Jurnal Riset Manajemen Ekonomi dan Bisnis (HEKTOCORN) Tahun 2023. Volume 4. Nomor 1. Halaman 70 - 88 Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Sebelum dan Sesudah Pendemik Covid-19 Di Perusahaan Telkomunikasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Surito* wang@gmail. STIE Mulia Singkawang. Indonesia Liza Aswati STIE Mulia Singkawang. Indonesia Rudy Lesmana STIE Mulia Singkawang. Indonesia Galih Putranto STIE Mulia Singkawang. Indonesia Elita Darmasari STIE Mulia Singkawang. Indonesia ABSTRACT The results of comparative calculations horizontally and vertically . ommon siz. of the company that has the highest total assets is PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk. PT XL Axiata Tbk is a company that has the lowest use of its obligations compared to the other two companies. PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk is a company that has the highest equity, this shows that the company is able to carry out the effectiveness of its resources. PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk has the best performance. The company succeeded in making efficiency in terms of operating expenses so that the company was able to obtain the highest net profit, while the inefficient and effective performance was PT XL Axiata Tbk, because it did not generate profits, especially in 2018 with the largest operating loss due to high operating expenses. company business. And PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk has the highest cost of goods sold. The results of the calculation of the liquidity ratio show that PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk has the highest average current ratio and total asset turnover. PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk also has the lowest debt ratio. And the highest return on investment is also owned by PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk with 9. 51 percent. This shows that the company is the most profitable in making profits compared to the other two companies. Keywords: Horizontal. Vertical (Common Siz. Current Ratio. Total Asset Turnover. Debt Ratio. Return On Investment wang@gmail. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Sebelum dan Sesudah Pendemik Covid-19 Di Perusahaan Telkomunikasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) PENDAHULUAN Pandemi virus corona pertama kali muncul ke permukaan ketika tanggal 31 Desember 2019 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerima laporan dari negara China bahwa ada wabah di Wuhan dari virus yang belum diketahui. Wabah ini meluas dengan sangat cepat ke berbagai negara dalam dua minggu kemudian sehingga menjadi pandemi global. Hingga di awal Maret Pemerintah Indonesia mengonfirmasi kasus pertama infeksi virus corona. Pada 14 Maret 2020. Indonesia telah menetapkan pandemi virus corona sebagai bencana nasional dan Indonesia memasuki masa darurat bencana non alam. Segera setelah corona diputuskan sebagai bencana nasional, pemerintah menghimbau masyarakat untuk mengisolasi diri dan mengurangi kegiatan berkumpul dan beraktivitas di luar rumah. Beberapa perusahaan juga memberikan kesempatan para pekerjanya untuk bekerja dari rumah. Semua tindakan pencegahan ini membuat perekonomian Indonesia dan bahkan ekonomi dunia melambat secara signifikan. Dengan ditetapkannya PSBB ini membuat banyaknya pelemahan sektor perekonomian salah satunya yang mengalami kontraksi paling dalam dari sembilan sektor lapangan usaha yang tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) adalah sektor transportasi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan empat mengalami pertumbuhan minus pada sektor transportasi hingga 15,04 persen sedangkan pada sektor telekomunikasi mengalami pertumbuhan paling tinggi kedua hingga 10,58 persen. Kejadian ini membuat profitabilitas perusahaan mengalami gejolak, di mana sudah menaikkan tingkat ketidakpastian pada lingkungan Perseroan beroperasi dan sudah mensugesti posisi keuangan dan hasil operasi Perseroan. Yang berbentuk laporan keuangan. Sehingga para penanam modal perlu untuk mengetahui dan menilai perusahaan Ae perusahaan mana yang dapat dijadikan objek investasi. Analisis laporan keuangan akan lebih tajam apabila dilakukan dengan standar Standar tertentu dapat berupa standar internal yang ditetapkan oleh internal perusahaan, perbandingan data historis atau membandingkan dengan angka Ae angka masa sebelumnya, dan membandingkan dengan perusahaan Sehingga analisis tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kinerja dan keuangan perusahaan. Dimana penilaian kinerja tersebut akan mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengukuran kinerja keuangan ini sangat berguna untuk membandingkan dengan perusahaan sejenis sehingga dapat dilakukan tindakan Ae tindakan yang dianggap perlu diperbaikinya. Tanpa perbandingkan kita tidak akan tahu apakah terjadi peningkatan atau sebaliknya. Hal ini tentu akan sangat berguna bagi investor dan pengguna data lain dalam mengetahui kondisi perusahaan Ae perusahaan pada kelompok industri tertentu untuk menentukan mana yang terbaik dan yang lebih menguntungkan dilihat dari perbandingan kinerja Susito. Azwati. Lesmana. Putranto. Darmasari KAJIAN LITERATUR 1 Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang disusun menurut prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Agar tidak salah dalam memakai informasi . aporan keuanga. , maka perlu untuk diketahui secara benar pengertian dari proses akuntansi atau disebut juga siklus akuntansi. Akuntansi merupakan suatu proses pencatatan, pengukuran, interpretasi, dan komunikasi data keuangan. Menurut Kieso, et al . 6: . AuAkuntansi terdiri dari tiga aktivitas yang mendasar yakni identifikasi, pencatatan dan pengkomunikasian peristiwa ekonomi sebuah organisasi kepada pihak yang berkepentingan. Perusahaan mengidentifikasi peristiwa ekonomi sesuai dengna aktivitas usahanya dan mencatat peristiwa tersebut untuk menyediakan catatan kegiatan keuangan. Pencatatan dilaksanakan secara sistematis, kronologis setiap peristiwa, dalam satuan mata uang. Akhirnya pada pengkomunikasian kumpulan informasi tersebut kepada pihak yang berkepentingan dalam sebuah bentuk laporan akuntansi atau dikenal dengan laporan keuanganAy 2 Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan sebuah catatan informasi keuangan suatu perusahaan dalam satu periode tertentu yang dapat digunakan untuk menggambarkan situasi kinerja perusahaan tersebut. Pada dasarnya laporan keuangan adalah hasil akhir dari kegiatan perusahaan yang mana dapat menggambarkan kinerja perusahaan dari perusahaan yang bersangkutan. Menurut Sutrisno . 2: . AuLaporan keuangan adalah hasil akhir dari proses akuntansi yang meliputi dua laporan utama yakni neraca dan laporan laba-rugi. Laporan keuangan disusun dengan maksud untuk menyediakan informasi keuangan suatu perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bahan pertimbangan di dalam mengambil keputusanAy. Menurut Harahap . 6: ): AuLaporan keuangan merupakan media yang paling penting untuk menilai prestasi dan kondisi ekonomis suatu perusahaanAy. 3 Komponen Ae Komponen Laporan Keuangan Kasmir . 4: . menjelaskan bahwa ada lima komponen laporan keuangan, yaitu: Neraca Laporan Laba Rugi Laporan Perubahan Modal Laporan Arus Kas Catatan Atas Laporan Keuangan 4 Tujuan Laporan Keuangan Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Sebelum dan Sesudah Pendemik Covid-19 Di Perusahaan Telkomunikasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Menururt Hery . 7: . : AuTujuan keseluruhan dari laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi yang berguna bagi investor dan kreditor dalam pengambilan keputusan investasi dan kreditAy. Menurut Prastowo . 1: . : AuLaporan keuangan disusun dengan tujuan untuk menyediakan informasi menyangkut posisi keuangan, kinerja, dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomiAy. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan dari laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi bagi pemakai informasi dalam perusahaan maupun di luar perusahaan yang pada akhirnya dari informasi tersebut yang akan menentukan pengambilan keputusan pemakai informasi. 5 Pemakai Laporan Keuangan Pemakai laporan keuangan meliputi para investor dan para calon investor, kreditur . emberi pinjama. , pemasok, pemerintah, karyawan, pelanggan dan Para pemakai laporan keuangan ini menggunakan laporan keuangan untuk memenuhi beberapa kebutuhan informasi yang berbeda. 6 Analisis Laporan Keuangan Analisis atau Analisa dapat diartikan sebagai mengidentifikasi, mengolah, menilai, mempelajari bahkan membandingkan. Jadi, analisis laporan keuangan adalah proses mengindentifikasi, menilai serta membandingkan laporan Perbandingan perbandingan semua jenis laporan keuangan tahun berjalan dengan tahuntahun sebelumnya atau di tahun yang sama dengan sektor yang berbeda. Prastowo . 1: . menjelaskan bahwa: AuAnalisis laporan keuangan merupakan suatu proses analisis terhadap laporan keuangan, dengan tujuan untuk memberikan tambahan informasi kepada para pemakai laporan keuangan untuk mengambil keputusan ekonomi, sehingga kualitas keputusan yang diambil akan menjadi lebih baikAy. 7 Tujuan Analisis Laporan Keuangan Tujuan dari adanya analisis laporan keuangan adalah untuk menilai kinerja perusahaan pada tahun berjalan, mengetahui perubahan posisi keuangan perusahaan pada periode tertentu, dan mengetahui langkah-langkah perbaikkan apa saja yang perlu dilakukan kedepan yang berkaitan dengan posisi keuangan dan kinerja perusahaan. Prastowo . 1: . menjelaskan bahwa: AuTujuan analisis laporan keuangan adalah untuk mengurangi ketergantungan para pengambil keputusan pada dugaan murni, tekanan, dan mengurangi dan mempersempit lingkup ketidakpastian yang tidak bisa dielakkan pada setiap proses pengambilan keputusanAy. Susito. Azwati. Lesmana. Putranto. Darmasari 8 Metode dan Teknik Analisis Menurut Toto . 2: . menjelaskan bahwa metode analisis ada tiga yaitu: Horizontal analysis Analisis ini membandingkan dua laporan keuangan untuk melihat selisihnya, baik rupiah maupun persentase. Vertical analysis Analisis ini untuk melihat proporsi satu pos terhadap pos yang lain. Common size analysis Analisis ini membantu pada waktu kita ingin membaca laporan keuangan dengan membandingkan proporsi pos-pos di laporan Dengan mengubah pos laporan keuangan menjadi persentase, maka ukuran perusahaan dalam aset maupun penjualan akan menjadi standar dalam bentuk persentase. 9 Analisis Common Size Menurut Kasmir . 5: . : AuCommon size adalah perbandingan dari setiap perubahan dalam pos-pos dengan total aktiva atau total pasiva atau total Dengan demikian akan terlihat suatu kenaikan atau penurunanAy. Dalam laporan common size, seluruh akun dinyatakan dalam persentase dan tidak ditunjukkan jumlah moneternya. Dalam laporan keuangan common size, total jumlah akun-akun dalam kelompok yang bersangkutan adalah 100% 10 Definisi Kinerja Keuangan Kinerja adalah kemampuan kerja yang ditunjukkan dengan hasil kerja. Kinerja perusahaan merupakan sesuatu yang dihasilkan oleh perusahaan dalam periode tertentu dengan mengacu pada standart yang ditetapkan. Kinerja perusahaan hendaknya merupakan hasil yang dapat diukur dan menggambarkan kondisi empiric suatu perusahaan dari berbagai ukuran yang Untuk mengetahui kinerja yang dicapai maka maka perlu untuk dilakukan penilaian kinerja. 11 Tahap - tahap dalam menganalisis Kinerja Keuangan Dalam menganalisiss kinerja keuangan perusahaan maka diperlukan tahapan Ae tahapan yang harus dilakukan. Antara lain : Fahmi . 1: . menjelaskan bahwa ada 5 tahap dalam menganalisiss kinerja keuangan suatu perusahaan secara umum, yaitu: Melakukan review terhadap data laporan keuangan Melakukan perhitungan Melakukan perbandingan terhadap hasil hitungan yang telah diperoleh. Melakukan pernafsiran . terhadap berbagai permasalahan yang ditemukan. Mencari dan memberikan pemecahan masalah . terhadap berbagai permasalahan yang ditemukan. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Sebelum dan Sesudah Pendemik Covid-19 Di Perusahaan Telkomunikasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) 12 Analisis Rasio Keuangan Analisis rasio keuangan merupakan suatu teknik analisis untuk mengukur kinerja perusahaan berdasarkan data perbandingan yang ditulis dalam laporan keuangan seperti laporan neraca, laba rugi, dan arus kas dalam satu periode tertentu. Analisis rasio keuangan bertujuan sebagai alat untuk menganalisa laporan keuangan dalam menilai kondisi keuangan Menurut Kasmir . 6: . : AuRasio keuangan adalah kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan. Perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dengan komponen dalam satu laporan keuangan atau antar komponen yang ada di antara laporan keuanganAy. 13 Jenis Analisis Rasio Keuangan Untuk menilai kinerja keuangan perusahaan, maka diperlukan analisis ratio yang dapat menjelaskan sekaligus menjadi dasar perbandingan yang menunjukan kondisi perusahaan. Prastowo . 1: . menjelaskan bahwa ada lima rasio keuangan, yaitu: Likuiditas, mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Solvabilitas, mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Return on investment, mengukur tingkat kembalian investasi yang telah dilakukan oleh perusahaan. Pemanfaatan aktiva, mengukur efisiensi dan efektivitas pemanfaatan setiap aktiva yang dimiliki perusahaan. Kinerja operasi yang mengukur efisiensi operasi perusahaan. METODA PENELITIAN 1 Metode dan Jenis Penelitian yang digunakan Dalam penelitian ini digunakan jenis penelitian deskriptif dan komparatif. Menurut Suryabrata . 4: . : AuPenelitian deskriptif adalah penelitian yang digunakan untuk membuat pencandraan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentuAy. Menurut Dantes . 2: . : AuPenelitian deskriptif adalah suatu penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu fenomena/peristiwa secara sistematis sesuai dengan apa adanyaAy. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha untuk menggambarkan suatu kasus, peristiwa atau kejadian yang terjadi dengan sesuai fakta yang ada. Susito. Azwati. Lesmana. Putranto. Darmasari Menurut Nazir . 4: . : AuPenelitian komparatif merupakan penelitian yang mencari jawaban mendasar tentang suatu sebeb akibat, dengan cara menganalisiss faktor penyebab terjadinyaAy. Dari pengertian di atas sudah sangat jelas bahwa penelitian komparatif merupakan penelitian yang meneliti tentang sebab akibat suatu fenomena atau peristiwa terjadi. 2 Metode Pengumpulan Data dan Teknik Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi yaitu dengan cara mencatat data dari laporan-laporan, catatancatatan, arsip-arsip yang ada di berbagai sumber situs BEI (Bursa Efek Indonesi. dan sumber-sumber lain yang relevan. Menurut Bungin . 1: . : AuMetode dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk menelusuri data historisAy. Menurut Sugiyono . 5: . AuMetode dokumentasi adalah suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsip, dokumen, tulisan angka dan gambar yang berupa laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitianAy. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder adalah data primer yang telah diolah oleh pihak primer atau pihak lain. Menurut Bungin . 1: . : AuData sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder dari data yang kita butuhkanAy. 3 Populasi Dan Sampel Penelitian 1 Populasi Menurut Sugiyono . : AuPopulasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannyaAy. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan sektor telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2020, yaitu sebanyak 6 . 2 Sampel Menurut Sugiyono . : AuPengertian sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebutAy. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan dari 2 . perusahaan berdasarkan metode judgment sampling selama 4 . tahun yang bergerak di sektor telekomunikasi, yaitu PT XL Axiata Tbk, dan PT Indosat Tbk. 4 Teknik Analisis Data Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Sebelum dan Sesudah Pendemik Covid-19 Di Perusahaan Telkomunikasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Sesuai dengan tujuan yang dibahas, maka metode yang digunakan dalam penilaian kinerja keuangan adalah metode vertikal dengan menggunakan teknik analisis Common Size. Analisis Common Size dilakukan dengan cara mengubah angka-angka yang ada dalam neraca dan laporan laba rugi menjadi persentase berdasarkan angka tertentu. Untuk angka-angka dalam neraca, angka dasar (Common Siz. -nya adalah total aktiva. Dalam hal ini, total aktiva dianggap memiliki angka dasar 100 persen, sedangkan untuk laporan laba rugi, maka yang digunakan sebagai angka dasar yang bernilai 100 persen adalah penjualan. Prastowo . 1: 70-. menjelaskan bahwa cara menghitung Common Size adalah sebagai berikut: Ratio aktiva lancar terhadap total aktiva ycycycoycoycaEa ycaycoycycnycyca ycoycaycuycaycayc y 100 ycyyceycycyceycu ycycuycycayco ycaycoycycnycyca Ratio aktiva tetap terhadap total aktiva ycaycoycycnycyca ycyceycycaycy y 100 ycyyceycycyceycu ycycuycycayco ycaycoycycnycyca Ratio hutang lancar terhadap total hutang dan modal Eaycycycaycuyci ycoycaycuycaycayc y 100 ycyyceycycyceycu ycycuycycayco Eaycycycaycuyci yccycaycu ycoycuyccycayco Ratio hutang jangka panjang terhadap total hutang dan modal Eaycycycaycuyci ycycaycuyciycoyca ycyycaycuycycaycuyci y 100 ycyyceycycyceycu ycycuycycayco Eaycycycaycuyci yccycaycu ycoycuyccycayco Ratio modal terhadap total hutang dan modal ycoycuyccycayco y 100 ycyyceycycyceycu ycycuycycayco Eaycycycaycuyci yccycaycu ycoycuyccycayco Prostowo . 1: 84-. menjelaskan bahwa cara menghitung rasio sebagai berikut: Current Ratio Aktiva Lancar Utang Lancar Total Asset Turnover Penjualan Total Aset Debt Ratio Susito. Azwati. Lesmana. Putranto. Darmasari Total Hutang Total Aset Return On Investment Laba Bersih Total Aset HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1 Analisis Kinerja Keuangan dengan Metode Komparatif dan Common Size 1 PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk. TABEL 1. KOMPONEN NERACA PADA PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK TAHUN 2016 SAMPAI DENGAN 2020 (DALAM JUTAAN RUPIAH) Dalam Jutaan Rupiah Keterangan Aset Lancar Aset Tidak Lancar Total Aset Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Ekuitas Total Kewajiban dan Ekuitas Sumber: PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk. Data Olahan 2021 TABEL 2. NERACA PERBANDINGAN PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK TAHUN 2017 SAMPAI DENGAN 2020 (DALAM JUTAAN RUPIAH) Keterangan Aset Lancar Aset Tidak Lancar Total Aset Perubahan (R. Perubahan (%) . Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Sebelum dan Sesudah Pendemik Covid-19 Di Perusahaan Telkomunikasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Ekuitas Total Kewajiban dan Ekuitas . Sumber: PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk. Data Olahan 2021 Berdasarkan neraca perbandingan pada Tabel 2 dapat dilihat perubahan pada masing-masing pos neraca tahun 2017 sampai 2020. Aset lancar PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk pada tahun 2017 sampai tahun 2019 mengalami penurunan, dan hingga 2020 baru mengalami peningkatan. Pada tahun 2017 turun sebesar Rp140. 000 juta atau 0. 29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2018 turun sebesar Rp4. 000 juta atau 9. 03 persen. Dan tahun 2019 turun sebesar Rp1. 000 juta atau 3. 57 persen. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh adanya penurunan kas dan piutang. Dan tahun 2020 naik sebesar Rp4. 000 juta atau 11. 46 persen. Hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan kas dan peningkatan persediaan. Aset tidak lancar perusahaan pada tahun 2017 naik sebesar Rp19. juta atau 14. 41 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2018 naik sebesar Rp12. 000 juta atau 7. 95 persen, kemudian tahun 2019 naik sebesar Rp16. 000 juta atau 10. 16 persen, dan pada tahun 2020 naik sebesar Rp20. 000 juta atau 11. 67 persen. Kenaikan aset tidak lancar perusahaan yang terus meningkat dari tahun ke tahun terutama disebabkan oleh meningkatanya aset tetap dan penyertaan jangka panjang. Kewajiban lancar perusahaan pada tahun 2017 naik sebesar Rp5. 000 juta 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2018 naik sebesar Rp885. 000 juta atau 1. 95 persen, kemudian tahun 2019 naik sebesar Rp12. 000 juta atau 26. 17 persen, dan pada tahun 2020 naik sebesar Rp10. 000 juta atau 18. 37 persen. Kenaikan kewajiban lancar perusahaan yang terus meningkat dari tahun ke tahun terutama disebabkan oleh meningkatanya utang bank jangka pendek dan peningkatan beban yang masih harus dibayar. Kewajiban tidak lancar perusahaan pada tahun 2017 naik sebesar Rp6. 000 juta atau 19. 45 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2018 naik sebesar Rp1. 000 juta atau 4. 04 persen, kemudian tahun 2019 naik sebesar Rp2. 000 juta atau 6. 94 persen, dan pada tahun 2020 naik sebesar Rp11. 000 juta atau 24. 94 persen. Kenaikan kewajiban tidak lancar perusahaan yang terus meningkat dari tahun ke tahun terutama disebabkan oleh meningkatanya pinjaman jangka panjang dan liabilitas diestimasi. Ekuitas perusahaan tahun 2017 mengalami kenaikan sebesar Rp6. juta atau 6. 24 persen, dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2018 naik sebesar Rp5. 000 juta atau 4. 61 persen. Kenaikan ini terutama disebabkan meningkatanya saldo laba ditahan. Kemudian tahun 2019 mengalami penurunan sebesar Rp53. 000 juta atau 0. 05 persen. Hal ini disebabkan oleh penurunan Susito. Azwati. Lesmana. Putranto. Darmasari kepentingan non pengendali. Dan pada tahun 2020 naik sebesar Rp3. 000 juta 10 persen. Hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan laba perusahaan. TABEL 3. KOMPONEN LABA RUGI PADA PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK TAHUN 2016 SAMPAI DENGAN 2020 (DALAM JUTAAN RUPIAH) Keterangan Dalam Jutaan Rupiah Pendapatan 116. Beban Pokok Penjualan Laba Bersih Sumber: PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk. Data Olahan 2021 TABEL 4. LAPORAN LABA RUGI PERBANDINGAN PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK TAHUN 2017 SAMPAI DENGAN 2020 (DALAM JUTAAN RUPIAH) Perubahan (R. Keterangan Pendapatan Beban Pokok Penjualan Laba Bersih Perubahan (%) . Sumber: PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk. Data Olahan 2021 Berdasarkan laporan laba rugi perbandingan PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk pada Tabel 4 dapat dilihat perubahan pada masing-masing pos laba rugi antara tahun 2017 sampai tahun 2020. Pendapatan perusahaan dari tahun ke tahun mengalami Pada tahun 2017 pendapatan mengalami peningkatan sebesar Rp11. 000 juta atau 10. 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya, tahun 2018 naik sebesar Rp2. 000 juta atau 1. 97 persen, kemudian tahun 2019 naik sebesar Rp4. 000 juta atau 3. 66 persen, dan pada tahun 2020 naik sebesar Rp895. juta atau 0. 66 persen. Kenaikan pendapatan tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan pendapatan data, internet dan jasa teknologi informatika. Kenaikan pendapatan tertinggi yaitu pada tahun 2017 dan paling rendah yaitu pada tahun 2020. Beban pokok penjualan PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk pada tahun 2017 sampai tahun 2019 mengalami peningkatan. Pada tahun 2017 naik sebesar Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Sebelum dan Sesudah Pendemik Covid-19 Di Perusahaan Telkomunikasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rp6. 000 juta atau 7. 97 persen, tahun 2018 naik sebesar Rp8. 000 juta atau 60 persen, kemudian tahun 2019 naik sebesar Rp904. 000 juta atau 0. 97 persen. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh beban usaha. Dan pada tahun 2020 mengalami penurunan sebesar Rp639. 000 juta atau 0. 68 persen, hal ini disebabkan oleh penurunan beban usaha dan beban lainnya. Kenaikan beban pokok penjualan tertinggi yaitu pada tahun 2018, dan penurunan terendah yaitu pada tahun 2020. Laba bersih perusahaan PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk pada tahun 2017 mengalami kenaikan sebesar Rp2. 000 juta atau 14. 43 persen. Tahun 2018 mengalami penurunan sebesar Rp4. 000 juta atau 18. 57 persen, penurunan ini terutama disebabkan oleh adanya peningkatan beban operasional, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi yang tinggi. Kemudian tahun 2019 naik sebesar Rp631. 000 juta 50 persen. Dan pada tahun 2020 naik sebesar Rp2. 000 juta atau 11. Hal ini disebabkan oleh peningkatan pendapatan data dan tingginya penambahan pelangan Indihome. Kenaikan laba bersih teringgi yaitu pada tahun 2017 sebesar Rp2. 000 juta atau 14. 43 persen, dan penurunan terendah adalah pada tahun 2018 sebesar Rp4. 000 juta atau 18. 57 persen. 2 PT Indosat Tbk TABEL 5. KOMPONEN NERACA PADA PT INDOSAT TBK TAHUN 2016 SAMPAI DENGAN 2020 (DALAM JUTAAN RUPIAH) Dalam Jutaan Rupiah Keterangan Aset Lancar Aset Tidak Lancar Total Aset Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Ekuitas Total Kewajiban dan Ekuitas Sumber: PT Indosat Tbk. Data Olahan 2021 TABEL 6. NERACA PERBANDINGAN PT INDOSAT TBK TAHUN 2017 SAMPAI DENGAN 2020 (DALAM JUTAAN RUPIAH) Keterangan Perubahan (R. Perubahan (%) Aset Lancar Aset Tidak Lancar Total Aset Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Ekuitas Total Kewajiban dan Ekuitas Susito. Azwati. Lesmana. Putranto. Darmasari . Sumber: PT Indosat Tbk. Data Olahan 2021 Berdasarkan neraca perbandingan pada Tabel 6 dapat dilihat perubahan pada masing Ae masing pos neraca tahun 2017 sampai tahun 2020. Aset lancar PT Indosat Tbk pada tahun 2017 sampai tahun 2020 mengalami kenaikan dan penurunan. Pada tahun 2017 naik sebesar Rp1. 790 juta atau 17. 41 persen dibandingkan tahun Hal ini disebabkan oleh adanya kenaikan piutang usaha dari pihak Tahun 2018 turun sebesar Rp1. 746 juta atau 16. 59 persen. Hal ini disebabkan oleh adanya penurunan piutang usaha dari pihak ketiga. Kemudian tahun 2019 naik sebesar Rp4. 270 juta atau 57. 40 persen. Hal ini disebabkan oleh adanya kenaikan kas dari penjualan tower. Dan pada tahun 2020 turun sebesar Rp2. 844 juta atau 22. 90 persen. Hal ini disebabkan oleh adanya penurunan kas dan setara kas. Aset tidak lancar perusahaan pada tahun 2017 mengalami penurunan sebesar Rp1. 454 juta atau 3. 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan rendahnya penambahan aset tetap. Tahun 2018 sampai tahun 2020 mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2018 naik sebesar Rp4. 293 juta atau 84 persen, kemudian tahun 2019 naik sebesar Rp5. 143 juta atau 11. 35 persen, dan tahun 2020 naik sebesar Rp2. 584 juta atau 5. 59 persen. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya aset tetap. Kewajiban lancar perusahaan pada tahun 2017 mengalami penurunan sebesar Rp2. 135 juta atau 15. 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan penurunan utang pengadaan. Tahun 2018 sampai tahun 2020 mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2018 naik sebesar Rp4. 908 juta atau 88 persen, kemudain tahun 2019 naik sebesar Rp1. 075 juta atau 5. 18 persen, dan tahun 2020 naik sebesar Rp528. 654 juta atau 2. 39 persen. Hal ini disebabkan oleh peningkatan utang pengadaan. Kewajiban tidak lancar perusahaan pada tahun 2017 naik sebesar Rp2. juta atau 11. 78 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2018 naik sebesar Rp317. 926 juta atau 1. 62 persen, kemudian tahun 2019 naik sebesar Rp7. juta atau 35. 13 persen dan pada tahun 2020 naik sebesar Rp230. 883 juta atau 0. Kenaikan kewajiban tidak lancar perusahaan yang terus meningkat dari tahun ke tahun disebabkan oleh meningkatnya pinjaman jangka panjang dan penambahan Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Sebelum dan Sesudah Pendemik Covid-19 Di Perusahaan Telkomunikasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Ekuitas perusahaan pada tahun 2017 naik sebesar Rp638. 415 juta atau 4. persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya saldo laba perusahaan. Tahun 2018 turun sebesar Rp2. 287 juta atau 18. 08 persen, hal ini disebabkan oleh penurunan saldo laba perusahaan. Kemudian tahun 2019 naik sebesar Rp1. 946 juta atau 12. 94 persen, hal ini disebabkan oleh penambahan saldo dari penjualan menara. Dan pada tahun 2020 turun sebesar Rp793. 797 juta 79 persen. Hal ini disebabkan oleh penurunan saldo laba perusahaan. TABEL 7. KOMPONEN LABA RUGI PADA PT INDOSAT TBK TAHUN 2016 SAMPAI DENGAN 2020 (DALAM JUTAAN RUPIAH) Keterangan Dalam Jutaan Rupiah Pendapatan 29. Beban Pokok Penjualan 783 . Laba Bersih Sumber: PT Indosat Tbk. Data Olahan 2021 TABEL 8. LAPORAN LABA RUGI PERBANDINGAN PT INDOSAT TBK TAHUN 2017 SAMPAI DENGAN 2020 (DALAM JUTAAN RUPIAH) Keterangan Pendapatan Beban Pokok Penjualan Laba Bersih Perubahan (R. Perubahan (%) . Sumber: PT Indosat Tbk. Data Olahan 2021 Berdasarkan laporan laba rugi perbandingan PT Indosat Tbk pada Tabel 3. 8 dapat dilihat perubahan pada masing-masing pos laba rugi antara tahun 2017 sampai tahun Pendapatan perusahaan pada tahun 2017 mengalami kenaikan sebesar Rp741. 474 juta atau 2. 54 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2018 mengalami penurunan sebesar Rp6. 547 juta atau 22. 68 persen. Hal ini disebabkan oleh sentimen negatif dari kebijakan registrasi kartu sim yang harus sesuai identitas pengguna dan biaya pemasaran yang tinggi. Kemudian tahun 2019 naik sebesar Rp2. 982 juta atau 12. 87 persen. Dan tahun 2020 naik sebesar Rp1. 128 juta atau 6. 92 persen. Kenaikan pendapatan ini disebabkan oleh peningkatan permintaan produk yang tumbuh setiap tahunnya. Kenaikan tertinggi pada pendapatan yaitu pada tahun 2019. Beban pokok penjualan perusahaan pada tahun 2017 naik sebesar Rp649. juta atau 2. 57 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2018 dan 2019 Susito. Azwati. Lesmana. Putranto. Darmasari beban perusahaan mengalami penurunan. Pada tahun 2018 turun sebesar Rp2. 251 juta atau 8. 84 persen. Kemudian tahun 2019 turun sebesar Rp1. juta atau 7. 27 persen. Hal ini disebabkan oleh penurunan beban operasi perusahaan. Dan pada tahun 2020 naik sebesar Rp3. 120 juta atau 16. 62 persen. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya beban operasi perusahan. Kenaikan tertinggi pada beban pokok penjualan yaitu pada tahun 2020, sedangkan penurunan terendah pada beban pokok penjualan adalah 2018. Laba bersih perusahaan pada tahun 2017 naik sebesar Rp30. 741 juta atau 2. persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2018 turun sebesar Rp3. juta atau 311. 65 persen. Hal ini disebabkan oleh penurunan pendapatan perusahaan akibat dari sentimen negatif dari kebijakan registrasi kartu sim yang harus sesuai identitas pengguna. Kemudian tahun 2019 naik sebesar Rp3. 834 juta atau 165. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya keuntungan dari jual dan sewa balik menara perusahaan. Dan pada tahun 2020 turun sebesar Rp2. 710 juta atau 68 persen. Hal ini disebabkan oleh tingginya beban perusahaan. Kenaikan laba bersih tertinggi yaitu pada tahun 2019. 3 PT XL Axiata Tbk TABEL 9. KOMPONEN NERACA PADA PT XL AXIATA TBK TAHUN 2016 SAMPAI DENGAN 2020 (DALAM JUTAAN RUPIAH) Dalam Jutaan Rupiah Keterangan Aset Lancar Aset Tidak Lancar Total Aset Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar 21. Ekuitas Total Kewajiban dan Ekuitas Sumber: PT XL Axiata Tbk. Data Olahan 2021 TABEL 10. NERACA PERBANDINGAN PT XL AXIATA TBK TAHUN 2017 SAMPAI DENGAN 2020 (DALAM JUTAAN RUPIAH) Keterangan Aset Lancar Perubahan (R. Perubahan (%) . Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Sebelum dan Sesudah Pendemik Covid-19 Di Perusahaan Telkomunikasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Aset Tidak Lancar Total Aset Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Ekuitas Total Kewajiban dan Ekuitas . Sumber: PT XL Axiata Tbk. Data Olahan 2021 Berdasarkan neraca perbandingan pada Tabel 10 dapat dilihat perubahan pada masing-masing pos neraca tahun 2017 sampai tahun 2020. Aset lancar PT XL Axiata Tbk dari tahun 2017 sampai tahun 2020 mengalami kenaikan. Meskipun di tahun 2018 PT XL Axiata mengalami penurunan di pos aset lancar. Akan tetapi penurunan ini dapat di tutupi dengan kenaikan aset lancar di tahun 2019 dan tahun 2020. Pada tahun 2017 naik sebesar Rp373. 879 juta atau sebesar 5. 49 persen dibandingkan tahun sebelumnya, hal ini disebabkan oleh membaiknya arus kas perseroan sepanjang tahun 2017. Pada tahun 2018 terjadi penurunan sebasar Rp122. 090 juta 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya, hal ini disebabkan penurunan total kas dan setara kas. Pada tahun 2019 naik sebesar Rp86. 821 juta atau 1. persen dibandingkan tahun sebelumnya, hal ini dikarenakan adanya kenaikan kas dan piutang. Dan pada tahun 2020 naik sebesar Rp425. 156 juta atau 5. 95 persen dibandingkan tahun sebelumnya, hal ini disebabkan oleh peningkatan kas, persediaan, dan piutang. Aset tidak lancar perusahaan mengalami kenaikan pada tahun 2017 sebesar Rp1. 276 juta atau 2. 19 persen. Pada tahun 2018 naik sebesar Rp1. 603 juta 88 persen. Tahun 2019 naik sebesar Rp5. 197 juta atau 9. 94 persen, kemudian tahun 2020 naik sebesar Rp4. 507 juta atau 8. 27 persen. Hal ini masing-masing disebabkan oleh adanya penambahan aset tetap. Jumlah aset secara keseluruhan tertinggi pada tahun 2019 yaitu sebesar Rp5. 018 juta atau 8. persen dibandingkan tahun-tahun lainnya. Kewajiban lancar perusahaan tahun 2017 mengalami kenaikan sebesar Rp749. juta atau 5. 18 persen, hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan utang usaha dan pinjaman jangka pendek. Tahun 2018 naik sebesar Rp506. 778 juta atau 3. 33 persen, hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan utang usaha dan liabilitas jangka pendek Tahun 2019 naik sebesar Rp5. 146 juta atau 35. 34 persen, peningkatan pesat ini disebabkan oleh adanya peningkatan utang usaha untuk perseroan membesarkan bisnis layanan data yang memang memerlukan pendanaan yang cukup Kemudian tahun 2020 mengalami penurunan sebesar Rp2. 970 juta atau 44 persen, hal ini disebabkan oleh berkurangnya utang usaha dan sukuk ijarah. Susito. Azwati. Lesmana. Putranto. Darmasari Kewajiban tidak lancar perusahaan tahun 2017 mengalami kenaikan sebesar Rp253. 972 juta atau 1. 32 persen, hal ini disebabkan oleh naiknya liabilitas sewa dan sukuk ijarah. Tahun 2018 naik sebesar Rp4. 487 juta atau 20. 93 persen, peningkatan pesat ini terutama disebabkan oleh naiknya liabilitas sewa yang dilakukan perseroan dengan mitranya. Tahun 2019 mengalami penurunan sebesar Rp1. 307 juta atau 5. 21 persen, hal ini disebabkan oleh berkurangnya pinjaman jangka Panjang. Kemudian tahun 2020 mengalami peningkatan signifikan tertinggi sebesar Rp7. 572 juta atau 33. 34 persen, hal ini disebabkan oleh naiknya liabilitas sewa dan utang usaha. Ekuitas perusahaan tahun 2017 mengalami kenaikan sebesar Rp421. 705 juta atau 99 persen, peningkatan ini disebabkan oleh penambahan modal. Tahun 2018 mengalami penurunan signifikan sebesar Rp3. 752 juta atau 15. 20 persen, hal ini disebabkan oleh berkurangnya saldo laba. Tahun 2019 mengalami peningkatan sebesar Rp555. 795 juta atau 3. 03 persen, peningkatan ini disebabkan oleh penambahan modal serta kenaikan saldo laba. Dan tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp15. 119 juta atau 0. 08 persen, hal ini disebabkan oleh penambahan modal serta peningkatan saldo laba. TABEL 11. KOMPONEN LABA RUGI PADA PT XL AXIATA TBK TAHUN 2016 SAMPAI DENGAN 2020 (DALAM JUTAAN RUPIAH) Keterangan Dalam Jutaan Rupiah Pendapatan 21. Beban Pokok Penjualan . Laba Bersih Sumber: PT XL Axiata Tbk. Data Olahan 2021 TABEL 12. LAPORAN LABA RUGI PERBANDINGAN PT XL AXIATA TBK TAHUN 2017 SAMPAI DENGAN 2020 (DALAM JUTAAN RUPIAH) Keterangan Pendapatan Beban Pokok Penjualan Laba Bersih Perubahan (R. Perubahan (%) . Sumber: PT XL Axiata Tbk. Data Olahan 2021 Berdasarkan laporan laba rugi perbandingan PT XL Axiata Tbk pada Tabel 12 dapat dilihat perubahan pada masing Ae masing pos laba rugi antara tahun 2017 Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Sebelum dan Sesudah Pendemik Covid-19 Di Perusahaan Telkomunikasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pendapatan perusahaan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pada tahun 2017 pendapatan mengalami peningkatan sebesar Rp1. 237 juta atau 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya, tahun 2018 naik sebesar Rp63. 150 juta 28 persen, kemudian tahun 2019 naik sebesar Rp2. 816 juta atau 9. persen dan tahun 2020 naik sebesar Rp876. 467 juta atau 3. 49 persen. Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan pendapatan data dan pendapatan dari jasa telekomunikasi. Kenaikan pendapatan tertinggi yaitu pada tahun 2019. Beban pokok penjualan PT XL Axiata Tbk pada tahun 2017 mengalami kenaikan sebesar Rp1. 850 juta atau 7. 95 persen dibandingkan tahun sebelumnya, tahun 2018 naik sebesar Rp4. 790 juta atau 21. 18 persen, kemudian tahun 2019 mengalami penurunan sebesar Rp3. 052 juta atau 14. 98 persen, hal ini disebabkan oleh berkurangnya beban infrastruktur. Dan pada tahun 2020 naik sebesar Rp1. 871 juta atau 6. 95 persen. Kenaikan beban pokok penjualan disebabkan oleh kenaikan beban penyusutan. Kenaikan beban pokok penjualan tertinggi yaitu pada tahun 2018. SIMPULAN Dari analisis laporan keuangan komparatif dan common size, berikut adalah kesimpulan hasil perbandingan kinerja tiga perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di BEI selama kurun waktu 5 . tahun, yaitu dari tahun 2016 sampai dengan Dilihat dari total aset perusahaan, perusahaan yang memiliki jumlah aset yang paling tinggi adalah PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk dibandingkan kedua perusahaan lainnya. PT Indosat Tbk merupakan perusahaan yang memiliki aset Dilihat dari jumlah penggunaan kewajiban PT Indosat Tbk merupakan perusahaan yang paling rendah penggunaan kewajibannya dibandingkan kedua perusahaan PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk memiliki jumlah kewajiban yang paling tinggi, dimana kewajiban tertingginya adalah pada tahun 2020 yang terutama disebabkan oleh meningkatnya utang bank dan peningkatan beban. PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk merupakan perusahaan yang memiliki ekuitas yang paling tinggi dibandingkan kedua perusahaan lainnya, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu melakukan efektivitas sumber-sumber daya yang Kinerja yang terbaik dimiliki oleh PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk. Perusahaan tersebut berhasil melakukan efisiensi dalam hal beban usahanya sehingga perusahaan mampu memperoleh laba bersih yang paling tinggi, sedangkan kinerja yang tidak efisien dan efektif adalah PT XL Axiata Tbk, karena mengalami minus laba, terutama pada tahun 2018 dengan mengalami rugi usaha yang disebabkan oleh tingginya beban usaha perusahaan. PT Indosat Tbk memiliki beban pokok penjualan yang tinggi sehingga menyebabkan laba bersih yang diperoleh perusahaan tidak terlalu besar. Susito. Azwati. Lesmana. Putranto. Darmasari SARAN Beberapa saran yang dapat diberikan untuk perbaikan atau peningkatan kinerja lebih lanjut pada ketiga perusahaan telekomunikasi yang telah dianalisis adalah sebagai berikut: 1 PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk Perusahaan disarankan untuk mempertahankan pelayanan yang sudah baik, menciptakan produk baru yang sesuai dengan perubahan zaman untuk dapat meningkatkan penjualan perusahaan dan mempertahankan keunggalan dari kompetitor. 2 Untuk PT Indosat Tbk Perusahaan diharapkan tidak hanya memperluas pemasaran tapi juga dengan keluasan jangkauan pelayanan jaringan. Dan untuk meningkatkan laba peruahaan dapat membuka produk baru dan pelayanan baru bagi masyarakat 3 Untuk PT XL Axiata Tbk Perusahaan diharapkan dapat meningkatkan pemasaran produk dan keluasan jangkauan pelayanan agar dapat meningkatkan laba yang optimal, selain itu perusahaan diharapkan dapat lebih memanfaat aset yang telah ada dari pada menjual aset telah ada. Untuk perusahaan sektor telekomunikasi diharapkan dapat melakukan inovasi produk-produk baru yang sesuai dengan situasi pandemi antara paket pembelajaran daring dan sebagainya. DAFTAR PUSTAKA