Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Representasi Karakter Dan Profesi Pustakawan (Analisis Hermeneutika Pada Drama One Spring Nigh. Hapsari Dewi Saraswati. Yanuar Yoga Prasetyawan Universitas Diponegoro dewisaras@gmail. ABSTRAK Pustakawan menjadi profesi yang mulai banyak digambarkan melalui berbagai media, salah satunya media audiovisual seperti film. Penelitian ini mengkaji representasi profesi pustakawan dalam drama Korea Selatan One Spring Night. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami representasi pustakawan yang digambarkan melalui ketiga tokoh pustakawan yaitu. Lee Jeong In. Seo Young Jo, dan Oh Ha Rin pada drama Korea Selatan One Spring Night. Manfaat penelitian adalah dapat menambah pengetahuan dan pemahaman terkait gambaran pustakawan yang ditampilkan melalui media seperti drama sehingga dalam realitasnya pustakawan dapat memperbaiki diri dan mengubah citra negatif pustakawan. Adapun alasan penting penelitian ini ialah melihat perbedaan penggambaran pustakawan dalam suatu media dengan pustakawan di kenyataan sehingga penggambaran pustakawan yang baik dalam media dapat diimplementasikan di kenyataan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis hermeneutika untuk membedah makna dan interpretasi dari setiap adegan pustakawan yang ditampilkan dalam drama Penggunaan penginterpretasian makna tersembunyi dari setiap adegan sehingga representasi pustakawan dapat diungkapkan. Penelitian ini menemukan hasil bahwa gambaran pustakawan dalam drama Korea Selatan One Spring Night direpresentasikan sebagai pustakawan yang bertanggung jawab, berorientasi pada masa depan, serta lebih ramah. Hal ini ditunjukkan melalui representasi ketiga karakter pustakawan dalam tugasnya di layanan teknis dan layanan Meskipun tokoh drama ini fiktif, tetapi alur profesi pustakawan yang dimunculkan berdasarkan pada kenyataan profesi pustakawan sehingga gambaran tersebut dapat diimplementasikan pada organisasi pustakawan dan menciptakan citra pustakawan yang lebih positif. Kata Kunci: pustakawan, representasi, film, hermeneutika ABSTRACT Librarian is a profession that has begun to be described through various media, one of which is audiovisual media such as film. This study examines the representation of the librarian profession in the South Korean drama One Spring Night. The purpose of this study is to understand the representation of librarians depicted through the three librarian figures including Lee Jeong In. Seo Young Jo, and Oh Ha Rin in the South Korean drama One Spring Night. The benefit of the research is to be able to increase knowledge and understanding regarding the image of librarians displayed through the media like a drama so that in reality librarians can improve themselves and change the negative image of librarians. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 The important reason for this research is to see the differences in the depiction of librarians in a media and librarians in reality so that a good depiction of librarians in the media can be implemented in reality. This study uses a qualitative research method with hermenutic analysis to dissect the meaning and interpretation of each librarian scene featured in the play. The use of hermeneutic analysis strengthens the interpretation of the hidden meaning of each scene so that the librarian's representation can be revealed. This study found that the description of librarians in the South Korean drama One Spring Night is represented as librarians who are responsible, future-oriented, and more friendly. This is shown through the representation of the three librarian characters in their duties in technical services and library services. Even though the characters in this drama are fictitious, the flow of the librarian profession that appears is based on the reality of the librarian profession so that this image can be implemented in librarian organizations and creates a more positive librarian image. Keywords: librarian, representation, film, hermeneutics Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 PENDAHULUAN Pustakawan adalah profesi yang erat kaitannya dengan buku khususnya dengan kegiatan-kegiatan pekerjaan terkait pengelolaan perpustakaan. dalam perpustakaan sendiri adanya pustakawan sangat penting untuk memastikan kelancaran kegiatan yang ada di perpustakaan dan menjadi ujung tombak kemajuan perpustakaan yang berorientasi pada masa depan. Hal ini sejalan dengan pendapat dari (Rahmawati & Sudarsono, 2. bahwa pustakawan juga merupakan kepala dan jantung dari berkembang atau tidaknya suatu perpustakaan. Pustakawan merupakan suatu profesi yang didapatkan melalui pendidikan dan sebagai suatu profesi, pustakawan yang baik akan senantiasa mengamati kebutuhan pemustaka seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kemudian merencanakan pengembangan perpustakaan sesuai kebutuhan Hal ini sejalan dengan pendapat Mustika dalam (Oktaviani et al. mengembangkan kinerja dan produktivitasnya dalam perpustakaan. Selain itu, pustakawan menjadi jembatan antara informasi dengan kebutuhan pemustaka yang sangat beragam baik yang tersedia dalam bentuk tercetak di perpustakaan atau informasi yang ada di internet. Melihat dari peran pustakawan tersebut dapat diketahui bahwa pustakawan bukan hanyalah pekerjaan yang berfokus pada penataan buku saja, melainkan suatu profesi yang mewajibkan adanya komunikasi yang baik antara pustakawan dengan pemustaka. Baik tidaknya profesi pustakawan serta dikenal atau tidaknya profesi pustakawan ini tergantung pada bagaimana cara pustakawan mengenalkan gambaran profesinya kepada masyarakat sehingga diharapkan dapat memberikan pandangan masyarakat terhadap profesi Hal tersebut selaras dengan pendapat (Sulistyo-Basuki, 1. yang menyatakan bahwa suatu profesi tidak bisa lepas dari adanya pandangan masyarakat terhadap profesi pustakawan tersebut. Anggapan tentang profesi pustakawan di masyarakat sangat beragam tergantung bagaimana mereka melihat dan berinteraksi dengan pustakawan. Menurut (Hee Yoon, 2. beberapa masyarakat memiliki anggapan positif Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 terhadap citra pustakawan dan lainnya memiliki stereotip lain tentang pustakawan yang masih dianggap membawa citra diri yang negatif seperti kurang ramah. Pemustaka ataupun masyarakat Korea Selatan memiliki anggapan tentang pustakawan yang mereka temui yakni pandangan positif dan negatif. Beberapa masyarakat berpendapat bahwa pustakawan yang mereka temui memiliki sikap yang ramah dan tanggung jawab khususnya dalam memberikan pelayanan, memberikan bantuan, tidak mendiskriminasi, dan bertanggung jawab dalam informasi pribadi pemustaka. Di sisi lain beranggapan bahwa pustakawan yang mereka temui serta gambaran mereka tentang pustakawan tidak cukup baik dalam komunikasi, pengetahuan, dan menawarkan bantuan. Perlu adanya komunikasi serta interaksi antara pustakawan dan masyarakat melalui berbagai media untuk lebih mengenalkan profesi pustakawan seiring dengan berkembangnya teknologi seperti penggunaan media masa yang mampu memberikan informasi dan mempengaruhi opini publik terkait suatu fenomena atau objek, hal ini selaras dengan hasil penelitian (Xie & Chen, 2. bahwa citra pustakawan dalam media masa seperti surat kabar dapat mempengaruhi pola pikir tentang pustakawan sesuai dengan apa yang tergambar di surat kabar tersebut. Selain melalui media masa, representasi pustakawan dalam budaya populer banyak digunakan sebagai media pengenalan pustakawan seperti penelitian terdahulu (Bogard & Rafferty, 2. berpendapat pustakawan yang direpresentasikan melalui buku bergambar anak-anak dapat menampilkan citra yang lebih positif. Di Korea Selatan sendiri terkenal dengan gelombang budaya populernya, drama Korea Selatan menjadi salah satu drama yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat dan menjadi salah satu produk budaya populer yang dapat mempengaruhi opini publik, memberikan pemahaman serta ketertarikan terhadap suatu objek. Profesi pustakawan juga dapat direpresentasikan dalam budaya populer drama Korea Selatan seperti pada film Heartbreak Library . Film ini menceritakan seorang pustakawan yang menangkap seorang pemustaka yang berulang kali menyobek halaman buku. Drama Korea Selatan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 One Spring Night . memiliki karakter utama dengan latar belakang profesi sebagai pustakawan. Menurut Han Cinema . menjelaskan bahwa drama Korea Selatan One Spring Night adalah serial yang menceritakan kisah cinta dan kehidupan dari seorang karakter yang memiliki latar belakang profesi pustakawan. Lee Jung perpustakaan umum. International Movie Database . bahwa drama Korea Selatan One Spring Night adalah drama Korea Selatan yang menceritakan kisah seorang perempuan berusia 30-an yang bekerja sebagai pustakawan serta dijelaskan pula dalam basis data tersebut bahwa serial One Spring Night memiliki beberapa kata kunci yang relevan dengan adegan-adegan tersebut seperti pustakawan, buku, dan perempuan yang menggunakan kacamata. Drama Korea Selatan One Spring Night (English Titl. tayang melalui saluran televisi MBC dan platform digital Netflix. Judul One Spring Night ini diambil dari latar cerita yang banyak mengambil latar adegan pada malam hari di musim semi saat kisah romantis mulai terjalin di antara dua karakter utama yakni Lee Jung In seorang pustakawan dan Yoo Ji Ho seorang apoteker. Daya tarik drama Korea Selatan ini berada pada karakter pemeran utama wanita, yakni Lee Jung In seorang pustakawan berusia 35 tahun yang kompeten, bertanggung jawab, ramah, dan berorientasi pada masa depan perpustakaan serta masih ada rekan pustakawan lain yang bernama Song Young Joo dan Oh Ha Rin. Gambaran realitas tentang berbagai tugas seorang pustakawan digambarkan dalam adegan-adegan yang diperankan oleh tokoh Lee Jung In dan pustakawan lain seperti kegiatan penentuan tajuk subjek sebuah bahan pustaka sebelum dilayankan, brain storming acara perpustakaan yang menarik, penataan buku di rak . , dan lainnya. Beberapa penelitian terdahulu terkait representasi pustakawan dalam budaya populer seperti film The Night At The Museum 3 (Fadhli, 2. Menurut Putri . dalam penelitiannya menggunakan semiotika Roland Barthes terhadap novel Beta Testing ditemukan bahwa pustakawan direpresentasikan sebagai profesi yang berkaitan dengan pendidik, teman diskusi, penolong dan lainnya. Penelitian lain tentang representasi pustakawan yang muncul dalam film-film Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 horor dengan metode penelitian kualitatif dengan analisis semiotika Pierce oleh Graham tahun 2010. Berdasarkan penelitian Jaeger & Kettnich. Kettnich & Jaeger . penelitian tentang representasi karakter pustakawan di berbagai genre film dari tahun ke tahun terus mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman. Adanya perbedaan persepsi pembuat film dengan profesi pustakawan film yang mana pada film, pustakawan digambarkan tidak sesuai dengan kenyataan serta berdasarkan penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa pada genre film seperti komedi romantis representasi pustakawan digambarkan lebih realistis Kettnich & Jaeger . Hal inilah yang menjadi landasan AuRepresentasi Pustakawan dalam Drama Korea Selatan One Spring NightAy. Dengan rumusan masalah penelitian yakni bagaimana representasi dari profesi seorang pustakawan yang ditampilkan dalam adegan-adegan di drama Korea Selatan One Spring Night? METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis hermeneutik sebagai metode analisis yang digunakan dalam menganalisis Kerangka kerja khusus berdasarkan penelitian terduhulu oleh (Bogard & Rafferty, mengumpulkan data yang berkenaan dengan representasi pustakawan dalam drama Korea Selatan One Spring Night ditampilkan dalam beberapa potongan Langkah-langkah pengumpulan data melalui studi dokumen yang dilakukan oleh penulis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Melakukan capture seluruh episode dalam drama Korea Selatan One Spring Night. Menonton keseluruhan drama Korea Selatan One Spring Night dari episode awal hingga episode akhir . pisode 1-. Membedah konsep kajian teks untuk melihat makna atau interpretasi dari teks yang terlihat secara visual dalam drama Korea Selatan One Spring Night dengan analisis hermeneutik yang dibedah dengan tiga bentuk makna dasar . o expres. , . o explai. , dan . o translat. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Berdasarkan proses menonton dan membedah teks yang terlihat secara visual dengan kerangka kerja khusus (Bogard & Rafferty, 2. dan analisis hermeneutik dalam drama Korea Selatan tersebut, penulis menandai adegan dalam drama Korea Selatan yang mengandung makna berkaitan dengan profesi pustakawan. Mencari serta mengumpulkan literatur yang relevan dengan temuan penelitian ini, yang akan digunakan lebih lanjut dalam proses analisis Dalam penelitian ini didasarkan langkah-langkah pengumpulan data tersebut, terdapat kerangka kerja khusus yang digunakan sebagai langkah awal dalam pengumpulan data. Kerangka awal pengumpulan data tersebut menjadi langkah awal sebelum dilakukan analisis data. Kerangka kerja khusus pada penelitian ini didasarkan pada studi terdahulu oleh (Bogard & Rafferty, 2. yang mendasarkan penelitiannya pada penelitian terdahulu oleh (DeWitt et al. , 2. kemudian diadaptasi dan disesuaikan dengan objek penelitian. Berikut ini tabel awal yang digunakan sebagai implementasi metode pengumpulan data awal pada objek penelitian yakni drama Korea Selatan One Spring Night. Table 1. Kerangka Pengumpulan Data Awal Pengaturan dan Karakter Apakah perpustakaan satu-satunya setting dalam cerita di setiap episode drama Korea Selatan ini? Jika tidak, dimana setting utama lainnya? Siapakah naratornya? Siapa tokoh utamanya? Ilustrasi apa yang digunakan? Representasi Karakter Pustakawan Bagaimana pustakawan digambarkan pada awal cerita? (Positif. tidak dikena. Apakah gambaran tersebut berubah di akhir cerita? Positif. tidak dikena. Apakah pustakawan merupakan tokoh utama dalam cerita? (Ya. Tida. Apakah pustakawan laki-laki/ perempuan? (L. Usia? (Muda. tidak dapat ditentukan. setengah baya atau lebih tu. Etnisitas? (Putih. Afrika. Asia. Hispani. Apakah mereka terlihat menarik? (Menarik. Biasa saja. Tidak Menari. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Apakah mereka sesuai dengan stereotip? (Rambut di sanggul, kacamata, setengah baya, pakaian dowd. (Ya. Tidak. Sebagia. Apakah mereka ramah dan membantu pemustaka? (Kompeten, ramah dan tegas. Tidak sabar, meremehkan. Jahat, mencurigaka. Apakah pustakawan yang ditunjukkan atau digambarkan melakukan tugas-tugas berikut? (Ya. Tida. Layanan sirkulasi: Men-stempel buku. Mengingatkan tenggang waktu. Penataan buku di rak (Shelvin. Pengklasifikasian buku Akuisisi bahan pustaka Katalogisasi dan pemrosesan Referensi: Saran pembaca. Membantu orang menemukan Memberitahu orang untuk diam Menegakkan aturan Pembacaan buku untuk Storytime Apakah pustakawan membantu mempengaruhi akhir cerita yang positif? (Ya. Tidak pasti. Tida. Apakah lebih dari satu pustakawan digambarkan? (Ya. Tida. (Jika ya, jawablah pertanyaan 6Ae8 untuk setiap pustakawan serta berikan nama/deskripsi masing-masing di pertanyaan ke. Kesan Umum Kesan umum pustakawan yang ditinggalkan oleh drama Korea Selatan One Spring Night (Positif. Netral. Negati. (Diadaptasi dan disesuaikan berdasarkan sumber: Bogard & Rafferty, 2. Tabel tersebut sebagai tahap awal pengumpulan data terkait representasi pustakawan yang muncul dalam bentuk visual dan tekstual dalam drama Korea Selatan One Spring Night. Produk budaya populer berupa seri yang terdiri dari 16 episode ini tidak hanya menceritakan karakter pustakawan di setiap Oleh karena itu, tabel ini membantu dalam menganalisis data terkait gambaran pustakawan secara umum dalam setiap episode yang menampilkan gambaran pustakawan. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data priner yakni adegan pustakawan yang direpresentasikan dalam drama Korea Selatan One Spring Night dan sumber data sekunder yakni dokumen atau penelitian terdahulu yang digunakan dalam menunjang penelitian. Metode analisis data dalam penelitian Data Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 pengumpulan data awal melalui kerangka kerja khusus sebelumnya kemudian dianalisis dan dikategorikan dalam tiga makna dasar hermeneutik yakni . o expres. , . o explai. , dan . o translat. untuk menafsirkan makna yang kabur terkait pustakawan karena hermeneutik membantu dalam mengungkap fenomologi pengalaman film dan hubungan antara kenyataan dan film. merupakan berntuk dasar hermeneutika pertama yang lebih mengarah pada menyatakan sehingga perkataan yang diungkapkan bermakna suatu perkataan yang menjadi bentuk interpretasi kalimat itu sendiri. Dalam to express ini makna di dalam perkataan dikaitkan dengan intonasi dan ekspresi yang menyertai perkataan tersebut. To explain . menitikberatkan penjelasan daripada interpretasi ekspresif. Hal yang penting dari suatu kata-kata tidak hanya mengatakan melainkan menjelaskan dan membuatnya lebih jelas. Menjelaskan situasi atau keadaan melalui tindakan. Menjelaskan tersebut merupakan bentuk interpretasi. Terakhir, to translate . ketika suatu teks yang akan dianalisis menggunakan bahasa asing maka muncullah perbedaan perspektif dengan bahasa lain. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan pengumpulan data sebelumnya didapatkan hasil penelitian di dalam penelitian ini terdiri dari 4 kategori pustakawan yang sesuai dengan landasan teori berupa karakter pustakawan dan tugas profesi pustakawan representasi tugas pustakawan dalam layanan pemustaka, representasi Representasi Tugas Pustakawan dalam Layanan Teknis Layanan teknis perpustakaan merupakan layanan yang berkenaan dengan aktivitas mempersiapkan bahan pustaka sebelum akhirnya dilayankan kepada Mempersiapkan dimanfaatkan dengan baik oleh pemustaka merupakan tugas dan tanggung jawab seorang pustakawan. Beberapa proses harus dijalankan sebelum akhirnya koleksi tersebut dilayankan, hal ini dilakukan oleh pustakawan Pemeriksaan berkala pun menjadi perhatian pustakawan pada setiap koleksi Representasi tugas seorang pustakawan dalam layanan teknis ditunjukkan dalam beberapa episode drama Korea Selatan One Spring Night pada adegan serta dialog berikut yang sebelumnya telah dikelompokkan dalam analisis Gambar 1. Penentuan Tajuk Subjek Dialog: AuLee Jeong In, bisa lihat tajukku untuk perpustakaan?Ay Pinta Seo Young Jo sambil memberikan daftar tajuk subjek yang telah disusunnya. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Dalam cuplikan adegan yang digambarkan pada Gambar 1. Penentuan Tajuk Subjek tersebut. Seo Young Jo meminta bantuan pada Lee Jeong In untuk mengoreksi tajuk subjek yang telah dibuat olehnya. Adegan tersebut ikut menjelaskan AuTo ExplainAy kegiatan yang dilakukan pustakawan sebelum bahan pustaka dilayankan dan kata-kata dalam dialog tersebut merupakan interpretasi dari adegan yang menjelaskan secara lebih jelas situasi yang dialami pemeran dalam drama, yakni pustakawan. Pesan yang disampaikan Seo Young Jo dalam dialog tersebut tidak hanya ditafsirkan sebagai kata-kata saja melainkan suatu pesan yang memiliki makna terkait situasi dan situasi yang dimaksud dalam makna tersebut adalah penentuan tajuk subjek yang membutuhkan bantuan antarpustakawan. Kegiatan tajuk subjek yang bermaksud untuk menentukan subjek suatu bahan pustaka ini merupakan tahapan sebelum pelabelan nomor panggil pada punggung buku serta kegiatan sebelum bahan pustaka disusun dalam rak yang mana penyusunannya berurutan berdasarkan subjek tersebut. Dalam cuplikan adegan ini merepresentasikan kegiatan Seo Young Jo dalam menentukan tajuk subjek bahan pustaka. Adegan tersebut sejalan dengan realitas pustakawan yang mana berpedoman pada pedoman pengelolaan koleksi perpustakaan umum yang diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional Korea Selatan yang disusun oleh (Korea Research Institute for Library and Information, 2. Penentuan tajuk subjek bahan pustaka tersebut pun Korean Decimal Classification (KDC) digunakan oleh perpustakaan di Korea Selatan (National Library of Korea. Adegan penentuan tajuk subjek tersebut merepresentasikan tugas teknis pustakawan yang berkaitan dengan bahan pustaka. Namun, jika melihat dalam adegan tersebut tidak dijelaskan terkait apa itu tajuk untuk perpustakaan dengan jelas sehingga bagi penonton umum akan menafsirkan kalimat tersebut berbeda dengan pustakawan yang menontonnya. Representasi Tugas Pustakawan dalam Layanan Pemustaka Representasi ditunjukkan dalam cuplikan adegan di beberapa episode drama Korea Selatan One Spring Night pada adegan serta dialog berikut yang sebelumnya telah Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 dikelompokkan dalam analisis data. Gambar 2. Memilihkan bahan bacaan sesuai pemustaka Dialog: AuYoo Eun U. Astaga lihatlah berbagai macam dinosaurus ini. Kamu menyukai dinosaurus ini bukan?Ay Ujar Lee Jeong In mengajak ngobrol Yoo Eun U sambil menunjukkan buku bergambar dinosaurus agar tertarik. Pada cuplikan adegan yang digambarkan pada Gambar 2. memilihkan buku sesuai pemustaka tersebut pun digambarkan dalam episode lainnya seperti cuplikan adegan di episode 8. Jika dilakukan penafsiran berdasarkan cuplikan adegan tersebut dapat dikategorikan dalam dua bentuk dasar hermeneutika yakni mengatakan . o expres. dan menerjemahkan . o translat. Lee Jeong In memilihkan buku bergambar dinosaurus karena Lee Jeong In sudah memahami terkait buku-buku seperti apa saja yang disukai anak-anak, bukubuku itu adalah buku bergambar. Cuplikan adegan tersebut dimaknai sebagai suatu tindakan pustakawan yang sudah memahami kebutuhan informasi pemustaka sebelum menyarankan buku bacaan yang cocok. Sedangkan ditafsirkan sebagai menerjemahkan, cuplikan tersebut bahasa asing yang harus dipahami bahwa membawa suatu pesan yakni pustakawan Lee Jeong In sangat senang menawarkan bahan bacaan yang sesuai dengan Yoo Eun U terlihat dari dialognya. Perpustakaan menjadi tempat menyimpan berbagai koleksi, tetapi terbatas pada penyimpanan koleksi yang diurutkan pada rak buku berdasarkan nomor klasifikasi saja. Informasi yang terdapat dalam koleksi tersebut dapat dimanfaatkan pemustaka dan penggunaan bahan pustaka tersebut sebagai sumber informasi yang menjadi tugas utama perpustakaan dalam bidang layanan jasa. Tugas tersebut tidak dapat lepas dari peran pustakawan yang Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 menjadi jembatan antara pemustaka dengan banyaknya informasi yang dimiliki perpustakaan. Banyaknya informasi seringkali membuat pemustaka Dalam hal inilah pustakawan membantu pemustaka memilih bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan informasi atau sesuai dengan usia pemustaka. Pemilihan bahan bacaan pemustaka tersebut tidak dapat dipisahkan dari kemampuan pustakawan sebelumnya dalam layanan pemustaka yakni Komunikasi yang baik menjadi karakter yang seharusnya ada pada pustakawan karena komunikasi ini juga berpengaruh kepada bagaimana pustakawan menyampaikan informasi yang diketahuinya kepada pemustaka atau dalam kata lain transfer informasi (Song, 2. Cuplikan adegan tersebut merupakan representasi dari kemampuan pustakawan dalam memahami kebutuhan pemustakanya melalui komunikasi yang terjalin. Lee Jeong In yang sering mengobrol dengan Yoo Eun U jadi memahami kegemarannya sehingga mampu memilihkan bahan bacaan tentang dinosaurus. Bagaimana Lee Jeong In menyampaikan informasi dalam buku tersebut menjadi contoh yang baik memperhatikan siapa pemustaka yang kita layani. Pemustaka dalam adegan tersebut anak kecil sehingga dalam transfer informasi haruslah dengan bahan bacaan yang menarik. Representasi Stereotip Pustakawan Suatu prasangka terhadap seseorang yang didasarkan atas penilaian atau anggapan dalam suatu kelompok disebut sebagai stereotip atau persepsi. Stereotip ini pun berlaku pada profesi yang ditekuni seseorang karena banyaknya persepsi atau anggapan yang tersebar tentang profesi tersebut. Pustakawan menjadi salah satu profesi yang memiliki stereotip melekat pada karakter profesinya. Stereotip yang paling banyak beredar di masyarakat adalah persepsi negatif tentang karakter yang dimiliki pustakawan seperti kurang ramah, terlalu tegas, kuno, dan terlalu fokus pada pekerjaan Persepsi negatif tentang pustakawan ini merupakan anggapan dari pemustaka yang mendapati sikap kurang baik dari beberapa pustakawan yang Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 ditemuinya, tetapi kemudian persepsi ini mulai berkembang dan menjadi suatu stereotip dari profesi pustakawan. Representasi stereotip seorang pustakawan ditunjukkan dalam beberapa episode drama Korea Selatan One Spring Night pada adegan serta dialog berikut yang sebelumnya telah dikelompokkan dalam analisis data tersebut. Gambar 3. Stereotip profesi pustakawan Dialog: AuKukira pustakawan hanya duduk cantik dan membaca buku seharian. Tapi lihatlah ini, banyak sekali poster ulasan buku yang lalu. Ay Ucap Seo Young Jo. Pada cuplikan adegan yang digambarkan pada gambar 3. stereotip profesi pustakawan tersebut terlihat keluh kesah Seo Young Jo sebagai pustakawan yang terlihat lelah dengan pekerjaannya. Dalam hermeneutika cuplikan adegan tersebut dapat ditafsirkan sebagai sebuah pernyataan . o expres. yang diungkapkan dengan intonasi penuh kemarahan dan memberikan interpretasi yang ekspresif serta sangat jelas . o explai. melalui dialog tersebut bahwa Seo Young Jo sebagai pustakawan pun memiliki persepsi karakter pustakawan pada umumnya yang ada di masyarakat. Tidak hanya Indonesia yang memiliki persepsi negatif tentang profesi Di Korea Selatan persepsi negatif tentang pustakawan pun berkembang seperti representasi cuplikan adegan One Spring Night tersebut. Dalam penelitian Hee Yoon . terkait persepsi pustakawan perpustakaan umum didapatkan hasil bahwa Beberapa masyarakat berpendapat bahwa pustakawan yang mereka temui memiliki sikap yang ramah dan tanggung jawab khususnya dalam memberikan pelayanan, memberikan bantuan, tidak mendiskriminasi, dan bertanggung jawab dalam informasi pribadi pemustaka. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Di sisi lain beranggapan bahwa pustakawan yang mereka temui serta gambaran mereka tentang pustakawan tidak cukup baik dalam komunikasi, pengetahuan, dan kurang memberi pelayanan aktif yang diharapkan pemustaka seperti menawarkan bantuan. Representasi stereotip karakter pustakawan baik yang positif atau persepsi yang banyak digambarkan oleh masyarakat cukup banyak direpresentasikan dalam drama One Spring Night sebagaimana realitas pustakawan di kehidupan Berikut cuplikan adegan lainnya tentang stereotip pustakawan yang berhasil direpresentasikan serta memberi gambaran kepada penonton khususnya pustakawan untuk tidak mempertahankan stereotip tersebut dan Representasi Upaya Memperbaiki Citra Pustakawan Stereotip yang sudah lama berkembang di masyarakat tentang profesi pustakawan tidak semestinya dibiarkan terus berkembang menjadi anggapan Stereotip negatif yang sebelumnya muncul dalam beberapa cuplikan adegan tersebut berusaha dipatahkan dengan cuplikan adegan lainnya yang menampilkan karakter pustakawan yang lebih baik seperti usaha pustakawan dalam menemukan ide baru, pembagian tugas antarpustakawan, mengikuti tren, dan lainnya. Pentingnya ada perubahan citra pustakawan dalam adeganadegan tersebut diharapkan mampu merepresentasikan karakter pustakawan yang lebih positif guna memperbaiki citra karena pustakawan merupakan pembelajaran dan pendidikan budaya yang beragam dan sangat terspesialisasi (Yooseong, 2. Representasi upaya seorang pustakawan memperbaiki citranya ditunjukkan dalam beberapa episode drama Korea Selatan One Spring Night pada adegan serta dialog berikut yang sebelumnya telah dikelompokkan dalam analisis data dengan warna kuning untuk mewakili kode grup tersebut. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Gambar 4. Mengenalkan profesi pustakawan Pada cuplikan adegan yang digambarkan pada gambar 4. mengenalkan profesi Lee Jeong In yang tidak sengaja bertemu nenek Yoo Eun U saat berada di luar perpustakaan, kemudian memperkenalkan dirinya sebagai seorang pustakawan di tempat biasanya Yoo Eun U berkunjung. Lee Jeong In dalam dialognya dapat diinterpretasikan sebagai menyatakan . o expres. bahwa dirinya seorang pustakawan dengan intonasi yang tegas dengan ekspresi senang. Ini mengandung makna bahwa Lee Jeong In bangga dengan profesinya sebagai pustakawan bahkan ketika dirinya dikenali oleh orang lain di luar perpustakaan. Sikap bangga seorang pustakawan terhadap profesinya ini dapat membawa dampak baik pada tugasnya dalam perpustakaan serta membawa dampak baik bagi peningkatan kompetensi dan keterampilan pustakawan. Bangga terhadap profesi pustakawan ini berdampak pada kemauan pustakawan untuk terus berkembang dalam pengelolaan perpustakaan. Hal ini selaras dengan pendapat Hee Yoon . kemauan dalam berkembang harus disadari oleh pustakawan bahwa dunia informasi dan perpustakaan membutuhkan kemauan dalam peningkatan kemampuan. Dalam peraturan kode etik yang ditetapkan oleh National Library of Korea . pada bab 2 pasal 5 tentang pengembangan diri menjelaskan bahwa di . mengembangkan bakat melalui pengembangan yang berkelanjutan dengan tujuan memberikan pelayanan informasi yang terbaik kepada masyarakat dan pengguna, pegawai senantiasa memperoleh pengetahuan, informasi, dan teknologi yang sesuai dengannya. Kompetensi dan kualifikasi tersebut harus Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 senantiasa dilatih serta dikembangkan oleh diri seorang pustakawan sebagai adaptasi atas perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemauan serta kemampuan pustakawan dalam mengelola perpustakaan dengan baik direpresentasikan dalam beberapa cuplikan adegan berikut yang mana sebagai bentuk upaya memperbaiki citra pustakawan dalam drama Korea Selatan One Spring Night. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 PENUTUP Simpulan Dengan pendekatan analisis hermeneutika yang telah dilakukan terhadap beberapa cuplikan adegan drama Korea Selatan One Spring Night didapatkan Meskipun tokoh-tokoh dalam drama ini adalah fiktif, tetapi alur profesi pustakawan dalam drama ini khususnya terkait pekerjaan pustakawan seperti shelving, pengolahan bahan pustaka, membantu pemustaka, dan lainnya berdasarkan pada kenyataan di dunia perpustakaan. Oleh karena itu, berdasarkan hasil penelitian ditemukan dan terjawab bagaimana representasi dari profesi pustakawan yang ditampilkan dalam ketiga karakter pustakawan drama One Spring Night. Ketiga tokoh pustakawan yakni Lee Jeong In. Seo Young Jo, dan Oh Ha Rin mampu menciptakan karakter pustakawan yang kompeten dan bertanggung jawab dalam tugasnya sebagai pustakawan serta mampu menampilkan karakter pustakawan yang ramah dan komunikatif ditunjukkan melalui komunikasi yang dibangun antara ketiga karakter pustakawan dengan pemustaka baik orang dewasa ataupun komunikasi dengan anak-anak. Namun, disisi lain karakter Seo Young Jo masih menampilkan karakter pustakawan seperti stereotip pustakawan. Karakter pustakawan Lee Jeong In dan Oh Ha Rin yang sangat memperhatikan pemustaka serta berusaha berinovasi menciptakan ide baru dalam setiap kegiatan perpustakaan dimunculkan sebagai bagian upaya drama tersebut menciptakan citra positif profesi pustakawan untuk mengurangi stereotip pustakawan pada umumnya. Saran Peneliti mengajukan saran yang dapat diterapkan oleh pustakawan dan organisasi profesi pustakawan bahwa pustakawan maupun individu yang sedang belajar ilmu perpustakaan dapat mencontoh karakter pustakawan yang direpresentasikan dalam drama ini di antaranya . bertanggung jawab pada . perpustakaan, . membangun komunikasi yang baik dengan pemustaka, . meningkatkan inovasi dan kreativitas untuk kemajuan perpustakaan, . memperhatikan kebutuhan bacaan/ informasi pemustaka . Meningkatkan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 kompetensi di bidang perpustakaan. Selain itu, untuk kemajuan pendidikan ilmu perpustakaan karakter pustakawan tersebut dapat ditanamkan pada pribadi setiap calon pustakawan sehingga nantinya menjadi pustakawan yang humanis tidak hanya kompeten. Saran peneliti yang kedua ditujukan kepada segenap kreator seni utamanya kreator film untuk ke depannya lebih menghadirkan citra positif dalam penggambaran atau representasi profesi pustakawan dalam suatu film. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 18 Nomor 1 Mei 2024 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 DAFTAR PUSTAKA