Jurnal Riset Akuntansi dan Manajemen. Vol. No1. Maret 2025 Pengaruh Implementasi Sistem Akuntansi Keuangan Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Gabeando Edgar1* dan Ratih Kusumastuti2 Prodi Magister Ilmu Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Jambi e-mail: gabeandoe@gmail. Abstract This study explores how the implementation of financial accounting systems influences the quality of financial reports at the local government level. In an associative-based study, the participants comprised 50 employees involved in accounting, financial administration, and financial report preparation at the Regional Finance and Asset Management Agency of Muaro Jambi District. The research methodology involved using a questionnaire via the Google Form platform and data analysis using SPSS software version 25. The analytical process encompassed various tests, such as validity, reliability, normality, multicollinearity, and multiple regression analysis. The research findings significantly highlight the impact of financial accounting systems on the quality of financial reports, clearly demonstrated through the F and t statistical tests. These findings indicate that a wellimplemented financial accounting system significantly affects the quality of local government financial The implications underscore the essence of effective management in implementing the appropriate accounting system to ensure the reliability and quality of financial reports at the local government level. Therefore, emphasizing effective management of accounting systems becomes crucial in ensuring the integrity and credibility of financial reports within the local government Keywords: System. Accounting. Quality. Financial. Reports Latar Belakang Dukungan yang diberikan masyarakat terhadap transparansi dalam akuntabilitas publik mencerminkan kemajuan Indonesia. Pemerintah di tingkat pusat ataupun daerah, harus memastikan tanggung jawab dan transparansi terkait penggunaan anggaran. Laporan keuangan yang jelas dari sektor publik, termasuk instansi pemerintah daerah, memainkan peran penting dalam perkembangan akuntansi sektor publik di Indonesia dan negara lain. Kemampuan pemerintah dalam memberikan layanan serta pertanggungjawaban yang efektif untuk mencapai tujuan perencanaan memerlukan dukungan sumber daya finansial yang memadai. Laporan keuangan dari pemerintah pusat dan daerah menjadi fondasi penting dalam mewujudkan transparansi serta akuntabilitas pengelolaan keuangan, serta sebagai pedoman untuk pengambilan keputusan (Aprisyah & Yuliati, 2. Laporan keuangan yang dibuat oleh pemerintah daerah saat ini menunjukkan kualitas yang cukup baik dan dianggap memadai. Ini tercermin dari opini audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada pemerintah daerah, dimana banyak dari mereka mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) secara berturut-turut, menandakan bahwa laporan keuangannya telah sesuai dengan standar pelaporan keuangan yang ditetapkan. Namun, memperoleh predikat WTP seharusnya bukanlah tujuan akhir dalam penyusunan laporan keuangan. Pemerintah seharusnya melakukan evaluasi terhadap aspekaspek yang masih bisa ditingkatkan, terutama dalam hal efisiensi penggunaan anggaran, meskipun telah meraih predikat tersebut. Laporan keuangan dapat dipergunakan guna menggambarkan kinerja suatu perusahaan. Mereka terdiri dari data keuangan yang dikumpulkan oleh perusahaan selama satu periode akuntansi (Khikmah et al. , 2. Berdasarkan informasi yang tercatat dalam Laporan Tahunan BPK cabang Jambi dari tahun 2020 hingga 2022, hanya sedikit pemerintah daerah yang meraih opini BPK Wajar Dengan Pengecualian (WDP), dapat dihitung dengan jari. Data mengenai opini audit BPK terhadap Pemerintah Daerah di Jambi bisa dijelaskan melalui tabel berikut: A Riset Akuntansi dan Manajemen 2025 Jurnal Riset Akuntansi dan Manajemen. Vol. No. Maret 2025 Tabel 1. Opini Audit BPK Perwakilan Jambi 2020 - 2022 Opini BPK Tahun Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Wajar Tanpa Pengecualian Dengan Paragraf Penjelas (WTP-DPP) Wajat Dengan Pengecualian (WDP) Tidak Wajar (TW) Sumber: Annual Report BPK Perwakilan Jambi Tahun 2020 - 2022 Data opini BPK dari 2020 hingga 2022 menunjukkan bahwa mayoritas pemerintah daerah mendapat Opini WTP. Ada kenaikan jumlah pemerintah daerah yang memperoleh opini WTP dari 9 pada 2020 menjadi 11 pada 2021, namun turun sedikit menjadi 9 pada 2022. Meskipun begitu, satu pemerintah daerah mendapat Opini WDP di tahun 2020 dan satu lagi pada tahun 2022. Ini menandakan bahwa sebagian besar pemerintah daerah mendapat pengakuan atas laporan keuangannya (WTP), tapi masih ada beberapa yang mendapatkan catatan khusus (WDP), menunjukkan ada aspek yang perlu diperbaiki dalam penyusunan laporan keuangan di tahun-tahun tersebut. Selain memeriksa laporan keuangan, pemeriksaan BPK menilai kepatuhannya terhadap Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang diimplementasikan setiap pemerintah daerah, menurut Indrayani . Dalam prakteknya. SPI menjadi fokus utama dalam audit BPK dan lembaga audit lainnya. SPI meliputi proses, sistem, dan langkah-langkah yang diperlukan pada penyusunan laporan keuangan Dalam proses ini. SPI berperan sebagai kontrol dan pengawas guna memastikan laporan disusun secara akurat, tepat waktu, sesuai target, serta standar yang berdampak pada hasil audit yang Karena itu. SPI dianggap memberi pengaruh pada kualitas laporan keuangan. Berdasar pada Sinulingga et al . , kualitas laporan keuangan pemerintah daerah tergantung pada cara unit akuntansi pemerintah daerah mengidentifikasi, mengukur, dan mencatat transaksi ekonomi. Data ini digunakan untuk mengawasi pengelolaan keuangan serta untuk keputusan ekonomi yang diambil oleh berbagai pihak. Fauziyah . menjelaskan bahwa mengadopsi sistem akuntansi yang mengikuti standar akuntansi pemerintahan daerah juga menjadi faktor kunci yang memengaruhi kualitas laporan keuangan. Standar ini, yang dijelaskan dalam Permendagri No. 21 Tahun 2011, mencakup langkah-langkah mulai dari pengumpulan data hingga pelaporan keuangan guna mempertanggungjawabkan APBD. Kehadiran sistem akuntansi memiliki peran vital karena berdampak pada mutu informasi dalam laporan keuangan. Hal tersebut disokong temuan penelitian Utami et al . yang menyimpulkan bahwasanya Sistem Akuntansi Keuangan memainkan peran yang sangat penting dalam memastikan kualitas laporan keuangan di Badan Pengelolaan Keuangan Dan Pendapatan Daerah Kabupaten Klungkung. Pentingnya peran ini tidak bisa diabaikan dalam konteks manajemen keuangan daerah. Pengaruh positif dan signifikan yang dimiliki oleh sistem ini pada kualitas laporan keuangan menandakan adanya relevansi yang kuat antar penerapan sistem akuntansi keuangan serta akurasi laporan keuangan yang dihasilkan. Launtu . pada penelitiannya menjelaskan bahwa untuk mencapai tujuan ini, penting bagi pemerintah daerah guna mengadopsi sistem akuntansi yang handal, efektif, dan sesuai dengan SAP. Sistem ini tidak hanya memastikan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga memastikan bahwa proses pencatatan, pelaporan, dan analisis keuangan berjalan dengan lancar dan akurat. Dengan demikian, laporan keuangan yang diperoleh akan menjadi sumber informasi yang penting atas mendukung pengambilan keputusan yang tepat dan transparan di lingkungan pemerintah daerah. Gustina . juga menambahkan bahwa ketersediaan laporan keuangan yang kredibel serta handal sangat penting dalam memastikan bahwasanya para pemangku kepentingan memiliki informasi yang akurat untuk membuat keputusan yang cerdas dan berbasis data. Laporan keuangan yang tepat dan andal memainkan peran kunci dalam membantu pemangku kepentingan dalam memahami kondisi keuangan, mengevaluasi kinerja, serta merencanakan kegiatan masa depan. Ini juga merupakan fondasi bagi transparansi serta akuntabilitas pada pengelolaan keuangan pemerintah daerah, memungkinkan mereka untuk bertanggung jawab secara efektif kepada masyarakat yang mereka Dari penelitian sebelumnya dan pemantauan terhadap fenomena yang terungkap di Provinsi A Riset Akuntansi dan Manajemen 2025 Jurnal Riset Akuntansi dan Manajemen. Vol. No1. Maret 2025 Jambi, terlihat adanya suatu minat yang muncul untuk menjelajahi secara lebih mendalam mengenai bagaimana penerapan sistem akuntansi keuangan berdampak pada kualitas laporan keuangan di tingkat pemerintah daerah. Kajian Pustaka Kualitas Laporan Keuangan Darlen et al . mengartikan kualitas dari laporan keuangan sebagai evaluasi yang didasarkan pada standar yang terwujud melalui penggunaan informasi akuntansi untuk mencapai tujuan tertentu, dengan indikator yang sesuai, dapat dipercaya, dapat digunakan sebagai perbandingan, dan mudah Sistem Akuntansi Keuangan Berdasarkan Peraturan Mendagri No. 13 Tahun 2006. Sistem Akuntansi Keuangan dijelaskan sebagai serangkaian proses yang tidak terbatas pada sekadar pencatatan keuangan, melainkan meliputi tahapan-tahapan penting dalam pengelolaan serta pelaporan keuangan pemerintah daerah. Ini mencakup pengumpulan data transaksi keuangan, pencatatan secara sistematis, penyusunan ringkasan informasi, hingga tahap penyusunan laporan keuangan. Tujuan utama atas sistem ini ialah guna memastikan pertanggungjawaban yang akurat serta transparan terkait pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) (Herlina et al. , 2. Hipotesis Gambar 1. Kerangka Pemikiran Ha : Ada pengaruh yang signifikan dari implementasi sistem akuntasi keuangan pada kualitas laporan H0 : Tidak ada pengaruh yang signifikan dari implementasi sistem akuntasi keuangan pada kualitas laporan keuangan Metode Penelitian Penulisan ini mengusung pendekatan riset asosiatif untuk meneliti bagaimana implementasi sistem akuntansi keuangan memengaruhi kualitas laporan keuangan daerah. Metode pengumpulan data utamanya dilakukan melalui kuesioner yang disebar menggunakan Google Form, mempermudah dalam mengisi. Adapun link google form yang digunakan https://forms. gle/fUnZsTuZ4Mp5fxMy9 Penulis memilih sampel sebanyak 50 pegawai dari SKPD Kabupaten Muaro Jambi yang bertugas di bidang akuntansi, administrasi keuangan, atau terlibat dalam penyusunan laporan keuangan dengan menggunakan metode purposive sampling. Dalam pengelolaan data mempergunakan SPSS versi 25, metode pengujian yang dipergunakan untuk proses pemrosesan data mencakup Uji Validitas. Reliabilitas. Normalitas. Multikolinearitas. Heteroskedastisitas. Analisis Regresi Berganda, serta Pengujian Hipotesis. A Riset Akuntansi dan Manajemen 2025 Jurnal Riset Akuntansi dan Manajemen. Vol. No. Maret 2025 Hasil dan Pembahasan Hasil Uji Validitas Tabel 2. Hasil Uji Validitas Item Pearson Sig. Ket Correlation SAK1 0,724 0,000 Valid SAK2 0,711 0,000 Valid SAK3 0,697 0,000 Valid SAK4 0,606 0,000 Valid SAK5 0,736 0,000 Valid SAK6 0,707 0,000 Valid SAK7 0,722 0,000 Valid SAK8 0,721 0,000 Valid KLK1 0,691 0,000 Valid KLK2 0,711 0,000 Valid KLK3 0,686 0,000 Valid KLK4 0,735 0,000 Valid KLK5 0,710 0,000 Valid KLK6 0,735 0,000 Valid KLK7 0,706 0,000 Valid KLK8 0,634 0,000 Valid Sumber: Data diolah . Tabel 2 menjelaskan bahwasanya setiap item pertanyaan dalam alat penelitian dianggap valid karena mempunyai nilai signifikansi < 0,05. Temuan uji validitas mengonfirmasi kevalidan kuesioner yang dipakai oleh penulis, menandakan bahwa kuesioner tersebut merupakan instrumen yang dapat diandalkan untuk mengukur variabel atau konsep yang sesuai dengan tujuan penulisan. Uji Realibilitas Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas CronbachAos Item Alpha Sistem Akuntansi Keuangan (X) Kualitas Laporan Keuangan (Y) Sumber: Data diolah . Variabel Ket Reliabel Reliabel Hasil pengujian reliabilitas mengindikasikan bahwa kedua variabel yang diteliti menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi. Hal ini tercermin dari nilai r Alpha yang melebihi angka 0,70, menandakan bahwa instrumen pengukuran yang dipergunakan bisa diandalkan dalam mengukur variabel tersebut secara konsisten. A Riset Akuntansi dan Manajemen 2025 Jurnal Riset Akuntansi dan Manajemen. Vol. No1. Maret 2025 Uji Normalitas Tabel 3. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardize d Residual Normal Mean Parametersa,b Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true Sumber: Data diolah . Berlandaskan temuan temuan yang tercantum dalam Tabel 4, terutama dari hasil uji normalitas, dapat disimpulkan bahwasanya nilai signifikansi . ) senilai 0,200 > 0,05. Informasi ini mengindikasikan bahwasanya data yang disajikan mengikuti pola distribusi normal. Uji Multikolinearitas Tabel 4. Hasil uji Multikolinearitas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF Sistem Akuntansi Keuangan Dependent Variable: Kualitas Laporan Keuangan Sumber: Data diolah . Temuan evaluasi analisis multikolinearitas menegaskan bahwa setiap variabel independen mempunyai nilai toleransi yang melampaui ambang batas 0,1 . %). Ini menunjukkan bahwa adanya tingkat korelasi yang rendah di antara variabel bebas. Selain itu, perhitungan Variance Inflation Factor (VIF) atas setiap variabel bebas juga menjelaskan nilai yang ada di bawah ambang batas 10. Dari kesimpulan ini, dapat dipastikan bahwa tidak terdapat tanda-tanda yang mengindikasikan keberadaan masalah multikolinearitas pada model regresi yang dipergunakan. A Riset Akuntansi dan Manajemen 2025 Jurnal Riset Akuntansi dan Manajemen. Vol. No. Maret 2025 Uji Heteroskedastisitas Tabel 6. Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Standardize Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. Sistem Akuntansi Keuangan Sig. Dependent Variable: Abs_Res Sumber: Data diolah . Uji heteroskedastisitas dengan metode rank Spearman merupakan suatu prosedur untuk mengevaluasi apakah variasi dari residual dalam model regresi tidak stabil atau tidak terdistribusi secara merata. Temuan uji ini menjelaskan bahwasanya bila nilai Sig. > 0,05, maka asumsi heteroskedastisitas tidak terpenuhi. Dalam analisis ini, data yang tercatat dalam tabel menunjukkan bahwasanya nilai Signifikansi (Sig. ) untuk sistem akuntansi keuangan adalah 0,525. Angka ini secara jelas mengindikasikan bahwa nilai Signifikansi tersebut melebihi angka 0,05. Dengan demikian, kesimpulan yang bisa diambil ialah absennya keberadaan heteroskedastisitas dalam data yang telah Analisis Regresi Berganda Tabel 7. Hasil Uji Regresi Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model (Constan. Sistem Akuntansi Keuangan Std. Error Beta Sig. Dependent Variable: Kualitas Laporan Keuangan Sumber: Data diolah . Temuan atas analisis regresi berganda menyoroti beberapa aspek penting. Pertama, konstanta yang dihasilkan dari analisis tersebut adalah 20. Selanjutnya, koefisien regresi yang berkaitan dengan variabel sistem akuntansi keuangan tercatat sebesar 0,285 dan memiliki nilai yang positif. Hal ini mengindikasikan bahwa adanya hubungan positif antar sistem akuntansi keuangan yang lebih baik dengan tingkat kualitas laporan keuangan yang lebih tinggi. Dalam konteks ini, bisa disimpulkan bahwasanya ketika sistem akuntansi keuangan mempunyai kinerja yang lebih baik atau lebih tinggi, maka kemungkinan besar kualitas laporan keuangan juga akan cenderung naik. A Riset Akuntansi dan Manajemen 2025 Jurnal Riset Akuntansi dan Manajemen. Vol. No1. Maret 2025 Uji Hipotesis Tabel 8. Hasil Uji Simultan (F) ANOVAa Sum of Mean Model Squares Square 1 Regression Residual Total Dependent Variable: Kualitas Laporan Keuangan Predictors: (Constan. Sistem Akuntansi Keuangan Sumber: Data diolah . Sig. Berlandaskan temuan analisis uji F, perlu diperhatikan beberapa aspek penting. Terdapat perbedaan yang signifikan, dengan nilai fhitung senilai 4. 256 yang lebih tinggi dari nilai ftabel 4. Selain itu, signifikansi senilai 0. 45 yang < 0. 05 mengindikasikan adanya bukti yang cukup untuk menolak asumsi Hasil ini menggambarkan bahwasanya sistem akuntansi keuangan mempunyai dampak signifikan pada kenaikan kualitas laporan keuangan. Data yang terdapat di Tabel 7 juga memperkuat temuan tersebut. Nilai t hitung senilai 2. 063 melebihi nilai ttabel 1. 676, sementara signifikansi senilai 0. 045 yang < 0. Hasil ini mengonfirmasi bahwasanya implementasi sistem akuntansi keuangan memberi pengaruh yang nyata pada kenaikan kualitas laporan keuangan, menciptakan landasan yang kuat untuk perbaikan serta pengembangan lebih lanjut dalam pengelolaan keuangan. Pembahasan Hasil analisis yang beragam menegaskan bahwa peranan sistem akuntansi keuangan sangat vital dalam menetapkan kualitas laporan keuangan. Uji konsisten yang dilakukan menyatakan bahwa sistem tersebut memiliki peran kunci dalam menciptakan laporan keuangan yang dapat dipercaya. Fakta ini semakin menegaskan bahwa keberadaan sistem akuntansi yang tangguh dan efektif sangat mendukung terciptanya laporan keuangan yang berkualitas. Studi-studi terkait mendukung klaim ini dengan temuan yang sejalan. Menurut Sasmita et al . , penggunaan sistem akuntansi keuangan daerah secara langsung memengaruhi kualitas laporan keuangan daerah. Sistem ini mengatur prosedur dari pengumpulan data hingga pelaporan keuangan terkait APBD selaras dengan peraturan yang ada. Kendala bisa muncul apabila pemahaman terhadap sistem ini kurang memadai. Murapi . menyoroti bahwa peningkatan signifikan dalam pemanfaatan teknologi informasi langsung memberi pengaruh pada kualitas informasi dalam laporan keuangan pemerintahan daerah. Penggunaan yang optimal dari teknologi informasi bisa menaikkan aksesibilitas serta kecepatan layanan publik, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas informasi dalam laporan keuangan. Purnama . menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi, terutama melalui aplikasi komputer akuntansi, berdampak besar pada penyusunan laporan keuangan. Otomatisasi proses dari pengumpulan hingga penyajian laporan bukan hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga meningkatkan produktivitas. Teknologi informasi juga mendukung pembuatan laporan keuangan yang akurat sesuai standar internal dan eksternal. Penelitian Kusumadewi . menunjukkan landasan kuat bahwasanya penerapan sistem akuntansi keuangan di tingkat Desa mempunyai dampak positif yang signifikan pada kualitas laporan keuangan. Hal ini menegaskan bahwasanya peran sentral sistem akuntansi keuangan, yang disokong pemanfaatan teknologi informasi, memainkan peran krusial dalam membentuk standar serta keandalan laporan keuangan pemerintah daerah. Dari keseluruhan penjelasan tersebut, bisa disimpulkan bahwasanya pemahaman yang baik serta pemanfaatan efektif teknologi informasi tidak hanya meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan Desa, melainkan juga menciptakan lingkungan yang transparan, akuntabel, dan mendukung A Riset Akuntansi dan Manajemen 2025 Jurnal Riset Akuntansi dan Manajemen. Vol. No. Maret 2025 pertumbuhan ekonomi lokal. Sebagai hasilnya, hal ini memberikan kepercayaan kepada masyarakat terhadap integritas dan kredibilitas pemerintahan setempat. Kesimplan Dalam simpulan ini, peran penting sistem akuntansi keuangan dan teknologi informasi pada kualitas laporan keuangan pemerintah daerah disorot. Dari hasil uji statistik, terlihat pengaruh yang sangat signifikan yang dimiliki sistem akuntansi keuangan pada laporan keuangan, yang terbukti dari analisis uji F dan t. Dapat diamati dari nilai fhitung yang melebihi nilai ftabel serta nilai signifikansi yang menolak asumsi nol, yang secara jelas menunjukkan dampak ini. Sama halnya dengan nilai t hitung yang melampaui ttabel dan signifikansi yang mempertegas pengaruh sistem akuntansi keuangan pada kualitas Dalam hal penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah, manajemen yang efektif dari sistem akuntansi yang tepat semakin menjadi perhatian utama. Karenanya, pemahaman yang mendalam akan peran sistem akuntansi menjadi faktor kunci atas memastikan terciptanya laporan keuangan yang berkualitas serta bisa dipercaya. Daftar Pustaka