JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 1 . April 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. GAMBARAN KADAR GSH PADA MAHASISWA PRODI D-i TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG THE DESCRIPTION OF GLUTATHIONE LEVELS IN MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGY ASSOCIATE DEGREE STUDENTS OF POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG Andind Rahadatul Aisy1. Anton Syailendra,2. Fandianta3. Erisa Febriani4,Yusneli5 1,2,3,4,5 Poltekkes Kemenkes Prodi Teknologi Laboratorium Medik. Palembang. Indonesia . mail korespondensi: antonsyailendra@poltekkespalembang. ABSTRAK Latar Belakang: Tubuh manusia memproduksi radikal bebas (ROS. Reactive Oxygen Species. RNS, Reactive Nitrogen Specie. secara alami, namun kelebihan produksinya tanpa diimbangi dengan jumlah antioksidan yang cukup dapat menyebabkan stres oksidatif yang merusak sel dan memicu penyakit Antioksidan, seperti glutathione (GSH), penting untuk menetralkan radikal bebas dan menjaga keseimbangan redoks. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui kadar GSH. Metode Penelitian: analitik observasional pendekatan cross sectional. Subjek penelitian 60 mahasiswa. Data diperoleh dari pemeriksaan laboratorium dan kuisioner. Variabel dependent . adar GSH) dan variabel independent . ktivitas fisik, jenis kelamin. dan durasi tidu. Hasil Penelitian: 37 mahasiswa . 7%) nilai kadar GSH normal dan 23 mahasiswa . 3%) tidak normal. 1 mahasiswa . %) melakukan aktivitas fisik aktif memiliki kadar GSH normal dan 59 lainnya yang melakukan aktivitas fisik tidak aktif. Terdapat 37 mahasiswa . 7%) memiliki kadar GSH normal, 22 mahasiswa . 3%) tidak normal. Dari 13 mahasiswa laki-laki, 6 mahasiswa . ,2%) memiliki kadar GSH normal dan 7 mahasiswa . ,8%) tidak Dari 47 mahasiswa perempuan, 32 mahasiswa . ,1%) memiliki kadar GSH normal dan 15 mahasiswa . ,9%) tidak normal. Pada kelompok durasi tidur baik, 21 mahasiswa . ,8%) memiliki kadar GSH normal dan 13 mahasiswa . ,2%) tidak normal dan pada kelompok tidur buruk, 17 mahasiswa . ,4%) memiliki kadar GSH normal dan 9 orang . ,6%) tidak normal. Kesimpulan: Rata-rata kadar GSH 373,3 AAg/mL, dengan 61,7% mahasiswa memiliki kadar GSH normal dan 38,3% tidak normal. Saran: Mahasiswa disarankan menjaga pola hidup sehat makanan bergizi, aktivitas fisik seimbang, dan tidur cukup untuk mempertahankan kadar GSH optimal. Kata Kunci: Glutathione Sulphydril, aktivitas fisik, durasi tidur ABSTRACT Background: The human body naturally produces free radicals (ROS. Reactive Oxygen Species. RNS, Reactive Nitrogen Specie. but excessive production without being balanced by sufficient antioxidants can cause oxidative stress that damages cells and triggers degenerative diseases. Antioxidants, such as glutathione (GSH), are essential to neutralize free radicals and maintain redox balance. Research Objective: to determine GSH levels. Research Method: cross-sectional analytical observational The subjects of the study were 60 students. Data were obtained from laboratory tests and The dependent variable (GSH leve. and independent variables . hysical activity, gender, and sleep duratio. Research Results: 37 students . 7%) had normal GSH levels and 23 students . 3%) were abnormal. 1 student . %) who did active physical activity had normal GSH levels and 59 others did inactive physical activities. There were 37 students . 7%) who had normal GSH levels. 22 students . 3%) showed abnormal results. Of the 13 male students, 6 students . had normal GSH levels and 7 students . 8%) showed abnormal results. Of the 47 female students, 32 students . 1%) had normal GSH levels and 15 students . 9%) showed abnormal results. In the good sleep duration group, 21 students . 8%) had normal GSH levels and 13 students . 2%) showed | 24 JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 1 . April 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. abnormal results, while in the poor sleep group, 17 students . 4%) had normal GSH levels and 9 students . 6%) showed abnormal results. Conclusion: The average GSH level was 373. 3 AAg/mL, with 7% of students having normal GSH levels and 38. 3% showing abnormal results. Recommendation: Students are advised to maintain a healthy lifestyle with nutritious food, balanced physical activity, and adequate sleep to maintain optimal GSH levels. Keywords: Glutathione Sulphydril, physical activity, sleeping duration PENDAHULUAN Manusia secara teratur memproduksi radikal bebas dan spesies oksigen reaktif (Reactive Oxygen Species/ROS) sebagai bagian dari proses metabolisme. Ketika jumlah radikal bebas yang dihasilkan menanganinya, hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara radikal bebas dan ada di dalam tubuh (Kamoda et al. , 2. Baik antioksidan yang berasal dari dalam maupun yang diperoleh dari luar memiliki peran penting dalam melindungi jaringan dari kerusakan yang disebabkan oleh stres oksidatif. Antioksidan endogen dapat dibedakan menjadi dua kategori yaitu antioksidan enzimatik dan antioksidan nonenzimatik. Antioksidan enzimatik mencakup glutathione peroxidase (GP. , superoxide dismutases (SOD), dan katalase (CAT). Sementara itu, antioksidan non-enzimatik meliputi vitamin A. C, dan E. Gluthatione (GSH), melatonin, serta koenzim Q (Elfina. Salah satu antioksidan endogen yang penting adalah glutathione (GSH) tripeptida (L-. -glutamil-L-sisteinil-glisi. yang ditemukan hampir di semua sel. GSH memiliki peran sentral dalam melindungi sel terhadap kerusakan yang dihasilkan oleh radikal bebas(Trivedi et al. , 2. Glutathione (-glutamyl-cysteinyl-glycine. GSH) adalah tripeptida non-proteinogenik dan mengandung gugus sulfhidril (-SH) bermassa molekul rendah yang paling GSH terdapat di sebagian besar jaringan pada konsentrasi berkisar antara 1-10 mM (Wu et al. , 2. Peningkatan menyebabkan terbentuknya konjugat GSSG dan GSH dengan elektrofil, yang pada gilirannya mengakibatkan penurunan kadar GSH di dalam sel. Kekurangan GSH dapat meningkatkan risiko kerusakan oksidatif, yang diduga berkontribusi pada munculnya dan perkembangan berbagai penyakit. Sebaliknya, tingginya kadar GSH umumnya memberikan perlindungan terhadap stres oksidatif, seperti yang terlihat pada berbagai jenis sel kanker (D. Giustarini, 2. Para peneliti telah menemukan bahwa glutathione memainkan peran penting dalam patofisiologi gangguan tidur. Mengatasi radikal bebas pada saat tubuh mengalami kekurangan tidur memerlukan lebih banyak antioksidan, seperti glutathione. Ketika seseorang mengalami kurang tidur, insomnia, atau paparan radikal bebas lainnya, kadar glutathione dapat menurun. Penurunan kadar mendapatkan tidur yang berkualitas. Penelitian menunjukkan bahwa glutathione berperan dalam mempercepat proses tidur, dan peningkatan kadar glutathione dapat meningkatkan kualitas tidur nyenyak, yang pemulihan kognitif (Patel, 2. Selain itu tidur yang berkualitas juga berkontribusi untuk menjaga suasana hati, kesehatan mental, dan kinerja kognitif (Bruce et al. Mahasiswa merupakan salah satu kelompok dewasa awal dengan rutinitas akademik maupun non akademik yang cukup Studi menunjukkan tidak sedikit | 25 mahasiswa tahun pertama mengalami kesulitan dan transisi dari sekolah menengah atas ke perguruan tinggi, sedangkan mahasiswa yang sudah melalui beberapa semester dan sedang berada pada semester akhir dengan tugas akhir yang harus diselesaikan yaitu skripsi. Pengerjaan tugas akhir/skripsi seringkali membuat mahasiswa menjadi tertekan karena beban yang cukup berat dibandingkan dengan mata kuliah yang lain (Nurhalisyah & Putra, 2. BAHAN DAN METODE Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross Subjek penelitiannya adalah D-i Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Palembang. Jumlah subjek penelitian adalah 60 orang yang terdiri dari 13 orang laki-laki dan 47 orang perempuan. Sampel berupa darah vena sebanyak 2 mL. Darah kemudian di sentrifugasi 4000 rpm selama 10 menit untuk mendapatkan plasma, selanjutnya plasma dihilangkan proteinnya kemudian direaksikan dengan Kit pereaksi Ellman dari Solarbio. Kadar GSH diukur serapannya pada panjang gelombang 412 nm. HASIL Berdasarkan analisis hasil penelitian terhadap kadar GSH pada mahasiswa Prodi D-i Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Palembang Tahun 2025, sebagai berikut Tabel 1. Distribusi Statistik kadar GSH pada Mahasiswa Variabl Mea Kadar GSH Std. Min Max Devias Kadar GSH (AAg/mL) 95% CI Lowe Uppe Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa rata-rata kadar GSH adalah 373. 3 AAg/mL dengan kadar minimum 130. 7 AAg/mL dan kadar maksimum 664. 2 AAg/mL ,serta standar deviasi sebesar 119. 1AAg/mL dan 95% diyakini bahwa rata-rata kadar glutathione adalah antara 342. 5 Ae 404. 1 AAg/mL. Tabel 2. Distribusi Frekuensi kadar GSH pada mahasiswa Variabel Normal Tidak normal Total Kadar GSH Frekuensi Berdasarkan tabel 2 diketahui bahwa dari 60 Mahasiswa didapatkan 37 mahasiswa . 7%) kadar memiliki kadar GSH normal dan 23 Mahasiswa . 3%) memiliki kadar GSH tidak normal. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Kadar GSH Pada Mahasiswa Prodi D-i Teknologi Laboratorium Medis Berdasarkan Aktivitas Fisik Kadar GSH Tidak Normal Normal Total Aktif Tidak Aktif Jumlah Aktivitas Fisik Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat bahwa dari total 60 responden, terdapat 1 mahasiswa yang melakukan aktivitas fisik aktif . %) memiliki kadar GSH normal. Sementara itu, dari 59 responden yang tidak aktif secara fisik, terdapat 37 mahasiswa . 7%) yang memiliki kadar GSH normal, sedangkan 22 mahasiswa . 3%) memiliki kadar GSH tidak normal. Tabel 4. Distribusi Frekuensi Kadar GSH Pada Mahasiswa Prodi D-i Teknologi Laboratorium Medis Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Kadar GSH Tidak Normal Normal Total | 26 Jumlah 100 rata kadar GSH adalah antara 342. 5 Ae 404. AAg/mL Penelitian serupa dilakukan oleh Berdasarkan Tabel 4 terlihat bahwa dari ((Safyudin dan Subandrate, 2. ) dimana 13 mahasiswa laki-laki, sebanyak 6 orang hasil kadar GSH didapatkan rata-rata 0,267 . ,2%) memiliki kadar GSH dalam kategori AAg/mL. Pada kelompok mahasiswa terdapat normal, sedangkan 7 orang . ,8%) memiliki rata-rata kadar antioksidan 373. 3 AAg/mL, kadar GSH tidak normal. Sementara itu, dari maka dari itu pada kelompok mahasiswa 47 mahasiswa perempuan, mayoritas yaitu 32 dapat orang . ,1%) memiliki kadar GSH normal. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan sedangkan 15 orang . ,9%) memiliki kadar dapat dilihat bahwa dari 60 Mahasiswa GSH tidak normal. didapatkan 37 mahasiswa . 7%) dengan Tabel 5. Distribusi Frekuensi Kadar GSH Nilai Kadar GSH Normal dan 23 Mahasiswa Pada Mahasiswa Prodi D-i Teknologi . 3%) dengan Nilai Kadar Antiosidan Laboratorium Medis Berdasarkan Durasi Tidak Normal. Kadar Normal GSH pada plasma manusia berkisar antaar 34-42 mg/dL Tidur atau 340 Ae 420 AAg/mL (Insani et al. , 2. Kadar GSH tidak normal dapat terjadi karena Kadar GSH Total ada faktor lain yang memperngaruhi termasuk Durasi Tidak Tidur Normal Normal aktivitas fisik, durasi tidur, usia, jenis % kelamin, asupan nutrisi, paparan asap rokok. Sehingga pada populasi mahasiswa Baik 2 34 100 Buruk 6 26 100 distribusinya bisa bervariasi. Penurunan kadar GSH dapat menandakan peningkatan Jumlah 7 60 100 stress oksidatif yang berpotensi memicu berbagai penyakit degenerative (Nurkhasanah Berdasarkan data pada Tabel 5 dapat et al. , 2. Dari total 60 responden, terdapat 1 diketahui bahwa distribusi kadar GSH pada tidur mahasiswa yang melakukan aktivitas fisik menunjukkan hasil yang hampir seimbang aktif . %) memiliki kadar GSH normal. antara kelompok dengan durasi tidur baik dan Sementara itu, dari 59 responden yang tidak Pada kelompok dengan durasi tidur aktif secara fisik, terdapat 37 mahasiswa baik, sebanyak 21 mahasiswa . ,8%) . 7%) yang memiliki kadar GSH normal, memiliki kadar GSH normal, sedangkan 13 sedangkan 22 mahasiswa . 3%) memiliki mahasiswa . ,2%) memiliki kadar GSH kadar GSH tidak normal. Penelitian serupa yang tidak normal. Sementara itu, pada dengan (Fatmawati, 2. namun dengan kelompok dengan durasi tidur buruk, terdapat hasil yang berbeda dilakukan oleh dimana 17 mahasiswa . ,4%) dengan kadar GSH penelitian tersebut melakukan dua kali normal dan 9 mahasiswa . ,6%) dengan perlakuan. Tidak ada perbedaan hasil yang signifikan sebelum maupun sesudah kadar GSH tidak normal PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang telah Setelah penelitian, dilakukan terlihat bahwa dari 13 mahasiswa terdapat hasil bahwa rata-rata kadar GSH laki-laki, sebanyak 6 orang . ,2%) memiliki 3 AAg/ml dengan kadar minimum kadar GSH dalam kategori normal, sedangkan 7 AAg/mL dan kadar maxsimum 664. 2 7 orang . ,8%) memiliki kadar GSH tidak AAg/mL, serta standar deviasi sebesar normal. Sementara itu, dari 47 mahasiswa 1AAg/mL. Dari hasil estimasi interval perempuan, mayoritas yaitu 32 orang . ,1%) dapat disimpulkan bahwa 95% diyakini rata- memiliki kadar GSH normal, sedangkan 15 | 27 ,9%) memiliki kadar GSH tidak Pada kelompok dengan durasi tidur baik, sebanyak 21 mahasiswa . ,8%) memiliki kadar GSH normal, sedangkan 13 mahasiswa . ,2%) memiliki kadar GSH yang tidak normal. Sementara itu, pada kelompok dengan durasi tidur buruk, terdapat 17 mahasiswa . ,4%) dengan kadar GSH normal dan 9 mahasiswa . ,6%) dengan kadar GSH tidak normal. Penelitian serupa dengan (Sunbanu et al. , 2. Dimana dari 65 responden didapatkan 12 responden . ,5%) memiliki kualitas tidur baik dan 53 responden . ,5%) memiliki kualitas tidur GSH dengan konsentrasi tertinggi terdapat di dalam hati, yang merupakan organ terpenting dalam fungsi detoksifikasi, juga terdapat pada limpa, ginjal, paru, jantung, otak dan lambung Kadar glutation dalam tubuh menjadi aspek penting yang harus diperhatikan karena terganggunya sintesis dan metabolisme GSH akan mengakibatkan mengakibatkan munculnya berbagai penyakit seperti liver, aging, cystic fibrosis. Parkinson dll (Ari Yuniastuti, 2. Beberapa fungsi penting GSH antara pemusnahan radikal bebas, mempertahankan status tiol dari protein. Menyediakan cadangan sistein, dan memodulasi proses seluler seperti sintesis DNA, proses yang berhubungan dengan mikrotubular dan fungsi Selain itu. GSH juga mengatur Nitric (NO), memodulasi aktivitas protein melalui modifikasi pasca translasi . rotein Sglutathionylatio. memodulasi aktivitas reseptor neurotransmitter Dengan demikian GSH merupakan molekul multifungsi dengan aneka ragam fungsinya yang berpengaruh terhadap proses seluler. Hati memainkan peran utama dalam keseimbangan GSH antar organ seperti GSH plasma dan kadar sistein yang ditentukan oleh penurunan GSH sinusoid hati (Ari Yuniastuti, 2. Sistem GSH adalah sistem proteksi endogen yang utama, karena GSH langsung terlibat dan berpartisipiasi aktif dalam penghancuran senyawa reaktif oksigen (ROS) dan juga mempertahankan bentuk reduced . dari vitamin C dan E. Glutation sebagai antioksidan intraseluler . ntioksidan dari sel tubuh sendir. , juga disebut sebagai master antioksidan karena GSH mengatur kerja antioksidan lainnya. Sebagai contoh, ketika vitamin C dan E mengambil radikal bebas mereka akan memberikannya kepada glutation untuk kemudian kembali mengambil yang lainnya. Glutation menetralkan radikal bebas tersebut dan dibuang melalui urin. Daya kerja GSH dalam melindungi sel tubuh dari radikal bebas jauh lebih baik dari antioksidan lain seperti vitamin C dan E. Glutation akan menjaga rantai DNA dan RNA pada inti sel agar tidak mengalami penguraian dan melindungi inti sel dari radikal bebas. GSH mengikat zat yang tidak diinginkan dan membawanya keluar melalui urin dan empedu (Ari Yuniastuti. KESIMPULAN DAN SARAN Kadar GSH dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti aktivitas fisik, jenis kelamin, asupan nutrisi, dan durasi tidur yang baik. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa upaya menjaga kadar GSH yang optimal sangat penting bagi mahasiswa, terutama dalam menghadapi tekanan akademik dan gaya hidup yang dapat meningatkan stress oksidatif. Untuk menjaga kadar GSH agar tetap optimal mahasiswa disarankan untuk lebih memperhatikan pola hidup sehat, termasuk asupan makanan bergizi, aktivitas fisik yang seimbang, dan durasi tidur yang cukup. UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung penelitian ini. Terima kasih kepada Poltekkes Kemenkes Palembang atas fasilitas dan dukungan yang diberikan. | 28 DAFTAR PUSTAKA