Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa Volume. 5 Nomor. 2 Agustus 2026 E-ISSN. : 2829-0143. P-ISSN. : 2829-0151. Hal. DOI: https://doi. org/10. 55606/jurribah. Tersedia: https://prin. id/index. php/JURRIBAH Integrasi AI dalam Pembelajaran Menulis Karya Ilmiah: Peluang dan Tantangan Orisinalitas Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Desty Endrawati Subroto1*. Ismail Pahmi2. Ratu Bilqis Nurhaida3. Devi Nurviyanti4 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Bina Bangsa. Indonesia Email: desty2. subroto@gmail. com1*, ismailfahmi0254@gmail. com2, ratubilqis248@gmail. devinurviyanti6@gmail. *Penulis Korespondensi: desty2. subroto@gmail. Abstract: This study aims to examine the application of artificial intelligence (AI) in learning to write scientific papers and its impact on the level of originality of students in the Indonesian Language and Literature Education Study Program (PBSI) Semester VI at Bina Bangsa University. This study uses a qualitative method with a descriptive approach, which was conducted through reference searches and interviews with 30 of the total 35 The results of the study indicate that AI is utilized functionally as an aid in the writing process, such as compiling outlines, paraphrasing, developing ideas, and reviewing writing. Based on the interview results, the use of AI platforms is dominated by Chat GPT at 50%, followed by Perplexity at 27%, and Gemini. ai at 23%. These findings indicate that students do not rely on a single platform, but rather utilize various technologies adaptively according to their needs. In terms of discussion, the use of AI has a positive impact in the form of improved writing quality, time efficiency, development of creative ideas, increased digital literacy, and the provision of instant feedback. However, there are also challenges that arise, such as the potential for decreased originality, dependence on AI, the risk of violating academic ethics, information bias, and data privacy issues. Therefore. AI should be used as a tool, not a substitute for students' critical thinking skills. This research emphasizes the importance of using AI wisely, critically, and responsibly so that students can produce original, high-quality, and integrated scientific work in the digital age. Keywords: Artificial Intelligence. Digital Literacy. Originality. Scientific Work. Writing Learning. Abstrak : Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran penulisan karya ilmiah serta dampaknya terhadap tingkat orisinalitas mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Semester VI di Universitas Bina Bangsa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang dilakukan melalui penelusuran referensi dan wawancara terhadap 30 dari total 35 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dimanfaatkan secara fungsional sebagai alat bantu dalam proses penulisan, seperti penyusunan outline, parafrase, pengembangan ide, serta review tulisan. Berdasarkan hasil wawancara, penggunaan platform AI didominasi oleh ChatGPT sebesar 50%, diikuti Perplexity sebesar 27%, dan Gemini. ai sebesar 23%. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak bergantung pada satu platform saja, melainkan memanfaatkan berbagai teknologi secara adaptif sesuai Dari segi pembahasan, penggunaan AI memberikan dampak positif berupa peningkatan kualitas tulisan, efisiensi waktu, pengembangan ide kreatif, peningkatan literasi digital, serta pemberian umpan balik secara instan. Namun, terdapat pula tantangan yang muncul, seperti potensi penurunan orisinalitas, ketergantungan terhadap AI, risiko pelanggaran etika akademik, bias informasi, serta masalah privasi data. Olehkarena itu. AI seharusnya dimanfaatkan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Penelitian ini menekankan pentingnya penggunaan AI dengan bijak, kritis, dan bertanggung jawab agar mahasiswa mampu menghasilkan karya ilmiah yang orisinal, berkualitas, serta berintegritas di era Kata kunci: Artificial Intelligence. Karya Ilmiah. Literasi Digital. Orisinalitas. Pembelajaran Menulis. LATAR BELAKANG Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam beberapa tahun terakhir telah membawa dampak penting di berbagai zona, termasuk dunia akademik (Diantama, 2. Sebagai fondasi utama pembangunan masyarakat, pendidikan dituntut untuk mampu menyesuaikan dengan inovasi teknologi, khususnya dalam pemanfaatan AI sebagai bagian dari transformasi pembelajaran. Adanya teknologi ini tidak hanya berperan sebagai alat bantu. Naskah Masuk: 20 Maret 2026. Revisi: 22 April 2026. Diterima: 05 Mei 2026. Tersedia: 20 Mei 2026 Integrasi AI dalam Pembelajaran Menulis Karya Ilmiah: Peluang dan Tantangan Orisinalitas Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tetapi juga sebagai pendorong dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih adaptif, interaktif, dan sesuai dengan tuntutan era digital. (Arisanti, 2. Salah satu bentuk implementasi AI yang menonjol adalah penggunaan platform seperti ChatGPT. Perplexity, dan Gemini. ai yang mampu meningkatkan efisiensi pembelajaran, memberikan dukungan individual kepada mahasiswa, serta membantu pendidik dalam menyusun pembelajaran yang lebih personal (Rahmawati & Putra, 2. Selain itu, integrasi AI dalam keterampilan menulis memungkinkan mahasiswa untuk mengidentifikasi kesalahan bahasa, menyusun argumen secara sistematis, serta memperoleh umpan balik secara cepat (Suryani & Kurniawan, 2. Bahkan, penggunaan teknologi seperti ChatGPT. Perplexity. Gemini. ai, dapat membantu mahasiswa dalam mengembangkan ide dan menyusun struktur tulisan yang lebih terarah (Yusuf & Handayani, 2. (Fauziah & Ramadhan, 2. Namun demikian, pemanfaatan AI juga menimbulkan sejumlah persoalan, seperti risiko pelanggaran privasi data, potensi bias informasi, serta pentingnya kesadaran etis dalam penggunaannya secara bijak (Apriliani. Di sisi lain, integrasi AI dalam pembelajaran menulis kreatif menghadirkan tantangan serius terkait orisinalitas karya mahasiswa. Kemudahan dalam menghasilkan teks secara instan berpotensi mengurangi proses berpikir kritis dan kreativitas apabila tidak diimbangi dengan kontrol penggunaan yang tepat (Nugroho & Wulandari, 2. Hal ini menjadi semakin penting dalam konteks mahasiswa jurusan Tradisi Lisan yang memiliki kekuatan pada narasi budaya berbasis tutur, namun dituntut untuk beradaptasi dalam bentuk tulisan kreatif seperti teks iklan (Prasetyo & Lestari, 2. Berdasarkan hasil observasi, masih terdapat kendala dalam aspek kreativitas, pemilihan bahasa, dan pengembangan ide yang dipengaruhi oleh keterbatasan referensi serta minimnya pemanfaatan teknologi digital (Kurniawati & Saputra, 2. Dalam konteks ini. AI berperan sebagai jembatan antara kemampuan tradisional dan kebutuhan komunikasi modern, sekaligus sebagai sarana untuk meningkatkan literasi digital dan kesadaran etis mahasiswa (Hidayat & Maulana, 2. Oleh karena itu, integrasi Artificial Intelligence dalam pembelajaran menulis kreatif menjadi peluang sekaligus tantangan yang perlu dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemanfaatan AI dapat meningkatkan kualitas pembelajaran menulis kreatif tanpa mengabaikan aspek orisinalitas, sehingga mahasiswa mampu menjadi penulis muda yang kreatif, kritis, dan bertanggung jawab di era digital. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa - VOLUME 5. NOMOR 2. AGUSTUS 2026 E-ISSN. : 2829-0143. P-ISSN. : 2829-0151. Hal. METODE PENELITIAN Analisis ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan menitikberatkan pada kajian deskriptif terhadap teks dalam proses penghimpunan dan pengolahan data dari berbagai Pendekatan kualitatif dipilih untuk mengkaji berbagai literatur yang relevan dengan permasalahan penelitian. Dengan demikian, sumber data utama berasal dari kajian pustaka, yang diperoleh melalui kegiatan wawncara, simak catat dan menganalisis berbagai tulisan ilmiah dan buku yang berkaitan dengan topik yang diteliti. Proses pencarian rujukan dilakukan melalui dari berbagai jurnal dan buku dengan menggunakan kata pencari yang sesuai dengan variabel penelitian di Google Scholar. Selanjutnya, sumber yang dipilih diseleksi berdasarkan tingkat relevansinya. Dari hasil penelusuran tersebut, peneliti menetapkan jurnal dan buku referensi untuk dianalisis lebih lanjut, kemudian dirangkum dan diklasifikasikan guna menghasilkan ide serta gagasan yang mendukung pembahasan penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Kecerdasan buatan AI berperan signifikan sebagai perangkat yang mampu meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa. (Oktavianus et al. , 2. Perkembangan kecerdasan buatan menghadirkan berbagai alat bantu penulisan yang semakin banyak dimanfaatkan oleh mahasiswa, seperti ChatGPT. Perplexity AI, dan Google Gemini. Ketiga platform ini mampu membantu dalam menemukan ide, mengolah informasi, serta menyusun teks ilmiah maupun kreatif secara lebih cepat dan efisien. Dalam pembahasan ini, akan dianalisis peran, keunggulan, serta keterbatasan dari masing-masing teknologi tersebut sebagai alat bantu penulisan. Selain itu, juga dibahas implikasi penggunaannya terhadap kualitas karya dan pentingnya menjaga etika akademik dalam pemanfaatan AI. berikut beberapa AI yang sering digunakan untuk membantu penulisan: ChatGPT. Perplexity AI. Google Gemini. ChatGPT ChatGPT adalah program kecerdasan buatan berbentuk chatbot yang dikembangkan oleh OpenAI. ChatGPT dirancang untuk memahami dan menghasilkan bahasa manusia sehingga dapat menjawab pertanyaan, membantu menulis, serta berdiskusi dengan pengguna. Teknologi ini digunakan dalam berbagai bidang seperti pendidikan, pekerjaan, dan pencarian informasi. Integrasi AI dalam Pembelajaran Menulis Karya Ilmiah: Peluang dan Tantangan Orisinalitas Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Perplexity AI Perplexity AI adalah platform kecerdasan buatan yang berfungsi sebagai mesin pencari Platform ini dapat menjawab pertanyaan secara langsung dengan merangkum informasi dari berbagai sumber internet sekaligus menampilkan referensinya. Perplexity AI banyak digunakan untuk mencari informasi, belajar, dan membantu riset. Google Gemini Google Gemini adalah model kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan oleh Google melalui divisi risetnya. Google DeepMind. Gemini dirancang sebagai AI multimodal, yang berarti mampu memahami dan memproses berbagai jenis data sekaligus, seperti teks, gambar, audio, video, hingga kode pemrograman. Kaitannya dengan orisinalitas karya ilmiah, pemanfaatan AI perlu dilakukan secara Kemudahan akses terhadap informasi serta bantuan dalam penyusunan argumen melalui teknologi pencarian cerdas dan analisis teks berpotensi membuat mahasiswa terlalu bergantung pada AI (Hartatik et al. , 2. Oleh karena itu. AI sebaiknya dimanfaatkan sebagai alat pendukung dalam proses berpikir, bukan sebagai pengganti. Dengan bimbingan dari asisten virtual yang adaptif, mahasiswa tetap dapat mengembangkan ide secara mandiri, menjaga keaslian tulisan, serta memperkuat kemampuan berpikir kritis. Dengan demikian, penggunaan AI tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga harus diarahkan untuk tetap menjaga integritas dan orisinalitas dalam penulisan karya ilmiah. Karya tulis ilmiah merupakan hasil kegiatan ilmiah yang membahas suatu permasalahan melalui proses penyelidikan, pengamatan, dan pengumpulan data dengan metode yang sistematis, sehingga menghasilkan kesimpulan yang valid. Dalam konteks perkembangan teknologi, proses ini kini dapat didukung oleh kecerdasan buatan AI yang membantu mempercepat penulisan seperti, penyusunan ide, hingga perbaikan struktur dan bahasa tulisan. Sebagai sarana komunikasi ilmu pengetahuan, karya ilmiah tetap harus disusun secara sistematis, menggunakan bahasa yang jelas, serta didukung oleh sumber yang valid. Meskipun AI dapat dimanfaatkan untuk membantu penulisan dan pengolahan informasi, peran utama penulis tetap penting dalam menjaga keaslian, ketepatan argumen, serta integritas akademik agar karya yang dihasilkan tetap ilmiah dan dapat dipercaya. Peneliti telah mewawancarai 30 mahasiswa PBIS semester enam Universitas Bina Bangsa dari jumlah keseluruhan 35 mahasiswa. Menurut responden Pemanfaatan kecerdasan buatan AI dalam ranah akademik sebaiknya difokuskan pada fungsi-fungsi tertentu yang mendukung proses belajar dan penulisan, seperti membantu pengembangan ide, penyusunan kerangka tulisan . , analisis serta ekstraksi informasi, hingga pengecekan tata bahasa. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa - VOLUME 5. NOMOR 2. AGUSTUS 2026 E-ISSN. : 2829-0143. P-ISSN. : 2829-0151. Hal. Selain itu, penulis dianjurkan untuk secara transparan mengakui peran AI dalam karya ilmiah mereka, baik digunakan secara penuh maupun kolaboratif. Pengakuan tersebut dapat dilakukan melalui penjelasan eksplisit atau penandaan pada bagian tertentu dari tulisan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap integritas akademik. Hal ini bertujuan agar penggunaan AI tetap berada dalam koridor etis, tidak disalahgunakan, serta mencegah munculnya ketergantungan berlebihan yang dapat menghambat kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Pandangan tersebut sejalan dengan hasil wawancara yang dilakukan pada tahun 2026 terhadap mahasiswa Semester VI Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Bina Bangsa (Unib. Peneliti mencnatumkan 3 butir pertnyaan utama dari 10 pertanyaan yang diajuakan sebagai berikut: Bagaimana Anda memanfaatkan AI dalam proses penulisan karya ilmiah . isalnya untuk membuat outline, parafrase, atau mereview tulisa. ? Platform AI apa saja yang biasa Anda gunakan dalam menunjang penulisan karya ilmiah? Mengapa memilih platform tersebut? dalam hal apa AI paling membantu Anda saat menulis karya ilmiah? Hasil Dari pertanyaan pertanyaan diatas dapat dilihat dapat dilihat dari grafik berikut. Penggunaan AI ChatGPT Perplexity Gemini. Berdasarkan grafik tersebut, terlihat bahwa penggunaan AI oleh responden cenderung didominasi oleh platform ChatGPT dengan jumlah pengguna sebanyak 15 ( 50%) orang, diikuti oleh Perplexity sebanyak 8 . %) orang, dan Gemini. ai sebanyak 7 . %) orang. Hal ini menunjukkan bahwa ChatGPT menjadi pilihan utama mahasiswa dalam membantu proses penulisan karya ilmiah, kemungkinan karena kemudahan akses, fleksibilitas fitur, serta kemampuannya dalam menghasilkan teks yang lebih variatif. Sementara itu, penggunaan Gemini. ai dan Perplexity tetap menunjukkan peran penting sebagai alternatif sumber bantuan, terutama dalam pencarian informasi dan pengembangan ide. Variasi penggunaan platform ini mengindikasikan bahwa mahasiswa tidak bergantung pada satu jenis AI saja, melainkan mampu memanfaatkan berbagai teknologi secara adaptif sesuai kebutuhan masing-masing. Integrasi AI dalam Pembelajaran Menulis Karya Ilmiah: Peluang dan Tantangan Orisinalitas Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Menurut responden bahwa AI umumnya dimanfaatkan untuk membantu penyusunan outline, melakukan parafrase, serta mereview hasil tulisan, sehingga lebih berperan sebagai alat pendukung daripada penyusun utama. Dari 30 responden yang di wawancarai hal serupa juga diungkapkan oleh salah satu responden, yang menjelaskan bahwa AI digunakan untuk mengerjakan tugas, menjawab pertanyaan, mengembangkan ide, hingga menyusun rancangan Sementara itu, hasil wawancara dengan responden lainya menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan berbagai platform AI seperti ChatGPT. Perplexity. Gemini. ai, sesuai dengan kebutuhan masing-masing dalam proses penulisan. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak terpaku pada satu jenis AI, melainkan memanfaatkan beragam teknologi secara fungsional. Dengan demikian, dapat dirumuskan bahwa penggunaan AI dalam konteks akademik telah dilakukan secara relatif proporsional, di mana AI ditempatkan sebagai perangkat teknis dan konseptual, bukan sebagai pengganti peran utama penulis, sehingga tanggung jawab intelektual dan integritas akademik tetap terjaga. Integritas akademik menjadi aspek yang tidak dapat diabaikan. AI memang mampu membantu dalam penyusunan kerangka, pencarian informasi, hingga penyuntingan bahasa, tetapi tanggung jawab intelektual tetap berada pada penulis. Mahasiswa dituntut untuk tetap melakukan proses analisis, sintesis, dan evaluasi secara mandiri. Dengan kata lain. AI seharusnya menjadi alat kolaboratif, bukan substitusi dari kemampuan berpikir manusia. Hasil wawancara dengan mahasiswa PBSI Semester enam Universitas Bina Bangsa juga memperkuat temuan tersebut. Sebagian besar mahasiswa PBSI Semester VI Universitas Bina Bangsa menggunakan AI secara fungsional, seperti untuk membuat outline, melakukan parafrase, serta mereview tulisan. Mereka tidak sepenuhnya bergantung pada satu platform, melainkan memanfaatkan berbagai jenis AI sesuai kebutuhan. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran awal bahwa AI adalah alat bantu, bukan pengganti. Namun, kesadaran ini masih perlu diperkuat melalui literasi digital dan pemahaman etika akademik yang lebih mendalam. Selain itu, dalam konteks mahasiswa PBSI Semester VI Universitas Bina Bangsa dengan latar belakang tradisi lisan, penggunaan AI menjadi menarik karena berfungsi sebagai jembatan antara budaya tutur dan budaya tulis. AI dapat membantu mentransformasikan ide-ide naratif yang bersifat lisan menjadi bentuk tulisan yang lebih terstruktur. Berdasarkan temuan yang telah dipaparkan, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran menulis kreatif memunculkan dua sisi yang saling berkaitan, yaitu dampak positif dan dampak negatif: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa - VOLUME 5. NOMOR 2. AGUSTUS 2026 E-ISSN. : 2829-0143. P-ISSN. : 2829-0151. Hal. Dampak Positif Meningkatkan kualitas tulisan. AI membantu mahasiswa memperbaiki tata bahasa, ejaan, dan struktur kalimat sehingga tulisan menjadi lebih rapi, sistematis, dan mudah dipahami. Mempercepat proses penulisan. Dengan fitur seperti pembuatan outline, parafrase, dan pengembangan ide. AI membuat proses menulis menjadi lebih efisien dan hemat waktu. Mendorong pengembangan ide kreatif. AI dapat memberikan inspirasi, sudut pandang baru, serta membantu mahasiswa dalam mengeksplorasi gagasan yang lebih variatif. Meningkatkan literasi digital. Penggunaan AI dalam pembelajaran membuat mahasiswa lebih terbiasa dengan teknologi digital dan memahami cara memanfaatkannya secara produktif. Memberikan umpan balik instan. Mahasiswa dapat langsung mengetahui kesalahan dan kekurangan dalam tulisan mereka tanpa harus menunggu evaluasi dari dosen. Dampak Negatif Menurunkan orisinalitas karya Kemudahan menghasilkan teks instan berpotensi mengembangkan ide sendiri sehingga keaslian tulisan berkurang. Ketergantungan terhadap AI Penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan mahasiswa bergantung pada AI dan melemahkan kemampuan berpikir kritis. Potensi pelanggaran etika akademik Jika tidak digunakan secara bijak. AI dapat mendorong praktik plagiarisme atau penggunaan karya tanpa pengakuan yang jelas. Bias dan ketidakakuratan informasi AI bisa memberikan informasi yang tidak sepenuhnya akurat atau mengandung bias, sehingga perlu verifikasi lebih lanjut. Risiko privasi data Penggunaan platform AI berpotensi menimbulkan masalah keamanan dan kerahasiaan data pengguna jika tidak digunakan dengan hati-hati. Integrasi AI dalam Pembelajaran Menulis Karya Ilmiah: Peluang dan Tantangan Orisinalitas Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Penggunaan AI tidak hanya berperan dalam aspek teknis, tetapi juga dalam proses adaptasi budaya akademik di era digital. Berdasarkan keseluruhan temuan, dapat dipahami bahwa pemanfaatan AI dalam pembelajaran menulis kreatif memiliki dua sisi yang saling beririsan, yaitu sebagai peluang dan tantangan. Peluangnya terletak pada peningkatan kualitas, efisiensi, dan akses terhadap penulisan karya ilmiah yang lebih orisinal Sementara itu, tantangannya berkaitan dengan risiko ketergantungan, penurunan kreativitas, serta potensi pelanggaran etika akademik. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang mampu mengintegrasikan AI secara kritis, reflektif, dan bertanggung jawab. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian, integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran menulis karya ilmiah pada mahasiswa PBSI Semester VI Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menunjukkan peran yang signifikan sebagai alat bantu dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi penulisan. AI dimanfaatkan untuk membantu penyusunan kerangka tulisan, pengembangan ide, serta perbaikan struktur dan bahasa, sehingga mampu mendukung proses belajar yang lebih adaptif dan efektif. Selain itu, penggunaan AI juga berkontribusi dalam meningkatkan literasi digital mahasiswa serta memfasilitasi transformasi dari budaya tutur ke budaya tulis secara lebih terstruktur dan sistematis. Namun demikian, pemanfaatan AI juga menghadirkan erdapat sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan secara serius, khususnya terkait keaslian karya, potensi ketergantungan, serta risiko pelanggaran etika akademik. Oleh karena itu, pemanfaatan AI sebaiknya diposisikan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti kemampuan penalaran analitis dan kreatif mahasiswa. Diperlukan strategi pembelajaran yang menekankan pemanfaatan AI secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab, disertai dengan penguatan literasi digital dan kesadaran etika akademik. Maka dari itu, mahasiswa diharapkan dapat menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya bermutu tinggi, tetapi juga tetap orisinal dan menjunjung tinggi integritas di era DAFTAR PUSTAKA