnya, yang mana sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. (Fathonah & Ayuni, 2. Kepemimpinan madrasah yang visioner memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap mutu pendidikan di madrasah yang dipimpinnya, yang mana dapat dilihat dari dimensi hasil belajar siswa, profesionalisme guru, budaya organisasi, pengembangan fasilitas, dan inovasi pendidikan sesuai zaman(Taufik Nor, 2. Kesimpulannya adalah kepemimpinan kepala madrasah yang visioner, kolaboratif, inklusif, dan mampu menciptakan iklim sekolah kondusif akan berdampak pada meningkatkan kualitas madrasah dalam hal input dan output. Kepala madrasah dapat mencapai tujuan, meningkatkan proses pembelajaran dan pencapaian hasil belajar siswa melalui kepemimpinan yang visioner, kolaboratif, dan inklusif, serta dapat menciptakan iklim sekolah yang kondusif dan mendorong seluruh warga madrasah berpatisipasi aktif. Dengan kepala madrasah yang efektif akan berdampak pada kualitas madrasah secara keseluruhan, seperti kinerja akademik yang lebih baik, dan kualitas madrasah secara holistik. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Neningkatkan Mutu Madrasah Di MT Muhammadiyah Karangkajen Mutu madrasah mengacu pada tingkat keberhasilan lembaga pendidikan dalam menyelenggarakan pendidikan yang memenuhi standar nasional. Yang dimana hal tersebut bisa diukur melalui berbagai dimensi, seperti input . eperti kualifikasi guru, sarana prasarana, dan kurikulu. , proses . eperti efektivitas pembelajaran, manajemen madrasah, dan iklim sekola. , dan output . eperti pencapaian akademik, pembentukan karakter, dan kesiapan lulusa. Madrasah yang baik tidak hanya meningkatkan kemampuan kognitif saja, akan tetapi juga dapat menanamkan moralitas, keyakinan, dan keterampilan modern yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Untuk memastikan akuntabilitas dan peningkatan keberlanjutan dalam layanan pendidikan, penilaian kualitas ini harus bersifat holistik, kontekstual, dan berkelanjutan(Gunawan, 2. Pengertian istilah mutu pada konteks pendidikan mencakup tiga aspek, yaitu: input pendidikan, proses pendidikan dan output pendidikan. Input pendidikan merupakan segala sesuatu yang tersedia dan dibutuhkan untuk keberlangsungannya suatu proses, adapun input meliputi sumber daya manusia . epala madrasah, guru, karyawan dan sisw. , serta sumber daya selebihnya . erlengkapan sarpras, uang, bahan dan sebagainy. Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu yang berpengaruh terhadap berlangsungnya proses disebut input, dan hasil proses tersebut ialah output. Adapun output pendidikan adalah suatu hasil dari proses kinerja madrasah(Nur Muhammad, 2. Mutu madrasah mempunyai dampak yang signifikan pada kualitas pendidikan secara keseluruhan, karena mencerminkan kemampuan institusi untuk menyelenggarakan pembelajaran yang relevan, berkelanjutan, dan efektif. Madrasah yang berkualitas tinggi tidak hanya memastikan bahwa siswanya memiliki kemampuan akademik dan spiritual, sebagai mana mendorong pertumbuhan karakter mereka, menanamkan keterampilan modern dan mengintegrasikan nilai-nilai Islam. Dan juga madrasah yang dikelola secara profesional dapat membangun lingkungan pendidikan yang inklusif dan responsif terhadap perubahan sosial dan tuntutan zaman melalui kepemimpinan yang visioner, guru yang berpengalaman, kurikulum yang disesuaikan dan sarana prasarana yang memadai. Oleh karena itu, meningkatkan kualitas madrasah menjadi penting untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas(Daheri, 2. Dapat disimpulkan dari pernyataan di atas, bahwasannya mutu madrasah akan berdampak pada hasil belajar siswa, kompetensi siswa, kompetensi guru dan tenaga kependidikan madrasah, kesiapan siswa pada menghadapi masa depan, peningkatan kualitas sumber daya sekolah, lingkungan belajar, dan lingkungan komunitas belajar. Mutu madrasah juga tidak hanya menjadi perbaikan dari hasil akademik seorang siswa saja, akan tetapi menjadi sebuah transformasi sumber daya manusia untuk kesejahteraan dan daya saing bangsa. Lembaga pendidikan yang berkualitas dan bermutu akan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui pengelolaan lembaga pendidikan yang berkualitas, yang nantinya akan melahirkan dan menghasilkan generasi yang berkualitas serta membawa perubahan yang positif bagi negara(Aulia, 2. Pemerintah senantiasa meningkatkan mutu pendidikan yang merupakan salah satu kebutuhan manusia dalam pengembangan diri yang ada pada diri sumber daya manusia, serta merupakan penggerak utama untuk membekali peserta didik dengan kemampuannya yang lebih agar mencapai tujuannya masing-masing. Peningkatan mutu pendidikan yang diharapkan oleh pemerintah sepatutnya dapat menyentuh pada seluruh daerah di Indonesia(Musnaeni, 2. Dari pernyataan di atas maka menjadi sebuah alasan atau menjadi sebuah sebab bahwasannya peneliti akan meneliti tentang kepemimpinan kepala madrasah dalam peningkatan mutu di madrasah, yang mana menurut peneliti layak untuk diteliti karena Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Neningkatkan Mutu Madrasah Di MT Muhammadiyah Karangkajen sesuai dengan judul pembahasan penelitian, dengan Judul AuKepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatan Mutu Madrasah di MTs Muhammadiyah KarangkajenAy. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian kualitatif deskriptif, yaitu penelitian dengan pengumpulan datanya dengan riset di lapangan. Penelitian kualitatif deskriptif adalah penelitian yang menggunakan latar belakang alamiah, dengan mentafsirkan fenomena yang terjadi serta melibatkan metode dalam melakukan penelitian. Metode yang dimanfaatkan untuk mendapatkan hasil data yang maksimal diantaranya adalah wawancara, observasi dan dokumentasi(Umar Sidiq, 2. Adapun sumber datanya diambil dari catatan lapangan . bservasi dan wawancar. , dan studi pustaka. Dari penjelasan jenis penelitian dan sumber data di atas, maka untuk pengambilan datanya menggunakan observasi partisipan, wawancara mendalam dan studi pustaka untuk kelengkapan data serta teori yang berkesinambungan dengan data yang didapat. Untuk sumber data penelitian didapat dari hasil observasi, wawancara dengan kepala sekolah dan studi pustaka yang relevan. Alasan saya memilih sumber tersebut, karena dirasa untuk mencukupi data penelitian dan sumber tersebut mampu atau ahli dengan yang dimaksud dari judul pembahasan penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Upaya Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Mutu Sekolah Kepemimpinan kepala madrasah memainkan peran yang penting dalam memastikan standar pendidikan yang unggul, sehingga keberadaannya harus diukur melalui beberapa indikator yang mencerminkan kompetensi dan kontribusinya terhadap pengembangan madrasah. Indikator tersebut termasuk komitmen kuat terhadap visi dan misi madrasah sebagai arah strategis, fokus pada peningkatan proses pembelajaran dan kinerja guru sebagai ujung tombak pendidikan, kemampuan manajerial dalam merancang program, mengalokasikan sumber daya, dan mengambil keputusan secara efektif (Hanan Ka-Do, 2. Dari penerapan indikator kepemimpinan kepala madrasah, harapannya dapat menciptakan lingkungan madrasah yang kondusif, inklusif, dan fokus pada pertumbuhan bersama. Melihat dari indikator kepala madrasah, maka peneliti akan membahas mengenai upaya kepala madrasah dalam meningkatkan mutu madrasah menggunakan indikator-indikator kepala madrasah, diantaranya: Komitmen kuat terhadap visi dan misi madrasah sebagai arah strategis Komitmen yang kuat terhadap visi dan misi madrasah adalah dasar utama dalam menentukan arah strategi penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas tinggi dan Visi dan misi madrasah adalah tujuan jangka panjang dan identitas Mereka lebih dari sekedar pernyataan formal. Ketika kepala madrasah dan guru secara konsisten menginternalisasi dan mengaktualisasikan nilainilai yang terkandung dalam visi dan misi tersebut, semua kebijakan, program, dan praktik pembelajaran akan selaras dengan tujuan strategis sekolah. Hal ini akan menciptakan koherensi antara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, yang akan memperkuat integritas dan daya ungkit sekolah dalam mencapai standar pendidikan yang ditetapkan(Shobri, 2. Hal tersebut selaras dengan hasil wawancara, yang mana kepala madrasah MTs Muhammadiyah Karangkajen menjelaskan: AuSaya mengadaka evaluasi diri madrasah bersama guru, tenaga kependidikan, dan komite sekolah, yang mana di dalamnya mencermati visi misi, kemudian Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Neningkatkan Mutu Madrasah Di MT Muhammadiyah Karangkajen setelah itu kita merumuskan visi-misi baru bersama semua stakeholderstakeholder ya. Ay Selain itu juga komitmen terhadap visi dan misi berfungsi sebagai kompas moral dan operasional yang membantu dalam pengambilan keputusan di tingkat mikro dan makro(Wahyuni, 2. Madrasah sering menghadapi masalah ganda: memenuhi standar pendidikan nasional dan menjaga nilai-nilai keagamaan. Komitmen ini berfungsi sebagai penyangga utama dalam menjaga keseimbangan antara aspek akademik dan spiritual. Misalnya, jika visi madrasah menekankan pada pembentukan siswa yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan berakhlak mulia, setiap kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler harus dirancang dengan cara yang memungkinkan integrasi kedua pilar tersebut. Tanpa komitmen yang kuat, ada kemungkinan program akan terpecah dan implementasinya tidak konsisten(Fawaidi, 2. Fokus pada peningkatan proses pembelajaran dan kinerja guru sebagai ujung tombak Pada hal tersebut karena guru adalah orang-orang yang bertanggung jawab secara langsung untuk melaksanakan kurikulum dan memfasilitasi pengalaman belajar siswa, fokus pada peningkatan proses pembelajaran dan kinerja guru merupakan dasar utama untuk upaya peningkatan kualitas pendidikan. Proses pembelajaran yang efektif tidak hanya bergantung pada ketersediaan materi terbuka. yang lebih penting lagi bagaimana guru merancang, melaksanakan, dan menyebarkan pembelajaran secara dinamis dan responsif terhadap perubahan. Dalam situasi seperti ini, kepemimpinan pendidikan di sekolah dan madrasah harus mendorong lingkungan yang mendukung kreativitas pedagogis dan refleksi profesional yang berkelanjutan(Saripudin, 2. Hal tersebut juga selaras dengan hasil wawancara, yang mana kepala madrasah MTs Muhammadiyah karangkajen menjelaskan: AuJadi kita mengoptimalkan sarana pembelajaran, harapannya guru dalam setiap pembelajaran ya memanfaatkan teknologi yang ada, misalnya proyektor, lab komputer, lab ipa dan gor ya. Ay Dalam mencapai kinerja guru yang optimal, supervisi akademik yang konstruktif, pelatihan berbasis kebutuhan, dan umpan balik yang baik diperlukan. Kepala sekolah atau madrasah harus melakukan supervisi yang bersifat kolaboratif dan partisipatif daripada inspeksional, sehingga guru merasa didampingi dalam memperbaiki praktik mengajarnya (Lina Syafarina, 2. Hal ini selaras dengan prinsip manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah, yang menekankan betapa pentingnya meningkatkan kemampuan pendidik secara internal sebagai penggerak perubahan utama dalam ekosistem pendidikan(Hasan, 2. Pada proses peningkatan kinerja guru sebagai ujung tombak penelitian, di jelaskan oleh kepala madrasah MTs Muhammadiyah Karangkajen pada wawancara, sebagai berikut: AuKalau di MTs Karangkajen, kita meningkatkan kualitas pendidik dulu, semacam diklat gitu ya terkait dengan peningkatan kepotensi guru. Nanti di situ harapannya kepotensi guru meningkat. Ay Kemampuan manajerial dalam merancang program Salah satu kunci penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah adalah kemampuan manajerial dalam merancang program. Kemampuan ini mencakup proses identifikasi kebutuhan, tujuan perumusan, penyusunan strategi, dan alokasi sumber daya secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil pembelajaran yang Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Neningkatkan Mutu Madrasah Di MT Muhammadiyah Karangkajen Pemimpin sekolah yang berpengalaman dalam manajemen mampu membuat program yang selaras dengan visi-misi organisasi dan sesuai dengan konteks lokal, demografi siswa, dan persyaratan kurikulum nasional. Dalam situasi ini, program perencanaan merupakan bagian penting dari upaya transformasi pendidikan yang berkelanjutan(Zubairi, 2. Hal tersebut juga selaras dengan hasil wawancara, yang mana kepala madrasah MTs Muhammadiyah karangkajen menjelaskan: AuJadi kita membuat kelas unggulan dalam rangka meningkatkan mutu siswa dan Kemudian juga ekstra kita tingkatkan untuk tidak sekedar peningkatan jumlah saja, tapi juga ada kualitasnya. Ay Pada proses perancangan program yang baik memerlukan analisis data yang komprehensif, seperti analisis data internal, seperti: pencapaian belajar, ketersediaan tenaga pendidik, dan kondisi sarana prasaran. Dan juga analisis data eksternal, seperti: kebijakan pendidikan terbaru dan dinamika sosial masyarakat(Eliza. Maka kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk membuat keputusan berdasarkan bukti dan dapat bekerja sama dengan orang-orang yang terlibat dalam pendidikan, seperti komite sekolah, orang tua, pihak dinas pendidikan, dan guru(Rahman Tanjung, 2. Mengalokasikan sumber daya Pada ranah pendidikan alokasi sumber daya merujuk pada proses perencanaan, distribusi, dan pemanfaatan berbagai masukan, termasuk tenaga pendidik, sarana prasarana, anggaran, dan waktu, secara strategis dan efisien untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan dan peningkatan kualitas sekolah. Alokasi yang efektif tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan sumber daya. itu juga harus sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan, seperti demografi siswa, kondisi lingkungan sekolah, dan prioritas program pendidikan. Dalam praktiknya, pemangku kepentingan seperti guru, komite sekolah, dan orang tua sebaiknya terlibat dalam pengambilan keputusan alokasi sumber daya yang berbasis data dan partisipatif(Yani, 2. Hal tersebut juga selaras dengan hasil wawancara, yang mana kepala madrasah MTs Muhammadiyah karangkajen menjelaskan: AuJadi dalam mengalokasikan sumber daya kita selalu melakukan musyawarah terlebih dahulu. Misal seperti mengadakan alat peraga, pelatihan guru, dan perbaikan ruang kelas, kita tetap mempertimbangkan masukan dari guru dan staf dalam proses pengambilan keputusan. Ay Pentingnya alokasi sumber daya yang tepat terletak pada dampak kualitas proses dan hasil belajar. Misalnya, penempatan guru yang sesuai dengan bidangnya, relevansi penyediaan alat peran, dan penggunaan dana bantuan operasional sekolah dengan bijak, untuk pelatihan profesional guru dapat secara langsung meningkatkan kualitas pembelajaran (Kautsar & Julaiha, 2. Sebaliknya, alokasi yang tidak merata atau tidak sesuai dengan kebutuhan dapat menyebabkan pemborosan, ketimpangan akses, atau bahkan menurunnya keinginan guru dan siswa untuk belajar. Maka dari itu, sebagai pemimpin pendidikan, kepala sekolah mempunyai tanggung jawab penting untuk memastikan bahwa semua sumber daya digunakan dengan cara yang jelas, jujur, dan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan(Deca, 2. Mengambil keputusan secara efektif Mengambil keputusan yang efektif adalah kemampuan penting pada ranah kepemimpinan, terutama di institusi pendidikan, di mana mereka memerlukan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Neningkatkan Mutu Madrasah Di MT Muhammadiyah Karangkajen data yang valid, pilihan yang rasional, dan konsistensi dengan tujuan dan visi organisasi(Nur Rina Priyani Mirsa, 2. Keputusan yang efektif tidak hanya cepat dan tepat, tetapi juga mempertimbangkan dampak terhadap semua pemangku kepentingan, termasuk guru, siswa, orang tua, dan masyarakat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam proses ini, masalah diidentifikasi dengan benar, informasi yang diperlukan dikumpulkan, solusi alternatif dievaluasi, dan evaluasi dampak dari setiap solusi yang tersedia(Agustin, 2. Hal tersebut juga selaras dengan hasil wawancara, yang mana kepala madrasah MTs Muhammadiyah karangkajen menjelaskan: AuJadi mas, dalam pengambilan keputusan kita selalu mengadakan musyawarah yang melibatkan guru dan tenaga kependidikan. Dan juga kita selalu mempertimbangkan kebutuhan pembelajaran, agar mengarah pada visi dan misi Ay Dalam praktiknya, kualitas informasi yang digunakan, kemampuan pengambil keputusan untuk melakukan analisis, dan keterbukaan terhadap umpan balik dari berbagai pihak adalah semua faktor yang mempengaruhi efektivitas pengambilan Pemimpin yang baik tidak hanya mengandalkan intuisi atau pengalaman pribadi mereka sendiri. mereka juga menggunakan data nyata, hasil evaluasi program, dan masukan dari komunitas sekolah dan karyawan. Metode kerja sama ini meningkatkan kualitas keputusan dan meningkatkan rasa memiliki dan komitmen terhadap pelaksanaan kebijakan(Laili, 2. Faktor Pendukung Kepala Madarsah dalam Meningkatkan Mutu Madrasah Pada faktor pendukung kepala madrasah dalam meningkatkan mutu madrasah di MTs Muhammadiyah Karangkajen, dalam wawancara kepala madrasah MTs Muhammadiyah Karangkajen menjelaskan: AuJadi untuk faktor pendukung itu ya dari guru dan tenaga kependidikan yang bisa diajak untuk maju, kemudian dukungan orangtua pada kegiatan madrasah, seperti bakti sosial, dan kolaborasi orangtua mengajar, siswa-siswa kita yang berprestasi, dan juga sarana prasarana yang lengkap. Ay Dan juga faktor pendukung, dalam hasil wawancara kepala madrasah MTs Muhammadiyah karangkajen menjelaskan: AuYa benar mas, persyarikatan, dan komite sekolah juga menjadi sebuah faktor Karena jika kita ingin meminta tolong kepada persyarikatan dan juga komite, pasti mereka akan mengusahakan, seperti wisuda tahfidz, wisuda madrasah dan dalam pembangunan juga. Ay Dari penjelasan di atas, maka dapat ditarik penjelasan teori satu persatu. Dukungan guru dan tenaga kependidikan Dukungan dari guru dan tenaga kependidikan sangat penting untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang berkualitas dan inklusif. Guru tidak hanya membantu siswa belajar, mereka juga bertindak sebagai penggerak perubahan yang mendorong semangat, kepribadian, dan kemampuan siswa(Firdaus, 2. Sementara itu, tenaga pendidikan, termasuk kepala sekolah, staf administrasi, pustakawan, laboran, dan lainnya, bertanggung jawab untuk menjamin bahwa sekolah berjalan dengan baik dan membuat lingkungan belajar yang baik. Sinergi antara kedua kelompok ini sangat penting untuk mencapai standar pelayanan minimal pendidikan dan pelaksanaan kurikulum dengan baik(Putra, 2. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Neningkatkan Mutu Madrasah Di MT Muhammadiyah Karangkajen Maka dari itu dukungan dari guru dan tenaga kependidikan merupakan pilar penting dalam menjamin mutu sekolah yang berkelanjutan. Guru tidak hanya bertindak sebagai pelaksana pembelajaran saja, akan tetapi juga berperan sebagai penggerak perubahan yang mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui komitmen profesional, inovasi pedagogi, dan partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan sekolah(Boni Shallehuddin, 2. Dukungan orang tua terhadap program Dukungan orang tua terhadap program madrasah sangat penting untuk keberhasilan pendidikan secara keseluruhan dan berkelanjutan Keterlibatan aktif orang tua baik secara moral, finansial, maupun partisipatif menunjukkan kepercayaan terhadap visi dan misi madrasah serta komitmen bersama untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan. sama seperti yang ditekankan dalam beberapa studi modern, dukungan ini tidak hanya memperkuat kerja sama keluargasekolah tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan bagi siswa(Siti Faizah Widyaningsih, 2. Dukungan orang tua dapat diwujudkan dengan berpartisipasi dalam forum komite madrasah, berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler atau keagamaan, dan melihat perkembangan akademik dan karakter anak di rumah. Ketika orang tua terus memberikan dorongan dan fasilitas belajar di rumah, siswa cenderung menunjukkan tingkat disiplin yang lebih tinggi dan keinginan untuk belajar(Anggita Putri Mauliza, 2. Madrasah juga harus melakukan pendekatan yang inklusif dan edukatif, seperti mengajarkan orang tua literasi digital, berkomunikasi secara teratur melalui platform berani, dan mengajarkan pentingnya karakter pendidikan agar dukungan orang tua tidak hanya reaktif tetapi juga proaktif dan berkelanjutan. Metode kerja yang sama ini akan memperkuat dasar pendidikan madrasah sebagai lembaga yang meningkatkan kecerdasan intelektual dan sosial(Ulum, 2. Dukungan persyarikatan Secara praktis. Muhammadiyah mendukung pendidikan dengan menyediakan infrastruktur, membuat kurikulum yang didasarkan pada nilai-nilai Islam yang relevan, dan meningkatkan kemampuan guru dan tenaga kependidikan pelatihan melalui dan forum akademik(Muhammad & Nurhakim, 2. Organisasi ini juga aktif mendukung inovasi dalam pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman, seperti penggunaan teknologi informasi dan metode pembelajaran kontemporer. Selain itu, jaringan yang luas dari lembaga pendidikan Muhammadiyah memungkinkan mereka bekerja sama untuk meningkatkan kualitas, berbagi praktik yang baik, dan meningkatkan tata kelola pendidikan yang adil dan terbuka(Safiudin, 2. Selain itu. Muhammadiyah juga mendukung kebijakan dan advokasi pendidikan. Muhammadiyah terlibat dalam pembentukan standar pendidikan nasional yang inklusif dan berkeadilan melalui lembaga otonomnya, seperti Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasme. dan Majelis Pendidikan Tinggi. Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitban. Komitmen ini sesuai dengan prinsip pendidikan universal yang menekankan relevansi, akses, dan kualitas. Oleh karena itu. Muhammadiyah tidak hanya bertanggung jawab untuk menyelenggarakan pendidikan, tetapi juga berfungsi sebagai penggerak perubahan yang mendorong perubahan sistemik menuju pendidikan yang lebih berkeadilan dan berkualitas tinggi di Indonesia(Tince Ajeng Yurika, 2. Dukungan komite sekolah Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Neningkatkan Mutu Madrasah Di MT Muhammadiyah Karangkajen Melalui partisipasi aktif dalam perencanaan, pengawasan, dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan, dukungan komite sekolah sangat penting untuk meningkatkan kualitas sekolah. Komite sekolah menjadi mitra strategis kepala sekolah dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan lokal karena merupakan lembaga mandiri yang mewakili orang tua, tokoh masyarakat, dan pihak terkait lainnya. Dengan keterlibatan ini, pengambilan keputusan yang lebih transparan, demokratis, dan akuntabel dapat mendorong manajemen sekolah yang efektif dan memastikan bahwa program sekolah sesuai dengan harapan masyarakat(MarAoati, 2. Selain itu juga komite sekolah membantu menggerakkan sumber daya, baik finansial maupun non finansial, untuk mendukung implementasi program peningkatan Misalnya melalui penggalangan dana, mendorong kolaborasi dengan sektor bisnis atau industri, dan mendukung kebijakan di tingkat daerah(Supardi, 2. Komite sekolah tidak hanya bertindak sebagai pengawas tetapi juga sebagai penggerak Hal ini karena dukungan ini sangat penting untuk mengatasi keterbatasan anggaran pemerintah, terutama dalam hal penyediaan sarana prasarana, pengembangan guru profesional, dan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yang fokus pada bakat dan karakter siswa(Makhdar Alfian, 2. Prestasi peserta didik Salah satu indikator utama untuk menilai peningkatan kualitas sekolah adalah prestasi siswa, yang mencakup pencapaian akademik dan kompetensi non-akademik seperti kreativitas, keterampilan sosial, dan karakter. Ketika siswa secara konsisten menunjukkan perkembangan dalam berbagai aspek ini, itu menunjukkan bahwa proses pembelajaran berfungsi dengan baik, kurikulum yang relevan, kualitas pendidik, dan lingkungan belajar yang diberikan. Oleh karena itu, prestasi siswa menunjukkan kinerja sistem pendidikan pada tingkat satuan pendidikan(Siswopranoto, 2. Sekolah memiliki reputasi yang lebih baik di mata masyarakat dan pemangku kepentingan ketika prestasi siswanya meningkat. Sekolah yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan siswa yang berkualitas tinggi dan disukai masyarakat(Armadan. Ini menghasilkan peningkatan partisipasi masyarakat, dukungan sumber daya, dan motivasi internal warga sekolah. Selain itu, data prestasi siswa dapat digunakan sebagai dasar untuk menilai dan memperbaiki program sekolah. Hal ini dapat mencakup membuat strategi pembelajaran yang lebih padat, meningkatkan bimbingan konseling, dan pelatihan memberikan guru yang lebih fokus. Hal ini menunjukkan bahwa pencapaian siswa bukan hanya hasil. mereka juga merupakan alat untuk berpikir ulang dan berinovasi secara keseluruhan(Shobich Ulil Albab, 2. Sarana dan prasarana yang memadai Sarana dan prasarana yang memadai sangat penting untuk meningkatkan kualitas sekolah karena mendukung pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Memiliki ruang kelas yang layak, laboratorium yang representatif, perpustakaan yang lengkap, dan akses ke teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memungkinkan guru dan siswa untuk mencapai standar akademik nasional(Nurhandayani Hasanah, 2. Kualitas sarana dan prasarana juga mempengaruhi semangat belajar siswa dan kinerja guru. Belajar di lingkungan yang nyaman, bersih, dan memiliki alat peraga, media pembelajaran digital, dan ruang praktik yang cukup membantu siswa menjadi lebih terlibat dan meningkatkan metode pengajaran. Sekolah dengan infrastruktur yang baik cenderung mencapai prestasi akademik yang lebih tinggi dibandingkan sekolah dengan fasilitas terbatas. Hal ini karena lingkungan fisik yang baik menciptakan lingkungan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Neningkatkan Mutu Madrasah Di MT Muhammadiyah Karangkajen belajar yang positif dan mengurangi kendala teknis yang menghalangi pelaksanaan kurikulum(Nurul Isnaini, 2. Akan tetapi untuk memastikan bahwa investasi tersebut tidak sia-sia, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai harus diimbangi dengan manajemen yang efisien dan pemeliharaan yang berkelanjutan. Sistem perencanaan, pengadaan, distribusi, dan evaluasi penggunaan fasilitas di sekolah harus transparan dan melibatkan orang. Fasilitas modern sekalipun dapat rusak atau tidak dimanfaatkan secara optimal jika tidak ada tata kelola yang baik. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sekolah melalui penyediaan sarana dan prasarana tidak hanya mencakup kuantitas, tetapi juga kualitas pengelolaan, relevansi dengan kebutuhan kurikuler, dan pemeliharaan yang berkelanjutan(Dina Lestari, 2. Faktor Penghambat Kepala Madarsah dalam Meningkatkan Mutu Madrasah Pada faktor penghambat kepala madrasah dalam meningkatkan mutu madrasah di MTs Muhammadiyah Karangkajen, dalam wawancara kepala madrasah MTs Muhammadiyah Karangkajen menjelaskan: AuFaktor penghambatnya itu ya sebagian kecil guru yang kurang memiliki Ghiroh dalam mengajar, dan juga kurang menggunakan kepotensi secara maksimal, kemudian juga orangtua yang kurang mendukung program madrasah. Ay Dari penjelasan di atas, maka dapat ditarik penjelasan teori satu persatu. Guru yang tidak berkompeten Guru merupakan pusat proses pembelajaran dan tercapainya tujuan pendidikan, ketidak kompetenan seorang guru menjadi salah satu faktor penting yang menghambat peningkatan kualitas sekolah. Tidak hanya menguasai materi terbuka saja, akan tetapi seorang guru juga harus memiliki kemampuan pedagogis, mengelola kelas, dan memahami berbagai kebutuhan belajar peserta didik(Sani Susanti, 2. Jika guru tidak memenuhi kompetensi profesional yang diatur dalam Permendiknas No. Tahun 2007 dan diperkuat oleh UU Sisdiknas, proses pembelajaran cenderung tidak efektif, yang berdampak langsung pada hasil belajar yang buruk bagi peserta didik(Dzaky Satria, 2. Guru yang tidak memiliki kemampuan sering menangani masalah dalam menciptakan pembelajaran yang kontekstual, kreatif, dan responsif terhadap perubahan zaman, termasuk penggunaan teknologi dan pendekatan yang berbedabeda. Hal ini menyebabkan pelajaran menjadi membosankan, tidak menarik, dan tidak dapat mendorong siswa untuk belajar. Akibatnya, lingkungan akademik di sekolah mengalami stagnasi dan upaya untuk meningkatkan terhambatnya input, proses, dan output secara sistematik. Kualitas guru adalah faktor paling penting dalam menjelaskan perbedaan prestasi belajar siswa di berbagai konteks pendidikan(Juliawan, 2. Dukungan orang tua yang pasif dalam program madrasah Peran orang tua yang pasif dalam artian dominan, intervensi, atau tidak proporsional dapat menghambat peningkatan kualitas sekolah(Budiman Baso, 2. Ketika keterlibatan orang tua melampaui batas dukungan edukatif dan menjadi campur tangan berlebihan dalam urusan manajemen atau pedagogi sekolah, hal itu dapat mengganggu otoritas profesional guru dan kepala sekolah. Misalnya, memaksakan kepentingan pribadi, menolak penilaian yang objektif, atau tekanan dari sekelompok orang tua dapat mencapai tujuan pendidikan sekolah dan menghilangkan tanggung jawab akademik(Andi Asni, 2. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Neningkatkan Mutu Madrasah Di MT Muhammadiyah Karangkajen Dominasi peran orang tua menyebabkan konflik di sekolah. Hubungan sekolah dan orang tua tidak seharusnya dibangun atas dasar transaksional atau hierarkis, sebaliknya, mereka seharusnya terjadi satu sama lain, yang mana orang tua yang menolak kritik terhadap anaknya, menolak pendapat guru, atau memperlakukan pendidikan sebagai bisnis semata-mata menghalangi profesionalisme dan refleksi kritis di sekolah. Akibatnya, dinamika sosial yang tidak menguntungkan mengganggu proses pembelajaran yang seharusnya berfokus pada peningkatan kemampuan siswa(Moulita. KESIMPULAN Upaya kepala madrasah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di MTs Muhammadiyah Karangkajen didasarkan pada berbagai indikator kepemimpinan yang saling terkait dan komprehensif. Semua kebijakan dan praktik pendidikan diatur oleh komitmen terhadap visi-misi institusi sebagai landasan strategi, dan fokus pada peningkatan proses pembelajaran dan kinerja guru menempatkan guru sebagai mitra utama dalam transformasi kualitas. Pembangunan program berbasis data, alokasi sumber daya yang efektif, dan pengambilan keputusan yang partisipatif dan berbasis bukti memastikan bahwa upaya untuk meningkatkan kualitas tidak hanya luar biasa tetapi juga praktis dan Kemampuan manajemen ini dikenal sebagai kemampuan manajemen. Aspek ketiga ini menunjukkan kepemimpinan yang menyeluruh, beradaptasi dengan lingkungan lokal, dan sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah. Tetapi masalah masih ada dan harus diselesaikan secara strategis, selain keterlibatan orang tua yang tidak proporsional karena kurangnya dukungan atau intervensi yang berlebihan, ketidak optimalan kemampuan beberapa guru dapat menghambat kualitas Kepala madrasah tidak hanya harus memiliki kemampuan teknis dan visioner, tetapi mereka juga harus dapat membangun budaya profesionalisme, mengendalikan perubahan dalam hubungan antara pemangku kepentingan, dan mendorong peningkatan kapasitas berkelanjutan. Dalam situasi ini, peningkatan kualitas madrasah adalah hasil dari kepemimpinan transformatif yang mampu mengatur tujuan, sumber daya, dan kerja sama dalam lingkungan pendidikan yang inklusif dan akuntabel. REFERENSI