Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 206-216. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. REVITALIASI MANAJEMEN PEMBIAYAN GRATIS DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS MUTU PENDIDIKAN DI MTs NU 03 KLABANG BONDOWOSO Lubabul Jannah1. Khatipah2 e-mail: jannahlubabul@gmail. com1, khatipah76@gmail. Institut Agama Islam At-Taqwa Bondowoso1 Institut Agama Islam Negeri Sorong2 ABSTRAK Revitalisasi manajemen pembiayaan gratis merupakan langkah strategis dalam meningkatkan profesionalitas mutu pendidikan di Indonesia. Dalam konteks ini, pembiayaan gratis menjadi salah satu upaya untuk mengurangi hambatan akses pendidikan, terutama bagi kelompok masyarakat yang kurang mampu. Penelitian ini mengkaji bagaimana penerapan manajemen pembiayaan yang efektif dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan melalui pengelolaan sumber daya yang lebih baik, transparansi, dan akuntabilitas. Melalui analisis berbagai kebijakan dan praktik yang telah diterapkan, studi ini menunjukkan bahwa revitalisasi manajemen pembiayaan tidak hanya berfokus pada aspek finansial, tetapi juga pada pengembangan kapasitas institusi Peningkatan kompetensi tenaga pendidik, penguatan kurikulum, serta penggunaan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar menjadi bagian integral dari upaya ini. Pendekatan penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan beberapa prosedur pengumpulan data, antara lain yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. analisis data yang peneliti lakukan sesuai dengan teori Miles. Huberman dan Saldana yaitu menganalisis data dengan menggunakan tiga langkah yakni kondensasi data, menyajikan data, dan menarik simpulan atau Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, untuk merumuskan kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan manajemen pembiayaan gratis dapat mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih berkualitas dan profesional, yang pada gilirannya akan meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global. Revitalisasi ini bukan hanya investasi dalam pendidikan, tetapi juga investasi dalam masa depan Kata Kunci : Revitaliasi Manajemen. Pembiayan Gratis. Profesionalitas. Mutu Pendidikan ABSTRACT Revitalization of free financing management is a strategic step in improving the professionalism of education quality in Indonesia. In this context, free financing is one of the efforts to reduce barriers to access to education, especially for disadvantaged groups in society. This study examines how the implementation of effective financing management can contribute to improving the quality of education through better resource management, transparency, and accountability. Through an analysis of various policies and practices that have been implemented, this study shows that the revitalization of financing management does not only focus on the financial aspect, but also on developing Revitaliasi Manajemen Pembiayan Gratis Dalam Meningkatkan Profesionalitas Mutu Pendidikan Di MTs Nu 03 Klabang Bondowoso Lubabul Jannah1. Khatipah2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 206-216. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. the capacity of educational institutions. Improving the competence of educators, strengthening the curriculum, and using information technology in the teaching and learning process are integral parts of this effort. The researcher uses a qualitative approach in this research approach. This study uses several data collection procedures, including observation, interviews, and documentation studies. The data analysis carried out by the researcher is in accordance with the theory of Miles. Huberman and Saldana, namely analyzing data using three steps, namely data condensation, presenting data, and drawing conclusions or verification. The results of this study are expected to provide recommendations for stakeholders, including the government, educational institutions, and the community, to formulate more inclusive and sustainable policies. Thus, it is expected that free financing management can encourage the creation of a more qualified and professional educational environment, which in turn will increase the competitiveness of Indonesian human resources at the global level. This revitalization is not only an investment in education, but also an investment in the future of the nation. Keywords: Management Revitalization. Free Financing. Professionalism. Quality of Education Pendahuluan Pendidikan dapat dilihat, baik secara teoritis maupun secara praktis. Secara teoritis pendidikan dapat dimaknai sebagai upaya untuk mendewasakan manusia, sementara itu secara pendidikan akan terlihat dari kelembagaannya, yang menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional terdapat tiga lingkungan pendidikan yaitu pendidikan informal, pendidikan nonformal, dan pendidikan formal. Dalam berjalannya pelayanan pendidikan sebuah lembaga tentu dibutuhkan manajemen pembiayaan untuk menjalankan roda kelembagaan. Manajemen pembiayaan sangat penting bagi suatu lembaga karena mampu mendukung pelaksanaan kegiatan yang membutuhkan pendanaan serta penyediaan barang, terutama sarana dan prasarana. Pentingnya manajemen pembiayaan ini menjadi wujud nyata bagi pelaksana lembaga pendidikan begitu pula dengan pondok Biaya pendidikan menurut Supriyadi merupakan komponen instrumental . nstrumental-inpu. yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Biaya dalam cakupan ini mencakup berbagai cakupan yang luas baik biaya itu berbentuk uang maupun jasa yang menunjang terselengaranya pendidikan . upriadi,2003: . Biaya pendidikan merupakan komponen yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Dapat dikatakan bahwa proses pendidikan tidak dapat Revitaliasi Manajemen Pembiayan Gratis Dalam Meningkatkan Profesionalitas Mutu Pendidikan Di MTs Nu 03 Klabang Bondowoso Lubabul Jannah1. Khatipah2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 206-216. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. berjalan tanpa dukungan biaya. Dalam konteks perencanaan pendidikan, pemahaman tentang anatomi dan problematik pembiayaan pendidikan baik pada tingkat makro, meso maupun mikro sangatlah diperlukan. Berdasarkan pemahaman ini, dapatlah dikembangkan kebijakan pembiayaan pendidikan yang lebih tepat dan adil serta mengarah pada pencapaian tujuan pendidikan, baik tujuan yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Ramayulis menyatakan bahwa pengertian yang sama dengan hakikat manajemen adalah al-tadbir . Kata ini merupakan derivasi dari kata dabbara . yang banyak terdapat dalam Al Qur'an seperti firman Allah SWT, salah satunya dalam surat As-Sajdah ayat 5": caAEI ac A sA aac O acEaO acN acaA O OA AA aIa s acaIacA AEA ANA ACA AIA AIA AEA AIA AeEA AaEA Aa a a aA aa a ca AOa a a eEa Ia I aIA a acO aIA Artinya: Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian . itu naik kepadanya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu (Q. As-Sajdah : . Dari isi kandungan ayat di atas, dapat diketahui bahwa Allah SWT ad pengatur alam . l-Mudabbir/manage. Keteraturan alam raya merupakan bukti kebesaran Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam mengelola alam ini. Namun karena manusia yang diciptakan Allah telah dijadikan sebagai khalifah di bumi, maka dia harus mengatur dan mengelola bumi dengan sebaik-baiknya sebagaimana Allah mengatur alam raya ini . unir,2013: . Pentingnya Profesionalitas mutu Pendidikan telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2016 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar Dan Menengah. Selain itu berdasarkan tinjauan mutu pendidikan dari segi proses dan hasil mutu pendidikan dapat dideteksi dari ciri-ciri sebagai berikut kompetensi, relevansi, fleksibelitas, efisiensi, berdaya hasil, kredibilitas". Menurut Mujamil mutu pendidikan adalah "Kemampuan lembaga pendidikan dalam mendayagunakan sumber-sumber pendidikan untuk kemampuan belajar (Qomar,2002: . Revitaliasi Manajemen Pembiayan Gratis Dalam Meningkatkan Profesionalitas Mutu Pendidikan Di MTs Nu 03 Klabang Bondowoso Lubabul Jannah1. Khatipah2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 206-216. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. MTs NU 03 Klabang Bondowoso, sebagai lembaga pendidikan berbasis Nahdlatul Ulama, memiliki peran strategis dalam pembangunan pendidikan di wilayah Klabang. Bondowoso. Dengan pengelolaan dana gratis yang baik, sekolah dapat memberikan pendidikan berkualitas yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan taraf pendidikan anak-anak mereka. Revitalisasi manajemen pembiayaan ini diharapkan dapat menjadikan MTs NU 03 sebagai model pengelolaan dana yang baik dan transparan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan tersebut semakin meningkat. Tujuan dari judul di atas mencakup beberapa aspek penting, antara lain: Mendeskripsikan, mengungkap, menganalisis dan menemukan ide pokok tentang bagaimana revitalisasi manajemen pembiayaan gratis dapat berkontribusi pada peningkatan profesionalitas dan mutu pendidikan di MTs NU 03 Klabang Bondowoso. Metode Penelitian Pendekatan penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Model penelitian ini menggunakan field research . tudi lapanga. , karena digunakan untuk mendeskripsikan perilaku, peristiwa lapangan dan kegiatan-kegiatan yang secara rinci dan mendalam. Sedangkan jenisnya menggunakan study kasus penelitian yang dilakukan terfokus pada suatu kasus tertentu untuk diamati dan dianalisis secara cermat sampai tuntas (Miles dan Michael, 2009:. Sumber data yang digunakan dalam penelitian kualitatif ini yaitu kata-kata atau ucapan yang didapat melalui wawancara dan catatan yang didapat dari observasi pada subyek serta dokumentasi dari dokumen-dokumen yang relevan dengan fokus penelitian yang diteliti. Sumber primer dari penelitian ini adalah Kepala MTs NU 03 Klabang Bondowoso sebagai informan kunci. Sedangkan sumber sekunder yaitu informan pendukung/tambahan yang dianggap mengetahui tentang informasi yang diperlukan, yaitu koordinator kurikulum, koordinator mutu, serta wali murid di MTs NU 03 Klabang Bondowoso Revitaliasi Manajemen Pembiayan Gratis Dalam Meningkatkan Profesionalitas Mutu Pendidikan Di MTs Nu 03 Klabang Bondowoso Lubabul Jannah1. Khatipah2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 206-216. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. Penelitian ini menggunakan beberapa prosedur pengumpulan data, antara lain yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data yang dikumpulkan berkaitan dengan: Mendeskripsikan, mengungkap, menganalisis dan menemukan ide pokok tentang bagaimana revitalisasi manajemen pembiayaan gratis dapat berkontribusi pada peningkatan profesionalitas dan mutu pendidikan di MTs NU 03 Klabang Bondowoso. Analisis data dalam penelitian kualitatif ialah proses sistematis guna mencari dan mengatur transkrip wawancara, catatan lapangan, serta materi-materi lain untuk menemukan apa yang penting dilaporkan kepada orang lain sebagai temuan penelitian (Ulfatin, 2. Tahapan dalam analisis data yang peneliti lakukan sesuai dengan teori Miles. Huberman dan Saldana . yaitu menganalisis data dengan menggunakan tiga langkah yakni kondensasi data . ata condensatio. , menyajikan data . ata displa. , dan menarik simpulan atau verifikasi . onclusing drawing and verificatio. Pembahasan Perubahan kebijakan pendidikan dan fluktuasi ekonomi dapat berdampak pada aliran dana yang diterima oleh sekolah. Oleh karena itu, revitalisasi manajemen pembiayaan menjadi penting agar sekolah dapat beradaptasi dengan perubahan tersebut dan tetap memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu. Revitalisasi ini bertujuan untuk menyempurnakan sistem manajemen keuangan yang ada dengan memperkenalkan pendekatan baru yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel, sehingga mampu menjawab kebutuhan pendidikan di era yang terus berkembang. Mulyasa mengutip dari Depdiknas, beliau menambahkan bahwa secara umum, mutu dapat diartikan sebagai gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang diharapkan atau yang tersirat. Dalam konteks pendidikan, pengertian mutu mencakup input, proses, dan output pendidikan (Mulyasa,2011: . Profesionalitas dalam manajemen pendidikan sangat berperan dalam mengoptimalkan penggunaan dana, terutama dana gratis yang diterima oleh sekolah. Pengelolaan yang profesional tidak hanya berdampak pada administrasi keuangan, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sekolah, seperti guru dan staf. Meningkatkan profesionalitas dalam pengelolaan pembiayaan dapat berujung pada peningkatan kualitas layanan pendidikan, fasilitas, dan program Revitaliasi Manajemen Pembiayan Gratis Dalam Meningkatkan Profesionalitas Mutu Pendidikan Di MTs Nu 03 Klabang Bondowoso Lubabul Jannah1. Khatipah2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 206-216. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. pembelajaran di MTs NU 03 Klabang Bondowoso. Dengan demikian, revitalisasi manajemen ini berkontribusi langsung pada upaya sekolah dalam mencetak lulusan yang berkualitas. Komponen yang terkait dengan Profesionalitas mutu pendidikan yang termuat dalam buku panduan manajemen sekolah yang dikutip oleh Sri Minarti, adalah . Siswa: kesiapan dan motivasi belajarnya. guru: kemampuan profesional, moral kerjanya . emampuan persona. kurikulum: relevansi konten dan operasionalisasi proses pembelajarannya. sarana dan prasarana: kecukupan dan keefektifan dalam mendukung proses pembelajaran. rang tua, pengguna lulusan, dan perguruan tingg. : partisipasinya dalam pengembangan program-program pendidikan sekolah (Minarti,2011: . Di era globalisasi, sekolah-sekolah di Indonesia, termasuk di daerah pedesaan seperti Bondowoso, harus mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif. Untuk mencapai hal tersebut, peningkatan mutu pendidikan menjadi prioritas. Pembiayaan yang dikelola dengan baik dapat mendukung berbagai program peningkatan kualitas, seperti pelatihan guru, pengembangan kurikulum yang relevan, dan peningkatan sarana prasarana. Hal ini akan berdampak pada mutu pendidikan yang lebih baik, sehingga lulusan dapat bersaing baik di tingkat lokal maupun global. Profesionalitas mutu pendidikan yang diinginkan tidak datang secara spontan begitu saja, akan tetapi harus dibutuhkan planning dalam proses perubahannya, sesuai dengan apa yang diterangkan oleh Sallis, yang dikutip oleh Rohiat . , ia menegaskan: AuQuality does not just happen. It must be planned for. Quality need to be approached systematically using a rigorous strategic planning process. Strategic planning is one of the major plants to TQM, without clear long- term direction the institution cannot plan for quality improve. Ay Artinya kualitas dalam dunia pendidikan tidak akan terjadi secara spontan begitu saja, mutu yang diinginkan tersebut harus direncanakan terlebih dahulu dengan sistematis. Mutu perlu menjadi sebuah bagian penting dalam strategi sebuah institusi dan untuk meraihnya wajib menggunakan pendekatan yang sistematis dengan menggunakan proses perencanaan yang matang. Perencanaan strategi merupakan salah satu bagian dalam upaya peningkatan mutu. MTs NU 03 Klabang Bondowoso, sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan Nahdlatul Ulama, berupaya mendukung kebijakan tersebut dengan Revitaliasi Manajemen Pembiayan Gratis Dalam Meningkatkan Profesionalitas Mutu Pendidikan Di MTs Nu 03 Klabang Bondowoso Lubabul Jannah1. Khatipah2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 206-216. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. memberikan pembiayaan gratis. Namun, pelaksanaan pembiayaan ini perlu dikelola dengan baik agar tidak hanya berfokus pada akses pendidikan, tetapi juga pada peningkatan kualitas pendidikan. Secara nasional standar mutu pendidikan merujuk kepada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) meliputi: Standar kompetensi lulusan kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan. Standar isi adalah kriteria mengenai ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar proses adalah kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Standar penilaian adalah kriteria mengenai mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik . Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria mengenai pendidikan penjabatan dan kelayakan maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan. Standar sarana dan prasarana adalah kriteria mengenai ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan . Standar pengelolaan adalah kriteria mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan . Standar pembiayaan adalah kriteria mengenai komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. Edward Sallis dalam bukunya . mengatakan tedapat berbagai indikator/ kriteria kualitas yang baik pada lembaga pendidikan. Diantaranya: . high moral values. excellent examination results. the support of parents, business and the local community. plentiful resources. the application of the latest Revitaliasi Manajemen Pembiayan Gratis Dalam Meningkatkan Profesionalitas Mutu Pendidikan Di MTs Nu 03 Klabang Bondowoso Lubabul Jannah1. Khatipah2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 206-216. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. strong and purposeful leadership. the care and concern for pupils and students. a well-balanced and challenging curriculum. Pengelolaan dana gratis sering kali menghadapi kendala seperti kurangnya transparansi, alokasi yang tidak tepat, serta lemahnya sistem monitoring dan evaluasi. Hal ini dapat menghambat pencapaian tujuan dari program pembiayaan tersebut, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan. Beberapa sekolah, termasuk MTs NU 03 Klabang Bondowoso, menghadapi tantangan dalam memastikan dana yang diterima benar-benar dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan peningkatan kualitas pendidikan. Ini mencakup kebutuhan untuk memadukan manajemen keuangan yang baik dengan upaya peningkatan mutu Sebagaimana diketahui bahwa pendidikan gratis adalah program yang dicanangkan oleh Pemerintah sebagai tindak lanjut dari amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dimana dalam pasal 31disebutkan bahwa tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran, pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional, yang diatur dengan undang-undang. Pasal 31 UndangUndang (UU) No. 20 Tahun 2003 kemudian menegaskan bahwa setiap warga negara yang berusia 6 tahun dapat mengikuti program wajib belajar, pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya. Menjelaskan perundang-undangan di atas, fattah, . memberikan makna terhadap pendidikan gratis, bahwa pendidikan gratis adalah penyelenggaraan pendidikan tanpa mengikutsertakan masyarakat . rang tu. dalam pembiayaan, khususnya untuk keperluan operasional sekolah. Dalam pengertian seperti itu, konsekuensi kebijakan pendidikan gratis sangat bergantung pada perhitungan tentang biaya satuan . nit cos. di sekolah. Biaya satuan memberikan gambaran berapa sebenarnya rata-rata biaya yang diperlukan oleh sekolah untuk melayani satu murid Biaya pendidikan merupakan komponen yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Dapat dikatakan bahwa proses pendidikan tidak dapat berjalan tanpa dukungan dana (Fathoni, 2. Penyelenggara pendidikan diharapkan mampu mengalokasikan dana sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, upaya peningkatan mutu pendidikan perlu didukung oleh kemampuan kepemimpinan manajerial. Revitaliasi Manajemen Pembiayan Gratis Dalam Meningkatkan Profesionalitas Mutu Pendidikan Di MTs Nu 03 Klabang Bondowoso Lubabul Jannah1. Khatipah2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 206-216. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. Pengelola harus berusaha mengelola sumber daya keuangan secara efektif dan efisien agar dapat mendukung pencapaian tujuan pendidikan secara optimal. Dalam merupakan potensi yang sangat urgen, dan merupakan bagian integral dari kajian manajemen pendidikan. Mutu pendidikan sangat terkait dengan kualitas manajemen keuangan. Sekolah yang mampu mengelola dana dengan baik cenderung dapat menyediakan fasilitas pembelajaran yang memadai, meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui pelatihan, serta memperkaya kurikulum. Pembiayaan gratis yang tidak disertai dengan manajemen yang baik dapat menurunkan mutu pendidikan karena sumber daya yang kurang memadai, motivasi guru yang rendah, dan minimnya inovasi dalam Kesimpulan Revitalisasi manajemen pembiayaan gratis di MTs NU 03 Klabang Bondowoso berpotensi untuk meningkatkan profesionalitas tenaga pengajar serta mutu pendidikan secara keseluruhan. Dengan pengelolaan dana yang lebih efektif dan efisien, sekolah dapat memastikan alokasi anggaran yang tepat untuk berbagai kebutuhan pendidikan, termasuk peningkatan kualitas pengajaran, pelatihan guru, serta penyediaan fasilitas yang mendukung proses belajar-mengajar. Selain itu, pembiayaan yang dikelola dengan baik juga memberikan kesempatan yang lebih luas bagi siswa untuk mendapatkan pendidikan tanpa hambatan finansial. Hal ini dapat mendorong peningkatan semangat belajar dan keterlibatan siswa dalam kegiatan akademik maupun non-akademik, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas tinggi. Dengan demikian, revitalisasi manajemen ini diharapkan menjadi kunci untuk mencapai standar pendidikan yang lebih baik di MTs NU 03 Klabang Bondowoso. Revitaliasi Manajemen Pembiayan Gratis Dalam Meningkatkan Profesionalitas Mutu Pendidikan Di MTs Nu 03 Klabang Bondowoso Lubabul Jannah1. Khatipah2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 206-216. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. DAFTAR PUSTAKA