Analisis Implementasi Merdeka Belajar terhadap Motivasi Belajar Siswa Di SMKN 4 Denpasar *I Gusti Ayu Ika Monika Prastyandhari1. I Putu Pranatha Sentosa2. Ni Made Erpia Ordani Astuti3 Universitas Dhyana Pura *Corresponding Author: ayumonika@undhirabali. ABSTRAK Penelitian mengenai analisis implementasi Kurikulum Merdeka di SMK N 4 Denpasar berfokus pada dampaknya terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan kurikulum tersebut mempengaruhi semangat dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Guru dalam hal ini berperan sebagai fasilitator, mediator, dan motivator bagi siswa, sedangkan sekolah wajib memfasilitasi serta memperbaiki kualitas sumber daya manusia serta fasilitas pembelajaran. Keadaan lingkungan, fasilitas serta infrastruktur sekolah, mempengaruhi motivasi belajar siswa. Sekolah yang memiliki fasilitas lengkap dan baik dapat menciptakan lingkungan yang nyaman dan menyenangkan bagi siswa, yang memungkinkan mereka untuk lebih aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kurikulum ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, serta untuk mengetahui kendala apa saja dihadapi oleh guru dan sekolah dalam pelaksanaan implementasi kurikulum merdeka. Kata kunci: Analisis. Kurikulum. Merdeka. Belajar. Siswa PENDAHULUAN Salah satu inovasi yang dilakukan dalam perkembangan dunia pendidikan di Indonesia adalah dengan memperkenalkan Kurikulum Merdeka Belajar bertujuan untuk mengembangkan potensi, motivasi serta minat belajar siswa secara maksimal. Kurikulum Merdeka didesain dengan tujuan agar siswa dapat belajar sesuai dengan minat dan bakat yang mereka miliki, tanpa terbebani dengan tuntutan akademik yang terlalu tinggi. Dalam kurikulum merdeka ini, konten pembelajaran dirancang dengan lebih optimal, sehingga memberikan waktu yang cukup bagi para peserta didik dalam memahami konsep dan mengembangkan kompetensi. Dalam hal ini, guru memiliki kebebasan dalam memilih berbagai perangkat pembelajaran yang akan digunakan, sehingga pelaksanaan pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Adapun tujuan dari kurikulum merdeka ini sebagai pengganti kurikulum sebelumnya adalah untuk membuat sekolah serta pemerintah daerah memiliki otoritas secara sendiri dalam mengelola pendidikan sesuai dengan daerahnya masing-masing, selain itu sekolah juga dapat membentuk sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kualitas unggul serta berdaya saing tinggi dalam menghadapi tantangan revolusi 4. menguatkan pendidikan karakter bagi siswa, serta dapat meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan. Pendidikan merupakan usaha sadar serta terencana dalam mewujudkan suasana proses pembelajaran mengembangkan potensi yang di milik sebagai kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Pasal 1 UU RI No. 20 Tahun Pendidikan dalam pembangunan nasional, diartikan sebagai upaya peningkatan harkat dan martabat manusia serta dituntut untuk menghasilkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih tinggi untuk menjamin pelaksanaan serta keberlangsungan pembangunan. Pendidikan yang berkualitas harus dipenuhi dengan peningkatan kesejahteraan dan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di sekolah. Pembaharuan kurikulum wajib menyesuaikan dengan ilmu pegetahuan dan teknologi tanpa mengesampingkan nilai-nilai luhur, hal ini disebabkan karena pendidikan yang dilaksanakan berlangsung seumur hidup serta menjadi tanggung jawab keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Untuk menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan di atas menuntut perlunya dilaksanakan penataan sistem pendidikan nasional termasuk di dalamnya penyempurnaan kurikulum. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 butir 19 menjelaskan kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Indonesia sejak kemerdekaan sampai dengan saat ini, kurikulum mengalami banyak Kurikulum memiliki peranan yang sangat penting bagi individu siswa dan guru dalam bidang pendidikan, kurikulum harus mampu dijadikan sebagai acuan atau pedoman untuk ketercapaian pendidikan. Kurikulum itu sendiri memiliki berbagai macam tujuan, salah satu tujuan utama dari kurikulum adalah membantu peserta didik untuk mempersiapkan masa depan agar dapat menjadi pribadi memiliki kecakapan serta daya nalar yang tinggi dan cara berpikir kritis, kreatif untuk diterapkan dalam lingkungan Berdasarkan penjabaran yang telah dijelaskan diatas, dalam melakukan analisis implementasi merdeka belajar bagi siswa di SMK N 4 Denpasar, terhadap motivasi belajar siswa, guru memiliki peranan yang sangat penting, terutama dalam menerapkan metode serta proses pembelajaran yang akan digunakan dalam mendukung merdeka belajar agar nantinya dapat bermanfaat serta berdampak bagi siswa pada saat mengikuti pembeajaran di kelas maupun di luar kelas. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah non parametrik dengan menggunakan uji-Chi-Square. Penelitian ini dilaksanakan di SMK N 4 Denpasar, yang beralamat di Jln. Drupadi No. Denpasar Timur. Responden dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Kuliner. Prosedur pengumpulan data dalam pelaksanaan peneitian ini dengan menggunakan Metode kuesioner merupakan cara untuk memperoleh atau mengumpulkan data dengan mengirimkan daftar pernyataan-pernyataan kepada responden untuk dijawab secara tertulis (Agung, 20. Hasil pengumpulan data, dilakukan pengujian dengan menggunakan uji-Chi-Square non parametrik. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemahaman Siswa Tentang Konsep Merdeka Belajar Pemahaman siswa tentang konsep merdeka belajar diperoleh dari pengisian kuesioner oleh siswa kelas XI Kuliner di SMK N 4 Denpasar. Dari hasil pengujian data diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 1. Pemahaman Siswa Tentang Konsep Merdeka Belajar Kriteria fo-fh Sangat Setuju Setuju Ragu-Ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju -0,4 -11,4 -15,4 -15,4 0,16 1814,76 129,96 237,16 237,16 0,0097561 110,656098 7,92439024 14,4609756 14,4609756 147,512195 Chi-Square Hitung = 147,51 dan Chi-Square Tabel = 104,139 Hasil hipotesis menyatakan bahwa siswa memahami implementasi konsep merdeka belajar dalam pembelajaran dengan Chi-Square Hitung 147,51 lebih besar dari Chi-Square Tabel 104,139, dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI Kuliner di SMK N 4 Denpasar memahami konsep merdeka belajar dalam pembelajaran. Implementasi Merdeka Belajar di Sekolah: Data implementasi merdeka belajar di sekolah, diperoleh dari pengisian kuesioner oleh siswa kelas XI Kuliner di SMK N 4 Denpasar. Dari hasil pengisian kuesioner diketahui nilai efektivitas implementasi merdeka belajar dengan skor sebesar 74,91%. Secara garis besar motivasi instrinsik memperoleh skor efektivitas sebesar 75,32 % dan motivasi ekstrinsik memperoleh skor efektivitas sebesar 74,50%, yang dapat digambarkan secara detail sebagai berikut. Efektifitas Merdeka Belajar Terhadap Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik Motivasi Intrinsik Motivasi Ektrinsik Gambar 1 Efektifitas Merdeka Belajar Terhadap Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik Dari gambar 1 di atas motivasi intrinsik mendapatkan skor efektivitas sebesar 75,3% dan memiliki nilai efektivitas lebih tinggi dibandingkan dengan nilai skor efektivitas motivasi ektrinsik sebesar 74,5%. Efektifitas Merdeka Belajar Terhadap Motivasi Siswa 5% 81. Pernyataan 1 Pernyataan 2 Pernyataan 3 Pernyataan 4 Pernyataan 5 Pernyataan 6 Pernyataan 7 Pernyataan 8 Pernyataan 9 Pernyataan 10 Pernyataan 11 Pernyataan 12 Pernyataan 13 Pernyataan 14 Pernyataan 15 Pernyataan 16 Pernyataan 17 Pernyataan 18 Pernyataan 19 Pernyataan 20 Pernyataan 21 Pernyataan 22 Pernyataan 23 Pernyataan 24 Pernyataan 25 Pernyataan 26 Pernyataan 27 Pernyataan 28 Pernyataan 29 Pernyataan 30 Gambar. 2 Implementasi Merdeka Belajar di Sekolah Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa motivasi instrinsik yang perlu mendapatkan perhatian terkait materi pembelajaran dengan konsep Merdeka Belajar, perbaikan dengan cara peningkatan modul ajar, materi pembelajaran, model dan metode pembelajaran yang lebih menarik sehingga siswa lebih mudah memahami pembelajaran. Dengan penerapan metode-metode tersebut diharapkan proses belajar mengajar menjadi lebih relevan, menarik dan efektif dalam mengembangkan potensi yang dimiliki oleh siswa. Dampak Merdeka Belajar Terhadap Motivasi Belajar Siswa: Data dampak merdeka belajar terhadap motivasi belajar siswa peroleh dari pengisian kuesioner oleh siswa kelas XI Kuliner di SMK N 4 Denpasar. Dari hasil pengujian maka diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 2. Dampak Merdeka Belajar Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kriteria fo-fh Sangat Tidak Memotivasi Tidak Memotivasi Ragu-Ragu Memotivasi Sangat Memotivasi -16,4 268,96 16,40 -15,4 -6,4 237,16 40,96 1197,16 12,96 14,46 2,50 73,00 0,79 107,15 Chi-Square Hitung = 107,15 dan Chi-Square Tabel = 104,139 Hasil hipotesis menyatakan bahwa pembelajaran yang diterima melalui penerapan merdeka belajar memotivasi dengan Chi-Square Hitung 107,15 lebih besar dari Chi-Square Tabel 104,139, sehingga dapat disimpulkan bahwa dampak merdeka belajar terhadap motivasi belajar siswa kelas XI Kuliner di SMK N 4 Denpasar adalah memotivasi. Tantangan yang dihadapi dalam Merdeka belajar Tantangan yang dihadapi oleh Sekolah yaitu dalam Upaya meningkatkan kualitas modul ajar, materi pembelajaran, model dan metode pembelajaran yang lebih menarik guru sebaiknya mengembangkan diri secara kreatif dan inovatif dalam implementasi merdeka belajar, menggunakan model pembelajaran kreatif. Sekolah diharapkan memfasilitasi guru dalam mengembangkan kompetensinya melalui pelatihan, seminar, workshop. MGMP dan yang paling penting adalah adanya pengembangan kurikulum yang Dengan hal ini sekolah akan dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan effektif bagi siswa di sekolah. Untuk meningkatkan metode pembelajaran peningkatan metode pembelajaran melalui pembelajaran kolaboratif, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, penggunaan teknologi pendidikan, dan melakukan diskusi terbuka, guru sebaiknya mengembangkan dan mengisi diri dengan meningkatkan penggunaan metode pembelajaran melalui pelatihan dan pengembangan guru profesional, aktif dalam mengikuti workshop metode pembelajaran, praktik penggunaan dan pengembangan metode pembelajaran dan juga seminar. Untuk siswa bertanya kepada guru ketika ada materi yang belum dipahami guru sebaiknya memberikan penjelasan terkait dengan materi yang disampaikan dengan jelas, menggunakan pendekatan interaktif, memberikan contoh secara relevan, menciptakan suasana kelas yang aman, memberikan umpan balik positif, menindaklanjuti pertanyaan, dan mengintegrasikan pertanyaan ke dalam pembelajaran. Untuk mendukung edukasi kosep merdeka belajar, membangun komunikasi yang efektif, menunjukkan hasil pembelajaran, serta memberikan ruang untuk masukan kepada orang tua, guru sebaiknya melakukan pertemuan rutin dengan orang tua siswa, memberikan informasi penting tentang merdeka belajar, mengadakan workshop dan seminar bagi para orang tua siswa, menjaga komunikasi serta memberikan penghargaan bagi orang tua yang aktif dalam mendukung merdeka belajar. Untuk menjaga kualitas pembelajaran merdeka belajar yang dapat memotivasi siswa dalam proses pembelajaran guru sebaiknya adaptif dalam perubahan kurikulum, serta tetap konsisten dalam mengembangkan kompetensinya serta berkolaborasi bersama guru lainnya dan pengelola sekolah untuk melaksanakan pembelajaran yang KESIMPULAN Hasil dari peneitian ini dapat disimpulkan bahwa Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SMK N 4 Denpasar, berkenaan dengan pemahaman konsep merdeka belajar, implementasi merdeka belajar di sekolah, perlu adanya perbaikan khususnya untuk modul ajar, metode dan proses pembelajaran. Untuk dampak merdeka belajar bagi siswa memotivasi sedangkan untuk tantangan yang dihadapi yaitu perlu melakukan perbaikan dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta menjaga kualitas pembelajaran dan peningkapan kompetensi guru dalam mengikuti perkembangan proses UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan banyak terima kasih untuk LPPM Undhira, yang telah mendanai dosen dalam pelaksanaan Hibah Penelitian Internal. Mitra, dalam hal ini adalah SMK N 4 Denpasar, khusus nya siswa kelas XI Kuliner yang sudah membantu peneliti dalam kelancaran pelaksanaan Hibah Penelitian Internal. DAFTAR PUSTAKA