Jurnal Kebidanan Besurek ISSN : 2527 - 3698 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE (ANC) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOMULYO KOTA BENGKULU Factors Connected With Antenatal Care Examination (ANC) In The Working Region Of Puskesmas Sidomulyo Bengkulu City Herlinda Akademi Kesehatan sapta Bakti Bengkulu Jl. Mahakam Raya No. 16 Bengkulu midfiweryjournal@yaho. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan pemeriksaan antenatal care (ANC) di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian analitik, menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester 1, 2 dan 3 yang berjumlah 67 orang di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu. Teknik pengambilan sampel ini menggunakan total sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner : Hasil penelitian didapatkan : ,4%) responden mempunyai pengetahuan tinggi, . ,8%) responden dengan pendidikan menengah, . ,6%) responden dengan dukungan suami baik, . ,7%) responden dengan tidak pemeriksaan ANC. ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pemeriksaan ANC di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu dengan kategori sedang. ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan pemeriksaan ANC di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu dengan kategori . ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan pemeriksaan ANC di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu dengan kategori sedang. Kepada berbagai pihak, khususnya tenaga kesehatan harus meningkatkan lagi memberikan konsling dan penyuluhan terutama dalam pemeriksaan ANC bagi ibu hamil. Kata kunci : Pengetahuan. Pendidikan. Dukungan Suami. Pemeriksaan ANC Abstrack This research aims to study the factors associated with antenatal care (ANC ) in Bengkulu city Puskesmas. This research is analytic, using a cross-sectional design. The population in this study were all pregnant women trimester 1, 2 and 3 totaling 67 people in Puskesmas Sidomulyo Bengkulu city. This sampling technique using total sampling. Collecting data in this study using a questionnaire: The results showed: . there are as many . 4%) of respondents had high knowledge, . as many . 8%) of respondents with secondary education, . as many . 6%) of respondents with support good husband, . as many . 7%) of respondents with poor. there is a significant relationship between knowledge and ANC examination in Puskesmas Sidomulyo Bengkulu to the medium category. there is a significant relationship between education and of pregnant women at ANC examination in Puskesmas Sidomulyo Bengkulu to the medium category. there is a significant relationship between education and of pregnant women at ANC examination in Puskesmas Sidomulyo Bengkulu to the medium category. To various parties, particularly the health workers should increase again give konsling and counseling, especially in the examination of the ANC for pregnant women. Keywords: Knowledge. Education. Husband's Support. Examination ANC Jurnal Kebidanan Besurek PENDAHULUAN Berdasarkan penelitian World Health Organization (WHO) pada tahun 2010, 000 ibu meninggal akibat persalinan yang 99% kematian ibu akibat masalah persalinan dan kelahiran terjadi di negara-negara berkembang merupakan angka tertinggi dengan 450 kematian ibu per 100. kelahiran hidup jika dibandingkan dengan rasio kematian ibu sembilan negara maju dan 51 negara persemakmuran. Sekitar 20-30% dari kehamilan mengandung resiko/komplikasi yang dapat menyebabkan kesakitan dan kematian ibu dan bayinya (Diyen, 2. Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 didapatkan data angka kematian ibu (AKI) sebesar 228 per 000 kelahiran hidup, mengalami penurunan jika dibandingkan dengan angka kematian ibu (AKI) tahun 2002 yaitu 307 per 100. kelahiran hidup. Data AKI tersebut membuat Indonesia mulai optimis bahwa target MDGs untuk AKI tahun 2015 adalah sebesar 102 per 000 kelahiran hidup dapat tercapai. Tetapi Saat ini status kesehatan ibu dan anak di Indonesia masih jauh dari yang diharapkan, ditandai dengan masih tingginya angka kematian ibu (AKI), dan angka kematian bayi (AKB) berdasarkan SDKI 2012 bahwa AKI tercatat mengalami kenaikan yang signifikan yaitu 359 per 100. 000 kelahiran hidup (SDKI. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. Tahun 2013 yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangke. Cakupan pelayanan antenatal pertama kali tanpa memandang trimester kehamilan (K1 akse. meningkat dari 92,7% pada tahun 2010 menjadi 95,2% pada Peningkatan akses ini juga sejalan dengan cakupan ibu hamil yang mendapat pelayanan antenatal pertama pada trimester pertama kehamilan (K1 Trimester . , yaitu dari 72,3% pada tahun 2010 menjadi 81,3% pada Demikian pula pada tahapan selanjutnya, cakupan pelayanan antenatal sekurang-kurangnya empat kali kunjungan (K. juga meningkat dari 61,4% pada tahun 2010 menjadi 70,0% pada tahun 2013 (Riskesdas. Upaya yang dilakukan salah satunya dengan meningkatkan derajat kesehatan kepada ISSN : 2527 - 3698 kelompok sasaran yang rentan yaitu ibu hamil dengan melakukan antenatal care (ANC) yaitu pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan kepada ibu selama masa kehamilannya secara teratur dan lengkap (K1 dan K. Kunjungan pemeriksaan kehamilan merupakan daya ungkit yang besar untuk menurunkan tingkat kesakitan dan kematian Semakin tinggi pemeriksaan kehamilan, semakin besar kemungkinan untuk menjaring dan menangani resiko kehmilan sedini mungkin dan tepat waktu, trimester I satu kali, trimester II satu kali, trimester i dua kali selama Untuk memantau pelayanan ANC pemerintah menggunakan indikator K1 . unjungan pertama kehamila. dan K4 . unjungan ke empat atau lebi. guna kehamilan yang sesuai standar. Target nasional yang harus dicapai K1 dan K4 di Indonesia adalah K1 . %) dan K4 . %) (Manuaba. Menurut Mufdlilah . antenatal care adalah mempromosikan dan menjaga kesehatan fisik dan mental ibu dan bayi dengan memberikan pendidikan gizi, kebersihan diri dan proses kelahiran bayi. Mendeteksi dan menatalaksanakan komplikasi medis, bedah ataupun obstetri selama persalinan serta rencana kesiagaan menghadapi Serta membantu menyiapkan ibu untuk menyusui dengan sukses, menjalankan puerpeium normal, dan merawat anak secara fisik, psikologis dan sosial. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi seorang ibu hamil memandang kehamilannya. Diantaranya adalah sosial budaya, pengetahuan, pekerjaan, tingkat pendidikan ibu hamil, tingkat ekonomi, dukungan suami, pengalaman tentang pelayanan kesehatan, serta peran tenaga kesehatan dalam masyarakat. Faktor-faktor tersebut merupakan sebab perilaku yang mendasari seorang ibu hamil melakukan (Sarwono, 2. Hal ini juga didukung oleh Sari . Hubungan dukungan suami dengan motivasi ibu hamil dalam memeriksakan kehamilan antenatal care di Puskesmas Bathil Dolopo Madiun, yang menyatakan bahwa ada hubungan antara Jurnal Kebidanan Besurek ISSN : 2527 - 3698 dukungan suami dengan motivasi ibu hamil dilakukan penelitian tentang faktor-faktor yang dalam memeriksakan kehamilan antenatal care berhubungan dengan ibu hamil pada dengan jumlah sampelnya 44 orang ibu hamil. pemeriksaan antenatal care (ANC) di Wilayah Berdasarkan laporan Dinas Provinsi Sidomulyo Kota Bengkulu. Bengkulu tahun 2013 tercatat angka cakupan pemeriksaan ibu hamil (K. adalah 94,11% METODE DAN BAHAN atau sebanyak 6. 824 dari 7. 251 orang ibu Desain penelitian ini menggunakan cross hamil, angka ini masih dibawah target nasional sectional dimana variabel independen dan . %) sedangkan cakupan ibu hamil (K. di variabel dependen dikumpulkan dalam waktu Kota Bengkulu pada tahun 2013 adalah 85,71% bersamaan (Notoadmodjo, 2. Populasi atau sebanyak 6. 215 orang dari 7. 251 orang dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil ibu hamil, angka ini masih dibawah target di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo nasional . %) (Dinkes Provinsi Bengkulu. Kota Bengkulu pada bulan Juni tahun 2014 berjumlah 67 orang. Sampel diambil dengan Cakupan pemeriksaan ibu hamil (K. di teknik total sampel. Kota Bengkulu adalah 93,9% meningkat bila dibanding dengan tahun sebelumnya yaitu pada Variabel penelitian ini meliputi variabel tahun 2012 sebesar 87,7% dan cakupan independen . yaitu pengetahuan, pemeriksaan ibu hamil (K. di Kota Bengkulu pendidikan dan dukungan susmi dengan skala adalah 88,5% meningkat bila dibandingkan ukur ordinal, variabel ini diukur menggunakan dengan tahun 2012 sebesar 81,5%, meskipun cakupan pemeriksaan ibu hamil di tiap-tiap lembar koesioner. Sedangkan puskesmas berbeda (Dinkes Kota Bengkulu, pemeriksaan ANC adalah variabel dependent 2. yaitu Kunjungan Ibu hamil ketempat Berdasarkan survei tanggal 01-04 Maret pelayanan kesehatan untuk memeriksakan 2014 di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo kehamilannya, dengan skala ukur nominal. Kota Bengkulu, didapatkan 6 orang ibu hamil Variabel ini diukur menggunakan instrumen yang usia kehamilannya Ou 36 minggu. Dari lembar kuesioner. grandemultipara dan 2 orang multipara yang Pengumpulan data penelitian dilakukan di mengatakan tidak harus memeriksakan Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota kehamilannya secara rutin dan tidak harus Bengkulu Pada Bulan Juni tahun 2014. memeriksakan kehamilannya tiap bulannya Pengumpulan data tetapi melakukan pemeriksaan saat ada keluhan saja sehingga responden tidak teratur dalam pengukuran dari hasil kuesioner yang pemeriksaan kehamilan dikarenakan kurangnya dibagikan pada seluruh ibu hamil. Data pengetahuan ibu hamil tentang pemeriksaan dianalisis menggunakan uji Chi-Square(X. Antenatal Care. Oleh karena itu maka akan frekuensi dari berbagai variabel yang HASIL diteliti, baik independen . Analisa Univariat Analisis pendidikan, dan dukungan suam. maupun memperoleh gambaran tentang distribusi variabel dependen . emeriksaan ANC). Tabel 1: Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil Pada Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu No. Pengetahuan Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Jumlah Frekuensi Persentase (%) Sumber: data primer 2014 Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat dari 67 sampel terdapat 11 orang . ,4%) dengan Vol. No. Juni 2017 : 49 - 59 pengetahuan sangat rendah, 18 orang . ,9%) dengan pengetahuan rendah, 19 orang . ,4%) Jurnal Kebidanan Besurek ISSN : 2527 - 3698 dengan pengetahuan sedang dan 19 orang . ,4%) dengan pengetahuan tinggi. Tabel 2 : Distribusi Frekuensi Pendidikan Ibu Hamil Pada Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu No. Pendidikan Frekuensi Dasar Menengah Tinggi Jumlah Persentase (%) Sumber: data primer 2014 Berdasarkan Tabel 2 diatas dapat dilihat . ,8%) dengan pendidikan menengah, dan 22 orang . ,8%) dengan pendidikan tinggi. bahwa dari 67 sampel terdapat 19 orang . ,4%) dengan pendidikan dasar, 26 orang Tabel 3 : Distribusi Frekuensi Dukungan Suami Ibu Hamil Pada Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu No. Dukungan Suami Kurang baik Baik Jumlah Frekuensi Persentase (%) Sumber: data primer 2014 Berdasarkan Tabel 3 dapat dilihat dari 67 orang sampel terdapat 19 orang . ,4%) dengan dukungan suami kurang baik, 48 orang . ,6%) dengan dukungan suami baik. Tabel 4 : Distribusi Frekuensi Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu No. Pemeriksaan ANC Frekuensi Tidak Jumlah Persentase (%) Sumber: data primer 2014 Berdasarkan Tabel 4 diatas dapat dilihat dari 67 sampel terdapat 34 orang . ,7%) dengan tidak melakukan Pemeriksaan ANC dan 33 orang . ,3%) melakukan pemeriksaan ANC. Analisis Bivariat Analisis bivariat dilakukan untuk independen . engetahuan, pendidikan, dan dukungan suam. dan variabel dependen . emeriksaan ANC), dilakukan dengan menggunakan uji chi-square (X. Yang dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan pemeriksaan antenatal care (ANC) di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu. Adapun hasil dan analisanya dapat dilihat pada tebel sebagai Tabel 5 : Hubungan Pengetahuan dengan Pemeriksaan antenatal care (ANC) di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu. Pengetahuan Pemeriksaan ANC Tidak Vol. No. Juni 2017 : 49 - 59 Total Nilai P Jurnal Kebidanan Besurek Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Jumlah Sumber: data primer 2014 Berdasarkan Tabel 5 diatas dapat diketahui bahwa dari 11 orang pengetahuan sangat rendah terdapat 8 ,7%) dengan tidak ANC, 3 ,3%) dengan pemeriksaan ANC, dari 18 orang pengetahuan rendah terdapat 16 orang . ,9%) dengan tidak ANC, 2 orang . ,1%) dengan pemeriksaan ANC, dari 19 orang pengetahuan sedang terdapat 6 ,6%) dengan tidak ANC, 13 ,4%) dengan pemeriksaan ANC, dari 19 orang pengetahuan tinggi terdapat 4 orang . ,1%) dengan tidak ANC, 15 orang . ,9%) ISSN : 2527 - 3698 0,000 0,498 dengan ANC. maka digunakan uji pearson Chi-Square. Hasil uji Pearson Chi-square didapat nilai = 22,099 dengan P=0,000<0,05 berarti signifikan, maka Ho ditolak Ha diterima. Jadi terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pemeriksaan ANC. Hasil coefficient didapat nilai C=0,498 P=0,000<0,05 Tabel 6 : Hubungan Pendidikan Ibu Hamil dengan Pemeriksaan ANC di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu. Pendidikan Pemeriksaan ANC Tidak Total Nilai P Dasar Menengah Tinggi Jumlah 0,001 0,404 Sumber: data primer 2014 Berdasarkan Tabel 6 diatas dapat Hasil uji Pearson Chi-square didapat diketahui bahwa dari 19 orang pendidikan nilai = 13,056 dengan P=0,001<0,05 berarti dasar terdapat 15 orang . ,9%) dengan tidak signifikan, maka Ho ditolak Ha diterima. Jadi ANC, 4 orang . ,1%) dengan ANC, dari 26 terdapat hubungan yang signifikan antara orang pendidikan menengah terdapat 14 orang pendidikan dengan pemeriksaan ANC. ,8%) dengan tidak ANC, 12 orang . ,2%) Hasil uji contingency coefficient dengan ANC, dari 22 orang pendidikan tinggi didapat nilai C=0,404 dengan P=0,001<0,05 terdapat 5 orang . ,7%) dengan tidak ANC 17 orang . ,3%) dengan ANC. digunakan uji pearson Chi-Square. Tabel 7 : Hubungan Dukungan Suami dengan Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu. Dukungan Pemeriksaan ANC Tidak Vol. No. Juni 2017 : 49 - 59 Total Nilai P Jurnal Kebidanan Besurek Kurang Baik Jumlah Berdasarkan Tabel 7 di atas dapat diketahui bahwa dari 19 orang dukungan suami kurang terdapat 16 orang . ,2%) dengan tidak ANC, 3 orang . ,8%) dengan ANC, dari 48 orang dukungan suami baik terdapat 18 orang . ,5%) dengan tidak ANC, 30 orang . ,5%) dengan ANC. digunakan uji statistik Chi-Square (Continuity Correctio. Hasil uji statistik Chi-square . ontinuity correctio. didapat nilai = 10,087 dengan p=0,001<0,05 berarti signifikan, maka Ho ditolak Ha diterima. Jadi terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan pemeriksaan ANC. Hasil uji contingency coefficient didapat nilai C=0,388 dengan P=0,001<0,05 berarti signifikan. PEMBAHASAN Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu Dilihat dari pengetahuannya, dari seluruh responden terdapat 19 orang . ,4%) memiliki pengetahuan tinggi, 19 ,4%) memiliki pengetahuan sedang, 18 orang . ,9%) memiliki pengetahuan rendah dan 11 orang . ,4%) memiliki pengetahuan sangat Ibu dengan pengetahuan tinggi terdapat 15 orang . ,9%) melakukan pemeriksaan ANC, sedangkan ibu dengan pengetahuan sedang 13 orang . ,4%) melakukan pemeriksaan ANC, ibu dengan pengetahuan yang rendah 16 ,9%) ANC, pengetahuan sangat rendah 8 orang . ,7%) tidak melakukan pemeriksaan ANC. Selain itu masih ada ibu hamil dengan pengetahuan tinggi 4 orang . ,1%) tidak melakukan pemeriksaan ANC, ibu dengan pengetahuan sedang 6 ,6%) ANC, pengetahuan rendah 2 orang . ,1%) melakukan pemeriksaan ANC, ibu dengan pengetahuan sangat rendah 3 Vol. No. Juni 2017 : 49 - 59 ISSN : 2527 - 3698 10,087 0,001 0,388 ,3%) melakukan pemeriksaan ANC. Terdapat 3 orang ibu hamil yang pengetahuannya sangat rendah melakukan pemeriksaan ANC yaitu (Ny. Ny. Ny. M) yaitu pertama Ny. N yang SMA sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) ini merupakan salah satu faktor ibu dalam memeriksakan ANC karena Ny. N tidak terlalu sibuk dengan pekerjaannya, kedua Ny. R yang berpendidikan SD dan pekerjaannya sebagai IRT ini salah satu faktor ibu untuk melakukan pemeriksaan ANC tidak terlalu sibuk dengan pekerjaannya, dan Ny. M yang berpendidikan SMP yang pekerjaannya sebagai IRT yang hanya mengurus suami dan anaknya dan Ny. M mendapatkan melakukan pemeriksaan ANC seperti mengingatkan waktu pemeriksaan dan mengantarkan istrinya dalam periksa Sebaliknya 4 orang ibu hamil yang pengetahuannya tinggi yaitu (Ny. Ny. Ny. Ny. M) memiliki motivasi yang kurang baik dalam melakukan pemeriksaan ANC Hal ini disebabkan adanya faktor lain yaitu pertama Ny. E yang berpendidikan S1 yang pekerjaannya sebagai PNS, ini merupakan kehamilan kedua Ny. E sehingga kunjungan ANC menjadi berkurang karena Ny. E menganggap bahwa dia memiliki pengalaman yang cukup sehingga kurang memeriksakan Kedua Ny. N yang berpendidikan SMA dan pekerjaannya sebagai pedagang ini salah satu penyebab Ny. N kurang untuk memeriksakan kehamilannya terlalu sibuk dengan Ketiga Ny. S yang berpendidikan SMA dan pekerjaannya sebagai IRT. Ny. S kurang memeriksakan mendapatkan dukungan dari suaminya yang sibuk bekerja dan menganggap bahwa dia memiliki pengalaman yang memeriksakan kehamilannya. Dan Ny. Jurnal Kebidanan Besurek SMP pekerjaannya sebagai pedagang dengan pekerjaannya sehingga kurang dalam memeriksakan kehamilannya. Hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pemeriksaan ANC di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu. Hasil uji Contingency coefficient didapat bahwa hubungan pengetahuan dengan pemeriksaan ANC adalah kategori hubungan sedang. Hal ini dikarenakan ada faktor lain menurut penelitian Nurrobhika . , hubungan yang signifikan antara sosial budaya dengan frekuensi kunjungan pemeriksaan ibu hamil antenatal care (ANC) dengan kategori hubungan erat. Faktor utama yang menyebabkan tingginya ANC adalah faktor sosial budaya dengan faktor utama tersebut sehingga mempengaruhi kebiasaan atau perilaku ibu-ibu dalam melakukan pemeriksaan kehamilan (ANC). Keadaan tersebut mencerminkan bahwa pengetahuan secara parsial mempunyai keeratan hubungan dengan pemeriksaan ANC, artinya semakin tinggi pengetahuan ibu maka ibu akan melakukan pemeriksaan ANC. Hal ini sejalan dengan penelitian Lies . , bahwa Berdasarkan hasil penelitian mempunyai tingkat pengetahun rendah yaitu 5 responden . ,1%), sedang 47 responden . ,8%) dan tinggi 10 responden . ,1%) untuk memeriksakan kehamilannya dengan menggunakan USG. Dan ditegaskan oleh Notoatmodjo pengetahuan adalah bukti seseorang melalui proses pengingatan atau pengenalan informasi atau tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap objek tertentu. Hal tersebut juga didukung oleh Dwi . yang menyatakan bahwa Pengetahuan ibu hamil berpengaruh pada kunjungan ANC, karena pengetahuan yang dimiliki ibu mempengaruhi pola pikir yang akhirnya akan mengubah perilaku ibu menuju perilaku yang sehat. Pengetahuan tentang kehamilan yang dimiliki oleh ibu hamil berarti mempengaruhi perilaku ibu dalam melakukan kunjungan ANC sehingga bahaya kehamilan yang tidak diinginkan Vol. No. Juni 2017 : 49 - 59 ISSN : 2527 - 3698 dapat dihindari. Ibu yang mempunyai kehamilanya maka ibu akan mempunyai kesadaran yang tinggi untuk merawat Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan rutin melakukan pemeriksaan ANC. Hubungan Pendidikan Ibu Hamil Dengan Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu Berdasarkan pendidikannya, dari seluruh responden terdapat 22 orang . ,8%) yang memiliki pendidikan tinggi, 26 orang . ,8%) memiliki pendidikan menengah dan 19 orang . ,4%) memiliki pendidikan dasar. Ibu dengan pendidikan tinggi 17 orang . ,3%) melakukan ANC, pendidikan sedang 14 orang . ,8%) tidak melakukan pemeriksaan ANC, ibu dengan pendidikan dasar 15 orang . ,9%) melakukan pemeriksaan ANC. Selain itu masih ada ibu dengan pendidikan yang tinggi terdapat 5 orang . ,7%) tidak melakukan pemeriksaan ANC, begitu pula ibu dengan pendidikan sedang terdapat 12 orang . ,2%) melakukan pemeriksaan ANC, serta juga ada ibu dengan pendidikan dasar 4 orang . ,1%) melakukan pemeriksaan ANC. Hal ini terjadi karena faktor lain yang melakukan pemeriksaan ANC. Terdapat berpendidikan dasar yaitu: (Ny. Ny. Ny. Ny. W) melakukan pemeriksaan ANC hal ini mungkin dikarenakan pertama Ny. R yang pekerjaannya sebagai IRT ini salah satu faktor ibu untuk melakukan pemeriksaan ANC tidak terlalu sibuk dengan pekerjaannya, kedua Ny. Y dengan pekerjaannya sebagai IRT dan selalu mendapatkan dukungan dari suaminya selalu ada waktu untuk mengantarkan istrinya memeriksakan kehamilannya ke bidan, ketiga Ny. yang pekerjaannya sebagai IRT yang hanya mengurus suami dan anaknya dan Ny. M mendapatkan dukungan dari suaminya dalam melakukan pemeriksaan ANC seperti mengingatkan waktu pemeriksaan dan mengantarkan istrinya Jurnal Kebidanan Besurek dalam periksa kehamilannya dan terakhir Ny. W yang pekerjaannya sebagai IRT memiliki motivasi yang baik dalam memeriksakan kehamilan dikarenakan sering mendapatkan informasi dari temantemannya. Sebaliknya 5 orang ibu hamil yang berpendidikan tinggi yaitu (Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. E) tidak melakukan pemeriksaan ANC disebabkan adanya faktor lain pertama Ny. E dengan pekerjaannya sebagai wirausaha sehingga kurang dalam melakukan pemeriksaan ANC pekerjaannya, kedua Ny. D dengan pekerjaannya pedagang sehingga kurang ANC dikarenakan sibuk dengan pekerjaannya, ketiga Ny. E yang pekerjaannya wirausaha, ini merupakan kehamilan kedua Ny. E sehingga kunjungan ANC menjadi berkurang karena Ny. menganggap bahwa dia pengalaman yang cukup sehingga kurang untuk memeriksakan kehamilannya. Ny. D yang pengetahuannya sangat rendah memeriksakan kehamilannya. Ny. E yang pengetahuannya rendah sehingga kurang untuk memeriksakan kehamilannya. Hasil uji chi-square menunjukan pendidikan dengan pemeriksaan ANC di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu. Hasil uji Contingency coefficient didapatkan kategori hubungan Hal ini menunjukkan masih ada pemeriksaan ANC seperti pekerjaan, pengetahuan, dukungan suami, sikap ibu hamil dan sosial budaya. penelitian Nurrobhika . , hubungan yang signifikan antara sosial budaya dengan frekuensi kunjungan pemeriksaan ibu hamil antenatal care (ANC) dengan kategori hubungan erat. Faktor utama yang menyebabkan tingginya ANC adalah faktor sosial budaya dengan faktor utama tersebut sehingga mempengaruhi kebiasaan atau perilaku ibu-ibu dalam melakukan pemeriksaan kehamilan (ANC). Ini Pendidikan seseorang akan kepatuhannya terutama Vol. No. Juni 2017 : 49 - 59 ISSN : 2527 - 3698 dalam memotivasi ikut serta dalam pembangunan kesehatan. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang semakin mudah menerima informasi sehingga dapat mempengaruhi seseorang bertindak atau berbuat kearah yang lebih baik (Notoatmodjo, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian Wiwin . bahwa 15 orang ibu hamil yang berpendidikan tinggi ternyata hampir seluruh ibu hamil yaitu 14 orang . ,3%) melaksanakan frekuensi ANC dengan kategori baik dan hanya 1 orang . ,7%) ibu hamil yang frekuensi ANC Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan yang rendah akan mempengaruhi peran serta masyarakat, begitu juga halnya dengan pendidikan ibu hamil akan mempengaruhi dalam pelaksanaan Antenatal Care. Pendidikan sangatlah penting dan berpengaruh pada ibu hamil untuk menentukan sikap dan koping terhadap kehamilannya agar kehamilannya normal dan memperoleh kesejahteraan bagi diri dan bayinya. Dapat disimpulkan bahwa ibu hamil sangat dipengaruhi oleh pola pikir dan pengalamannya yang diperoleh dari Ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ANC dikaitkan dengan tingkat pendidikan terlihat bahwa semakin tinggi pendidikannya maka semakin banyak persentase dan motivasi ibu hamil untuk datang ke pelayanan ANC. Hubungan Dukungan Suami Dengan Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu Dilihat dari dukungan suaminya, dari seluruh responden terdapat 48 orang . ,6%) melakukan pemeriksaan ANC dan 19 orang . ,4%) tidak melakukan pemeriksaan ANC. Ibu dengan dukungan suami baik terdapat 30 orang . ,5%) melakukan pemeriksaan ANC, sedangkan ibu dengan dukungan suami kurang baik terdapat 16 orang . ,2%) tidak melakukan pemeriksaan ANC, selain itu ibu dengan dukungan saumi baik terdapat 18 orang . ,5%) tidak melakukan pemeriksaan ANC, serta juga ada ibu dengan dukungan suami kurang baik 3 Jurnal Kebidanan Besurek orang . ,8%) melakukan pemeriksaan ANC. Terdapat 3 orang ibu dengan dukungan suami kurang yaitu (Ny. Ny. Ny. R) melakukan pemeriksaan ANC. Hal ini dikarenakan hal ini dikarenakan ada faktor penyebabnya seperti Ny. yang berpendidikan S1 dan pekerjaannya PNS pentingnya pemeriksaan ANC. Ny. berpendidikan S1 dan pekerjaannya IRT pemeriksaan ANC dengan harapan janin yang dikandungnya dapat sehat dan lahir selamat, dan Ny. R berpendidikan S1 dan sebagai PNS melakukan pemeriksakan ANC karena jarak dengan tempat pelayanan kesehatan dekat dengan tempat Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara dukungan suami dengan pemeriksaan ANC di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu. Hasil uji Contingency bahwa kategori hubungannya adalah Hal ini menunjukkan bahwa ada pemeriksaan ANC seperti pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sosial budaya dan jarak tempat tinggal dengan tempat pelayanan kesehatan. menurut penelitian Nurrobhika . , ada hubungan yang signifikan antara sosial budaya dengan frekuensi kunjungan pemeriksaan ibu hamil antenatal care (ANC) dengan kategori hubungan erat. Faktor utama yang menyebabkan tingginya ANC adalah faktor sosial budaya dengan faktor utama tersebut sehingga mempengaruhi kebiasaan atau perilaku ibu-ibu dalam (ANC). Hal ini menunjukkan bahwa dukungan suami yang baik akan menyebabkan kunjungan ANC pada ibu hamil semakin lengkap dengan demikian ibu akan merasa tenang, nyaman, aman dan kehamilan pun akan sehat, sehingga harapan bahwa ibu dan bayi lahir sehat akan tercapai. Hal ini sejalan dengan penelitian Sari . bahwa pada dukungan suami Vol. No. Juni 2017 : 49 - 59 ISSN : 2527 - 3698 didapatkan hasil yang baik sebanyak 31 responden . ,45%) dan yang buruk sebanyak 13 responden . ,56%). Motivasi ibu hamil dalam memeriksakan kehamilan ANC didapatkan hasil yang baik sebanyak 29 orang . ,9%) dan yang buruk sebanyak 15 orang . ,1%). Pemeriksaan kehamilan ANC dilakukan untuk memeriksa keadaan ibu hamil dan janin secara berkala, yang diikuti dengan upaya koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan. Salah satu faktor yang mempengaruhi pemeriksaan kehamilan (ANC) Dukungan suami yang baik dapat memberikan motivasi yang baik kepada ibu dalam memeriksakan kehamilan ANC. Hasil penelitian ini didukung juga Suryaningsih mengatakan bahwa dengan peran keluarga khususnya suami, sangat diperlukan bagi seorang wanita hamil. Keterlibatan diberikan suami kepada kehamilan akan mempererat hubungan antara ayah anak dan suami istri. Dukungan yang diperoleh oleh ibu hamil akan membuatnya lebih tenang dan nyaman dalam kehamilannya. Hal ini akan memberikan kehamilan yang Dukungan yang dapat diberikan oleh suami misalnya dengan mengantar ibu memeriksakan kehamilan, memenuhi keinginan ibu hamil yang mengidam, mengingatkan minum tablet besi, maupun membantu ibu malakukan kegiatan rumah tangga selama ibu hamil. Walaupun suami melakukan hal kecil namun mempunyai makna yang tinggi dalam meningkatkan keadaan psikologis ibu hamil ke arah yang lebih baik. Hal ini Sejalan dengan teori menurut Margareth. ZH . dukungan sosial mempunyai tiga komponen inti yaitu dukungan emosi adalah hubungan yang hangat dan pertemanan, atau kesediaan untuk dukungan informasi adalah pemberian saran informasi atau saran yang baik, dan dukungan praktik atau nyata yang bersifat finansial atau dapat berupa dekungan kenyamanan fisik selama kehamilan. Jurnal Kebidanan Besurek SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu tahun 2014, ibu hamil yang pengtahuannya tinggi, dukungan dari suami ada hubungan yang signifikan dengan Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu SARAN Diharapkan petugas kesehatan dapat selalu menginformasikan dan memberikan pengetahuan yang baik melalui konsling atau penyuluhan kesehatan terutama dalam hal kunjungan ANC seperti lebih menginformasikan lagi tentang tanda bahaya kehamilan, manfaat imunisasi TT dan dampak yang terjadi apabila tidak melakukan pemeriksaan antenatal care oleh ibu hamil yang didukung oleh suaminya. Keterlibatan dan dukungan yang diberikan suami kepada kehamilan akan mempererat hubungan antara ayah anak dan suami istri dengan begitu pemeriksaan ANC pada ibu hamil dapat dilakukan secara lengkap sehingga angka kematian ibu maupun bayi dapat ditekan. DAFTAR PUSTAKA