Al Abyadh Volume 5. No 2. Desember 2022 . PENGARUH METODE DEMONSTRASI TERHADAP KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING PADA PEMBELAJARAN SAINS Dela Delviana Jurusan PIAUD. UIN Sunan Gunung Djati Bandung deladelviana@gmail. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: . Kemampuan problem solving pada pembelajaran sains dengan menggunakan metode demonstrasi di kelompok B RA Al-Muhajir Panyileukan Kota Bandung. Kemampuan problem solving pada pembelajaran sains dengan menggunakan metode eksplorasi lingkungan di kelompok B RA Al-Muhajir Panyileukan Kota Bandung. Perbedaan kemampuan problem solving pada pembelajaran sains antara yang menggunakan metode demonstrasi dengan menggunakan metode eksplorasi lingkungan pada kelompok B di RA Al-Muhajir Panyileukan Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen, dengan subjek penelitian ini terdiri dari dua kelas yakni kelas eksperimen berjumlah 12 siswa dan kelas kontrol berjumlah 12 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai rata-rata . kelas eksperimen dengan menggunakan metode demonstrasi yaitu 25,75, sedangkan nilai rata-rata . kelas kontrol yang menggunakan metode eksplorasi lingkungan yaitu 25,17. Dengan kata lain, nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar dari pada nilai rata-rata kelas kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti Ha : yuNya O yuNyaA :Terdapat perbedaan kemampuan problem solving pada pembelajaran sains antara yang menggunakan metode demonstrasi dengan yang menggunakan metode eksplorasi lingkungan pada kelompok B di RA Al-Muhajir Panyileukan Kota Bandung. Kata kunci: Metode Demonstasi. Pembelajaran Sains. Problem Solving THE EFFECT OF THE DEMONSTRATION METHOD ON PROBLEM SOLVING ABILITY IN SCIENCE LEARNING Dela Delviana Jurusan PIAUD. UIN Sunan Gunung Djati Bandung deladelviana@gmail. Abstract The purpose of this study was to find out: . Problem solving skills in science learning using the demonstration method in group B RA Al-Muhajir Panyileukan City of Bandung. Problem solving skills in science learning using environmental exploration methods in group B RA Al-Muhajir Panyileukan City of Bandung. Differences in problem solving abilities in science learning between those using the demonstration method using the environmental exploration method in group B at RA Al-Muhajir Panyileukan City of Bandung. This study used a quantitative approach with a quasiexperimental method, with the subject of this study consisting of two classes, namely the experimental class of 12 students and the control class of 12 students. Data collection techniques using observation sheets and documentation. Based on the results of data analysis showed that the average value . of the experimental class using the demonstration method was 25. 75, while the average value . of the control class using the environmental exploration method was 25. In other words, the average value of the experimental class is greater than the average value of the control class. So it can be concluded that Ha is accepted and Ho is rejected, which means Ha: _AO_B: There are differences in problem solving skills in science learning between those using the demonstration method and those using the environmental exploration method in group B at RA Al-Muhajir Panyileukan City of Bandung. Keywords: Demonstration Methods. Learning Science. Problem Solving. Al Abyadh ISSN: 2620-7265 E-ISSN: 2775-7080 Pengaruh Metode Demonstrasi Terhadap A- 88 Dela Delviana Pendahuluan Pendidikan menempati posisi yang sangat strategis dalam pengembangan sumber daya Hal ini ditinjau dari kebutuhan anak usia dini yang sangat mudah menerima rangsangan . dari luar dan mudah menerima berbagai hal yang Sebagaimana disebutkan dalam Permendikbud No. 1 Tahun 2014 Pasal 1 tentang Kurikulum 2014 menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu jenjang pendidikan yang dilaksanakan sebelum pendidikan dasar dengan upaya pembinaan ditujukan untuk anak-anak sejak tahunAy (Permendikbud, 2. Dalam perkembangannya, anak memiliki beberapa aspek perkembangan yang harus diberi stimulasi sejak dini. Beberapa aspek yang perlu dikembangkan yaitu nilai agama dan moral, fisik motorik, bahasa, sosial emosional, kognitif, dan seni. Di mana setiap aspek perkembangan tersebut saling berkaitan antara satu dengan Salah perkembangan pada anak usia dini yang perkembangan kognitif. Namun, pada faktanya tidak sedikit anak-anak yang masih kurang berkembang dengan baik dan optimal dalam kemampuan problem solving. Berdasarkan pengamatan peneliti yang dilakukan di RA Al-Muhajir Panyileukan Bandung menunjukkan bahwa . roblem solvin. masih rendah, beberapa anak kelompok B masih mengalami Ketika guru meminta anak untuk melakukan dan menirukan sebuah percobaan sederhana pada pembelajaran sains, masih terdapat anak yang belum mandiri dan berusaha berpikir untuk memecahkan masalah yang dihadapinya ketika kegiatan pembelajaran. Seperti. Al Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 5. No 2. Desember 2022 belum mampu bersikap cermat pada kegiatan mengamati, menyusun prediksi, dan mengambil suatu keputusan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan problem solving pada anak kelompok B di RA Al-Muhajir belum berkembang sesuai dengan harapan. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan munculnya kondisi tersebut, di antaranya yaitu metode dan media yang digunakan saat melakukan kegiatan belajar mengajar. Guru memanfaatkan media papan tulis maupun buku tulis dan LKA untuk melatih kemampuan problem solving anak. Kegiatan pembelajaran yang kurang bervariasi dan penggunaan media yang kurang mendukung proses pembelajaran menjadikan pembelajaran yang dilakukan kurang efektif. Sementara itu, kegiatan belajar pada anak usia dini harus dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Sehingga guru dituntut dan harus mampu memilih metode apa yang akan digunakannya. Oleh sebab itu, peneliti akan menggunakan dua metode pembelajaran untuk menstimulus kemampuan problem solving, yaitu metode demonstrasi dan metode eksplorasi lingkungan dekat dengannya. Salah satu aktivitas yang dapat dijadikan sebagai media dan sarana kemampuan problem solving pada anak usia dini adalah aktivitas percobaan Perahu Tenaga Sabun. Di mana anak-anak langkahlangkah percobaan tersebut kemudian anakanak mempraktikkannya sesuai dengan instruksi dari guru/peneliti. Berdasarkan permasalahan di atas, sebagai upaya untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan meningkatkan kemampuan problem solving, maka akan dilakukan penelitian dengan judul AoPengaruh Metode Demonstrasi Terhadap Kemampuan Problem Solving Pada Pembelajaran Sains Pengaruh Metode Demonstrasi Terhadap A- 89 Dela Delviana (Kuasi Ekpserimen Pada Kelompok B di Al-Muhajir Panyileukan Kota Bandun. Ao. Metode. Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Cresswell . menyatakan bahwa pendekatan kuantitatif adalah pengukuran data kuantitatif dan statistik objektif melalui perhitungan ilmiah yang berasal dari orang-orang menjawab atas sejumlah pertanyaan tentang survei untuk menentukan frekuensi dan persentase tanggapan mereka. Selain itu, menurut Sugiyono . penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, dengan teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Penelitian ini akan dilakukan di RA Al-Muhajir yang beralamat di Jl. Panyilekan Bandung Jawa Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil Tahun Ajaran 2022/2023 pada bulan Agustus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah problem solving anak ketika menggunakan metode demonstrasi pada pembelajaran Observasi Adapun instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi dan rubrik penilaian. Lembar observasi berisi daftar perilaku yang diamati ketika Dalam proses observasi, pengamat hanya memberi tanda centang pada kolom skor yang sesuai. Dari hasil Al Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 5. No 2. Desember 2022 observasi akan diperoleh data yang dianalisis dan digeneralisasikan hasilnya. Lembar observasi problem solving disusun berdasarkan kisi-kisi instrumen yang disajikan pada tabel 3. Tabel 3. Kisi-kisi Instrumen Kemampuan Problem Solving Variabel Indikator Keterampilan observasi atau Mengumpulkan Mengolah Kemampu Problem Solving Mengkomunikasi kan informasi Sub Indikator 1 Mengamati bahan-bahan 2 Mengamati 1 Menyebutka alat-alat 2 Menyebutkan bahan-bahan 1 Menyebutka n kegunaan alat-alat 2 Menyebutka n kegunaan bahan-bahan 1 Menyampaik an pendapat sehari-hari 2 Menyampaik an pendapat Aumengapa tenaga sabun bergerak?Ay 2 Menyampaik Pengaruh Metode Demonstrasi Terhadap A- 90 Dela Delviana an pendapat Aumengapa tenaga sabun gagal untuk bergerak?Ay 4 Menyampaik an pendapat piring dalam Tabel 3. Pedoman Observasi Kemampuan Problem Solving Usia 5-6 Tahun dengan Daftar Ceklis Nama : No. Item Pengamatan Penilaian BB MB BSH Siswa mengamati alat dan bahan yang Siswa Siswa alat-alat bahan-bahan yang Siswa kegunaan alat-alat yang digunakan saat demonstrasi Siswa kegunaan bahanbahan Menyampaikan Al Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 5. No 2. Desember 2022 BSB pendapat tentang kegunaan perahu dalam kehidupan sehari-hari Menyampaikan Aumengapa perahu tenaga sabun bisa bergerak?Ay Menyampaikan Aumengapa perahu bergerak?Ay Menyampaikan pendapat tentang kegunaan sabun dalam kegiatan Tabel 3. Skor Instrumen Kemampuan Problem Solving Anak Kriteria Belum Berkembang (BB) Mulai Berkembang (MB) Berkembang Sesuai Harapan (BSH) Berkembang Sangat Baik (BSB) Skor (Delvi,2. Keterangan: BB : Anak belum memperlihatkan tandatanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator, dengan diberi skor satu. MB : Anak sudah mulai memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten, dengan diberi skor dua. BSH : Anak sudah mulai memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten, dengan diberi skor tiga. BSB : Anak terus menerus memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan telah konsisten, dengan diberi skor empat. Pengaruh Metode Demonstrasi Terhadap A- 91 Dela Delviana Dokumentasi Dokumentasi dapat disebut juga dengan istilah studi dokumenter, yaitu sebuah teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan dan menganalisis dokumendokumen, baik berupa dokumen tertulis, gambar maupun elektronik (Sukmadinata. Dalam penelitian ini, ada beberapa dokumen yang dijadikan sumber data penelitian yaitu dokumentasi mengenai foto-foto saat kegiatan berlangsung. Teknik Analisis Data Uji Validitas Validitas adalah ukuran yang mencerminkan derajat validitas atau validitas suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau valid memiliki validitas yang tinggi. Sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas yang Sebagaimana yang dikutip oleh Arikunto . Dalam penelitian ini menggunakan rumus korelasi product moment angka kasar, sebagai berikut: NAexy A Eu xEu y N Eu x 2 A (Eu x ) 2 N Eu y 2 A (Eu y ) 2 Uji Realibilitas Untuk mengetahui penentuan hasil pengujian dilakukan uji reliabilitas. Kepercayaan adalah tentang masalah Suatu instrumen dikatakan memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi jika hasil tesnya dapat memberikan hasil tes yang tetap yang dikutip oleh Arikunto . Untuk mengetahui reliabilitas dalam penelitian ini digunakan rumus Crombach Alpha sebagai berikut: Oc ycIycn 2 coOe. Oe ycIyc 2 ) Analisis Parsial Indikator Item Analisis ini dimaksudkan untuk menguji dan menghitung nilai rata-rata variabel X dan Y secara terpisah, langkahlangkahnya Al Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 5. No 2. Desember 2022 Untuk variabel X dengan rumus: ycuI = Oc yaycU Oc yaycU ycA Untuk variabel Y dengan rumus: ycuI = ycA Setelah diketahui nilai rata-ratanya, lalu diinterpretasikan ke dalam tabel Tabel 3. Kriteria Penilaian Kemampuan Problem Solving Anak Skor <43 Kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB) Berkembang Sesuai Harapan (BSH) Mulai Berkembang (MB) Belum Berkembang (BB) (Khaerudin, 2. Selanjutnya untuk mengukur atau menguji perbedaan kemampuan problem solving pada pembelajaran sains antara kelas kontrol dan kelas eksperimen dilakukan dengan cara membandingkan rata-rata hasil posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol menggunakan uji independent sample ttest. Adapun hipotesisnya yaitu: Ho : tidak ada perbedaan rata-rata kemampuan problem solving antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Ha : ada perbedaan rata-rata kemampuan problem solving antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Adapun dasar pengambilan keputusan dalam uji independent sample t- test yaitu sebagai berikut: Jika nilai Sig. -taile. > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak, yang berarti rata-rata kemampuan problem solving antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Jika nilai Sig. -taile. < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada perbedaan rata-rata kemampuan problem solving antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Pengaruh Metode Demonstrasi Terhadap A- 92 Dela Delviana Menganalisis Hasil Pretest dan Posttest Untuk problem solving pada anak usia 5-6 tahun di RA Al-Muhajir Panyileukan Kota Bandung yang menggunakan metode demonstrasi lebih baik dari anak usia 5-6 tahun yang kuantitatif yang diperoleh dari hasil pretest dan posttest melalui observasi kemampuan problem solving pada kelas eksperimen dan kelas kontrol melalui analisis statistik sebagai berikut: Uji Normalitas Uji normalitas adalah sebuah uji yang dilakukan dengan tujuan untuk menilai sebaran data pada sebuah kelompok data atau variabel, apakah sebaran data tersebut berdistribusi normal atau tidak. sini peneliti menggunakan uji Shapiro Wilk untuk menguji normalitas data. Dasar pengambilan keputusan pada uji normalitas ini jika sig > 0. 05 maka data tersebut berdistribusi normal, sebaliknya jika sig < 05 maka data tersebut berdistribusi tidak Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan untuk menguji apakah sebaran data homogen atau tidak, yaitu dengan membandingkan kedua Uji homogenitas dapat diperoleh dengan menggunakan secara manual dengan rumus sebagai berikut: varians terbesar Fhitung = varians terkecil Langkah-langkah uji homogenitas data adalah sebagai berikut: Membandingkan varians terbesar dan varians terkecil . Membandingkan Fhitung dengan Ftabel dengan rumus: db pembilang = n Ae 1 . ntuk varians db penyebut = n Ae 1 . ntuk varians Al Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 5. No 2. Desember 2022 . Membuat . Jika Fhitung Ou Ftabel, maka data tidak homogen dan jika Fhitung O Ftabel, maka data Uji Hipotesis Ada 3 alternatif dalam pengujian hipotesis, antara lain: Jika data kelompok eksperimen dan data kelompok kontrol normal dan homogen, maka digunakan uji yc dengan rumus sebagai berikut: yc= ycUI1 OeycUI2 ycu1 ycu2 yccycyci = yccycyciOo . cu1 Oe. cu1 Oe. yc2 Oo ycu1 ycu2 Oe2 Keterangan: ycUI1 = Nilai rata-rata terbesar, dan ycUI2 = Nilai rata-rata terkecil ycu1 = Ukuran sampel variansi terbesar, dan ycu2 = Ukuran sampel variansi terkecil Dengan ketentuan sebagai berikut: Jika ycEaycnycycycuyci < ycycycaycayceyco , maka Ho ditolak. Jika ycEaycnycycycuyci Ou ycycycaycayceyco , maka Ho diterima. (Nurgana, 1. Jika data kelompok eksperimen variansi dan data kelompok kontrol normal tapi salah satu atau keduanya tidak homogen, maka digunakan uji ycA dengan langkah-langkah penyelesaian sebagai berikut: Mencari nilai ycA dengan menggunakan rumus, sebagai berikut: ycUI1 Oe ycUI2 ycA = yc yc Ooycu1 ycu2 Keterangan: ycUI1 = Nilai rata-rata terbesar, dan ycUI2 = Nilai rata-rata terkecil yc1 = Variansi terbesar, dan yc2 = Variansi Pengaruh Metode Demonstrasi Terhadap A- 93 Dela Delviana ycu1 =Ukuran sampel variansi besar, dan ycu2 = Ukuran sampel variansi kecil Menghitung nilai kritis ycA dan pengujian hipotesis dengan rumus, sebagai berikut: ycO1 yc1 ycO2 yc2 ycuyaycA = A ycO1 yc2 Keterangan: ycuyaycA = Nilai rata-rata terbesar yc1 = yc . Oe y. cu1 Oe . dan yc2 pernyataan yang digunakan tersebut Analisis Parsial Per Item Indikator Nilai Rata-rata Kemampuan problem solving di Kelas Kontrol dengan Menggunakan Metode Eksplorasi Lingkungan. Oe 2 y. cu2 Oe . yc2 yc2 ycO1 = ycu1 dan ycO2 = ycu2 Dengan ketentuan sebagai berikut: Jika yc A ada di luar interval nilai kritis ycA atau sama dengan nilai kritis ycA, maka Ho diterima dan Ha ditolak. (Nurgana, 1. Jika data kelompok eksperimen dan data kelompok kontrol ada salah satu atau keduanya tidak normal, maka digunakan perhitungan dengan statistik non parametrik. Dalam hal ini digunakan uji Mann-Whitney dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Uycu = . cuycu ). cuycu ) Oe R ycu Jumlah Pretest Posttest Jumlah 304,75 Rata-Rata 63,75 76,19 Nilai Rata-rata Kemampuan problem solving di Kelas Eksperimen Menggunakan Metode Demonstrasi. Jumlah Pretest Posttest Jumlah 311,25 Rata-Rata 77,81 Hasil Analisis Pretest dan Posttest Uji Normalitas Data Pretest Hasil. Penelitian. dan Pembahasan Hasil Analisis Validitas Taraf signifikansi 5% dan N= 7 . tabel= 0,. maka dasar pengambilan keputusannya yaitu: Jika r hitung Ou r tabel maka item pernyataan valid, jika r hitung O r tabel maka item pernyataan tidak valid. Berdasarkan hasil dari perhitungan secara manual diketahui bahwa semua item pernyataan dinyatakan valid. KolmogorovSmirnova Statist D Pretest Eksperim Hasil Analisis Realibilitas Jika nilai cronbachAos alpha > 0,60 maka item pernyataan dinyatakan reliabel (Sujarweni, 2. Adapun nilai cronbachAos alpha yang diperoleh dari hasil perhitungan adalah 0,971 yang berarti bahwa item Al Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 5. No 2. Desember 2022 Shapiro-Wilk Pretest Kontrol Statist d Sig f Sig. Pengaruh Metode Demonstrasi Terhadap A- 94 Dela Delviana Uji Normalitas Data Posttest KolmogorovSmirnova Shapiro-Wilk Statist D Sig Statist d Sig Posttest Eksperim . Posttest Kontrol Uji Homogenitas Data Pretest Levene Statistic Sig. Uji Homogenitas Data Posttest Levene Statistic Sig. Simpulan dan Saran Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tentang kemampuan problem solving menggunakan metode demonstrasi dan metode eksplorasi lingkungan pada kelompok B RA ALMuhajir diperoleh simpulan sebagai Kemampuan problem solving kelas eksperimen di RA Al-Muhajir yang menggunakan metode demonstrasi, memperoleh nilai rata-rata sebesar 72,5 pada saat pretest. Nilai tersebut berada pada rentang 63-82, dengan interpretasi BSH. Adapun untuk kemampuan Al Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 5. No 2. Desember 2022 problem solving pada saat posttest memperoleh nilai rata-rata sebesar 77,81 dengan interpretasi BSH. Artinya, kemampuan problem solving pada anak usia 5-6 tahun di RA AlMuhajir pada kelas eksperimen yang menggunakan metode demonstrasi pada pembelajaran sains berada pada tingkat berkembang sesuai harapan. Kemampuan problem solving kelas kontrol di RA Al-Muhajir yang lingkungan, memperoleh nilai rata-rata sebesar 63,75 pada saat pretest. Nilai tersebut berada pada rentang 63-82, dengan interpretasi BSH. Adapun untuk kemampuan problem solving pada saat posttest memperoleh nilai rata-rata 76,19 interpretasi BSH. Artinya, kemampuan problem solving pada anak usia 5-6 tahun di RA Al-Muhajir pada kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran sains berada pada tingkat berkembang sesuai harapan. Di mana hal ini sejalan dengan tujuan metode eksplorasi lingkungan, yaitu metode eksplorasi lingkungan tidak hanya berfokus pada mentransfer ilmu, intepretasi, namun harus diimbangi juga dengan peningkatan mutu ajar. Melalui kegiatan sains, anak diajak untuk bereksplorasi,menemukan dan memanfaatkan objek-objek yang dekat denganya, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Perbedaan solving pada pembelajaran sains dapat terlihat dari hasil nilai rata-rata . kelas eksperimen dengan menggunakan metode demonstrasi yaitu 25,75, sedangkan nilai rata-rata . kelas kontrol yang menggunakan metode eksplorasi lingkungan yaitu 25,17. Dengan kata lain, nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar dari pada nilai Pengaruh Metode Demonstrasi Terhadap A- 95 Dela Delviana rata-rata kelas kontrol . Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti Ha : yuNya O yuNyaA :Terdapat perbedaan kemampuan problem solving pada pembelajaran sains antara anak usia dini yang menggunakan metode demonstrasi dengan yang menggunakan metode eksplorasi lingkungan pada kelompok B di RA Al-Muhajir Panyileukan Kota Bandung. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang menunjukkan bahwa kemampuan mengenal problem solving pada anak usia 5-6 tahun yang menggunakan metode demonstrasi lebih baik dari anak usia 5-6 tahun yang menggunakan eksplorasi lingkungan, maka diajukan saran-saran: Bagi sekolah, pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi pada pembelajaran pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan problem solving. Bagi guru, dalam meningkatkan kemampuan problem solving anak, guru dapat merancang pembelajaran yang lebih menarik dengan bantuan metode demonstrasi. Bagi orang tua, dapat menstimulasi kemampuan problem solving anak menggunakan metode demonstrasi dengan peralatan yang tersedia di Bagi peneliti selanjutnya, dapat menstimulasi kemampuan problem solving melalui metode lain selain metode demonstrasi. DAFTAR PUSTAKA