Jurnal Pengabdian Abhinaya (JPA) Vol. No. April 2026, pp. Lokakarya Penulisan Cerita Pendek Berbasis Pengalaman Pribadi Randa Anggarista*1. Tika Aini2. Laila Suciana3. Dewi Safitri4. Laili Aprisilia5. Haerul Anam6. Ahmad SamAoun7. Farizan Fahmi8. Idham9. Ismawati10. Selamet Riadi11. Lalu Surya Jagat12 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu *e-mail: randaanggarista@yahoo. ARTICLE INFO ABSTRAK Article history: Menulis cerita pendek merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang bertujuan untuk mengasah kemampuan menuangkan gagasan ke dalam tulisan berupa cerita pendek. Sumber ide menulis cerita pendek dapat diperoleh dari berbagai hal, salah satunya dari pengalaman pribadi. Namun sejauh ini, masih banyak siswa yang mengalami kendala dalam menulis, baik dari segi teori maupun praktik penulisan. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, tim pengabdian berusaha memberikan pelatihan penulisan cerita pendek berbasis pengalaman pribadi bagi santri di MA Yasfaan NW Gerantung pada Selasa, 3 Februari 2026 dengan peserta yang terdiri dari tiga puluh santri. Kegiatan pengabdian ini fokus pada penjelasan materi tentang konsep menulis, cara menemukan ide dan merekam objek, merekayasa imajinasi, memulai paragraf, memperhatikan pembaca, latar cerita, menggali suasana cerita, karakter dan cara menggerakkan karakter, teknik cakapan dalam cerita, sudut pandang cerita, sentakan akhir cerita, hingga menyusun judul cerita pendek berbasis pengalaman pribadi. Prosedur kegiatan pengabdian ini diawali dari beberapa tahapan. Pertama, kegiatan persiapan yakni mengidentifikasi permasalahan pada calon peserta, menyiapkan peserta, serta menyusun materi kegiatan. Kedua, pelaksanaan yakni memberikan materi penulisan cerita pendek berbasis pengalaman Ketiga, monitoring dan evaluasi yakni bimbingan intensif menulis cerita pendek berbasis pengalaman pribadi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan keterampilan santri dalam menulis. Keempat, publikasi yakni menyusun karya peserta menjadi kumpulan cerita pendek, video pendek kegiatan, serta mengunggahnya melalui media sosial . Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di @pbsiuniqhbabagu. Hasil kegiatan pengabdian ini berupa tiga puluh cerita pendek karya santri MA Yasfaan NW Gerantung yang memuat isu lingkungan, keagamaan, petualangan, pendidikan, budaya, dan lain-lain. Tim pengabdian berharap bahwa melalui kegiatan ini, para santri akan memperoleh pemahaman secara teoritik maupun praktik, serta mengasah kemampuan menulis secara berkelanjutan. Received Maret 04, 2026 Revised Maret 20, 2026 Published Apri 02, 2026 Kata kunci Cerita Pendek. Lokakarya. Pengalaman Pribadi. Penulisan. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. Corresponding Author: Randa Anggarista. Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu. Indonesia Email: randaanggarista@yahoo. PENDAHULUAN Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang bertujuan untuk mengasah kemampuan seseorang untuk berimajinasi dan menuangkannya ke dalam wujud ortografis dan lambang kebahasaan. Siddik. Mohammad menjelaskan bahwa menulis merupakan mengungkapkan perasaan dengan memanfaatkan lambang . bahasa yang telah disepakati dan dipahami oleh orang lain . Menulis termasuk keterampilan bahasa yang berada pada hierarki tertinggi dan bersifat produktif karena Journal homepage: https://journal. id/index. php/jpa Jurnal Pengabdian Abhinaya (JPA) menghasilkan produk berupa tulisan. Nurhadi menjelaskan bahwa menulis sebagai kegiatan aktif produktif karena menulis merupakan kegiatan menciptakan lambang yang bermakna . Selain itu, menulis juga bersifat ekspresif karena menulis menjadi sarana untuk mengekspresikan diri kepada orang lain. Orang menulis telah melakukan aktivitas untuk menghasilkan produk berupa rangkaian lambang grafis yang bermakna dan terdiri dari beberapa tingkatan. Pitoyo. Andri mengatakan bahwa menulis, terutama di sekolah, memiliki dua tingkatan yaitu menulis permulaan dan menulis lanjut. Menulis permulaan didefinisikan sebagai kegiatan menulis tahap awal, seperti cara memegang pensil, cara menulis huruf balok, dan lain-lain. Adapun menulis lanjut adalah menulis yang diwujudkan dengan cara mengungkapkan gagasan melalui pemanfaatan lambang bunyi bahasa . Seseorang dapat menyampaikan gagasannya secara tidak langsung kepada orang lain melalui tulisan. Hal itu menyebabkan tulisan dipandang sebagai sarana komunikasi tidak langsung antara penulis dengan pembaca. Sebuah tulisan memungkinkan dapat menambah pengetahuan seorang pembaca . Tulisan sebagai sarana komunikasi dan produk penulis memiliki beberapa genre, baik non-fiksi maupun fiksi. Tulisan non-fiksi merupakan karya yang bersifat objektif karena disertai dengan data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, sedangkan tulisan fiksi merupakan karya yang bersifat rekaan dan dikembangkan berdasarkan imajinasi fiktif penulis. Rustan. Edhy mengklasifikasikan tulisan berdasarkan isi tulisan menjadi tulisan formal dan kreatif. Menulis formal adalah menciptakan tulisan yang bersifat resmi dan ilmiah, seperti karya ilmiah, berita dan lain-lain. Menulis formal biasanya disertai dengan data dan fakta pendukung untuk memperkuat isi tulisan. Adapun menulis kreatif berarti menciptakan tulisan yang bersifat fiktif dan bersumber dari subjektivitas pembaca . Keragaman genre tulisan tersebut menyebabkan seorang penulis harus memahami tugas dan tujuan menulis, serta tulisan yang akan dihasilkan . Hyland. Ken menjelaskan bahwa AuHere the writer is seen as having certain goals and intentions and the ways we write are resources to accomplish these. Ay Artinya, menulis dipandang memiliki tujuan dan maksud tertentu, serta menulis adalah cara seseorang untuk mencapai sebuah tujuan . Salah satu contoh tulisan kreatif adalah cerita pendek. Cerita pendek atau cerpen adalah salah satu genre sastra yang pendek karena memiliki jumlah kata kurang dari sepuluh ribu. Nuryatin. Agus dan Retno Purnama Irawati menjelaskan bahwa cerita pendek merupakan tulisan prosa berupa cerita yang mengisahkan kehidupan manusia . Cerita pendek biasanya mengungkapkan peristiwa dengan narasi yang terbatas, cerita yang singkat, tokoh yang terbatas, serta memiliki fokus pada satu tokoh. Nuryatin. Agus dan Retno Purnama Irawati menambahkan bahwa cerita pendek berisi kehidupan tokoh dalam satu latar dan situasi dramatik cerita yang mengandung pesan moral . Hal itu menyebabkan cerita pendek sebagai salah satu genre sastra berfungsi sebagai sarana rekreatif, edukatif, estetis, didaktis, moralitas dan religiusitas. Menulis cerita pendek berarti menuangkan imajinasi ke dalam tulisan berbentuk cerita pendek dengan kriteria cerita yang padat, serta penggunaan tokoh, latar dan tema yang terbatas. Menulis cerita pendek dapat memberikan manfaat, baik sebagai sarana kritik, alat ekspresi diri, maupun ungkapan rasa seseorang . Sumber ide untuk menulis cerita pendek dapat diperoleh seseorang dari berbagai hal, salah satunya adalah pengalaman pribadi. Nuryatin. Agus dan Retno Purnama Irawati menjelaskan bahwa cerita pendek dan pengalaman memiliki hubungan yang saling terkait . Penulisan cerita pendek tidak dapat dilepaskan dari pengalaman penulisnya, baik pengalaman langsung maupun tidak langsung. Pengalaman yang dimaksud mencakup pengalaman fisik maupun non-fisik. Pengalaman fisik adalah pengalaman yang dialami secara Adapun pengalaman non-fisik adalah pengalaman yang dialami secara non-fisik, seperti membaca riwayat orang lain, membaca tulisan orang lain, dan lain-lain. Menulis cerita pendek berbasis pengalaman pribadi berarti merangkai ide ke dalam tulisan yang bersumber dari pengalaman realitas seseorang. Setiap orang memiliki pengalaman pribadi yang beragaman. Depdiknas mengklasifikasikan pengalaman pribadi menjadi enam jenis yakni pengalaman lucu, pengalaman aneh, pengalaman mendebarkan, pengalaman mengharukan, pengalaman memalukan, serta pengalaman menyakitkan . Keragaman tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan ke dalam tulisan, sehingga dapat dibaca dan dipahami oleh orang lain. Selain itu, menulis cerita pendek berbasis pengalaman pribadi merupakan upaya refleksi diri dari seorang penulis maupun media edukasi bagi para pembaca. Manshur. Ahmad. Farida Isroani, dan Ulfa menjelaskan bahwa cerita pendek menjadi wadah untuk mencurahkan pengalaman remaja, sehingga seorang pembaca dapat mempelajari berbagai hal dari sebuah cerita pendek . Namun sejauh ini, banyak siswa yang mengalami kendala dalam menulis. Fenomena tersebut ditemukan pada santri di MA Yasfaan NW Gerantung di Desa Lendang Tampel. Kecamatan Batukliang. Kabupaten Lombok Tengah. Berdasarkan observasi awal, permasalahan yang dihadapi para santri dalam menulis cerita pendek adalah sebagai berikut. Pertama, kurangnya pemahaman tentang teknik menulis secara umum, seperti penguasaan ejaan dan tanda baca yang benar. Kedua, siswa mengalami kendala dalam mencari menentukan unsur cerita seperti tema, tokoh, penokohan, sudut pandang, latar dan amanat. Lokakarya Penulisan Cerita Pendek Berbasis Pengalaman Pribadi (Randa Anggarista, et al. Jurnal Pengabdian Abhinaya (JPA) menyusun kerangka cerita. Ketiga, belum adanya wadah yang dapat memfasilitasi peningkatan keterampilan menulis bagi para santri, seperti kegiatan ekstrakurikuler menulis sastra dan sejenisnya. Oleh karena itu, tim pengabdian dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu mencoba menyelenggarakan Lokakarya Penulisan Cerita Pendek Berbasis Pengalaman Pribadi. Lokakarya akan menjadi sanggar kerja yang disertai dengan pertemuan antar-ahli dengan maksud suatu masalah yang sesuai dengan bidangnya . Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan menulis cerita pendek berbasis pengalaman pribadi kepada para santri di MA Yasfaan NW Gerantung. Kegiatan ini bertujuan untuk . meningkatkan pemahaman santri tentang teori menulis. memberikan pendampingan penulisan. terciptanya cerita pendek berbasis pengalaman pribadi dari para santri. Tim pengabdian berharap kegiatan ini dapat memfasilitasi kebutuhan para santri tentang menulis. Selain itu, melalui kegiatan pengabdian ini akan tercipta cerita pendek berbasis pengalaman pribadi dari masing-masing santri. Semua karya yang berhasil ditulis santri akan dikumpulkan menjadi sehimpun cerita pendek santri MA Yasfaan NW Gerantung. METODE Substansi kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi solusi, pendekatan, waktu dan tempat, hingga prosedur kegiatan pengabdian. Pertama, berdasarkan hasil observasi ditemukan adanya kendala teoritik maupun praktik menulis yang dihadapi santri, sehingga kegiatan pengabdian ini dipandang penting sebagai upaya untuk menumbuhkembangkan salah satu jenis keterampilan berbahasa bagi santri di MA Yasfaan NW Gerantung. Kedua, kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan pemberdayaan Hasdiansyah. , mengatakan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan serangkaian proses aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi dan kualitas individu, kelompok dan komunitas . Pemberdayaan masyarakat dalam kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menulis cerita pendek berbasis pengalaman pribadi. Ketiga, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026 di MA Yasfaan NW Gerantung yang beralamat di Desa Lendang Tampel. Kecamatan Batukliang. Kabupaten Lombok Tengah mulai pukul 09. 00Ai13. 00 WITA. Keempat, kegiatan pengabdian ini melalui beberapa tahapan, mulai dari persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, serta publikasi. Kegiatan persiapan dilakukan dengan cara mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi mitra yakni adanya kendala teoritik maupun praktik yang dapat menghambat keterampilan menulis cerita pendek berbasis pengalaman pribadi. Setelah itu, tim menyiapkan peserta dengan cara menyampaikan surat undangan dan menyebarluaskan pamflet kegiatan kepada pihak sekolah. Pada tahap kegiatan, tim juga menyusun materi tentang konsep dan unsur cerita pendek maupun teknik menulis secara umum. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan. Pada tahap ini, tim memberikan materi penulisan cerita pendek berbasis pengalaman pribadi secara intensif yang dirangkai dengan sesi tanya jawab antara tim dengan para santri. Setelah itu, tim melakukan monitoring dan evaluasi yakni mempraktikkan dan memberikan bimbingan intensif menulis cerita pendek berbasis pengalaman pribadi. Selain itu, tim juga melakukan evaluasi yakni mengumpulkan informasi yang akurat tentang kegiatan yang telah dilaksanakan. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas maupun pemahaman santri tentang kegiatan yang telah Tahap akhir dari kegiatan pengabdian ini adalah publikasi yakni menghimpun dan menyusun karya peserta menjadi kumpulan cerita pendek, serta mempublikasikan hasil kegiatan pengabdian melalui buku kumpulan cerita pendek, video, serta media sosial program studi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kegiatan Pengabdian Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan, tim dapat merumuskan hasil yang memuat tahap kegiatan, mulai dari persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, serta publikasi. Langkah-langkah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. Tahap Persiapan Tahap persiapan dalam kegiatan pengabdian dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, tim melakukan koordinasi dengan pihak MA Yasfaan NW Gerantung. Koordinasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah dan merumuskan solusi dari masalah yang dihadapi para santri dalam Kedua, menyiapkan calon peserta yang terdiri dari para santri di MA Yasfaan NW Gerantung. Ketiga, membuat pamflet kegiatan yang memuat informasi tentang tema, tempat, dan waktu kegiatan pengabdian. Irfansyah, et al. , dalam Saelan. Rangga Ramadhan. , et al. , mengatakan bahwa pamphlet merupakan salah satu media visual yang efektif untuk meningkatkan daya tarik konsumen . Lokakarya Penulisan Cerita Pendek Berbasis Pengalaman Pribadi (Randa Anggarista, et al. Jurnal Pengabdian Abhinaya (JPA) Gambar 1. Pamflet Kegiatan Keempat, menyusun materi yang memuat konsep menulis, cara menemukan ide dan merekam objek, merekayasa imajinasi, memulai paragraf, memperhatikan pembaca, latar cerita, menggali suasana cerita, karakter dan cara menggerakkan karakter, teknik cakapan dalam cerita, sudut pandang cerita, sentakan akhir cerita, hingga menyusun judul cerita. Keseluruhan materi kegiatan tersebut dapat https://drive. com/file/d/1jrpfpOOUhn5nRwOCeFTyGwtmMzNDSTm/view?usp=sharing. Tahap Pelaksanaan Setelah memaksimalkan seluruh persiapan, langkah selanjutnya adalah pelaksanaan yang memuat beberapa kegiatan. Pertama, pembukaan yang dipandu oleh moderator dari perwakilan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu. Kedua, sambutan Kepala MA Yasfaan NW Gerantung dan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Ketiga, paparan materi Lokakarya Penulisan Cerita Pendek Berbasis Pengalaman Pribadi tentang konsep menulis, cara menemukan ide dan merekam objek, merekayasa imajinasi, memulai paragraf, memperhatikan pembaca, latar cerita, menggali suasana cerita, karakter dan cara menggerakkan karakter, teknik cakapan dalam cerita, sudut pandang cerita, sentakan akhir cerita, hingga menyusun judul cerita. Tahap ini juga disebut dengan tahap prapenulisan. Hal itu seperti yang diungkap oleh Widiastuti. Sripit. , et al. , bahwa pra-penulisan berkaitan dengan penguatan materi tentang konsep menulis maupun cerita pendek . Keempat, sesi tanya jawab yakni tim pengabdian memberikan kesempatan kepada para santri untuk bertanya kepada narasumber yang berhubungan dengan materi kegiatan. Tahap ini bertujuan untuk meningkatkan interaksi antara peserta dengan narasumber, memberikan klarifikasi, serta memfasilitasi adanya pertukaran informasi dari narasumber kepada para peserta. Kelima, praktik menulis yakni para santri menulis cerita pendek sesuai pengalaman yang dimiliki oleh masing-masing Pengalaman tersebut dapat bersifat faktual maupun imajinatif. Tim pengabdian memberikan waktu selama satu jam tiga puluh menit bagi para santri untuk menuangkan ide ke dalam tulisan. Gambar 2. Pemaparan Materi Lokakarya Penulisan Cerita Pendek Berbasis Pengalaman Pribadi (Randa Anggarista, et al. Jurnal Pengabdian Abhinaya (JPA) Gambar 3. Pemaparan Materi Tahap Monitoring dan Evaluasi Setelah berhasil menyusun ide ke dalam tulisan, tim pengabdian melakukan monitoring dan Kemendikbud . dalam Situmorang. Mela Safitri. , et al. , menjelaskan bahwa monitoring dan evaluasi bertujuan untuk memberikan informasi kepada pengelola program dan pemangku kepentingan tentang indikasi awal kemajuan dan kekurangan program dalam rangka memperbaiki program . Monitoring dan evaluasi dalam kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memastikan kualitas tulisan, mereviu dan menyunting kesalahan tulisan, serta memberikan penguatan untuk menjaga konsistensi para santri dalam menulis. Monitoring dan evaluasi juga bertujuan untuk mengidentifikasi kelebihan, kelemahan, serta menyusun strategi lebih lanjut pada kegiatan pengabdian Gambar 4. Monitoring Penulisan Tahap Publikasi Tahap akhir kegiatan ini yaitu melakukan publikasi. Publikasi bertujuan untuk menciptakan awareness, branding, serta memperkenalkan organisasi maupun kegiatan organisasi . Pada tahap ini, tim pengabdian melakukan publikasi dengan tiga cara. Pertama, tim mengumpulkan tiga puluh karya para santri menjadi satu buku kumpulan cerita pendek berjudul AuPengalamanku. ImajinasikuAy. Kedua, menyusun video pendek yang memuat rangkaian kegiatan pengabdian. Video tersebut dapat https://drive. com/file/d/1fApCQXK0haQYIDg_rBP4QJvv5MftTSj8/view?usp=sharing. Ketiga, mempublikasikan video kegiatan melalui media sosial . Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang dapat diakses pada @pbsiuniqhbabagu melalui pranala di https://w. com/reel/DUUBs3okw7V/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBi NWFlZA==. Langkah publikasi tersebut bertujuan untuk memperkenalkan, sekaligus memberikan informasi maupun rekomendasi kegiatan bagi tim pengabdian berikutnya. Pembahasan Pada dasarnya, kegiatan Lokakarya Penulisan Cerita Pendek Berbasis Pengalaman Pribadi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para santri tentang konsep dan unsur cerita pendek, mengasah keterampilan menulis, serta terwujudnya karya para santri berupa kumpulan cerita pendek berbasis pengalaman pribadi. Setelah melalui beberapa rangkaian kegiatan seperti yang telah dijelaskan pada sub-bab Lokakarya Penulisan Cerita Pendek Berbasis Pengalaman Pribadi (Randa Anggarista, et al. Jurnal Pengabdian Abhinaya (JPA) sebelumnya, mulai dari persiapan hingga publikasi, para santri mampu menulis cerita pendek berdasarkan pengalaman pribadi. Cerita pendek yang disusun para santri memuat substansi unsur cerita yang beragam. Pertama, tema cerita pendek memuat isu lingkungan, keagamaan, petualangan, pendidikan, budaya, dan lainlain. Kedua, para santri menggunakan tokoh yang relevan dengan dunianya. Tokoh cerita tersebut diadopsi dari kondisi lingkungan sekitar para santri, mulai dari nama teman sejawat, orang tua, pimpinan pondok, dan lain-lain. Ketiga, latar cerita rata-rata mengacu pada tempat yang sering diakses di tengah masyarakat, seperti Gerantung, pondok pesantren, dan lain-lain. Keempat, para santri menggunakan alur maju dalam ceritanya. Cerita yang disusun disampaikan secara runtut. Kelima, para santri rata-rata menggunakan sudut pandang orang pertama tunggal dengan kata aku maupun saya. Selain itu, dalam beberapa cerita pendek juga ditemukan sudut pandang orang ketiga serba tahu, seperti dia atau ia. Keenam, secara keseluruhan, cerita pendek para santri mengusung pesan kehidupan yang tidak lepas dari pesan moral, religiusitas, dan sosial. Beberapa umpan balik yang diberikan tim pengabdian adalah cerita pendek karya para santri belum sepenuhnya memiliki unsur cerita yang lengkap. Tim pengabdian menemukan ada beberapa cerita pendek yang belum selesai karena ketidakmampuan para santri untuk mengembangkan cerita maupun waktu kegiatan yang cukup terbatas. Selain itu, para santri juga perlu memperbaiki teknik bercerita. Tim pengabdian menemukan cerita para santri belum mampu menghidupkan tokoh maupun suasana cerita. Oleh karena itu, pihak sekolah perlu membuat kegiatan sejenis secara berkelanjutan untuk mengasah dan meningkatkan kualitas tulisan para santri. KESIMPULAN Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Lokakarya Penulisan Cerita Pendek Berbasis Pengalaman Pribadi mendapatkan respon yang baik bagi sekolah dan para santri di MA Yasfaan NW Gerantung. Hal itu dibuktikan dengan adanya sarana penunjang yang disediakan oleh pihak sekolah. Selain itu, para santri juga aktif dan produktif selama kegiatan berlangsung. Hal itu dibuktikan dengan adanya tiga puluh karya santri yang terhimpun ke dalam buku kumpulan cerita pendek berjudul AuPengalamanku. Imajinasiku: Kumpulan Cerita Pendek Santri MA Yasfaan NW GerantungAy. Ketiga puluh cerita pendek tersebut memiliki tema yang beragam, mulai dari lingkungan, pendidikan, keagamaan, petualangan, dan lain-lain. Hal ini memberikan gambaran bahwa para santri memiliki potensi untuk terus mengembangkan gagasannya ke dalam bentuk tulisan. Meskipun begitu, kegiatan sejenis perlu dilaksanakan secara berkelanjutan. Tujuannya untuk mengasah pemahaman para santri tentang menulis kreatif, meningkatkan kualitas tulisan para santri, serta meningkatkan suasana sekolah agar lebih produktif dengan kegiatan luar sekolah yang mendukung proses Saran berikutnya yang disampaikan tim pengabdian adalah diperlukan adanya kegiatan penyuluhan tentang ejaan dan tanda baca dalam Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) Edisi V yang memuat aturan penggunaan huruf, penulisan kata, penggunaan tanda baca, serta penulisan unsur serapan . Hal itu sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas struktur tulisan para santri. REFERENSI