Rampak Genteng Sebagai Media Pembelajaran Interdisipliner Gigin Ginanjar1. Otin Martini2. Nurudin3 original@gmail. com1 , otinmartini2@gmail. noer1967@gmail. Abstrak : Artikel ini meneliti potensi rampak genteng sebagai media pembelajaran interdisipliner yang mengintegrasikan dimensi seni, sejarah, dan pendidikan karakter dalam kerangka implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap siswa jenjang SMP dan SMA di Kabupaten Majalengka. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam aktivitas rampak genteng tidak hanya memberikan pengalaman estetik, tetapi juga berkontribusi secara signifikan terhadap pengembangan keterampilan sosial- emosional serta penguatan identitas budaya lokal. Integrasi rampak genteng dalam pembelajaran tematik dan program penguatan profil pelajar Pancasila terbukti efektif dalam mendorong kolaborasi antar pendidik dan memperkaya praktik pembelajaran berbasis kearifan lokal. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan adanya pelatihan profesional bagi guru, dukungan institusional dari pihak sekolah dan pemerintah daerah, serta perlunya studi lanjutan untuk mengkaji dampak jangka panjang terhadap pembentukan karakter dan capaian akademik peserta didik. Kata Kunci : rampak genteng, pembelajaran interdisipliner. Kurikulum Merdeka, karakter, budaya local PENDAHULUAN Saat ini, proses pembelajaran di sekolah dituntut untuk tidak semata-mata menekankan pencapaian akademis, tetapi juga harus mendorong pengembangan karakter, kemampuan sosial, serta penghargaan terhadap budaya Kurikulum Merdeka memberikan peluang luas bagi guru untuk mengadopsi pendekatan lintas disiplin yang berpijak pada konteks budaya dalam kegiatan belajar mengajar. Meski demikian, penerapan pembelajaran interdisipliner secara optimal masih menghadapi kendala, khususnya dalam hal menemukan media pembelajaran yang dekat dengan realitas siswa sekaligus mampu menumbuhkan minat mereka dalam belajar. Salah satu bentuk seni tradisional yang berpotensi besar mendukung pembelajaran lintas disiplin adalah Rampak Genteng. Seni ini menggabungkan unsur ritmis, gerakan tubuh, dan kebersamaan dalam memainkan genteng sebagai instrumen perkusi. Rampak Genteng bukan hanya menjadi sarana ekspresi artistik, tetapi juga mengandung nilai-nilai sejarah lokal serta pembentukan karakter seperti kedisiplinan, kerja tim, dan tanggung Kata "media" berasal dari bahasa Latin, merupakan bentuk jamak dari "medium" yang berarti sesuatu yang berada di antara dua pihak atau berfungsi sebagai perantara. Menurut Kustiono . , media pembelajaran mencakup segala jenis alat, baik perangkat keras maupun lunak, yang digunakan sebagai sarana komunikasi guna memperjelas informasi. Menurut Newby dan rekan-rekannya . mendefinisikan media sebagai saluran komunikasi yang berfungsi menyampaikan informasi kepada penerima pesan. Sementara itu, menurut Sukiman . menjelaskan bahwa media adalah sarana yang menyampaikan pesan dari sumber kepada penerima. Secara lebih spesifik, dalam konteks proses pembelajaran, sedangkan menurut Arsyad . mengartikan media sebagai alat bantu grafis, fotografis, atau elektronik yang digunakan untuk memahami, mengolah, dan menyusun kembali informasi, baik secara visual maupun verbal. Menurut (Durhan, 2. , pendekatan interdisipliner mendorong peserta didik untuk memahami materi pembelajaran melalui berbagai perspektif dan sudut pandang. Menurut (Subianto, 2. baik pendidik maupun peserta didik tidak seharusnya meremehkan atau menganggap rendah suatu bidang ilmu, karena setiap disiplin ilmu memiliki peran dan nilai fungsional dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, penerapan pendekatan interdisipliner menjadi sangat penting. Menurut (Turiman et al. , 2. keterampilan yang dibutuhkan pada abad ke-21 tidak cukup hanya dengan menguasai satu bidang keilmuan, melainkan mencakup kemampuan untuk menelaah permasalahan atau fenomena menggunakan berbagai pendekatan keilmuan. Cara pandang yang menyeluruh ini akan membantu membentuk karakter peserta didik agar siap menghadapi tantangan zaman. Beberapa kompetensi utama yang perlu dimiliki dan dikembangkan oleh peserta didik antara lain literasi digital, kemampuan berkomunikasi, pemikiran kritis dan inovatif, serta produktivitas. Maklonia Meling Moto. AuPengaruh Penggunaan Media Pembelajaran dalam Dunia PendidikanAy. Indonesian Journal of Primary Education. Vol. No. https://ejournal. edu/index. php/IJPE/article/view/16060/ Abdulloh Arif Wibowo. Sukma Perdana Prasetya. Hendri Prastiyono, dan Ketut Prasetyo. AuImplementasi Pendekatan Interdisipliner dalam Pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama: Studi Kasus pada Mata 93 | P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan rampak genteng sebagai media pembelajaran yang mengintegrasikan aspek seni, sejarah, dan pendidikan karakter. Selain itu, artikel ini juga membahas bagaimana keterlibatan siswa dalam rampak genteng dapat mengasah keterampilan sosial dan emosional mereka, sekaligus membangkitkan rasa bangga terhadap budaya daerah. Dengan pendekatan ini, rampak genteng dapat menjadi alternatif pembelajaran yang tidak hanya inovatif dan menyenangkan, tetapi juga memiliki makna sosial dan kultural yang mendalam. METODOLOGI Artikel ini disusun menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pendekatan tersebut dipilih untuk menguraikan serta menganalisis secara mendalam bagaimana praktik rampak genteng dimanfaatkan sebagai media pembelajaran interdisipliner di lingkungan sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap kegiatan rampak genteng di beberapa sekolah di Kabupaten Majalengka, wawancara dengan guru mata pelajaran Seni Budaya. Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Bimbingan Konseling, serta dokumentasi aktivitas siswa selama proses latihan hingga pementasan rampak genteng. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII. Vi dan X yang secara konsisten terlibat dalam kegiatan rampak genteng sebagai bagian dari implementasi proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan fokus pada narasi pengalaman siswa, perubahan perilaku yang diamati, serta bagaimana integrasi antar mata pelajaran diwujudkan melalui aktivitas seni tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Potensi Rampak Genteng sebagai Sarana Pembelajaran Interdisipliner Rampak genteng memiliki peran strategis sebagai media pembelajaran lintas disiplin karena mengandung berbagai unsur dari beragam bidang ilmu. Dari segi seni, rampak genteng memuat konsep-konsep ritme, pola, dinamika, serta ekspresi kolektif yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran seni musik maupun seni tari. Dalam perspektif historis, pemanfaatan genteng sebagai instrumen musik memberi pengenalan kepada siswa mengenai latar belakang budaya lokal, termasuk sejarah penggunaan genteng dalam arsitektur tradisional dan simbol kehidupan masyarakat agraris. Selain itu, pendidikan karakter tercermin dalam nilai-nilai seperti kerja sama, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap warisan budaya. Dengan menggunakan pendekatan tematik, rampak genteng mampu menggabungkan mata pelajaran seni budaya, sejarah, serta program penguatan karakter secara terpadu dan Pengaruh terhadap Keterampilan Sosial dan Emosional Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, keterlibatan siswa dalam kegiatan rampak genteng memberikan dampak positif terhadap keterampilan sosial mereka, termasuk kemampuan untuk berkomunikasi, bekerja sama, dan menyelesaikan konflik secara konstruktif. Proses latihan yang menuntut kekompakan mendorong siswa untuk saling mendengarkan, mendukung, dan berbagi peran. Selain itu, mereka juga belajar mengelola emosi, seperti mengatasi rasa gugup saat tampil serta belajar menerima kesalahan tanpa saling menyalahkan. Aspek emosional ini merupakan bekal penting dalam membangun kecerdasan emosional yang seringkali tidak tercakup dalam pembelajaran akademik konvensional. Dengan demikian, rampak genteng berfungsi sebagai wahana efektif untuk melatih kemampuan regulasi diri siswa sejak usia dini. Penerapan dalam Kegiatan Pembelajaran di Sekolah Kegiatan rampak genteng dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran tematik dalam Kurikulum Merdeka, baik melalui proyek penguatan profil pelajar Pancasila maupun program ekstrakurikuler. Peran guru sangat penting dalam merancang materi pembelajaran yang relevan dan bermakna bagi siswa. Kolaborasi antara guru seni, guru IPS, dan mata pelajaran lain diperlukan untuk menyusun modul yang mengaitkan unsur budaya, sejarah lokal, dan nilai-nilai karakter. Pelaksanaan kegiatan ini juga memerlukan dukungan dari pihak sekolah, seperti penyediaan sarana, jadwal latihan, dan ruang kegiatan. Kerja sama dengan seniman lokal atau komunitas seni di lingkungan sekitar sekolah akan semakin memperkaya proses pembelajaran dan membuka akses siswa terhadap sumber belajar yang lebih Pelajaran IPS di SMP Miftahurrohman GresikAy. Dialektika Pendidikan IPS,Volume4. : 91-104, https://ejournal. id/index. php/PENIPS/article/view/63778/48955/ 94 | P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l KESIMPULAN Rampak genteng menyimpan potensi besar sebagai media pembelajaran interdisipliner yang menyatukan elemen seni, sejarah, dan pendidikan karakter. Melalui kegiatan kolaboratif ini, siswa tidak hanya merasakan pengalaman estetik, tetapi juga mengembangkan kemampuan sosial, emosional, serta menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap budaya lokal. Model pembelajaran berbasis budaya seperti ini sangat sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka, yang menitikberatkan pada pembentukan profil pelajar Pancasila. Selain itu, kegiatan rampak genteng membuktikan bahwa pendekatan tematik dan lintas disiplin mampu meningkatkan kualitas proses belajar- mengajar di tingkat sekolah menengah pertama dan atas. Sekolah diharapkan dapat mengadopsi rampak genteng sebagai bagian dari pembelajaran tematik serta proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Guru perlu diberikan pelatihan khusus mengenai strategi integrasi pembelajaran berbasis kearifan lokal, agar dapat merancang rencana ajar yang kontekstual dan menarik bagi Serta peran pemerintah daerah dan dinas pendidikan yang perlu berperan aktif dalam menyediakan dukungan, baik berupa sarana, ruang latihan, maupun menjembatani kerja sama dengan komunitas seni setempat. Dan juga diperlukan studi lanjutan untuk meneliti dampak jangka panjang dari keterlibatan siswa dalam rampak genteng terhadap perkembangan karakter dan capaian akademik mereka. DAFTAR PUSTAKA