JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 1212-1222 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah EFEKTIVITAS MEDIA KOMIK STRIP DIGITAL INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN MEMBACA PEMAHAMAN LITERAL BAGI ANAK KESULITAN MEMBACA Rifdah Zhafirah1. Marlina2. Damri3. Asep Ahmad Sopandi4. Endang Sri Handayani5. Zulmiyetri6. Johandri Taufan7. Gaby Arnez8 1,2,3,4,5,6,7,8 Universitas Negeri Padang. Indonesia Email: rifdahzhafirah25@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 23 July 2025 Final Revised: 11 August 2025 Accepted: 16 August 2025 Published: 29 September 2025 Keywords: Children With Reading Difficultie Literal Reading Comprehension Interactive Digital Comic Strip Media ABSTRAK The problem underlying this research is that many students are still unable to understand the reading they read. So, with the child's inability to read literal comprehension affects the child's learning outcomes. The purpose of this study was to determine the effectiveness of interactive digital comic strip media to improve literal reading comprehension for children with reading difficulties. The study was conducted using an experimental research type in the form of a single subject study with an A-BA design. The data analysis technique was in the form of visual graphics and the research instruments were in the form of oral and written tests. Where in the baseline data collection (A) is the child's initial ability to read literal comprehension. Intervention (B) is the ability to read literal comprehension when the treatment was given, and the second baseline data (A. is the child's ability to read literal comprehension when the treatment was withdrawn. The results of the study showed that there was a significant increase in the ability to read literal comprehension after being given treatment in the form of interactive digital comic strip media. This shows that interactive digital comic strip media is effective for use in learning literal reading comprehension for children who have reading difficulties. ABSTRAK Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih banyak siswa yang belum mampu memahami bacaan yang dibacanya. Jadi dengan ketidakmampuan anak dalam membaca pemahaman literal berpengaruh kepada hasil belajar anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas media komik strip digital interaktif untuk meningkatkan membaca pemahaman literal bagi anak berkesulitan membaca. Penelitian dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian eksperimen berupa studi subjek tunggal dengan desain A-B-A. Teknik analisis datanya berbentuk visual grafik serta instrumen penelitiannya berbentuk tes lisan dan tes tulis. Dimana pada pengambilan data baseline (A) yaitu kemampuan awal membaca pemahaman literal anak. Intervensi (B) yaitu kemampuan membaca pemahaman literal pada saat perlakuan diberikan, serta data baseline ke-2 (A. yaitu kemampuan membaca pemahaman literal anak pada saat perlakuan ditarik. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan membaca pemahaman literal secara signifikan setelah diberikan perlakuan berupa media komik strip digital Hal ini menunjukkan bahwa media komik strip digital interaktif efektif digunakan dalam pembelajaran membaca pemahaman literal untuk anak yang mengalami kesulitan Kata kunci: Anak Kesulitan Membaca. Membaca Pemahaman Literal. Media Komik Strip Digital Interaktif. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Efektivitas Media Komik Strip Digital Interaktif Untuk Meningkatkan Membaca Pemahaman Literal Bagi Anak Kesulitan Membaca PENDAHULUAN Kesulitan membaca merupakan salah satu permasalahan mendasar dalam pendidikan dasar yang memengaruhi kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran secara kesulitan membaca dapat terjadi pada berbagai aspek, seperti pengenalan huruf, penguasaan kosa kata, kelancaran membaca, dan terutama pada kemampuan memahami isi bacaan. Kesulitan ini dapat menghambat siswa dalam menangkap informasi penting dari teks yang dibaca, yang pada akhirnya berdampak pada pencapaian hasil belajar (Marlina, 2. Ketidakmampuan anak dalam membaca harus mendapat perhatian khusus dari guru dan orang tua, karena dapat berdampak pada pembelajaran (Damri, 2. Jadi dengan ketidakmampuan anak dalam membaca, tentu hasil belajar anak rendah atau tidak mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP). Anak-anak yang mengalami kesulitan membaca seringkali merasa putus asa dan kehilangan ketertarikan terhadap kegiatan Oleh sebab itu, diperlukan metode yang kreatif untuk mendukung mereka dalam mengatasi hambatan ini (Mardika, 2. Pada saat sekarang ini banyak terdapat anak-anak yang mengalami hambatan dalam memahami bacaan. Walaupun anak sudah bisa dan lancar dalam membaca tapi anak kurang mengerti dengan bacaan yang baru saja dibacanya. Kurang pahamnya anak dengan isi bacaan membuat anak tidak dapat menjawab pertanyaan yang diminta pada sebuah bacaan (Pratama, 2. Kemampuan membaca pemahaman merupakan salah satu dasar kemampuan berbahasa dan bersastra Indonesia, yang harusnya dicapai dalam jenjang pendidikan, termasuk di jenjang pendidikan sekolah dasar. Tidak hanya bagi pengajaran Bahasa Indonesia itu sendiri, kemampuan membaca pemahaman juga menjadi dasar dalam pengajaran mata pelajaran yang laian, tapi pada kenyataannya di lapangan, masih menemui beberapa kesulitan yang menyebabkan membaca pemahaman masih kurang dikuasai (Sarika et al. , 2. Dalam menyelesaikan tugas dan soal ujianpun anak akan mengalami hambatan sehingga jawaban anak tidak sesuai dengan yang diharapkan akhirnya nilai anak rendah. Sebagai akibat lain dari kurangnya memahami bacaan dapat pula mempengaruhi dalam kehidupan sehari-hari anak tidak mengerti perintah baik yang ditulis maupun yang diucapkan secara lisan sehingga dapat merugikan diri sendiri dan orang lain (Suswita & Marlina, 2. Proses pembelajaran membaca khususnya pada membaca pemahaman, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan memahami bacaan teks. Kesulitan membaca pemahaman sering dialami oleh siswa yang masih duduk di bangku sekolah, terutama di bangku sekolah Pada umumnya kesulitan membaca terjadi pada kelas rendah, tetapi hal ini masih ditemui di kelas tinggi. Serta masih banyak siswa SD/MI kelas tinggi yang mengalami kegiatan membacanya rendah. Siswa yang tidak mampu memahami bacaan dengan benar akan mengalami kesulitan dalam memahami bacaan serta mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru (Tusfiana & Tryanasari, 2. Pada awalnya, membaca pemahaman merupakan kelanjutan dari membaca permulaan, jika membaca permulaan telah dilewati dengan baik, orang akan dituntun ketahap selanjutnya yaitu tahap membaca pemahaman (Budiarti & Haryanto, 2. Dalam membaca pemahaman orang tidak lagi dituntut untuk menghafal maupun merangkai huruf tetapi orang dituntut unuk memahami isi dari bacaan yang di baca. Membaca pemahaman, suatu kegiatan dimana seseorang memahami isi bacaan, dan dibatasi pada pertanyan tentang apa, mengapa, bagaimana, dan menarik kesimpulan berdasarkan dari suatu bacaan (Aulia, 2. Kemampuan pemahaman yang dimiliki seseorang bukanlah kemampuan yang Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Efektivitas Media Komik Strip Digital Interaktif Untuk Meningkatkan Membaca Pemahaman Literal Bagi Anak Kesulitan Membaca diturunkan dari generasi ke generasi, melainkan hasil dari proses belajar dan adanya latihan yang tekun. Membaca pemahaman juga disebut memahami makna tersurat dan kegiatan membaca yang dilakukan untuk menangkap pokok pikiran yang mendalam sehingga pembaca memliki kepuasan tersendiri setelah membaca (Suryani et al. , 2. Menurut Kusman kemampuan membaca pemahaman merupakan kegiatan membaca yang dilakukan secara seksama dan teliti oleh pembaca untuk mengasah kemampuan membaca secara kritis dengan tujuan memahami bacaan secara rinci (Prihatsanti et al. , 2. Rendahnya pemahaman materi pembelajaran bagi anak kesulitan membaca umumnya disebabkan oleh rendahnya kemampuan membaca mereka, sehingga siswa akan kesulitan berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran, terutama kegiatan membaca (Afrianti & Marlina, 2. Ketika kemampuan membaca siswa rendah, pemahaman siswa terhadap isi bacaan juga rendah. Rendahnya kemampuan membaca pemahaman siswa mengakibatkan mereka tidak mampu menjawab pertanyaan atau mengerjakan tugas yang berkaitan dengan Hal ini juga berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa (Nabilla & Marlina. Kemampuan membaca pemahaman anak kesulitan membaca memiliki pemahaman yang rendah terhadap bacaan disebabkan oleh dua faktor. Pertama, anak tidak biasa mengonversikan simbol simbol ke dalam kata. Anak tidak bisa memahami secara komprehensif pesan-pesan yang disampaikan oleh suatu Kedua, anak tidak mengetahui bagaimana cara membaca. Anak tidak bisa secara aktif fokus tentang memahami apa yang mereka baca atau anak tidak bisa menilai sejauh mana mereka memahami bacaan yang dibaca. Anak tidak bisa memahami bacaan dengan lebih cepat . eperti meringkas bacaan, menentukan ide utama bacaan, menentukan ide pendukung serta mengintegrasikan materi bacaan dengan pengetahuan sebelumny. (Marlina, 2. Hasil observasi yang dilakukan di SD Negeri 02 Sungai Nyalo menunjukkan bahwa masih terdapat siswa kelas II yang memiliki kemampuan membaca teknis . embaca kata demi kat. , tetapi sulit bagi siswa untuk memahami apa yang telah mereka baca dan mengingat kembali. Berdasarkan aspek dari membaca pemahaman literal seperti pengenalan detail, ide pokok, urutan kejadian, serta hubungan sebab-akibat. Ketika diberikan pertanyaan mengenai isi teks, siswa tidak mampu mengidentifikasi informasi dasar seperti siswa belum mampu menentukan inti cerita, siswa tidak bisa menyusun kembali jalannya cerita sesuai dengan alur, siswa kesulitan menemukan persamaan maupun perbedaan antar tokoh atau peristiwa, siswa tidak mampu menjelaskan alasan suatu peristiwa terjadi maupun akibat yang dialami tokoh serta siswa tidak bisa menceritakan kembali cerita yang dibaca. Hal ini menunjukkan adanya gangguan dalam proses pemahaman literal yang memerlukan penanganan melalui pendekatan pembelajaran yang tepat. Selama ini, guru di sekolah tersebut cenderung menggunakan metode konvensional dengan cara ceramah dan membaca bersama dengan media buku cetak biasa. Metode ini memiliki kekurangan yaitu pertama, buku cetak hanya menyajikan teks tanpa dukungan visual yang menarik sehingga menyulitkan siswa dalam memahami isi bacaan. Kedua, kegiatan membaca bersama cenderung pasif karena siswa hanya mendengarkan atau menirukan bacaan tanpa terlibat aktif dalam proses memahami. Ketiga, metode ini kurang mampu memotivasi siswa karena teks panjang tanpa bantuan media visual sering menimbulkan kebosanan (Hasanah, 2. Metode ini kurang efektif bagi siswa yang memiliki hambatan belajar membaca karena tidak mampu merangsang ketertarikan dan perhatian siswa secara optimal. Dalam konteks ini, penggunaan media komik strip digital interaktif bisa menjadi Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Efektivitas Media Komik Strip Digital Interaktif Untuk Meningkatkan Membaca Pemahaman Literal Bagi Anak Kesulitan Membaca alternatif efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca anak-anak, khususnya bagi mereka yang mengalami kesulitan. Keunggulan dari komik strip digital interaktif adalah kemampuannya untuk menyajikan materi dengan cara yang relevan dan menarik bagi anakanak. Dengan tema yang cocok dengan minat mereka, anak-anak lebih cenderung terlibat dalam kegiatan membaca. Materi pembelajaran yang sesuai dengan minat siswa dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman membaca (Rosadi & Karimah, 2. Serta media komik strip digital interaktif dapat mempermudah siswa menangkap hal-hal atau rumusan yang abstrak, dan dapat diakses di manapun dan kapanpun tanpa terbatas ruang dan waktu (Payanti, 2. Penggunaan media komik digital terhadap siswa sekolah dasar juga merupakan suatu inovasi yang tepat, karena sudah banyak sekali anak-anak Indonesia yang mahir dalam penggunakan media teknologi (Said, 2. Serta komik strip digital interaktif merupakan media yang memudahkan siswa dalam pemahaman gambar secara menyeluruh, membangun imajinasi, kemudian menuangkan ide-idenya berdasarkan urutan yang baik, serta dapat menceritakan secara runtut isi cerita (Kustianingsari & Dewi, 2. Mengingat bahwa anak-anak pada zaman milenial seperti sekarang tidak terlepas dari media-media berbasis digital (Subroto et al. , 2. Media ini tidak hanya memberikan informasi dengan cara yang menarik, tetapi mereka juga dapat meningkatkan minat anak-anak dalam membaca, terutama anak-anak yang mengalami kesulitan membaca (Kartika et al. , 2. METODE PENELITIAN Jenis penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan jenis penelitian subjek tunggal (Single Subject Research/SSR). SSR mendokumentasikan perubahan perilaku subyek secara indivi-dual. SSR merupakan penelitian eksperimen yang melibatkan satu individu atau lebih dengan melakukan pengukuran berulang terhadap satu atau lebih variabel dependen . erikat/ perilaku targe. Desain Penelitian Dengan desain A-B-A, kondisi baseline 1/A1 dengan observasi anak sebelum diberi perlakuan, kondisi intervensi/B diberi perlakuan, dan kondisi baseline 2/A2 kemampuan anak ketika tidak berikan perlakuan lanjut. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes lisan dan tes tulis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung, pemberian tes di setiap sesi, serta pencatatan hasil belajar siswa pada tiap pertemuan. (Marlina. Subjek penelitian Nama Asyadiah Nur Fadhillah Kelamin Perempuan Umur Hasil asesmen Dari hasil asesmen awal siswa terdapat bahwa siswa mengalami berkesulitan membaca, siswa sudah bisa mengenal huruf, bentuk huruf, menyebutkan huruf , membaca dengan mengeja, membaca satu kalimat, tetapi siswa masih belum bisa membaca cepat dan siswa belum mampu memahami isi bacaan dan sulit mengingat kembali cerita. Berdasarkan aspek dari membaca pemahaman literal seperti pengenalan detail, ide pokok, urutan kejadian, serta hubungan sebab-akibat. Ketika diberikan pertanyaan mengenai isi teks, siswa tidak mampu mengidentifikasi informasi dasar seperti siswa belum mampu menentukan inti cerita. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Efektivitas Media Komik Strip Digital Interaktif Untuk Meningkatkan Membaca Pemahaman Literal Bagi Anak Kesulitan Membaca siswa tidak bisa menyusun kembali jalannya cerita sesuai dengan alur, siswa kesulitan menemukan persamaan maupun perbedaan antar tokoh atau peristiwa, siswa tidak mampu menjelaskan alasan suatu peristiwa terjadi maupun akibat yang dialami tokoh serta siswa tidak bisa menceritakan kembali cerita yang dibaca. Teknik analisis data Data dianalisis secara visual menggunakan grafik dalam dua tahap, yaitu analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini dibagi menjadi 3 bagian kondisi antara lain: kondisi baseline-1 (A) membahas terkait kemampuan awal anak dalam membaca pemahaman literal pada teks Kondisi intervensi (B) ialah kemampuan membaca pemahaman literal pada teks bacaan dengan memberikan perlakuan yaitu menggunakan media komik strip digital interaktif dengan link berikut. ttps://docs. com/presentation/d/1dIIJg5w8e4mTPRcl9XaeGVzMda5lfxrV/edit?us p=sharing&ouid=116713377769198315202&rtpof=true&sd=tru. Sedangkan baseline-2 (A. ialah kemampuan membaca pemahaman literal pada teks bacaan setelah diberikan perlakuan. Penelitian dilaksanakan sebanyak 14 kali pertemuan dengan desain A-B-A. baseline 1/A1 diperoleh hasil persentase 30%, 40%, 30%, 30%. Kondisi intervensi/B diperoleh hasil data persentase 50%, 60%, 70%, 70%, 80%, 80%. Dan kondisi baseline-2/A2 diperoleh hasil data persentase 80%, 90%, 80%, 90%. Kondisi baseline-1/A memperoleh persentase untuk kecenderungan stabilitas mean level . ,5%), batas atas . ,5%), batas bawah . ,5%), rentang stabilitas . %) dan persentase stabilitas 75% . idak stabi. Kondisi intervensi/B memperoleh persentase untuk kecenderungan stabilitas mean level . ,3%), batas atas . ,3%), batas bawah . ,3%), rentang stabilitas . %) dan persentase stabilitas 33% . idak stabi. Kondisi baseline-2/A2 memperoleh persentase untuk kecenderungan stabilitas mean level . %), batas atas . ,7%), batas bawah . ,3%), rentang stabilitas . ,5%) dan persentase stabilitas 100% . Analisis data dalam kondisi dari data membaca pemahaman literal ditunjukkan pada grafik berikut: Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Efektivitas Media Komik Strip Digital Interaktif Untuk Meningkatkan Membaca Pemahaman Literal Bagi Anak Kesulitan Membaca Grafik 1. Analisis dalam kondisi Keterangan : Baseline A1 Intervensi B Baseline A2 Trend Split Middle Mean Level Grafik diatas menggambarkan bahwa fase baseline (A) dilaksanakan selama 4 pertemuan yang mendapatkan hasil yang berbeda, maka dapat dikatakan data pada kondisi tersebut tidak stabil. Tahap intervensi dilakukan sebanyak 6 pertemuan, pada pertemuan ke 9 hingga pertemuan ke 10 didapatkan hasil dengan skor 80%. Fase baseline 2 (A. dilaksanakan 4 pertemuan yang mendapatkan hasil yang berbeda. Berdasarkan estimasi kecenderungan arah penilaian fase A1 cenderung menurun (-), sedangkan fase B mengalami peningkatan ( ). Dan pada fase baseline 2 (A. cenderung tetap (=). Setelah melakukan analisis dalam kondisi, selanjutnya data dianalisis menggunakan visual grafik antar kondisi. Hasil analisis antar kondisi sebagai berikut: Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Efektivitas Media Komik Strip Digital Interaktif Untuk Meningkatkan Membaca Pemahaman Literal Bagi Anak Kesulitan Membaca Grafik 2. Analisis antar kondisi Keterangan : Baseline A1 Intervensi B Baseline A2 Trend Trend batas atas Split Middle Mean Level Berdasarkan grafik analisis data antar kondisi akan menganalisis mengenai banyak variabel, perubahan kecenderungan arah, perubahan kecenderungan stabilitas, level perubahan, dan overlap data. Berikut penjelasannya. Menentukan banyaknya variabel yang dirubah Banyaknya variabel yang dirubah pada antar kondisi dengan masing-masing kondisi ialah sebanyak 1 yang merupakan membaca pemahaman literal pada teks bacaan AuBermain di PantaiAy. Perubahan kecenderungan arah Dapat dilihat bahwa kondisi (A. menunjukkan esimasi kecenderungan arah menurun (-), adapun kondisi intervensi (B) estimasi kecenderungan arah menunjukkan peningkatan ( ), serta kondisi (A. didapatkan kecenderungan arah mendatar (=). Hal ini menunjukkan bahwa ada dampak positif dari pemberian media komik strip digital interaktif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman literal pada teks bacaan. Perubahan kecenderungan stabilitas Didapatkan hasil yang berbeda dari setiap kondisinya (A1. Kondisi baseline-1 (A. dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan dengan memperoleh hasil 30%, 40%, 30%, 30%, data pada kondisi ini dikatakan tidak stabil. Sedangkan pada kondisi intervensi (B) pemberian perlakuan kepada anak dilakukan sebanyak 6 kali pertemuan dengan memperoleh hasil 50%, 60%, 70%, 70%, 80%, 80% data yang didapat pada kondisi ini tidak stabil. Dan pada kondisi baseline-2 (A. dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Efektivitas Media Komik Strip Digital Interaktif Untuk Meningkatkan Membaca Pemahaman Literal Bagi Anak Kesulitan Membaca dan memperoleh hasil 80%, 90%, 80%, 90% data yang diperoleh pada kondisi ini dikatakan stabil. Level perubahan antar kondisi Data terakhir pada kondisi baseline-1 (A. dan intervensi (B) mengalami peningkatan dengan perubahan persentase 20% dan pada kondisi intervensi (B) dan baseline-2 (A. mengalami peningkatan juga dengan persentase 40%. Data overlap Berdasarkan data yang didapatkan pada overlap data bahwasanya dari kondisi A1 ke kondisi B ovelapnya . %) berarti kemampuan membaca pemahaman literal pada teks bacaan untuk peserta didik meningkat setelah diberikan perlakuan . edia komik strip digital interakti. , sedangkan terhadap intervensi B ke kondisi A2 overlapnya . % ). Pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media komik strip digital interaktif efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman literal pada anak yang mengalami kesulitan membaca. Hal ini dibuktikan dari peningkatan skor yang signifikan pada fase intervensi dan dipertahankannya skor tinggi pada fase baseline-2 (A. Secara teori, hasil ini menyatakan bahwa pemahaman literal merupakan kemampuan dasar membaca yang mencakup pengenalan detail, ide pokok, urutan kejadian, serta hubungan sebab-akibat (Reeves, 2. Dengan menggunakan media komik strip digital interaktif, aspek-aspek ini disajikan secara visual dan menarik, sehingga memudahkan siswa untuk memahami isi bacaan. Hasil ini juga sejalan dengan hasil penelitian (Ipriyanto, 2. dan (Ratnawuri, 2. yang menyebutkan bahwa media komik strip mampu meningkatkan minat belajar dan efektivitas pemahaman siswa terhadap materi bacaan. Dengan ilustrasi yang menarik dan alur cerita yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa, media ini membantu mengatasi kebosanan dan kesulitan siswa dalam memahami bacaan konvensional. Selain itu, hasil penelitian ini mendukung temuan dari (Dewanty et al. , 2. yang menunjukkan bahwa penggunaan komik sebagai media pembelajaran memberikan kontribusi terhadap peningkatan motivasi dan keterlibatan siswa dalam kegiatan membaca. Keterlibatan ini terbukti mendorong proses kognitif siswa dalam menghubungkan informasi dari teks dan menjawab pertanyaan secara tepat. Serta, penggunaan media yang interaktif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa bahwa teknologi yang menyenangkan dan interaktif memiliki dampak terhadap keterlibatan siswa dalam pembelajaran (Depita, 2. Dalam penelitian ini, media komik digital yang digunakan berhasil membuat siswa lebih fokus, antusias, dan mampu memahami isi bacaan dengan lebih baik. Dengan demikian, pembelajaran membaca menggunakan media komik strip digital interaktif tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang menarik, tetapi juga berdampak nyata terhadap peningkatan kemampuan membaca pemahaman literal, khususnya pada anak yang mengalami kesulitan belajar membaca. KESIMPULAN Hasil penelitian di SD Negeri 02 Sungai Nyalo menunjukkan media komik strip Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Efektivitas Media Komik Strip Digital Interaktif Untuk Meningkatkan Membaca Pemahaman Literal Bagi Anak Kesulitan Membaca digital interaktif mampu meningkatkan kemampuan membaca pemahaman literal pada teks bacaan untuk anak berkesulitan membaca. Hal ini dibuktikan dengan penelitiaan langsung yang dilakukan selama 14 pertemuan, antara lain 4 pertemuan kondisi baseline-1/A1, 6 pertemuan kondisi intervensi/B dan 4 pertemuan kondisi baseline-2/A2. Oleh karena itu, disimpulkan bahwasanya media komik strip digital interaktif efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman literal pada teks bacaan untuk anak berkesulitan REFERENSI