JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. 2 ,Desember 2024, pp:150-166 p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Doi : 10. 51903/kompak. n page 1 http://journal. id/index. php/kompak Pengaruh Financial Attitudes. Risk Perception, dan Locus of Control Terhadap Invesment Intention Pada Generasi Milenial Lala Lathifah Ariyani1. Christina Dwi Astuti*2 Program Studi Akuntansi. Universitas Trisakti. Indonesia Email: cdwi_astuti@trisakti. ARTICLE INFO ABSTRACT. Article history: This research is based on behavioral changes in finance regarding investment, the high interest in investing in the public in stock exchange trading makes it a topic that needs to be discussed from a behavioral point of view. Where in this study uses the theory of planned behavior as a theory in developing variables. So that the variables that researchers choose are financial attitude, risk perception, and locus of control. This study aims to analyze the effect of financial attitude, risk perception, and locus of control on investment intentions in the millennial generation. The location of this research was conducted in Jakarta. This study uses a quantitative approach to sampling using non-probability sampling technique with purposive sampling method. In this study involved 100 respondents spread across DKI Jakarta. analyzing the data researchers used multiple linear regression analysis. Based on the results of the study, simultaneously financial attitude, risk perception, and locus of control have a positive and significant effect on Investment Intention. Received 13 Oktober 2024 Received in revised form 13 November 2024 Accepted 22 November 2024 Available online 1 Desember 2024 Keywords: : Financial Attitudes. Risk Perception. Locus of Control. Investment Intention LATAR BELAKANG Kegiatan investasi di Indonesia dalam kurun 5 tahun terakhir mengalami peningkatan yang Ini tidak terlepas dari perubahan perilaku masyarakat yang sudah sadar akan adanya perencanaan di masa depan. Sebagai informasi dari tahun 2017 sampai 2021 kegiatan investasi di Indonesia mengalami peningkatan. Pada tahun 2017 nilai investasi mencapai 692,8 triliun, kemudian di tahun berikutnya naik menjadi 721,3 triliun, di tahun 2019 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan ini menjadi titik perubahan perilaku investasi di Indonesia, sebab di tahun 2019 ini Indonesia merasakan peningkatan nilai investasi yang terjadi di masyarakat sebesar 809, 6 triliun ini naik hampir 100 triliun dalam satu tahun. Dan di tahun selanjutnya baik 2020 dan 2021 mengalami peningkatan yang signifikan (Databoks, 2. Peningkatan angka realisasi investasi di dorong dari perilaku masyarakat Indonesia yang sudah sadar akan perlunya perencanaan masa depan yang lebih baik, tidak terkecuali generasi milenial (Seni & Ratnadi, 2. Kesadaran berinvestasi telah tumbuh pada generasi milenial. Dengan kesadaran tersebut, generasi milenial merusak stigma masyarakat dimana generasi milenial dikenal sebagai genrasi yang boros. Received Agustus 13, 2024 Revised November 13, 2024. Accepted November 22, 2024 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 tidak bisa menabung, dan terlalu membuang-buang uang pada kegiatan yang tidak berkepanjangan. Mendukung fenomena tersebut. The Harris Poll di tahun 2018 menyebutkan bahwa 92% dari milenial mulai untuk melakukan perencanaan keuangan jangka panjang yaitu dengan berinvestasi dan terdapat 70% didalamnya telah memahami cara main dalam berinvestasi (Onasie & Widoatmodjo, 2. Dalam pemilihan investasi generasi milenial terpengaruhi oleh tren dimana dalam beberapa tahun terakhir telah tumbuh investasi saham dan telah banyak platform yang menyediakan investasi saham yang aman. Tentunya ini menjadikan investasi saham yang banyak dipilih oleh generasi milenial, sebanyak 80,88%, diikuti oleh reksadana 16,18%, kemudian obligasi 1,47% dan investasi lainnya sebesar 1,47%. Tahun 2021 jumlah investor milenial telah mencapai 2,7 juta dan tentunya ditahun berikutnya akan terus meningkat, mengingat bahwa kesadaran akan berinvestasi terus meningkat juga (The Indonesia Capital Market Institute, 2. Niat investasi merupakan suatu sikap yang didasari oleh keinginan untuk merencanakan masa depan. Dalam pengertian lain, niat investasi merupakan keinginan seseorang untuk mencari informasi tentang berbagai instrument investasi, kesanggupan meluangkan waktu untuk mempelajari tentang apa dan bagaimana aturan main dalam berinvestasi dengan cara melakukan pelatihan dan seminar tentang investasi sehingga mempraktikan investasi secara individu. Tinggi rendahnya minat berinvestasi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Financial attitudes merupakan sikap yang ditunjukan oleh seorang individu untuk memanfaatkan keuangannya untuk kebutuhan dan tanggung jawab yang akan menumpuk. Dengan kata lain financial attitudes merupakan suatu sikap positif yang mencerminkan seorang individu memperhatikan masa depannya dengan baik dalam segi keuangan. Berdasarkan SNLKI OJK 2016, sikap keuangan masyarakat Indonesia dapat dikaitkan dengan tujuan keuangan nya yaitu 96. 81% masyarakat Indonesia mengaku memiliki tujuan keuangan namun masih didominasi dengan tujuan jangka pendek untuk memenuhi kehidupan sehari-hari . 11%) dan mempertahankan hidup . 68%). Otoritas Jasa Keuangan . , menyatakan bahwa untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera ditandai oleh diterapkan pengelolaan keuangan yang baik oleh masyarakat dengan dipengaruhi beberapa faktor yaitu salah satunya sikap keuangan. Maka financial attitude disimpulkan dapat mempengaruhi financial management behavior seseorang Hal tersebut dibuktikan dalam penelitian terdahulu oleh (Hartono & Dewantoro, 2. yang mengungkapkan bahwa financial attitudes mempengaruhi niat investasi karena dengan adanya sikap keuangan yang dimiliki oleh seorang individu akan memiliki pengaruh terhadap seseorang untuk mempunyai niat untuk berinvestasi di pasar saham. Sehingga dengan adanya niat seseorang untuk mengelola keuangan maka keuangan yang akan dimilikinya akan teratur. Setiap individu memiliki sikap keuangan yang berbeda-beda, namun dengan sikap keuangan tersebut dapat mempengaruhi keputusan dalam hidupnya tentang keuangan mereka. hal tersebut dikarenakan adanya sikap keuangan yang mampu menolong seorang individu mengenai hubungan dirinya dengan uang, (Ilyas et al. , 2. Dengan dikaitkannya antara sikap dengan keuangan, akan memunculkan berbagai pengaruh yang mampu mempengaruhi seseorang dalam berperilaku dalam menyikapi keuangan mereka. namun yang membedakan antara sikap dengan sikap keuangna yaitu sikap akan berfokus pada masalah keuangan pribadi yang diukur dengan tanggapan atau opini, sedangkan perilaku pengelolaan keuangan berfokus pada perilaku seseorang yang berkaitan dengan keuangan pribadi yang diukur dengan tindakan individu tersebut (Yoopetch & Chaithanapat, 2. Risk perception adalah suatu penilaian yang dilakukan individu terhadap situasi berisiko, penilaian ini bergantung pada karakteristik psikologis dan keadaan individu tersebut. Selanjutnya McWilliams et al. mengungkapkan bahwa risk perception didefinisikan sebagai kemampuan untuk menentukan jumlah risiko dari suatu bahaya sedangkan risiko didefinisikan sebagai perhitungan seberapa besar kemungkinan suatu insiden terjadi, dan mengingat kejadiannya, seberapa mengerikan konsekuensinya. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 150Ae166 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Siegrist, . menambahkan bahwa risk perception merupakan penilaian subjektif dari kemungkinan terjadinya jenis kecelakaan tertentu dan seberapa peduli orang dengan konsekuensinya. Persepsi terhadap risiko dapat mempengaruhi niat investasi dalam hal nominal dan pemilihan instrument investasi yang benar untuk meminimalisir kerugian. Sejalan dengan pendapat tersebut. Yolanda & Tasman . mengungkapkan bahwa risk perception berpengaruh positif terhadap niat investasi. Hal ini karena jika seorang individu mempunyai sikap keuangan dan dapat menimbulkan niat investasi seorang untuk menabung maka seorang individu tersebut harus mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai investasi yang akan dilakukannya, sehingga investasi yang dilakukan dapat memperoleh keuntungan yang Informasi yang cukup pada saat melakukan investasi di pasar saham dapat memberikan keuntungan yang besar. Informasi yang cukup sangat penting sebelum melakukan investasi agar dapat menghindari terjadi resiko yang tidak diinginkan pada saat melakukan investasi di pasar saham Chaswa et al. , . menjelaskna bahwa risk perception memiliki 6 pilar utama yaitu : keuangan, sosial, kinerja, psikologis, fisik, dan waktu atau kemudahan. Berdasarkan enam pilar tersebut maka risk perception merupakan hal yang sangat diperhatikan dalam membuat keputusan. Sejalan dengan permasalah tersebut, minat berinvestasi dengan tidak mempertimbangkan risk perception maka para investor akan merasa rugi terus menerus, karena belum memahami betul dan tidak dipelajari dengan benar. Dalam mengukur pengaruh risk perception, peneliti mengadopsi indikator risk perception yang dikemukakan oleh Salisa, . yaitu investasi yagn dilakukan tanpa pertimbangan dan jaminan, serta pemanfaatan pendapatan untuk investasi yang beresiko. Locus of control merupakan pandangan seseorang terhadap suat kondisi atau peristiwa yang mereka alami (Ayudya & Wibowo, 2. Pada dasarnya locus of control berorientasi pada locus of control internal dan locus of control eksternal (Onasie & Widoatmodjo, 2. Sesorang dengan Locus of control internal akan beranggapan bahwa keterampilan, kemampuan, dan usaha lebih menentukan keberhasilannya, sedangkan seseorang dengan locus of control eksternal akan beranggapan bahwa hidup mereka bergantung pada kekuatan luar seperti takdir, keberuntungan, dan nepotisme. Dengan kata lain maka locus of control merupakan pandangan hidup seseorang yang berkaitan dengan faktor yang menentukan keberhasilan dan kegagalan dalam melakukan sesuatu (Ajzen, 2. Kemampuan seseorang dalam meyakini dalam hidupnya bahwa yang dia lakukan telah terkendali merupakan bentuk dari locus of control internal dan sebaliknya seseorang yang meyakini bahwa memang ada hal seperti keajaiban maka mereka disebut dengan locus of control eksternal. Kendali dalam diri tentunya akan berpengaruh dalam melakukan keputusan dalam hidupnya, namun sebelum memutuskan adanya hal yang disebut dengan minat. Minat merupakan suatu output dari sikap locus of control dimana minat akan terbentuk akibat locus of control. Tidak terkecuali dalam hal berinvestasi, dengan adanya persepsi locus of control ini dapat meningkatkan kepercayaan diri untuk berinvestasi, bahwa locus of control dapat mempengaruhi minat berinvestasi dengan cara yaitu membangun persepsi dari dalam diri untuk melakukan investasi (Arifin & Widjaya, 2. , mengukur variabel locus of control dalam menganalisis penelitian ini maka peneliti mengadopsi indikator locus of control pada (Ajzen, 2. antara lain: . kemampuan, . minat, . usaha, . nasib, . sosial ekonomi, dan . pengaruh orang Penelitian ini dilakukan pada generasi milenial, generasi milenial merupakan sekelompok Orang yang lahir pada tahun 1980-an sampai 2000-an Generasi milenial tumbuh di era teknologi dan komunikasi generasi ini lebih fleksibel terhadap hal-hal baru dan segala kemungkinan masa depan Dalam hal pekerjaan, generasi milenial memiliki ekspektasi yang tinggi dan menemukan makna dalam pekerjaan Keutamaan penelitian ini adalah mengangkat penelitian bagaimana minat investasi generasi milenial yang dipengaruhi oleh aspek financial attitude, risk perception dan locus of control dalam mengendalikan peran memilih untuk melakukan investasi di usia muda. Penelitian ini berbeda dengan penelitan JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 150Ae166 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 sebelumnya, pada penelitian ini melakukan penelitian pada generasi milenial yang berada di DKI Jakarta, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Salisa . melakukan penelitian pada generasi milenial di Kota Surabaya. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa locus of control mendominasi keputusan generasi milenial dalam melakukan minat investasi sejak usia muda. KAJIAN TEORITIS Planned Behavior Theory Planned behavior theory adalah peningkatan dari reasoned action theory. Reasoned action theory memiliki bukti-bukti ilmiah bahwa niat untuk melaksanakan perbuatan tertentu diakibatkan oleh dua alasan, yaitu norma subjektif dan sikap terhadap perilaku (Fishbein dan Ajzen,2016:. Beberapa tahun kemudian, menambahkan satu faktor yaitu kontrol perilaku persepsian individu atau perceived behavioral Keberadaan faktor tersebut mengubah reasoned action theory menjadi Planned behavior theory. Investasi di Pasar Modal Pasar Modal Indonesia yang kini lebih dikenal dengan Bursa Efek Indonesia, merupakan gabungan dari dua bursa efek besar di Indonesia. Bursa Efek Indonesia yang kita ketahui saat ini merupakan gabungan dari Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya yang tergabung pada 30 Oktober 2007. Seperti yang diketahui bahwa Bursa Efek Indonesia menjadi pasar modal di Indonesia dengan ribuan emiten dan jutaan lembar saham yang setiap hari diperdagangkan. Menurut Aernoudt, . pasar modal didefinisikan sebagai kegiatan yang berkaitan dengan penawaran umum dan perdagangan saham, perusahaan publik dalam kaitannya dengan saham yang dikeluarkan, lembaga dan profesi yang berkaitan dengan saham. Dalam pengertian lain, pasar modal diartikan sebagai tempat perdagangan berbagai instrument jangka panjang seperti hutang, saham, dan instrument lainnya (Wieland et al. , 2. Minat Investasi Minat merupakan kecenderungan dalam diri seseorang untuk tetap pada jalur tujuan yang berharga bagi individu tersebut. (Arnold & Randall, 2015:. Sedangkan menurut (Sulistyowati, 2021:. minat dianggap sebagai jembatan bagi berbagai faktor yang dapat berdampak pada hal tertentu yang pada nantinya akan menggambarkan seorang individu tentang kegigihan untuk mendapatkan sesuatu hal yang menjadi Pada dasarnya Minat merupakan bagian dari Theory of Planned Behaviour, dimana minat mampu mempengaruh seseorang untuk melakukan apa yang ingin dilakukannya. Financial Attitudes Aspek perilaku berkaitan dengan tindakan. Tindakan dalam hal ini yaitu cerminan dari seorang individu dalam berperilaku kepada seseorang atau sesuatu. Setiap individu memiliki sikap keuangan yang berbeda-beda, namun dengan sikap keuangan tersebut dapa mempengaruhi keputusan dalam hidupnya tentang keuangan mereka. hal tersebut dikarenakan adanya sikap keuangan yang mampu menolong seorang individu mengenai hubungan dirinya dengan uang. (Ilyas et al. Risk Perception. Menurut Salisa . risk perception didefinisikan sebagai penilaian keseluruhan risiko yang melekat dalam situasi dan besarnya potensi keuntungan atau kerugian yang terkait dengan keputusan. Selanjutnya McWilliams et al. , . mengungkapkan bahwa risk perception didefinisikan sebagai kemampuan untuk menentukan jumlah risiko dari suatu bahaya sedangkan risiko didefinisikan sebagai perhitungan seberapa besar kemungkinan suatu insiden terjadi, dan mengingat kejadiannya, seberapa mengerikan konsekuensinya. Siegrist, . menambahkan bahwa risk perception merupakan penilaian JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 150Ae166 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 subjektif dari kemungkinan terjadinya jenis kecelakaan tertentu dan seberapa peduli orang dengan Locus of Control Konsep locus of control diperkenalkan pertama kali oleh Rotter . Beliau merupakan ahli teori yang mempelajari ilmu sosial. locus of control merupakan pandangan seseorang terhadap suat kondisi atau peristiwa yang mereka alami (Ayudya & Wibowo, 2. Pada dasarnya locus of control berorientasi pada locus of control internal dan locus of control eksternal (Onasie & Widoatmodjo, 2. Sesorang dengan Locus of control internal akan beranggapan bahwa keterampilan, kemampuan, dan usaha lebih menentukan keberhasilannya, sedangkan seseorang dengan locus of control eksternal akan beranggapan bahwa hidup mereka bergantung pada kekuatan luar seperti takdir, keberuntungan, dan nepotisme. Dengan kata lain maka locus of control merupakan pandangan hidup seseorang yang berkaitan dengan faktor yang menentukan keberhasilan dan kegagalan dalam melakukan sesuatu (Ajzen, 2. Kerangka Konseptual Tujuan dari penelitian ini untuk menguji pengaruh Financial attitudes. Risk perception, dan Locus of control terhadap Invesment Intention. Dalam menggambarkan hipotesis yang berisikan hubungan antar variabel penelitian tentunya diperlukan kerangka teoritis. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa paradigma penelitian ini sebagai berikut: Gambar 1. Kerangka Konseptual Pengembangan Hipotesis Pengaruh Financial Attitudes terhadap Investment Intention Financial attitudes merupakan keadaan pikiran, pendapat serta penilaian tentang keuangan. Berdasarkan pengertian tersebut makan financial attitudes merupakan variabel yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor baik itu dari orang sekitar maupun informasi yang mereka dapatkan. Dengan penerimaan informasi yang baik tentunya akan meningkatkan minat untuk berinvestasi. Sejalan dengan pernyataan tersebut Mahafani et al. , . menjelaskan bahwa perilaku generasi milenial yang masih bersifat labil akan dengan mudah untuk distimulus untuk berinvestasi. Berkaca pada penelitian tersebut, bahwasanya isu terkini yang menjelaskan bahwa sudah banyak generasi milenial yang mulai berinvestasi dengan pasar modal. Peningkatan tersebut didukung dengan banyaknya fasilitas dan informasi yang dapat dengan mudah di akses oleh setiap orang. Sejalan dengan uraian di atas penelitian JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 150Ae166 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 terdahulu menemukan bahwa Financial attitudes berbepengaruh positif terhadap investment intention (Ilyas et al. , 2. Investment intention adalah keinginan seseorang yang timbul dari dalam hati untuk mencari tahu informasi tentang investasi dan menggerakannya untuk melakukan kegiatan investasi. Sejalan dengan pengertian tersebut bahwa minat investasi ini dapat dibangun atas dasar kesadaran pribadi atau perilakau individu yang dapat menggerakkan tubuh untuk mencari tahu informasi lebih lanjut. Dengan begitu apa yang dimaksudkan pada financial attitudes telah termasuk kedalam bagian investmen intention. Sebab Yoopetch & Chaithanapat, . menjelaskan bahwa minat investasi akan berbanding lurus dengan peilaku keuangan. Sejalan dengan pendapat tersebut bahwa penelitian terdahulu menemukan bahwa investment intention dapat dipengaruhi financial attitudes. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh Zandi . menunjukkan bahwa - Financial attitude berpengaruh terhadap investment intention pada warga Klang Valley. Berdasarkan proposisi maka: H1: Financial attitudes berpengaruh positif terhadap Investment intention Pengaruh Risk Perception terhadap Investment Intention Risk perception merupakan suatu nilai yang dipersepsikan oleh seseorang terhadap situasi dan kondisi yang berisiko, dimana penilaian tersebut bersifat subjektif bergantung pada karakteristik psikologis dan keadaan seseorang tersebut. Selanjutnya risk perception juga diartikan sebagai risiko yang akan diterima oleh psikologis diri akibat melakukan sesuatu. Dari pengertian tersebut, maka sudah sewajarnya bahwa berinvestasi merupakan suatu hal yang memiliki risiko yang tinggi, maka diperlukan suatu informasi untuk memahami lebih lanjut berinvestasi. Berkaca pada pernyataan tersebut. Rudiwantoro, . mengungkapkan bahwa risiko psikologis yang diterima akan menurun jika informasi yang didapatkan telah cukup untuk melakukan suatu hal, tidak terkecuali berinvestasi. Risiko biasanya menjadi suatu faktor yang menghalangi seseorang untuk tidak bertindak. Setiap individu memiliki anggapan yang berbeda-beda terhadap risiko. Pengetahuan yang rendah terhadap pasar modal membuat mahasiswa memiliki anggapan yang salah terhadap risiko pada pasar modal. Sebaliknya, para mahasiswa yang sudah masuk ke pasar modal sudah mengerti berbagai risiko yang dihadapi dan dapat memilih keputusan yang tepat. Terdapat investor yang takut terhadap risiko . isk avers. , dan yang berani mengambil risiko . isk take. Jika dikaitkan pada pengertian investment intention, maka risk perception berhubungan dengan investment intention. Sejalan dengan penjelasan diatas bahwa, penelitian terdahulu mengungkapkan bahwa Risk perception berpengaruh positif terhadap Investmen Intention Suprihandari et al. , . Begitu juga dengan penelitian yang dilakukan oleh oleh Hati & Harefa . Aini. Maslichah, & Junaidi . Malik . Fahreza & Surip . , dan Dewi. Adnantara, & Asana . menunjukkan bahwa persepsi risiko berpengaruh positif terhadap minat seseorang untuk berinvestasi di pasar modal. Artinya, semakin tinggi persepsi risiko seseorang maka semakin tinggi pula minat untuk melakukan investasi di pasar modal. Hal tersebut kemungkinan disebabkan seseorang telah memiliki pengetahuan yang memadai tentang investasi, dimana untuk mendapatkan return yang tinggi tentunya akan disertai risiko yang tinggi pula (Dewi. Adnantara, & Asana, 2. Berdasarkan proposisi di atas maka: H2: Risk perception berpengaruh positif terhadap Investment intention Pengaruh Locus of Control terhadap Investment Intention Keputusan untuk berinvestasi di pasar modal, bahwa perilaku seseorang atau individu terkait dengan keyakinan bahwa objek perilaku berada di bawah kendali atau kendali kesadaran masing-masing. atau individu. Saat membuat keputusan keuangan, keputusan dipengaruhi oleh faktor psikologis. Dalam hal ini, seseorang yang ingin memutuskan untuk berinvestasi mempertimbangkan faktor psikologis yang JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 150Ae166 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 bersumber dari pengalaman dan keyakinannya sendiri. Salah satu faktor psikologis ini dikenal sebagai locus of control. Locus of control merupakan Pandangan seseorang terhadap masalah hidupnya yang terbagi menjadi eksternal dan internal. Locus of control atau yang dikenal dengan kontol diri, merupakan suatu kemampuan untuk mengontrol diri mereka sendiri dengan mempertimbangkan banyak hal yang mengakibatkan pada ketidak sanggupan dalam mengontrol diri sendiri. Dengan berkaca pada isu saat ini yaitu berinvestasi yang dilakukan oleh generasi milenial, peneliti merasa faktor locus of control sangat sesuai guna memcoba untuk memahami psikologis para responden milenial. Anggapan generasi milenial yang melihat bahwa berinvestasi merupakan hal yang sangat menguntungkan, tidak sepenuhnya salah, karena dengan kita mengetahui berbagai informasi dan mampu mengtrol diri sendiri akan dengan mudah untuk berinvestasi yagn menguntungkan. Locus of control dan investmen intention merupakan suatu topik yang saling terkait karena dengan kemampuan mengontrol diri mereka masing masing akan memunculkan minat untuk berinvestasi. Penelitian yang dilakukan oleh Musdalifa . memperoleh hasil bahwa locus of control berpengaruh signifikan terhadap keputusan berinvestasi masyarakat. Hasil penelitian tersebut selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Puspitasari . yang memperoleh hasil bahwa internal locus of control secara parsial berpengaruh terhadap pengambilan keputusan berinvestasi. Namun dalam penelitian Puspitasari . hanya menguji locus of control dari sudut pandang internalnya saja, sehingga perlu dilakukan suatu penelitian kembali yang dapat memberikan kepastian mengenai seberapa besar pengaruh dari locus of control terhadap pengambilan keputusan berinvestasi. Dengan berkaca pada pendapat, penelitian terdahulu menemukan bahwa locus of control berpengaruh positif terhadap investment intention. Berdasarkan proposisi di atas maka: H3: Locus of control berpengaruh positif terhadap Investment intention. METODE PENELITIAN Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam menjawab identifikasi masalah penelitian. Selanjutnya, peneliti menguji pengaruh financial attitudes, risk perception, locus of control, dan investment intention secara parsial dengan menggunakan regresi mPenelitian ini dilandasi oleh penalaran deduktif dengan berdasarkan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini akan dilakukan pada generasi milenial di kota Jakarta. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa usia 24 s/d 39 tahun disebut dengan generasi milenial. Adapun strategi penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah survei. Adapun jenis data yang dikumpulkan merupakan data primer dengan menggunakan instrumen kuesioner. Di samping itu, keterlibatan peneliti dikategorikan rendah di mana dalam pengambilan data membiarkan semua peristiwa terjadi secara alami atau dalam hal ini tidak diatur sedemikian rupa. Setelah data empiris dikumpulkan, langkah selanjutnya yaitu pengolahan data melalui pengkodean data . , pemasukan data . ata entr. , pengeditan data . , dan transformasi data . ata transformatio. HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut adalah profil responden dilihat dari jenis kelamin responden, disajikan pada tabel 1: Tabel 1. Profil Responden Karakteristik Responden Jenis Kelamin Responden Keterangan Laki-Laki Perempuan Jumlah (Oran. Persentase (%) JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 150Ae166 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Jumlah Usia Responden Jumlah Pekerjaan Responden Jumlah Aplikasi yang digunakan untuk Investasi 24-31 Tahun 32-39 Tahun Mahasiswa Pegawai Swasta PNS Wiraswasta Lainnya Bibit Ajaib Stockbit Lainnya Jumlah 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang Sumber : Diolah Peneliti Berdasarkan tabel profil responden, maka dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini melibatkan 100 responden untuk diteliti yaitu generasi milenial di Kota Jakarta, dengan hasil pengisian kuesioner yaitu 54 orang perempuan dan 46 orang laki-laki yang dilibatkan dalam penelitian ini. Berdasarkan informasi pada tabel mengenai usia responden maka dapat disimpulkan bahwa usia responden di dominasi oleh usia 24-31 tahun dengan jumlah responden sebanyak 55 orang, dan responden yang berusia 32-39 dengan jumlah 45 orang. Analisis Statistik Deskriptif Berikut adalah hasil output analisis deskriptif pada penelitian ini disajikan pada tabel 2. Tabel 2. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Statistics Variabel Financial Attitude Risk Perception Locus Of Control Minat Investasi Minimum Maximum Mean 20,60 12,60 25,39 16,95 Std. Deviatio Sumber : Diolah Peneliti Berdasarkan hasil analisis statistic deskriptif di atas, bahwa penelitian ini dilakukan pada 100 orang responden yaitu generasi milenial yang ada di Ibu Kota Jakarta, berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata pada variabel financial attitude sebesar 20,60, nilai rata-rata pada Locus of Control sebesar 25,39, nilai Risk Perception sebesar 12,60 dan minat investasi sebesar 16,95. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Tabel 3. Hasil Uji Validitas Variabel Financial Attidtude KODE FA1 FA2 FA3 Pernyataan Saya minat investasi untuk keuntungan saat ini dan keuntungan di masa depan. Saya minat investasi untuk mengukur kemampuan finansial di masa mendatang Saya memiliki minat Menyisihkan sebagian penghasilan untuk diinvestasikan Rhitung 0,769 Rtabel 0,818 0,843 Keterangan Valid Valid Valid JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 150Ae166 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 FA4 FA5 Saya memiliki mengelola keuangan untuk diinvestasikan dan tidak mengeluarkan uang untuk hal hal yang kurang penting Saya minat investasi dengan memilih prdouk investasi yang aman dan menguntungkan 0,766 Valid 0,756 Valid Sumber : Diolah Peneliti Berdasarkan informasi yang disajikan pada tabel di atas diketahui bahwa terdapat 5 item pertanyaan yang digunakan pada variabel financial attitude dan semua nilai rhitung di atas rtabel sehingga semua item pernyataan dikatakan valid. Tabel 4. Hasil Uji Validitas Variabel Risk Perception Kode RP1 RP2 RP3 Pernyataan Sebelum melakukan investasi saya mempertimbangan banyak hal seperti memilih produk investasi yang aman dan Saya tidak akan memilih produk investasi yang tidak memiliki jaminan keamanan di masa mendatang Saya memilih Memilih investasi yang memiliki low risk low return Rhitung 0,834 Rtabel Keterangan Valid 0,827 Valid 0,836 Valid Sumber: Diolah Peneliti Berdasarkan informasi yang disajikan pada tabel di atas diketahui bahwa terdapat 3 item pertanyaan yang digunakan pada variabel risk perception dan semua nilai rhitung di atas rtabel sehingga semua item pernyataan dikatakan valid. Tabel 5. Hasil Uji Validitas Variabel Locus of Control KODE LC1 LC2 LC3 LC4 LC5 LC6 Pernyataan Saya memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan untuk berinvestasi Saya memiliki minat yang tinggi untuk Saya berusaha untuk mengatur keuangan saya agar bisa berinvestasi dan tetap memenuhi semua Saya meyakini bahwa nasib keuangan di masa depan ditentukan dari perilaku saat ini Tingkat investasi yang saya lakukan tergantung pada kondisi ekonomi dan perngaruh sosial pada saat itu Saya berinvestasi karena melihat orang lain sudah berhasil dan memetik keuntungan dari investasi yang dikeluarkan. Rhitung 0,764 Rtabel 0,584 0,791 Keterangan Valid Valid Valid 0,742 0,701 Valid Valid 0,771 Valid Sumber: Diolah Peneliti Berdasarkan informasi yang disajikan pada tabel di atas diketahui bahwa terdapat enam item pertanyaan yang digunakan pada variabel locus of control dan semua nilai rhitung di atas rtabel sehingga semua item pernyataan dikatakan valid. Tabel 6. Hasil Uji Validitas Variabel Invesmet Intention JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 150Ae166 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Kode II1 II2 II3 II4 Pernyataan Saya memiliki keinginan untuk berinvestasi karena saya melihat investasi akan memberikan keuntungan di masa mendatang. Saya memiliki minat investasi untuk membangun asset di masa mendatang Saya memiliki keyakinan bahwa melakukan investasi dapat memberikan kelebihan dan kekurangan pada kondisi keuangan Saya tertarik melakukan investasi untuk kepentingan di masa mendatang Rhitung 0,803 Rtabel Keterangan Valid 0,810 0,777 Valid Valid 0,759 Valid Sumber: Diolah Peneliti Berdasarkan informasi yang disajikan pada tabel di atas diketahui bahwa terdapat empat item pertanyaan yang digunakan pada variabel Invesmet Intention dan semua nilai rhitung di atas rtabel sehingga semua item pernyataan dikatakan valid. Tabel 7. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Financial Attitude Risk Perception Locus of Control Invesment Intention Nilai CornbachAos Alpha 0,850 0,778 0,882 0,796 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Sumber: Diolah Peneliti Berdasarkan hasil uji reliabilitas yang sudah dilakukan pada variabel financial attitude, risk perception, locus of control dan investment intention menunjukkan bahwa semua variabel dinyatakan reliabel karena nilai Cronbach's Alpha di atas 0,60. Hasil Analisis Data Uji Asumsi Klasik Sebelum melakukan pengujian hipotesis, penelitian ini dilakukan terlebih dahulu uji asumsi klasik pada model regresi berganda pertama dan model regresi berganda kedua. Adapun pengujian asumsi klasik tersebut terdiri dari uji normalitas yang dijelaskan sebagai berikut: Hasil Uji Normalitas Data Hasil uji normalitas pada penelitian ini dilakukan dengan cara menggunakan KolmogorovSmirnov yang mana direpresentasikan dengan kriteria angka signifikansi yang lebih dari 0,05. Tabel 8. Hasil Uji Normalitas Data Variabel Financial attitudes. Risk perception. Locus of control terhadap Investment intention Uji Normalitas Asymp. Sig . -taile. Keterangan (One-Sample Kolomogorov Smirnov Tes. 0,200 Data sudah terdistribusi Sumber : Diolah Peneliti Berdasarkan hasil uji normalitas data yang ditampilkan pada tabel 8 menunjukkan bahwa nilai sigifikansi sebesar 0,200 > 0,05 maka data pada uji asumsi klasik sudah berdistribusi normal. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 150Ae166 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Hasil Uji Regresi Berganda Analisis berganda pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak langsung dari financial attitudes, risk perception, dan locus of control terhadap investment intention. Tabel 9. Hasil Uji Hipotesis Variabel (Constan. Financial Attitudes Risk Perception Locus Of Control Adjusted R Square Prediksi Arah ( ) ( ) ( ) Unstandardized 2,070 0,261 0,359 0,313 0,612 Uji F Sig One tailed 0,027 0,000 0,007 0,000 Kesimpulan H1 Diterima H2 Diterima H3 Diterima 53,072 Sumber : Hasil Pengolahan Data . Pada tabel 9 menampilkan hasil dari uji regresi berganda yang mana dapat diformulasikan persamaan regresi beganda sebagai berikut: Y = 2,070 0,261X1 Ae 0,167X2 0,313X3 Berdasarkan persamaan dari diinterpretasikan sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar 2,070 satuan menunjukkan jika variabel financial attitudes, risk perception, dan locus of control dianggap nol maka niali Investment Intention memiliki nilai 2,070. Nilai koefisien regresi pada variabel financial attitudes berarah positif sebesar 0,261 satuan yang berarti bahwa dengan peningkatan financial attitudes sebesar satu satuan maka nilai investment intention akan naik sebesar 0,261 satuan. Nilai koefisien regresi pada variabel risk perception berarah positif sebesar 0. satuan yang berarti bahwa dengan peningkatan risk perception sebesar satu satuan maka nilai investment intention akan naik sebesar 0,039 satuan. Koefisien regresi pada variabel locus of control berarah positif sebesar 0,313 satuan yang menunjukkan bahwa dengan peningkatan locus of control sebesar satu satuan maka nilai investment intention akan naik sebesar 0,313 satuan. Uji Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel-variabel bebas memiliki pengaruh terhadap variabel terikatnya. Nilai koefisien determinasi ditentukan dengan nilai Adjusted R square. Hasil perhitungan uji koefisien determinasi pada tabel 9 dapat diketahui bahwa koefisien determinasi . djusted R square ) yang diperoleh sebesar 0,612. Hal ini berarti 61,2% niat berinvestasi dipengaruhi oleh financial attitude, risk perception, dan locus of control. Sedangkan sisanya sebesar 38,8% niat investasi JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 150Ae166 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 generasi milenial dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Uji F Berdasarkan nilai sig F, hasil yang diperoleh menunjukkan nilai sig 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen dalam penelitian ini secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen. Maka hipotesis atau H4 pada penelitian ini diterima, yaitu Financial Attitude. Risk Perception dan Locus of Control memiliki pengaruh secara bersama-sama terhadap investment intention. Uji t Uji parsial digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas . secara hipotesis parsial terhadap variabel terikat . Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan nilai thitung dengan ttabel dengan taraf kesalahan 0,05 dan hasil uji t pada penelitian ini dapat dilihat. Pengaruh Financial Attitude Terhadap Investment Intention Nilai thitung pengaruh financial attitudes terhadap investment intention sebesar 5,144 > 1. dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, artinya financial attitudes berpengaruh positif dan signifikan terhadap investment intention. Pengaruh Risk Perception Terhadap Investment Intention Nilai thitung pengaruh risk perception terhadap investment intention sebesar 0,359 > 1. dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H2 diterima, artinya risk perception berpengaruh positif dan signifikan terhadap investment intention. Pengaruh Locus of Control Terhadap Investment Intention Nilai thitung pengaruh locus of control terhadap investment intention sebesar 0,313 > 1. dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H3 diterima, artinya locus of control berpengaruh positif dan signifikan terhadap investment intention. Pengaruh Financial Attitude Terhadap Investment Intention Kemampuan mengelola keuangan dapat mempengaruhi keadaan keuangan seseorang dan asosiasi bisnis masa depan, financial attitude sendiri didefenisikan an sebagai keadaapikiran, pendapat dan penilaian seseorang terhadap keuangan pribadinya yang diaplikasikan ke dalam sikap. Financial attitude merupakan kecenderungan psikologis yang diekspresikan ketika mengevaluasi praktik manajemen keuangan yang direkomendasikan dengan beberapa tingkatan kesepakatan dan ketidaksepakatan (Amanah et al. , 2. Berdasarkan pada temuan dalam penelitian ini, dimana peneliti menggunakan theory planned behavior dalam menganalisis berbagai faktor yang dapat mempengaruhi investment intention. Dalam penelitian ini menemukan bahwa financial attitudes JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 150Ae166 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 berpengaruh positif dan siginifikan terhadap investment intention. Hal ini mendukung hasil penelitian Nugroho & Apriliana, . & Zandi et al. , . Temuan ini menjelaskan bahwa sikap terhadap keuangan dalam bentuk menabung, hemat, dan pandai memprioritaskan keuangan menjadi hal yang membentuk minat dalam berinvestasi. Selanjutnya Nugroho & Apriliana, . menambahkan bahwa dengan berperilaku dalam mengelola uang dengan baik dan paham mengenai konsep menabung dan berhemat akan mendorong minat individu dalam berinvestasi. Sejalan dengan penelitian di atas Sathiyamurthi et al. , . mengemukakan bahwa seorang individu yang pandai dalam mengelola uang dengan berhemat, dapat meprioritaskan beberapa hal keuangan, dan menabung akan meningkatkan minat untuk berinvestasi. Pengaruh Risk Perception Terhadap Investment Intention Risk perception timbul karena adanya ketidak pastian yang dihadapi individu saat menentukan keputusan dalam berinvestasi. Seseorang yang memiliki risk perception yang tinggi akan memikirkan dampak investasi yang akan mereka dapat (Ramashar et al. Namun, banyak investor yang baru mulai mengidentifikasi saat sudah mengalami kerugian akibat salah mengambil keputusan, terutama jika berkaitan dengan kerugian Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa risk perception berpengaruh positif dan signifikan terhadap investment intention. Berbeda dengan temuan dalam penelitian tersebut Alharbey & Van Hemmen, . & Gatti et al. , . mengungkapkan bahwa kemampuan seorang individu dalam membaca resiko yang muncul dari suatu hal yang mereka akan putuskan tentunya merupakan ilmu atau hal yang sangat penting. Selanjutnya. Persepsi resiko yang timbul dari adanya investasi merupakan suatu hal yang harus diperhatikan. Dengan resiko yang tinggi akan sejalan dengan return yang didapatkan (Suprihandari et al. , 2. Maka dengan begitu Gatti et al. , . mengungkapkan bahwa risk dan return akan sejalan bersama-sama. Dengan tingginya resiko yang akan dihadapi maka akan tinggi pula return yang diperoleh. Untuk mendukung hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian Alharbey & Van Hemmen, . mengunkapkan bahwa persepsi resiko yang terbentuk pada seorang investor harus memiliki ilmu dalam mengukur resiko yang akan dihadapi dan sumber dana berasal. McWilliams et al. , . menambahkan bahwa individu yang berani untuk mengambil resiko yang tinggi pada umumnya telah memiliki ilmu dan sumber dana yang jelas. Pengaruh Locus of Control Terhadap Investment Intention Locus of Control adalah salah satu konsep kepribadian individu dalam perilaku Mereka yang memiliki locus of control . Locus of control terdiri dari locus of control internal dan eksternal internal. Locus of control adalah seseorang yang percaya pada diri sendiri bahwa apa keputusan yang diambil saat ini akan mempengaruhi kondisi di masa depan. locus kontrol eksternal adalah mereka yang tidak yakin dan percaya itu segala sesuatu yang terjadi tergantung pada keberuntungan dan kekuatan eksternalnya. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 150Ae166 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Gosal & Tania, . & Syaliha et al. , . mengungkapkan bahwa locus of control berpengaruh positif dan significan terhadap investment intention. Hal tersebut sejalan dengan temuan dalam penelitian ini dimana locus of control berpengaruh positif dan signifikan terhadap investment intention. Kemampuan dalam diri individu dalam mengendalikan diri dalam melakukan investasi seperti halnya pandai dalam berinvestasi dengan memprioritaskan keuangannya sebelum berinvestasi merupakan suatu bentuk locus of control dalam berinvestasi Putri & Hanggraeni, . Selanjutnya Widoatmodjo & Onasie, . menambahkan bahwa lingkungan secara langsung dapat mempengaruhi individu dalam menentukan keputusannya atau mengontrol dirinya Dengan adanya stimulus dan tekanan sosial dari lingkungan menuntut individu untuk melakukan suatu kegiatan dalam konteks ini yaitu berinvestasi. Namun pendapat tersebut tidak sejalan dengan Syaliha et al. , . bahwa dalam berinvestasi pada dasarnya tidak boleh didasarkan pada paksaan. Widoatmodjo & Onasie, . mengemukakan bahwa dengan kemampuan individu dalam mengontrol diri dalam berinvestasi akan dengan mudah untuk menentukan investasi yang tepat dan akurat dalam memperoleh laba yang optimal. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil temuan pada penelitian ini maka dapat disimpulkan sebagai Hasil analisis diperoleh bahwa financial attitudes berpengaruh positif terhadap investment intention. Hasil analisis diperoleh bahwa risk perception berpengaruh positif terhadap investment intention. Hasil analisis diperoleh bahwa locus of control berpengaruh positif terhadap investment intention. Berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini, saran yang dapat diberikan untuk generasi milenial adalah sebelum memulai untuk berinvestasi maka harus meningkatkan pengetahuan terlebih dahulu pada financial knowledge agar tidak mengalami kerugian di masa mendatang. Saran Praktis . Berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini bahwa, keterbatasan penelitian ini yaitu pada jumlah sampel yang diteliti sebanyak 100 orang generasi milenial, maka disarankan untuk penelitian selanjutnya mengambil sampel yang lebih banyak 3 kali dari jumlah penelitian ini agar hasil penelitian menjadi lebih JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 150Ae166 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 . Selanjutnya saran yang dapat diberikan untuk peneliti selanjutnya adalah menggunakan variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti financial knowledge dan variabel yang mempengaruhi faktor minat investasi lainnya. DAFTAR REFERENSI Aernoudt. Financial Management in Practice . econd Editio. (Secon. Intersentia. Ajzen. The theory of planned behavior: Frequently asked questions. Human Behavior Emerging Technologies, 2. , 314Ae324. https://doi. org/10. 1002/hbe2. Alharbey. , & Van Hemmen. Investor Intention in Equity Crowdfunding. Does Trust Matter? Journal of Risk and Financial Management, 14. , 53. https://doi. org/10. 3390/jrfm14020053 Arifin. , & Widjaya. The Effect of Financial Knowledge. Financial Experience, and Locus of Control Towards Investment Decision of Non-Depository Investors. Proceedings of the 3rd Tarumanagara International Conference on the Applications of Social Sciences and Humanities (TICASH 2. , 655(Ticash 2. , 761Ae766. https://doi. org/10. 2991/assehr. Arnold. , & Randall. Work Psychology . th ed. Prentice Hall. Ayudya. , & Wibowo. The Intention to Use E-Money using Theory of Planned Behavior and Locus of Control. Jurnal Keuangan Dan Perbankan, 22. , 335Ae349. https://doi. org/10. 26905/jkdp. Chaswa. Kosamu. Kumwenda. , & Utembe. Risk perception and its influencing factors among construction workers in Malawi. Safety, 6. , 1Ae https://doi. org/10. 3390/safety6020033 Databoks. Realisasi Investasi Indonesia Naik Terus dalam 5 Tahun Terakhir. Gatti. Pizzetti. , & Seele. Green lies and their effect on intention to invest. Journal Business Research, 127(Januar. , 228Ae240. https://doi. org/10. 1016/j. Gosal. , & Tania. Analysis of Differences in the Investment Intention Characteristics Based on Gender. Primanomics: Jurnal Ekonomi & Bisnis, 20. , 64Ae73. Hartono. , & Dewantoro. Factor Analysis of MillennialAoS Stock Investment Intention in Surabaya. Is Accounting Studies Used As a Fundamental Analysis? International Journal of Accounting. Finance and Business (IJAFB), 6, 165Ae180. Ilyas. Moeljadi, & Djawahir. The effect of financial knowledge and JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 150Ae166 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 financial well-being on investment intention mediated by financial attitude. International Journal of Research in Business and Social Science . 7- 4. , 10. , 175Ae188. https://doi. org/10. 20525/ijrbs. Mahafani. Puspa. Khasanah. Wulandari. , & Andriani. Analisis Perilaku Generasi Milenial Dalam Pengambilan Keputusan Investasi Saham Di Masa Pandemi Covid-19. Journal of Multidisciplinary Studies, 5. , 121Ae McWilliams. Lennon. , & Lowery. Impact of Experience and Education on Risk Attitude and Risk Perception of Supply Chain Management Professionals. Operations Supply Chain Management, 15. , 56Ae68. https://doi. org/10. 31387/oscm0480330 Nugroho. , & Apriliana. Islamic Financial Literacy and Intention to Use Gopay in Yogyakarta: Extended Theory of Acceptance Models. International Conference on Islamic Studies and Social Sciences (ICONI. 2021, 2022(Januar. , 329Ae338. https://doi. org/10. 18502/kss. Onasie. , & Widoatmodjo. Niat Investasi Generasi Milenial Di Pasar Modal. Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan, 2. , https://doi. org/10. 24912/jmk. Putri. , & Hanggraeni. Determinants of Risky Investment Intention among Generation Y: An Evidence from Indonesia. Asian Journal of Research in Business and Management, 4. , 41Ae51. https://doi. org/10. 55057/ajrbm. Rudiwantoro. Langkah Penting Generasi Millennial Menuju Kebebasan Finansial Melalui Investasi. Jurnal Moneter, 5. , 44Ae51. Salisa. Faktor yang Mempengaruhi Minat Investasi di Pasar Modal: Pendekatan Theory of Planned Behaviour (TPB). Jurnal Akuntansi Indonesia, 9. , https://doi. org/10. 30659/jai. Sathiyamurthi. Devi. , & Nirmal Raj. Computational analysis and intelligence for mediating effect of investment knowledge on investment intention and investment behaviors. Materials Today: Proceedings, x, 1Ae5. https://doi. org/10. 1016/j. Seni. , & Ratnadi. Theory of Planned Behavior Untuk Memprediksi Niat Berinvestasi. E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana, 12, 4043. https://doi. org/10. 24843/eeb. Siegrist. Trust and Risk Perception: A Critical Review of the Literature. Risk Analysis, 41. , 480Ae490. https://doi. org/10. 1111/risa. Sulistyowati. Pengaruh Motivasi Ekstrinsik dan Prestasi Belajar Akuntansi Terhadap Minat Investasi dan Keputusan Investasi Mahasiswa FE Program Studi JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 150Ae166 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Akuntansi UNESA. Jurnal Ekonomi Pendidikan Dan Kewirausahaan, 3. , 76Ae90. https://doi. org/https://doi. org/10. 26740/jepk. Suprihandari. Prasetyo. , & Rahardjo. Cryptocurrency : Take It Or Leave It. Academia. Edu, 11. , 55Ae58. https://doi. org/10. 9790/59331102035558 Syaliha. Sutieman. Pasolo. , & Pattiasina. The Effect of Financial Literacy. Life Style. Financial Attitude and Locus of Control to Financial Management Behavior. PUBLIC POLICY (Jurnal Aplikasi Kebijakan Publik & Bisni. , 3. , 52Ae71. https://doi. org/10. 51135/publicpolicy. TheIndonesia Capital Market Institute. Financial Highlights. Widoatmodjo. , & Onasie. Gender and Millennials in Indonesian Capital Market. Proceedings of the Ninth International Conference on Entrepreneurship and Business Management (ICEBM 2. , 174(Icebm 2. , 400Ae407. https://doi. org/10. 2991/aebmr. Wieland. Kovycs. , & Savchenko. Conceptual study of the difference between the money market and the capital market. Financial Markets. Institutions and Risks, 4. , 51Ae59. https://doi. org/10. 21272/fmir. Yolanda. , & Tasman. Pengaruh Financial Literacy dan Risk Perception terhadap Keputusan Investasi Generasi Millennial Kota Padang. Jurnal Ecogen, 3. , 144. https://doi. org/10. 24036/jmpe. Yoopetch. , & Chaithanapat. The effect of financial attitude, financial behavior and subjective norm on stock investment intention. Kasetsart Journal of Social Sciences, 42. , 501Ae508. https://doi. org/10. 34044/j. Zandi. Torabi. Yu. Sivalingam. , & Khong. Factors affecting the intention of generation y in malaysia to invest for retirement. Advances Mathematics: Scientific Journal, 10. , 1485Ae1507. https://doi. org/10. 37418/amsj. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 150Ae166