Nursing Arts Vol 19. No 1. Juni 2025 ISSN: 1978-6298 (Prin. ISSN: 2686-133X . EFEKTIVITAS REMINDER MESSAGE TERHADAP KEPATUHAN KUNJUNGAN IBU BALITA KE POSYANDU Rizqi Alvian Fabanyo1*. Butet Agustarika2. Yogik Setia Anggreini3 Poltekkes Kemenkes Sorong Email Korespondensi: ikhyfabanyo94@gmail. Artikel history Dikirim. June 25th, 2025 Ditinjau. June 26th, 2025 Diterima. June 26th, 2025 ABSTRACT Posyandu (Integrated Health Service Pos. is a monthly community-based service aimed at monitoring child growth and development and providing basic healthcare services. However, low compliance among mothers in bringing their children to posyandu remains a challenge. Reminder Message, as a contextual reminder, has the potential to improve this compliance. This study aimed to determine the effectiveness of Reminder Messages on the compliance of mothers in attending posyandu sessions within the working area of Malaimsimsa Public Health Center. Sorong City. The study employed a quasi-experimental design without a control group, using a one-group pre-test and post-test approach, involving 15 mothers of toddlers at the Air Terjun Posyandu. The results showed an increase in compliance following the intervention, with a pvalue of 0. 002 (< 0. , indicating that Reminder Messages were effective in improving mothersAo attendance at posyandu. These messages can serve as useful tools to remind mothers of scheduled visits and enhance their consistency in attending posyandu services. Keywords: Posyandu fo Toddlers. Reminder Message. Maternal Adherence. ABSTRAK Posyandu adalah layanan bulanan untuk memantau tumbuh kembang balita dan memberikan pelayanan dasar. Rendahnya kepatuhan kunjungan ibu balita masih menjadi kendala. Reminder Message sebagai pesan pengingat kontekstual dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kepatuhan tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas Reminder Message terhadap kepatuhan kunjungan ibu balita di posyandu wilayah kerja Puskesmas Malaimsimsa kota Sorong. Desain penelitian yaitu Quasi Experiment tanpa kelompok control dengan pendekatan One group Pre - Post Test dilakukan pada 15 ibu balita di posyandu Air Terjun wilayah kerja Puskesmas Malaimsimsa kota Sorong. Hasil penelitian pre-test dan post-test menunjukkan ada peningkatan tingkat kepatuhan ibu balita ke posyandu dimana p value 0,002 < 0,05. Hal ini menunjukkan Reminder Message efektif meningkatkan kepatuhan kunjungan ibu balita di Reminder Message dapat digunakan untuk memberi pengingat pada ibu balita akan jadwal kunjungan posyandu anaknya serta meningkatkan kepatuhan ibu balita ke posyandu. Kata Kunci: Posyandu Balita. Reminder Message. Kepatuhan Ibu 79 Nursing Arts. Vol. Nomor 1. Juni 2025 hlm: 78-86 PENDAHULUAN Posyandu merupakan kegiatan rutin bulanan yang dirancang untuk memantau pertambahan berat badan balita dengan menggunakan kartu AuMenuju SehatAy (KMS), pemberian penyuluhan gizi, dan pemberian pelayanan kesehatan dasar . munisasi dan penanggulangan diar. (Endang Susilowati, 2. Posyandu merupakan tempat monitoring status gizi dan pertumbuhan anak yang sangat tepat sehingga dengan datang ke posyandu akan diukur tingkat pertambahan berat badan dan tinggi badan secara rutin dam setiap bulannya. Tingkat kehadiran di posyandu yang aktif mempunyai pengaruh yang besar terhadap pemantauan status gizi, serta ibu balita yang datang ke posyandu akan mendapatkan informasi terbaru tentang kesehatan yang bermanfaat dalam menentukan pola hidup sehat dalam setiap harinya (Destiadi et al. , 2. Kunjungan posyandu pada balita berkaitan dengan peran ibu sebagai penanggung jawab kesehatan balita, karena balita sangat bergantung pada ibunya (Idaningsih, 2. Bedasarkan data Riskesdas pada tahun 2019 cakupan cakupan penimbangan balita di Indonesia mengalami penurunan. Dari angka cakupan penimbangan balita di Posyandu dengan rata-rata 77,95% ditahun 2017 menjadi 67,48% ditahun 2018. Angka cakupan tersebut cenderung meningkat ditahun 2019 dengan angka rata-rata 73,86%. Cakupan penimbangan balita pada tahun 2017 di Papua Barat denganangka persentase adalah 73,42 % (Kemenkes RI, 2. Akan tetapi hal tersebut masih dibawah target minimal posyandu di Indonesia yakni 80% (Kemenkes RI, 2. Dalam penelitian Sitohang dan Rahma . disebutkan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan penurunan jumlah kunjungan bayi ke posyandu adalah karena kurangnya pengetahuan ibu tentang waktu/jadwal kunjungan ke posyandu (Sihotang and Rahma, 2. Selain itu, penelitian dari Endang Susilowati . Disarankan untuk memotivasi ibu yang memiliki balita untuk membawa balitanya ke posyandu sesuai jadwal yang telah ditentukan (Endang Susilowati, 2. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan ibu balita saat berkunjung ke posyandu, mulai dari pendidikan formal hingga pengetahuan yang didapat . eperti aktif membaca buk. atau berinteraksi dengan media massa untuk mendidik ibu balita. Selain faktor pendidikan, terdapat faktor lingkungan dan sosial yaitu dukungan sosial dari keluarga dan Adanya faktor lingkungan akan membentuk suatu kepatuhan ibu balita (Endang Susilowati, 2. Tingkat kepatuhan ibu balita ke Posyandu merupakan salah satu faktor pendukung yang diperlukan untuk memantau tumbuh kembang anaknya. Ibu balita menyadari Rizqi Alvian Fabanyo dkk. Efektivitas Reminder Message Terhadap Kepatuhan Kunjungan bahwa posyandu merupakan sikap utama untuk meningkatkan kesehatan ibu balita, yang dapat menyebabkan ibu balita berperilaku positif terhadap posyandu. Sikap positif ibu balita dapat mempengaruhi perubahan perilaku positif. Kemudian akan muncul perilaku seperti kepatuhan (Endang Susilowati, 2. Akibat dari Ibu balita yang tidak aktif berkunjung ke posyandu maka ibu kurang memahami pentingnya status gizi balita, tidak mendapatkan dukungan dan dorongan dari tenaga kesehatan maupun kader jika didapatkan masalah terhadap kesehatan balitanya, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan yang tidak dapat di pantau secara optimal karena pertumbuhan balita dipantau melalui KMS. Dengan KMS membantu kita untuk mengetahui jika terdapat kelainan atau ketidak sesuaian dengan pertumbuhan pada balita dengan segera (Idaningsih, 2. Tenaga Kesehatan telah melakukan upaya untuk meningkatkan minat kunjungan posyandu dengan mengunjungi ibu-ibu yang tidak berkunjung ke posyandu. Namun target cakupan kunjungan posyandu masih belum tercapai. Oleh karena itu, perlu dikembangkan model promosi kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan kunjungan ibu balita ke Posyandu. Telah dibuktikan bahwa strategi intervensi yang dapat secara efektif meningkatkan perawatan yang diterima oleh pasien adalah dengan mengingatkan . klien untuk menanyakan pertanyaan khusus kepada penyedia mereka, yang mengarah pada perubahan dalam perawatan Sejumlah besar penelitian telah menunjukkan bahwa metode ini dapat secara efektif meningkatkan layanan pencegahan, seperti imunisasi, mamografi, dan skrining kanker usus besar, dan juga berhasil meningkatkan kepatuhan terhadap berbagai penyakit mental dan kronis (Pool et al. , 2. Reminder Message adalah sebuah pesan yang menolong seseorang untuk mengingat sesuatu. Reminder dapat lebih bermanfaat ketika informasi kontekstual digunakan untuk menyajikan informasi pada waktu yang tepat dan tempat yang tepat (Kosidin & Farizah, 2. Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa pengingat . dapat diterima sebagai strategi yang berguna untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsusmsi tablet Selain itu, pesan reminder juga dapat menghemat biaya dan waktu (Lestari, 2. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa Reminder Message efektif tidak hanya di antara kelompok, tetapi juga di dalam suatu kelompok. Ini membuktikan pentingnya Reminder Message tidak hanya untuk meningkatkan kepatuhan, tetapi juga untuk menjaga kepatuhan. Penelitian telah menunjukkan bahwa "Reminder Message" dapat secara efektif mengingatkan peserta untuk minum obat, mengurangi frekuensi penarikan obat untuk alasan selain lupa, mengurangi frekuensi lepas obat. Reminder Message efektif sebagai pengingat untuk 81 Nursing Arts. Vol. Nomor 1. Juni 2025 hlm: 78-86 mengurangi lupa, dan kejadian mengurangi frekuensi perawatan atau mereka mungkin melanjutkan perawatan mereka kembali. Reminder Message dapat mendorong ibu balita agar patuh melakukan kunjungan posyandu (Novianti, 2. Berdasarkan hasil pengambilan data awal di lokasi penelitian yaitu Puskesmas Malaimsimsa Kota Sorong. Untuk cakupan penimbangan balita di posyandu wilayah kerja Puskesmas Malaimsimsa Kota Sorong di tahun 2020 yaitu terdapat 1355 jiwa bayi dan balita yang terdaftar di poyandu dan rata-rata jumlah balita yang melakukan penimbangan di tahun tersebut sebanyak 388 balita. Berdasarkan survey awal yang dilakukan pada bulan Maret 2021 telah di wawancarai 10 ibu balita di posyandu wilayah kerja puskesmas Malaimsimsa, terdapat 7 ibu balita yang mengatakan alasan tidak melakukan kunjungan karena sering lupa tanggal posyandu sehingga tidak dapat melakukan kunjungan posyandu, 2 diantaranya mengatakan sedang berada diluar kota, dan 1 ibu balita mengatakan tidak melakukan kunjungan posyandu dikarenakan anaknya sedang sakit. Kemudian diketahui bahwa Sebagian besar ibu balita di wilayah studi memiliki ponsel, namun belum digunakan sebagai pengingat. Berdasarkan latar belakang yang diuraikan maka penulis tertarik melakukan penelitian tentang efektifitas Reminder Message terhadap kepatuhan kunjungan ibu balita di posyandu wilayah kerja puskesmas Malaimsimsa kota Sorong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Reminder Message terhadap kepatuhan kunjungan ibu balita di posyandu wilayah kerja puskesmas Malaimsimsa kota Sorong. METODE Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yaitu Quasi Experiment tanpa kelompok control dengan pendekatan One group Pre - Post Test untuk menguji efektivitas Reminder Message terhadap kepatuhan kunjungan ibu balita di posyandu wilayah kerja puskesmas Malaimsimsa kota Sorong. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu balita di wilayah kerja Puskesmas Malaimsimsa Kota Sorong. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 15 ibu balita di posyandu Air Terjun wilayah kerja Puskesmas Malaimsimsa kota Sorong. Teknik pengambilan data dengan Non Probability Sampling yaitu dengan menggunakan Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan instrument berupa kuesioner kepatuhan kunjungan ibu balita ke Posyandu. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis univariat bertujuan untuk menyajikan distribusi frekuensi karakteristik responden. Sedangkan analisis bivariat bertujuan untuk menguji Rizqi Alvian Fabanyo dkk. Efektivitas Reminder Message Terhadap Kepatuhan Kunjungan efektivitas Reminder Message terhadap kepatuhan kunjungan ibu balita di posyandu wilayah kerja puskesmas Malaimsimsa kota Sorong. Adapun uji analisis yang digunakan yaitu uji Wilcoxon Test dengan nilai signifikansi p-value < 0. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden di Wilayah Kerja Puskesmas Malaimsimsa Kota Sorong Karakteristik Responden Usia Ibu < 25 tahun 25 Ae 35 tahun > 35 tahun Pendidikan SMP SMA Diploma Sarjana Pekerjaan Ibu Rumah Tangga Swasta PNS Jarak Tempat Tinggal ke Posyandu < 200 meter 200-400 meter > 400 meter Usia Anak 0 - 23 bulan 24 Ae 36 bulan 37 Ae 60 bulan Total Frekuensi (F) Persentase (%) Berdasarkan tabel 1 menunjukkan distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan usia ibu responden terbanyak pada kategori usia 25-35 tahun berjumlah 9 orang . %). Berdasarkan tingkat Pendidikan terbanyak pada kategori tingkat Pendidikan SMA (Sekolah Menengah Ata. berjumlah 11 orang . ,3%). Berdasarkan pekerjaan responden terbanyak bekerja 83 Nursing Arts. Vol. Nomor 1. Juni 2025 hlm: 78-86 sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) berjumlah 12 orang . %). Berdasarkan jarak tempat tinggal ke Posyandu terbanyak pada kategori jarak < 200 meter berjumlah 11 orang . ,3%). Berdasarkan usia anak responden terbanyak pada kategori usia anak 0-23 bulan berjumlah 13 orang . ,7%). Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Kepatuhan Sebelum dan Sesudah Pemberian Reminder Message Tabel 2. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Kepatuhan Sebelum dan Sesudah Pemberian Reminder Message Pada Ibu Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Malaimsimsa Kota Sorong Tingkat Kepatuhan Kepatuhan Rendah Sebelum (Pre Tes. Sesudah (Post Tes. Kepatuhan Sedang Kepatuhan Tinggi Total Berdasarkan tabel 2. Menunjukkan distribusi frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Kepatuhan Sebelum Pemberian Reminder Message Pada Ibu Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Malaimsimsa Kota Sorong terbanyak pada kategori tingkat kepatuhan rendah berjumlah 8 orang . ,3%). Sedangkan sesudah pemberian Reminder Message responden terbanyak pada kategori tingkat kepatuhan sedang berjumlah . ,7%). Analisis Bivariat Efektifitas Reminder Message Terhadap Kepatuhan Kunjungan Ibu Balita Di Posyandu Air Terjun Wilayah Kerja Puskesmas Malaimsimsa Kota Sorong Tabel 3. Hasil Analisis Efektifitas Reminder Message Terhadap Kepatuhan Kunjungan Ibu Balita Di Posyandu Air Terjun Wilayah Kerja Puskesmas Malaimsimsa Kota Sorong Jumlah Kelompok Mean Kepatuhan Kepatuhan Kepatuhan Rendah Sedang Tinggi Pre Test 5,27 Post Test 6,67 P-Value Rizqi Alvian Fabanyo dkk. Efektivitas Reminder Message Terhadap Kepatuhan Kunjungan Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebelum diberikan Reminder Message yaitu 5,27 dengan jumlah responden yang memiliki tingkat kepatuhan rendah sebanyak 8 responden, tingkat kepatuhan sedang sebanyak 5 responden dan tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 2 responden sedangkan setelah diberikan Reminder Message nilai rata-rata yaitu 6,67 dengan responden yang memiliki tingkat kepatuhan rendah sebanyak 2 responden, tingkat kepatuhan sedang sebanyak 10 resonden dan tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 3 responden. Hasil uji statistik diperoleh p-value 0,002 (<0,. , menunjukkan ada pengaruh pengunaan Reminder Message terhadap tingkat kepatuhan ibu balita di posyandu. Kepatuhan menurut Neil Niven . yang dikutip dari Sackett . mendefinisikan kepatuhan sebagai Ausejauhmana perilaku dengan ketentuan yang diberikan oleh profesi Kepatuhan datang ke posyandu yang paling baik adalah teratur setiap bulan atau 12 kali pertahun. Untuk itu penimbangan balita diberi batasan 8 kali pertahun. Posyandu yang frekuensi penimbanganya kurang dari 8 kali pertahun dianggap masih rawan (Diagama et al. Intervensi pada penelitian ini yaitu pemberian Reminder Message yang merupakan upayaupaya terencana untuk mengubah perilaku individu tersebut. Dimana responden akan diberikan Reminder Message 3 hari sebelum dilaksanakan posyandu yang dikirimkan berturut-turut setelah magrib dan 2 jam sebelum dilaksanakan posyandu. Hasil penelitian ini memperlihatkan tingkat kepatuhan ibu balita ke posyandu sebelum diberikan Reminder Message dengan tingkat kepatuhan rendah sebanyak 8 responden . ,3%), responden dengan kepatuhan sedang sebanyak 5 responden . ,3%), dan responden dengan kepatuhan tinggi senbanyak 2 responden . ,3%) sedangkan tingkat kepatuhan ibu balita setelah diberikan Reminder Message dengan tingkat kepatuhan rendah sebanyak 2 responden . ,3%), responden dengan kepatuhan sedang sebanyak 10 responden . ,7%), dan responden dengan kepatuhan tinggi senbanyak 3 responden . %). Pada saat dilakukan pengukuran setelah diberikan Reminder Message terjadi peningkatan terhadap jumlah frekuensi tingkat kepatuhan sedang dari 5 menjadi 10 responden kepatuhan tinggi dari 2 menjadi 3 responden. Dari data tersebut setelah responden diberikan Reminder Message mayoritas mengalami perubahan perilaku kearah yang lebih baik yaitu dalam bentuk kepatuhan kunjungan ibu balita di posyandu. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh pool et al. yang mengatakan salah satu strategi intervensi yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan perawatan yang klien terima adalah mengingatkan . klien untuk menanyakan pertanyaan spesifik penyedia mereka yang mengarah pada perubahan dalam 85 Nursing Arts. Vol. Nomor 1. Juni 2025 hlm: 78-86 perawatan mereka. Sejumlah penelitian telah mengamati bahwa metode ini efektif dalam meningkatkan layanan pencegahan seperti imunisasi. Menurut uji statistik Wilcoxon setelah diberikan Reminder Message menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 5,27 menjadi 6,67. Hasil ini menunjukkan penggunaan Reminder Message efektif terhadap tingkat kepatuhan kunjungan ibu balita ke posyandu ( p= 0,. Studi menunjukkan Reminder Message efektif sebagai pengingat untuk mengurangi angka lupa, dan kejadian mengurangi frekuensi perawatan, atau mereka mungkin melanjutkan perawatan mereka kembali. Reminder Message dapat mendorong mereka untuk patuh. Penelitian di Australia oleh Van Ryswyk et al. , 2015 melaporkan bahwa pesan pengingat dapat meningkatkan kepatuhan serta dapat menjadi sistem pengingat yang sangat efektif dari segi biaya masa depan. Dalam sebuah artikel memaparkan tentang efek jangka panjang dari layanan Reminder Message. Pada hasil perawatan kesehatan didapatkan dari 13 artikel yang disertakan, 3 Reminder Message dinilai sebagai alat untuk meningkatkan kepatuhan kehadiran di rumah sakit atau klinik (Househ, 2. Dalam konteks pelayanan posyandu, reminder juga dapat disertai edukasi kesehatan untuk mendorong kepatuhan ibu balita dalam mengikuti kegiatan (Fabanyo and Abdullah, 2. Peneliti berasumsi bahwa dengan adanya Reminder Message dapat membantu ibu balita mengingat jadwal kunjungan posyandu anaknya, sehingga meningkatkan kepatuhan dalam menghadiri layanan tersebut. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan Reminder Message efektif untuk meningkatkan kepatuhan kinjungan ibu balita di posyandu Air Terjun wilayah kerja Puskesmas Malaimsimsa kota Sorong. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi penggunaan Reminder Message dengan variasi media komunikasi yang lebih luas, seperti aplikasi berbasis mobile atau media sosial, guna mengetahui efektivitas yang lebih tinggi dalam meningkatkan kepatuhan kunjungan. UCAPAN TERIMA KASIH