451 Jurnal Info Kesehatan Vol 15. No. Desember 2017, pp. P-ISSN 0216-504X. E-ISSN 2620-536X Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/infokes Dental Health Promotion Using Leaflet Media on Knowledge. Attitude and Dental Clean and Status of School of Elementary School of Kupang City Promosi Kesehatan Gigi Dengan Menggunakan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan. Sikap Dan Status Kebersihan Gigi Dan Mulut Siswa Sekolah Dasar Kota Kupang Melkisedek O. Nubatonis Keperawatan Gigi. Poltekkes Kemenkes Kupang Email: melkisedeknubatonis@poltekkeskupang. ARTICLE INFO: Keywords: Health promotion Leaflet Knowledge Attitudes ABSTARCT/ABSTRAK Health promotion and disease prevention are a number of activities aimed at and designed to improve personal and community health through a combination of strategies, including the implementation of behavioral change, health education, health risk detection and health care improvement. While curative and rehabilitative are generally carried out on targets Aids or props in health counseling should be prepared based on the principle that the knowledge that exists in every human being is received or captured through the five The more senses used to receive something, the more and more clear the meaning or knowledge gained. In other words, this teaching aid is intended to move the senses as much as possible to an object, thus facilitating one's perception. This type of research is quasi experiment with a design: pre-test-post test group design (Arikunto, 2. Observation to find out changes in knowledge, attitudes, behavior and dental and oral hygiene status before and after intervention. In this study, research subjects were limited to students in grade V of Naikoten 1 State Elementary School 1 and Kuanino State Elementary School based in Kupang City. These 2 elementary schools were chosen with a view to limiting variations in the quality of education, teaching and learning processes and school environmental Instrumren used in this study is Leaflet: which contains material about the process of occurrence of tartar and cavities. Questionnaire used to measure students' level of knowledge and attitudes about dental health. Dental and oral hygiene data collection tools. The results showed that dental and oral health promotion using leaflet media could increase the amount of knowledge and attitudes of elementary students while plaque scores could not improve significantly. Kata Kunci: Promosi kesehatan Leaflet Pengetahuan Sikap Promosi kesehatan dan prevensi penyakit adalah sejumlah kegiatan yang bertujuan dan dirancang untuk menigkatkan kesehatan personal dan masyarakat melalui kombinasi strategi, termasuk implementasi perubahan perilaku, pendidikan kesehatan, deteksi resiko kesehatan serta peningkatan dan pemeliharaan kesehatan. Sedangkan kuratif dan rehabilitatif pada umumnya dilakukan tehadap sasaran secara individual. Alat Bantu atau alat peraga dalam penyuluhan kesehatan sebaiknya disusun berdasarkan prinsip bahwa pengetahuan yang ada pada setiap manusia itu diterima atau ditangkap melalui panca indra. Semakin banyak indra yang digunakan untuk menerima sesuatu maka semakin banyak dan semakin jelas pula pengrtian atau pengetahuan yang diperoleh. Dengan kata lain, alat peraga ini dimaksudkan untuk menggerakkan indra sebanyak mungkin kepada suatu obyek, sehingga mempermudah persepsi Jenis penelitian ini adalah eksperimental semu . uasi experimen. dengan rancangan: pre-test-post test group design (Arikunto, 2. Observasi untuk mengetahui perubahan pengetahuan, sikap, perilaku dan status kebersihan gigi dan mulut sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Dalam penelitian ini, subyek penelitian dibatasi pada siswa/i kelas V SD Negeri Bertingkat Naikoten 1 dan SD Negeri Kuanino yang berkedudukan di Kota Kupang. Dipilih 2 SD ini dengan maksud untuk membatasi variasi dalam mutu pendidikan, proses belajar mengajar dan faktor lingkungan sekolah. Instrumren yang digunakan dalam penelitian ini adalah Leaflet: yang berisikan materi tentang proses terjadinnya karang gigi dan lubang gigi. Kuesioner yang digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan sikap siswa tentang kesehatan gigi. Alat Pengumpul data kebersihan gigi dan mulut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi kesehatan gigi dan mulut dengan menggunakan media leaflet dapat meningkatkan secara bermakana pengetahuan dan sikap siswa SD sedangkan skor plak tidak dapat meningkatkan secara bermakna. CopyrightA2017 Jurnal Info Kesehatan All rights reserved Corresponding Author: Melkisedek O. Nubatonis Keperawatan Gigi-Poltekkes Kemenkes Kupang Ae 85111 Email: melkisedeknubatonis@poltekkeskupang. PENDAHULUAN karies gigi dan mempunyai sifat khusus yaitu Anak-anak merupakan tunas bangsa masa pergantian gigi desidui dengan gigi yang masih dalam proses pertumbuhan dan perkembangan, baik jasmani, rohani maupun mempunyai tingkat prevalensi karies gigi Oleh karena itu perlu mendapat yang cukup tinggi yaitu mencapai 60-80%. Perkembangan secara umum, karies gigi dikemudian hari menjadi manusia dewasa terlihat sangat aktif pada usia 4-8 tahun dan yang bertanggun jawab, berguna bagi bangsa usia 11-19 tahun. dan negara. Karies Pada Banyak peneliti mengatakan bahwa molar satu permanen rahang bawah mudah . merupakan penyakit gigi dan terserang karies karena erupsi yang awal dan bentuk permukaan oklusal yang banyak dijumpai pada anak-anak sekolah dasar di adanya fisura. Kartini . , melakukan Indonesia, serta cenderung meningkat setiap pemeriksaan pada molar satu permanen Riset kesehatan dasar tahun 2013 menunjukkan bahwa sebanyak 25,2 % anak mendapatkan 53,23% mengalami karies. usia 10-14 tahun bermasalah dengan gigi dan Dengan perincian anak usia 6 tahun 3,23%, 7 tahun 16,13 %, dan 8 tahun 33,87% . Faktor penyebab tingginya angka mempunyai kerusakan di bagian oklusal karies gigi pada anak usia Sekolah Dasar 75,76% dan di bagian bukal 24,24% . adalah faktor lingkungan, budaya dan faktor dari jumlah menyikat gigi setiap hari, maka perilaku kesehatan gigi yang ditandai dengan anak yang tak pernah menyikat gigi 24,28% adanya peningkatan konsumsi gula yang menderita karies. sangat disenangi oleh anak. Apabila hal Usaha untuk mengatasi masalah karies tersebut tidak diawasi dengan seksama, maka gigi dan gingivitis belum terlihat hasilnya, akan dapat menurunkan produktifitas anak, diperkirakan peningkatan kasus karies gigi karena dari aspek biologis akan dirasakan dan gingivitis akan terus terjadi sejalan sakit atau gigi goyang sehingga aktifitas dengan kenaikan konsumsi gula, adanya belajar, makan dan tidur pada anak akan faktor distribusi penduduk, faktor lingkungan, terganggu (Kusumaningsih dan Raharjo, dan faktor perilaku kesehatan gigi masyarakat Indonesia. Walaupun tidak menimbulkan Anak-anak usia 6-14 tahun merupakan kelompok usia yang kritis terhadap terjadinya kematian, sebagai akibat dari kerusakan gigi menurunkan tingkat produktivitas seseorang, karena dari aspek biologis akan dirasakan sakit atau gigi goyang, sehingga aktivitas informasi-edukasi, pemasaran sosial bidang belajar, makan dan tidur terganggu. Selain itu, dari aspek estetikpun dapat menimbulkan (Dachroni, 2. Sehingga pada masalah psikososial. penelitian ini terdapat istilah pendidikan Pencegahan terjadinya karies gigi dapat dilakukan sebelum dan sesudah gigi kesehatan yang mempunyai kesamaan arti dengan promosi kesehatan. Tindakan yang dilakukan sebelum gigi Promosi erupsi adalah dengan cara pemberian nutrisi penyakit adalah sejumlah kegiatan yang yang cukup bagi ibu hamil yang sangat bertujuan dan dirancang untuk menigkatkan kesehatan personal dan masyarakat melalui perkembangan gigi saat pembentukan matriks kombinasi strategi, termasuk implementasi email dan kalsifikasi. Pencegahan yang perubahan perilaku, pendidikan kesehatan, lainnya yaitu dengan pemberian fluor yaitu deteksi resiko kesehatan serta peningkatan dan pemeliharaan kesehatan. Sedangkan gigi/karies. Pemberian fluor dapat diberikan kuratif dan rehabilitatif pada umumnya melalui air minum, garam dapur dan air susu. dilakukan tehadap sasaran secara individual. Pencegahan yang paling mudah dan relatif Masyarakat perlu diberikan informasi murah yaitu dengan melakukan sikat gigi tentang kesehatan gigi dengan menggunakan secara teratur dan menambahkan pasta gigi berbagai media. Alat Bantu atau alat peraga yang mengandung fluor, hal ini terbukti dapat menurunkan insidensi karies gigi sekitar 15- pengetahuan yang ada pada setiap manusia itu Promosi kesehatan adalah proses diterima atau ditangkap melalui panca indra. Semakin banyak indra yang digunakan untuk masyarakat untuk memelihara, meningkatkan menerima sesuatu maka semakin banyak dan semakin jelas pula pengrtian atau pengetahuan yang diperoleh. Dengan kata lain, alat peraga kemampuan serta pengembangan lingkungan ini dimaksudkan untuk menggerakkan indra sehat (Depkes. , 2. Istilah promosi sebanyak mungkin kepada suatu obyek, kesehatan ditetapkan pada deklarasi Jakarta sehingga mempermudah persepsi seseorang bulan Juli 1997 yang sebelumnya dikenal (Machfoedz, dkk. , 2005. Pengetahuan yang ada pada seseorang bahan pendidikan/pengajaran. Alat bantu ini diterima melalui indra. Menurut penelitian disebut alat peraga karena berfungsi untuk membantu dan memperagakan sesuatu dalam menyalurkan pengetahuan ke dalam otak proses pendidikan dan pengajaran. Seseorang adalah indra pandang. Kurang lebih 75 % atau masyarakat dalam proses pendidikan sampai 85 % dari pengetahuan manusia memperoleh pengalaman atau pengetahuan diperoleh melalui indra pandang. Sedangkan bisa melalui berbagai alat bantu pendidikan, 13 % melalui indra dengar dan 12 % lainnya tersalur melalui indra yang lain (Arsyad, intensitas berbeda-beda dalam membentu Dari sini dapat disimpulkan bahwa persepsi seseorang. Dale . , membagi alat-alat alat peraga tersebut menjadi 11 macam, dan penerimaan informasi atau bahan pendidikan sekaligus menggambarkan tingkat intensitas (Machfoedz, dkk. , 2005. tiap-tiap alat tersebut dalam suatu kerucut Menurut Machfoedz, dkk. , . , masing-masing pada gambar berikut: alat bantu pendidikan adalah alat-alat yang digunakan oleh pendidik dalam penyampaian Keterangan : Kata-kata. Tulisan. Rekaman/Radio. Film. Televisi. Pameran. Fiel Trip. Edgar Dale Gambar Kerucut Demonstrasi. Sandiwara. Gambar kerucut tersebut dapat dilihat berarti bahwa dalam proses pendidikan. Benda Tiruan. bahwa lapisan yang paling dasar adalah benda benda asli mempunyai intensitas yang paling asli dan yang paling atas adalah kata-kata. Hal Benda Asli. Sedangkan Media leaflet merupakan salah satu penyampaian materi pendidikan yang hanya bentuk media cetak yang cukup populer dengan kata-kata saja sangat kurang efektif atau intensitasnya Pada termasuk pendidikan kesehatan. Keuntungan prinsipnya, penyusunan alat peraga atau dan keunggulan leaflet adalah : . Klien dapat menyesuaikan dan belajar mandiri, . Dapat prinsip bahwa pengetauan yang ada pada melihat isinya pada saat santai, . Informasi setiap manusia itu diterima melalui panca dapat dibagi dengan keluarga dan teman, . Semakin banyak indra yang digunakan Dapat memberikan informasi yang terperinci untuk menerima sesuatu maka semakin yang tidak mungkin disampaikan secara lisan, banyak dan semakin jelas pula pengertian atau Dapat disimpan untuk dibaca berulang- Dengan ulang, . Disain cetak dan ilustrasi dapat perkataan lain, alat peraga ini dimaksudkan dibuat semenarik mungkin, . Mampu untuk mengerahkan indra sebanyak mungkin memilah khalayak secara rinci (Ewles & kepada suatu obyek sehingga mempermudah Simnett, persepsi (Notoatmodjo, 2. adalah : . Khalayak terbatas, . Kurang paling rendah. Adapun Menurut Machfoedz, dkk. , . , cocok untuk tingkat pendidikan rendah atau pada garis besarnya ada dua macam alat bantu didistribusikan di komunitas dengan tingkat pendidikan yaitu alat bantu lihat (Visual Aid. merupakan alat bantu didalam membantu kemampuan dalam disain, ilustrasi dan menstimulasi indra penglihatan . pada terjadinya proses pendidikan. Alat bantu Popularitas Membutuhkan dengar (Audio Aid. merupakan alat yang dikarenakan pertimbangan efisien . ana, tenaga dan fasilitasny. , praktis dan tahan pendegaran pada waktu proses penyampaian bahan pendidikan. kapanpun serta mudah dibawa ataupun Leaflet pesan/informasi kesehatan dalam bentuk (Suiraoka. Saluran disimpan (Sadiman dkk, 2. Pengetahuan berbagai usaha, baik yang dilakukan dengan sengaja maupun secara kebetulan. Dalam komunikasi merupakan komponen penting proses memperoleh pengetahuan, terutama dalam proses pendidikan kesehatan (Sarwono, yang dilakukan dengan sengaja, mencakup berbagai metode dan konsep-konsep, baik merespon suatu obyek atau perangsang . , tertentu yang mempunyai arti, baik bersifat pengetahuan diperoleh melalui pengalaman, positif, netral, atau negative, menyangkut selain itu juga dari guru, orang tua, teman, aspek kognisi, afeksi dan kecenderungan buku dan media massa. Ciri pokok dari untuk bertindak. Menurut WHO pengetahuan adalah ingatan tentang sesuatu yang diketahui, baik melalui penglaman. METODE PENELITIAN belajar atau melalui informasi bersumber dari orang lain. Penelitian ini termasuk penelitian . uasi dengan rancangan: pre-test Ae post test group presdisposisi pengetahuan, perilaku seseorang design (Arikunto, 2. Observasi untuk mencakup pengetahuan, sikap, keyakinan, mengetahui perubahan pengetahuan, sikap nilai dan persepsi, berkenaan dengan motivasi dan status kebersihan gigi dan mulut sebelum seseorang atau kelompok. Dalam arti umum, dan sesudah dilakukan intervensi dengan kita dapat mengatakan faktor predisposisi subyek penelitiannya dibatasi pada siswa sebagai preferensi AypribadiAy yang dibawa kelas V SD Negeri Kuanino sebanyak 50 seseorang atau kelompok ke dalam suatu siswa dan SD Negeri Bertingkat Naikoten 1 pengalaman belajar. sebanyak 50 siswa yang berkedudukan di Menurut Green Menurut Allen. Guy & Edgley, 1980 Kota Kupang. Azwar, 2. mendefinisikan, sikap Variabel bebas . ariabel independe. adalah suatu pola perilaku, tendensi atau dalam penelitian adalah promosi kesehatan gigi dengan media leaflet sedangkan variabel menyesuaikan diri dalam situasi social, atau . ariabel secara sederhana sikap adalah respon terhadap pengetahuan, sikap dan status kebersihan gigi stimuli social yang telah terkondisikan. dan mulut sebelum dan sesudah promosi Howard Kendler mengemukakan bahwa sikap kesehatan gigi dengan media leaflet merupakan kecenderungan . untuk Instrumren yang digunakan dalam mendekati . atau menjauhi . , penelitian ini adalah leaflet yang berisikan atau melakukan sesuatu, baik yang secara materi tentang pemeliharaan kesehatan gigi positif maupun negative terhadap suatu dan mulut. Kuesioner yang digunakan untuk lembaga, peristiwa, gagasan, atau konsep . mengukur tingkat pengetahuan dan sikap Yusuf, 2. Sikap dapat disimpulkan, suatu siswa tentang kesehatan gigi dan alat kondisi mental yang relative menetap untuk pengumpul data kebersihan gigi dan mulut untuk menilai kebersihan gigi dan mulut indeks PHPM dilakukan dengan membagi permukaan gigi secara vertikal menjadi 3 (Personal . bagian/area dan pada bagian tengah Hygiene Performance Modifie. dari Martens dibagi menjadi 3 . bagian lagi secara dan Meskin, 1. Menghitung plak dengan horisontal dapat digambarkan seperti berikut: PHPM Keterangan Gambar: A: Area 1/3 gingival dari area tengah B: Area 1/3 tengah dari area tengah C: Area 1/3 incisal/oklusal dari area tengah D: Area distal E: Area mesial Gambar: Pembagian Permukaan gigi pada bagian bukal dan lingual Sumber: Martens dan Meskin . 2, cit. Sriyono, 2. Cara penilaian: Gigi premolar/molar kudran kiri atas Gigi paling belakang yang tumbuh di Apabila terlihat ada plak pada salah satu area, maka diberi skor 1 (Tanda O. , jika tidak ada maka diberi skor 0 (Tanda -) Hasil kudran kiri bawah penilaian plak yaitu dengan menjumlahkan setiap skor plak pada permukaan gigi, sehingga skor plak Gigi caninus kiri bawah atau gigi yang Gigi premolar/molar kudran kanan untuk setiap gigi indeks berkisar antara 0 Data hasil pemeriksaan skor plak Ae 10 yang diperoleh dilakukan pengelompokkan Dengan demikian, skor plak untuk semua kedalam kategori baik dan buruk. Penentuan gigi indeks berkisar antara 0 Ae 60 kategori sangat baik . , baik . Gigi indeks: Penilaian buruk . dan sangat buruk . Pemeriksaan pertama kebersihan gigi permukaan bukal dan lingual/palatal gigi dan mulut pada siswa dilakukan sebelum yang ditentukan yaitu: Gigi paling belakang yang tumbuh di kuadran kanan atas dilakukan setelah adanya intervensi dari Gigi caninus atas kanan atau gigi yang peneltian ini. Data hasil pemeriksaan skor kedua/ulang plak dilakukan entry data, selanjutnya kebersihan gigi dan mulut, baik sebelum dilakukan analisis dengan uji statistik. re-tes. Analisa data dengan menggunakan uji perlakuan . ost-tes. Pengetahuan dan sikap statistik Independent t-test dengan tujuan pada penelitian ini diukur menggunakan untuk mbandingkan hasil rerata pre-tes kuisioner sedangkan kebersihan gigi dan mulut dilakukan pemeriksaan. Hasil analisis pos-test intervensi keputusan pengujian hipotesis univariat disajikan pada uraian berikut. penelitian didasarkan pada taraf signifikan 0,05 (Hadi, 2. Hasil Pengetahuan tentang Kebersihan dinterpretasikan kemudian dianalisis dan Gigi dan Mulut dijadikan hasil untuk menjawab tujuan Data pengetahuan tentang kebersihan khusus dari penelitian. gigi dan mulut pada penelitian ini diukur dengan alat ukur berupa kuisioner yang HASIL PENELITIAN berjumlah 14 item pertanyaan . tem yang valid pada uji coba alat uku. Distribusi Analisis Univariat Analisis kebersihan gigi dan mulut pada masing- pengetahuan, sikap dan masing kelompok dapat dilihat pada tabel 2 Tabel 1. Distribusi siswa berdasarkan pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut pada tahap pre-test dan post-test. Distribusi Frekuensi Kelompok Pre-Test Kurang . Cukup . Baik . Sangat Baik . PostTest Kurang . Cukup . Baik . Sangat Baik . Pengetahuan Tentang Kebersihan Gigi dan Mulut Ket: I (SD Kuanin. II (SD Naikoten . Total Distribusi Sikap terhadap Kebersihan Gigi dan pengetahuan sebelum perlakuan . re-tes. Mulut Sikap terhadap kenbrsihan gigi dan mayoritas berada pada kategori baik . %). mulut pada penelitian ini diukur dengan alat demikian juga kelompok II . %). Distribusi ukur berupa kuisioner yang berjumlah 17 item siswa berdasarkan pengetahuan padapost- Distribusi siswa berdasarkan test, pada kelompok I dan II mayoritas berada sikap terhadap kebersihan gigi dan mulut pada kategori sangat baik yaitu 50 % dan 94 pada masing-masing kelompok dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 2. Distribusi siswa berdasarkan sikap terhadap kebersihan gigi dan mulut pada tahap pre-test dan post-test. Distribusi Frekuensi Kelompok Pre-Test Kurang . Cukup . Baik . Sangat Baik . PostTest Kurang . Cukup . Baik . Sangat Baik . Sikap Total Ket: I (SD Kuanin. II (SD Naikoten . Tabel 3 mendeskripsikan bahwa presentase siswa SD berdasarkan sikap sebelum perlakuan . re-tes. pada kelompok I berada pada kategori cukup . %), demikian juga kelompok II . %). Hasil analisis pada post-test menunjukan bahwa pada kelompok I mayoritas berada pada kategori cukup . %), sedangkan kelompok II berada pada kategori baik . %). Kebersihan Gigi dan Mulut Hasil pemeriksaan gigi dan mulut yang diukur denga skor plak gigi (PHP-M) sebelum maupun sesudah perlakuan masing-masing kelompok dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 3. Distribusi siswa berdasarkan skor plak gigi pada tahap pre-test dan post-test. Kebersihan Gigi dan Mulut Pre-Test Sangat Buruk . Buruk . Baik . Sangat Baik . PostTest Sangat Buruk . Buruk . Baik . Sangat Baik . Distribusi Frekuensi Kelompok SD Kuanino SD Naikoten 1 Total Distribusi siswa berdasarkan skor plak gigi menunjukan bahwa sebelum perlakuan Kelompok I berada pada kategori sangat buruk . %) dan kelompok II 32 %. Setelah di berikan perlakuan post test, hasil menunjukan bahwa 66% keolompok I berada pada kategori baik, sedangkan kelompok II sebesar 72 %. Analisis Bivariat meningkatkan pengetahuan dan sikap dan Analisis bivariat pada penelitian ini status kebersihan gigi dan mulut siswa. digunakan untuk menguji hipotesis pada Analisis perbedaan antar kelompok penetilian ini yaitu: . promosi kesehatan gigi dengan menggunakan media leaflet sangat efektif meningkatkan pengetahuan dan (Independent t-tes. Rerata dan simpangan Baku PreTest sikap dan status kebersihan gigi dan mulut Hasil analisis data sebelum perlakuan siswa dan . promosi kesehatan gigi dengan . re-tes. dengan menggunakan bantuan menggunakan media leaflet tidak efektif software computer secara ringkas dapat disajikan pada tabel berikut ini: Tabel 4. Rerata dan Simpangan Baku nilai pre-test antar kelompok Uraian Pengetahuan Sikap Skor Plak Gigi(PHP-M) Kelompok Rearata A SD 60,71 A 15,82 62,42 A 15,92 34,78 A 3,27 34,78 A 3,14 44,38 A 3,27 43,70 A 11,14 t-hitung -0,540 0,591 0,000 1,000 0,336 0,737 Keterangan Tidak Bermakna Tidak Bermakna Tidak Bermakna Beradasarkan perlakuan . re-tes. antara kelompok I dan II yang ditunjukan dengan thitung = - dideskripsikan sebagai berikut: 0,336 dan p = 0,737 Tidak terdapat perbedaan yang bermakna tentang pengetahuan kebersihan gigi dan . re-tes. dengan menggunakan media leaflet kedua antara kelompok I dan II yang ditunjukan kelompok tersebut tidak berbeda secara dengan thitung = -0,540 dan p = 0,591 bermakna yang berarti kedua kelompok . Tidak terdapat perbedaan yang bermakna sikap terhadap kebersihan gigi dan mulut sebelum perlakuan . re-tes. antara kelompok I dan II yang ditunjukan Hasil uji statistic ini membuktikan tersebut seimbang. Rerata dan simpangan Baku Post-Test Hasil analisis data sesudah perlakuan dengan thitung = 0,000dan p = 1,000 . ost-tes. dengan menggunakan bantuan Tidak terdapat perbedaan yang bermakna software computer secara ringkas dapat kebersihan gigi dan mulut sebelum disajikan pada tabel berikut ini. Tabel 5. Rerata dan Simpangan Baku nilai post-test antar kelompok Uraian Kelompok Rearata A SD 75,71 A 14,35 88,28 A 8,63 39,60 A 3,87 48,56 A 2,61 Skor Plak Gigi 25,50 A 6,64 (PHP-M) 25,06 A 6,05 Pengetahuan Sikap t-hitung -5,306 0,000 -13,543 0,000 0,346 0,730 Keterangan Bermakna Bermakna Tidak Bermakna Beradasarkan rangkuman hasil analisis pada tabel 6, maka dapat dideskripsikan sebagai . Terdapat . Terdapat perbedaan yang bermakna sikap tentang pengetahuan kebersihan gigi dan terhadap kebersihan gigi dan mulut mulut sebelum perlakuan . re-tes. antara kelompok I dan II yang ditunjukan kelompok I dan II yang ditunjukan dengan thitung = -5,306 dan p = 0,000 dengan thitung = -13,543 dan p = 0,000 . re-tes. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna bermakna yang berarti kedua kelompok kebersihan gigi dan mulut sebelum tersebut seimbang. ost-tes. antara kelompok I Analisis of Varians dan II yang ditunjukan dengan thitung = -0. Analisis of varians pada penelitian ini 0,346 dan p = 0,730 untuk mengukur pengaruh penggunaan media Hasil uji statistic ini membuktikan leaflet sebelum perlakuan . re-tes. ost-tes. dengan menggunakan media leaflet kedua pengetahuan, sikap dan status kebersihan gigi kelompok tersebut tidak berbeda secara dan mulut siswa sekolah dasar di kota Kupang dapat disajikan pada tabel 6. Tabel 6. pengaruh penggunaan media leaflet sebelum perlakuan . re-tes. dan sesudah perlakuan . ost-tes. terhadap pengetahuan, sikap dan status kebersihan gigi dan mulut siswa sekolah dasar. Uraian Kel Rerata A SD Pre-Test Pengetahuan Sikap Skor Plak Gigi (PHPM) 60,71 A 15,82 62,42 A 15,92 34,78 A 3,27 34,78 A 3,14 44,38 A 3,27 43,70 A 11,14 Fhitung Rearata A 0,291 0,591* 0,000 1,000* F-hitung Post-Test 75,71 A 14,35 88,28 A 8,63 39,60 A 3,87 48,56 A 2,61 28,154 1,000** 183,492 0,000** 25,50 A 6,64 0,113 0,737* Ket 25,06 A 6,05 0,120 0,730* Bermakna Bermakna Tdk Bermakna Keterangan: *: tidak signifikan **: signifikan Berdasarkan tabel rangkuman hasil analisis tersebut diatas dapat dideskripsikan sebagai . Terdapat perbedaan yang bermakna dari Perbedaan tersebut bermakna secara statistic . =0,. peningkatan pengetahuan dan sikap siswa . Tidak terdapat perbedaan yang bermakna tentang kebersihan gigi dan mulut . re- dari penggunaan media leaflet terhadap test ke post-tes. antara kelompokI dan II. skor plak gigi . re-test ke post-tes. antara kelompokI dan II. Perbedaan tersebut secara statistic bermakna . =0,. dengan bermakna secara statistic . =0,. Berdasarkan hasil analisis seperti telah diuraikan diatas membuktikan bahwa kelompok SD Naikoten 1 dibandingkan dengan kelompok SD Kuanino (Tabel . intervensi pendidikan kesehatan gigi melalui Perubahan peningkatan pengetahuan dalam penelitian ini terjadi karena responden pengetahuan dan sikap dan kebersihan gigi diajak untuk memanfaatkan semua alat dan mulut pada siswa SD. Namun, secara inderanya untuk mempelakari dan memahami statistic penggunaan media leaflet tidak materi kesehatan gigi melalui media leaflet, terdapat perbedan yang bermakna antar melalui tampilan gambar, sehingga tidak kedua kelompok tentang kebersihan gigi dan menimbulkan kebosanan responden, dapat rangsangan untuk diikuti dan pemahaman PEMBAHASAN Pengetahuan Kebersihan yang komperhensif. Hal ini dapat dimengerti Siswa Gigi karena leaflet menyuguhkan materi secara Mulut ringkas dan dijelaskan secara singkat dan Pendidikan kesehatan Gigi Menurut Green dan Kreuter . Dari hasil penelitian menunjukan proses belajar yang melibatkan partisipasi terdapat perbedaan rerata skor pengetahuan aktif peserta akan memperoleh pengetahuan pada post-test . etelah intervens. antara sebagai dasara perubahan perilaku yang lebih kedua kelompok Sekolah Dasar dengan mantap dan akan bertahan lebih lama. menggunakan media Leaflet, dimana rerata Pendidikan tentang kesehatan gigi dan skor post test pengetahuan siswa SD Naikoten 1 lebih tinggi di bandingkan siswa SD mempengaruhi tindakan dan membentuk Kuanino. suatu perilaku seseorang dalam memelihara Perbedaan signifikan . =0,. pre-test kebersihan mulut seseorang. Perilaku yang Hasil analisis peningkatan skors antar Ae post-test menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna peningkatan pengetahuan sesudah intervensi promosi kesehatan gigi dan mulut menggunakan media leaflet. Perbedaan ini didasari oleh pengetahuan akan lebih bersifat menetap daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan (Notoatmodjo,2. Sikap Siswa SD terhadap Kebersihan Gigi perasaan terhadap sesuatu yang berkaitan dan Mulut setelah Pendidikan kesehatan dengan emosi dalam menjaga kebersihan gigi Gigi dan mulut, sedangkan komponen perilaku Dari hasil penelitian menunjukan atau komponenn conative dalam struktur terdapat perdaan rerata skor sikap pada post- sikap menunjukan bagaimana perilaku atau test antara kedua kelompok Sekolah Dasar kecenderungan berperilaku yang ada dalam dengan menggunakan media Leaflet, dimana diri seseorang berkaitan dengan objek sikap rerata skor sikap siswa SD Naikoten 1 lebih yang dihadapinya. tinggi di bandingkan siswa SD Kuanino. Perbedaan Pada suatu tingkatan sederhana, komponen affective dapat berarti sekedar . =0,. Hasil ini membuktikan suka atau tidak suka namun pada tingkat yang bahwa intervensi pendidikan kesehatan gigi kompleks komponenaffective dapat berarti melalui media leaflet dapat meningkatkan adanya reaksi emosional seperti kecemasan perubahan sikap siswa dalam menjaga (Thomas,1. Dapat disimpulkan, sikap kebersihan gigi dan mulut. merupakan suaru kondisi mental yang relative Hasil analisis peningkatan skors antar pre-test Ae menetap untuk merespon suatu objek atau post-test perangsang tertentu yang mempunyai arti, menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang baik bersifat positif, netral atau negative, intervensi pendidikan kesehatan gigi dan kecenderungan untuk bertindak. Hasil uji mulut menggunakan media leaflet. Perbedaan statistic tersebut didukung dengan proses ini secara statistic bermakna . =0,. intervensi pendidikan kesehatan ggii dan dengan rerata peningkatan lebih tinggi pada mulut dengan menggunakan media leaflet kelompok SD Naikoten 1 dibandingkan terhadap siswa sekolah dasar yang berjalan dengan kelompok SD Kuanino (Tabel . baik dan lancer sesuai dengan harapan. Sturktur Peningkatan nilai rerata sikap dalam komponen yang saling menunjang yaitu cognitive, affective dan conative. Komponen peningkatan kepercayaan siswa terhadap cognitive tersebut merupakan kepercayaan pentingnya menjaga kebersihan gigi dan individu terhadap yang berlaku atau benar Tingginya kepercayaan siswa terhadap bagi objek sikap yaitu tentang kebersihan gigi yang berlaku atau yang dianggap benar dan mulut. Komponen affective merupakan tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut, dipengaruhi oleh adanya peningkatan meneriam sesuatu maka semakin banyak dan Dengan menggunakan media leaflet. Sebagaiman perkataan lain, alat peraga ini dimaksudkan Green pengetahuan penting dalam menentukan mungkin kepada suatu objek sehingga mempermudah persepsi (Notoatmodjo,2. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka Status Kebersihan Gigi dan Mulut Siswa kebiasaan memelihara kebersihan gigi dan SD setelah Pendidikan kesehatan Gigi mulut sebagai bentuk perilaku yang didasari Dari hasil penelitian menunjukan oleh pengetahuan akan mempengaruhi baik tidak terdapat perbedaan rerata skor plak gigi atau buruknya kebersihan gigi dan mulut, pada pre-test dan post-test antara kedua sehingga hal ini juga akan mempengaruhi angka karies dan penyakit penyangga gigi. menggunakan media Leaflet. Maka dapat Salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan staus kebersihan gigi dan kesehatan gigi dan mulut melalui media mulut anak-anak SD . -12 tahu. adalah leaflet tidak dapat menurunkan skor plak gigi. dengan meningkatkan upaya promotif karena Secara statistic tidak ada perbedaan bermakna beberapa alasan, yaitu : . anak-anak dengan secara signifikan . diantara kedua kelompok SD . Hal ini disebabkan mengganggu aktivitas sehari-hari dan belajar, siswa cenderung mengkonsumsi jajanan di . sekolah merupakan tempat yang efektif dilingkungan sekolah. dan efisien untuk meningkatkan kesehatan, . Sekolah Dasar Menurut Dale . , penyampaian anak-anak materi pendidikan yang hanya dengan kata- menerima akan lebih baik, karena semakin kata saja kurang efektif atau intensitasnya dini kebiasaan didapatkan akan semakin lama paling rendah. Oleh karena itu penyusunan dampaknya mmenetap, . masa sekolah alat peraga atau media pendidikan tersebut merupakan masa anak-anak dan remaja, masa ini yang paling berpengaruh dalam kehidupan pengetahuan yang ada pada setiap manusia itu diterima melalui panca indera. Semakin manusia (Sriyono,2. KESIMPULAN DAN SARAN kesehatan gigi (Jurusan Keperawatan Gigi Berdasarkan hasil penelitian dan Poltekke. agar dilaksanakannya penyuluhan pembahasan yang telah dilakukan pada bab kesehatan gigi dan mulut secara rutin terdahulu, dapat disimpulkan bahwa promosi pengetahuan, sikap dan kebersihan gigi dan pengetahuan, sikap dan status kebersihan gigi Dinas Kesehatan mulut siswa SD. Berdasarkan Melalui unit perencanaan program UKS pembahasan, dan kesimpulan diatas, maka merencanakan pengadaan media pendidikan peneliti mengajukan beberapa saran sebagai kesehatan gigi dan mulut dalam bentuk media leaflet karena media ini meningkatkan Bagi Sekolah pengetahuan, sikap dan status kebersihan gigi Perlu diadakannya koordinasi dengan pihak puskesmas atau institusi pendidikan REFERENCES