Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan (JKPPK) Vol.2, No.2 April 2024 e-ISSN: 2964-0342; p-ISSN: 2964-0377, Hal 126-134 DOI: https://doi.org/10.59031/jkppk.v2i2.387 Perspektif Guru terhadap Pembelajaran Seni Musik dengan Pianika Kelas V MIS Al-Jihad Kota Palangka Raya Weny Windasari Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, IAIN Palangka Raya Korespondensi penulis: weny2111170223@ftik.iain-palangkaraya.ac.id Istiyati Mahmudah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, IAIN Palangka Raya Alamat: Kompleks Islamic Centre, Jl. G. Obos, Menteng, Kota Palangka Raya, Indonesia Abstract. Music arts education is an important part of the holistic development of learners, enabling learners to express themselves and develop musical as well as social skills. The purpose of this study is to explore the perspective of class V teachers on learning music with pianika at MIS Al-Jihad Palangka Raya City. Through a qualitative approach using interviews and observation, the study identified five main findings. Research results 1) The importance of music arts education in the holistic development of learners. 2) Improve students' technical skills in playing pianika. 3) Collaborative experience of learners through music art learning. 4) Benefits of playing pianika in the development of motor and musical skills of learners. 5) Challenges faced by learners in learning the art of music with pianika. This finding reflects the importance of learning music with pianika in developing students holistically, and students can develop creativity and express themselves through music. As a result, MIS Al-Jihad Palangka Raya City is expected to integrate this understanding in their learning approach, strengthening its commitment to overall student development. Keywords: learning, musical arts, piano. Abstrak. Pendidikan seni musik merupakan bagian penting dalam pengembangan holistik peserta didik, memungkinkan peserta didik untuk mengekspresikan diri dan mengembangkan keterampilan musikal serta sosial. Tujuan penelitian ini menggali perspektif Guru kelas V terhadap pembelajaran seni musik dengan pianika di MIS Al-Jihad Kota Palangka Raya. Melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan wawancara dan observasi, penelitian ini mengidentifikasi lima temuan utama. Hasil penelitian 1) Pentingnya pendidikan seni musik dalam pengembangan holistik peserta didik. 2) Meningkatkan keterampilan teknis peserta didik dalam bermain pianika. 3) Pengalaman kolaboratif peserta didik melalui pembelajaran seni musik. 4) Manfaat bermain pianika dalam pengembangan keterampilan motorik dan musikal peserta didik. 5) Tantangan yang dihadapi peserta didik dalam pembelajaran seni musik dengan pianika. Temuan ini mencerminkan pentingnya pembelajaran seni musik dengan pianika dalam pengembangan peserta didik secara holistik, serta peserta didik bisa mengembangkan kreativitas dan mengekspresikan diri melalui seni musik. Sebagai hasilnya, MIS Al-Jihad Kota Palangka Raya diharapkan dapat mengintegrasikan pemahaman ini dalam pendekatan pembelajaran mereka, memperkuat komitmen terhadap pengembangan siswa secara menyeluruh. Kata kunci: pembelajaran, seni musik, pianika. LATAR BELAKANG Pendidikan adalah upaya terencana untuk memfasilitasi proses belajar bagi peserta didik agar dapat mengembangkan potensi diri secara optimal (Madina et al., 2021:3135). Salah satu aspek penting dalam pendidikan adalah seni musik, yang membantu peserta didik mengekspresikan diri melalui berbagai medium seperti visual, audio, dan gerak. Musik, sebagai bahasa universal, meresap dalam kehidupan manusia sejak awal keberadaannya, memainkan peran krusial dalam perkembangan sosial, emosional, dan kognitif (Falma & Putra, Received Februari 10, 2024; Accepted Maret 09, 2024; Published April 30, 2024 *Weny Windasari, weny2111170223@ftik.iain-palangkaraya.ac.id Perspektif Guru terhadap Pembelajaran Seni Musik dengan Pianika Kelas V MIS Al-Jihad Kota Palangka Raya 2024:4229). Seni musik menggunakan elemen-elemen seperti vokal, harmoni, melodi, ritme, dan tempo untuk menyampaikan ekspresi dan emosi penciptanya (Azmi et al., 2024:40). Musik juga telah menjadi bagian integral dari sistem pendidikan, mencerminkan penciptaan indah dan unik manusia. Pembelajaran seni diberikan secara klasikal dengan lebih banyak praktik dibanding teori (Mahmudah, 2024:157). Pembelajaran seni musik adalah suatu proses pendidikan yang memungkinkan peserta didik untuk mengekspresikan dan mengapresiasi seni secara kreatif (Nadia et al., 2023:1119). Tujuannya adalah untuk mengembangkan kepribadian peserta didik dan menciptakan sikap atau emosi yang seimbang. Pembelajaran musik di sekolah bertujuan untuk beberapa hal: (1) Memupuk rasa seni pada tingkat tertentu dalam diri setiap anak melalui perkembangan kesadaran musik, tanggapan terhadap musik, dan kemampuan mengungkapkan dirinya melalui musik; (2) Meningkatkan kemampuan mendengarkan musik melalui sarana intelektual dan artistik yang sesuai dengan budaya bangsanya; (3) Memberikan landasan yang cukup kuat sehingga pembelajaran musik dapat digunakan sebagai suatu proses untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan musik yang lebih tinggi (Fadhilah et al., 2023:2947). Di Kota Palangka Raya, MIS Al-Jihad dikenal sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen untuk memberikan pengalaman belajar yang berkualitas kepada peserta didik. Dalam konteks ini, seni musik memiliki peran penting sebagai bagian dari kurikulum sekolah, tidak hanya sebagai mata pelajaran, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan kreativitas, ekspresi diri, dan penghayatan seni pada peserta didik (Purhanudin et al., 2023:119). Pengembangan kreativitas bagi peserta didik sangat penting didalam pendidikan yang sangat maju dan modern pada saat ini (Istiqomah, 2023). Musik dapat membantu menyeimbangkan aktivitas otak kiri dengan otak kanan (Muyassarah, 2023: 2). Salah satu bentuk seni musik yang ditekankan adalah bermain pianika. Pembelajaran pianika memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk memahami dasar-dasar musik secara praktis, melibatkan koordinasi motorik, pengembangan pendengaran musikal, serta pemahaman akan struktur musik secara keseluruhan (Maysyarah Telaumbanua et al., 2024:28). Instrumen ini memungkinkan ekspresi diri yang unik baik secara individu maupun sebagai bagian dari kelompok. Manfaatnya termasuk peningkatan kecerdasan kognitif anak-anak seperti respons cepat, penalaran spasial, koordinasi motorik, penalaran kognitif, dan kreativitas. Namun pada kenyataannya, masih banyak peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memainkan alat musik pianika. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu, Destri Savira, Dkk, (2023) yaitu dengan judul “Analisis Penggunaan Alat Musik Pianika dalam Pembelajaran Seni 127 JKPPK - VOLUME 2, NO. 2, APRIL 2024 e-ISSN: 2964-0342; p-ISSN: 2964-0377, Hal 126-134 Musik Kelas VI SDN Pinang 8 Kota Tangerang” menyatakan bahwa sebagian peserta didik masih mengalami kesulitan dalam menghafalkan notasi angka lagu, beberapa peserta didik masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghafalkan notasi angka lagu yang diberikan oleh guru. Selain itu, dalam diri peserta didik harus memiliki keinginan dan semangat untuk mempelajari alat musik pianika, karena setiap peserta didik memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Pada hal ini, dapat di lihat dari beberapa nilai siswa kelas VI yang masih rendah yaitu 50 (Savira et al., 2023:20975). Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada Selasa, 21 Februari 2024 dengan Bapak Sigit Kriswanto, Guru kelas V di MIS Al-Jihad Kota Palangka Raya, menyatakan bahwa sebagian peserta didik masih mengalami kesulitan dalam menggunakan pianika, terutama saat mengikuti irama lagu. Peserta didik di MIS Al-Jihad Kota Palangka Raya pada kelas V juga menunjukkan minat yang besar terhadap seni musik, dan kebanyakan dari peserta didik mengikuti kegiatan ekstrakurikuler musik. Musik menjadi bagian yang menyenangkan dan menarik bagi peserta didik, karena mampu membuat peserta didik ekspresi diri dan penciptaan hubungan sosial yang positif di antara sesama peserta didik (Yulia et al., 2023:2543). Dalam praktiknya, pembelajaran seni musik dengan pianika dapat menghadapi beberapa tantangan bagi peserta didik. Salah satu tantangan utama adalah kesulitan dalam memahami konsep musik diatonis, yang melibatkan pemahaman tentang tangga nada dan harmoni dasar dalam musik. Selain itu, banyak peserta didik mungkin menghadapi kesulitan dalam mengembangkan keterampilan teknis untuk memainkan alat musik tersebut dengan baik. Kurangnya keterampilan dalam memainkan pianika bisa menjadi hambatan yang signifikan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian lebih lanjut dengan mengangkat judul tentang “Perspektif Guru Terhadap Pembelajaran Seni Musik Dengan Pianika Kelas V Mis Al-Jihad Kota Palangka Raya”. Melalui pemahaman yang lebih mendalam tentang tantangan dan kebutuhan siswa dalam pembelajaran musik, sekolah dapat mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan inklusif, sehingga setiap peserta didik dapat memperoleh pengalaman belajar yang bermakna dan memuaskan dalam seni musik. Perspektif Guru terhadap Pembelajaran Seni Musik dengan Pianika Kelas V MIS Al-Jihad Kota Palangka Raya KAJIAN TEORITIS Pembelajaran Pembelajaran adalah suatu proses di mana individu memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap, dan pemahaman baru melalui interaksi dengan lingkungan dan pengalaman belajar (Jelita et al., 2023:405). Ini merupakan aktivitas yang kompleks, melibatkan pemrosesan informasi, interaksi sosial, dan konstruksi pengetahuan yang berkelanjutan. Pembelajaran tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah atau konteks formal, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di berbagai situasi. Seni Musik Seni adalah manifestasi kreativitas manusia yang diwujudkan melalui berbagai medium, seperti lukisan, patung, musik, sastra, tari, teater, dan berbagai bentuk ekspresi lainnya. Ini adalah cara bagi manusia untuk menyampaikan emosi, ide, pengalaman, dan pandangan dunia mereka kepada orang lain (Meilyani et al., 2023:4479). Seni memainkan peran penting dalam kehidupan manusia, tidak hanya sebagai bentuk hiburan atau keindahan visual, tetapi juga sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan yang mendalam, membangun pemahaman lintas budaya, dan merangsang refleksi dan pemikiran kritis. Musik adalah ekspresi indah yang manusia ungkapkan melalui konsep-konsep yang matang. Bentuknya bisa berupa serangkaian nada yang mengandung harmoni, serta memiliki dimensi dalam ruang dan waktu yang dapat dikenali oleh individu maupun orang lain. Dengan demikian, musik dapat dipahami dan dinikmati oleh siapa pun yang mendengarkannya (Rizzkiya & Aprianti, 2023:553). Seni musik adalah ekspresi artistik yang menggunakan suara, ritme, melodi, harmoni, dan struktur musikal lainnya untuk menciptakan karya yang menyampaikan emosi, ide, dan pengalaman manusia. Ini melibatkan penggunaan elemen-elemen musik untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai estetika dan ekspresi yang unik (Sutikno, 2020:43). Pianika Pianika adalah sebuah alat musik tiup berbentuk seperti papan kunci yang kecil dan ringan. Alat musik ini terdiri dari baris kunci dan lubang-lubang udara di bagian belakangnya. Pianika dimainkan dengan menekan kunci-kunci di atasnya dan mengatur aliran udara dengan mulut dan jari. Saat kunci ditekan, udara mengalir melalui lubang-lubang di bagian belakangnya, menghasilkan suara yang berbeda tergantung pada kunci yang ditekan (Siregar et al., 2023:2514). Pianika sering digunakan sebagai instrumen musik pendidikan untuk anak-anak atau pemula karena relatif mudah dipelajari. Ini juga sering digunakan dalam pendidikan musik di 129 JKPPK - VOLUME 2, NO. 2, APRIL 2024 e-ISSN: 2964-0342; p-ISSN: 2964-0377, Hal 126-134 sekolah-sekolah dasar atau untuk aktivitas musik kelompok. Pianika memiliki suara yang ceria dan ringan, cocok untuk memainkan lagu-lagu sederhana dan melodi yang menyenangkan. Meskipun ukurannya kecil, pianika dapat menghasilkan berbagai macam musik, mulai dari lagu anak-anak hingga lagu-lagu populer yang lebih kompleks. Ini membuatnya menjadi alat musik yang populer di kalangan anak-anak dan juga sering digunakan dalam pertunjukan musik yang santai dan informal. METODE PENELITIAN Penelitian kualitatif merupakan penelitian menggunakan latar alamiah dengan maksud menafsirkan sebuah fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada. Penelitian kualitatif berusha untuk menemukan dan menggambarkan secara naratif kegiatan yang dilakukan dan dampak dari tindakan yang dilakukan terhadap kehidupan mereka (Fadli, 2021:36). Pendekatan kualitatif ini digunakan untuk meneliti kondisi objek secara alamiah, di mana peneliti menjadi instrumen utama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi, yaitu gabungan dari observasi, wawancara, dan dokumentasi (Haryono, 2023). Data yang diperoleh cenderung bersifat kualitatif, dan analisis data dilakukan secara induktif atau kualitatif. Hasil penelitian kualitatif dapat menghasilkan temuan potensial dan masalah, mengungkap keunikan objek, memberi makna terhadap suatu peristiwa, proses, dan interaksi sosial, serta membantu dalam konstruksi fenomena dan hipotesis. Sementara itu, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Penelitian ini fokus untuk memberikan gambaran sebenarnya dari objek yang akan diteliti, yaitu perspektif guru terhadap pembelajaran seni musik dengan pianika kelas V MIS Al-Jihad Kota Palangka Raya. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan penelitian berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari data yang dikumpulkan melalui wawancara dan observasi partisipatif, sejumlah temuan utama muncul mengenai perspektif siswa terhadap pembelajaran seni musik dengan pianika. Pentingnya Pendidikan Seni Musik Pentingnya pendidikan seni musik dalam pengembangan siswa secara holistik. Seni musik memainkan peran krusial dalam perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anakanak. Melalui seni musik, siswa dapat mengembangkan kreativitas, ekspresi diri, serta keterampilan sosial yang penting dalam kehidupan sehari-hari (Suci, 2023:50). Perspektif Guru terhadap Pembelajaran Seni Musik dengan Pianika Kelas V MIS Al-Jihad Kota Palangka Raya Keterampilan Teknis Sebagian besar peserta didik mengalami peningkatan keterampilan teknis dalam bermain pianika selama periode pembelajaran. Peserta didik telah berhasil mengembangkan kemampuan untuk mengenali notasi musik dengan lebih baik. Mereka telah belajar membaca partitur musik dengan lebih cermat dan memahami arti dari setiap simbol musik yang tertera. Dengan demikian, mereka dapat dengan mudah mengidentifikasi ketinggian nada, durasi, dan ekspresi yang diminta dalam sebuah komposisi musik. Selanjutnya, peserta didik juga telah belajar mengatur jari dengan tepat saat memainkan pianika. Peserta didik telah menguasai teknik dasar seperti posisi jari, pergeseran jari, dan koordinasi antara tangan kanan dan kiri. Dengan latihan yang konsisten, peserta didik dapat memainkan melodi dengan lebih lancar dan presisi yang lebih baik. Selain itu, peserta didik telah berhasil menghasilkan suara yang bersih dan jernih dari instrumen pianika. Peserta didik telah belajar mengontrol volume, intensitas, dan kualitas suara dengan menggunakan tekanan udara yang tepat pada mulut pianika. Kemampuan ini memungkinkan peserta didik untuk mengeluarkan suara yang konsisten dan menyenangkan bagi pendengar. Pengalaman Kolaboratif Guru menyatakan bahwa pembelajaran seni musik dengan pianika membawa pengalaman kolaboratif untuk peserta didik. Peserta didik menikmati sesi bermain ensemble dan latihan bersama, di mana mereka dapat berkolaborasi dengan teman-teman untuk menciptakan musik yang harmonis. Kolaborasi ini mengembangkan keterampilan sosial, empati, dan apresiasi terhadap keberagaman musik, sambil memperluas pemahaman peserta didik tentang dinamika musik secara keseluruhan. Manfaat Bermain Pianika Manfaat bermain pianika dalam pembelajaran musik, bermain pianika tidak hanya membantu dalam pengembangan keterampilan motorik dan musikal, tetapi juga meningkatkan respons cepat serta koordinasi motorik peserta didik (Dewadi, 2021:16). Hal ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang nilai edukatif dari pembelajaran seni musik dengan pianika. Tantangan dalam Pembelajaran Seni Musik dengan Pianika Tantangan yang dihadap tantangan dalam pembelajaran seni musik dengan pianika. Beberapa tantangan yang umum meliputi kesulitan memahami konsep musik, kurangnya keterampilan teknis dalam memainkan alat musik, dan kurangnya konsentrasi siswa dalam memperhatikan materi yang diajarka (Saputro & Wijayanti, 2021:56). Banyak guru yang tidak 131 JKPPK - VOLUME 2, NO. 2, APRIL 2024 e-ISSN: 2964-0342; p-ISSN: 2964-0377, Hal 126-134 menguasai dan memahami mengenai alat musik, dan hanya sedikit guru yang bisa mempraktikkandan memainkan alat musik dengan baik (Iraqi et al., 2023:5). Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, penting bagi pendidik musik untuk menggunakan pendekatan pembelajaran yang beragam dan inklusif. Hal ini meliputi menyediakan bahan pembelajaran yang menarik dan relevan, memberikan dukungan tambahan kepada peserta didik yang mengalami kesulitan, serta menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan mendukung. Dengan pendekatan yang holistik dan penuh perhatian, peserta didik dapat diinspirasi untuk mengatasi tantangan dan mengembangkan keterampilan musik mereka dengan lebih baik. Temuan-temuan ini mencerminkan pentingnya pembelajaran seni musik dengan pianika dalam pengembangan siswa secara holistik di MIS Al-Jihad Kota Palangka Raya. Kesempatan ekspresi yang diberikan oleh pembelajaran ini memungkinkan siswa untuk mengembangkan kreativitas mereka dan mengekspresikan diri mereka melalui musik. Melalui pemahaman tentang pentingnya pendidikan seni musik, sekolah dapat meningkatkan penekanan pada nilainilai non-akademis yang terkandung dalam pembelajaran seni. Dengan mengenali peran penting seni musik dalam perkembangan sosial, emosional, dan kognitif siswa, MIS Al-Jihad dapat menegaskan komitmennya untuk melampaui batas kurikulum akademis dan memberikan pengalaman belajar yang lebih menyeluruh. Pengalaman kolaboratif yang ditemukan dalam pembelajaran seni musik dengan pianika harus diperkuat sebagai inti dari pendekatan pembelajaran sekolah. Memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri mereka melalui musik tidak hanya memperkaya kehidupan siswa secara pribadi, tetapi juga membangun ikatan komunitas yang kuat di antara siswa. Tantangan yang dihadapi siswa dalam pembelajaran seni musik, seperti kesulitan memahami konsep musik atau kurangnya konsentrasi, harus dianggap sebagai peluang untuk inovasi, dan perbaikan. Dengan memberikan dukungan dan bimbingan yang tepat, sekolah dapat membantu siswa mengatasi hambatan-hambatan ini dan mengembangkan potensi mereka secara optimal. Melalui pemahaman mendalam tentang temuan ini, MIS Al-Jihad Kota Palangka Raya dapat terus meningkatkan efektivitas dan relevansi program seni musik. Dengan menggabungkan pendekatan holistik untuk pembelajaran seni musik dengan dedikasi untuk pengembangan siswa secara menyeluruh, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan siswa. Perspektif Guru terhadap Pembelajaran Seni Musik dengan Pianika Kelas V MIS Al-Jihad Kota Palangka Raya KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran seni musik dengan pianika memiliki dampak yang signifikan pada perkembangan holistik siswa di MIS Al-Jihad Kota Palangka Raya. Kesempatan ekspresi, peningkatan keterampilan teknis, pengalaman kolaboratif, manfaat bermain pianika, dan tantangan dalam pembelajaran merupakan temuan utama yang mencerminkan pentingnya pendidikan seni musik dalam konteks tersebut. Pembelajaran seni musik tidak hanya memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengekspresikan diri melalui musik, tetapi juga membantu mereka mengembangkan keterampilan teknis dan kolaboratif. Manfaat bermain pianika juga terbukti dapat meningkatkan keterampilan motorik dan musikal siswa. Namun, tantangan seperti kesulitan memahami konsep musik dan kurangnya konsentrasi masih menjadi perhatian dalam proses pembelajaran. DAFTAR REFERENSI Azmi, T., Adriaan, J. T., & Singgih Sanjaya, R. M. (2024). Penerapan Harmoni Extended Dalam Aransemen Piano Jazz Pada Lagu Rungkad Karya Vicky Prasetyo. Idea: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan, 18(1), 39–48. Https://Journal.Isi.Ac.Id/Index.Php/Idea Dewadi, F. M. (2021). Pembelajaran Dan Pengenalan Musik Dalam Melatih Daya Ingat Anak. Jeced : Journal Of Early Childhood Education And Development, 3(1), 15–23. Https://Doi.Org/10.15642/Jeced.V3i1.1163 Fadhilah, F., Desyandri, D., & Mayar, F. (2023). Penerapan Seni Musik Di Sekolah Dasar. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(1), 2946–2955. Fadli, R. M. (2021). Memahami Desain Metode Penelitian Kualitatif. Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 33–54. Https://Doi.Org/10.21831/Hum.V21i1 Falma, F. O., & Putra, A. H. (2024). Seni Musik: Sebuah Alternatif Dalam Meningkatkan Kecerdasan Kognitif Peserta Didik. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 4228–4234. Haryono, E. (2023). Metodologi Penelitian Kualitatif Di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. An-Nuur, 13(2), 137–143. Iraqi, H. S., Lena, M. S., Herdianti, F. D., & Dellava, S. N. A. (2023). Tantangan Guru Abad 21 Dalam Mengajarkan Muatan Sbdp Di Sekolah Dasar. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(2), 1–7. Istiqomah, I. N., Yuliyatin, Y., & Mahmudah, I. (2023). Kegiatan Ekstrakurikuler Mewarnai dalam Mengembangkan Kreativitas Siswa Kelas I MIN 2 Kota Palangka Raya. Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media, 2(1), 92-97. DOI: https://doi.org/10.55606/jurrsendem.v2i1.1079 Jelita, M., Ramadhan, L., Pratama, A. R., Yusri, F., & Yarni, L. (2023). Teori Belajar Behavioristik. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 5(3), 404–411. 133 JKPPK - VOLUME 2, NO. 2, APRIL 2024 e-ISSN: 2964-0342; p-ISSN: 2964-0377, Hal 126-134 Madina, A., Ardipal, A., Hakim, R., & Miaz, Y. (2021). Pendidikan Karakter Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Seni Musik Di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5(5), 3134– 3141. Https://Doi.Org/10.31004/Basicedu.V5i5.1293 Mahmudah, I. ., Rahmah, S., Azizah, A., & Naulia, E. . (2024). Pembelajaran Ekstrakurikuler Menggambar Dan Mewarnai Terhadap Hasil Prestasi Di MIS Hidayatul Muhajirin. TRIHAYU: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an, 10(2), 155–163. https://doi.org/10.30738/trihayu.v10i2.16055 Meilyani, M., Nasution, M. A., & Wandani, R. R. (2023). Karakteristik Mata Pelajaran Seni Budaya Dan Keterampilan (Sbk). Journal Of Social Science Research, 3(2), 4476–4486. Muyassarah, Naufal, R., & Mahmudah, I. (2023). Implementasi Ekstrakurikuler Qasidah Di MI Miftahul Huda I Kota Palangka Raya. Sasangga: Journal of Education and Learning, 1(1). https://sasangga.tfk.or.id/index.php/sasangga/article/view/1 Nadia, D. O., Desyandri, D., & Mayar, F. (2023). Pembelajaran Seni Musik Guna Meningkatkan Perkembangan Kognitif Siswa Di Sekolah Dasar. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(1), 1118–1128. Purhanudin, M. V., Harwanto, D. C., & Rasimin, R. (2023). Revolusi Dalam Pendidikan Musik: Menganalisis Perbedaan Kurikulum 2013 Dan Kurikulum Merdeka Belajar. Tonika: Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Seni, 6(2), 118–129. Https://Doi.Org/10.37368/Tonika.V6i2.569 Rizzkiya, L., & Aprianti, E. (2023). Kreativitas Seni Musik Anak Usia Dini Melalui Permainan Alat Musik Angklung. Ceria (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif), 6(5), 551– 558. Saputro, A., & Wijayanti, O. (2021). Tantangan Guru Abad 21 Dalam Mengajarkan Muatan Sbdp Di Sekolah Dasar. Jrip: Jurnal Riset Dan Inovasi Pembelajaran, 1(3), 51–59. Savira, D., Sunaryo, S., & Sa’odah, S. (2023). Analisis Penggunaan Alat Musik Pianika Dalam Pembelajaran Seni Musik Kelas Vi Sdn Pinang 8 Kota Tangerang. Jurnal Pendidikan Tambusai , 7(3), 20974–20978. Siregar, I. R., Roaina, L., Lubis, N. A., & Lubis, H. Z. (2023). Meningkatkan Kecerdasan Musikal Anak Usia Dini Melalui Alat Musik Pianika Di Tk Cambridge Binjai. Ijm: Indonesian Journal Of Multidisciplinary, 1(6), 2510–2516. Https://Journal.Csspublishing/Index.Php/Ijm Suci, D. W. (2023). Penggunaan Seni Musik Dalam Mendukung Perkembangan Kognitif Dan Emosional Siswa Sd. Jurnal Pelita Ilmu Pendidikan (Jpip), 1(2), 49–52. Sutikno, P. Y. (2020). Era Digital? “Pendidikan Seni Musik Berbasis Budaya” Sebagai Sebuah Inovasi Pembelajaran Di Sekolah Dasar. Kreatif Jurnal Kependidikan Dasar, 11(1), 39– 49. Telaumbanua, S. M., Parinduri, D. A. F., Nasution, A. K. Br, & Lubis, H. Z. (2024). Pengaruh Penerapan Metode Bernyanyi Terhadap Perkembangan Kecerdasan Musikal Pada Anak Usia Dini. Journal On Islamic Education, 8(1), 27–33. Http://Studentjournal.Umpo.Ac.Id/Index.Php/Tarbawi Yulia, R., Mayar, F., & Negeri Padang, U. (2023). Pengaruh Seni Musik Terhadap Karakter Siswa Di Sekolah Dasar. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(1), 2542–2550.