Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 171-188 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Pengaruh Antara Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Dwi Angelica Safitri1. Dewi Mardahlia2. Zulkifli Umar 3 1,2,3 Jurusan Administrasi Rumah Sakit. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mutiara Mahakam Kota Samarinda Kalimantan Timur. Indonesia. ABSTRAK Info Artikel _________________ Sejarah Artikel: Diterima: Februari, 2025 Disetujui: Maret, 2025 Dipublikasi: Maret, 2025 _________________ Kata kunci: Motivasi. Kinerja. Pegawai Keywords: Motivation. Performance. Health Workers. Corresponding Author: Dwi Angelica Safitri Email: dwiangelica@gmail. Pengaruh motivasi terhadap kinerja Pegawai di UPTD Puskesmas Separi i. Tujuan utama penelitian adalah menganalisis tingkat motivasi, menilai kinerja petugas kesehatan, serta mengidentifikasi hubungan antara Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan untuk meningkatkan motivasi guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasi Penelitian ini dilaksanakan pada bulan desember Tahun 2024 di UPTD Puskesmas Separi i. , perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya yang terlibat dalam pelayanan kesehatan. Populasi ini dipilih karena mereka memiliki peran langsung dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Jumlah petugas kesehatan yang terdaftar di UPTD Puskesmas Separi i sebanyak 45 orang. Kriteria ini meliputi petugas yang telah bekerja minimal enam bulan, karena diharapkan mereka sudah memiliki pengalaman dan pemahaman yang memadai tentang tugas dan tanggung jawab mereka di puskesmas. Teknik analisis data dilakukan dengan uji spearman menggunakan komputerisasi. Penelitian ini dilakukan terlebih dahulu melakukan screening pada responden yang sesuai dengan Teknik Total sampling berdasarkan kriteria inklusi yang ditetapkan Hasil analisis korelasi antara motivasi dan kinerja petugas kesehatan menunjukkan nilai koefisien korelasi . dengan p-value sebesar 0. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang sangat kuat dan signifikan antara kedua variabel. Nilai pvalue yang lebih kecil dari 0. 01 mengindikasikan bahwa pengaruh antara motivasi dan kinerja petugas kesehatan signifikan secara statistik pada tingkat kepercayaan 99%. Dengan kata lain, hasil ini menunjukkan bahwa motivasi memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap kinerja petugas Dari hasil uji Spearman, diperoleh nilai korelasi sebesar 0. 988, yang menunjukkan pengaruh yang sangat kuat dan positif antara motivasi dan kinerja petugas kesehatan. Nilai p-value sebesar 0. 000 ( 0. mengindikasikan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut signifikan secara statistik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat keterkaitan yang erat antara tingkat motivasi dan kinerja petugas Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa motivasi memiliki pengaruh yang signifikan kinerja petugas kesehatan di UPTD Puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek-aspek motivasi , seperti kepuasan kerja, penghargaan terhadap kontribusi, dan kesempatan untuk pengembangan diri, sangat berperan dalam meningkatkan komitmen Karyawan yang merasa dihargai dan memiliki kesempatan untuk berkembang secara pribadi dan profesional terhadap institusi tempat mereka bekerja. Oleh karena itu. Puskesmas perlu fokus pada strategi yang dapat memperkuat motivasi, seperti pengakuan atas pencapaian, peluang pengembangan karir, dan penugasan pekerjaan yang menantang namun sesuai dengan kemampuan mereka. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan penting bagi manajemen Puskesmas untuk meningkatkan kinerja petugas melalui pengelolaan motivasi yang tepat, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada kinerja organisasi secara keseluruhan. the influence of motivation on the performance of health workers at the Separi i Health Center. The main purpose of the study was to analyze Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 171 | 188 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 171-188 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. the level of motivation, assess the performance of health workers, and identify the relationship between the two. The results of the research are expected to provide insights to increase motivation to improve the quality of public health services. This research uses a quantitative method with a correlation approach This research was carried out in December 2024 at the UPTD Separi i Health Center. , nurses, midwives, and other health workers involved in health services. This population was chosen because they have a direct role in providing health services to the community. The number of health workers registered at the Separi i Health Center is 45 This criterion includes officers who have worked for at least six months, as they are expected to have adequate experience and understanding of their duties and responsibilities at the health center. The data analysis technique was carried out by spearman test using This study was conducted first to screen respondents in accordance with the Total sampling technique based on the inclusion criteria set The results of the correlation analysis between motivation and performance of health workers showed a correlation coefficient . value of 995 with a p-value of 0. This shows that there is a very strong and significant correlation between the two variables. A p-value smaller than 01 indicates that the effect between healthcare workers' motivation and performance is statistically significant at a 99% confidence level. In other words, these results show that motivation has a very strong influence on the performance of staff From the results of the Spearman test, a correlation value of 0. 988 was obtained, which shows a very strong and positive influence between motivation and performance of health workers. A p-value 000 . indicates that the relationship between the two variables is statistically significant. Thus, it can be concluded that there is a close relationship between the level of motivation and performance of health The conclusion of this study is that motivation has a significant influence on the performance of health workers in UPTD Puskesmas. The results of the study show that aspects of motivation, such as job satisfaction, appreciation for contributions, and opportunities for selfdevelopment, play a significant role in increasing employee commitment. Employees who feel valued and have the opportunity to develop personally and professionally towards the institution in which they work. Therefore, health centers need to focus on strategies that can strengthen motivation, such as recognition of achievements, career development opportunities, and job assignments that are challenging but in accordance with their Thus, this study provides important insights into the. A 2025 Dwi Angelica Safitri. Dewi Mardahlia. Zulkifli Umar This is an open access article under the CC BY-SA 4. 0 license PENDAHULUAN Berdasarkan Permenkes 43 tahun 2019 Puskesmas merupakan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Faske. Fasilitas Pelayanan Kesehatan merupakan suatu tempat yang dipergunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemda serta/atau warga. Puskesmas memiliki tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di daerah kerjanya. Puskesmas artinya UKM tingkat pertama. UKM pada Permenkes 43 tahun 2019 terkait Puskesmas dijelaskan bahwa Upaya Kesehatan Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 172 | 188 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 171-188 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. masyarakat (UKM) merupakan setiap kegiatan agar memelihara serta menaikkan kesehatan dan mencegah serta menanggulangi timbulnya persoalan kesehatan dengan target keluarga, gerombolan, dan masyarakat. Sedangkan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) artinya suatu kegiatan serta/atau serangkaian aktivitas pelayanan kesehatan yang. ditujukan pada peningkatan, pencegahan, penyembuhan penyakit, pengurangan penderitaan dampak penyakit serta memulihkan kesehatan perseorangan. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesma. menjadi salah satu fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat yang sangat vital di Indonesia. Sebagai unit pelaksana teknis dinas kabupaten atau kota. Puskesmas bertanggung jawab dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya (Kemenkes, 2. Puskesmas dalam melaksanakan fungsinya dapat mewujudkan empat misi pembangunan kesehatan yaitu menggerakkan pembangunan kecamatan yang berwawasan pembangunan, mendorong kemandirian masyarakat dan keluarga untuk hidup sehat, memeliharan dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau serta memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, kelompok dan masyarakat serta lingkungan (Harianja, 2. Tenaga Kesehatan merupakan setiap orang yang mengabdikan diri di bidang kesehatan dan memiliki pengetahuan serta/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang buat jenis tertentu memerlukan wewenang buat melakukan upaya kesehatan (Permenkes 83, 2. Menurut (Sri Suwartini, dkk 2. kinerja ini merupakan hasil kerja yang nyata, dapat diamati, dan diukur. Kinerja dikatakan sebagai hasil . dari suatu proses yang dilakukan oleh seluruh komponen organisasi melalui sumber . Selain itu, pertunjukan juga merupakan hasil dari sejumlah proses kegiatan yang dilakukan dalam rangka mencapai tujuan tunggal organisasi. dalam struktur organisasi terdapat hubungan antara kinerja individu . ndividual performanc. dan kinerja organisasi . rganizational performanc. (Tsauri, 2. Kenaikan kinerja staf harus mempertimbangkan perubahan arah kebijakan pemerintah, serta keinginan untuk semangat reformasi yang lebih besar, untuk berbagi lebih banyak ruang gerak dan pekerjaan bagi masyarakat dalam kegiatan pemerintahan dan pembangunan di mana pemerintah dan aparaturnya lebih berperan. dalam bermain. sebagai fasilitator. Perubahan arah politik ini berdampak pada profesionalisme pegawai dalam menjawab tantangan era globalisasi dalam menghadapi persaingan yang ketat di negara-negara lain di Sebagai permulaan, mengimplementasikan peningkatan kinerja peralatan adalah hal yang mendesak (Marsita. DJ Matu & Yusuf 2. Sehubungan dengan pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia, maka salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah masalah kinerja. Kinerja adalah kuantitas dan kualitas pencapaian tugas-tugas, baik yang dilakukan individu, kelompok maupun organisasi (Usman, 2. Upaya peningkatan kinerja tenaga kesehatan di puskesmas sangat penting karena adanya berbagai aspek yang berhubungan dengan upaya peningkatan pelayanan kesehatan (Maga B, 2. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 173 | 188 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 171-188 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 1 ayat 6 mengamanatkan bahwa tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan dibidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. Peranan tenaga kesehatan dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan sehingga wajar bila kinerja tenaga kesehatan sebagai salah satu penentu keberhasilan dalam pelayanan kesehatan (Permenkes 83, 2. Kinerja tenaga kesehatan sebagai konsekuensi tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan akan pelayanan prima atau pelayanan yang bermutu tinggi. Melalui kinerja tenaga kesehatan, diharap kan dapat menunjukan kontribusi profesionalnya secara nyata dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, yang berdampak terhadap pelayanan kesehatan secara umum pada organisasi tempatnya bekerja, dan dampak akhir bermuara pada kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Hal lain yang sangat berpengaruh pada kinerja tenaga kesehatan adalah faktor Disiplin kerja memberikan pengaruh yang nyata terhadap kinerja, jika disiplin kerja tidak ditingkatkan maka secara langsung akan berdampak pada penurunan kinerja sehingga tujuan akhir dari organisasi tidak tercapai. Disiplin merupakan sikap yang menggambarkan kepatuhan pada suatu aturan atau ketentuan yang berlaku, sehingga dapat meningkatkan produktifitas, efisiensi dan efektifitas kerja. Peningkatan sikap disiplin sangat penting untuk pertumbuhan organisasi,terutama untuk memotivasi pegawai agar dapat mendisiplinkan diri dalam melaksanakan pekerjaan baik secara perorangan maupun kelompok (Nur et al. , 2. Faktor tenaga kerja adalah yang paling unik dan spesifik sekali karna manusia memiliki prilaku dan perasaan, memiliki akal akal budi dan tujuan-tujuan pribadi, bila organisasi mampu mengelola dengan baik, tenaga kerja yang memiliki motivasi akan memiliki semangat kerja yang tinggi sehingga kinerjanya juga menjadi lebih baik yang pada akhirnya akan mencapai sasaran seperti yang diharapkan. Pada masa perkembangan teknologi dewasa ini khususnya petugas kesehatan sumber daya manusia mempunyai peranan yang sangat penting. Kebutuhan akan keluaran . anusia yang berkualita. terasa semakin meningkat dalam era pembangunan reformasi dewasa ini, dimana akan menuntut banyak peran serta sumber daya sebagai pelaksana pembangunan khusunya dibidang kesehatan (Radito, 2. Pencapaian kinerja yang baik tidak dapat di wujudkan tanpa didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Rendahnya capaian kualitas pelayanan kesehatan dapat memberikan indikasi terhadap rendahnya kinerja petugas kesehatan untuk dapat mewujudkan tujuan penyelenggara pelayanan kesehatan. Pencapaian kinerja kepuasan atau ketidakpuasan dalam teori dua faktor dinyatakan sebagai bagian dari variabel yang berbeda. Ketidakpuasan pada teori ini tidak disebabkan oleh pekerjaan terkait, melainkan disebabkan oleh kondisi lingkungan di sekitar dari pekerjaan, baik dalam bentuk pengupahan, kualitas, keamanan, kondisi pekerjaan, pengawasan kerja serta jalinan hubungan yang berlangsung dengan individu lain (Hikmatiah et al. , 2. Salah satu indikator yang sangat mempengaruhi dalam upaya peningkatan motivasi kerja adalah terdapat pada aspek-aspek yang meliputi variabel diantaranya: upah yang adil Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 174 | 188 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 171-188 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. dan layak/pemberian insentif, kesempatan untuk maju, pengakuan sebagai individu, keamanan kerja, memperhatikan lingkungan tempat kerja/tempat kerja yang baik, menciptakan persaingan yang sehat/penerimaan oleh kelompok, perlakuan yang wajar, pengakuan atas prestasi (Umyati & Sianipar, 2. Seorang karyawan yang termotivasi akan bersifat energik dan bersemangat, dan sebaliknya seorang karyawan dengan motivasi yang rendah akan sering menampilkan rasa tidak nyaman dan tidak senang terhadap pekerjaannya yang mengakibatkan kinerja mereka menjadi buruk dan tujuan organisasi tidak akan tercapai (Karakteristik & Pemasar, 2. Sumber daya manusia (SDM) adalah individu yang bekerja dalam suatu organisasi. Mereka adalah aset berharga yang menjalankan operasional organisasi. Baik karyawan umum maupun tenaga kesehatan, keduanya merupakan SDM yang vital. Kinerja organisasi sangat bergantung pada kualitas SDM-nya. Adapun karakteristik sumber daya manusia dalam organisasi yaitu: kemampuan kerja, motivasi, dan kinerja, ketiga karakteristik tersebut saling berkaitan dengan pegawai dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. Motivasi dapat dilihat dari aktivitas dalam melaksanakan pekerjaan dan tanggungjawabnya. Dari situlah akan tercermin kinerja yang dihasilkannya. Motivasi seseorang muncul karena adanya keinginan untuk memenuhi kebutuhan dan motivasi juga dapat dijadikan kekuatan untuk mendorong seseorang dalam mencapai tujuan dengan cara-cara tertentu (Miranda, 2. Motivasi adalah sifat psikologis pada manusia yang berperan penting dalam menentukan tingkat komitmen seseorang. Motivasi dapat dipahami sebagai sebuah proses yang mengarahkan intensitas, arah, dan upaya individu secara konsisten untuk mencapai suatu tujuan. Secara sederhana, motivasi berfungsi menciptakan semangat dan antusiasme kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas. Motivasi juga dapat diartikan sebagai faktor yang mendorong semangat seseorang untuk bekerja keras dengan membangkitkan, mengarahkan, dan mengatur perilaku kerja, sehingga menghasilkan kontribusi maksimal bagi keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan. Tinggi rendahnya motivasi kerja sangat berpengaruh terhadap produktivitas organisasi. Tanpa adanya motivasi kerja, sulit bagi pegawai untuk bekerja sama demi kepentingan organisasi, sehingga tujuan yang telah ditetapkan tidak dapat tercapai. Sebaliknya, motivasi yang tinggi pada pegawai dapat menjadi jaminan atas keberhasilan organisasi dalam mewujudkan tujuannya (Sutrisno. Kebutuhan akan hasil berupa manusia berkualitas semakin meningkat di era reformasi pembangunan saat ini. Kondisi ini menuntut peran serta sumber daya manusia yang memiliki profesionalisme dan tekad kuat untuk menjalankan pembangunan, terutama di sektor Pemerintah Indonesia telah merumuskan berbagai kebijakan terkait tenaga Kebijakan ini dirancang sebagai respons terhadap rendahnya tingkat kesehatan masyarakat dan keterbatasan tenaga serta sumber daya kesehatan dalam mengelola layanan kesehatan (Nur Qomariyah, 2. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 175 | 188 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 171-188 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Motivasi secara sederhana dapat dirumuskan sebagai kondisi yang mendorong seseorang untuk melakukan sebuah pekerjaan semaksimal mungkin untuk berbuat dan berproduksi (SETYANI, 2. Pemimpin setiap puskesmas harus memberikan motivasi yang baik sehingga dapat menciptakan kondisi dimana petugas kesehatan mendapatkan inspirasi untuk bekerja keras. Petugas kesehatan yang mempunyai motivasi tinggi akan berpengaruh terahadap kinerja. Dengan demikian setiap puskesmas dapat memaksimalkan sumber daya yang dimiliki. Jika motivasi kerja tidak ditata dan ditingkatkan, maka akan menjadi penghalang dalam upaya pencapaian tujuan organisasi dan berdampak buruk bagi organisasi dan masyarakat luas (Noorhidayah dkk, 2. Penelitian ini melibatkan dua variabel utama, yaitu motivasi kerja dan kinerja petugas Motivasi kerja diukur berdasarkan tingkat dorongan internal dan eksternal yang dimiliki oleh petugas kesehatan untuk melakukan tugas mereka dengan sebaik-baiknya. Dorongan ini bisa datang dari dalam diri mereka sendiri, seperti rasa tanggung jawab atau keinginan untuk membantu orang lain, maupun dari faktor eksternal, seperti insentif, penghargaan, atau fasilitas kerja. Sementara itu, kinerja petugas kesehatan diukur dari kualitas dan kuantitas pelayanan yang mereka berikan, yang mencakup aspek-aspek seperti ketepatan waktu dalam memberikan pelayanan, tingkat kehadiran, serta tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana motivasi kerja mempengaruhi kinerja petugas kesehatan dan apakah terdapat hubungan yang signifikan antara keduanya di UPTD Puskesmas Separi i. Dengan memahami pengaruh antara motivasi kerja dan kinerja petugas kesehatan, diharapkan dapat ditemukan cara-cara yang lebih efektif untuk meningkatkan motivasi mereka, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. Salah satu tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana tingkat motivasi kerja petugas kesehatan di UPTD Puskesmas Separi i. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kinerja petugas kesehatan di puskesmas tersebut dan menganalisis pengaruh antara keduanya. Hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih jelas mengenai pentingnya faktor motivasi dalam meningkatkan kinerja petugas kesehatan, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat di UPTD Puskesmas Separi i. Sebagai langkah lanjutan, hasil penelitian ini juga dapat dijadikan acuan untuk merancang kebijakan yang lebih baik dalam meningkatkan kesejahteraan dan kinerja petugas kesehatan, sehingga pelayanan kesehatan di puskesmas dapat semakin optimal. METODE Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasi Penelitian ini dilaksanakan pada bulan desember Tahun 2024 di UPTD Puskesmas Separi i. , perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya yang terlibat dalam pelayanan kesehatan. Populasi ini dipilih karena mereka memiliki peran langsung dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Jumlah petugas kesehatan yang terdaftar di UPTD Puskesmas Separi i sebanyak 45 orang. Kriteria ini meliputi petugas yang telah bekerja minimal enam bulan. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 176 | 188 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 171-188 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. karena diharapkan mereka sudah memiliki pengalaman dan pemahaman yang memadai tentang tugas dan tanggung jawab mereka di puskesmas. Teknik analisis data dilakukan dengan uji spearman menggunakan komputerisasi. Penelitian ini dilakukan terlebih dahulu melakukan screening pada responden yang sesuai dengan Teknik Total sampling berdasarkan kriteria inklusi yang ditetapkan. Adapun alir penelitian sebagai berikut: HASIL Uji Validitas dan Realibilitas Uji validitas bertujuan untuk menguji sejauh mana kuisioner dapat mengukur apa yang seharusnya diukur. Sementara itu, uji reliabilitas digunakan untuk menilai konsistensi kuisioner sebagai indikator suatu variabel. Berikut disajikan tabel uji validitas dan realibtasnya, sebagai berikut : Tabel 1. Hasil Uji Validitas dan Realibilitas Kinerja Petugas Kesehatan(N=. Pernyataan 1 Pernyataan 2 Pernyataan 3 Pernyataan 4 Pernyataan 5 Pernyataan 6 Pernyataan 7 t hitung > t tabel 0. 0,791 Valid 0,915 Valid 0,921 Valid 0,853 Valid 0,811 Valid 0,811 Valid 0,827 Valid Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index Alpha Cronbatch >0,6 0,964 Reliable 177 | 188 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 171-188 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Pernyataan 8 Pernyataan 9 Pernyataan 10 Pernyataan 11 Pernyataan 12 Pernyataan 13 Pernyataan 14 Pernyataan 15 Pernyataan 16 Pernyataan 17 0,699 0,807 0,674 0,856 0,851 0,868 0,851 0,791 0,738 0,765 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Motivasi (N=. Pernyataan 1 Pernyataan 2 Pernyataan 3 Pernyataan 4 Pernyataan 5 Pernyataan 6 Pernyataan 7 Pernyataan 8 Pernyataan 9 Pernyataan 10 Pernyataan 11 Pernyataan 12 Pernyataan 13 Pernyataan 14 t hitung > t tabel 0. 0,789 Valid 0,935 Valid 0,932 Valid 0,862 Valid 0,813 Valid 0,813 Valid 0,847 Valid 0,721 Valid 0,807 Valid 0,661 Valid 0,865 Valid 0,848 Valid 0,863 Valid 0,857 Valid Alpha Cronbatch >0,6 0,959 Reliabel Sumber : data diolah penulis . Berdasarkan hasil analisis data untuk variabel Kinerja Petugas Kesehatan dengan sampel sebanyak 40 responden, dapat dilihat bahwa semua pernyataan yang di uji menunjukan nilai t hitung lebih besar dari pada t tabel . ,2. , yang berarti semua pernyataan tersebut valid. Selain itu, hasil uji reliabilitas menggunakan alpha cronbatc juga menunjukan nilai lebih besar dari 0,6 yang menandakan bahwa instrumen yang digunakan dalam penelitian ini sangat reliabel. Setiap pernyataan dalam kuisioner memiliki nilai t hitung yang bervariasi, dengan pernyataan ke-3 memperoleh nilai t hitung tertinggi sebesar 0,921, yang menunjukan tingkat validitas yang sangat tinggi. Semua pernyataan yang lain nya juga valid, dengan nilai t hitung berkisa antara 0,674 hingga 0,915. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukan bahwa pernyataan-pernyataan yang diajukan dalam kuisioner mengenai kinerja petugas kesehatan di puskesmas adalah instrumen yang valid dan reliabel untuk mengukur kinerja petugas kesehatan tersebut. Berdasarkan hasil analisis untuk variabel motivasi dengan sampel sebanyak 40 responden, seluruh pernyataan yang diuji menunjukan nilai t hitung yang lebih besar Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 178 | 188 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 171-188 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. dari t tabel ( 0,2. , yang mengindikasikan bahwa semua pernyataan tersebut valid. Selain itu, hasil uji reliabilitas dengan menggunakan alpha cronbach juga menunjukan nilai yang lebih besar dari 0,6, yang menandakan bahwa instrumen yang digunakan untuk mengukur motivasi ini sangat reliabel. Nilai t hitung untuk setiap pernyataan berkisaran antara 0,661 hingga 0,935, dengan pernyataan ke-2 memperoleh nilai t hitung tertinggi sebesar 0,935. Hal ini menunjukan bahwa pernyataan-pernyataan dalam kuisioner mengenai motivasi antara kinerja petugas kesehatan di puskesmas ini valid dan reliabel untuk mengukur motivasi antara kinerja petugas kesehatan. Secara keseluruhan, hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dapat dipercaya dan dapat memberikan gambaran yang akurat mengenai motivasi antara petugas kesehatan di puskesmas separi i. Analisis Univariat Karakteristik Responden Analisis univariat merupakan metode analisis statistik yang digunakan untuk menggambarkan atau mengevaluasi satu variabel secara terpisah. Dalam konteks penelitian, analisis ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik responden, seperti jenis kelamin, usia, status kepegawaian, masa kerja, jenis pegawai, dan pendidikan terakhir. Hasil analisis tersebut disajikan sebagai berikut: Tabel 2. Distribusi Berdasarkan Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Kinerja Petugas Kesehatan di UPTD Puskesmas Separi i Karakteristik . Usia Dewasa Awal: 20-30 Dewasa akhir: 31-40 Lansia awal: 41-50 Status Pegawai Pegawai Tetap Pegawai Tidak Tetap Pendidikan D3 Kebidanan D3 Keperawatan Sumber : Data Primer . Tinggi Sedang Rendah Total 0,0% 44,4% 0,0% 0,0% 15,6% 0,0% 15,6% 44,4% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 11,1% 88,9% 11,1% 0,0% 0,0% 75,6% 0,0% 17,8% 0,0% 6,7% 0,0% 0,0% 6,7% 17,8% 75,6% Berdasarkan Tabel di atas. Mayoritas Responden kelompok usia dengan jumlah 20 orang . ,4%), dan mayoritas dari mereka menunjukan kinerja petugas kesehatan sedang , yaitu 18 orang . %). Responden dengan status pegawai tetap mencatatkan angka terbesar, yaitu 40 orang . ,9%), di mana sebagian besar juga Responden dengan status S1 mencatatkan angka sebesar 34 orang . ,6%). Kesimpulannya, mayoritas responden yang menunjukkan kinerja petugas kesehatan sedang berasal dari berbagai kategori karakteristik, seperti usia, status kepegawaian, dan pendidikan terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa faktor usia, status kepegawaian, dan pendidikan berkontribusi terhadap tingkat kinerja petugas kesehatan di UPTD Puskesmas Separi i. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 179 | 188 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 171-188 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Pengelolaan pekerjaan yang proporsional, kebijakan pendukung kesejahteraan pegawai, serta motivasi kerja yang sesuai dengan karakteristik setiap kelompok dapat menjadi faktor penting dalam menjaga dan meningkatkan kinerja petugas kesehatan di UPTD Puskesmas Separi i. Variabel Penelitian Penelitian ini melibatkan dua variabel utama, yaitu variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kinerja petugas kesehatan, yang diukur berdasarkan dua indikator, yaitu tinggi, dan Sementara itu, variabel dependen adalah motivasi, yang juga dinilai menggunakan tiga indikator, yaitu baik dan tidak baik. Analisis variabel sebagai Analisis Bivariat Analisis bivariat adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh antar variable independent dan variable dependent, setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas pada kuesioner. Langkah berikutnya adalah uji normalitas. Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data yang diperoleh terdistribusi normal atau tidak. Berikut adalah hasil uji analisis bivariat sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Analisis Bivariat Berdasarkan Pengaruh Antara Motivasi Terhadap Kinerja Petugas Kesehatan di UPTD Puskesmas Separi i. Variabel (N=. Motivasi Std Deviation A Mean 7778A5. Kinerja Petugas 27A6. Min Ae Max Uji Uji Spearman's Korelasi Value 0,000 Sumber: Data Primer . Pada variabel kinerja petugas kesehatan, nilai rata-rata . yang diperoleh adalah 71,27 dengan deviasi standar sebesar 6,56. Rentang nilai yang ditemukan berkisar antara 62,00 hingga 85,00. Sementara itu, variabel motivasi memiliki nilai rata-rata . sebesar 58,78 dengan deviasi standar 5,61, dengan rentang nilai antara 51,00 hingga 70,00. Uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa kedua variabel, yaitu motivasi dan kinerja petugas kesehatan, memiliki p-value sebesar 0. Karena p-value lebih kecil dari 0. 05, hal ini mengindikasikan bahwa data tidak terdistribusi normal. Hasil analisis korelasi antara motivasi dan kinerja petugas kesehatan menunjukkan nilai koefisien korelasi . 995 dengan p-value sebesar Hal ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang sangat kuat dan signifikan antara kedua variabel. Nilai p-value yang lebih kecil dari 0. 01 mengindikasikan bahwa pengaruh antara motivasi dan kinerja petugas kesehatan signifikan secara statistik Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 180 | 188 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 171-188 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. pada tingkat kepercayaan 99%. Dengan kata lain, hasil ini menunjukkan bahwa motivasi memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap kinerja petugas Dari hasil uji Spearman, diperoleh nilai korelasi sebesar 0. 988, yang menunjukkan pengaruh yang sangat kuat dan positif antara motivasi dan kinerja petugas kesehatan. Nilai p-value 000 (< 0. mengindikasikan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut signifikan secara statistik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat keterkaitan yang erat antara tingkat motivasi dan kinerja petugas kesehatan. Tanggapan Responden Kuesioner yang berfokus pada variabel Kinerja Petugas Kesehatan mencakup 17 pernyataan untuk mengevaluasi pandangan responden terhadap Data tersebut dipaparkan untuk mengetahui seberapa sering responden memilih setiap pernyataan yang di berikan. Berikut ini terdapat tabel yang menampilkan presentase responden dari para responden. Hasil tanggapan responden sebagai berikut: Tabel 5. Tanggapan Responden Berdasarkan Motivasi terhadap Kinerja Petugas Kesehatan di UPTD Puskesmas Separi i. MOTIVASI Pernyataan Disini menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung semua aktivitas kegiatan Jam istirahat yang diberikan oleh instansi sudah Hari-hari ini, saya merasa termotivasi untuk bekerja sekeras yang saya Sering kali saya merasa aman Instansi cukup bukti untuk memberikan sanksi bila kesalahan dalam melakukan tugas. Saya merasa mempunyai banyak STS Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 181 | 188 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 171-188 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. sahabat di tempat kerja ini. Saya dan rekan kerja selalu saling membantu bila terjadi masalah Instansi selalu memberikan hadiah bagi karyawannya yang berprestasi. Pendapat saya selalu dihargai oleh Saya tidak berfikir bahwa pekerjaan saya itu berharga akhir-akhir ini Saran dan kritik yang diberikan oleh pimpinan membuat saya lebih maju. Motivasi yang diberikan oleh pimpinan membuat saya lebih disiplin dalam bekerja Tidak masalah jika saya terkadang terlambat datang untuk bekerja Secara keseluruhan, saya merasa puas dengan pekerjaan Total Rata-Rata Sumber Data Primer 2024 Tabel 5. Berdasarkan hasil analisis tanggapan responden terhadap variabel motivasi, ditemukan bahwa mayoritas responden memberikan tanggapan positif terhadap berbagai aspek yang diukur. Rata-rata skor tanggapan responden menunjukkan bahwa mereka merasa didukung dalam lingkungan kerja. yang paling tinggi dengan nilai sebesar 35 . 8%) responden merasa Saran dan kritik yang diberikan oleh pimpinan membuat mereka lebih maju . Sedangkan pernyataan paling rendah sebesar 1 . 2 Responden merasa puas dengan pekerjaan Tabel 6. Tanggapan Responden Berdasarkan Kinerja Petugas Kesehatan di UPTD Puskesmas Separi i. KINERJA PETUGAS KESEHATAN Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 182 | 188 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 171-188 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Pernyataan Saya selalu berusaha untuk menyelesaikan tugas dengan rasa penuh taggung jawab untuk mencapai hasil yang Saya selalu berusaha mencapai target kerja yang ditetapkan oleh Saya selalu bekerja sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan oleh Saya selalu berusaha menyelsaikan tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan target waktu kerja yang telah ditentukan Pengetahuan akan pekerjaan, dapat membantu saya dalam mengatasi permasalahan yang muncul pada saat Saya dapat mengerjakan pekerjaan dengan efektif dan efisien sehingga tidak perlu banyak instruksi dan umpan balik dari atasan Kreativitas yang tinggi dapat membantu saya mencapai hasil kerja yang lebih baik. Saya selalu memberikan gagasan-gagasan untuk kemajuan puskesmas Saya selalu bersedia untuk bekerja sama dengan sesama anggota petugas Saya lebih mengutamakan kepentingan kelompok dari pada kepentingan pribadi dalam menyelesaikan Saya selalu fokus menyelesaikan pekerjaan, walaupun tidak ada atasan di Puskesmas. Saya selalu berusaha menyelesaikan pekerjaan STS Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 183 | 188 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 171-188 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. lebih cepat dari waktunya, agar saya dapat mengerjakan tugas Dalam menyelesaikan pekerjaan saya selalu berinisiatif tanpa menunggu perintah dari Petugas kesehatan memiliki semangat untuk melaksanakan tugas-tugas baru yang diberikan oleh Saya selalu hadir tepat waktu sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan di tempat kerja. Seluruh Petugas kesehatan harus memiliki jiwa kepemimpinan yang cukup baik. Saya selalu terbuka untuk menerima kritik atau saran atas hasil kerja yang saya Total Rata-Rata 10,41 23,13 33,12 73,48 1,18 2,61 0,29 0,65 Sumber Data Primer 2024 Tabel 6. Menunjukan bahwa pernyataan yang paling tinggi dengan nilai yang sama sebesar 37 . 2%) responden selalu hadir tepat waktu sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan di tempat pekerjaan dengan efektif dan mereka merasa atasannya memberikan kepercayaan untuk menjalakan tugas secara mandiri. Sedangkan, penyataan paling rendah dengan nilai yang sama sebesar 1 . responden merasa selalu terbuka untuk menerima kritik atau saran atas hasil kerja yang di peroleh. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pengolahan data menujukan bahwa Motivasi berpengaruh positif dan Signifikan terhadap kinerja petugas keshatan. mengenai pengaruh kinerja petugas kesehatan sangat relevan, terutama dalam konteks organisasi yang bergerak di sektor pelayanan kesehatan, seperti UPTD Puskesmas Separi i. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa motivasi yang kuat dapat memberikan dampak signifikan terhadap tingkat kinerja petugas kesehatan di berbagai sektor, termasuk sektor kesehatan. Ketika motivasi kerja diorganisir dengan baik, hal ini dapat mendorong karyawan untuk bekerja lebih optimal dan meningkatkan kualitas kinerja mereka, sekaligus memperkuat komitmen mereka terhadap tujuan organisasi. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi motivasi kerja adalah pemahaman yang jelas mengenai tujuan organisasi, serta penghargaan yang diberikan terhadap pencapaian individu. Lebih jauh lagi, kinerja petugas kesehatan, yang mencakup komitmen untuk tetap bekerja dalam jangka panjang, tidak hanya mempengaruhi stabilitas dalam organisasi, tetapi juga berperan penting dalam peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan kepada Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 184 | 188 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 171-188 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Oleh karena itu, manajemen Puskesmas perlu memahami dinamika hubungan ini untuk menciptakan lingkungan yang mendukung produktivitas dan kualitas pelayanan. Sebagian besar karyawan di UPTD Puskesmas Separi i merasa termotivasi karena mereka merasa dihargai oleh atasan, mereka juga berusaha mencari cara baru untuk menyelesaikan pekerjaan secara efektif dan diberikan rasa kepercayaan untuk menjalankan tugas secara mandiri. Namun, ada beberapa karyawan yang merasa hanya kurang termotivasi atau bahkan tidak termotivasi. Hal ini disebabkan oleh ketidakpuasan terhadap fasilitas kerja yang disediakan, kurangnya perhatian Puskesmas terhadap kesejahteraan karyawan, dan kurangnya komitmen dalam tugas-tugas baru yang Selain itu, mereka merasa tidak puas dengan jenis pekerjaan yang dilakukan dan kurang termotivasi untuk memberikan yang terbaik dalam pekerjaan mereka. Berdasarkan hasil pengolahan data menujukan bahwa Motivasi berasal dari kata Latin "Movere," yang berarti "menggerakkan. " Motivasi merupakan konstruksi multifaset yang muncul dari berbagai faktor internal dan eksternal, yang pada akhirnya menghasilkan pola pikir yang ditandai dengan keinginan dan keuletan untuk mengejar upaya tertentu. Motivasi adalah faktor penting dalam menentukan tingkat upaya individu untuk mencapai tujuan produksi unit kerja mereka dan organisasi tempat mereka berafiliasi. Orang yang termotivasi dicirikan oleh upaya substansial mereka untuk mencapai tujuan ini, sementara individu yang tidak termotivasi cenderung menunjukkan upaya minimal dalam pekerjaan mereka (Utami & Yuliana, 2. Selanjutnya penelitain oleh Annisa Luthfi Shafira et al. , . dengan judul pengaruh setres kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja tenaga kesehatan pada puskesmas multiwahana palembang menunjukan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja tenaga kesehatan semakin tinggi motivasi yang dimiliki oleh tenaga kesehatan. Semakin tinggi motivasi yang dimiliki oleh tenaga kesehatan, semakin meningkat pula kinerja mereka dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Hal ini mengindikasikan bahwa upaya peningkatan motivasi kerja seperti pemberian apresiasi, insentif, dan lingkungan kerja yang mendukung, dapat berkontribusi secara langsung dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas pelayanan tenaga kesehatan di puskesmas. Penelitian lain yang dilakukan oleh (Andayani, 2. menunjukan bahwa motivasi merupakan faktor yang paling dominan dalam menentukan kinerja tenaga kesehatan dibandingkan faktor lainnya, seperti kepemimpinan, sikap, dan imbalan. Semakin tinggi tingkat motivasi yang dimiliki oleh petugas kesehatan, semakin baik pula kinerja yang mereka tunjukkan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Oleh karena itu, peningkatan motivasi kerja melalui penghargaan, dukungan, serta sistem reward dan punishment yang adil menjadi faktor penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas. Penelitian oleh Syam & Afdal, . motivasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Tengngalembang Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai. Motivasi, baik yang berasal dari faktor internal maupun eksternal, berperan dalam meningkatkan semangat dan ketekunan tenaga kesehatan dalam menjalankan Penelitian ini menunjukkan bahwa tenaga kesehatan yang memiliki motivasi tinggi cenderung menunjukkan kinerja yang lebih optimal, dengan tingkat efektivitas dan efisiensi yang lebih baik dalam pelayanan kesehatan. Korelasi yang kuat antara motivasi dan kinerja tenaga kesehatan ini mengindikasikan bahwa peningkatan motivasi, baik melalui penghargaan, lingkungan kerja yang mendukung, maupun apresiasi terhadap pencapaian Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 185 | 188 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2025. Halaman 171-188 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. individu, dapat secara signifikan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan di Puskesmas. Dalam konteks Puskesmas Separi i, tantangan utama untuk meningkatkan kinerja petugas adalah menciptakan lingkungan yang dapat mendukung motivasi kerja. Manajemen Puskesmas harus terus menerus meninjau dan memperbaharui strategi motivasi yang diterapkan agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan karyawan yang terus berkembang. Sebagai bagian dari upaya ini, manajemen Puskesmas juga harus memastikan bahwa kebijakan dan praktik yang diterapkan mencerminkan penghargaan terhadap kontribusi karyawan dan memberi mereka kesempatan untuk berkembang dalam karier mereka. Dengan memahami berbagai faktor yang mempengaruhi motivasi. Puskesmas dapat merancang kebijakan yang lebih efektif dalam meningkatkan kinerja petugas kesehatan, yang pada gilirannya akan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan kepada Sebagai kesimpulan, hasil berbagai penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat erat antara motivasi terhadap kinerja petugas kesehatan. Motivasi yang dikelola dengan baik dapat meningkatkan kepuasan kerja, mengurangi tingkat turnover, dan memperkuat komitmen karyawan terhadap organisasi. Puskesmas Separi i, dengan menerapkan strategi motivasi yang tepat, diharapkan dapat meningkatkan kinerja petugas kesehatan, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada keberlanjutan dan peningkatan kualitas pelayanan Puskesmas. Oleh karena itu, penting bagi Puskesmas untuk terus mengevaluasi dan mengembangkan kebijakan motivasi yang ada, sehingga dapat memastikan bahwa karyawan tetap termotivasi dan setia pada organisasi dalam jangka SIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa motivasi memiliki pengaruh yang signifikan kinerja petugas kesehatan di UPTD Puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspekaspek motivasi , seperti kepuasan kerja, penghargaan terhadap kontribusi, dan kesempatan untuk pengembangan diri, sangat berperan dalam meningkatkan komitmen karyawan. Karyawan yang merasa dihargai dan memiliki kesempatan untuk berkembang secara pribadi dan profesional terhadap institusi tempat mereka bekerja. Oleh karena itu. Puskesmas perlu fokus pada strategi yang dapat memperkuat motivasi, seperti pengakuan atas pencapaian, peluang pengembangan karir, dan penugasan pekerjaan yang menantang namun sesuai dengan kemampuan mereka. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan penting bagi manajemen Puskesmas untuk meningkatkan kinerja petugas melalui pengelolaan motivasi yang tepat, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada kinerja organisasi secara keseluruhan. DAFTAR PUSTAKA