Jurnal Penelitian dan PkM Vol. No. 2 Oktober 2024. Hal. BPPMSTAKTerpaduPesat Edukasi dan Pemeriksaan Gizi Anak: Upaya Melawan Stunting di Indonesia Rinawaty Widjaja1. Tjutjun Setiawan2. Tomi Yulianto3. Valentina D Kuntari4 Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia . , 2, 3, . setiawan65@gmail. Article History Submitted: 9 Juli 2024 Accepted: 14 Agustus 2024 Published: Oktober 2024 Keywords: Stunting. People's Markets. Child Nutrition. Kata-kata kunci: Parenting. Orang Tua. Observasi. Abstract The problem of stunting is a global concern, including in Indonesia with a prevalence of around 37% in children under five years. This research aims to educate the public, especially mothers, about the importance of child nutrition and preventing stunting, as well as evaluating the effectiveness of community service programs. This activity was carried out at the 2023 People's Festival which involved distributing basic necessities, a bazaar and nutrition education, organized by the Nation Transformation Foundation and supported by the South Tangerang City Government and GBI WTC Tangerang. The medical team also carries out free stunting checks. Report writing uses qualitative descriptive methods, with references from trusted sources. Health education and regular check-ups are very important for early detection and prevention of stunting. Activities such as the 2023 People's Festival can increase public awareness about the importance of child nutrition. Abstrak Masalah stunting menjadi perhatian global, termasuk di Indonesia dengan prevalensi sekitar 37% p Masalah stunting menjadi perhatian global, termasuk di Indonesia dengan prevalensi sekitar 37% pada anak di bawah lima tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, terutama ibu, tentang pentingnya gizi anak dan pencegahan stunting, serta mengevaluasi efektivitas program pengabdian masyarakat. Kegiatan ini dilakukan dalam Pesta Rakyat 2023 yang melibatkan pembagian sembako, bazar, dan edukasi gizi, diselenggarakan oleh Yayasan Transformasi Bangsa dan didukung Pemerintah Kota Tangerang Selatan serta GBI WTC Tangerang. Tim medis juga melakukan pemeriksaan stunting gratis. Penulisan laporan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan referensi dari sumber terpercaya. Edukasi kesehatan dan pemeriksaan rutin sangat penting untuk deteksi dini dan pencegahan stunting. Kegiatan seperti Pesta Rakyat 2023 dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi anak. Copyright: @2024. Authors. 87 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga PENDAHULUAN Masalah stunting merupakan isu yang sangat menjadi perhatian dari banyak negara, seperti yang terjadi di beberapa negara Afrika: . Rwanda melaporkan tingkat stunting sebesar 33% pada tahun 2020, menurun dari 38% pada tahun 2015. Namun, stunting masih menjadi permasalahan. Secara global, kematian anak akibat kekurangan gizi mencapai 45%. (Ndagijimana et al. , 2. data dari Survei Demografi dan Kesehatan Ethiopia . dengan metode Autokorelasi spasial dan model regresi logistik bertingkat digunakan untuk melakukan analisis di mana hasilnya adalah Prevalensi stunting mengalami penurunan dari 51% menjadi 37%, sedangkan prevalensi stunting berat mengalami penurunan lebih dari setengahnya . ari 28% menjadi 12%). Variasi regional yang luas dalam hal stunting telah diamati secara konsisten selama bertahun-tahun, yang menunjukkan tingkat stunting yang lebih tinggi di Tigray . %). Afar . %), dan Amhara . %) (Bitew et al. , 2. Di Zimbabwe, telah dilakukan penelitian di dua provinsi yang mayoritas penduduknya berada di pedesaan . atu provinsi dengan prevalensi stunting nasional tertinggi dan satu provinsi dengan prevalensi terenda. di Zimbabwe. Data yang diperoleh dari pengasuh 150 anak usia 6 hingga 59 bulan yang mengalami stunting dan dari 300 pengasuh anak yang tidak mengalami stunting (Marume et al. , 2. Masalah stunting juga terjadi di Amerika Latin dan Asia, seperti contoh: . Brazil yang terus berusaha menekan angka stunting (Corrya et al. , 2. Stunting merupakan masalah utama di Bangladesh, dengan prevalensi sebesar 31% pada tahun 2017. Prevalensi stunting pada anak usia di bawah dua tahun hanya berkurang sebesar 6% sejak tahun 2004 (Islam et al. , 2. Bahkan menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa pada tahun 2020 terdapat sejumlah 149,2 juta prevalensi balita kerdil atau yang disebut stunting, dan itu berarti secara global sebesar 22% tersebar di beberapa belahan dunia seperti Afrika. Asia. Amerika. Eropa dan Australia. Selandia Baru. Oseania, dengan persentase yang berbeda-beda, dan persentase terbesar berada di kawasan Afrika dan Asia, termasuk Indonesia (Dyah & Heppy, 2. Menurut penelitian Ty Beal dan kawan-kawan yang dimuat di Maternal and Child Nutrition, 2018. Disebutkan bahwa prevalensi stunting pada anak di Indonesia masih tetap tinggi selama satu dekade terakhir, dan pada tingkat nasional adalah sekitar 37% (Beal et al. , 2. Kinanti Rachmadhita mengemukakan bahwa Pada tahun 2015, prevalensi stunting pada anak balita di Indonesia mencapai 36,4%. Ini berarti lebih dari sepertiga atau sekitar 8,8 juta balita mengalami masalah gizi di mana tinggi badan mereka lebih rendah dari standar yang sesuai dengan usia mereka. Angka stunting ini berada di atas batas yang ditetapkan oleh WHO, yaitu 20%. Indonesia memiliki prevalensi stunting balita tertinggi kedua di Asia Tenggara, setelah Laos yang mencapai 43,8%. Namun, berdasarkan Pantauan Status Gizi (PSG) tahun 2017, persentase balita yang mengalami stunting menurun menjadi 26,6%, dengan rincian 9,8% sangat pendek dan 19,8% Periode 1. 000 hari pertama kehidupan sebenarnya merupakan masa emas bagi pertumbuhan bayi, tetapi banyak balita usia 0-59 bulan masih menghadapi masalah gizi. Untuk mengatasi masalah gizi pada balita, pemerintah meluncurkan gerakan nasional pencegahan stunting dan menjalin kemitraan multi sektor. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) menetapkan 160 kabupaten sebagai prioritas penurunan stunting. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. 2013, terdapat 15 kabupaten/kota dengan prevalensi stunting di atas 50%. Yang menjadi indikasi utama faktor stunting di Indonesia adalah 88 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga malnutrisi pada ibu hamil dan kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak serta kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi (Agustina, 2. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat bertujuan untuk memberikan edukasi kepada Masyarakat luas terutama kepada ibu-ibu tentang pentingnya memperhatikan gizi pada bayi dan anak-anak sehingga bisa terbebas dari kasus stunting pada anak. Kegiatan ini juga hanya hanya memberikan edukasi kepada Masyarakat tetapi juga dengan melakukan pemeriksaan gizi dan kondisi anak-anak dengan melibatkan dokter dan tenaga medis sehingga kegiatan ini dapat dipertanggungjawabkan secara media karena kegiatan ini ditangani oleh yang berkompeten dan mempunyai kapasitas untuk itu di mana penulis merupakan bagian di dalamnya. METODE Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dikemas dengan tema Pesta Rakyat 2023, di mana dalam Pesta Rakyat ini ada pembagian sembako, bazar pakaian dan peralatan rumah tangga yang dijual dengan harga murah, disediakan stand makanan dan lain-lain yang melibatkan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menenga. , serta ada edukasi kepada para pengunjung untuk lebih memahami masalah gizi. Bagi mereka yang ingin memeriksakan anaknya dapat mengunjungi tempat yang sudah disiapkan. Pemeriksaan dan pengobatan dilakukan secara Sedangkan metode penulisan atas hasil dan pembahasan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan studi pustaka (Zed, 2. , di mana penulis mencari data dan referensi dari literatur, jurnal yang terpublikasi, berita online dari publisher terpercaya, dan melihat bagaimana perspektif Alkitab terhadap anak, penulis membaca, memilah dan mengolah serta menyajikan data-data tersebut sehingga tulisan ini dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan mendatangkan manfaat bagi para pembaca. HASIL DAN PEMBAHASAN Perencanaan Berangkat dari upaya untuk membantu pemerintah dalam menekan angka stunting yang masih besar di Indonesia maka digagas untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan diadakan kegiatan pemeriksaan dan pengobatan stunting dengan melibatkan para dokter dan tenaga medis di mana penulis ikut di dalamnya. Supaya acara lebih menarik dan dapat menarik pengunjung yang banyak maka dibuatlah acara pesta rakyat 2023 di mana pemeriksaan dan pengobatan stunting masuk dalam acara tersebut. Karena Pesta Rakyat 2023 acara gabungan di mana di dalamnya banyak event atau kegiatan yang sasarannya ditujukan secara umum sehingga mengundang orang banyak untuk datang, dan secara khusus mereka yang membutuhkan hal-hal yang berkaitan dengan masalah stunting juga tertarik dan melakukan pemeriksaan dan edukasi masalah stunting sehingga pengunjung dapat pembekalan dan pengetahuan yang memadai dan dapat lebih memperhatikan anak-anak mereka. Pelaksanaan Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 7 Ae 8 Oktober 2023 dengan mengambil tempat di samping gereja GBI WTC. Ruko Golden Boulevard. BSD Tangerang Selatan. Banten, di mana ada 89 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga lahan kosong yang memadai untuk dipakai acara pesta rakyat, dan masyarakat menyebutnya sebagai lahan Graha Telkom. Acara dimulai dari jam 08. 00 Ae 13. 00 WIB. Dalam acara Pesta Rakyat ini selain pemeriksaan dan pengobatan stunting secara langsung ditangani oleh para dokter dan tenaga medis, ada berbagai kegiatan yang dilakukan seperti ceramah edukasi stunting pada para orang tua, acara pembagian sembako, penjualan kebutuhan sandang seperti pakaian, peralatan rumah tangga, tas, makanan, dan lain-lain, yang semuanya dijual dengan harga murah. Panitia melibatkan berbagai UMKM (Usaha Mikro Kecil Menenga. yang ada di sekitar Tangerang Selatan sehingga ada kebersamaan antara pihak usahawan dan masyarakat banyak Selama kegiatan ini dilaksanakan ada sekitar 150 anak-anak yang melakukan pemeriksaan dan pengobatan di mana tentunya mereka didampingi oleh orang tua mereka dan diberikan juga edukasi tentang gizi kepada para orang tua dan diharapkan mereka memperhatikan hal ini supaya anak mereka terhindar dari stunting. Gambar 1. Pesta Rakyat Selayang Pandang tentang Stunting dan Pertumbuhan Sehat Stunting merupakan gangguan perkembangan dan pertumbuhan anak yang diakibatkan kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar (Susanti, 2. Stunting adalah kondisi yang tidak diinginkan di mana tinggi badan anak lebih rendah dari anak-anak seusianya. Menurut WHO, stunting terjadi ketika pertumbuhan dan perkembangan anak terganggu karena kurangnya asupan nutrisi selama masa kehamilan dan awal kehidupan, infeksi berulang, serta pola pemberian makanan dan perawatan yang tidak tepat pada awal kehidupan. Kondisi ini merupakan bentuk kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh asupan nutrisi yang tidak mencukupi dalam jangka waktu lama, akibat ketidaksesuaian antara makanan yang diberikan dan kebutuhan gizi anak. Stunting dapat terjadi sejak janin dalam kandungan dan berlanjut hingga anak berusia dua tahun (Ramdani et al. , 2. 90 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga Dapat dimaknai bahwa stunting sebagai gagal tumbuh kembang akibat kurangnya asupan gizi yang dapat menyebabkan terganggunya metabolisme dan pertumbuhan fisik pada anak. Pertumbuhan manusia terdiri dari empat fase yang saling terkait sepanjang hidup: fase janin, bayi, masa kanak-kanak, dan pubertas, yang diatur oleh mekanisme berbeda. Penelitian pada anak-anak sehat selama 21 bulan pertama menunjukkan bahwa pertumbuhan terjadi secara episodik dengan periode diam yang panjang . hingga 63 har. diikuti oleh fase percepatan pertumbuhan yang singkat. Dengan demikian, sekitar 90-95% masa bayi sehat tidak menunjukkan Meskipun tinggi badan sangat dipengaruhi oleh faktor genetik dengan lebih dari 200 gen teridentifikasi, gen-gen tersebut hanya menjelaskan sekitar 10% variasi tinggi badan orang dewasa. Anak-anak dari berbagai wilayah geografis menunjukkan pola pertumbuhan yang sangat mirip selama fase janin dan beberapa tahun pertama kehidupan jika kebutuhan gizi dan kesehatan ibu terpenuhi dan mereka dibesarkan dalam kondisi yang mendukung. Oleh karena itu, faktor lingkungan seperti status gizi ibu, praktik pemberian makan, kebersihan dan sanitasi, frekuensi infeksi, dan akses layanan kesehatan adalah penentu utama pertumbuhan dalam dua tahun pertama kehidupan(Prendergast & Humphrey, 2. Gambar 2. Tim Medis Penyebab dan Dampak Stunting Menurut UNICEF Framework, tiga faktor dominan yang menyebabkan terjadinya stunting diantaranya pemberian makanan pendamping terlalu dini, riwayat penyakit, dan BBLR (Berat Badan Lahir Renda. (Sukiman et al. , 2. Meskipun demikian masalah sosio-ekonomi juga mempunyai pengaruh terhadap stunting pada anak. Variasi prevalensi stunting di berbagai populasi dalam suatu negara menyoroti pentingnya faktor sosio-ekonomi. Oleh karena itu, prevalensi stunting dapat dijadikan indikator yang efektif untuk mengukur kesenjangan dalam pembangunan manusia. Di 80 negara, negara-negara dengan tingkat prevalensi stunting yang tinggi cenderung juga memiliki kesenjangan sosio-ekonomi yang lebih signifikan di antara anakanak yang mengalami stunting (Prendergast & Humphrey, 2. Selain itu juga tingkat pemahaman masyarakat tentang stunting di banyak daerah masih rendah sehingga menyebabkan kejadian stunting pada anak(Fitriani et al. , 2. seperti misalnya bagaimana seorang ibu hamil 91 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga harus memberi nutrisi yang baik pada bayinya sehingga pada waktu melahirkan berat badan bayi normal dan tidak mengalami BBLR, dan ketika ia sudah melahirkan, seorang ibu harus memberikan ASI kepada bayinya, memberikan nutrisi yang baik pada anak sehingga anak ketika makan tidak sekedar kenyang, tetapi mendapat gizi yang cukup. Stunting pada bayi baru lahir berdampak jangka panjang bagi pertumbuhan bayi tersebut. Dampak jangka panjang ini dapat dihindari dengan memberikan intervensi pada bayi stunting hingga usia 2 tahun agar dapat mengejar tumbuh kembang pada periode selanjutnya. Stunting berdampak anak dan Indonesia diantaranya adalah anak akan memiliki tubuh yang pendek karena tidak bertumbuh maksimal, kognitif lemah dan psikomotorik terhambat, kesulitan menguasai sains dan prestasi dalam olahraga, lebih mudah terkena penyakit degeneratif dan sumber daya manusia berkualitas rendah (Sukiman et al. , 2. Pencegahan Stunting Mencegah suatu penyakit adalah lebih baik dibanding mengobati. Pencegahan stunting sangat penting dilakukan. Berikut beberapa cara efektif yang bisa dilakukan (Kesehatan, 2. Memenuhi Kebutuhan Gizi Sejak Kehamilan, memenuhi kebutuhan gizi sejak masa kehamilan merupakan langkah yang sangat penting dalam mencegah stunting pada anak. Lembaga kesehatan Millenium Challenge Account Indonesia merekomendasikan agar ibu hamil mengonsumsi makanan bergizi dan suplemen sesuai anjuran dokter. Selain itu, penting bagi ibu hamil untuk rutin memeriksakan kesehatannya ke dokter atau bidan. Memberikan ASI Eksklusif Hingga Usia 6 Bulan. Veronika Scherbaum, seorang ahli nutrisi dari Universitas Hohenheim di Jerman, menyatakan bahwa ASI dapat mengurangi risiko stunting pada anak berkat kandungan gizi mikro dan makro yang tinggi. Oleh karena itu, disarankan agar ibu memberikan ASI Eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Kandungan protein whey dan kolostrum dalam ASI juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. Mengkombinasikan ASI Eksklusif dengan MPASI Sehat, saat bayi berusia lebih dari 6 bulan, ibu dapat mulai memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Pastikan makanan yang diberikan mengandung gizi mikro dan makro yang cukup untuk mendukung pertumbuhan anak dan mencegah stunting. WHO merekomendasikan penambahan nutrisi . ke dalam Sebaiknya, ibu berkonsultasi dengan dokter sebelum memilih produk tambahan . Memantau Tumbuh Kembang Anak, orang tua perlu memantau tumbuh kembang anak secara berkala, terutama berat dan tinggi badan mereka. Rutin membawa anak ke Posyandu atau klinik khusus anak akan memudahkan deteksi dini gangguan pertumbuhan dan memberikan penanganan yang tepat. Menjaga Kebersihan Lingkungan, anak-anak rentan terhadap penyakit jika lingkungan sekitar mereka tidak bersih, yang dapat meningkatkan risiko stunting. Studi dari Harvard Chan School menunjukkan bahwa diare adalah salah satu penyebab utama stunting, yang sering kali disebabkan oleh paparan kotoran. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan adalah sangat penting. Senada dengan hal di atas, menurut UNICEF. Seorang ibu yang baik dapat membantu memastikan kesehatan bayinya sejak lahir dan mencegah kelahiran dengan berat badan rendah serta stunting. Selain itu, pemberian Makanan Pendamping ASI yang tepat sesuai rekomendasi juga bisa mencegah stunting dan memperkenalkan kebiasaan makan yang sehat. UNICEF Indonesia bekerjasama dengan Bappenas dan Kementerian Kesehatan sudah mencanangkan Kerangka Aksi Gizi Ibu dan Pemberian Makanan Pendamping ASI di Indonesia. Agenda ini bertujuan untuk mengurangi tingkat kekurangan gizi dan nutrisi pada anak dengan menyiapkan 92 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga langkah-langkah strategis yang dibutuhkan untuk meningkatkan gizi ibu dan praktik pemberian makanan pendamping ASI (UNICEF, 2. Gambar 3. Pemeriksaan Anak Sebaran Stunting di Indonesia dan Usaha Pemerintah Sebaran stunting di Indonesia yang diunduh dari data Kementerian Sekretariat Negara RI/Sekretarian Wakil Presiden RI, yang betanggungjawab dalam hal stunting dan bertugas menekan kejadian stunting (TP2S, 2. , di mana data tersebut diolah dan dibuat per provinsi sebagaimana table di bawah ini: Tabel Sebaran dan Perkembangan Stunting dalam 5 tahun . alam Presentas. PROVINSI ACEH SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN BENGKULU LAMPUNG KEP. BANGKA BELITUNG KEP. RIAU DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA JAWA TIMUR PCT STUNTING 2013 41,37 38,03 37,17 39,88 37,67 40,25 40,95 27,95 28,75 29,17 36,17 35,83 PCT STUNTING 2018 35,52 28,29 27,36 31,85 33,15 29,39 26,97 22,59 24,23 19,83 30,84 30,52 21,94 32,51 93 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga BANTEN BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR KALIMANTAN UTARA SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA GORONTALO SULAWESI BARAT MALUKU PAPUA BARAT PAPUA 33,22 32,83 44,97 51,16 38,51 45,27 33,38 36,89 43,28 41,42 42,51 38,29 47,84 42,64 45,16 23,18 27,71 23,61 30,64 42,63 33,66 34,11 29,64 29,18 25,63 32,69 36,54 30,46 32,13 30,73 Dari data tersebut di atas, dapat terlihat bahwa provinsi terbesar prafelensi stunting ada di provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 51,16%, meskipun selama 5 tahun sampai tahun 2018 mengalami penurunan tetapi di tahun 2018 provinsi Nusa Tenggara Timur masih menjadi provinsi terbesar dalam stunting. Jakarta merupakan daerah dengan prevalensi stunting terkecil tahun 2018 yaitu sebesar 19,83 setelah mengalami penurunan di mana tahun 2-13 adalah 28,17. provinsi Papua merupakan daerah yang penurunan stunting dalam percentage adalah sangat kecil selama 5 tahun, sebesar 0,38%, dari 23,18% tahun 2013 dan turun menjadi 22,8% di tahun 2018. Program percepatan penurunan stunting pada balita merupakan prioritas pemerintah sebagaimana tercantum dalam RPJMN 2020-2024. Target nasional adalah mengurangi prevalensi stunting menjadi 14% pada tahun 2024. Wakil Presiden Republik Indonesia, sebagai Ketua Pengarah Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) Pusat, mempunyai tugas untuk memberikan petunjuk dan arahan dalam penetapan kebijakan yang berhubungan dengan program percepatan penurunan stunting, dan juga memberikan saran, pertimbangan dan rekomendasi untuk mengatasi hambatan dan kendala dalam pelaksanaan program ini secara efektif, terkoordinasi, dan terintegrasi dengan melibatkan berbagai sektor di tingkat pusat dan daerah. Dalam upaya percepatan pencegahan stunting. Setwapres diberi mandat untuk memastikan pencapaian tujuan dari Pilar 5, yaitu membangun sistem pemantauan dan evaluasi terpadu untuk semua program prioritas yang mencakup intervensi gizi spesifik dan sensitif. Sebagai implementasinya. TP2AK di Setwapres bertugas mengumpulkan semua data program dari kementerian dan lembaga terkait, yang kemudian diolah dan ditampilkan dalam dashboard pemantauan terpadu. Dashboard yang dikembangkan oleh Sekretariat Wakil Presiden berfungsi sebagai alat untuk memonitoring dan mengevaluasi perkembangan program bagi pemangku kepentingan di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, dan desa. Ke depan, diharapkan sistem 94 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga pemantauan dan evaluasi terpadu ini dapat terus berlanjut dan mendukung penentuan kebijakan berbasis data di semua tingkat administratif. (TP2S, 2. Gambar 4. Sertifikat Volunteer Perspektif Alkitab tentang Anak-Anak Beberapa ayat dari Alkitab yang mendukung upaya melawan stunting dan menekankan pentingnya merawat anak-anak serta perhatian terhadap kesehatan dan gizi: ASI (Air Susu Ib. adalah makanan yang paling baik, penuh nutrisi bagi bayi, dalam Alkitab jelas dituliskan bagaimana Musa yang pada waktu bayinya mengalami ancaman pembunuhan bayi-bayi atas perintah Firaun, dan bayi Musa di taruh dalam peti dan dihanyutkan di Sungai Nil dapat ditolong oleh putri Firaun dan diadopsi sebagai anak, lalu kakak perempuan Musa yang mengikuti bayi Musa yang terapung, menawarkan untuk mencari inang penyusu yang akan menyusukan bayi Musa (Utley, 2. , yang kemudian ternyata adalah ibu kandungnya sendiri (Kel. 2:1-. Terdapat kebiasaan pada Perempuan Ibrani yang mempunyai bayi, mereka akan menyusuinya sampai tiba waktunya untuk cerai susu atau anak itu disapih. Gambaran ini terlihat ketika Hana yang tadinya mandul tetapi ia bernazar kepada Tuhan, jika diperkenan Tuhan untuk mengandung maka ia akan menyerahkan anaknya kepada Tuhan untuk melayani-Nya. Setelah Tuhan mengabulkan doanya. Hana membawa anaknya itu, yaitu Samuel ke rumah TUHAN di Silo setelah anak itu disapih . sam 1:23-. Dalam tradisi Yahudi, kebiasaan ibu menyusui anak sampai 3 tahun barulah anak itu cerai susu atau disapih (Lih. 2 Makabe 7:. (Bible Hub, 2. Kebiasaan yang patut dipertahankan di era masa kini di mana banyak para ibu hanya menyusui untuk waktu yang relatif singkat sehingga akan berdampak pada tumbuh kembang anak. Dengan perhatian orang tua akan makanan sehat pada anak akan membuat mereka tumbuh menjadi besar, kokoh seperti tiang-tiang penjuru dari bangunan istana sebagaimana diungkap oleh Daud dalam Mazmur 144:12. Paulus dalam suratnya yang ditujukan kepada Timotius dalam 1 Timotius 3:12, menasihati supaya dalam memilih diaken harus seorang suami dari satu istri dan yang mengurus keluarga serta anak-anaknya dengan baik, ini menandakan bahwa betapa pentingnya mengurus anak-anak bukan hanya dari segi pendidikannya saja, rohaninya saja tetapi juga dari segi kesehatannya juga. Demikian juga dalam surat Titus 2:4. Paulus mendorong Perempuan-perempuan yang sudah tua mengajari dan mendidik Perempuan yang masih muda untuk mengasihi suami dan anak-anaknya. 95 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga Pertumbuhan Rohani sesorang digambarkan penulis Ibrani seperti pertumbuhan jasmani dari seorang bayi menuju ke dewasa, di mana seorang bayi membutuhkan susu dan semakin bertumbuh maka ia sudah harus menyesuaikan dengan makan makanan keras (Band. Ibr. Petrus menggambarkan seorang percaya supaya semakin bertumbuh, ia menggambarkan supaya seperti seorang bayi yang baru lahir yang selalu ingin akan air susu yang murni . ASI), ini bermakna bahwa ASI itu sangat penting bagi pertumbuhan bayi. Dalam hal perhatian kepada anak-anak. Yesus sudah memberi teladan yang baik, di mana Yesus memarahi para murid-Nya ketika para orang tua membawa anak-anak mereka yang masih kecil kepada Yesus untuk diberkati, tetapi dihalangi oleh para murid (Lih. Mat. 19:13-. bahkan Yesus menggambarkan orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga. Barangsiapa yang menyambut anak kecil sebagaimana Yesus menyambut mereka, sesungguhnya ia telah menyambut Yesus (Mat. 18:5. Mrk. 9:37. Luk. 9:48. Dengan merujuk pada ayat-ayat Alkitab tersebut di atas, kita dapat menemukan bahwa Tuhan sangat memperhatikan anak-anak, menginginkan anak-anak-Nya sehat bukan hanya secara Rohani tetapi juga jasmaninya, ini merupakan suatu dorongan spiritual untuk melawan stunting di Indonesia dan memastikan anak-anak tumbuh sehat dan kuat. EVALUASI Tingkat pemahaman masyarakat tentang stunting pada anak masih cukup rendah, yang menjadi salah satu penyebab tingginya angka kejadian stunting. Salah satu cara efektif untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap stunting pada anak adalah melalui edukasi Edukasi kesehatan sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, terutama para ibu, tentang pencegahan stunting dengan menerapkan pemberian makanan yang benar sesuai rekomendasi WHO. Perlunya melibatkan komunitas yang mempunyai kapasitas untuk memberikan edukasi sebanyak mungkin pada berbagai daerah yang termasuk dalam sebaran stunting, sehingga pada akhirnya kejadian stunting pada bayi dan anak dapat ditekan persentasenya. KESIMPULAN Stunting pada anak jika tidak dapat diatasi dengan baik akan membawa dampak bagi anak di mana anak tidak akan bertumbuh tinggi secara maksimal, memiliki Tingkat kecerdasan di bawah rata-rata, mudah terserang penyakit dan rentan terkena penyakit degeratif. Masalah stunting menjadi isu global yang serius, dengan prevalensi tinggi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Pencegahan stunting sangat penting dan dapat dilakukan dengan memenuhi kebutuhan gizi sejak kehamilan, memberikan ASI eksklusif hingga enam bulan bahkan lebih, mengkombinasikan ASI dengan MPASI sehat, memantau tumbuh kembang anak, dan menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan edukasi dan pemeriksaan kesehatan anak, seperti yang dilaksanakan dalam acara Pesta Rakyat 2023, merupakan langkah konkret untuk mengatasi masalah stunting dan meningkatkan kesadaran masyarakat. UCAPAN TERIMA KASIH Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat terlaksana dengan baik berkat bantuan berbagai pihak, dan penulis ber terimakasih kepada Yayasan Transformasi Bangsa yang telah 96 | Published by BPPM Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga melibatkan penulis dalam kegiatan ini, di mana kegiatan ini bekerjasama dengan Pemkot Tangerang Selatan. Dinkop UKM. Ucapan terimakasih juga penulis ucapkan kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini terutama kepada GBI WTC Tangerang sebagai sponsor DAFTAR PUSTAKA