JAMARI Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri E-ISSN : 3090-7810 Vol. No. Juli, 2025, 75-85 Edukasi tanaman florikultur di SD Asy-Syifa 2 Kecamatan Antapani Bandung. Jawa Barat Floriculture plant education at Asy-Syifa 2 Elementary School. Antapani District. Bandung. West Java Irfan Maulana. Rini Sitawati. Dikayani. Aghnia Rahmawati4*) 1,2,3,. Universitas Insan Cendekia Mandiri. Jl. Pasir kaliki no 199. Bandung, 40162 Email: agroteknologiuicm@gmail. *) penulis korespondensi DOI: http://10. 37577/jamari. v%vi%i. Diterima: Mei, 2025. Disetujui: Juli, 2025. Dipublikasikan: Juli, 2025. Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk pengimplementasian Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di berbagai bidang. Salah satu topik yang memiliki relevansi tinggi dengan pendidikan adalah florikultur, yang berkaitan dengan budidaya tanaman hias. Artikel ini mengulas kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen dari Universitas insan cendekia mandiri dengan tema " Edukasi Tanaman Florikultur di SD Asy-Syifa 2 Kecamatan Antapani Bandung. Jawa Barat". Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai pemeliharaan tanaman hias kepada guru-guru di SD Asy-Syifa 2, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan lingkungan hidup di Kata kunci: Asy-Syifa-2. Edukasi. Florikultura. Sekolah Dasar. Abstract: Community service is one form of implementation of the Tri Dharma of Higher Education in an effort to improve the knowledge and skills of the community in various fields. One topic that has high relevance to education is floriculture, which is related to the cultivation of ornamental plants. This article reviews the community service activities carried out by lecturers from the Insan Cendekia Mandiri University with the theme "Floriculture Plant Education at Asy-Syifa 2 Elementary School. Antapani District. Bandung. West Java". This activity aims to provide knowledge and skills regarding ornamental plant maintenance to teachers at Asy-Syifa 2 Elementary School, which is expected to improve the quality of environmental education at the school. Keywords: Asy-Syifa-2. Education. Elementary School. Floriculture. Edukasi tanaman florikultur di SD Asy-Syifa 2 Kecamatan Antapani Bandung. Jawa Barat DOI: http://10. 37577/jamari. v%vi%i. JAMARI Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri E-ISSN : 3090-7810 Vol. No. Juli, 2025, 75-85 Pendahuluan Pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian integral dari tridarma perguruan tinggi, yang mengamanatkan bahwa peran dosen di perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat luas (Kemenristekdikti, 2. Dalam konteks pendidikan dasar, pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui program-program pelatihan yang relevan dan aplikatif, salah satunya adalah pelatihan florikultura atau budidaya tanaman hias. Florikultura tidak hanya berperan dalam memperindah lingkungan, tetapi juga memberikan nilai edukatif yang tinggi, terutama dalam menanamkan kesadaran ekologis, keterampilan berkebun, dan nilai-nilai kewirausahaan sejak usia dini (Sutarno, 2. Di tengah meningkatnya kebutuhan akan pendidikan berbasis lingkungan, pelatihan florikultura menjadi pendekatan strategis untuk mendorong guru sekolah dasar agar lebih peduli terhadap alam sekaligus memiliki kemampuan praktik yang mendukung kurikulum tematik berbasis proyek . roject-based learnin. (Fadillah et al. , 2. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Asy-Syifa 2 Kecamatan Antapani Bandung yang memiliki komitmen untuk mewujudkan lingkungan belajar yang hijau dan mendukung gerakan sekolah Adiwiyata. Program pelatihan florikultura ini tidak hanya bertujuan mengenalkan jenis-jenis tanaman hias kepada guru, tetapi juga melatih keterampilan dalam menanam, merawat, dan memanfaatkan tanaman tersebut sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual (Astuti & Kurniawan, 2. Selain itu, keterlibatan guru secara langsung dalam kegiatan bercocok tanam dapat menumbuhkan sikap tanggung jawab, kerja sama, dan kreativitas (Rohmah & Wahyuni, 2. Dengan demikian, pelatihan florikultura ini tidak hanya mendukung peningkatan kualitas lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pembentukan karakter siswa nantinya yang cinta lingkungan, kreatif, serta memiliki potensi kewirausahaan di bidang hortikultura melalui pelatihan kepada gurunya (Dewi & Nugraheni, 2. Metode Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 17 Januari-24 Januari di SD Asy-Syifa 2 Bandung. Metode yang digunakan meliputi: Sosialisasi dan penyuluhan: Pengenalan konsep florikultura, jenis-jenis tanaman hias, manfaat ekologis dan edukatif. Praktik penanaman: Simulasi penanaman dalam pot . sederhana menggunakan tanaman hias seperti sukulen, bunga azalea, dan bunga kertas. Diskusi dan Tanya Jawab: Sesi interaktif mengenai integrasi florikultura dalam kurikulum sekolah dasar. Peserta kegiatan adalah 25 orang guru dari berbagai tingkatan kelas di SD Asy-Syifa 2. Edukasi tanaman florikultur di SD Asy-Syifa 2 Kecamatan Antapani Bandung. Jawa Barat DOI: http://10. 37577/jamari. v%vi%i. JAMARI Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri E-ISSN : 3090-7810 Vol. No. Juli, 2025, 75-85 Hasil dan Pembahasan Materi florikultura yang disampaikan meliputi beberapa aspek penting, yaitu definisi florikultura, pemilihan varietas, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, hingga pemasaran hasil tanaman. Dengan adanya pemahaman mengenai definisi florikultura, peserta dapat memahami cakupan dan peranan penting bidang ini dalam kehidupan sehari-hari serta potensinya dalam pengembangan keterampilan siswa. Pemilihan varietas memberikan wawasan kepada guru tentang jenis-jenis tanaman hias yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat dan tujuan pembelajaran. Pada bagian pembibitan dan penanaman, peserta mempelajari teknik-teknik dasar mulai dari penyemaian benih hingga pemindahan bibit ke media tanam yang tepat, sehingga menghasilkan pertumbuhan tanaman yang optimal. Pemeliharaan tanaman juga menjadi bagian penting dalam materi, di mana peserta diajarkan mengenai penyiraman, pemupukan, pengendalian hama, dan pemangkasan. Terakhir, aspek pemasaran memberikan gambaran bagaimana hasil budidaya florikultura dapat memiliki nilai ekonomis yang dapat dikenalkan kepada siswa sebagai bagian dari pembelajaran Integrasi materi florikultura ini diharapkan dapat memberikan pembelajaran kontekstual yang tidak hanya menambah pengetahuan siswa, tetapi juga mengembangkan keterampilan praktis, karakter cinta lingkungan, dan semangat kewirausahaan sejak dini. Gambar 1. Pemaparan Materi Florikultura Florikultura merupakan cabang ilmu hortikultura yang memfokuskan pada pembudidayaan tanaman berbunga dan tanaman hias. Cakupan tanaman florikultura tidak terbatas pada tanaman berbunga saja, tetapi juga meliputi berbagai jenis tanaman yang memiliki nilai estetika tinggi seperti bedding plants . anaman hampara. , tanaman inang, tanaman dalam pot, keranjang gantung, hingga tanaman untuk dekorasi lanskap. Contoh tanaman florikultura yang banyak dibudidayakan antara lain Chrysanthemum . Pelargonium . Impatiens . acar ai. Petunia, serta berbagai jenis bunga potong yang kerap digunakan untuk dekorasi acara maupun hiasan dalam ruangan. Edukasi tanaman florikultur di SD Asy-Syifa 2 Kecamatan Antapani Bandung. Jawa Barat DOI: http://10. 37577/jamari. v%vi%i. JAMARI Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri E-ISSN : 3090-7810 Vol. No. Juli, 2025, 75-85 Selain aspek keindahan, florikultura juga memperhatikan faktor-faktor seperti adaptasi tanaman terhadap lingkungan, ketahanan terhadap penyakit, serta kualitas dan keberlanjutan Tanaman florikultura memiliki keunggulan ekonomis yang tinggi karena permintaannya yang terus meningkat, baik di pasar lokal maupun internasional, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan keindahan lingkungan, dekorasi ruangan, serta kebutuhan industri perhotelan dan pariwisata. Lebih jauh lagi, pengembangan florikultura juga berkaitan dengan inovasi teknologi dalam pembibitan, perbanyakan tanaman secara vegetatif, penggunaan media tanam alternatif, pemanfaatan pupuk organik maupun anorganik, pengendalian hama terpadu, serta teknik pascapanen untuk mempertahankan kualitas tanaman. Oleh karena itu, penguasaan ilmu florikultura tidak hanya mencakup keterampilan budidaya, tetapi juga mencakup pemahaman mendalam mengenai fisiologi tanaman, estetika, dan manajemen usaha hortikultura. Dengan memahami cakupan yang luas ini, peserta pelatihan diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan florikultura ke dalam berbagai bidang pembelajaran, baik untuk penguatan pembelajaran IPA. PLH, maupun pengembangan keterampilan kewirausahaan siswa, sehingga memberikan manfaat ganda bagi dunia pendidikan maupun pengembangan potensi ekonomi lokal. Tanaman hias atau florikultura memiliki beragam kegunaan yang memberikan manfaat dari berbagai aspek, baik lingkungan, ekonomi, seni, maupun psikologis. Dari segi lingkungan, tanaman hias berperan penting sebagai penghasil oksigen melalui proses fotosintesis, sehingga membantu menjaga keseimbangan udara dan meningkatkan kualitas atmosfer. Selain itu, tanaman ini juga efektif dalam menyerap karbon dioksida (COCC) serta polutan lainnya, sehingga berkontribusi dalam mengurangi dampak pencemaran udara di lingkungan perkotaan maupun pedesaan. Kehadiran tanaman hias di ruang terbuka hijau, taman kota, maupun area permukiman juga berperan dalam menurunkan suhu udara dan menjaga kelembaban lingkungan. Dari sisi ekonomi, tanaman florikultura merupakan komoditas yang memiliki nilai jual tinggi. Budidaya, pembibitan, penjualan, hingga ekspor tanaman hias memberikan peluang usaha yang luas bagi masyarakat, mulai dari skala rumahan hingga industri besar. Permintaan akan tanaman hias terus meningkat seiring dengan tren gaya hidup sehat, penghijauan, serta dekorasi interior maupun eksterior. Industri florikultura juga membuka peluang lapangan kerja pada berbagai sektor seperti produksi benih, penyediaan media tanam, alat pertanian, logistik, hingga sektor pariwisata berbasis agrowisata. Dalam bidang seni, tanaman florikultura sering dimanfaatkan sebagai elemen penting dalam arsitektur lansekap. Penataan taman, taman vertikal, desain interior, hingga instalasi floristik dalam berbagai event, semuanya memanfaatkan keindahan warna, bentuk, tekstur, dan komposisi tanaman hias untuk menciptakan harmoni estetika yang mempercantik suatu Pemanfaatan seni dalam florikultura bahkan menjadi cabang profesi tersendiri seperti desainer taman, floris, dan arsitek lansekap. Sementara dari sisi psikologis, keberadaan tanaman hias terbukti mampu memberikan efek menenangkan dan menyegarkan jiwa. Tanaman hias dapat berfungsi sebagai terapi visual yang mengurangi stres, meningkatkan konsentrasi, serta menciptakan suasana yang nyaman dan damai di lingkungan rumah, kantor, maupun ruang publik. Beberapa penelitian juga Edukasi tanaman florikultur di SD Asy-Syifa 2 Kecamatan Antapani Bandung. Jawa Barat DOI: http://10. 37577/jamari. v%vi%i. JAMARI Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri E-ISSN : 3090-7810 Vol. No. Juli, 2025, 75-85 menunjukkan bahwa merawat tanaman dapat meningkatkan kesehatan mental, memperbaiki mood, serta memberikan rasa kepuasan tersendiri bagi pelakunya. Dengan demikian, pengembangan tanaman hias tidak hanya memberikan nilai keindahan semata, tetapi juga berkontribusi besar dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, memperkaya seni desain, serta meningkatkan kualitas hidup manusia secara holistik. Tanaman hias dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis berdasarkan karakteristik morfologi dan fungsinya, yaitu tanaman hias berbunga, tanaman hias tidak berbunga, dan tanaman hias rerumputan. Tanaman Hias Berbunga Tanaman hias berbunga merupakan jenis tanaman yang keindahannya terletak pada bunga yang dihasilkan, baik dari segi warna, bentuk, aroma, maupun ukuran bunganya. Tanaman jenis ini banyak diminati karena memberikan tampilan yang menarik dan mempercantik tampilan taman, halaman rumah, hingga dekorasi ruangan. Beberapa contoh tanaman hias berbunga antara lain Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabili. Krisan Pot (Chrysanthemu. Anyelir (Dianthus caryophyllu. Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensi. Anthurium, serta Nenas Hias (Ananas bracteatu. Selain itu, banyak juga varietas tanaman berbunga lainnya yang dibudidayakan untuk tujuan estetika maupun komersial. Tanaman Hias Tidak Berbunga Tanaman hias tidak berbunga lebih mengutamakan keindahan pada bentuk daun, warna, corak, tekstur, serta keunikan pertumbuhannya. Jenis tanaman ini banyak dimanfaatkan untuk mempercantik interior ruangan karena tampilannya yang menarik meskipun tanpa Beberapa contoh tanaman hias tidak berbunga yang populer di masyarakat antara lain Peperomia. Janda Bolong (Monstera adansoni. Aglaonema. Philodendron, dan berbagai jenis Sansevieria. Tanaman-tanaman ini selain mempercantik ruangan juga berfungsi sebagai penyaring udara alami, sehingga memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan lingkungan dalam ruangan. Tanaman Hias Rerumputan Tanaman hias rerumputan digunakan terutama sebagai penutup tanah untuk memperindah area lanskap, halaman rumah, maupun area publik seperti taman kota dan lapangan olahraga. Tanaman rerumputan berperan penting dalam mencegah erosi tanah, menjaga kelembaban, serta menciptakan kesan hijau yang menyegarkan. Contoh tanaman hias rerumputan di antaranya Rumput Gajah (Pennisetum purpureu. Rumput Manila (Zoysia matrell. , dan Rumput Australia (Axonopus compressu. Masing-masing jenis rerumputan memiliki keunggulan tersendiri baik dari segi ketahanan, pertumbuhan, maupun perawatan. Dengan klasifikasi ini, pemilihan jenis tanaman hias dapat disesuaikan dengan kebutuhan, fungsi estetika, kondisi lingkungan, serta kemampuan perawatan, sehingga memberikan hasil yang optimal baik untuk keindahan maupun fungsionalitas ruang. Tahapan dalam budidaya florikultura mencakup serangkaian proses yang harus dilakukan secara berurutan dan terencana untuk menghasilkan tanaman hias yang berkualitas tinggi Edukasi tanaman florikultur di SD Asy-Syifa 2 Kecamatan Antapani Bandung. Jawa Barat DOI: http://10. 37577/jamari. v%vi%i. JAMARI Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri E-ISSN : 3090-7810 Vol. No. Juli, 2025, 75-85 serta memiliki nilai jual optimal. Setiap tahap memerlukan perhatian khusus agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Pembibitan Tahap awal dalam budidaya florikultura dimulai dari proses pembibitan, yaitu upaya menghasilkan tanaman baru baik secara generatif . ari bij. maupun vegetatif . ari stek, cangkok, kultur jaringan, atau pemisahan anaka. Pemilihan benih atau bahan tanaman yang berkualitas sangat penting karena akan menentukan pertumbuhan dan ketahanan tanaman terhadap penyakit serta kualitas hasil akhir. Pada tahap ini, diperlukan media semai yang steril, kelembaban udara yang terjaga, serta pencahayaan yang cukup agar bibit dapat tumbuh secara optimal. Penanaman Setelah bibit mencapai ukuran tertentu dan cukup kuat, tahapan berikutnya adalah penanaman, yaitu proses pemindahan bibit ke media tanam utama, baik di pot, bedengan, polibag, maupun lahan terbuka. Pada tahap ini, faktor pemilihan media tanam seperti campuran tanah, kompos, pasir, dan pupuk organik harus diperhatikan untuk memastikan ketersediaan nutrisi yang cukup bagi tanaman. Selain itu, penataan jarak tanam, waktu tanam, serta kondisi lingkungan juga berperan penting untuk mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Pemeliharaan Tanaman Tahap pemeliharaan merupakan fase yang sangat menentukan keberhasilan budidaya Beberapa kegiatan pemeliharaan yang harus dilakukan antara lain: Penyiraman, untuk menjaga kelembaban media tanam sesuai kebutuhan spesifik masing-masing jenis tanaman. Pemupukan, baik menggunakan pupuk organik maupun anorganik, untuk memenuhi kebutuhan unsur hara makro dan mikro. Pengendalian hama dan penyakit, dengan penerapan pengendalian hayati, mekanis, maupun kimiawi secara tepat, agar tanaman tetap sehat dan terhindar dari serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Pemangkasan dan penyiangan, untuk menjaga bentuk tanaman tetap indah serta mengurangi persaingan unsur hara dengan gulma. Pemanenan Tahap pemanenan dilakukan ketika bagian tanaman telah mencapai ukuran, bentuk, atau warna yang memenuhi standar kualitas untuk dipasarkan. Pada tanaman florikultura, pemanenan dapat berupa pemotongan bunga, pengambilan daun hias, maupun pemindahan tanaman utuh dari media tanam. Teknik pemanenan yang tepat bertujuan untuk mempertahankan kualitas dan kesegaran produk. Pascapanen Setelah pemanenan, proses pascapanen sangat penting dilakukan untuk menjaga kesegaran dan kualitas tanaman hingga sampai ke tangan konsumen. Kegiatan pascapanen meliputi pencucian, sortasi, grading, pengemasan, penyimpanan dalam suhu yang sesuai, serta Edukasi tanaman florikultur di SD Asy-Syifa 2 Kecamatan Antapani Bandung. Jawa Barat DOI: http://10. 37577/jamari. v%vi%i. JAMARI Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri E-ISSN : 3090-7810 Vol. No. Juli, 2025, 75-85 pengaturan distribusi secara cepat dan hati-hati. Penanganan pascapanen yang baik akan meningkatkan daya saing produk florikultura di pasaran dan memperpanjang umur simpan Dengan mengikuti tahapan budidaya secara terencana dan memperhatikan aspek teknis di setiap proses, hasil produksi tanaman florikultura tidak hanya memenuhi standar estetika, tetapi juga memiliki daya saing tinggi baik di pasar lokal maupun internasional. Dalam upaya meningkatkan nilai tambah florikultura, diperlukan penerapan berbagai strategi yang mencakup aspek budidaya, inovasi, hingga pengembangan pasar. Strategi-strategi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga pada daya saing di pasar yang terus berkembang. Pemeliharaan Optimal Perawatan tanaman secara optimal menjadi dasar utama dalam meningkatkan kualitas tanaman florikultura. Pemeliharaan yang baik meliputi: Penyiraman yang dilakukan secara teratur sesuai dengan kebutuhan masing-masing jenis tanaman, untuk menjaga kelembaban media tanam dan mendukung pertumbuhan optimal. Pemupukan secara tepat dan terukur, baik dengan pupuk organik maupun anorganik, guna memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman yang berpengaruh langsung terhadap warna, ukuran, serta daya tahan tanaman. Pemangkasan secara berkala untuk membentuk tajuk tanaman, merangsang pertumbuhan tunas baru, memperbanyak bunga, serta menjaga penampilan tanaman tetap indah dan rapi. Selain itu, pengendalian hama dan penyakit juga menjadi bagian penting dalam pemeliharaan untuk menjaga kesehatan dan produktivitas tanaman. Inovasi Varietas Teknik Budidaya Pengembangan varietas baru yang lebih unggul, tahan penyakit, serta memiliki penampilan yang lebih menarik dapat memberikan keunggulan kompetitif di pasar. Selain varietas, inovasi juga mencakup penerapan teknik budidaya modern seperti: Teknologi kultur jaringan untuk perbanyakan massal bibit berkualitas. Sistem irigasi tetes otomatis yang efisien dalam penggunaan air. Penggunaan rumah kaca atau screen house untuk mengontrol iklim mikro dan memperpanjang masa produksi. Pemanfaatan pupuk hayati dan pengendalian hayati untuk menciptakan sistem budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Mengikuti Tren Pasar Digitalisasi Pemasaran Pemasaran florikultura saat ini tidak hanya mengandalkan pasar konvensional, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh tren gaya hidup dan perkembangan teknologi informasi. Beberapa strategi yang dapat dilakukan di antaranya: Mengikuti mode terbaru dalam desain pot, teknik penataan tanaman, dekorasi interior dan eksterior yang sesuai dengan selera konsumen. Edukasi tanaman florikultur di SD Asy-Syifa 2 Kecamatan Antapani Bandung. Jawa Barat DOI: http://10. 37577/jamari. v%vi%i. JAMARI Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri E-ISSN : 3090-7810 Vol. No. Juli, 2025, 75-85 Mengemas produk secara menarik, misalnya dengan pot artistik, kemasan ramah lingkungan, atau paket tanaman hias untuk kado. Memanfaatkan media sosial dan digital marketing, seperti Instagram. Facebook. TikTok, hingga marketplace online, untuk memperluas jangkauan pasar, memperkenalkan produk, serta membangun citra merek usaha florikultura. Mengikuti pameran dan event florikultura sebagai ajang promosi dan jejaring Dengan menerapkan strategi-strategi tersebut secara terpadu, usaha florikultura tidak hanya mampu menghasilkan produk yang berkualitas tinggi, tetapi juga memiliki daya saing yang kuat di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis dan global. Beberapa guru bahkan mulai mengambil inisiatif dengan menyusun rencana lanjutan berupa pengembangan proyek kelas berbasis tanaman hias dan merancang taman mini di halaman sekolah sebagai bagian dari implementasi hasil pelatihan. Melalui proyek ini, siswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga terlibat secara langsung dalam proses budidaya tanaman hias, mulai dari pembibitan, penanaman, perawatan, hingga tahap pemanenan atau pemanfaatan hasil. Selain itu, taman mini yang dirancang di lingkungan sekolah berfungsi sebagai media pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran seperti IPA. PLH. Seni Budaya, hingga Kewirausahaan. Faktor pendukung utama dalam pelaksanaan program ini adalah tingginya motivasi dan antusiasme guru setelah mengikuti pelatihan, serta ketersediaan ruang terbuka di sekolah yang cukup luas dan memungkinkan untuk dimanfaatkan secara optimal. Adanya ruang terbuka hijau di sekolah tidak hanya memberikan ruang untuk praktik langsung, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat, asri, dan nyaman bagi seluruh warga Namun demikian, beberapa kendala juga dihadapi dalam tahap perencanaan dan implementasi proyek. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan waktu guru yang sudah terbebani oleh tanggung jawab mengajar, administrasi, serta tugas-tugas lain di sekolah. Hal ini menyebabkan adanya kesulitan dalam mengalokasikan waktu khusus untuk merancang, mempersiapkan, dan memonitor kegiatan proyek florikultura secara intensif. Selain itu, masih dibutuhkan adanya pendampingan lanjutan dari tenaga ahli atau pihak yang berkompeten untuk membantu guru dalam mengembangkan keterampilan teknis budidaya tanaman, pengelolaan taman, serta penerapan pembelajaran berbasis proyek secara efektif. Dukungan tambahan dalam bentuk pelatihan lanjutan, penyediaan sarana prasarana, serta kolaborasi dengan pihak eksternal seperti dinas pertanian, perguruan tinggi, atau komunitas florikultura, diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi kendala yang ada sekaligus memperkuat keberlanjutan program florikultura di sekolah. Edukasi tanaman florikultur di SD Asy-Syifa 2 Kecamatan Antapani Bandung. Jawa Barat DOI: http://10. 37577/jamari. v%vi%i. JAMARI Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri E-ISSN : 3090-7810 Vol. No. Juli, 2025, 75-85 Gambar 2. Diskusi dan tanya jawab Gambar 3. Praktek penanaman tanaman hias Edukasi tanaman florikultur di SD Asy-Syifa 2 Kecamatan Antapani Bandung. Jawa Barat DOI: http://10. 37577/jamari. v%vi%i. JAMARI Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri E-ISSN : 3090-7810 Vol. No. Juli, 2025, 75-85 Gambar 4. Penambahan batu alam sebagai hiasan Setelah pelaksanaan kegiatan, terdapat peningkatan pengetahuan peserta terkait tanaman florikultur dan teknik budidayanya. Guru-guru menunjukkan minat besar terhadap tanaman florikultura dan merespons positif ide integrasi dengan pelajaran tematik seperti Ilmu Pengetahuan Alam dan PLH. Antusiasme mereka terlihat dari tingginya partisipasi selama sesi pelatihan, diskusi aktif, serta munculnya berbagai pertanyaan terkait penerapan materi dalam pembelajaran sehari-hari. Kesimpulan Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar guruguru SD Asy-Syifa 2 Bandung tentang tanaman florikultura. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi titik awal pengembangan program sekolah hijau berbasis tanaman hias yang edukatif. Saran Perlu dilakukan kegiatan lanjutan berupa pendampingan intensif serta penyusunan modul ajar berbasis tanaman florikultura yang sesuai dengan kurikulum SD. Edukasi tanaman florikultur di SD Asy-Syifa 2 Kecamatan Antapani Bandung. Jawa Barat DOI: http://10. 37577/jamari. v%vi%i. JAMARI Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri E-ISSN : 3090-7810 Vol. No. Juli, 2025, 75-85 Ucapan Terimakasih Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak SD Asy-Syifa 2 Bandung atas kerja sama dan partisipasinya, serta Universitas Insan Cendekia mandiri yang telah mendukung kegiatan ini secara penuh (Surat Tugas No. PE. Daftar Pustaka