Vol. No. Tahun 2024, pp 504-516 https://doi. org/10. 36590/jagri. http://salnesia. id/index. php/jagri jagri@salnesia. id, e-ISSN: 2746-802X Penerbit: Sarana Ilmu Indonesia . ARTIKEL PENGABDIAN Budidaya pada Lahan Pekarangan Terbatas untuk Meningkatkan Pendapatan Keluarga Kelompok PKH Desa Stabat Lama Cultivation on Limited Yard Land to Increase Family Income of PKH Group in Stabat Lama Village Rachmat Mulyana1*. Zulkifli Matondang2. Esi Emilia3. Darwin4. Cut Meuthia Rani5. Novrizaldi Wardana6. Wahyu Hutria7. Mita Dwi Putri8 1,2,4,5,6,7,8 Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Medan. Medan. Indonesia Program Studi Gizi. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Medan. Medan. Indonesia Abstract Stabat Lama Village, which has a density of 173,38 inhabitants/Km2, is classified as an independent village and is the second largest village in the Wampu sub-district area, with the largest amount of non-agricultural land in Wampu sub-district, which is 12,41 Km2 from an area of 33,09 Km2. Most of the people's houses have yard land, but the level of utilization of the yard by the community for conservation functions and economic improvement is still low. This activity aimed to: . increase the community's knowledge of the potential of the yard to supply food and family economic needs, and . improve the skills of the community in fish and vegetable cultivation on the yard. The method used was the lecture and demonstration method through socialization and training. Socialization activities are packaged in the form of: . exploring participants' knowledge. counseling on the use of yards for food security and family nutrition. the potential of the yard of the house as limited land for economic and . post-activity participant knowledge. The socialization which was held on August 3, 2024 at the Stabat Lama Villagehall. Wampu District, was attended by 29 people consisting of PKH groups and Darmawanita women. The results showed that in general, all participants were very enthusiastic about participating in socialization activities. The conclusion of PKM activities contributes to the improvement of knowledge and skills about the potential use of limited land yards for fish and vegetable cultivation. Keywords: cultivation, economy, knowledge, yard, home Article history: PUBLISHED BY: Sarana Ilmu Indonesia . Address: Jl. Dr. Ratulangi No. Baju Bodoa. Maros Baru. Kab. Maros. Provinsi Sulawesi Selatan. Indonesia Submitted 31 Oktober 2024 Accepted 30 Desember 2024 Published 31 Desember 2024 Email: info@salnesia. id, jagri@salnesia. Phone: Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. No. Desember 2024 Abstrak Desa Stabat Lama yang memiliki tingkat kepadatan 173,38 jiwa/km2 terklasifikasi sebagai desa swadaya dan merupakan desa terluas kedua di wilayah Kecamatan Wampu, dengan jumlah lahan non pertanian terbesar sekecamatan Wampu yaitu seluas 12,41 Km2 dari luas sebesar 33,09 Km2. Sebagian besar rumah masyarakat memiliki lahan pekarangan, namun tingkat pemanfaatan pekarangan rumah oleh masyarakat untuk fungsi konservasi dan peningkatan ekonomi masih rendah. Kegiatan ini bertujuan untuk: . meningkatkan wawasan pengetahuan masyarakat tentang potensi pekarangan rumah guna mensuplai kebutuhan pangan dan ekonomi keluarga, dan . meningkatkan keterampilan pada masyarakat dalam budidaya ikan dan sayuran pada lahan pekarangan. Metode yang digunakan metode ceramah dan demonstrasi melalui sosilisasi dan pelatihan. Kegiatan sosialisasi dikemas dalam bentuk: . penjajagan pengetahuan peserta. penyuluhan tentang pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan pangan dan gizi keluarga. potensi pekarangan rumah sebagai lahan terbatas untuk fungsi ekonomi. postes pengetahuan peserta pasca kegiatan. Sosialisasi yang dilaksanakan pada tanggal 3 Agustus 2024 di aula Desa Stabat Lama Kecamatan Wampu diikuti sebanyak 29 orang yang terdiri dari kelompok PKH dan Ibu-Ibu Darmawanita. Hasil menunjukkan bahwa secara umum, semua peserta sangat antusias mengikuti kegiatan Simpulan kegiatan PKM berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang potensi pemanfaatan pekarangan lahan terbatas untuk budidaya ikan dan Kata Kunci: budidaya, ekonomi, pengetahuan, pekarangan, rumah *Penulis Korespondensi: Nama, email: rachmatmulyana@unimed. This is an open access article under the CCAeBY license PENDAHULUAN Langkat adalah salah satu kabupaten di Wilayah Provinsi Sumatera Utara. Secara geografis Kabupaten Langkat memiliki batas yaitu sebelah utara berbatasan Selat Malaka, sebelah Timur berbatasan dengan Kota Binjai dan Kabupaten Deli Serdang, sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Karo, dan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tamiang. Kabupaten Gayo Lues, dan Kabupaten Aceh Tenggara (BPS, 2. Kabupaten Langkat memiliki luas sebesar 6. 263,29 kmA yang terdiri dari 23 kecamatan dengan jumlah penduduk sebanyak 1. 660 jiwa. Kecamatan Wampu merupakan salah satu kecamatan di Wilayah Kabupaten Langkat yang memiliki luas 194,21 km2. Kondisi Kecamatan Wampu cukup berkembang dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 71,86 yang disertai dengan penurunan jumlah penduduk miskin setiap tahunnya. Pada tahun 2022 tercatat jumlah penduduk miskin menjadi 103080 jiwa atau 9,91% dengan tingkat kepadatan penduduk mencapai 225 jiwa/km2 (BPS, 2. Kecamatan Wampu terdiri dari 14 desa, salah satunya adalah Desa Stabat Lama. Desa Stabat Lama berada pada 030 46Ao18,90Ay Lintang Utara dan 980 26Ao 00,84Ay, yang berada ketinggian 15,3 dpl. Desa Stabat Lama memiliki luas sebesar 33,09 Km2 yang dihuni oleh penduduk sebanyak 5737 jiwa yang terdiri dari 1341 rumah tangga dengan rata-rata jumlah anggota keluarga sebanyak 4 orang. Mengacu pada kategori keluarga Sejahtera, terdapat 342 keluarga PraKS. KS I sebanyak 268. KS II sebanyak 652, dan Mulyana1 et al. Vol. No. Desember 2024 KS i sebanyak 199 keluarga. Dari 5737 penduduk menurut data BPS tercatat sebanyak 2 orang warga tercatat sebagai penderita gizi buruk (BPS, 2. Desa Stabat Lama yang memiliki tingkat kepadatan 173,38 jiwa/Km2 terklasifikasi sebagai desa swadaya dan merupakan desa terluas kedua di Wilayah Kecamatan Wampu, dengan jumlah lahan non pertanian terbesar sekecamatan Wampu yaitu seluas 12,41 Km2 dari luas sebesar 33,09 Km2. Sebagian besar rumah memiliki lahan pekarangan, namun tidak semua warga masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk tujuan budidaya dalam pemenuhan pangan keluarga atau peningkatan ekonomi Pemanfaatan pekarangan dapat dilakukan dengan mengkombinasikan berbagai jenis tanaman, dimana kombinasi antara tanaman buah-buahan, tanaman sayuran, tanaman pangan serta tanaman lokal lainnya yang disesuaikan dengan luas pekarangan (Kastanja et al. , 2. Selain itu penanaman sayur sebagai upaya pemanfaatan pekarangan rumah dapat menjadi salah satu penyedia gizi sehat keluarga (Solihin et al. , 2. Sejalan dengan dua pendapat ahli di atas ditegaskan pekarangan yang baik akan dapat memberikan berbagai manfaat antara lain yaitu sebagai warung, apotek, lumbung hidup dan bank hidup. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, rata-rata rumah di dusun B VII memiliki pekarangan yang cukup luas baik di depan, samping maupun belakang rumah dengan tingkat pemanfaatan atau penggunaan untuk keperluan konservasi . enanam tanama. yang rendah. Namun tingkat kesejahteraan masyarakat masih relatif rendah yang menyebabkan daya beli khususnya bahan pangan keluarga menjadi rendah yang berdampak pada rendahnya asupan gizi keluarga, sehingga perlunya upaya pemanfaatan pekarangan untuk budidaya pertanian dan perikanan pada skala rumah tangga agar dapat mendukung penyediaan bahan pangan keluarga dan peningkatan ekonomi Inovasi ini diharapkan mampu mengurangi sampah dan meningkatkan produktivitas persatuan lahan garapan (Aprilia dan Elmas, 2. Sejalan dengan survei hasil pengabdian Rachmat et al. dimana menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang manfaat dan fungsi pekarangan rumah sebesar 91,7% keterampilan dalam menanam tanaman perkarangan berbasis hidroponik sebesar 69,2%, manfaat secara ekonomi sebesar 46,2% dan meyumbang sebesar 53,8% kebutuhan sayuran dan buah untuk konsumsi keluarga. Hal ini sejalan juga dengan hasil kegiatan PKM Waluyo, 2021 yang menyatakan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan minat dari para peserta pelatihan sistem pertanian hidroponik di Kelurahan Limo unit kerja RT 5 yang ditunjukkan oleh presentase peserta pelatihan yang melakukan Di sisi lain di Desa Stabat Lama Kecamatan Wampu memiliki 6 . kelompok keluarga Program Keluarga Harapan (PKH) berjumlah 180 keluarga yang tersebar di beberapa dusun. PKH merupakan program bantuan tunai bersyarat bagi keluarga sangat miskin yang memiliki 3 Komponen yakni. Kesehatan. Pendidikan dan Kesejahteraan Sosial dengan masing masing kategori seperti seperti ibu hamil, nifa, menyusui, dan atau memiliki anak balita atau anak usia 5-7 tahun yang belum masuk pendidikan SD, dan atau memiliki anak usia SD dan atau SMP dan atau anak usia 15-18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar serta disabilitas dan lanjut usia di dalam keluarga tersebut. Anggota kelompok PKH mengalami keterpurukan ekonomi disebabkan: . sebagian besar masyarakat tidak memiliki pekerjaan tetap, . memiliki lahan pertanian yang terbatas, . kehilangan pekerjaan sebagai dampak pandemi covid 19, . kesempatan bekerja terbatas karena terbatasnya lowongan pekerjaan, . daya beli masyarakat rendah terhadap bahan pangan keluarga. Pada intinya mitra terkendala pemenuhan kebutuhan sumber pangan keluarga sebagai akibat dari masalah ekonomi. Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. No. Desember 2024 Namun disisi lain masyarakat yang tergabung kelompok PKH sebagian besar memiliki sumberdaya berupa lahan pekarangan yang belum termanfaatkan secara optimal (Wiryono et al. , 2. Pemanfaatan lahan pekarangan di Desa Sukajari memiliki potensi menigkatkan ekonomi masyarakat (Kurniawati et al. , 2. Mengacu pada berbagai permasalahan yang dialami warga masyarakat Desa Stabat Lama Kecamatan Wampu, maka salah upaya yang akan dapat membantu menjadikan kondisi tersebut menjadi lebih baik adalah memanfaatkan potensi pekarangan rumah dengan memadukan penggunaan teknologi tepat guna sederhana (Singh et al. , 2. Kegiatan ini dapat dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga, yaitu melakukan praktik budidaya ikan dan sayuran organik dalam ember (Budikdambe. Lele merupakan salah satu ikan yang dapat digunakan dalam membuat budidaya ini (Rizkiana et al. , 2. Budikdamber adalah sistem pemeliharaan dengan budidaya ikan dan sayuran organik dalam suatu wadah pemeliharaan secara bersama-sama (Arief et , 2. Keunggulan dari budikdamber yaitu bahan pembuatan yang sederhana sehingga mudah diterapkan di berbagai lokasi, cocok digunakan oleh masyarakat yang tidak memiliki cukup lahan, tidak memerlukan banyak air untuk pemeliharaan, dan tidak memerlukan listrik (Handaka et al. , 2. Sistem Budikdamber menggunakan teknik akuaponik dengan sistem resirkulasi dengan tujuan membuat kualitas air dapat dipertahankan dan memberi peluang untuk bakteri dapat tumbuh dan berkembang biak sebagai pengurai bahan organik dan anorganik. Menurut Ibrahim et al. , sistem akuaponik berpengaruh terhadap perbaikan kualitas air, khususnya reduksi kandungan amonia (NH. (Arief et al. , 2014. Xu et al. , 2. Amonia yang ada di perairan berasal dari sisa metabolisme ikan yang terlarut dalam air, feses ikan, serta dari makanan ikan yang tidak termakan dan mengendap di dasar ember (Ibrahim et al. , 2. Metode ini tidak memerlukan lahan yang luas, modal yang besar, tidak sulit menemukan alat dan bahan yang dibutuhkan serta mudah untuk dilakukan. Di samping itu, pelaku pembudidaya akan mendapatkan beberapa banyak keuntungan dalam satu usaha. Pertama, peluang untuk pemenuhan gizi dan ketahanan pangan keluarga. Kedua, menciptakan peluang usaha baru. Dengan memanfaatkan peluang ini, maka setidaknya para pelaku Budikdamber akan mendapatkan sumber penghasilan baru yang dapat membantu masyarakat Desa Stabat Lama dalam meningkatkan kondisi perekonomian keluarga dan ketahanan pangan keluarga (Ibrahim et al. , 2. Tujuan PKM adalah untuk meningkatkan: . pengetahuan warga Masyarakat terhadap potensi pemanfaatan pekarangan dalam pemenuhan kebutuhan pangan keluarga dan peningkatan ekonomi keluarga, . keterampilan kelompok PKH dalam pembuatan perangkat budidaya ikan dan sayuran, dan . pengetahuan dan keterampilan kelompok PKH dalam teknis budidaya ikan dan sayuran pada lahan pekarangan METODE Kegiatan PKM bagi kelompok PKH dilakukan melalui 3 . tahapan yaitu: kegiatan sosialisasi, workshop dan bimbingan teknis. Ketiga tahapan kegiatan tersebut dilakukan dengan menggunakan beberapa metode pendekatan yaitu: transfer pengetahuan melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan pembuatan perangkat Budikdamber berbasis TOT (Tabel. , dan pendampingan pengelolaan Budikdamber serta evaluasi capaian kegiatan. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi dengan materi potensi pemanfaatan pekarangan untuk pemenuhan kebutuhan pangan keluarga dan peningkatan ekonomi Mulyana1 et al. Vol. No. Desember 2024 keluarga dilakukan di Aula Kantor Desa Stabat Lama yang diikuti oleh Ibu-Ibu Darma Wanita dan kelompok PKH berjumlah 29 orang. Workshop pembuatan perangkat budidaya ikan dan sayuran dilakukan di Aula Desa Stabat Lama diikuti oleh 29 orang peserta dari kelompok PKH dan Darmawanti Desa Stabat Lama. Sedangkan kegiatan bimbingan teknis budidaya ikan dan sayuran juga dilakukan di Aula Desa Stabat Lama dengan peserta 29 orang. Gambar 1. Alur kegiatan Budikdamber Pelaksanaan kegiatan sosialisasi, workshop dan bimbingan teknis budidaya ikan dan sayuran menggunakan beberapa bahan dan peralatan. Bahan yang digunakan berupa: materi sosialisasi, buku panduan, instrument pre-test dan post-test, ember kapasitas 80 liter, kran air, kawat nyamuk, lem, kertas pasir/amplas, bibit ikan lele, benih tanaman, dan rockwall. Peralatan berupa: Bor tangan, meteran, alat ukur PPM. Ph meter, solder, gunting/tang. Tabel 1. Metode pendekatan, target mitra dalam kegiatan PKM Metode Aplikasi Kegiatan Target Pendekatan Memberikan penyuluhan Penyuluhan/ Mitra mengetahui tentang potensi pemanfaatan pendidikan potensi pemanfaatan pekarangan rumah untuk peningkatan ekonomi peningkatan ekonomi dan dan memenuhi kebutuhan pangan pemenuhan kebutuhan gizi Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Memberikan pelatihan Pelatihan/ merancang, memproduksi dan Demontrasi teknis cara budidaya ikan dan Vol. No. Desember 2024 Mitra merancang, memproduksi dan membudidayakan ikan dan sayuran pada lahan pekarangan terbatas Kegiatan evaluasi program dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu evaluasi persiapan pelaksanaan program, evaluasi proses pelaksanaan program, dan evaluasi terhadap dampak yang dihasilkan. Evaluasi terhadap persiapan pelaksanaan program kegiatan akan dilakukan melalui crosscheck terhadap item-item pra kegiatan berupa halhal yang menyangkut administrasi, koordinasi dengan mitra, penyiapan materi pelatihan, penyiapan instrumen evaluasi, dan penyusunan jadwal kegiatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan PKM diawali dengan tahapan koordinasi rencana pelaksanaan kegiatan dengan Kepala Desa Stabat Lama dan Pendamping Kelompok Keluarga Harapan Desa Stabat Lama Kecamatan Wampu. Koordinasi pertama dilakukan dengan Pendamping Kelompok Keluarga Harapan pada tanggal 25 Juni 2024 dalam rangka persiapaan pelaksanaan kegiatan. Hasil koordinasi berupa draft rundown pelaksanaan kegiatan yang akan didiskusikan dengan Kepala Desa. Koordinasi berikutnya dilakukan dengan Kepala Desa Stabat Lama yaitu Bapak Muhammad Rasid dan Ibu Susilawati selaku pendamping kelompok keluarga harapan pada tanggal 26 Juli 2024 bertempat di Kantor Desa Stabat Lama Kecamatan Wampu (Gambar . Koordinasi membahas tentang rencana pelaksanaan kegiatan, baik dari segi waktu, target peserta dan teknis Hasil koordinasi telah disepakati tentang waktu pelaksanaan disesuaikan dengan range waktu yang sudah direncanakan dan Kepala Desa meminta untuk peserta agar dilibatkan Ibu-Ibu Darmawanita. Pelibatan Darmawanita tingkat desa bertujuan agar Ibu-Ibu Darmawanita Desa Stabat Lama dapat menularkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada warga masyarakat yang lebih luas lagi terutama para ibu rumah tangga. Menurut informasi dari Kepala Desa, saat ini di Desa Stabat Lama terdapat kasus stunting, sehingga program PKM ini sejalan diharapkan akan dapat berkontribusi dalam penanganan kasus stunting. Gambar 2. Koordinasi dengan Kepala Desa dan pendamping kelompok keluarga Mulyana1 et al. Vol. No. Desember 2024 Sosialisasi pemanfaatan pekarangan lahan terbatas dilakukan pada hari Sabtu Tanggal 3 Agustus 2024 bertempat di Aula Kantor Desa Stabat Lama Kecamatan Wampu yang diikuti oleh 29 orang. Kegiatan ini dirancang terdiri dari 5 sub kegiatan yaitu: . penjajagan pengetahuan peserta. penyuluhan tentang pemanfaatan pekarangan berbasis pangan keluarga. penyuluhan tentang pemanfaatan pekarangan pada lahan terbatas. penjajagan pengetahuan peserta pasca kegiatan. Kegiatan sosialisasi pemanfaatan pekarangan dihadiri oleh Bapak Muhammad Rasid, selaku Kepala Desa Stabat Lama, dan Pendamping Kelompok Keluarga Harapan Desa Stabat Lama (Gambar . Gambar 3. Pembukaan kegiatan sosialisasi pemanfaatan pekarangan rumah Kegiatan sosialisasi pemanfaatan pekarangan lahan terbatas diawali dengan penjajagan tingkat pengetahuan peserta tentang pekarangan rumah yang meliputi: luas pekarangan pengetahuan fungsi pekarangan dan pola pemanfaatan pekarangan. Penjajagan dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta kegiatan tentang pemanfaatan pekarangan rumah. Hasil penjajagan akan menjadi tolok ukur dalam menentukan batasan dan ruang lingkup materi yang akan disampaikan. Instrumen yan digunakan untuk penjajagan ini dikemas dalam 2 versi yaitu versi cetak dan versi Versi cetak diisi langsung oleh subjek, sedangkan versi online diisi melalui handphone dengan menggunakan google forms melalui scan barcode (Gambar . Gambar 4. Barcode Pre-test dan barcode Posttest Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. No. Desember 2024 Penjajagan pengetahuan awal peserta dilakukan sebelum penyampaian materi oleh narasumber, dalam hal ini jumlah peserta yang mengikuti pretest berjumlah 29 orang yang terdiri dari ibu-ibu darma wanita dan kelompok keluarga harapan (Gambar . Selanjutnya setelah penyampaian materi sosialisasi tentang pemanfaatan pekarangan berbasis pangan keluarga dan pola pemanfaatan pekarangan lahan terbatas, dilakukan posttest (Gambar . Post-test dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi pemahaman peserta terhadap materi yang sudah diberikan. Gambar 5. Pre-test dan Post-test Penyuluhan tentang pemanfaatan pekarangan berbasis pangan keluarga dan pemanfaatan pekarangan pada lahan terbatas disampaikan secara paralel oleh narasumber yang berasal dari Tim PKM (Gambar . Peserta sosialisasi sangat antusias dengan materi yang disampaikan karena sebagian besar masyarakat belum sepenuhnya mendayagunakan pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Pertumbuhan ikan yang dipelihara dalam aquaponic ini lebih cepat besar dan kangkong yang pelihara mendapatkan nutrisi dari air dari Peternakan Lele (Hasan et al. , 2. Ketergantungan bahan pangan keluarga sangat besar pada ketersediaan bahan pangan di Gambar 6. Penyuluhan potensi pemanfaatan pekarangan lahan terbatas Item pertanyaan pada pre-test dan post-test yang dilakukan kepada peserta yang Mulyana1 et al. Vol. No. Desember 2024 bertujuan untuk melihat pengetahuan rata-rata peserta yang dapat dilihat pada Tabel 2 sebagai berikut: Tabel 2. Item pertanyaan pre-test dan post-test Butir Pertanyaan Pilihan Ganda Lahan pekarangan yang terjaga dapat a. Tempat pengembangan Toga (Tanaman mempercantik tampilan rumah dan Obat Keluarg. memberikan ketentraman, selain dari b. Sumber gizi keluarga untuk memperoleh pada itu lahan pekarangan dapat tanaman segar dan sehat dikembangkan sebagai Menambah pendapatan keluarga semua jawaban benar Salah satu kendala dalam pemanfaatan a. Ketersediaan lahan yang luas memenuhi b. Kurangnya pengetahuan tentang tanaman kebutuhan gizi keluarga adalah yang bergizi Harga bibit yang mahal Banyaknya hama dan penyakit tanaman Teknik budidaya tanaman yang tepat a. Monokultur untuk pekarangan rumah yang sempit b. Tanam tumpang sari Penanaman sesuai musim Hidroponik Kegiatan yang dapat dilakukan untuk a. Mengadakan lomba memasak pengetahuan b. Mengadakan pelatihan budidaya tanaman masyarakat tentang pemanfaatan c. Mengadakan pameran hasil pertanian pekarangan adalah Semua jawaban benar Tanaman obat keluarga yang paling a. Manggis cocok ditanam di pekarangan yang b. Mahkota dewa berkhasiat dalam menyembuhkan c. Pohon kapuk berbagai penyakit adalah Pohon asam Cara efektif untuk mengatasi hama a. Menggunakan pestisida kimia secara dan penyakit tanaman di pekarangan Menggunakan pestisida organik Membakar tanaman yang terserang hama Membiarkan tanaman begitu saja Nutrisi penting yang dapat diperoleh a. Karbohidrat, protein, dan lemak dari tanaman yang ditanam di b. Vitamin. Mineral dan serat perkarangan adalah Air dan gula Zat warna dan aroma Tanaman buah-buahan yang cocok a. Apel ditanam di perkarangan dan mudah b. Durian perawatannya adalah Mangga Pir Salah satu untuk menghemat biaya a. Membeli bibit tanaman yang mahal pekarangan b. Menggunakan pupuk kimia secara terusadalah Membuat kompos dari sisa makanan Membeli pestisida yang paling kuat Tujuan program a. Meningkatkan pendapatan keluarga untuk b. Meningkatkan ketahanan pangan keluarga Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. No. Desember 2024 keluarga adalah Mempercantik lingkungan sekitar Mendapatkan sertifikat organik Manfaat dari penerapan sistem a. Meningkatkan produktivitas dalam jangka pertanian organik di lahan terbatas Mengurangi biaya produksi Meningkatkan kualitas produk dan kesehatan tanah Semua jawaban benar Media tanaman yang paling baik a. Tanah liat murni untuk budidaya tanaman dalam pot b. Campuran tanah, pupuk kandang dan Pasir pantai Air saja Berikut ini adalah jenis ikan tawar a. Lele yang dibudidayakan, kecuali Nila Kakap Patin Pemberian pupuk pada tanaman a. Membasmi hama bertujuan untuk Mempercepat pertumbuhan Mengendalikan peenyakit Semua jawaban benar Sistem yang a. Hidroponik menggabungkan budidaya ikan dan b. Akuakultur tanaman dalam satu sistem tertutup c. Aquaponik Hidroponik vertikal Salah satu keuntungan budidaya a. Membutuhkan perawatan yang sangat aquaponik adalah Dapat dilakukan di lahan yang terbatas Membutuhkan modal yang sangat besar Hanya cocok untuk iklim tropis Salah satu kendala dalam budidaya a. Mudah dilakukan aquaponik adalah Membutuhkan kontrol kualitas air yang Tidak membutuhkan perawatan Biaya produksi sangat murah Untuk meenjaga kualitas air dalam a. Mengganti air setiap hari sistem aquaponik, kita perlu Melakukan aerasi secara teratur Menambahkan garam Memberikan antibiotik pada ikan Kotoran ikan dalam sistem aquaponik a. Racun bagi tanaman berfungsi sebagai Pupuk alami untuk tanaman Makanan tambahan untuk ikan Pengatur pH air Tanaman yang cocok untuk budidaya a. Padi aquaponik adalah Jagung Kangkung Mangga Mulyana1 et al. Nama Armiana Dewi Agustina Dina Mariana Erna Wati Khairul Bariah Khairunni Lisa Khalifatul Husna Masdura Mita Yani Murniati Nur Aida Nur Asiyah Syamir Nur Suhrida Nurhayani Padilah Hanum Pujiah Rusmiati Sri Yani Sriani Sulastin Sunarti Supiani Susila Wati Tuginah Ulpah Wagiatik Wagimen Wati Wita Riatna Rata-rata Rata-rata Vol. No. Desember 2024 Tabel 3. Hasil nilai pre-test dan post-test Pre-test Post-test 70,34 70,34 77,41 Hasil pre-test menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan peserta terhadap potensi pemanfaatan pekarangan berada pada tingkat 70,34. Ini berarti, secara umum, peserta sudah memiliki pemahaman dasar yang cukup baik mengenai pemanfaatan pekarangan, meskipun masih ada ruang untuk peningkatan. Setelah diberikan materi tambahan, hasil post-test menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta menjadi 77,41. Dengan demikian, terjadi peningkatan pemahaman peserta sebesar 7,07 poin, yang mengindikasikan bahwa materi yang disampaikan berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang pemanfaatan pekarangan secara lebih optimal. Selanjutnya dapat dilihat perolehan nilai Pre-test dan Post-test pada Tabel 3, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test. Hal Ini menunjukkan bahwa adanya intervensi atau perlakuan yang diberikan pada kelompok PKH dan Ibu-Ibu Darmawanita Desa Stabat Lama telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variabel yang diukur. Lebih lanjut menunjukkan bahwa terdapat bukti kuat bahwa skor pre-test dan post-test berbeda secara signifikan. Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. No. Desember 2024 Arah perbedaan: Meskipun Tabel tidak secara eksplisit menunjukkan arah perbedaan, namun mengingat ini adalah uji pre-test-post-test, dapat diasumsikan bahwa skor posttest cenderung lebih tinggi daripada skor pre-test. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan pada variabel yang diukur setelah diberikan perlakuan. Eksplorasi, pemurnian, budidaya, dan pemasyarakatan tanaman liar yang belum dimanfaatkan secara optimal dapat menjamin ketahanan pangan dan gizi global, dengan memanfaatkan ketahanan tanaman liar terhadap perubahan kondisi iklim dan kemampuan adaptasinya terhadap varietas tanaman pangan modern (Singh et al. , 2. KESIMPULAN Salah satu kegiatan PKM AuPKM Kelompok konservasi pekarangan rumah melalui budidaya ikan dan sayuran organik dalam ember untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga di Dusun B VII Desa Stabat Lama Kecamatan Wampu Kabupaten LangkatAy berupa sosialisasi pemanfaatan pekarangan dilahan terbatas sangat diminati oleh peserta yang dibuktikan dengan pencapaian peningkatan pengetahuan Kelompok PKH dan IbuIbu Darmawanita tentang materi yang disampaikan. Kegiatan yang dilakukan selama PKM terbagi dalam beberapa sesi, yang mana sesi pertama berupa sosialisasi pemanfaatan pekarangan lahan terbatas, sesi kedua berupa workshop pembuatan perangkat budidaya ikan dan sayuran organik, sesi ketiga berupa pendampingan bagi kelompok budidaya ikan dan sayuran organik di pekarangan rumah serta sesi keempat berupa monitoring keberlanjutan program PKM yang dilakukan masyarakat. Seteah melakukan tahap-tahap kegiatan, para peserta telah memiliki keterampilan dalam pembuatan perangkat serta dapat melakukan budidaya ikan dan sayuran pada lahan pekarangan terbatas. UCAPAN TERIMA KASIH Kami tim PKM mengucapkan terima kasih kepada Rektor Unimed dan Ketua LPPM Unimed yang telah mendanai kegiatan ini. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Bapak Muhammad Rasid selaku Kepala Desa Stabat Lama dan Ibu Susilawati selaku pendamping PKH yang telah membantu pelaksanaan kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA