ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 58-63 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 PENERAPAN IGA (INFORMATION GAP ACITIVITIES) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA KELAS 9 SMP-IT INSAN CENDEKIA BOARDING SCHOOL PAYAKUMBUH Melya Isda Sari Guru Bahasa Inggris SMP-IT Insan Cendekia Boarding School Payakumbuh sarimelyaisda@yahoo. Abstrak Berdasarkan pengalaman mengajar penulis, terdapat beberapa permasalahan siswa dalam menguasai kemampuan berbicara siswa. Permasalahan tersebut datangnya dari faktor siswa dan faktor dari guru itu sendiri. Faktor penyebab yang datangnya dari siswa adalah. siswa memiliki motivasi yang rendah dalam belajar bahasa Inggris, mereka memiliki permasalahan dalam pronunciation, mereka masih memiliki rasa percaya diri yang rendah dalam berbicara, dan siswa masih kurang memiliki kosakata bahasa Inggris. Permasalahan berikutnya adalah faktor penyebab yang berasal dari guru. guru mengajar kemampuan speaking menggunakan teknik yang tidak sesuai, seperti mengajar speaking tapi melalui teknik menulis. Guru juga tidak menggunakan teknik yang bervariasi dalam mengajar. Berdasarkan kondisi tersebut, penulis mencoba untuk menerapkan IGA (Information Gap Activitie. untuk mengatasi masalah tersebut. Penulis menerapkan penelitian tindakan kelas . erencanakan, tindakan, mengobservasi dan melakukan refleks. untuk mempelajari proses dan hasil belajar siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX. SMP-IT Insan Cendekia Boarding School Payakumbuh. Penelitian dilakukan menggunakan dua siklus. Data dari siklus yang kedua dijadikan sebagai data final dari hasil belajar dan perubahan yang didapatkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan IGA (Information Gap Activitie. bisa meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Penerapan IGA (Information Gap Activitie. bisa meningkatkan kemampuan berkolaborasi siswa selama pembelajaran. Siswa harus bekerja secara berkelompok untuk melengkapi informasi yang mereka dapatkan. Siswa semakin berpartisipasi dalam setiap aktivitas yang dilakukan saat pembelajaran. Siswa semakin senang dan nyaman dalam berbicara bahasa Inggris. Hal ini dapat merangsang siswa dalam belajar bahasa Inggris, dan juga memotivasi mereka untuk berbicara. Kata Kunci: IGA (Information Gap Activitie. Kemampuan Berbicara Abstract Based on writerAos teaching experience, there were many problems that happened in mastery speaking ability. They were from the studentsAo factor and from the teacher factor. The problem that came from the students were. they still had low motivation in learning English, they had problem in pronounce the words, they had no self confidence in speaking and also they still had lack of vocabulary. The next problem came from the teacher. the teachers still used inappropriate technique in teaching speaking, such as they taught speaking through writing. The teachers also did not use various techniques in teaching speaking. Based on that condition, the writer tried to use IGA (Information Gap Activitie. to solve those problems. The writer used classroom action research procedures . lan, act, observe, and reflectio. to study the process and participants outcomes. The participant of this research is IX. 1 students of SMP-IT Insan Cendekia Boarding School Payakumbuh. The research was conducted in two The data from the second cycle were presented to show the final outcomes and The result of the research indicated that the implementation of IGA (Information Gap Activities can improve the studentsAo speaking ability. IGA make the Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 58-63 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 students collaboration increased. They have to work in pairs or in group to fulfill their The students participated at all activities in the classroom. The students were enjoyable in speaking. It would stimulate the students to learn English, and also to motivate the students to speak. Keywords: IGA (Information Gap Activitie. Speaking Ability PENDAHULUAN Berdasarkan pengalaman mengajar penulis, faktor yang menjadi penyebab sulitnya siswa berbicara bahasa Inggris tidak hanya dari siswa itu sendiri, namun juga karena faktor guru itu sendiri. Faktor yang datangnya dari siswa adalah karena mereka masih memiliki motivasi yang rendah . ow motivatio. dalam berbahasa Inggris, mereka masih lemah dalam pelafalan (Pronunciatio. , adanya perasaan masih kurang percaya diri dalam berbicara . nself confidenc. , serta siswa masih kurang memiliki perbendaharaan kata bahasa Inggris . ack of vocabular. Sementara faktor penyebab lainnya adalah berasal dari guru itu sendiri, yaitu: karena guru masih menggunakan teknik konvensional dalam mengajar, guru masih salah dalam menerapkan teknik dalam mengajar aspek berbicara, seperti guru mengajar berbicara melalui menulis. Sehingga guru belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbicara, maka hal inilah yang mempengaruhi sulitnya siswa berbicara dalam bahasa Inggris. Melihat kondisi diatas, guru harus menyadari sepenuhnya bahwa teknik yang digunakan dalam pembelajaran sangat mempengaruhi siswa. Teknik yang tidak bervariasi menyebabkan siswa bosan dalam belajar, akhirnya mereka bosan, malas dan tidak termotivasi lagi dalam belajar bahasa Inggris. Berdasarkan gambaran diatas, maka penulis ingin menggambarkan bagaimana menerapkan salah satu teknik dalam pengajaran berbicara yaitu penerepan IGA (Information Gap Activitie. dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris Berbicara merupakan alat untuk berkomunikasi. Siswa diharapkan mampu untuk berkomunikasi secara komunikatif. Menurut Kayi . menjelaskan bahwa berbicara adalah sebuah proses untuk membuat dan menerima makna secara verbal dalam berbagai konteks. Menurut Sukatno . menjelaskan bahwa IGA (Information Gap Activitie. adalah kegiatan pembelajaran yang melibatkan minimal satu siswa yang mempunyai informasi dan siswa lainnya tidak mempunyainya tetapi memerlukan informasi tersebut, untuk mendapatkannya siswa yang tidak mempunyai informasinya harus melakukan komunikasi dalam bentuk tertentu. Berdasarkan penjelasan diatas, penulis menyimpulkan bahwa IGA (Information Gap Activitie. merupakan kegiatan yang mengharuskan siswa untuk bekerja secara berpasangan atau berkelompok. Salah satu pasang memiliki informasi dan satu pasang lainnya tidak memiliki informasi tersebut. Mereka harus saling bertukar Ismukoco . menjelaskan bahwa jenis-jenis kegiatan IGA (Informartion Gap Activitie. yang bisa diterapkan pada saat pembelajaran adalah sebagai berikut: Information Gap Acitivities antara dua siswa. Information Gap Acitivities diantara dua kelompok atau lebih. Information Gap Acitivities diantara satu siswa atau guru dan semua siswa yang . Information Gap Acitivities diantara semua siswa. Ismukoco . menjelaskan bahwa manfaat dari penerapan IGA (Information Gap Activitie. adalah sebagai berikut: Membangkitkan interaksi berbahasa karena kegiatan ini memberi kesempatan kepada siswa untuk berani berbicara Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 58-63 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Memberikan iklim belajar yang tidak memalukan karena kegiatan yang dilakukan dalam kelompok kecil dapat meningkatkan motivasi belajar Meningkatkan tanggung jawab pembelajar karena kerja kelompok kecil dapat menyelesaikan tugas guru Membantu siswa membedakan kemampuan menyelesaikan tujuan yang terpisah Siswa cenderung tidak tertekan . Perhatian utamanya adalah informasi dan bukan pada bentuk bahasa Beberapa contoh bentuk penerapan IGA untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa adalah: Using Picture. Spot Difference. Memorizing the Picture. Using Object (Assembling a To. Reassembling a Text. Contoh Penerapan IGA (Information Gap Activitie. dalam kegiatan Penulis memberikan contoh pada KD 4. 1 kelas 9 yakni: Mengungkapkan makna dalam bentuk teks lisan fungsional pendek sederhana . otice/cautio. dengan menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar dan berterima untuk berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini penulis mencoba memaparkan kegiatan inti dalam proses pembelajaran, yaitu sebagai berikut: Guru memperlihatkan berbagai contoh notice / caution kepada siswa Siswa dan guru membahas kosa kata terkait dengan topik Contoh : there is a circle, forbidden, allow, permitted, entry, staff only, and so on. Guru meminta siswa untuk menyebutkan contoh yang ditemui dan menjelaskan makna dari berbagai notice/caution di lingkungan sekitar. Guru menjelaskan secara detail tentang aturan penerapan IGA (Information Gap Activitie. : Memorizing Picture kepada siswa. Guru membagi siswa kedalam kelompok kecil yang terdiri dari 3 orang siswa tiap Setiap kelompok menunjuk satu orang untuk menjadi drawer. Setiap siswa yang ditunjuk menjadi drawer pada masing-masing kelompok dipersilakan untuk meninggalkan ruangan terlebih dahulu selama 2 menit. Selama drawer berada di luar ruangan, guru memberikan beberapa gambar yang berbeda-beda . otice/cautio. kepada tiap kelompok. Guru meminta siswa pada tiap kelompok untuk mengingat gambar tersebut selama 30 detik dan mengambil kembali gambar-gambar tersebut. Guru memanggil drawer kembali ke ruangan bergabung dengan kelompok masing-masing. Dua orang siswa pada tiap-tiap kelompok mendeskripsikan gambar yang telah mereka ingat kepada drawer nya dan menggambar sesuai dengan arahan anggota kelompoknya. Selama proses ini drawer dibolehkan bertanya kepada anggota kelompoknya. Guru kembali melihatkan gambar tersebut kepada dua orang anggota kelompok selama 20 detik. Dan mereka kembali mendeskripsikan gambar tersebut kepada masing-masing drawer. Setelah semua selesai, siswa memajang semua gambar di papan tulis. Siswa dan guru membahas hasil kerja kelompok. Masing-masing kelompok mempresentasikan dan menjelaskan makna notice/caution yang telah dibuat secara lisan. Guru memberikan penguatan dan reward kepada siswa terhadap hasil kerja siswa METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Populasi pada penelitian ini adalah siswa di SMP-IT Insan Cendekia Boarding School Payakumbuh, sedangkan sampelnya adalah peserta didik kelas IX. 1 di SMP-IT Insan Cendekia Boarding School Payakumbuh sebanyal 28 siswa. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 58-63 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Penelitian ini diadakan di SMP-IT Insan Cendekia Boarding School Payakumbuh. Jl. RA. Kartini Kelurahan Padang Kaduduk Kecamatan Payakumbuh Utara Kota Payakumbuh. Penelitian dilaksanakan di kelas IX. 1, mulai dari tanggal 1 Oktober 2018 sampai tanggal 9 November 2018. Penelitian dilaksanakan sebanyak 2 Setiap siklus terdiri dari 4 langkah, yakni perencanaan, tindakan, observasi dan HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tindakan Siklus 1 Pada akhir tindakan siklus 1, hasil post- test 1 siswa menunjukkan adanya perubahan pada nilai siswa. Perbandingan hasil pre-test dan post-test 1 siswa bertujuan untuk melihat perkembangan kemampuan berbicara siswa. PRE TEST POST TEST 1 Gambar 1: Hasil test speaking siswa pada pre-test dan post-test 1 Hasil post-test 1 kemampuan berbicara siswa menunjukkan perkembangan yang cukup bagus. Dari aspek kelancaran . siswa menunjukkan ada pencapaian sebanyak 3 poin dari rata-rata nilai saat pre-test adalah 75 sedangkan setelah diadakan tindakan siklus 1 nilai siswa meningkat menjadi 78 poin. Nilai vocabulary siswa meningkat dari 76 menjadi 79, nilai structure siswa juga meningkat dari 74 menjadi 76, demikian juga nilai pronunciation siswa meningkat dari 75 menjadi 76, dan nilai speaking siswa meningkat dari 73 menjadi 76 poin. Sehingga rata-rata nilai kemampuan berbicara siswa meningkat pada siklus 1 ini, meningkat dari 74,6 Setelah menganalisa hasil kemampuan berbicara siswa pada siklus 1 ini siswa sudah berusaha untuk berinteraksi dengan guru, antar sesama siswa selama proses Karena mereka sangat memahami jika mereka tidak berkomunikasi dengan yang lainnya maka mereka tidak akan mendapatkan informasi secara utuh. Pada siklus 1 ini, guru masih mendominasi dalam kegiatan pembelajaran. Siswa juga masih ada yang berbicara dalam bahasa Indonesia ketika mereka bekerja dalam 1 Masih ada 1 orang siswa yang sangat mendominasi dalam kelompoknya tanpa memberikan kesempatan kepada anggota kelompoknya yang lain. Siswa juga masih belum bisa berinteraksi dengan yang lainnya karena keterbatasan terhadap Sehingga penulis masih sangat memerlukan perkembangan yang lebih signifikan pada siklus ke 2 sehingga hasil analisa pada siklus 1 bisa dilihat Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 58-63 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Hasil Tindakan Siklus 2 Diakhir siklus ke 2, penulis telah mengadakan post-test ke 2. Hasil yang didapatkan dari tes kemampuan berbicara siswa adalah sebagai berikut: POST TEST 1 POST TEST 2 Gambar 2: Hasil tes speaking siswa (Post-Test . Dari 5 aspek berbicara siswa yang dinilai dapat terlihat adanya peningkatan nilai yang signifikan. Nilai fluency siswa meningkat dari 78 menjadi 81, nilai vocabulary siswa meningkat dari 79 menjadi 83, nilai structure siswa meningkat dari 76 menjadi 79, nilai pronunciation siswa juga mengalami peningkatan dari 76 menjadi 80, dan nilai speaking siswa meningkat dari 76 menjadi 80. Jadi, rata-rata nilai post-test 2 tes berbicara siswa ini meningkat dari 77 menjadi 80,6. Sehingga jelas bahwa penerapan Information Gab Activities ini memberikan dampak yang bagus terhadap kemampuan berbicara siswa. Untuk mendukung data yang didapatkan pada siklus ke 2 ini, setelah melakukan wawancara dengan siswa, diperoleh data sebagai berikut: Siswa menyatakan bahwa mereka sangat tertantang untuk berbicara dalam bahasa Inggris, mereka mampu saling bertanya jawab dengan siswa yang lainnya. Siswa juga memberikan respon terhadap pertanyaan guru dan siswa yang lain dengan spontan, karena vocabulary yang mereka peroleh lebih banyak dari Siswa merasakan kepuasan terhadap metode pembelajaran yang mereka Siswa juga menyatakan rasa percaya diri mereka lebih meningkat dari yang Setelah penerapan IGA ini, siswa merasakan nyaman dan senang berbicara, karena interaksi mereka lebih banyak dengan siswa yang lainnya, dan tantangan berbahasa juga mereka dapatkan. Berdasarkan data yang didapatkan pada siklus 1 dan siklus 2 dapat terlihat jelas bahwa penerapan IGA (Information Gap Activitie. memberikan dampak yang luar biasa terhadap perkembangan berbicara siswa dan juga guru. Siswa lebih tertarik untuk berbahasa, mereka termotivasi untuk berkomunikasi dengan yang lain. IGA juga memberikan peluang yang banyak bagi siswa untuk berbicara. Guru tidak lagi mendominasi dalam kelas, karena siswa sudah mampu berperan aktif dalam KESIMPULAN Setelah Information Gab Activities ini dilaksanakan selama 2 siklus, dapat disimpulkan bahwa Information Gab Activities sangat membantu dalam perkembangan Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 58-63 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 berbicara siswa. Interaksi siswa dalam kelas sangat berkembang. Penerapan IGA (Information Gap Activitie. dapat menstimulasi dan memotivasi siswa dalam belajar sehingga mereka tertarik untuk berbahasa. Mereka memiliki peluang yang banyak untuk berbicara. Siswa bisa meningkatkan kolaborasi dalam belajar, dan melatih siswa untuk mengembangkan skill berbicaranya. Siswa memberikan respon positif terhadap penerapan Information Gab Activities ini dalam pembelajarannya. DAFTAR PUSTAKA