Ganesha Civic Education Journal Volume 6. Number 2. Oktober 2024, pp. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 DOI: https://doi. org/10. 23887/gancej. Open Access: https://ejournal2. id/index. php/GANCEJ/index PERAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL AuVETERANAy JAKARTA (UPNVJ) DALAM MELAKSANAKAN KESADARAN BELA NEGARA GUNA MENANGKAL PAHAM RADIKALISME Teguh Anggoro 1 * STISIP Bina Putera Banjar. Indonesia ARTICLE INFO ABSTRAK Article history: Received 19 Juni 2024 Accepted 01 Oktober 2024 Available online 10 Oktober Masuknya paham radikalisme pada beberapa perguruan tinggi di tanah air, membuat setiap kampus harus bekerja keras untuk menghalaunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dari Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jakarta (UPNVJ) dalam melaksanakan kesadaran bela negara guna menangkal paham radikalisme. Penelitian ini Kata Kunci: menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik Pertahanan Nasional. pengumpulan data yang digunakan yaitu Focus Group Disscussion. Radikalisme. Wawancara. Dokumentasi, dan Studi Pustaka. Hasil penelitian menunjukan Keywords: bahwa dalam rangka menangkal paham radikalisme UPNVJ melakukannya National Defense. melalui pembelajaran secara Intra Kurikuler. Ko Kurikuler dan Ektra Radicalism. Kurikuler. Kegiatan Bela Negara melalui Intra Kurikulaer. Ko Kurikuler dan Ektra Kurikuler yang dilakukan oleh UPNVJ merupakan langkah dalam menangkal paham radikalisme yang masuk ke perguruan tinggi. Implikasi penelitian ini diharpkan mampu menjadi pemicu untuk mengembangkan atau memperkuat pusat studi/riset yang fokus pada isu bela negara dan deradikalisasi, tidak hanya di UPN "Veteran" Jakarta tetapi juga di kampus-kampus lain. ABSTRACT The entry of radicalism into several universities in the country, makes every campus have to work hard to ward it off. This study aims to determine the role of the National Development University "Veteran" Jakarta (UPNVJ) in implementing national defense awareness to ward off radicalism. This study uses a qualitative approach with a case study method. The data collection techniques used are Focus Group Discussion. Interviews. Documentation, and Literature Study. The results of the study show that in order to ward off radicalism. UPNVJ does it through Intra-Curricular. Co-Curricular and Extra-Curricular learning. National Defense activities through Intra-Curricular. Co-Curricular and Extra-Curricular carried out by UPNVJ are steps in ward off radicalism entering universities. The implications of this study are expected to be able to trigger the development or strengthening of study/research centers that focus on national defense and deradicalization issues, not only at UPN "Veteran" Jakarta but also at other campuses. This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2024 by Author. Published by Universitas Pendidikan Ganesha. Pendahuluan Saat ini Indonesia sedang dilanda masalah radikalisme dan intoleransi yang keadaanya sudah cukup memperihatinkan. Oleh karena itu, kedua masalah tersebut harus segera mendapatkan penanganan yang sangat serius dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga Hal ini bukan tanpa alasan, karena dampak yang ditimbulkan dari adanya paham radikal serta tumbuh suburnya sifat intoleransi ini berdampak secara multidimensi, yang artinya implikasi atau efek yang ditimbulkan tersebut tidak hanya menyasar pada satu aspek bidang kehidupan saja, namun juga berdampak pada aspek yang lain seperti ekonomi, sosial, dan keamanan, baik pada tingkat nasional dan lokal. * Corresponding author. E-mail addresses: goeh. an77@yahoo. Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. Lebih jauh lagi radikalisme dan intoleransi ini bisa mengganggu kehidupan warga negara Indonesia dalam beragama, bermasyarakat dan bernegara. Misalnya pada tragedi Bom Bali I yang terjadi tahun 2002. Pada tragedi tersebut, selain memakan ratusan korban jiwa dan luka-luka, juga berdampak pada bidang ekonomi dan kesehatan, baik kesehatan fisik atau mental dari para Beberapa tahun pasca tragedi tersebut, keadaan ekonomi di Bali tidak menunjukan perbaikan yang signifikan, malah sebaliknya, tingkat pengangguran di Bali meningkat sebesar 3,5 persen, penurun upah riil sebesar 47 persen, menurunya jam kerja sebesar 4,2 persen dan masih banyak lagi dampak yang ditimbulkan dari tragedi Bom Bali tersebut. Dari kasus Bom Bali I tersebut dapat dilihat sebagai kasus radikalisme yang akhirnya berlanjut pada aksi destruktif berbentuk teoris. Lantas bagaimana bisa sifat intoleran dan paham radikalisme ini bisa muncul dan tumbuh subur di Indonesia? Menurut Prof. Masdar Hilmy yang merupakan rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, mengatakan bahwa munculnya sifat intoleran dan paham radikalisme ini tidak hanya disebabkan oleh satu faktor, melainkan ada faktor lain yang mempengaruhinya, seperti faktor marjinalisasi, faktor ketimpangan sosial, kemiskinan, perlakuan hukum yang diskriminasi, dan pemahaman ajaran agama yang sempit. Lebih lanjut lagi. Masdar Hilmy menyatakan bahwa munculnya radikalisme agama ini disebabkan oleh adanya proses penafsiran isi kitab suci yang tidak sempurna dan tidak dipertimbangkan kaitan isinya. Misalnya ajakan untuk memerangi kaum lain dan merenggut nyawa manusia. Sementara pendapat lain menyatakan bahwa radikalisme agama sesungguhnya berakar dari kemiskinan budaya, yakni apa apa yang sesungguhnya masuk dalam wilayah kebudayaan dipandang sebagai doktrin agama, padahal kaidahnya berbeda. Selain itu radikalisme ditopang juga oleh fanatisme, di mana berpandangan tanpa rasionalisme. Berdasarkan uraian sebelumnya, dijelaskan bahwa terdapat banyak faktor yang dapat membuat seseorang menjadi intoleran dan berpaham radikal dan ini berimplikasi pada bahwasannya semua golongan masyarakat dari strata manapun, baik miskin atau kaya, berpendidikan tinggi atau berpendidikan rendah, dapat berpotensi menjadi seseorang yang terpapar paham radikal dan bersikap intoleran. Proses Radikalisme ternyata menjangkau kampus khususnya kalangan mahasiswa. Salah satu buktinya adalah tertangkapnya lima dari tujuh belas anggota jaringan Pepi Fernando yang pada saat itu masih berstatus sebagai seorang lulusan strata satu (S. Bahkan tiga diantaranya merupakan lulusan dari universitas yang sangat masyhur di Jakarta yaitu Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah. Fenomena lain seperti Dosen Unsoed dan sejumlah Mahasiswa yang terprofokasi oleh faham radikalisme dan akhirnya bergabung dengan gerakan ISIS dan jaringan NII. Menurut pendapat Muhammad Hakiki bahwa, perguruan tinggi umum sangat rentan menjadi sasaran rekrutmen bagi gerakan- gerakan yang bersifat radikal. Kampus umum Surabaya sendiri banyak sekali perkumpulan mahasiswa yang berpotensi Radikalisme salah satunya Jamaah Tabligh. Gema Pembebasan. FKAWJ (Forum Komunikasi Ahlussunnah wal Jamaa. KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesi. , dan lainnya. Beberapa contoh di atas memperkuat alasan bahwa paham radikalisme tidak melihat apakah orang tersebut datang dari golongan orang berpendidikan tinggi atau tidak, apakah orang tersebut kaya atau tidak atau orang tersebut merupakan dosen, mahasiswa. ASN, atau yang Yang pasti semua orang punya potensi yang sama untuk menjadi korban dari radikalisme dan sikap intoleran. Seperti disebutkan sebelumnya, bahwa semua orang dapat berpotensi menjadi seseorang yang terpapar paham radikal serta bersikap intoleran. Hal ini juga berlaku untuk mahasiswa yang pada dasarnya merupakan kaum yang memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi. Namun, memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi bukan merupakan jaminan mahasiswa bisa bebas dari paham radikal, seperti yang bisa kita lihat dari contoh sebelumnya. Terlebih jika mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa baru yang pada dasarnya belum memiliki pola pikir yang kuat dan tangguh untuk menangkal paham radikal. Hal ini disebabkan karena mahasiswa baru masih dalam tahap transisi dari kehidupan SMA ke kehidupan kuliah. Tetapi tidak menutup kemungkinan mahasiswa yang sudah mengenyam pendidikan cukup lama di perguruang tinggi GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. pun bisa terkena paham radikal, dikarenakan sejumlah faktor seperti disebutkan dalam pembahasan sebelumnya. Berkaca dari kegiatan di atas nampaknya Bela Negara menjadi salah satu program andalan dari kampus-kampus dalam rangka mencegah radikalisme pada perguruan tinggi di tanah air. Walaupun program Bela Negara dijalankan secara masiv, ternyata belum mampu dalam menangkal radikalisme baik di kampus maupun di luar kampus. Belum lagi pendidikan bela negara masih dilakukan belum secara berkelanjutan, artinya masih banyak kampus yang melakukan bela negara tetapi tidak berlanjut pada kegiatan tahun selanjutnya, bahakan terputus. Hal ini menjadi tantangan bagi dunia pendidikan untuk terus merumuskan program-program lainnya sehingga benar-benar dapat membantu pemerintah dalam menangkal/mencegah paham UPN sebagai salah satu universitas negeri di tanah air, turut pula melaksanakan kegiatan dalam rangka menangkal radikalisme yang sudah masuk pada perguruan tinggi di tanah air. Beberapa program Bela Negara yang dilakukan semata mata adalah untuk mencegah masuknya paham radikalisme di kampus tersebut. Hanya saja walaupun kegiatan bela negara telah dilakukan, belum semua mahasiswa memahami apa makna sesungguhnya dari bela negara itu, dan bagaimana pelaksanaannya dalam kehidupan sehari-hari. Ternyata pada observasi awal justru ditemukan beberapa mahasiswa yang menyampaikan bahwa materi bela negara justru terlihat membosankan. Sejauh ini studi tentang bela negara sudah banyak dibuat, di antaranya fokus pada kesadaran bela negara yang rendah di daerah perbatasan. Penelitian lainnya fokus pada bela negara sebagai program efektif mencegah radikalisme, pencegahan harus mengombinasikan antara tindakan represif untuk memberantas pelakunya. Ada pula studi bela negara yang berfokus pada kegiatan kurikulum khusus. fokus pada mata kuliah Pancasila guna menangkal radikalisme dan melalui ekstrakulikuler. Dari beberapa penelitian di atas, masih ada beberapa persoalan yang belum terungkap dalam melihat persoalan yang terkait dengan bela negara pada perguruan tinggi. Studi-studi di atas masih berfokus pada satu aspek saja dalam kegiatan bela negara baik pada aspek bela negara di daerah perbatasan, bela negara sebagai program efektif mencegah radikalisme, serta kegiatan bela negara melalui kurikulum khusus dan melalui ekstrakulikuler. Sementara belum ada penelitian yang menggabungkan ketiga aspek antara kegiatan bela negara melalui Kurikuler. Kokurikuler dan melalui ekstrakulikuler. Dengan demikian penelitian ini penting untuk diteliti, karena berusaha melihat kegiatan bela negara dari ketiga aspek yaitu aspek Kurikuler. Kokurikuler dan ekstrakulikuler. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana peran Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jakarta (UPNVJ) dalam penyelenggaraan kesadaran Bela Negara guna menangkal paham radikalisme ? Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yaitu studi yang berusaha mencari AuesensiAy makna dari suatu fenomena/kasus tertentu, jenis penelitian bersifat deskriptifAeanalisis, yaitu menggambarkan fenomena sosial politik yang diteliti, kemudian menganalisis dengan mengklasifikasikan dan mengkategorikan berdasarkan data-data yang Pemilihan jenis penelitian kualitatif didasarkan atas pemikiran dan alasan bahwa permasalahan yang akan diteliti merupakan fenomena yang terjadi sebagaimana adanya berdasarkan fakta-fakta yang tampak dilapangan, hasil penelitian ini, akan mendeskripsikan fakta-fakta tentang peran dari suatu lembaga kemudian dianalisis mengapa fenomena tersebut dapat terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus, di mana riset ini mencakup studi tentang pencarian esensi dari suatu fenomena/ realitas yang nampak dalam konteks atau setting kontemporer. Teknik pengumpulan data yang digunakan sebagai berikut: . Focus Group Disscussion (FGD). Fokus Group Disscussion (FGD) merupakan pengumpulan data primer melalui kegiatan diskusi dengan para responden yang memahami fenomena yang akan diteliti. Dalam FGD ini peneliti akan melakukan bersama dengan beberapa dosen UPN yang merangkap sebagai structural di UPNVJ. Seperti Dosen Pendidikan Kewarganegaraan. Dosen agama. Dosen Pendidikan Bela Negara dan Kapus Mata Kuliah Wajib Universita. Wawancara, pengumpulan Teguh Anggoro, / Peran Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jakarta (UPNVJ) Dalam Melaksanakan Kesadaran Bela Negara Guna Menangkal Paham Radikalisme Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara untuk mendapatkan data kualitatif serta beberapa keterangan yang tidak diperoleh dari data sekunder. Teknik ini dilakukan terhadap narasumber yang dianggap memiliki pengetahuan dan kompetensi yang memadai tentang fenomena yang akan diamati. Adapun wawancara dilakukan secara komunikasi langsung . ace to fac. dengan informan, dan menggunakan telephone, melalui email. Wawancara dilakukan terhadap para informan/responden. Teknik penentuan informan melalui purposive Informan dalam penelitian ini berjumlah 14 orang antara lain. Dokumentasi, yaitu memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dengan memanfaatkan berbagai dokumen yang dikeluarkan oleh UPN AuVeteranAy Jakarta, seperti foto kegiatan bela negara, buku buku bela negara yang dibuat oleh dosen, notulen rapat, surat keputusan rektor UPNVJ. Peraturasn rector UPNVJ dan lain sebagainya. Studi Pustaka, dilakukan dengan mengumpulkan bahan-bahan tertulis yang dibutuhkan dalam proses penelitian. Hasil dari inventarisasi merupakan data sekunder. Selain itu mencari literatur, jurnal ataupun penelitian tentang bela negara dan radikalisme sebagai pijakan dalam menganalisa fenomena yang ada. Hasil dan Pembahasan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkapkan tidak terdapat satu lembaga pendidikan pun di Indonesia yang mempunyai imunitas atau kekebalan terhadap paham radikalisme maupun terorisme. Mereka dinilai rentan terpengaruh sebab paham tersebut terus bergerak melakukan sejumlah propaganda. Khususnya berkaitan dengan rekrutmen untuk menjadi penerus gerakan radikal. Beberapa contoh gerakan radikal di kampus-kampus baik yang dilatarbelakangi oleh penyimpangan norma-norma agama dan dilatarbelakangi sosio politik dan sosio histori, masih menjadi ancaman serius terhadap mahasiswa Indonesia. Infiltrasi paham radikal di kampus memaksa pemerintah harus turun tangan guna mengatasinya. Pemerintah memiliki anggapan jika penyebaran paham radikal di kampus tidak diputus maka akan berakibat pada suburnya gerakan radikalisme di Indonesia. Beberapa alasan masuknya paham radikalisme di kampus adalah . pemahaman agama yang minim, . kurangnya wawasan kebangsaan, . infiltrasi gerakan populis ke kampus guna menentang kebijakan pemerintah. Dalam rangka untuk menangkal paham radikalisme dilingkungan Kampus perguruan tinggi yang semakin berkembang saat ini. Universitas Pembangunan nasional AuVeteranAy Jakarta selanjutnya akan disebut dengan UPNVJ melakukan langkah nyata guna mengantisipasinya. Pada tataran lembaga UPN sendiri menyebutnya sebagai Kampus Bela Negara. Kampus bela negara dapat diartikan sebagai kegiatan mentransformasi pengetahuan dan sikap kepada seluruh mahasiswa yang dicontohkan oleh para tenaga pendidik dan dosen melalui matakuliah wajib umum sehingga lulusan UPN Jakarta unggul dan berkarakter bela negara seperti yang diungkapkan oleh Dosen Fakultas Hukum UPN AuveteranAy Jakarta. UPN merupakan kampus bela negara melakukan transmisi pengetahuan dan transformasi sikap atau perilaku mahasiswa melalui Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) dalam upaya meningkatan mutu lulusan yang unggul dan berkarakter Bela Negara. Dijadikannya UPN sebagai kampus bela negara sesuai dengan visi UPNVJ Menjadi Universitas Unggul berkualitas Internasional yang inovatif, berdaya saing dan berindentitas bela negara untuk pembangunan masyarakat Indonesia. Dalam rangka mengantisipasi menyebarnya paham radikalisme dikalangan civitas akademika. UPNVJ mengkolaborasi kegiatan Bela Negara melalui : Pembelajaran Intra Kurikuler Menurut Kunandar . 7 : . yang dimaksud dengan kegiatan intrakurikuler merupakan kegiatan pengembangan diri yang dilaksanakan sebagian besar di dalam kelas . ntra kurikule. Kegiatan Bela Negara dalam Intra Kurikuler yang dilalakukan UPNVJ seperti . Memasukan Mata Kuliah Pendidikan Bela Negara Pada Kurikulum Pendidikan Mengantisipasi masuknya paham radikalisme dikalangan Perguruan Tinggi, langkah yang dilakukan oleh UPN AuVeteranAy Jakarta adalah melalui jalan pendidikan formal, yaitu memasukan mata kuliah bela negara semenjak tahun 2020. Langkah ini dilakukan karena UPNVJ merupakan kampus Bela Negara, artinya seluruh civitas akademika, baik Dosen, tenaga kependidikan non dosen maupun mahasiswa, diwajibkan untuk menjalankan nilai-nilai Bela Negara di perguruan GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. Tinggi UPNVJ. sesuai dengan Peraturan Rektor Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jakarta no 15 tahun 2020 tentang Peraturan akademik UPNVJ menjadikan mata kuliah Pendidikan Bela Negara menjadi mata kuliah wajib Umum (MKWU). Internalisasi Nilai Ae Nilai Bela Negara Melalui Kegiatan Belajar dan Mengajar. Internalisasi adalah teknik dalam pendidikan nilai yang sasarannya sampai pada pemilikan nilai yang menyatu dalam kepribadian peserta didik. Dalam pelaksanaan pembelajaran mata kuliah di UPNVJ, dosen akan mengarahkan, implementasi mata kuliah dengan nilai-nilai bela negara. Ini di sebut internalisasi nilai-nilai bela negara. Misalnya saja pada mata kuliah di Prodi Hubungan Internasional, dosen memaparkan bagaimana bila menjadi diplomat, maka jadilah diplomat yang menjunjung nilai Bela Negara, sehingga di akan bermanfaat bagi negaranya. Demikian pula pada matakuliah yang lainnya di mana akan selalu diberikan contoh-contoh yang berkaitan dengan bela negara, seperti yang diungkapkan oleh Ibu Aniek. Semua materi harus memiliki ruh bela negara, hal ini dilakukan agar menjadi kampus yang berwawasan kebangsaan, berwawasan bela negara, baik pada matakuliah Pendidiikan Bela Negara, maupun pada mata kuliah yang lainnya, jadi kekhasan dari UPNVJ adalah semua mata kuliah memiliki internalisasi nilai-nilai bela negara. Inilah yang menjadi kekhasan bagi UPNVJ sebagai kampus bela negara, di mana dalam kegiatan akademik belajar mengajar selalu di internalisasikan nilai-nilai bela negara sebagai contoh dalam pemberian materi mata kuliah. Dengan demikian seluruh siswa akan memahami bela negara secara universal, karena semua dosen mengarahkan pemahaman bela negara dalam pemberian mata kuliah. Kegiatan Ko Kurikuler Adapun kegiatan Bela Negara melalui Ko kurikurer yang dilakukan oleh UPNVJ antara lain: Pembuatan Buku Ajar Bela Negara Bukti nyata kontribusi para dosen guna menangkal paham radikalisme adalah ada di antara para dosen pengampu dan bukan dosen pengampu membuat buku aja Pendidikan Bela Negara. Seperti yang telah dilakukan oleh Tim Fakultas Hukum UPN AuVeteranAy Jakarta, di mana telah merampungkan sebuah buku ajar Bela Negara. Penerbitan buku ajar bela negara ini sekaligus kian meneguhkan UPNVJ sebagai kampus bela negara. Salah satu pengimplementasian Bela Negara yang dilakukan UPN AuVeteranAy Jakarta, khususnya dari fakultas hukum melalui pembuatan bukuAy. Buku Bela Negara lain yang telah dibuat UPNVJ seperti buku yang berjudul Manajemen Bela Negara : Pendekatan Modern Menjadi Bangsa yang Besar karya Guru Besar FEB UPN Veteran Jakarta. ini merupakan karya para guru besar Fakultas Ekonomi Bisnis untuk mengupas Bela Negara dari sisi manajemen. Buku tersebut dijadikan sebagai salah satu referensi pengajaran Mata kuliah Pendidikan Bela Negara di UPNVJ. Bedah Buku Langkah nyata lain dalam membantu meningkatkan kualitas buku ajar Pendidikan Bela Negara. UPNVJ melakukan bedah buku. Bedah buku Bela Negara dilakukan oleh beberapa ahli di di bidang Bela Negara seperti yang pernah dilakukan pada 9 September 2020, dalam acara bedah buku Manajemen Bela Negara : Pendekatan Modern Menjadi Bangsa Yang Besar karya Guru Besar FEB UPN Veteran Jakarta, mendatangkan para ahli dari berbagai bidang untuk membedah masingmasing bab buku tersebut. Talkshow bedah buku ini dimoderatori oleh Tri Agung Kristanto. Wapemred Harian Kompas. Para pembahas adalah Rektor UPN Veteran Jakarta. Gubernur Lemhannas RI Letjen (Purn. ) Agus Widjojo. Guru Besar ITB Prof. Purnomo. Rikard Bagun dari BPIP dan memperoleh sambutan yang luas dari berbagai kalangan. Bedah buku ini memiliki nilai positif di mana akan meningkatkan kualitas isi buku yang nantinya bisa digunakan oleh para dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Bela Negara. Pembentukan Pusat Kajian Bela Negara dan Pusat Internalisasi Penggerak Manajemen Bela Negara. Pusat kajian Bela Negara merupakan salah satu pusat kajian di UPNVJ. Lembaga ini melakukan pusat kajian dan implementasi bela negara. Pusat kajian ini beranggotakan para dosen mata kuliah Pendidikan Bela Negara Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan. Seperti yang diungkapkan oleh bapak Dannis, dosen FISIP UPNVJ. UPNVJ memiliki sebuah pusat studi dan kajian atau yang dimaksud dengan usaha bela negara bela negara ini memiliki tugas dan fungsi sebagai sebuah lembaga kampus yang kemudian berusaha untuk melakukan kajian-kajian yang Teguh Anggoro, / Peran Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jakarta (UPNVJ) Dalam Melaksanakan Kesadaran Bela Negara Guna Menangkal Paham Radikalisme Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. mendalam tentang bela negara kemudian implementasinya urgensinya dan bagaimana perannya di dalam melakukan dan memberikan solusi-solusi kebangsaan terutama dalam menyelesaikan permasalahan radikalisme dan ekstrimisme. Selain membentuk pusat studi bela negara. UPNVJ juga membentuk Pusat Internalisasi dan Penggerak Manajemen Bela Negara di lingkungan UPNVJ. Center ini akan menekankan pada Bela Negara non fisik Inti nya setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban untuk ikut serta dalam upaya pembelaan negara apapun profesinya. Pendirian pusat kajian bela negara merupakan langkah nyata dalam pengutaan nilai-nilai bela negara yang nantinya akan di internalisasikan oleh civitas academika dalam setiap penyelenggaran proses belajar mengajar. Kuliah Umum / Webinar Bela Negara Dalam rangka menambah pengetahuan bagi para mahasiswa tentang bela negara. UPNVJ memberikan berbagai macam kegiatan. Pada masa sebelum pandemic covid 19, biasanya melalui kuliah umum. Ini dilaksanakan pada awal kulaih baru atau pada saat setelah libur semester. Seluruh mahasiswa diwajibkan unutk mengikutinya. Sementara pada masa Pandemik seperti sekarang ini maka sebagai pengganti kuliah umum dengan tatap muka maka dilakukan melalui media Zoom. Cloud dan lain sebagainya yang bersifat Daring (Dalam Jaringa. Beberapa materi yang pernah diberikan seperti bahaya radikalisme dengan pemateri dari BNPT. BIN dari Kementerian pertahanan. Mereka mengisi tentang bahaya radikalisme bagi kaum muda dan Kegiatan Ektra Kurikuler Adapun langkah ke tiga yang dilakukan oleh UPNVJ guna menangkal paham radikalisme di perguruan tinggi adalah melalui kegiatan ektra kurikuler seperti Unit Kegiatan Mahasiswa. Secara umum dapat dijelaskan bahwa seluruh kegiatan UKM di UPNVJ akan diarahkan pada penanaman nilai-nilai bela negara, hal ini sesuai dengan peraturan Rektor no 18 tahun 2020 tentang Kode etik Mahasiswa yaitu pada pasal 8 ayat . yaitu berkarakter AuWidya Mwat YasaAy . endarmabahktikan ilmu pengetahuan untuk pembanguna. dan beridentitas bela negara, serta dalam pasal . yaitu menghargai dan menghormati orang lain tanpa menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dana atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Nampaklah kode etik ini menjadi pedoman dalam kehidupan di perguruan tinggi yang selalu didasarkan pada nilai-nilai bela negara. Hal ini sejalan pula dengan Permen Ristekdikti Nomor 55 Tahun 2018 adalah untuk mendorong Pimpinan Perguruan Tinggi, membuka UKM yang kegiatannya adalah untuk pembinaan 4 Pilar Kebangsaan (Pancasila. Undang-Undang Dasar 1945 atau UUD 1945. Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI, dan Bhineka Tunggal Ik. Kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru melalui Bela Negara Bagi mahasiswa baru di UPNVJ, maka di awal masuk kampus mereka diwajibkan untuk mengikuti kegiatan pengenalan kampus salahsatunya melalui bela negara. Kegiatan ini adalah kegiatan rutin setiap tahun. Kegiatan Bela negara adalah kegiatan pengganti ospek, dalam hal ini para mahasiswa baru dikenalkan pemahamannya tentang kampus dan dijelaskan pengetahuan awal tentang nilainilai bela negara. Pada beberapa saat sebelum merebak virus corona, kegiatan Bela Negara pernah dilaksanakan di satuan Marinir. Cilandak. Mereka dikenalkan dengan disipilin, latihan PBB, outbond, dan pengetahuan bela negara. Mengirim Civitas Akademika pada Program Bela Negara di Pusdiklat Bela Negara Badiklat Kementerian Pertahanan. Dalam rangka meningkatkan pemahaman para mahasiswa, tenaga kependididkan non dosen serta dosen tentang bela negara. UPNVJ mengirimkan beberapa mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan non dosen ke Pusdiklat bela Negara Badiklat. Kementerian Pertahanan di rumpin kabupaten Bogor. Kegiatan ini merupakan program tahun dari Pusdiklat Bela Negara Kemhan untuk menyelenggarakan Diklat Bela Negara. Para peserta diharapkan menjadi bagian Dari insan Bela Negara yang nantinya akan menyebarkan pada insan yang lainnya. Mengikuti Komponen Cadangan UPNVJ sangat mendukung sekali dalam pembentukan komponan cadangan. Pihak UPNVJ membolehkan para Dosen. Tenaga kependidikan non dosen dan mahasiswa untuk ikut seleksi GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. Langkah ini merupakan langkah yang baik karena akan ada civitas akademika UPNVJ yang menjadi anggota Komponan Cadangan, artinya ini merupakan tindakan nyata guna mengimplementasikan nilai nilai Bela Negara secara nyata dalam kehidupan bernegara. Pada akhir kesempatan test Komponan cadangan ternyata ada sekitar 10 mahasiswa dan 5 Dosen yang terekrut menjadi Komponan Cadangan dan saat ini sedang mengikuti pendidikan dasar Komcad di Rindam Jaya Kodam Jaya Jakarta. Simpulan dan Saran Kegiatan Bela Negara di Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jakarta dalam rangka menangkal paham radikalisme dilakukan melalui pertama. Kegiatan Bela Negara melalui pendidikan Intra Kurikurer/ Kurikurer yaitu dengan: . Memasukan materi Pendidikan Bela Negara pada kurikulum pendidikan. Internalisasi Nilai Ae Nilai Bela Negara melalui kegiatan belajar dan mengajar. Kedua. Kegiatan Bela Negara melalui pendidikan Ko Kurikurer seperti . Pembuatan Buku Ajar Bela Negara, . Bedah Buku Bela Negara, . Pembentukan Pusat kajian Bela Negara dan Pusat Internalisasi Penggerak Manajemen Bela Negara, . Kuliah umum / webinar Bela Negara. Ketiga. Kegiatan Bela Negara melalui kegiatan ektrakulikuler seperti kegiatan . Kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa, . Kegiatan Bela Negara, . mengirim Civitas Akademika Mengikuti Diklat Bela Negara dan . Mengikuti/mendaftar Komponan Cadangan. Langkah yang dilakukan UPNVJ sangat tepat untuk pencapaian visi UPNVJ sebagai kampus bela negara, untuk menjadi Universitas Unggul berkualitas Internasional yang inovatif, berdaya saing dan berindentitas bela negara untuk pembangunan masyarakat Indonesia. Kegiatan Bela Negara melalui Intra Kurikulaer. Ko Kurikuler dan Ektra Kurikuler yang dilakukan oleh UPNVJ merupakan langkah yang tepat dalam menangkal paham radikalisme yang masuk ke perguruan Daftar Rujukan Anggoro. Armawi. Peran Kominda dalam Mengatasi Aksi Terorisme dan implikasinya Terhadap ketahanan Wilayah, (Studi di Kabupaten Ciamis jawa Bara. Jurnal UGM Yogyakarta. Ariwidodo. Shifting Paradigm of Modern Islam Fundamentalism as Islamized Space Autonomy in Indonesia. Kars Journal of Social and Islamic Culture. h 249 Ae 283. Berry. Pokok-Pokok Pikiran Dalam Sosiologi. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada. Cresswel. AuPenelitian Kualitatif dan desain riset . memilih di antara lima pendekatanAy. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Hamiseno. Petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan Kurikulum. Jakarta : Debdikbud. Hammad. Radikalisme di kalangan mahasiswa Surabaya: studi kasus kreteria radikalisme menurut Yusuf al-Qardhawi. Skripsi. Perpustakaan UIN Sunan Ampel. Huda. Haryanto. , dan Haryanto. Strategi Penanggulangan Radikalisme di Perguruan Tinggi Kabupaten Banyumas. Prosiding Seminar Nasional. Indrawan. Efriza. Bela Negara Sebagai Metode Pencegahan Ancaman Radikalisme Di Indonesia, jurnal Pertahanan & Bela Negara. Volume 7 Nomor 3 J. Rahmat Wijayanto. Marzuki. Pendidikan Bela Negara Sebagai Toggak Peradaban Jiwa Patriotisme Generasi Muda. Jurnal ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Vol 3 No 2. Kompas Online. Au Kondisi Bali Pasca Bom Bali IAy di unduh pada 3 Juli 2021. Kompasiana online. Peran Mahasiswa dalam Mencegah Ajaran Radikalisme dan Intoleransi Indonesia, https://w. com/rahmat08795/5e008914097f367baa364d44/peranmahasiswa-dalam-pencegahan-ajaran-radikalisme-dan-intoleransi-di-indonesia?page=all, di Unduh pada 3 Juli 2021. Konsep Bela Negara menurut Wantanas, https://w. id/2018/10/19/belanegara-pengertian-unsur-fungsi-tujuan-dan-manfaat-bela-negara/ di unduh pada 20 Juli Teguh Anggoro, / Peran Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jakarta (UPNVJ) Dalam Melaksanakan Kesadaran Bela Negara Guna Menangkal Paham Radikalisme Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2024, pp. Kunandar. Guru Profesional : Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru. Jakarta : Rajagrafindo Persada. Mubarok. Radikalisme Islam Sebuah Ekspresi Kemiskinan Budaya, dalam Fathurin Zen. Radikalisme Retoris. Jakarta : Bumen Pustaka Emas. Nodyanto. Mewujudkan Generasi Berani Melalui Ekstrakurikuler Bela Negara. Jurnal Bhineka Tunggal Ika. Vol 7 No 1. Nurhayati. Efektivitas Mata Kulia Pendidikan Pancasila Dalam Mencegah Radikalisme Di Kalangan Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Pamulang. Prosiding Senantias. Vol 1. No 1. Rahayu. Rita Farida dan Asep Apriana. Kesadaran Bela Negara Pada Mahasiswa. Jurnal Epigram. Vol 16 No 2. Thoha. Kapita Selekta Pendidikan Islam. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304