Volume 19 Number 01. Page 191-199, 2023 AKUISISI : Jurnal Akuntansi ONLINE ISSN : 2477-2984 Ae PRINT ISSN : 1978-6581 Pengaruh Pengalaman Pelanggan dan Persepsi Harga Terhadap Minat Beli Ulang Produk (Deodoran Rexon. Berliana Nurul Izzah1. Sugeng Purwanto2. Zumrotul Fitriyah3 Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur E-mail: nz27@gmail. up@gmail. mnj@upnjatim. ARTICLE INFO Article history: Received 27 Oktober Received in Revised 01 April 2023 Accepted 30 April 2023 KeywordAos : Customer Experience. Price Perception. Repurchase Interest ABSTRACT Deodorant is the one of the main alternatives for the community in overcoming the problem of bad body odor. The large number of deodorant products with various brands in circulation, makes the competition in the deodorant industry in the market share even tighter. One of the most famous deodorant products in Indonesia is Rexona. This study aims to determine the influence of customer experience and price perception on repurchase interest of Rexona deodorant products in the city of Surabaya. The sample used in this study were buyers and users of Rexona deodorant for 2 . users times in the city of Surabaya as many as 100 people. The sampling method used is non-probability sampling with purposive sampling. The analysis technique used is Partial Least Square (PLS). Data collected from questionnaire results using the likert method are used to test the validity and reliability of the data. The research results show that customer experience and price perception have a positive effect on repurchase interest of Rexona deodorant products in the city of Surabaya. Deodoran menjadi salah satu alternatif utama masyarakat dalam mengatasi masalah bau badan yang tidak sedap. Banyaknya produk deodoran dengan berbagai merek yang beredar, membuat persaingan di industri deodoran dalam pangsa pasar semakin ketat. Salah satu produk deodoran yang paling terkenal di Indonesia adalah Rexona. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengalaman pelanggan dan persepsi harga terhadap minat beli ulang produk deodoran Rexona di Kota Surabaya. Sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah pengguna deodoran Rexona sebanyak 2 . kali di Kota Surabaya sebanyak 100 orang. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu non probability sampling dengan purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS). Data yang dikumpulkan dari hasil kuesioner dengan metode teknik likert digunakan untuk uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pelanggan dan persepsi harga berpengaruh secara positif terhadap minat beli ulang produk deodoran Rexona di Kota Surabaya. AKUISISI : Jurnal Akuntansi Website : http://w. id/ejournal/index. php/JA This is an open access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4. 0 International License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited * Corresponding author. E-mail address: sugengpurwanto. mnj@upnjatim. Peer review under responsibility of Akuisisi : Accounting Journal. http://dx. org/10. PENDAHULUAN Deodoran merupakan produk yang digunakan masyarakat untuk memecahkan masalah bau badan yang tidak sedap. Saat ini banyak produk deodoran dengan berbagai merek yang beredar, membuat persaingan di industri deodoran dalam pangsa pasar semakin ketat. Salah satu produk deodoran yang paling terkenal di Indonesia adalah Rexona. Rexona diciptakan pada tahun 1908 oleh istri S. F Sheffer. Alice Sheffer. Pasangan ahli farmasi yang mendirikan Sheldon Drug Company di Australia lalu di tahun 1930-an Rexona bergabung dan di produksi oleh Unilever hingga saat ini. Rexona memiliki beberapa jenis teknologi di antaranya teknologi Fresh Protect. Anti Stain dan Whitening. Fresh Protect adalah formula anti keringat yang menciptakan pelindung agar selalu kering selama 48 jam. Anti-Stain adalah formula yang menghalangi timbulnya noda kuning dan putih pada pakaian putih dan hitam, serta whitening adalah formula untuk meredakan iritasi dan mencerahkan kulit ketiak 7 hari. Dengan varian produk yang beragam. Rexona akan lebih mudah menarik konsumen, karena setiap varian akan memiliki perbedaan, dari formula yang dikandung, wujud maupun ukuran, sehingga para konsumen mudah untuk memenuhi kebutuhannya. Tabel 1. Top Brand Index (TBI) Produk Deodoran Pria Merek Produk Deodoran Rexona Axe Casablanca Nivea Axl TBI 2021 Tahun TBI 2020 TBI 2019 Sumber: Top Brand Award Tabel 2. Top Brand Index (TBI) Produk Deodoran Wanita Merek Produk Deodoran Rexona Dove Casablanca Pixy Oriflame Nivea TBI 2021 Tahun TBI 2020 TBI 2019 Sumber: Top Brand Award Tabel 3. Perbandingan Harga Deodoran Merek Produk Deodoran Rexona Casablanca Axe Nivea Dove Oriflame Harga Deodoran (Roll O. Rp14. 200 - Rp19. Rp13. 200 - Rp14. Rp12. 500 - Rp15. Rp15. 800 - Rp22. Rp17. 700 - Rp19. Rp49. 900 - Rp64. Sumber: Shopee, 2022 Berdasarkan data dari Top Brand Award, produk deodoran Rexona selama 3 tahun, dari tahun 2019 Ae 2021 berada di posisi teratas dalam kategori produk deodoran. Hal tersebut menandakan bahwa produk deodoran Rexona menjadi produk yang paling diminati oleh konsumen di Indonesia. Namun, pertumbuhan persentase produk deodoran Rexona mengalami penurunan dari tahun 2019-2021. Persentase Rexona Pria di tahun 2019 adalah 72. 8%, lalu pada tahun 2020 4%, dan pada tahun 2021 menjadi 58. Sedangkan Rexona Wanita pada tahun 2019 7% lalu pada tahun 2020 menjadi 59. 6% dan pada tahun 2021 menjadi 57. Angka persentase penurunan yang cukup signifikan dalam 3 tahun terakhir. Adapun data harga produk deodoran berdasarkan pada situs elektronik komersial Shopee di Indonesia, memperlihatkan harga deodoran Rexona standar dengan para pesaingnya. Rexona menjual produk jenis tersebut dengan harga sekitar Rp14. 200,- sampai Rp19. 800,-. Dari tabel tersebut, harga Rexona cukup terjangkau bagi konsumen. Sebuah produk harus mampu memberikan keunggulan dan kesan yang unik agar diingat dalam benak konsumen. Menurut (Wiyata dkk, 2. pengalaman pelanggan adalah sebuah pengalaman yang dirasakan baik atau tidaknya oleh pelanggan saat menggunakan dan merasakan produk tersebut. Pengalaman yang baik dibuktikan dengan kesan baik yang terbentuk setelah pelanggan merasakan manfaat produk atau jasa melebihi harapannya (Wardhana, 2. Pengalaman pelanggan yang positif mendorong minat pelanggan melakukan pembelian ulang suatu Adapun penelitian dari (Agustina & Julitriarsa, 2. menyatakan bahwa variabel pengalaman pelanggan memberi pengaruh positif terhadap minat beli ulang. Selain itu, persepsi harga juga dianggap penting dalam keputusan pelanggan ketika melakukan pembelian. Menurut Campbell dalam (Maharani, 2. mengatakan bahwa persepsi harga adalah suatu faktor psikologis dari dalam diri sendiri maupun orang lain yang dapat mempengaruhi reaksi konsumen dalam menilai suatu harga. Evaluasi terhadap harga pada suatu manfaat produk dikatakan mahal, sedang, atau murah tergantung masing - masing persepsi konsumen itu sendiri. Menurut Harjati dan Venesia dalam (Isnawati, 2. persepsi harga dapat mempengaruhi keputusan pembelian. Hal ini dikarenakan harga merupakan bentuk emosi yang terkait dengan konsumen, mendorong mereka untuk menilai wajar tidaknya suatu harga yang ditawarkan oleh penjual dibanding pihak lain, dan dapat diterima. Dengan menyediakan produk berkualitas dengan harga terjangkau yang memuaskan konsumen, lantas akan menimbulkan dorongan kepada konsumen untuk melakukan pembelian ulang suatu produk. Adapun penelitian dari (Lestari & Dwiarta, 2. yang menyatakan bahwa persepsi harga memberi pengaruh positif terhadap minat beli ulang. Minat beli ulang terhadap produk atau jasa cukup vital untuk kelangsungan hidup perusahaan, karena mempertahankan pelanggan lama jauh lebih murah daripada menarik pelanggan Menurut (Prabowo, 2. Minat beli ulang adalah tindakan yang terjadi sebagai respon terhadap suatu objek. Apabila konsumen memberikan respon positif terhadap suatu produk, konsumen akan terdorong untuk melakukan pembelian ulang di kemudian hari (Renata & Prabawani, 2. Berdasarkan data dan fenomena yang telah diuraikan oleh penulis, penulis berminat untuk melaksanakan penelitian lebih dalam dengan judul AuPengaruh Pelanggan dan Persepsi Harga terhadap Minat Beli Ulang Produk Deodoran Rexona di Kota SurabayaAy. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini pendekatan kuantitatif yang digunakan adalah variabel pengalaman pelanggan, persepsi harga, serta minat beli ulang. Populasinya adalah pembeli dan pengguna deodoran Rexona sebanyak 2 . kali di Kota Surabaya dengan jumlah 100 responden sehingga Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu penentuan sampel dengan kriteria tertentu (Sugiyono, 2. Perolehan data primer diambil melalui hasil kuesioner dengan menggunakan teknik Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2. Teknik analisis data yang dipakai adalah Partial Least Square (PLS). Adapun tahap dalam menganalisis data yaitu uji validitas dan Penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa pengalaman pelanggan dan persepsi harga berpengaruh secara positif terhadap minat beli ulang pada produk deodoran Rexona di Kota Surabaya. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 1. Hasil Pengolahan Data (Output SmartPLS) Pada Gambar 1 memuat besarnya nilai factor loading tiap indikator yang terletak di atas tanda panah antara variabel dan indikator. Di atas garis panah antara variabel eksogen terhadap endogen terdapat besarnya nilai koefisien jalur . ath coefficienct. Lalu dalam lingkaran variabel endogen terdapat nilai R-Square. Uji Validitas dan Reliabilitas Pengukuran validitas indikator didasarkan salah satunya pada tabel output outer loadings. Dapat dilihat dari nilai factor loading-nya. Permodelan ini, seluruh indikator memakai reflektif, sehingga memakai tabel output outer loading. Tabel 4. Outer Loadings Factor Loading (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) Standard Error (STERR) T Statistics (|O/STER R|) X1. 1 <- Pengalaman Pelanggan (X. 0,810749 0,806994 0,039876 0,039876 20,331823 X1. 2 <- Pengalaman Pelanggan (X. 0,667677 0,654383 0,108067 0,108067 6,178348 X1. 3 <- Pengalaman Pelanggan (X. 0,555773 0,557135 0,092179 0,092179 6,029286 X1. 4 <- Pengalaman Pelanggan (X. 0,720844 0,717588 0,060619 0,060619 11,891479 X1. 5 <- Pengalaman Pelanggan (X. 0,589017 0,576068 0,121391 0,121391 4,852229 X2. 1 <- Persepsi Harga (X. 0,677800 0,677824 0,063731 0,063731 10,635285 X2. 2 <- Persepsi Harga (X. 0,889088 0,888995 0,023899 0,023899 37,202626 X2. 3 <- Persepsi Harga (X. 0,862690 0,863066 0,033114 0,033114 26,052379 X2. 4 <- Persepsi Harga (X. 0,752707 0,746848 0,071100 0,071100 10,586576 Y1 <- Minat Beli Ulang (Y) 0,841681 0,837245 0,040126 0,040126 20,976108 Y2 <- MINAT BELI ULANG (Y) 0,877668 0,877878 0,029414 0,029414 29,838281 Y3 <- MINAT BELI ULANG (Y) 0,832174 0,830803 0,043492 0,043492 19,134049 Y4 <- MINAT BELI ULANG (Y) 0,791050 0,791601 0,062694 0,062694 12,617719 Tabel 1 menunjukkan nilai factor loading dari variabel ke indikatornya. Factor loading adalah korelasi antar indikator dengan variabel. Apabila nilainya lebih besar dari 0,5 atau sama dengan 0,5 serta T-statistic lebih besar dari 1,96 . ilai Z pada = 0,. lantas validitas dan signifikasinya dianggap telah terpenuhi. Berdasarkan tabel 1, seluruh indikator reflektif pada variabel Pengalaman Pelanggan (X. Persepsi Harga (X. , dan Minat Beli Ulang (Y), menampilkan factor loading . riginal sampl. lebih besar atau sama dengan 0,5 dan T-statistic lebih besar 1,96. Sehingga hasil perkiraan seluruh indikator telah mencapai convergen validity atau validitasnya baik. Hal ini juga dapat diamati melalui tabel 2 yaitu tabel cross loading saat mengukur validitas Nilai loading faktor dianggap valid apabila tiap variabel pada masing -masing indikator nilai loading faktor lebih besar dari nilai loading faktor tiap indikator variabel lain. Namun dianggap tidak valid apabila nilai loading faktor lebih kecil dari tiap indikator variabel lain. Tabel 5. Cross Loading Indikator Minat Beli Ulang (Y) Pengalaman Pelanggan (X. Persepsi Harga (X. X1. 0,484173 0,810749 0,491192 X1. 0,277952 0,667677 0,382051 X1. 0,488866 0,555773 0,483600 X1. 0,549701 0,720844 0,424918 X1. 0,165056 0,589017 0,294463 X2. 0,413772 0,459014 0,677800 X2. 0,642816 0,607172 0,889088 X2. 0,664823 0,510507 0,862690 X2. 0,493036 0,474805 0,752707 0,841681 0,596284 0,641805 0,877668 0,625609 0,571469 0,832174 0,481572 0,630842 0,791050 0,474287 0,508837 Tabel 5 memuat semua nilai loading faktor pada tiap indikator dari variabel Pengalaman Pelanggan (X. Persepsi Harga (X. Minat Beli Ulang (Y) menunjukkan bahwa nilai loading faktor tiap indikator lebih besar dari variabel lain. Jadi semua indikator telah tercapai validitasnya atau validitasnya baik. Tabel 6. Average Variance Extracted (AVE) AVE Minat Beli Ulang (Y) Pengalaman Pelanggan (X. Persepsi Harga (X. 0,699250 0,455709 0,640173 Gaya pengukuran selanjutnya, terlihat pada tabel 3 yaitu Average Variance Extracted (AVE). AVE merupakan besarnya nilai ragam indikator yang dimuat variabel laten. Validitasnya baik bagi variabel laten apabila konvergen nilai AVE lebih besar atau sama dengan 0,5. Berdasarkan tabel 3, hasil menunjukkan variabel Pengalaman Pelanggan (X. sebesar 0,455709. Persepsi Harga (X. sebesar 0,640173 dan Minat Beli Ulang (Y) sebesar 0,699250. Sehingga semua variabel dinyatakan validitasnya baik. Tabel 7. Composite Reliability Composite Reliability Minat Beli Ulang (Y) Pengalaman Pelanggan (X. Persepsi Harga (X. 0,902794 0,804271 0,875560 Composite reliability digunakan untuk mengukur reliabilitas konstruk. Indikator dikatakan konsisten dalam mengukur variabel latennya jika nilai composite reliability di atas 0,70. Pada tabel 7 termuat hasil pengujian composite reliability. Pengalaman Pelanggan (X. sebesar 0,804271. Persepsi Harga (X. sebesar 0,875560, serta Minat Beli Ulang (Y) sebesar 0,902794. Sehingga semua variabel dinyatakan reliabel. Uji Hipotesis Tabel 8. Path Coefficients Pengalaman Pelanggan (X. -> Minat Beli Ulang (Y) Persepsi Harga (X. -> Minat Beli Ulang (Y) Path Coefficients (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) TStatistics (|O/STER R|) P Values 0,342766 0,352963 0,093497 3,666040 0,000 0,486489 0,480237 0,091016 5,345102 0,000 PEMBAHASAN Pengalaman pelanggan memberikan kontribusi pada minat beli ulang. Artinya, pengalaman pelanggan memiliki pengaruh secara positif terhadap minat beli ulang produk deodoran Rexona di Kota Surabaya. Indikator yang memiliki persentase paling tinggi adalah sense experience. Artinya khas atau kesan positif yang ditawarkan produk deodoran Rexona menarik perhatian dan bisa dirasakan pelanggan melalui panca indra atau sense . englihatan, sentuhan, suara, rasa, serta ba. saat membeli dan menggunakan Rexona. Didukung oleh penelitian (Pebrila dkk, 2. (Ailudin & Sari, 2. (Monica Tiara & Widaningsih Sri, 2. mengatakan bahwa pengalaman pelanggan memiliki pengaruh secara positif terhadap minat beli ulang. Pengalaman ditimbulkan setelah pelanggan melakukan pembelian dan merasakan manfaat produk tersebut, maka semakin besar minat beli ulang pelanggan terhadap suatu produk. Persepsi harga memberikan kontribusi pada minat beli ulang. Artinya, persepsi harga memiliki pengaruh secara positif terhadap minat beli ulang produk deodoran Rexona di Kota Surabaya. Indikator yang memiliki persentase paling tinggi adalah kesesuaian harga dengan Artinya persepsi pelanggan terhadap harga dan kualitas yang ditawarkan produk deodoran Rexona seimbang. Hal inilah yang menarik konsumen untuk membeli produk tersebut karena persepsi harga sebanding dengan kualitas yang diinginkan konsumen. Didukung oleh penelitian (Laela, 2. (Nugrahaeni dkk, 2. (Izdihar, 2. mengatakan bahwa persepsi harga memiliki pengaruh secara positif terhadap minat beli ulang. Apabila bertambah tinggi persepsi pada harga suatu produk tepat dan baik di benak konsumen, lantas akan semakin besar minat beli ulang pelanggan pada suatu produk. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai AuPengaruh Pengalaman Pelanggan dan Persepsi Harga terhadap Minat Beli Ulang Produk Deodoran Rexona di Kota SurabayaAy, dapat ditarik kesimpulan yaitu, . Pengalaman pelanggan memiliki pengaruh terhadap minat beli ulang produk deodoran Rexona di Kota Surabaya. Hal ini menandakan bahwa semakin baik pengalaman yang ditimbulkan setelah pelanggan melakukan pembelian dan merasakan manfaat produk tersebut, maka semakin besar minat beli ulang pelanggan. Persepsi harga memiliki pengaruh terhadap minat beli ulang pada produk deodoran Rexona di Kota Surabaya. Hal ini menandakan bahwa semakin baik persepsi harga suatu produk di benak pelanggan, maka semakin besar minat beli ulang Adapun saran dari penulis yang dapat dijadikan bahan pertimbangan atau dimanfaatkan sebagai unsur pengambilan keputusan yaitu, produk deodoran Rexona sebaiknya meningkatkan halhal yang berkaitan dengan branding dan promosi, serta memberikan diskon/potongan harga yang bervariasi pada produknya pada high season atau menyambut event khusus sehingga menarik minat pelanggan untuk melakukan pembelian ulang dan meningkatkan nilai penjualan produk deodoran Rexona. DAFTAR PUSTAKA