SAINTEKES Ae VOLUME 03 NOMOR 01 . 93 - 98 APLIKASI TEORI PATRICIA BENNER DALAM PERKEMBANGAN KINERJA PERAWAT Rosaliana Ayu Saputri1. Irna Nursanti2 Program Studi Magister Keperawatan. Fakultas Ilmu Keperawatan. Universitas Muhammadiyah Jakarta Article Information Article history: Received Januari 20, 2024 Approved Januari 29, 2024 Keywords: Patricia Benner. Nursing. Nurse. Theory ABSTRACT This study provides an analysis of Patricia Benner's "From Novice to Expert" theory, outlining the development of nursing competence in five stages. Its strengths include clear descriptions and emphasis on direct experience. Despite laying the foundation for understanding nursing development, the theory faces criticism for its generalizations and insufficient consideration of individual differences and other factors influencing nursing skill development. ABSTRAK Kata Kunci. Patricia Keperawatan. Teori Benner. Perawat. Studi ini menyajikan analisis terhadap Teori "From Novice to Expert" oleh Patricia Benner, yang menguraikan perkembangan kompetensi keperawatan dalam lima Kelebihannya mencakup deskripsi yang jelas dan penekanan pada pengalaman langsung. Meskipun memberikan fondasi untuk pemahaman perkembangan keperawatan, teori ini mendapat kritik terkait generalisasi dan kurangnya pertimbangan terhadap perbedaan individu serta faktor lain yang memengaruhi perkembangan keahlian keperawatan. A 2024 SAINTEKES *Corresponding author email: irnanursanti@umj. PENDAHULUAN Perkembangan merupakan aspek kritis dalam menjaga kualitas layanan kesehatan, dan untuk mencapai standar yang tinggi dalam profesi perawatan kesehatan, org/10. 55681/saintekes. teori-teori yang mendukung pertumbuhan dan pengembangan perawat menjadi semakin Salah satu teori yang mencuat dalam konteks ini adalah Teori Patricia Benner. SAPUTRI ET AL - VOLUME 03 NOMOR 01 . 93 - 98 Patricia Benner, seorang tokoh ternama dalam dunia keperawatan, telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman (Rofii, 2021. Muharni & Wardani. Latar belakang Patricia Benner yang kaya dalam pendidikan dan pengalaman praktis di dunia keperawatan menjadikannya figur sentral dalam pengembangan teori dan pendekatan praktis untuk menghasilkan perawat yang berkualitas. Pendidikan awalnya di bidang keperawatan di Pasadena College pada tahun 1964 dan gelar master dalam keperawatan dari University of California. San Francisco (UCSF) pada tahun 1970, merupakan landasan bagi pengetahuannya yang mendalam tentang dunia keperawatan. (Rofii, 2021. Muharni & Wardani, 2. Tidak hanya sebagai seorang pendidik. Benner juga memiliki pengalaman sebagai peneliti dan praktisi di bidang keperawatan. Perjalanan kariernya dimulai pada tahun 1970 sebagai perawat pasca sarjana peneliti di UCSF, dan kemudian meraih posisi associate professor di Department of Physiological Nursing di UCSF pada tahun 1982. Keberhasilannya dalam menyelesaikan gelar doktornya pada tahun 1982 membuka pintu bagi perannya sebagai professor penuh waktu, serta menempati posisi Thelma Shobe Cook Endowed Chair in Ethics and Spirituality pada (Alligood, 2. Penting untuk memahami peran Benner dalam konteks perkembangan profesional perawat, terutama melalui kontribusinya dalam mengembangkan teori yang mencakup aspekaspek kritis keperawatan. Melalui karyakaryanya, seperti buku "From Nursing to Expert: Excellence and Power In Clinical Nursing Practice," Benner telah membentuk landasan bagi perawat untuk mencapai tingkat keahlian yang tinggi. (Rofii, 2021. Muharni & Wardani, 2. org/10. 55681/saintekes. Studi ini akan mengeksplorasi aplikasi Teori Patricia Benner dalam perkembangan kinerja perawat, dengan mempertimbangkan kontribusi dan pemahaman mendalam yang telah ia berikan kepada profesi keperawatan. Dengan melibatkan pandangan dan konsepkonsep utama dari teori ini, paper ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan teori ini dapat meningkatkan praktik keperawatan dan memberikan pandangan yang lebih baik terkait perkembangan kinerja perawat dalam konteks era kesehatan yang terus berkembang. (Rofii, 2021. Muharni & Wardani, 2. METODOLOGI Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka teoritis disertai laporan dan analisa Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2023. HASIL DAN PEMBAHASAN Model konseptual Patricia Benner Teori "From Novice to Expert" yang dikembangkan oleh Patricia Benner diadaptasi dari "Model Dreyfus" oleh Hubert Dreyfus dan Stuart Dreyfus. Teori ini mengidentifikasi lima profesionalisme perawat, yaitu Novice. Advance Beginner. Competent. Proficient, dan Expert (Benner, 1. Novice (Pemul. Individu pengalaman sebelumnya, membutuhkan panduan dan aturan yang jelas. Diterapkan pada mahasiswa keperawatan atau perawat yang berada di lingkungan yang tidak Advance Beginner (Pemula Tingkat Lanju. : Mampu mengatasi masalah yang dapat diterima dalam situasi nyata. Memiliki pengalaman yang memadai untuk menangani situasi, meskipun masih memerlukan panduan dan aturan. SAPUTRI ET AL - VOLUME 03 NOMOR 01 . 93 - 98 Competent (Kompete. Mampu mempertimbangkan dan merencanakan situasi, dapat bekerja secara mandiri. Fokus memprediksi, dan manajemen waktu. Proficient (Mahi. : Mampu melihat perubahan yang relevan dalam situasi, pengetahuan dan keterampilan. Terlibat lebih banyak dengan pasien dan keluarga. Expert (Ahl. : Memiliki pemahaman mengidentifikasi masalah tanpa kehilangan Mengetahui mendalam, melibatkan penguasaan klinis, proses know-how, pemahaman gambaran yang luas, dan melihat aspek yang tidak (Benner, 1. Teori ini memberikan kerangka kerja yang jelas untuk memahami perjalanan perkembangan perawat, mulai dari tahap awal sebagai pemula hingga mencapai tingkat keahlian sebagai ahli. Pendekatan ini memberikan landasan bagi pendidikan dan pelatihan perawat untuk mencapai tingkat kinerja yang tinggi dalam praktik keperawatan. Teori Patricia Benner, yang diadopsi dari disertasi Brykczynski . , didukung oleh beberapa penelitian yang memberikan pemahaman mendalam tentang konsep-konsep Penelitian ini menunjukkan bahwa pengertian keterampilan, praktik, perhatian, perkiraan, dan hasil tindakan tidak dapat dipahami sepenuhnya tanpa interpretasi individu yang berbicara bahasa dan memiliki latar belakang budaya yang sama. Benner rekan-rekannya mengeksplorasi tema besar dalam penelitian mereka, yang melibatkan perawat, individu, situasi, dan kesehatan. Perawat dipandang memungkinkan terciptanya kondisi yang kaya hubungan dan fokus. Mereka memandang org/10. 55681/saintekes. caring sebagai hal mendasar dalam didasarkan pada etika, moral, dan tanggung jawab (Benner & Wrubel, 1. Konsep individu dalam teori ini, dijelaskan berdasarkan teori penomenologi Heidegger, menunjukkan bahwa individu hadir di dunia untuk mendapatkan pengalaman Benner dan Wrubel mengidentifikasi empat aspek individu, yaitu situasi, tubuh, fokus personal, dan dunia. Tubuh didefinisikan melalui lima komponen, termasuk proses kompleks kelahiran, keterampilan kompleks, proyeksi citra tubuh, sensasi kinestetik, dan proyeksi dari situasi sekitarnya. (Benner & Wrubel, 1. Terakhir. Benner Wrubel menggunakan konsep situasi, yang lebih mengarah pada lingkungan sosial, untuk menggambarkan bahwa masa lalu, sekarang, dan masa depan seseorang tergabung dalam pemahaman pribadi, kebiasaan, perspektif, dan perkembangan situasi yang terjadi. Pendekatan fenomenologi "menjadi situasi" dan "arti situasi" menekankan pentingnya interaksi, interpretasi, dan pemahaman terhadap situasi (Benner & Wrubel, 1. Konsep Patricia Benner Dikaitkan Dengan Paradigma Keperawatan Paradigma keperawatan, menurut Patricia Benner, adalah suatu cara pandang yang menjadi dasar dalam melihat, memahami, dan menyikapi fenomena di bidang Paradigma ini mencakup pandangan global yang diadopsi oleh sebagian besar kelompok keperawatan, membentuk suatu susunan yang mengatur hubungan di antara teori-teori keperawatan (Budiana, 2. Manusia: Manusia sebagai makhluk yang memperoleh pengalaman dari kehidupannya sepanjang daur hidupnya. Benner menekankan empat aspek utama dalam pemahaman manusia. SAPUTRI ET AL - VOLUME 03 NOMOR 01 . 93 - 98 termasuk peran dari situasi, peran dari tubuh, peran dari perhatian personal, dan peran temporalitas. Menurut Benner, pengalaman hidup memungkinkan manusia memberikan manfaat kepada orang lain, dan evaluasi terhadap manusia terjadi selama menjalani hidup (Alligood, 2. Kesehatan: Kesehatan didefinisikan sebagai apa yang dapat dikaji, sementara pengalaman manusia terhadap kesehatan atau keseluruhan disebut sebagai sehat. Kesehatan tidak hanya dilihat sebagai ketiadaan penyakit, tetapi juga melibatkan pengalaman individu terhadap kehilangan atau disfungsi. Benner memfokuskan perhatian pada pengalaman hidup terkait kesehatan dan penyakit (Alligood, 2. Lingkungan: Benner menggunakan istilah "situasi" daripada "lingkungan," mencerminkan lingkungan sosial dan memiliki definisi yang bersifat sosial. Situasi diartikan sebagai interaksi antar manusia, interpretasi, dan pemahaman Masa lalu, masa kini, dan masa keadaannya saat ini, dan pemahaman individu, kebiasaan, dan perspektif memengaruhi situasi saat ini (Alligood. Keperawatan: Keperawatan didefinisikan memungkinkan koneksi dan perhatian. Praktek keperawatan, menurut Benner, melibatkan caring, seni moral, etika keperawatan, dan tanggung jawab. Keperawatan dipahami sebagai perjalanan seumur hidup melibatkan kesehatan, pembelajaran dari pengalaman hidup (Alligood, 2. org/10. 55681/saintekes. Penerapan Teori Patricia Benner dalam Asuhan Keperawatan Seorang perawat baru saja bergabung dengan sebuah rumah sakit. Dia baru lulus dan memiliki sedikit pengalaman klinis. Dia ditempatkan di unit perawatan intensif. Tahap 1: Pemula (Novic. Sebagai seorang novice, perawat menghadapi situasi darurat atau menangani pasien kritis karena kurangnya pengalaman Perawat mengandalkan aturan dan prosedur yang telah mempertimbangkan konteks spesifik pasien. Dalam tahap ini, perawat tersebut mungkin memerlukan panduan yang jelas dalam melaksanakan tugas sehari-hari di unit perawatan intensif. Dia mungkin akan menghadapi kesulitan dalam mengidentifikasi gejala yang mengindikasikan kondisi kritis pada pasien. Tahap 2: Pemula Lanjutan (Advanced Beginne. Setelah beberapa waktu bekerja di unit tersebut. Perawat mulai belajar dari pengalaman langsung di lapangan. Perawat mulai memahami lebih baik tentang tugas-tugas sehari-hari dan rutinitas di unit perawatan Perawat mulai mengenali pola umum dalam kasus- kasus pasien tertentu tetapi masih membutuhkan bimbingan dan arahan dalam menghadapi situasi yang tidak biasa. Perawat mulai memahami pola gejala yang lebih jelas dan mulai mengembangkan keterampilan dalam merespons situasi darurat. Tahap 3: Kompeten (Competen. Ketika perawat mengumpulkan lebih banyak pengalaman, mereka menjadi lebih percaya diri dalam menghadapi situasi yang Mereka dapat mengidentifikasi prioritas perawatan, mengambil keputusan yang lebih mandiri, dan Perawat dapat berpikir kritis terhadap masalah-masalah yang muncul SAPUTRI ET AL - VOLUME 03 NOMOR 01 . 93 - 98 sehingga perawat dapat menyesuaikan perawatan sesuai dengan kebutuhan pasien Tahap 4: Profesional (Proficien. Pada tahap ini, perawat telah mengembangkan intuisi klinis yang kuat dan dapat secara efisien menyesuaikan perawatan untuk setiap situasi yang kompleks. Mereka mampu melihat gambaran besar dari situasi dan memahami implikasi dari tindakan yang mereka ambil. Perawat mulai mengembangkan keterampilan manajerial dan dapat memberikan kontribusi dalam memecahkan masalah yang kompleks dalam tim perawatan. Tahap 5: Ahli (Exper. Seorang perawat expert seperti ini memiliki pengalaman yang sangat luas dan dapat dengan mudah menangani situasi yang kompleks tanpa kesulitan berarti. Mereka memiliki pengetahuan yang mendalam, intuisi yang kuat, dan kemampuan untuk secara efektif lingkungan perawatan kesehatan. Dalam kasus asuhan keperawatan, teori Patricia Benner dapat digunakan sebagai kerangka kerja untuk memahami bagaimana perawat berkembang dari tingkat pemula hingga menjadi ahli, dan bagaimana pengalaman dan praktik langsung di lapangan berkontribusi terhadap perkembangan tersebut. Analisa Teori Keperawatan Patricia Benner Patricia Benner dikenal karena kontribusinya dalam mengembangkan teori "From Novice to Expert," yang memberikan gambaran langkah-langkah perkembangan kompetensi keperawatan dari tingkat pemula hingga menjadi ahli. Seperti setiap teori lainnya, terdapat kekuatan dan kelemahan yang perlu diperhatikan. Kelebihan dari teori Patricia Benner mencakup deskripsi yang sangat jelas tentang tingkatan kompetensi, memberikan pandangan yang terperinci tentang bagaimana seorang perawat tumbuh dalam keahlian klinis. Teori ini org/10. 55681/saintekes. juga menekankan pengalaman langsung di lapangan sebagai elemen kunci dalam memberikan relevansi yang tinggi terhadap Dalam konteks pendidikan dan pelatihan, kelebihan teori ini muncul karena dapat diaplikasikan dalam program pendidikan Ini membantu mahasiswa dan instruktur memahami tahapan perkembangan keperawatan, memungkinkan pengembangan program pendidikan yang lebih sesuai dengan kebutuhan praktisi keperawatan. Namun demikian, teori ini tidak mencakup situasi atau variabel yang spesifik dalam praktik keperawatan. Selain itu, teori ini melibatkan kurangnya dalam pertimbangan terhadap perbedaan individu, latar belakang, dan konteks spesifik yang dapat mempengaruhi perkembangan seseorang dalam keperawatan. Teori ini juga terlalu berfokus pada pengalaman praktik langsung, sementara faktor-faktor lain seperti pendidikan formal, dukungan sosial, atau lingkungan kerja kurang diperhitungkan. Meskipun memiliki kelebihan dan kelemahan, teori Patricia Benner tetap diakui luas dalam memberikan kerangka kerja yang penting untuk memahami perkembangan kompetensi keperawatan. Namun, untuk pemahaman yang lebih komprehensif, penting untuk menggabungkan berbagai pendekatan teoritis dan mempertimbangkan konteks yang lebih luas. SIMPULAN Teori Patricia Benner, "From Novice to Expert," merinci perkembangan kompetensi Kelebihannya melibatkan deskripsi jelas dan penekanan pada pengalaman langsung. Namun, teori ini melakukan generalisasi yang sederhana dan kurang mempertimbangkan perbedaan SAPUTRI ET AL - VOLUME 03 NOMOR 01 . 93 - 98 individu serta faktor lain yang memengaruhi perkembangan keahlian keperawatan. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih saya haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, guru-guru saya, keluarga, dan sahabat saya yang telah mendukung saya selama perjalanan hidup saya hingga saat ini. DAFTAR PUSTAKA