Tersedia secara online http://ejournal. uin-suska. id/index. php/IDJ EISSN: 2686-1267. P-ISSN: 2657-1536 Instructional Development Journal (IDJ) Volume: 5 Nomor: 1 April 2022 Halaman: Susanti Dewi Astuti et. Strategi Pembinaan Guru A. Crossref. GS. Moraref. Garuda. One Search Penerapan Teori Belajar Behavioristik B. F Skinner dalam Memotivasi Siswa pada Pembelajaran PAI di Sekolah Dasar Lusi Oktavia1. Maemonah2 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Indonesia INFO ARTIKEL Riwayat Artikel: Diterima: 28-09-2021 Disetujui: 30-09-2022 Diterbitkan: 19-10-2022 Kata kunci: Teori Belajar B. F Skinner Motivasi Pembelajaran PAI ABSTRAK Abstract: The background that prompted the researcher to conduct this research was to apply B. Skinner's learning theory to PAI learning and to be able to motivate students in PAI learning worship materials in class. As we know that there are still many students who experience a decline, especially in their morals. Teachers are responsible for correcting the moral decline that occurs in the classroom, both religious teachers and other teachers. Therefore. Islamic religious education is able to improve, change things that are not good, shortcomings and weaknesses in student beliefs. This relates to the formation of behavior in accordance with the theory of B. F Skinner. The purpose of this study was to find out how the process of applying B. F Skinner's theory in PAI learning in the classroom. With the implementation of learning based on the process of learning theory B. F Skinner is expected to be able to motivate students in the spirit of learning. The method that researchers use in this research is a type of qualitative research. The results showed that with the application of B. F Skinner's theory, students who previously had unruly behavior and lacked learning skills, after applying this theory, students' learning motivation and morals increased. Abstrak: Latar belakang yang mendorong peneliti melakukan riset ini adalah untuk menerapkan teori belajar B. F Skinner pada pembelajaran PAI dan mampu memotivasi siswa dalam pembelajaran PAI materi ibadah di kelas. Seperti yang kita ketahui bahwasannya masih banyak siswa yang mengalami kemerosotan terutama dalam akhlaknya. Guru bertanggung jawab untuk memperbaiki kemerosotan akhlak yang terjadi di kelas, baik guru agama maupun guru yang lainnya. Oleh sebab itu pendidikan agama islam mampu meningkatkan, mengubah hal yang belum baik, kekurangan serta kelemahan dalam kepercayaan siswa. Hal tersebut berkaitan dengan pembentukkan perilaku sesuai dengan teori B. F Skinner. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses penerapan teori B. F Skinner dalam pembelajaran PAI di kelas. Dengan diterapkannya pembelajaran berdasarkan proses dari teori belajar B. F Skinner diharapkan mampu memotivasi siswa dalam semangat belajar. Adapun Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode jenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya penerapan teori B. F Skinner ini, siswa yang tadinya memiliki perilaku yang sulit diatur dan kurang dalam pembelajaran setelah diterapkan teori ini motivasi belajar dan akhlak siswa menjadi meningkat. Alamat Korespondensi: Lusi Oktavia Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Indonesia Email: oktavialusi004@gmail. LATAR BELAKANG Akhir-akhir ini khususnya di tahun ajaran 2021/2022 di salah satu sekolah dasar yang ada di Kota Bengkulu sebagian kondisi anak di kelas mengalami kemerosotan. Baik kemerosotan akhlak, maupun kemerosotan ibadah. Guru bertanggung jawab untuk memperbaiki kemerosotan tersebut. Salah satu tujuan diadakannya Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah untuk meningkatkan, memperbaiki kendala dan kekurangan dalam mengajar peserta didik di sekolah. Sebagai tenaga kependidikan, harus memiliki kemampuan pengetahuan, pengetahuan kompetensi, dan sikap kepribadian yang akan diajarkan kepada peserta didik guna meningkatkan mutu dan meningkatkan kekurangan yang ada. Pendidikan merupakan suatu bentuk usaha sadar dan terencana untuk 54 Instructional Development Journal (IDJ). Vol. No. April 2022. Hal. Instructional Development Journal (IDJ) Volume: 5 Nomor: 1 April 2022 Halaman: 12-23 mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Di Kota Bengkulu, terdapat sekolah dasar yang menerapkan proses keseharian selama di sekolah berdasarkan syariat islami yang mana ketika anak-anak datang kesekolah diawali dengan lantunan ayatayat Al-qurAoan yang dibacakan oleh anak yang telah dijadwalkan piket. Dalam hal ini, masih banyak siswa yang masih sulit diatur baik dalam proses pembelajaran, dan masih kurangnya motivasi siswa dalam menerapkan pembelajaran PAI baik disekolah maupun dirumah. Sebagai seorang tenaga pendidik yang bertugas untuk memberikan motivasi serta membimbing anak dalam proses Tetapi seperti yang kita ketahui, dengan karakteristik anak yang beragam guru mendapat kesulitan untuk memahami anak satu persatu seperti: anak yang susah diatur, yang tidak mentaati peraturan sekolah dan sebagainya (Prambudi & Hoiriyah, 2. Dalam proses pendidikan, pembelajaran yang dilakukan di sekolah satu hal yang menjadi sangat Karena dengan tercapainya keberhasilan di ranah pendidikan merupakan tujuan utama suatu keberhasilan ketika pembelajaran tersebut berlangsung. Dalam menerapkan metode pembelajaran yang baik untuk proses pembelajaran, kita sebagai tenaga kependidikan perlu memiliki teori yang sesuai untuk model pembelajaran yang mudah dipahami dan akan diterapkan dalam proses pembelajaran. Tetapi kita perlu melihat metode mana yang tepat untuk diterapkan sebelum kita menggunakan metode pembelajaran. Caranya adalah dengan melihat situasi dan kondisi untuk meneliti teori yang harus kita gunakan pada saat proses pembelajaran berlangsung (Emda, 2. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menerapkan pembelajaran memakai Teori behavioristik B. F Skinner pada pembelajaran, teori ini berorientasi pada hasil yang dapat dihitung dan dapat dicermati. Pada saat dilakukannya pengulangan kepada peserta didik, agar dapat membuat perilaku yang diinginkan menjadi sebuah kebiasaan. Hasil yang diharapkan dari penerapan teori behavioristik ini adalah membentuk perilaku siswa yang diharapkan. Perilaku yang sesuai mendapat reinforcement positif dari guru dan untuk perilaku yang kurang sesuai mendapatkan reinforcement negatif dari guru (Anam S & Dwiyogo, 2. Adapun kajian terdahulu Baedowi . berdasarkan hasil riset yang dilakukannya mengungkapkan bahwa teori belajar B. F Skinner dengan pendekatan behavioral model operant conditioning penelitian ini didapatkan masalahnya adalah tentang pergaulan siswa yang bebas seperti saat ini kemudian usaha yang dilakukan agar anak memiliki karakter yang baik dan sesuai dengan yang diharapkan adalah dengan diterapkannya teori belajar B. F Skinner. Adapun langkah-langkah diterapkannya yang pertama adalah dengan memberikan siswa beberapa penguatan positif yang dapat membangkitkan semangat serta memotivasi siswa dalam belajar dan mengerjakan tugas dengan baik. Berdasarkan jabaran pendahuluan di atas, peneliti mengambil judul tentang AuPenerapan Teori Belajar Behavioristik B. F Skinner dalam Memotivasi Siswa Pada Pembelajaran PAI Di SDN 65 Kota BengkuluAy untuk peneliti kaji. Dengan memfokuskan masalah untuk memotivasi siswa dalam pembelajaran PAI dengan mengaplikasikan teori belajar B. F Skinner ini adalah template. Sebuah salinan elektronik yang dapat diunduh dari situs Jurnal UIN Suska Riau. Untuk pertanyaan atas kertas panduan, silahkan hubungi panitia publikasi jurnal seperti yang ditunjukkan pada situs web. Informasi tentang artikel akhir penyerahan tersedia dalam situs Jurnal UIN Suska Riau. METODE Paragraf Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif yakni penelitian yang didasarkan pada fenomenologi (Moleong, 2. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang mengarahkan untuk memperlihatkan fakta, atau kejadian secara sistematis dan benar mengenai sifat populasi tersebut (Sugiono, 2. Peneliti mengambil subjek adalah siswa kelas IV. Guru kelas dan kepala sekolah. Peserta didik yang menjadi subjek kelas IV A sebanyak 16 dan seorang guru kelas IV A SD Negeri 65 Kota Bengkulu. Penelitian dilaksanakan pada tahun ajaran 2021/2022. Oktavia & Maemonah. Penerapan Teori Belajar A. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Pertama: Wawancara kepada kepala sekolah dengan tujuan memperoleh informasi terkait kegiatan pembelajaran menggunakan teori B. F Skinner di kelas pada mata pelajaran PAI. Wawancara kepada siswa dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh informasi tambahan terkait kegiatan pembelajaran dengan menggunakan teori B. F Skinner, apakah bisa memotivasi siswa dalam belajar. Wawancara dengan Kepala Sekolah dilakukan dengan tujuan memperoleh informasi terkait program dan pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Kedua. Observasi yang dilaksanakan peneliti dapat diselenggarakan dengan cara mencatat beberapa informasi yang berkaitan dengan SDN 65 Kota Bengkulu. Lalu mengamati bagaimana proses pembelajaran di sekolah ini. Melalui observasi langsung peneliti dapat mengetahui konteks data dalam situasi yang berbeda, sehingga dapat memperoleh gambaran yang luas. Dari hal itu peneliti mampu melakukan pengamatan dan melakukan pembelajaran guna memperoleh bukti-bukti dan fakta yang berkaitan dengan objek penelitian Tabel 1. Pedoman Wawancara dengan Kepala Sekolah SDN 65 Kota Bengkulu Pertanyaan Informan Bagaimana metode yang digunakan/ yang diterapkan dalam pembelajaran PAI di sekolah? Kepala Sekolah Apa tujuan pembelajaran dengan diterapkannya teori belajar B. F Skinner di kelas? Tabel 2. Pedoman Wawancara dengan Guru SDN 65 Kota Bengkulu Pertanyaan Bagaimana upaya guru dalam menciptakan dan menerapkan pembelajaran sehingga dapat membangkitkan minat belajar Apakah dalam menerapkan pembelajaran PAI menggunakan teori belajar B. F Skinner, sehingga dapat memotivasi siswa? Bagaimana diberlakukannya teori belajar B. F Skinner? Tabel 3. Pedoman Wawancara dengan Siswa/Siswi Pertanyaan Apakah anda menyukai pembelajaran PAI di kelas? Bagaimana cara guru anda dalam membuat pembelajaran menjadi diminati ? Apakah setelah diterapkannya teori pembelajaran menggunakan teori B. F Skinner, kalian menjadi rajin dalam Informan Guru Informan Siswa/Siswi Ketiga. Dokumen merupakan suatu proses pencarian dengan melihat sumber data yang bisa dilihat melalui dokumen yang telah ada. Dokumentasi bisa diperoleh dari lapangan ketika melakukan riset seperti buku, foto dan data-data yang relevan dengan fokus penelitian (Mutik, 2. Peneliti merumuskan beberapa indikator tentang teori B. F Skinner tersebut guna melihat kesesuaian antara teori dan lapangan perihal mana yang telah tercapai dan point apa yang belum tercapai. Peneliti sajikan dalam Tabel 4 berikut ini. 56 Instructional Development Journal (IDJ). Vol. No. April 2022. Hal. Instructional Development Journal (IDJ) Volume: 5 Nomor: 1 April 2022 Halaman: 12-23 Tabel 4. Indikator/ Instrumen yang digunakan dalam Penerapan Teori Belajar B. F Skinner dalam Memotivasi Siswa Penguatan Perilaku Siswa Konsekuensi Perilaku Kedepan Penguatan Siswa Guru memberikan Siswa diharapkan memberikan Positif pujian kepada siswa. banyak lagi pertanyaan kepada bagus kepada guru. Penguatan Siswa Guru berhenti Siswa semakin banyak bertanya dan Negatif pujian memberikan PR tepat waktu. dan dan memperdulikan siswa. bagus kepada guru. Hukuman Murid memberikan Guru menegur siswa Siswa berhenti membantah guru. yang secara langsung apabila Tabel 5. Indikator Motivasi Pada teori belajar Skinner untuk Mengetahui Meningkat atau Tidaknya Belajar yang Dapat Memotivasi PAI Siswa Dapat dilihat di bawah Ini Indikator Motivasi Siswa memasuki ruang kelas tidak terlambat Pada saat pembelajaran berlangsung, siswa tidak bermain dengan tamannya Siswa fokus terhadap guru pada saat memberikan pembelajaran di kelas Jika guru mengajukan pertanyaan, siswa menjawabnya dengan benar Siswa harus aktif ketika pembelajaran berlangsung Siswa berani mengemukakan pendapatnya di depan kelas Teknik dalam menganalisis data adalah kualitatif pada saat dilaksanakannya penelitian. Riset yang digunakan ini memiliki arti bahwa jawaban dari wawancara yang diajukan didapat dari penelitian dan akan dikumpulkan, dianalisis dan akan disajikan dalam bentuk tabel dan deskripsi. Jadi, penelitian deskriptif kualitatif ini merupakan penelitian yang menyajikan data berupa susunan kalimat dari katakata atau deskripsi tentang data yang diperoleh. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan kepada peserta didik di kelas 4 di SDN 65 Kota Bengkulu. Jumlah siswa yang akan di observasi sebanyak 30 siswa, kepala sekolah, dan guru kelas yang menerapkan teori belajar skinner di kelas. Wawancara kepada siswa, dilakukan pada jam siswa istirahat. Penelitian dilakukan saat sebelum wawancara dengan narasumber, tentunya dengan meminta izin terlebih dahulu dengan pihak sekolah yang berwenang. Berikut ini hasil wawancara yang pertama dengan kepala sekolah: AuKegiatan pembelajaran PAI yang dilaksanakan menggunakan teori belajar B. F Skinner ini ditujukan untuk memotivasi peserta didik dalam belajar PAI di sekolah dan pentingnya pembelajaran PAI pada zaman sekarang ini. Selain itu, peserta didik sangat diharapkan bisa mengaplikasikan pembelajaran PAI yang didapat disekolah dan diterapkan dikehidupan sehari-hari, agar memiliki kepribadian dan berakhlak muliaAy. Hasil wawancara yang kedua AuPembelajaran dengan menggunakan teori skinner ini juga dilakukan agar siswa bisa menggunakannya untuk kegiatan-kegiatan positif, seperti beribadah di rumahAy. Oktavia & Maemonah. Penerapan Teori Belajar A. Berdasarkan hasil wawancara diatas, diketahui bahwa program kegiatan ini dilakukan guna mencetak generasi yang berakhlak mulia yang diterapkan di kelas tinggi. Berdasarkan hasil wawancara tersebut, kepala sekolah menegaskan bahwa pembelajaran PAI dengan diterapkannya teori B. F Skinner diharapkan mampu menumbuhkan sikap semangat belajar dan produktivitas siswa dalam melaksanakan pembelajaran dikelas dan diharapkan mampu mengaplikasikannya di kehidupan seharihari. Pembuatan Karakter Bersumber pada Motivasi B. F Skinner (Gordan et al. , n. Skinner adalah seorang tokoh behavioristik yang meyakini kalau sikap orang dikontrol melalui proses operant conditioning, dimana seseorang bisa mengendalikan tingkah laku organisme lewat pemberian reinforcement yang bijaksana dalam area yang relatif besar (Triwahyuni et al. , 2. Skinner sendiri mengungkapkan jika motivasi itu didapatkan dari faktor yang ada di dalam diri individu dan dari luar Bergantung dari mana proses aktivitas pendidikan diawali. Aspek internal menyangkut kebutuhan yang menimbulkan seorang memilah aktivitas, metode serta sikap tertentu untuk memenuhi kebutuhan yang dialami. Sebaliknya aspek eksternal menyangkut area terdekat dari seseorang tersebut (Cahyani et al. , 2. Skinner memandang reward . ataupun reinforcement . selaku faktor yang berarti untuk kegiatan belajar. Siswa cenderung mencermati serta merespon pendidikan bila diiringi reinforcement . (Iversen & H, n. Skinner memakai istilah reinforcement dibandingkan Seperti yang diterapkan di pembelajaran PAI guru mengajak siswanya untuk menghafal surat Kemudian anak-anak di bentuk seperti lingkaran, ketika ada anak yang sudah hafal boleh untuk membacakan terlebih dahulu dan anak-anak yang lainnya menyimak. Apabila anak-anak yang hafalannya melebihi 10 surat, maka akan diberikan reward berupa nilai diatas ketuntasan. Ada juga untuk membentuk dan memotivasi karakter anak di pembelajaran PAI, guru di SDN 65 Kota Bengkulu mengajak anak untuk menanamkan sikap berani dalam mengajukan pendapat. Contohnya pada saat guru selesai mengajarkan materi tentang kisah nabi, siswa disini diakhir pembelajaran diajak untuk menulis cerita singkat tentang paparan materi tersebut. Kemudian guru meminta anak untuk membacakan di depan kelas dengan sikap yang berani. Disini guru juga menerapkan nilai saling toleransi saling menghormati atas pekerjaan sesama teman sekelas. Apabila ada anak yang gugup dalam menyampaikan tugasnya, anak-anak yang lain diarahkan untuk tidak menertawakan temannya. Kemudian anak-anak yang berani diberikan bingkisan berupa jajanan agar dapat memotivasi dan membentuk karakter anak yang berani dan bertanggung jawab (Familus, 2. Pembelajaran PAI disini menerapkan teori skinner yang memfokuskan tingkah laku peserta didik terhadap lingkungan sekitarnya. Teori skinner ini lebih menitikberatkan pada tingkah laku siswa dan lingkungan. Dengan diterapkannya pembelajaran PAI skinner ini, bisa memotivasi dan membentuk karakter siswa berperilaku baik dan dapat menghilangkan tingkah laku yang tidak baik. Lingkungan sekitar menjadi hal yang dapat merubah pola tingkah anak. Apabila guru dapat membentuk dan memotivasi lingkungan sekitar dengan bijaksana, maka anak-anak dapat beradaptasi dengan baik. Dengan pembelajaran PAI berteorikan skinner sebagai acuan, maka guru mampu membawa perubahan perilaku dari siswa yang kurang baik tadi berubah menjadi baik sesuai dengan pembelajaran agama yang diterapkan (Fahimah & Aditya, 2. Adapun hasil wawancara yang diajukan kepada guru yaitu: AuKita telah melakukan berbagai sistem pembelajaran dengan menggunakan berbagai macam teori dan metode dalam pembelajaran, seperti pada pembelajaran PAI tentang materi ibadah, dengan menggunakan teori belajar skinner yang dapat memotivasi siswa agar melakukan ibadah bukan hanya di sekolah tetapi bisa diterapkan di rumahAy (Wawancara dengan Guru FW) AuJika siswa tidak diberikan motivasi dalam hal beribadah di sekolah, dan hanya melakukan ibadah dikarenakan nilai bukan karena kewajiban. Dengan adanya penerapan teori skinner ini dalam pembelajaran, maka siswa seiring berjalannya pembelajaran, insyaallah kedepannya akan secara rutin melaksanakan ibadah di rumahAy (Wawancara dengan Guru ER) AuSesudah diterapkannya teori belajar skinner pada mata pelajaran PAI di sekolah, sudah banyak siswa yang meningkatkan ibadahnya di rumah, dibandingkan sebelum diterapkannya teori belajar skinnerAy (Wawancara dengan Guru AR) 58 Instructional Development Journal (IDJ). Vol. No. April 2022. Hal. Instructional Development Journal (IDJ) Volume: 5 Nomor: 1 April 2022 Halaman: 12-23 Berdasarkan wawancara dengan guru, dapat kita lihat bahwa SDN 65 Kota Bengkulu melakukan berbagai sistem pembelajaran seperti pada pembelajaran PAI dengan menerapkan teori belajar skinner dalam memotivasi siswa untuk beribadah. Pelaksanaan Pembelajaran PAI di SDN 65 Kota Bengkulu Setiap siswa membuka buku pembelajaran PAI tentang pembelajaran ibadah. Guru sebagai fasilitator ini memiliki tugas untuk mengawasi, melakukan bimbingan, memotivasi serta memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kendala di tengah proses pembelajaran. Guru juga menanyakan kepada siswa apakah siswa dirumah setelah pulang sekolah melaksanakan ibadah sesuai perintah yang sudah tertera yang menjadi kewajiban seperti melaksanakan sholat dirumah. Hasil wawancara beberapa siswa seperti yang dibawah ini: AuIya saya sangat menyukai pembelajaran PAI, dikarenakan pembelajaran PAI dapat membuat saya mendapatkan pahalaAy (Wawancara dengan siswa K) AuGuru menggunakan pembelajaran dengan konsep teori B. F Skinner yang dapat mengajak kami lebih merespon pembelajaran, misalnya ketika kami salah dalam menjawab ibu guru segera membetulkan. Ay (Wawancara dengan Siswa R) AuKami ditugaskan oleh ibu guru untuk meningkatkan ibadah bukan hanya disekolah, tetapi juga dirumah. karena dengan kita banyak beribadah maka pahala juga semakin banyak yang akan kami dapatkanAy (Wawancara dengan siswa P) Dari paparan wawancara yang telah dipaparkan ke siswa di SDN 65 Kota Bengkulu, sebagian besar siswa melaksanakan ibadah sesuai aturan, dan ada juga siswa yang belum melaksanakan ibadah. Dari hasil wawancara di atas, dapat disimpulkan bahwa teori belajar B. F Skinner mampu memotivasi siswa dalam melaksanakan pembelajaran PAI di sekolah. Guru memberikan reward atau hadiah yang diberikan untuk siswa yang mampu menjawab sesuai dan benar. Untuk mengaplikasikan teori skinner, guru membentuk seluruh siswa menjadi 4 bagian disatukan menjadi kelompok diskusi kemudian diperintahkan untuk menjawab pertanyaan (Soemitro, 2. Dengan menggunakan teori skinner dengan model kompetensi ini, pada saat dikelas, yang terjadi bukan hanya sekedar persaingan antara siswa satu dan siswa lainnya antara kelompok (Arifin et al. , n. Adapun penerapannya antara lain sebagai berikut: . peserta didik dibentuk kelompok diskusi yang ditunjuk oleh guru. masing-masing kelompok, diperintahkan mengerjakan tugas sesuai apa yang telah tertera di papan tulis. peserta didik mulai berdiskusi dengan teman kelompoknya yang sudah dibentuk. tenaga pendidik mengaplikasikan penguatan dengan memberikan hadiah kepada siswa perkelompoknya yang mendapatkan nilai yang telah ditentukan. guru dapat memberikan hukuman yang akan diberikan siswa apabila melaksanakan diskusi dengan tidak bersungguh-sungguh. Skinner sendiri mengungkapkan bahwa hubungan peserta didik melalui interaksi dengan lingkungan, akan membawa perubahan yang akan ditimbulkan oleh siswa. Apabila guru menerapkan suatu stimulus yang dapat merespon peserta didik untuk bertingkah laku baik, maka akan menimbulkan respon yang baik pula bagi siswa (Nini, 2. Tabel 6. Penerapan (Reinforcemen. dalam Teori B. F Skinner Teori Skinner Penerapan Pengertian Penerapan ke siswa pada (Reinforcemen. saat proses pembelajaran PAI dengan menggunakan teori B. F Skinner Penguatan positif Merupakan suatu Pada saat melakukan riset penguatan yang akan yang dilakukan saat proses terjadi secara belajar mengajar terjadi, berulang, maksudnya siswa yang mencapai prestasi akan terjadi lagi tinggi akan diberikan oleh dikemudian hari. guru berupa reward. Maka memiliki motivasi untuk mengulangi lagi prestasi tersebut dengan harapan mendapatkan hadiah lagi. Oktavia & Maemonah. Penerapan Teori Belajar A. Teori Skinner Penerapan (Reinforcemen. Pengertian Penerapan ke siswa pada saat proses pembelajaran PAI dengan menggunakan teori B. F Skinner Penguatan diberikan oleh guru berupa, pujian, benda, dan nilai Penguatan negatif . egative Merupakan memotivasi adanya perilaku yang baik diharapkan dengan perilaku yang kurang Siswa terlambat mengumpulkan Suatu tindakan yang Konsekuensi tidak menyenangkan sehingga membuat Ketika rumah, maka guru tersebut Dengan membolehkan siswa bermain teman-temannya. Supaya pada saat proses berlangsung, siswa tersebut tidak mengulangi kesalahan yang sama Hukuman . Berdasarkan penelitian diatas, dari paparan beberapa tabel dapat diketahui bahwa penerapan teori B. F Skinner dapat diterapkan disekolah dan dapat memotivasi siswa dalam melaksanakan ibadah. Dengan diterapkannya beberapa penguatan pada saat pembelajaran, siswa akan semangat dan termotivasi memiliki karakter yang baik sesuai dengan diterapkannya pembelajaran yang didalamnya memuat agama. Dengan diterapkannya sistem reward penguatan positif dan negatif mampu membuat siswa menghindari hukuman dengan mengerjakan tugasnya dengan baik dan tepat. Dengan demikian model ini bisa diterapkan, karena dilandaskan teori belajar dari skinner yang mampu menaikan motivasi belajar PAI. Teori belajar Skinner. Operant Conditioning merupakan suatu situasi belajar dimana suatu respons lebih kuat akibat reinforcement langsung. Jadi, apabila murid tidak merespon terhadap suatu stimulus, guru tak mungkin dapat melihat perkembangan di dalam proses pembelajaran. Guru disini menjadi peran yang paling utama saat pembelajaran berlangsung dikarenakan menjadi pengontrol dan mengarahkan serta membimbing siswanya ke arah positif agar siswanya mampu merubah tingkah laku dan semangat belajar berkembang pesat dengan tujuan dari teori skinner yaitu tujuan behavior . erubahan tingkah lak. (Mulkam, 2. Dari penelitian yang dilakukan di SDN 65 Kota Bengkulu siswa yang diterapkan dengan menggunakan teori B. F Skinner termotivasi dalam belajar dan beribadah mengalami peningkatan. 60 Instructional Development Journal (IDJ). Vol. No. April 2022. Hal. Instructional Development Journal (IDJ) Volume: 5 Nomor: 1 April 2022 Halaman: 12-23 SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian, kegiatan pembelajaran dengan menggunakan teori B. F Skinner peneliti menyimpulkan bahwa mampu meningkatkan motivasi belajar siswa hal ini dibuktikan dengan antusiasme siswa dan semangat siswa dalam belajar materi ibadah menggunakan teori skinner. Motivasi tersebut dapat mengembangkan akhlak yang baik dan jiwa keislaman pada peserta didik. Saran