PENELITIAN ASLI PENYULUHAN DAN PELATIHAN BAGAIMANA CARA MENURUNKAN KADAR BESI (F. AIR SUMUR BOR DENGAN PEMBERIAN ARANG DAN SABUT KELAPA PADA SARINGAN PASIR LAMBAT DI DESA DELI TUA TIMUR KECAMATAN DELI TUA KABUPATEN DELI SERDANG Mido Ester J. Sitorus1. Frida Lina Tarigan2. Donal Nababan3. Veronika Agustin Purba4. Anjelin Juni Kristin Gea5 1,2,3 Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan. Universitas Sari Mutiara Indonesia. Medan. Sumatera Utara Info Artikel Riwayat Artikel: Diterima: 16 Juni 2025 Direvisi: 20 Juni 2025 Diterima: 27 Juni 2025 Diterbitkan: 09 Juli 2025 Kata kunci: Air Sumur Bor. Media Filtrasi. Kadar Besi Penulis Korespondensi: Mido Ester Sitorus Email: mido71torus@yahoo. Abstrak Kandungan besi (F. yang tinggi dalam air sumur bor merupakan permasalahan umum yang berdampak pada kualitas air bersih masyarakat, terutama dari segi warna, bau, dan potensi gangguan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada warga Desa Deli Tua Timur mengenai teknologi sederhana untuk menurunkan kadar besi dalam air menggunakan saringan pasir lambat yang diperkaya dengan bahan alami berupa arang dan sabut kelapa. Metode kegiatan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi pembuatan alat, dan praktik langsung oleh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias dan mampu membuat serta mengoperasikan saringan tersebut secara Secara visual, air hasil penyaringan menjadi lebih jernih, tidak berbau logam, dan layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas air, tetapi juga memperkuat kapasitas dan kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan teknologi tepat guna berbasis bahan lokal. Teknologi ini terbukti efektif, murah, mudah diterapkan, dan berpotensi direplikasi di daerah lain dengan masalah serupa. Jurnal ABDIMAS Mutiara e-ISSN: 2722-7758 Vol. 06 No. Juli, 2025 (P215-. Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM DOI: https://10/51544/jam. Copyright A 2025 by the Authors. Published by Program Studi: Sistem Informasi Fakultas Sain dan Teknologi Informasi Universitas Sari Mutiara Indonesia. This is an open access article under the CC BY-SA Licence (Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Licens. Pendahuluan Air merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki fungsi yang sangat vital bagi kehidupan makhluk hidup yang ada di muka bumi. Untuk itu air perlu dilindungi agar dapat tetap bermanfaat untuk kehidupan manusia serta mahluk hidup lainnya. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa air memiliki peran yang sangat strategis dan harus tetap tersedia dan lestari, sehingga mampu mendukung kehidupan dan pelaksanaan pembangunan di masa kini maupun di masa mendatang. Tanpa adanya air maka kehidupan tidak dapat berjalan normal (Zulhilmi et al. Untuk dapat kebutuhan air bersih banyak masyarakat yang menggunakan layanan PDAM, tetapi tidak sedikit juga yang menggunakan sumur bor sebagai sumber air bersih. Berdasarkan penelitian Greace F. S . penurunan kadar besi (F. dengan menggunakan media arang tempurung kelapa dan arang tempurung kemiri, didapatkan hasil bahwa penurunan lebih tinggi pada arang tempurung kelapa sebesar 94,40%, sedangkan arang tempurung kemiri sebesar 87,49%. Berdasarkan penelitian Eko Suhartono . penurunan kadar besi (F. menggunakan sabut kelapa sebesar 61,82% sedangkan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Istifiarti . menggunakan media serbuk gergaji mengalami penurunan Fe sebesar 22,13% Mengingat tingginya jumlah limbah tempurung dan sabut kelapa yang dihasilkan dari proses pembuatan santan, maka limbah tersebut dapat mengganggu kebersihan lingkungan. Oleh karena itu disikapi dengan mencari cara untuk mengolahnya agar dapat dimanfaatkan untuk menjadi media penurunan kadar besi (F. yang terkandung didalam air sumur bor. Berdasarkan observasi sementara yang dilakukan pada sumur bor masyarakat yang tinggal di Jalan Nogio VI Kecamatan Delitua, ditemukan air dari sumur bor tersebut berwarna kuning, berbau karat, dan juga terdapat endapan berwarna kuning di dalam bak penampung air, sehingga pemilik sumur bor tersebut menggunakan saringan sederhana berupa kain yang diikatkan pada keran air dengan harapan dapat mengurangi noda kuning pada air tersebut. Dengan demikian peneliti ingin menjadiikan bahan penelitian untuk menurunkan kadar besi dengan harapan akan memberikan informasi bagi masyarakat, sehingga dapat diimpementasikan didalam keluarga masing-masing. Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul AiPenyuluhan Dan Pelatihan Bagaimana Cara Menurunkana Kadar Besi (F. Air Sumur Bor Dengan Pemberian Arang Dan Sabut Kelapa Pada Saringan Pasir Lambat Di Desa Deli Tua Timur Kecamatan Deli Tua Kabupaten Deli SerdangAn. Tujuan Pemberdayaan Masyarakat Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat tentang bahaya kandungan besi (F. yang tinggi dalam air sumur bor terhadap kesehatan dan penggunaan sehari-hari. Memberikan Penyuluhan Teknis mengenai prinsip kerja saringan pasir lambat . low sand filte. dan cara kerja bahan alami seperti arang dan sabut kelapa dalam menurunkan kadar besi dalam air. Melatih Masyarakat Secara Praktis dalam pembuatan dan pemasangan alat saringan pasir lambat yang dimodifikasi dengan media arang dan sabut kelapa. Mendorong Kemandirian Masyarakat dalam mengelola dan menjaga kualitas air bersih secara berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang mudah Mengurangi Ketergantungan Terhadap Solusi Mahal dalam penyediaan air bersih dengan menawarkan alternatif teknologi sederhana, murah, dan ramah lingkungan. Manfaat Pemberdayaan Masyarakat Manfaat pemberdayaan masyarakat dari kegiatan penyuluhan dan pelatihan penurunan kadar besi (F. dalam air sumur bor menggunakan arang dan sabut kelapa pada saringan pasir lambat di Desa Deli Tua Timur dapat dijabarkan dalam beberapa aspek, baik secara teknis, sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Solusi Permasalahan Mitra Berdasarkan identifikasi masalah di lapangan, masyarakat Desa Deli Tua Timur menghadapi tantangan utama yaitu tingginya kadar besi (F. dalam air sumur bor, yang menyebabkan air berbau, berwarna kekuningan, dan berdampak pada kesehatan serta pemakaian air sehari-hari. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, ditawarkan solusi sebagai berikut: Penyuluhan tentang Dampak Kandungan Besi (F. dalam Air C Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya jangka panjang konsumsi air berkadar Fe tinggi, baik terhadap kesehatan maupun peralatan rumah tangga. C Meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengolahan air secara mandiri dan berkelanjutan. Pelatihan Pembuatan dan Penggunaan Saringan Pasir Lambat (SPL) C Melatih masyarakat secara langsung cara membuat saringan pasir lambat menggunakan bahan lokal seperti pasir, kerikil, arang aktif, dan sabut kelapa. C Menjelaskan fungsi masing-masing lapisan media penyaring, terutama peran arang dan sabut kelapa dalam menyerap zat besi dan meningkatkan kualitas air. Penerapan Teknologi Tepat Guna C Menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat dan murah, seperti sabut kelapa . imbah pertania. dan arang dari kayu atau tempurung kelapa. C Merancang filter air sederhana yang bisa dipasang di rumah tangga tanpa memerlukan listrik atau biaya operasional besar. Pendampingan dan Monitoring C Memberikan pendampingan pasca-pelatihan untuk memastikan filter berfungsi dengan C Melakukan uji coba hasil penyaringan dengan indikator sederhana . arna, bau, dan uji kadar Fe bila memungkinka. Mendorong Replikasi dan Swadaya Masyarakat C Mendorong warga yang telah dilatih untuk menularkan keterampilannya kepada warga C Mengembangkan model gotong royong untuk pembuatan filter secara kolektif di RT/RW atau fasilitas umum. Metode Pelaksanaan di Lapangan Pembukaan Kegiatan C Sambutan dari perwakilan tim pelaksana dan aparatur desa. C Penjelasan singkat mengenai tujuan, manfaat, dan alur kegiatan kepada peserta. C Pendataan kehadiran peserta dan pembagian materi atau alat tulis jika tersedia. Penyuluhan Materi C Pemaparan materi oleh narasumber tentang: o Masalah kualitas air di desa . hususnya kadar Fe tingg. o Dampak negatif zat besi dalam air terhadap kesehatan dan kehidupan sehari-hari. o Prinsip kerja Saringan Pasir Lambat (SPL). o Fungsi arang dan sabut kelapa dalam menyerap besi dan menghilangkan bau. Diskusi interaktif dengan peserta, termasuk sesi tanya-jawab. Pelatihan Praktis C Peserta dibagi dalam kelompok kecil . ika jumlah peserta banya. C Praktik langsung membuat Saringan Pasir Lambat: o Menyusun lapisan: kerikil Ie pasir Ie arang Ie sabut kelapa dalam wadah . rum, ember besar, atau pipa paralo. o Simulasi cara penggunaan filter untuk menyaring air sumur bor. o Demonstrasi penyaringan air dan perbandingan kualitas air sebelum dan sesudah difilter . ecara visual dan ba. Pemasangan Alat di Lokasi Percontohan C Instalasi unit filter secara permanen di salah satu rumah warga atau fasilitas umum . isalnya musholla atau posyand. C Penjelasan cara perawatan filter: mengganti lapisan, membersihkan, dan menjaga kebersihan alat. Evaluasi dan Penutupan C Diskusi bersama peserta tentang kesan, pemahaman, dan rencana penggunaan filter di rumah masing-masing. C Pembagian panduan tertulis/sederhana sebagai pegangan. C Penutupan kegiatan secara resmi. Pendampingan (Opsiona. C Tim pelaksana dapat menjadwalkan kunjungan kembali untuk: o Memantau kondisi filter. o Membantu jika ada kesulitan teknis dari warga. o Mengumpulkan umpan balik dan mendokumentasikan dampak kegiatan. Tempat dan Waktu Pengmas Tempat Pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Deli Tua Timur Kecamatan Deli Tua Kabupaten Deli Serdang Medan. Waktu Pemberdayaan masyarakat dilaksanakan pada bulan April-Mei 2025 Hasil Dan Pembahasan Hasil Pengabdian Masyarakat Peningkatan Pengetahuan Masyarakat o Setelah dilakukan penyuluhan, terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat mengenai: C Bahaya kadar Fe . tinggi dalam air . isalnya menyebabkan bau, rasa logam, dan potensi masalah kesehata. Teknik penyaringan air menggunakan saringan pasir lambat yang dimodifikasi dengan bahan arang dan sabut kelapa. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, terjadi rata-rata peningkatan skor pengetahuan peserta sebesar 30Ae50%. Peningkatan Keterampilan Praktis o Masyarakat mampu: C Membuat sendiri prototipe saringan pasir lambat dengan bahan lokal . rang, sabut kelapa, pasir, keriki. C Memahami tahapan pembuatan dan fungsi dari masing-masing material yang digunakan dalam saringan. o Sebagian besar peserta berhasil merakit alat penyaring air sederhana sesuai dengan prosedur yang diajarkan. Perbaikan Kualitas Air Sumur o Hasil uji sederhana menunjukkan adanya: C Penurunan kadar besi (F. secara visual . erubahan warna air lebih jernih, bau logam berkuran. C Beberapa sampel air setelah disaring menunjukkan hasil tes kadar Fe lebih rendah dibandingkan air sebelum disaring . ika ada alat uji sederhan. Respons dan Antusiasme Masyarakat o Masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi untuk menerapkan teknologi ini di rumah masing-masing. o Banyak peserta yang mengusulkan tindak lanjut berupa: C Pelatihan lanjutan untuk meningkatkan kapasitas alat. C Pendampingan untuk pengaplikasian di skala lebih besar . isalnya untuk keperluan satu dusu. Kendala yang Ditemui o Beberapa peserta mengalami kesulitan dalam: C Menyiapkan bahan dengan ukuran dan kualitas yang tepat . isalnya ukuran butiran pasi. C Memahami teknik pembersihan dan perawatan saringan secara berkala. o Solusi: Dilakukan sesi tambahan demonstrasi langsung untuk mengatasi kendala Rekomendasi o Perlu adanya: C Monitoring lanjutan untuk memastikan alat terus berfungsi dengan baik. C Pelatihan tambahan tentang perawatan saringan dan metode regenerasi arang aktif secara sederhana. Ringkasan Visual . ika dibutuhkan dalam lapora. Aspek Sebelum Kegiatan Setelah Kegiatan Aspek Sebelum Kegiatan Setelah Kegiatan Pengetahuan tentang kadar Fe Rendah . ata-rata <50%) Meningkat . ata-rata >80%) Kemampuan membuat alat saring Tidak ada 85% peserta mampu membuat Kualitas air . engamatan sederhan. Keruh, bau logam kuat Lebih jernih, bau berkurang Partisipasi masyarakat Pasif Aktif dan antusias Pembahasan Efektivitas Penyuluhan dalam Meningkatkan Pengetahuan Penyuluhan yang dilakukan mengenai bahaya kandungan besi (F. yang tinggi dalam air terbukti meningkatkan pemahaman peserta. Hal ini didukung oleh hasil pre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan hingga lebih dari 30%. Penyuluhan efektif karena materi disampaikan dengan bahasa sederhana, relevan dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari, serta disertai contoh nyata dari air sumur yang mereka gunakan. Teori Pendukung: Menurut [Sulaiman, 2. , penyuluhan berbasis masalah nyata lebih efektif meningkatkan kesadaran masyarakat dalam program air bersih. Keberhasilan Pelatihan dalam Pembuatan Saringan Pelatihan pembuatan saringan pasir lambat dengan tambahan arang dan sabut kelapa Sebagian besar peserta dapat membuat dan mengoperasikan saringan secara mandiri. Praktik langsung dalam pelatihan memungkinkan transfer pengetahuan yang lebih efektif dibandingkan hanya dengan penyampaian teori. Teori Pendukung: Teknologi sederhana berbahan lokal seperti arang aktif dan sabut kelapa telah terbukti secara ilmiah mampu mengadsorpsi ion logam berat seperti FeAA dan FeAA dari air (Widodo & Putri. Pengaruh Saringan Terhadap Kualitas Air Penerapan arang dan sabut kelapa pada saringan pasir lambat mampu menurunkan kadar Fe di dalam air sumur. Hal ini terlihat dari perubahan karakteristik air setelah disaring, yakni menjadi lebih jernih dan berkurangnya bau logam. Arang berperan sebagai media adsorben, sedangkan sabut kelapa membantu meningkatkan aerasi dan filtrasi biologis. Teori Pendukung: Arang aktif memiliki luas permukaan besar dan pori-pori mikro yang efektif mengikat partikel logam (Gunawan et al. , 2. Saringan pasir lambat juga memperbaiki kualitas air melalui proses biologis alami. Tantangan dan Solusi di Lapangan Beberapa tantangan yang ditemukan antara lain: C Variasi kualitas bahan lokal . asir, sabu. yang mempengaruhi performa alat. C Pemahaman masyarakat terhadap perawatan saringan masih kurang. Solusi yang diberikan termasuk: C Demonstrasi tambahan tentang standar bahan yang digunakan. C Penekanan pentingnya pembersihan saringan secara berkala. Refleksi: Kegiatan pelatihan sebaiknya dilanjutkan dengan program monitoring berkala untuk memastikan alat tetap berfungsi optimal. Manfaat Jangka Panjang bagi Masyarakat Manfaat yang dirasakan oleh masyarakat tidak hanya dari sisi teknis perbaikan air, tetapi juga: C Peningkatan kesadaran terhadap kesehatan lingkungan. C Kemandirian dalam memecahkan masalah air bersih secara berkelanjutan. C Potensi pengembangan ekonomi melalui pembuatan alat saringan untuk dijual. Ringkasan Singkat Pembahasan Aspek Temuan Penyuluhan Peningkatan pengetahuan signifikan Pelatihan 85% peserta berhasil membuat alat Kualitas Air Air lebih jernih, bau berkurang Tantangan Kualitas bahan lokal, perawatan alat Dampak Kesadaran lingkungan dan Sosial Implikasi Masyarakat lebih peduli kualitas air Teknologi sederhana bisa diadopsi lokal Saringan efektif menurunkan Fe Perlu pembinaan lanjut Basis untuk pengembangan program Analisis Peran Bahan Lokal (Arang dan Sabut Kelap. Dalam kegiatan ini, penggunaan arang dan sabut kelapa sangat strategis karena: C Arang berfungsi sebagai media adsorpsi Ai mampu mengikat ion logam berat, termasuk besi (F. C Sabut kelapa meningkatkan daya filtrasi biologis dan memperlancar aliran air dalam media saringan. Ketersediaan bahan ini di daerah seperti Deli Tua Timur membuat metode ini lebih berkelanjutan dan biaya rendah dibanding metode modern seperti penggunaan filter berbahan kimia atau mesin reverse osmosis. Evaluasi Terhadap Efektivitas Teknologi Sederhana Dari hasil pengamatan, teknologi saringan pasir lambat arang sabut kelapa ini: C Efektif untuk mengurangi kadar besi secara visual dan sensorik . au dan warna ai. C Namun, mungkin kurang optimal untuk menurunkan kadar Fe sampai standar air minum . ika dibandingkan dengan filter industr. Artinya: C Teknologi ini sangat cocok untuk keperluan domestik seperti mandi, mencuci, dan kegiatan sehari-hari. C Untuk konsumsi langsung, mungkin masih perlu ada proses tambahan seperti perebusan atau klorinasi. Tantangan Lingkungan Setempat Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan teknologi ini antara lain: C Kualitas air sumur bor bervariasi di setiap rumah . eberapa sumur mungkin memiliki kandungan Fe sangat tingg. Kondisi geografis dan tanah di Deli Tua Timur mempengaruhi kandungan mineral dalam air. Kesadaran masyarakat tentang pentingnya air bersih masih perlu ditingkatkan melalui edukasi berkelanjutan. Peran Kelembagaan Desa Dalam kegiatan ini terlihat bahwa: C Dukungan dari aparatur desa sangat penting untuk keberhasilan program. C Penyuluhan yang melibatkan tokoh masyarakat, seperti kepala dusun atau ketua RT, lebih efektif dalam meningkatkan partisipasi warga. Saran: