Pengaruh Tingkat Pengetahuan Dan Persepsi Konsumen Terhadap Kepuasan Pembelian Kopi Starbucks Berlabel Sustainability Di Kota Semarang (The Effect Of Consumer Knowledge And Perception On Purchase Satisfaction Of Starbucks Coffee With Sustainability Label In The City Of Semaran. Ahmad Faiz Armiano Syah1. Kustopo Budiraharjo2. Dimas Rahadian Aji Muhammad3 Agribisnis. Fakultas Peternakan dan Pertanian. Universitas Diponegoro. Jl. Prof. Soedarto. H Tembalang. Semarang *Korespondensi : ninocempaka@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pengetahuan (X. , persepsi lingkungan (X. , persepsi kualitas (X. dan persepsi harga (X. terhadap kepuasan pembelian produk kopi Starbucks berlabel sustainability (Y). Lokasi penelitian yaitu di 10 gerai Starbucks di Kota Semarang. Populasi yang digunakan adalah pengunjung gerai Starbucks di Kota Semarang berusia 20 tahun ke atas. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling dengan pendekatan accidental sampling. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif, yaitu regresi linier berganda, pengujian hipotesis dengan uji t dan uji F, serta analisis koefisien determinasi (R. Pada uji t, diketahui tidak ada variabel yang berpengaruh secara parsial signifikan terhadap variabel Y. Dari uji F diketahui bahwa semua variabel independen tidak berpengaruh secara signfikan secara simultan terhadap variabel Besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen adalah sebesar 5,3%. Kata kunci: kepuasan. ABSTRACT This research aims to determine the influence of knowledge (X. , environmental perception (X. , quality perception (X. and price perception (X. on purchase satisfaction of Starbucks coffee products with sustainability label(Y). The location of this study is at 10 Starbucks outlets in the city of Semarang. The population used in this study was visitors to Starbucks outlets in the city of Semarang aged 20 years old or older. The number of samples in this study was 100 respondents. The technique used in this research was a survey method eith a sampling method of non-probability sampling with an accidental sampling approach. The analytical method used in this research was quantitative analysis, namely multiple linear regression, hypothesis testing with the t test and F test, as well as analysis of the coefficient of determination (R. The result shows that in the t test, it is known that all of the independent variables don't have a partially significant effect on variable Y. From the F test, it is known that all independent variables do not simultaneously have a significant effect on the dependent variable. The percentage of the effect of the independent variables on the dependent variable is 5,3%. Keywords: satisfaction. PENDAHULUAN Seiring perkembangan zaman, pentingnya kesadaran akan lingkungan meningkat pesat, hal ini berimbas pada kegiatan konsumsi kopi. Kopi adalah komoditi perkebunan yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi dan berperan besar sebagai barang ekspor (Marhaenanto et , 2. Jenis kopi yang dikonsumsi di Indonesia antara lain jenis kopi robusta, arabika, liberika dan ekselsa (As'ad dan Aji, 2. Dari keempat jenis kopi tersebut, jenis robusta cocok dibudidayakan di Indonesia yang memiliki kisaran ketinggian lahan 400 Ae 800 meter, sehingga menjadi komoditas utama yang menghasilkan 600 ribu ton per luas lahan 1,05 juta hektar setiap tahunnya (Maryana et al. , 2. Vol. No. 2 September 2024 Jumlah konsumsi kopi nasional terus meningkat sejak pandemi berakhir, dibuktikan dengan peningkatan 3,2% dari 218 juta liter pada Tahun 2021 menjadi 225 juta liter pada Tahun 2022. Menurut International Coffee Organization (ICO), komoditas kopi akan terus berkembang karena konsumsi kopi global akan mengalami peningkatan 1-2% per tahun Tingkat kesadaran konsumsi hijau konsumen Indonesia berada di tingkat menengah ke atas pada 80% usia muda (Fitri dan Simanjuntak. Konsumen kopi berusia mudia mudah ditemui di kedai kopi moderen, salah satunya adalah Starbucks. (Rohmah dan Subari, 2. Saat ini penjualan kopi tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk Sejak masyarakat mulai khawatir terhadap kelestarian lingkungan, pelaku bisnis menyesuaikan produk mereka dengan menerapkan green marketing. Green marketing adalah segala aktivitas perusahaan yang didesain menciptakan dan memfasilitasi segala proses produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan efek seminimal mungkin terhadap kerusakan lingkungan alam (Gunawan, et al. , 2. Green marketing memperhatikan aspek modifikasi produk, praktik perdagangan yang adil dan adopsi proses produksi ramah lingkungan, termasuk pada Manfaat green marketing bagi perusahaan adalah menyesuaikan tekanan lingkungan, mendapatkan keunggulan kompetitif, meningkatkan imej perusahaan, mencari pasar atau peluang baru dan meningkatkan nilai produk (Dewi dan Gede, 2. Pengaruh green marketing terhadap persepsi konsumen beragam, harga green product yang cenderung tinggi, tidak adanya kemudahan dalam menggunakan produk seperti yang terdapat pada produk kalengan dan makanan beku, serta langkanya produk yang sudah tersertifikasi ramah lingkungan menurunkan tingkat konsumsi. Namun dari segi kesehatan, green product lebih unggul karena tidak menggunakan bahan kimia berbahaya dan dalam jangka panjang memiliki efek berkelanjutan terhadap kelestarian lingkungan (Siswanto, 2. Penerapan green markering didukung dengan penggunaan label produk Label memiliki peran penting dalam produk pangan sebagai petunjuk produk agar konsumen mengetahuinya sebelum membeli (Septian dan Winiati. Salah satu contoh bentuk pelabelan produk pangan yang yaitu Sustainable Agricultural Standard (SAN), yang diterbitkan Rainforest Alliance kepada produk pertanian yang memenuhi persyaratan keberlanjutan dari aspek manajemen, kejelasan sumber, pemasukan dan tanggung jawab bersama, pertanian, sosial dan lingkungan (Oktami et al. Selain itu ada juga label yang standarisasimya disusun oleh Forest Stewardship Council (FSC) yang menilai aspek kepatuhan pada hukum, hak pekerja dan suasana kerja, hak penduduk asli, hubungan antarkomunitas, pemanfaatan hutan, nilai dan dampak lingkungan, perencanaan manajemen, evaluasi dan pengawasan, nilai konservasi serta penerapan aktivitas manajerial (Palupi, 2. Dalam lingkup nasional terdapat Ekolabel Indonesia yang menyediakan sertifikasi menggunakan logo Ekolabel Indonesia jika memenuhi standar SNI dari segi lingkungan, pembuangan air limbah ke laut dan teknis pengelolaan limbah, serta logo Ekolabel Swadeklarasi Indonesia yang penggunaannya diijinkan jika produk telah lolos sistem standarisasi yang ditetapkan (Suminto. Ahmad Faiz Armiano Syah . Kustopo Budiraharjo . Dimas Rahadian Aji Muhammad : Pengaruh Tingkat Pengetahuan Dan Persepsi Konsumen METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan melalui perangkat survey tervalidasi dengan menggunakan Google Form. Penelitian ini dilakukan dengan dilakukannya pengisian kuesioner tertutup oleh responden. Data yang diperoleh dari pengisian kuesioner oleh responden direkapitulasi lalu dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan aplikasi Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) 25 for Windows. Penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling, yaitu penentuan sampel berdasarkan kebetulan, siapa saja yang bertemu dengan peneliti dapat dijadikan sampel, jika sesuai kriteria sebagai sumber data. Kriteria sumber data adalah pengujung gerai Starbucks di seluruh Kota Semarang yang berusia 20 Tahun ke Jumlah sampel yang didapatkan adalah 100 orang. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan quota sampling, di mana dari masing-masing gerai Starbucks yang didatangi diambil 10 Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer penelitian ini diperoleh dari pengisian kuesioner oleh responden melalui Google Form. Data sekunder yang digunakan adalah website Starbucks yang memuat keterangan standarisasi kelestarian lingkungan produk kopi Starbucks. ANALISIS DATA Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan: Uji Validitas Uji validitas data dilakukan dengan membandingkan validitas instrumen dibandingkan dengan validitas kriteria kepada 40 responden. Koefisien validitas bernilai 0 sampai 1,00, yang semakin besar nilainya semakin besar pula hubungan antara instrumen dengan Uji Reliabilitas Uji reliabilitas data yang digunakan adalah metode Cronbach's alpha, di mana nilai yang digunakan berkisar dari 0 Ae 1,00, dengan ketentuan nilai > 0,60 dikategorikan sebagai Responden untuk uji reliabilitas data ini sebanyak 40 orang (Amalia et al. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji adanya distribusi normal pada variabel dependen dan independen dalam model regresi (Ginting dan Ivo. Dalam uji normalitas dibuat grafik distribusi normal, di mana model regresi dikatakan baik jika grafik distribusi normal memanjang ke kanan sehingga variabel berdistribusi normal (Fahmeyzan et al. , 2. Pengujian normalitas dilakukan menggunakan uji statistik nonparametrik KolmogorovSmirnov (K-S), di mana jika nilai signifikansi > 0,05 dinyatakan data berdistribusi normal, sedangkan jika nilai signifikansi < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal (Pratama dan Rita. Uji Multikolinearitas Multikolinearitas adalah keadaan ketika terjadi hubungan linear yang mendekati sempurna antarvariabel independen dalam model regresi (Mardiatmoko, 2. Prasyarat dalam model regresi adalah tidak adanya Cara menguji multikolinearitas adalah dengan menggunakan nilai Variance Inflation Factor (VIF), yaitu faktor yang mengukur seberapa besar kenaikan ragam dari koefisien penduga regresi dibandingkan dengan variabel bebas yang orthogonal, . Vol. No. 2 September 2024 jika dihubungkan secara linear. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji adanya perbedaan varians variabel dependen dan independen dalam model regresi (Nurdany, 2. Dalam penelitian ini, prasyarat yang dibutuhkan adalah terjadi homoskedastisitas. Uji heteroskedastisitas dilakukan dengan uji scatterplots regresi, di mana terdapat grafik yang menunjukkan standardized predicted value dan studentized residual, di mana jika terbentuk suatu pola tertentu maka terdapat heteroskedastisitas (Sabrudin dan Euphrasia, 2. Selain itu, metode lain yang dapat digunakan untuk menguji heteroskedastisitas adalah metode Park Gleyser, di mana gejala heteroskedastisitas ditunjukkan oleh koefisien dari masing-masing variabel independen terhadap nilai mutlak residualnya, yang jika nilai probabilitas lebih besar dari 0,5 (Sig. > 0,. , maka terdapat homoskedastisitas (Budiastuti et , 2. Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda adalah teknik yang digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh signifikan 2 atau lebih variabel independen (X1,X2,X3,X4,. terhadap variabel dependen (Y), serta arah hubungannya, dengan tujuan memprediksi nilai variabel dependen jika variabel independen UJI HIPOTESIS Uji Koefisien Regresi Secara Bersama-sama (Uji F) Uji F adalah uji distribusi atau varians mean dalam variabel penjelas secara simultan, untuk menguji pengaruh variabel independen secara signifikan terhadap variabel dependen, dengan Perbandingan F hitung dengan F Jika F hitung < F tabel. HO diterima dan Ha ditolak, tidak terdapat pengaruh positif variabel independen terhadap variabel Jika F hitung > F tabel. H0 ditolak dan H a diterima, terdapat pengaruh positif variabel independen terhadap variabel Melihat angka probabilitas . dengan ketentuan: Sig. > 0,05. H0 diterima dan Ha ditolak, insignifikan. Sig. O 0,05. H0 ditolak dan Ha diterima, signifikan. (Rahmawati dan Rissalatul, 2. Uji Koefisien Regresi Secara Parsial (Uji . Uji t adalah salah satu metode pengujian statistik parametrik yang menunjukkan besar pengaruh suatu variabel independen secara individual terhadap variabel dependen, dengan tingkat signifikansi 0,05 (=5%) dengan Perbandingan t hitung dengan t tabel Jika t hitung > t tabel. H0 ditolak, maka secara parsial variabel independen yang diuji berpengaruh positif terhadap variabel dependen. Jika t hitung O t tabel. H0 diterima, maka secara parsial variabel independen yang diuji tidak berpengaruh positif terhadap variabel dependen. Melihat angka probabilitas . dengan ketentuan: Sig. > 0,05. H0 diterima dan Ha ditolak, insignifikan. Ahmad Faiz Armiano Syah . Kustopo Budiraharjo . Dimas Rahadian Aji Muhammad : Pengaruh Tingkat Pengetahuan Dan Persepsi Konsumen b. Sig. O 0,05. H0 ditolak dan Ha diterima, signifikan. Analisis Korelasi Berganda (R) Analisis yang digunakan untuk mengukur tingginya hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen secara serentak, dengan kriteria koefisien korelasi: 0,000-0,199 = sangat rendah 0,200-0,399 = rendah 0,400-0,599 = sedang 0,600-0,799 = tinggi 0,800-1,000 = sangat tinggi Analisis Determinasi (R. Analisis determinasi digunakan untuk mengukur presentase pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara serentak, dengan nilai koefisien 0-1 (Natoen et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Sustainability Starbucks Starbucks adalah perusahaan yang bergerak di bidang coffee retail, yang membeli dan memanggang secara utuh biji kopi berkualitas tinggi dan menjualnya dalam berbagai lini produk minuman espresso ala Italia. Starbucks juga menyediakan makanan ringan dan berat, serta peralatan yang berhubungan dengan pengolahan dan konsumsi kopi. Starbucks memiliki sebuah misi yang menjunjung integritasnya sebagai perusahaan untuk melakukan proses produksi yang ramah lingkungan. Starbucks melakukan green marketing yang menunjukkan kepada konsumen bahwa mereka mengubah praktik tertentu dalam proses produksinya yang tidak menguntungkan lingkungan. Green marketing yang mereka lakukan salah satunya melalui pemberian diskon bagi pelanggan yang membawa sendiri botol minuman khusus yang dijual Starbucks, untuk mengurangi penggunaan gelas Selain itu, sejak tahun 2018, sedotan plastik Starbucks sudah diganti dengan sedotan kertas, yang walaupun cepat hancurnya, tapi mudah terurai oleh Dalam menerapkan kelestarian lingkungan dalam proses produksinya. Starbucks menerapkan praktik Coffee a n d F a r m e r E q u i t y ( C . A . E . ) , standarisasi kelestarian lingkungan yang disusun bersama Conservation International yang menerapkan standarstandar produksi dalam bidang sosial, lingkungan dan ekonomi, untuk mendukung kelestarian kopi dan petaninya, yang tingkat penerapannya sudah 99%. Selain itu, berpusat di StarbucksA Farmer Support Centers di Hacienda Alsacia. Costa Rica, bergerak di bidang riset dan pengembangan. Starbucks menggandeng ahli agronnomi, peneliti dan petani yang untuk berbagi penelitian, informasi, saran, dan alat terbaru untuk menanam kopi secara lebih berkelanjutan dan menguntungkan. pusat itu. Starbucks juga mendonasikan 31 juta pohon kopi hibrida yang tahan Starbucks juga memiliki StarbucksA Global Farmer Fund, penyedia pinjaman bagi petani, yang telah menginvestasikan $49 juta di negara-negara penghasil kopi di seluruh dunia, yang digunakan petani untuk merenovasi dan memperkuat pertanian dan praktik pertanian mereka agar lebih produktif dan berkelanjutan. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Pengetahuan Konsumen (X. Hasil uji validitas dan reliabilitas variabel pengetahuan konsumen dapat dilihat pada Tabel 1. Vol. No. 2 September 2024 Berdasarkan hasil yang diperoleh dari uji validitas, variabel X1 yaitu pengetahuan konsumen sudah memiliki nilai r hitung > r tabel per butir pertanyaannya, serta memiliki nilai signifikansi < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa setiap pertanyaan pada variabel X1 Pada uji reliabilitas juga diperoleh nilai CronbachAos alpha sebesar 0,915, yang lebih besar daripada 0,7. Hal ini menunjukkan bahwa butir-butir pertanyaan pada variabel X1 juga sudah Berdasarkan hasil yang diperoleh dari uji validitas variabel X2, yaitu persepsi lingkungan, nilai r hitung setiap butir pertanyaannya sudah lebih besar dari nilai r tabelnya masing-masing. Selain itu nilai p value setiap pertanyaan lebih kecil dari 0,05. Disimpulkan bahwa variabel X2 telah lolos uji validitas. Dalam uji reliabilitas, variabel X2 memiliki nilai CronbachAos alpha 0,891 > 0,7. Artinya variabel X2 sudah valid dan reliabel. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari uji validitas variabel X3, ditemukan bahwa p value masing-masing butir Variabel Persepsi Lingkungan (X. Hasil uji validitas dan reliabilitas variabel persepsi lingkungan dapat dilihat pada Tabel 2. Variabel Persepsi Kualitas (X. Hasil uji validitas dan reliabilitas variabel persepsi kualitas dapat dilihat pada Tabel 3. pertanyaan sudah lebih kecil dari 0,05. Validitas variabel X3 juga diperkuat dari dipenuhinya syarat r hitung > r tabel pada Ahmad Faiz Armiano Syah . Kustopo Budiraharjo . Dimas Rahadian Aji Muhammad : Pengaruh Tingkat Pengetahuan Dan Persepsi Konsumen setiap pertanyaan dalam variabel X3. Dari uji reliabilitas yang dilakukan terhadap variabel X3, diketahui nilai CronbachAos alpha 0,819 yang sudah lebih besar dari 0,7. Dengan demikian, variabel X 3 dinyatakan valid dan reliabel. Berdasarkan uji validitas yang dilakukan terhadap variabel X4 yaitu persepsi harga, dinyatakan masingmasing nilai r hitung item pertanyaan sudah lebih besar dari nilai r tabelnya. Nilai p value masing-masing item juga lebih kecil dari 0,005. Hal ini menunjukkan bahwa variabel X4 sudah valid. Menurut uji CronbachAos alpha yang sudah dilakukan terhadap variabel X 4 . Berdasarkan hasil dari uji validitas variabel kepuasan pembelian (Y), ditemukan nilai p value masing-masing item sudah kurang dari 0,05. Nilai r hitung > r tabel pun sudah terpenuhi pada masing-masing item pertanyaan. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Y adalah Pada uji Cronbach's alpha variabel Variabel Persepsi Harga (X. Hasil uji validitas dan reliabilitas variabel persepsi harga dapat dilihat pada Tabel 4. ditemukan nilai koefisien alpha 0,782>0,7. Hal ini menunjukkan bahwa selain valid, variabel X4 juga reliabel. Variabel Kepuasan Pembelian (Y) Hasil uji validitas dan reliabilitas variabel pengetahuan konsumen dapat dilihat pada Tabel 5. Y, ditemukan nilai 0,864>0,7 yang menunjukkan bahwa variabel Y lolos uji validitas dan reliabilitas. Uji Normalitas Normal P-P Plot uji normalitas dapat dilihat pada ilustrasi 1 . Vol. No. 2 September 2024 Ilustrasi 1. Normal P-P Plot Uji Normalitas. Berdasarkan hasil uji normalitas yang terlihat pada ilustrasi 1, dapat disimpulkan bahwa data penelitian telah berdistribusi normal, karena plotting pada p-p plot sudah mendekati bentuk diagonal Untuk memastikan normalitas data secara kuantitatif, dilakukan pula uji one sample Kolmogorov-Smirnov (K-S) dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05. Jika nilai asymptotic significance Ou 0,05, dinyatakan data berdistribusi normal. Sedangkan jika nilainya kurang dari 0,05, artinya data tidak berdistribusi normal (Suryani, et al. , 2. Hasil uji OneSample Kolmogorov-Smirnov dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Hasil Uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov Sumber: data primer uji SPSS penelitian . Berdasarkan hasil uji normalitas tersebut ditemukan bahwa data penelitian berdistribusi normal kerena memiliki nilai signifikansi 0,2 > 0,05. Uji Multikolinearitas Hasil uji multikolinearitas dapat dilihat pada Tabel 7. Ahmad Faiz Armiano Syah . Kustopo Budiraharjo . Dimas Rahadian Aji Muhammad : Pengaruh Tingkat Pengetahuan Dan Persepsi Konsumen Berdasarkan hasil uji multikolinearitas dapat disimpulkan bahwa semua variabel penelitian memiliki nilai toleransi > 0,100 dan nilai VIF < 10,00, artinya tidak terjadi Uji Heteroskedastisitas Scatterplot uji heteroskedastisitas dapat dilihat pada ilustrasi 2. Ilustrasi 2. Scatterplot Uji Heteros kedastisitas Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas scatterplot, terlihat bahwa titik-titik yang merepresentasikan data tidak membentuk pola tertentu, serta menyebar di atas dan bawah angka 0 pada sumbu Y. Untuk memperkuat hasil uji scatterplot, dilakukan juga uji Park Gleyser. Hasil uji Park Gleyser dapat dilihat pada Tabel 8. Vol. No. 2 September 2024 Berdasarkan nilai signifikansi yang diperoleh pada uji Park Gleyser, diketahui nilai yang diperoleh dari masing-masing variabel sudah lebih dari 0,05. Disimpulkan bahwa data penelitian ini sudah lolos uji Park Gleyser, dan tidak terdapat heteroskedastisitas di Pengujian Hipotesis Hasil uji regresi linier berganda dapat dilihat pada Tabel 9. Berdasarkan tabel di atas, diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 1,980 (- 0,. X1 (- 0,. (- 0,. X3 (- 0,. diperkuat pendapat Padilah dan Adam . bahwa nilai konstanta adalah nilai yang dihasilkan oleh variabel dependen apabila tidak terdapat variabel independen. Nilai koefisien beta pada variabel X1 4sebesar - 0,047 memiliki arti bahwa setiap perubahan pada variabel X1 sebanyak satu satuan akan mengakibatkan perubahan pada variabel Y sebesar - 0,047 satuan, dengan asumsi variabel lain dianggap tetap. Nilai koefisien beta pada variabel X 2 sebesar - 0,022 berarti Keterangan: Nilai konstanta sebesar 1,980 memiliki arti bahwa jika variabel pengetahuan konsumen, persepsi lingkungan, persepsi kualitas dan oersepsi harga = 0, maka tingkat kepuasan pembelian produk kopi Starbucks berlabel sustainability adalah sebesar 1,980. Hal ini Ahmad Faiz Armiano Syah . Kustopo Budiraharjo . Dimas Rahadian Aji Muhammad : Pengaruh Tingkat Pengetahuan Dan Persepsi Konsumen perubahan pada variabel X 2 sebanyak satu satuan akan mengakibatkan perubahan pada variabel Y sebesar Ae 0,022 satuan, dengan asumsi variabel lain dianggap tetap. Nilai koefisien beta pada variabel X3 sebesar - 0,005 berarti perubahan pada variabel X3 sebanyak satu satuan akan mengakibatkan perubahan pada variabel Y sebesar - 0,005 satuan, dengan asumsi variabel lain dianggap tetap. Nilai koefisien beta pada variabel X4 sebesar - 0,005 berarti perubahan pada variabel X4 sebanyak satu satuan akan mengakibatkan perubahan pada variabel Y sebesar - 0,005 satuan, dengan asumsi variabel lain dianggap tetap. Selanjutnya untuk mengetahui diterimanya hipotesis pada penelitian ini, dilakukan pengujian hipotesis menggunakan uji t dan uji F. Hasil pengujian akan dijabarkan sebagai 0,533 > 0,05. Selain itu t hitung : t tabel variabel X2 adalah - 0,625 < 1,664. Berdasarkan hasil pengolahan data maka disimpulkan variabel X2 tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Y. Persepsi Kualitas (X. Variabel persepsi kualitas memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,908 > 0,05. Selain itu t hitung : t tabel variabel X3 adalah - 0,116 < 1,980. Berdasarkan hasil pengolahan data maka disimpulkan variabel X3 tidak berpengaruh secara signifikan secara parsial terhadap variabel Y. Persepsi Harga (X. Variabel persepsi harga memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,909 > 0,05. Selain itu t hitung : t tabel variabel X4 adalah - 0,115 < 1,980. Berdasarkan hasil pengolahan data maka disimpulkan variabel X4 tidak berpengaruh secara signifikan secara parsial terhadap variabel Y. Uji t Uji F Berikut penjelasan mengenai hasil uji t pada masing-masing variabel Pengetahuan Konsumen (X. Variabel pengetahuan konsumen memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,108 > 0,05. Selain itu t hitung : t tabel variabel X1 adalah - 1,624 < 1,664. Berdasarkan hasil pengolahan data maka disimpulkan variabel X1 tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Y. Persepsi Lingkungan (X. Variabel persepsi lingkungan memiliki tingkat signifikansi sebesar Dari hasil uji regeresi linier berganda, ditemukan nilai F hitung 1,341 dan nilai signifikansi F hitung = 0,260. Nilai signifikansi F hitung : 0,05 adalah 0,260 > 0,05. Selain itu. F hitung : F tabel adalah 1,341 < 2,5. Adjusted R2 Berdasarkan penelitian ini ditemukan koefisien determinasi sebesar 0,053. Jadi pengaruh pengetahuan konsumen, persepsi lingkungan, persepsi kualitas dan persepsi harga hanya berpengaruh sebesar 5,3% terhadap kepuasan pembelian konsumen Starbucks. Menurut penelitian Fauzi . Vol. No. 2 September 2024 meneliti faktor lain dari kepuasan konsumen Starbucks, diduga faktor lain yang memengaruhi kepuasan pembelian konsumen Starbucks adalah suasana gerai dan sikap barista, ditunjukkan dari nilai koefisien determinasi kedua variabel tersebut pada penelitian Fauzi sebesar 51,7%. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian AuPengaruh Pengetahuan dan Persepsi K o n s u m e n Te r h a d a p K e p u a s a n Konsumen Kopi Starbucks Berlabel SustainabilityAy, dapat diperoleh kesimpulan bahwa: Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, variabel pengetahuan (X. , persepsi lingkungan (X. , persepsi kualitas (X. dan persepsi harga (X. konsumen Starbucks di Kota Semarang tidak berpengaruh secara signifikan secara simultan terhadap variabel kepuasan pembelian kopi Starbucks (Y. Variabel pengetahuan (X 1 ), persepsi lingkungan (X 2 ), persepsi kualitas (X. dan persepsi harga (X. konsumen Starbucks di Kota Semarang tidak berpengaruh secara signifikan secara parsial terhadap variabel kepuasan konsumen Starbucks di Kota Semarang (Y). SARAN