Edukatif ISSN . : 2442-3858. ISSN . : 2745-4681 Volume VI. Nomor 2. Juli-Desember 2020. Halaman 95-110 DOI: PENGARUH STRATEGI SPIRITUAL TEACHING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI KELAS Vi SMPN 07 MATAN HILIR SELATAN KABUPATEN KETAPANG Irmayanti Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Haudl Ketapang hilal@yahoo. Abstract The purpose of this study was to see the implementation of spiritual teaching strategies in Islamic religious education subjects and the influence of spiritual teaching strategies on student motivation in Islamic religious education subjects in class Vi SMPN 07 Matan Hilir Selatan. Ketapang Regency. The research method uses descriptive statistical research with a quantitative approach. The results of this study are the implementation of the spiritual learning strategy of the PAI teacher at SMPN 07 Matan Hilir Selatan is quite good. This can be seen from the average value . of the spiritual teaching strategy of 73. 75 which is located at the interval 65 - 74 which is categorized as quite good with a percentage of 38. 89% of the total respondents. Based on the results of linear regression analysis and testing, it shows that there is a positive effect of spiritual teaching strategies on student learning motivation in PAI subjects at SMPN 07 Matan Hilir Selatan. This is evidenced from the results of the regression equation which states that every 1% addition of spiritual teaching strategies, the value of student learning motivation increases by 0. Then it is known that the results of the analysis . and the coefficient of determination is 0. 248 which implies that the influence of the independent variables . piritual teaching strateg. on the variables being taught . tudent learning motivatio. 8%, while the rest is by other factors. And after proving the truth through an unknown test, the value of tcount is 3,344> ttable is 03224 . %) and 2. %). This means that the relationship between spiritual teaching strategies and Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan strategi spiritual teaching pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dan pengaruh strategi spiritual teaching terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam kelas Vi SMPN 07 Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian statistik deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Pelaksanaan strategi spiritual teaching guru PAI SMPN 07 Matan Hilir Selatan tergolong cukup baik. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata . strategi spiritual teaching sebesar 73,75 yang terletak pada interval 65Ae74 yang dikategorikan cukup baik dengan prosentase sebesar 38,89% dari jumlah Berdasarkan hasil analisis regresi linear dan pengujian hipotesis menunjukkan bahwa ada pengaruh positif strategi spiritual teaching terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI SMPN 07 Matan Hilir Selatan. Hal ini dibuktikan dari hasil persamaan regresi yang menyatakan bahwa setiap penambahan 1% strategi spiritual teaching, maka nilai motivasi belajar siswa bertambah sebesar 0,352. Kemudian diketahui hasil analisis korelasi . sebesar 0,498, dan nilai koefisien determinasinya sebesar 0,248 yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas . trategi spritual teachin. terhadap variabel terikat . otivasi belajar sisw. adalah sebesar 24,8%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Serta setelah menguji korelasi melalui uji t diketahui nilai sebesar 3,344 2,03224 . %) dan 2,72839 . %). Hubungan antara strategi spiritual teaching dan motivasi belajar siswa menunjukkan hasil yang positif dan signifikan sebesar 0,498. Sehingga dapat diputuskan bahwa ditolak dan di terima. Dan berdasarkan pedoman interpretasi terhadap koefisien korelasi sebagaimana pada tabel 2, dengan hasil r sebesar 0,498, memiliki tingkat hubungan yang Kata Kunci: Spiritual Teaching. Motivasi Belajar Diterima: 01 Oktober 2020 | Direvisi: 07 Oktober 2020 | Disetujui: 15 Oktober 2020 A 2020 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiudin Sambas. Indonesia Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2. 96 Pendahuluan Seiring dengan bertambahnya waktu, perkembangan SAINS dan IPTEK yang telah berkembang pesat, mengakibatkan perubahan zaman yang membawa pada perubahan moral, kultur dan adat-istiadat serta hal-hal lainnya yang ikut terpengaruh oleh perubahan zaman tersebut. Perubahan ini, memberikan dua dampak sekaligus, yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak positifnya adalah dahulu belajar dilakukan hanya tentang cara bertani, berkebun, beternak, menempa besi, berdagang dengan baik dan lain sebagainya. jika dilihat dari segi keilmuan agama, belajar hanya dilakukan di masjid, di rumah-rumah oleh ustadz atau kiyai, dan belajarnya hanya pada ilmu agama dan ilmu lain yang sesuai atau diperoleh oleh ilmuan-ilmuan Islam terdahulu saja. Perubahan zaman ini sistem belajar pun lebih modern, di mana tugas mengajar tidak lagi sepenuhnya tanggung jawab tokoh-tokoh tertentu melainkan tanggung jawab dan kewajiban Negara atau Pemerintah. Oleh karenanya jika dahulu dana buat mengajar itu bisa patungan umat muslim bahkan kesukarelaan ustadz atau gurunya. Dengan adanya kewajiban pemerintah, maka pemerintahlah yang mengelola dan yang mendirikan langsung lembaga pendidikan termasuklah dana pendidikan. Dan dengan adanya akses yang mudah, baik akses komunikasi maupun informasi dan karena adanya perkembangan industri yang begitu pesatnya. Sehingga kebutuhan akan ilmu pengetahuan pun bertambah, yang menyebabkan materi pembelajaran jadi lebih luas, sehingga membutuhkan tenaga pendidik yang banyak pula. berkat perkembangan IPTEK pula pembelajaran dapat dipermudah. Adapun dampak negatif perkembangan SAINS dan IPTEK yang menyebabkan perubahan zaman ini adalah megakibatkan mulai lunturnya nilai-nilai moral, nilai-nilai sosial, kultur, bahkan sampai pada adat-istiadat yang mulai terlupakan. Di antara contoh yang nyata yaitu main HP lebih penting dan disukai ketimbang belajar, lebih senang di rumah dengan HP dibandigkan silaturrahmi ke tempat keluarga, lebih senang di rumah ketimbang di sekolah, bahkan parahnya di sekolah pun tugas dan gurunya tidak diperdulikan. Dengan begitu besar dampak yang ditimbulkannya, maka hal ini menjadi PR besar bagi seorang guru dalam memberikan motivasi supaya anak didiknya menjadi anak didik yang lebih senang belajar dibandingkan dengan gadget atau HP. Ajaran agama yang sudah menjadi keyakinan mendalam akan mendorong seseorang atau kelompok untuk mengejar tingkat kehidupan yang lebih baik. Pengamalan ajaran agama tercermin dari pribadi yang berpartisipasi dalam peningkatan mutu kehidupan tanpa mengharapkan imbalan yang berlebihan. Keyakinan akan balasan Tuhan terhadap perbuatan Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2. 97 baik telah mampu memberikan gajaran batin yang akan mempengaruhi sesorang untuk berbuat tanpa imbalan material. Balasan dari Tuhan berupa pahala bagi kehidupa hari akhirat lebih didambakan oleh penganut agama yang taat. Dalam perpektif Islam berkenaan dengan motif belajar atau menuntut ilmu hendaklah lah motifnya semata mata mencari ilmu bukan mencari pangkat atau pekerjaan sebab apabila motifnya mencari ilmu pangkat dan pekerjaan akan mengiringnya, tetapi apabila motifnya mencari pangkat atau pekerjaan ilmu belum tentu diperoleh dan pekerjaanpun belum tentu didapat. Itulah tujuan belajar atau menuntut ilmu secara ideal dalam perspektif Islam. Perhatian, minat, bakat dan motif atau motivasi siswa terhadap bahan pelajaran akan membentuk sikapnya dalam belajar oleh karena itu sikap juga memengaruhi belajar atau hasil belajar siswa. (Tohirin, 2011: . Untuk itu, dalam upaya memberikan motivasi tentu harus memiliki atau memerlukan suatu strategi khusus. strategi spiritual teaching adalah sebuah rencana pembelajaran yang sengaja disusun secara sitematis dengan menekankan pada segala upaya atau prilaku guru spiritual yang mempengaruhi proses kejiwaan menuju pada kejiwaan yang seharusnya sehingga menjadi insan paripurna sesuai dengan tujuan hidup manusia (Q. Al-Zariat . Strategi spiritual teaching adalah sebagai suatu rencana yang disusun secara sistematis dalam proses kegiatan pembelajaran yang berlandaskan pada spirit seorang guru dalam memberikan pengajaran demi memenuhi tugas-tugasnya sebagaimana Allah SWT. melalui nabi dan rasul-Nya. , memperingatkan manusia (Pendidikan Isla. agar manusia senantiasa taat, patuh, dan tunduk kepada-Nya sebagai Aabdullah dan mengemban tugas sebagai khalifah di muka bumi sebagaimana terdapat dalam Q. Al-Fathir ayat 39 dan Q. Al-AnAam ayat 165. Di mana setelah Rasulullah Saw. , wafat tugas memperingatkan manusia (Pendidikan Isla. itu diteruskan oleh para sahabat, dan para pengikut Nabi Saw . ulu sampai sekaran. yang setia terhadap ajaran-ajaran Allah dan Rasul-Nya. , termasuk di dalamnya adalah para pendidik muslim. (Muhaimin, 2001: . Sehingga dengan strategi tersebut siswa bisa lebih senang belajar, terutama pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang dengannya dapat mengurangi dan menghindarkan pada prilaku yang menyimpang serta mengembalikan manusia pada kodrat dan fitrahnya manusia yang diutus sebagai khalifah di muka bumi ini. Dengan Memperhatikan uraian maupun penjelasan di atas dan berdasarkan hasil Pra Survey yang peneliti lakukan di SMPN 07 Matan Hilir Selatan, bahwa kurangnya antusias dalam belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, yakni berupa tugas-tugas yang tidak dikerjakan dengan sebaik-baiknya, baik tugas hafalan maupun tugas tertulis, sehingga hasil belajarpun menjadi kurang memuaskan, bagun kesiangan yang akhirnya menjadi tidak Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2. 98 masuk sekolah, dan kurangnya kesadaran akan pentingnya penerapan hasil pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang diperoleh selama proses pembelajaran, yang merupakan inti pokok dari mata pelajaran itu sendiri. Hal ini dapat dilihat dari shalat lima waktu yang masih sering ditinggalkan. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti tertarik untuk meneliti dan berkeinginan memberikan sumbangsih solusi bagi dunia pendidikan tehadap dampak negatif perubahan zaman yang tidak dapat dihindari tersebut, dengan rumusan masalah: 1. Bagaimanakah pelaksanaan strategi spiritual teaching pada mata pelajaran pendidikan agama Islam kelas Vi SMPN 07 Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang. , 2. Apakah terdapat pengaruh strategi spiritual teaching terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam kelas Vi SMPN 07 Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang Metode Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian statistik deskriptif. Di mana dalam penyelesaiannya sesuai dengan keadaan sekarang dan sesuai fakta-fakta yang ada di Pendekatan yang digunakan pada penelitian adalah dengan pendekatan Pendekatan kuantitatif memandang kebenaran sebagai suatu yang tunggal, obyektif, universal, dan dapat diverifikasikan. Dalam pendekatan kuantitatif membutuhkan penentu arah penelitian yaitu teori. Purwanto . 7: . mengatakan bahwa: AuTeori dalam penelitian kuantitatif justru menentukan arah penelitian. Data dan cara pengumpulannya sepenuhnya ditentukan oleh pandangan teori mengenai variabel yang akan dikumpulkan datanya. Untuk keperluan pembuktian, teori juga menjadi sumber pengajuan hipotesis yang mengarahkan bagaimana pengajuan dilakukanAy. Pendekatan kuantitatif menyederhanakan kompleksitas gejala dengan mereduksi ke dalam ukuran yang dapat ditangani dan diukur itu dikenal sebagai variabel. Karena variabel adalah hal pokok yang dipersoalkan dalam penelitian kuantitatif, seluruh kegiatan penelitian yang termasuk di dalamnya adalah pengembangan teori, semua akan memusatkan pengkajiannya terhadap variabel. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: . Strategi spiritual Teaching sebagai variabel bebas (X) dan . motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam kelas Vi SMPN 07 Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang (Y) sebagai variabel terikat, yang merupakan variabel yang akan dipengaruhi oleh variabel bebas dan yang berkorelasi dengan variabel bebas tersebut. Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2. 99 Populasi merupakan keseluruhan subjek penelitian yang terdiri dari manusia dan peristiwa-peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu dalam sebuah penelitian sebagai tempat diperolehnya informasi. Sebagaimana Suharsimi Arikunto, . yang mengatakan bahwa AuPopulasi adalah keseluruhan subjek, baik manusia, gejala, nilai test, benda-benda atau peristiwaAy. Dan juga sebagaimana yang di ungkapkan oleh Sugiyono . 7: . mengatakan bahwa AuPopulasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannyaAy. Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Vi SMPN 07 Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang yang terbagi menjadi 2 kelas yakni kelas Vi A dan Vi B sebanyak 36 orang. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan empat macam teknik pengumpulan data Pengamatan . Dokumentasi. Wawancara . Angket . Angket yang berkaitan dengan spiritual teaching berjumlah 24 item pernyataan sedangkan untuk motivasi belajar siswa berjumlah 16 item pernyataan dengan 4 alternatif jawaban dan penskoran sebagai berikut: Tidak Pernah skor jawaban 1 . Kadang-kadang skor jawaban 2 . Sering skor jawaban 3 . Selalu skor jawaban 4 Tabel 1. Pedoman Pemberian Interpretasi terhadap koefisien Korelasi Interval Koefesien Tingkat Hubungan 0,00-0,199 0,20-0,399 0,40-0,599 0,60-0,799 0,80-1000 Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jika koefisien korelasi bernilai positif, maka kedua variabel memiliki hubungan yang searah. Hal ini berarti jika variabel X bernilai tinggi maka variabel Y bernilai tinggi pula. Sebaliknya jika koefisien korelasi bernilai negatif, maka kedua variabel memiliki hubungan terbalik pula. Artinya jika variabel X bernilai tinggi maka variabel Y bernilai rendah begitu pula sebaliknya, jika variabel Y bernilai tinggi maka variabel X bernilai rendah. Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2. 100 Hasil Penelitian Penelitian dilakukan untuk memecahkan suatu permasalahan, kemudian memberikan suatu gambaran solusi dari permasalahan yang ada. Namun untuk membuktikan seberapa besar keefektipan solusi tersebut, perlu dilakukannya sebuah penelitian tentang solusi tersebut. Dari hasil penelitian itulah dapat memberikan gambaran atau ukuran secara jelas tentang epektif tidaknya solusi tersebut dilakukan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Untuk memperoleh hasil penelitian, maka perlu melakukan 3 tahapan, yakni tahap pengumpulan data, penyajian data, dan pengolahan atau analisis data hasil penelitian. Dalam hal ini, peneliti telah melakukan ke 3 tahapan tersebut. Pertama pengumpulan data. yakni dalam pengumpulan data yang dilakukan peneliti, menggunakan metode observasi, dokumentasi, wawancara, dan penyebaran angket. Obeservasi bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi spiritual teaching guru PAI dan mengetahui bagaimana motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI. Dalam melakukan observasi peneliti secara langsung menjadi subyek penelitian yaitu berlaku sebagai guru yang menerapkan strategi spiritual teaching tersebut dan secara langsung mengamati sejauh mana motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI. Hal ini memungkinkan peneliti mendapatkan hasil yang lebih jelas dan akurat, dikarenakan peneliti mengobservasi selama jam pelajaran dan penelitian berlangsung . Sebelum melakukan observasi sekaligus penerapan strategi spiritual teaching, peneliti melakukan sesi wawancara kepada guru PAI yang mengajar di kelas ViA dan ViB serta perwakilan siswa masing-masing kelas. Dalam wawancara ini tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran di kelas dan penerapan strategi spiritual teaching guru PAI serta mengetahui bagaimana motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI sebelumnya, sekaligus mengetahui harapan-harapan guru PAI dan siwa pada dunia Yakni untuk mendapatkan pembelajaran yang sesuai harapan atau tujuan yang ingin dicapai baik bagi pihak lembaga maupun masyarakat yang bersangkutan. Kemudian dilanjutkan dengan sesi dokumentasi. Dokumentasi ini memiliki tujuan yang sama dengan wawancara maupun observasi. Namun pada sesi dokumentasi ini dilakukan diwaktu yang tidak ditentukan artinya dokumentasi berlangsung selama proses penelitian berlangsung. Dalam hal ini, peneliti mengumpulkan dokumen atau arsip yang diperlukan untuk data penelitian. RPP guru PAI, dan foto-foto maupun hasil rekaman wawancara, yang keseluruhannya bertujuan untuk melengkapi hasil penelitian. Hal yang tidak kalah penting atau yang memiliki peranan yang sangat penting dalam memperoleh hasil penelitian yang baik dalam pendekatan kuantitatif, selanjutnya dilakukan peneliti adalah meneyebarkan angket. Angket yang peneliti gunakan adalah angket tertutup, yaitu, pernyataan yang jawabannya telah disediakan peneliti. Berkenaan adanya 2 variabel penelitian, yakni strategi spiritual teching (X) sebagai variabel bebas dan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI (Y) sebagai variabel terikat. Data variabel X diperoleh dari instrument berbentuk kuesioner yang disebarkan kepada 36 responden, memiliki 24 item pernyataan yang masing-masing terdiri dari 4 alternatif jawaban, yakni tidak pernah, kadang-kadang, sering, dan selalu dengan skor masing-masing secara berururan 1, 2, 3, dan 4. Berdasarkan ketentuan tersebut dapat Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2. 101 disajikan kedalam tabulasi data hasil angket strategi spiritual teaching yang terdapat dalam tabel 6 dan 8 di lampiran 6 dan 15. Untuk data variabel Y diperoleh sama dengan variabel X hanya saja bedanya terletak pada jumlah item instrument, yakni berjumlah 16 item dan dapat di lihat dalam tabel 7 dan 9 di lampiran 7 dan 16. Untuk bentuk isi instrument itu sendiri, dibuat sesuai dengan kisi-kisi instrument yang terdiri dari sub variabel dan indikatornya masing-masing variabel. Adapun untuk melihat kisi-kisi instrument beserta angket masing-masing variabel, dapat dilihat dalam lampiran 8-11. Kedua penyajian data. yakni penyajian data dapat dilihat dari penjelasan selanjutnya baik berupa tabel maupun dari lampiran yang ada. Ketiga pengolahan atau analisis data. yakni pengolahan atau analisis data dapat dilihat dalam penjelasan-penjelasan selanjutnya. Namun sebelum penyajian data dilakukan, hal yang paling penting dilakukan adalah mengetahui validitas dan reliabilitas instrument terlebih dahulu. Untuk mengetahui validitas dan relliabilitas instrument peneliti menggunakan program SPSS (Statistical Packages For the Social Science. Berdasarkan tabel di atas hasil dari penyebaran angket strategi spiritual teaching, kepada 36 responden yang terdiri dari 24 item dinyatakan valid. Artinya instrument tersebut valid atau tepat untuk mengukur variabel tersebut. Berdasarkan hasil uji validasi motivasi belajar siswa adalah sebagai berikut: Tabel 2. Hasil Uji Validitas Angket Motivasi Belajar No. 0,487 0,397 5% . 0,329 0,329 0,495 0,492 0,705 0,631 0,343 0,673 0,684 0,363 0,405 0,475 0,585 0,493 0,359 0,556 0,329 0,329 0,329 0,329 0,329 0,329 0,329 0,329 0,329 0,329 0,329 0,329 0,329 0,329 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel di atas hasil dari penyebaran angket motivasi belajar, kepada 36 responden yang terdiri dari 16 item dinyatakan valid. Artinya instrument tersebut valid atau tepat untuk mengukur variabel tersebut. Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2. 102 Variabel Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas 5% . 0,850 0,329 0,808 0,329 Keterangan Reliabel Reliabel Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa angket dari variabel X dan variabel Y dinyatakan reliabel. Artinya instrument tersebut reliabel atau memiliki hasil yang Dengan kata lain, anket tersebut memiliki kekonsistenan dalam menghasilkan data untuk dijadikan sebuah ukuran penilaian. Strategi spiritual teaching pada mata pelajaran PAI Dalam penelitian ini, untuk mendapatkan data hasil penelitian yang baik, dan agar strategi spiritual teaching pada mata pelajaran PAI dapat berhasil dilakukan terutama dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, untuk itu peneliti melihat dari RPP guru PAI. Tujuannya untuk melihat bagaimana strategi spiritual teaching yang termuat dalam langkah-langkah pembelajaran PAI, di lampiran 14. Sedangkan peneliti selama pelaksanaan penelitian berlangsung juga sebagai guru atau subyek penelitian hanya mengembangkan sekaligus menambahkan strategi spiritual teaching berdasarkan teori yang digunakan untuk penelitian dari strategi spiritual teaching yang termuat dalam RPP guru PAI tersebut. Adapun langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut: Di awal pembelajaran/pembukaan, guru mengkondisikan keadaan kelas maupun siswa, diantaranya kelas dalam keadaan bersih, pakaian siswa dalam keadaan rapi, menyapa siswa untuk menciptakan suasana yang nyaman dan dilanjutkan dengan berdoa terlebih dahulu untuk memulai pelajaran. Sebelum pembelajaran berlangsung guru menayakan kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya dan menanyakan apakah ada tugas yang belum dibahas. Selajutnya guru melakukan apersepsi untuk menyiapkan siswa pada mata pelajaran selanjutnya sekaligus memberikan cerita inspiratif berkenaan dengan materi yang akan di bahas yang sekaligus memotivasi siswa untuk belajar. Dalam kegiatan inti, guru menyampaikan materi dengan media yang telah disiapkan dan memberikan tugas seperlunya dengan tugas yang ringan dan mudah dipahami namun memiliki kesan mendalam dalam pemahaman materi. Hal ini bertujuan agar siswa merasa nyaman dan tidak cepat jenuh selama pembelajaran berlangsung. Di akhir pembelajaran, guru memacu siswa untuk bertanya, dan memeberikan pendapat tentang pembelajaran yang telah dibahas tersebut. Selain itu, guru menyiapkan permainan . berkenaan dengan materi, dan bagi siswa yang memiliki poin atau nilai tertinggi mendapatkan sebuah hadiah atau bisa berupa ucapan selamat dari seluruh siswa maupun guru yang ada dikelas. Kemudian secara bersama-sama merangkum materi yang telah disampaikan. Data hasil penelitian strategi spiritual teaching yang diperoleh dari penyebaran angket, berupa nilai kuantitatif yang diketahui dengan cara menjumlahkan skor jawaban angket dari siswa sesuai frekuensi jawaban. Dari hasil tersebut, kemudian disajikan ke dalam tabel distribusi frekuensi. Adapun langkah-langkah untuk membuat tabel distribusi frekuensi adalah sebagai berikut (Sugiyono, 2007: . Mencari nilai tertinggi ( h ) adalah 92 dan nilai terendah ( l ) adalah 55 . Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2. 103 Maka diperoleh panjang kelas interval adalah 7 dan banyak kelas interval 6. Mencari mean atau nilai rata-rata . strategi spiritual teaching guru PAI SMPN 07 Matan Hilir Selatan sebagaimana pada tabel berikut: Tabel 4. Distribusi Frekuensi Skor Mean Strategi Spiritual Teaching Guru PAI SMPN 07 Matan Hilir Selatan Interval kelas Nt (X) Mean m = 73,75 Menentukan kualifikasi strategi spiritual teaching guru PAI SMPN 07 Matan Hilir Selatan dengan ketentuan yaitu, kelas dikategorikan menjadi 4 kelas dengan keterangan masing-masing kelas. kurang baik, cukup baik, baik, dan sangat baik. Sebagaimana pada tabel berikut, dapat diketahui kualifikasi dalam prosentasenya yaitu: Tabel 5. Distribusi Strategi Spiritual Teaching Guru PAI Interval 55 Ae 64 65 - 74 75 - 84 85 - 94 Prosentase (%) 19,44 % 38,89 % 27,78% 13,89% Keterangan Kurang Baik Cukup Baik Baik Sangat baik Hasil Cukup baik Dari tabel di atas, berdasarkan hasil dari nilai distribusi frekuensi strategi spiritual teaching guru PAI SMPN 07 Matan Hilir Selatan. Telah didapatkan nilai mean sebesar 73,75 yang terletak pada interval 65 Ae 74 yang memiliki keterangan cukup baik dengan prosentase sebesar 38,89 % dari jumlah responden. Motivasi belajar siswa Strategi spiritual teaching yang termuat dalam langkah-langkah pembelajaran RPP guru PAI dan pelaksanaan penerapan strategi spiritual teaching sesuai teori yang dilakukan sendiri oleh peneliti, terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa SMPN 07 Matan Hilir Selatan. Hal ini, dapat dilihat dari antusias siswa untuk belajar berupa bersiap diri di dalam kelas ketika telah masuk jam mata pelajaran PAI, menanyakan guru yang bersangkutan hadir tidaknya ketika telah masuk jam pelajaran kepada guru atau pegawai Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2. 104 yang lain, mengerjakan tugas yang diperintahkan tepat waktu, melaksanakan aktifitas di kelas ketika belajar dengan semangat. Selain itu, siswa selalu mengupayakan mengerjakan semua tugas yang diberikan walaupun sulit bagi mereka, tetap masuk sekolah walaupun tugas mereka belum sepenuhnya dapat diselesaikan, walaupun sebelumnya telah disepakati secara bersamasama akan mendapatkan hukuman ketika tugas belum diselesaikan, dan antusias dalam menjawab pertanyaan baik pertanyaan berupa games seputar materi yang telah dibahas maupun pertanyaan yang terdapat dalam soal-soal tugas yang telah diberikan guru, serta bersemangat dalam berkompetisi antar sesama siswa. Ditambah lagi dalam menyampaikan materi guru PAI tidak hanya terpaku pada mata pelajaran saja melainkan juga mengaitkan dengan nilai-nilai agama dan karakter siswa dengan kata-kata yang cukup menghibur, namun mudah dipahami maksudnya. Sehingga membuat suasana belajar menjadi lebih Data hasil penelitian motivasi belajar siswa yang diperoleh dari penyebaran angket, berupa nilai kuantitatif. Dari hasil tersebut, kemudian disajikan ke dalam tabel distribusi Langkah-langkah untuk membuat tabel distribusi frekuensi adalah sebagai Mencari nilai tertinggi ( h ) adalah 62 dan nilai terendah ( l ) adalah 36 . Maka diperoleh panjang kelas interval adalah 5 dan banyak kelas interval 6. Mencari mean atau nilai rata-rata . motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI SMPN 07 Matan Hilir Selatan sebagaimana pada tabel berikut: Tabel 6. Distribusi Frekuensi Skor Mean Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI SMPN 07 Matan Hilir Selatan Interval kelas Nt (X) Mean m = 48 Menentukan kualifikasi motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI SMPN 07 Matan Hilir Selatan PAI SMPN 07 Matan Hilir Selatan dengan ketentuan yaitu, kelas dikategorikan menjadi 4 kelas dengan keterangan masing-masing kelas. kurang baik, cukup baik, baik, dan sangat baik. Sebagaimana pada tabel berikut, dapat diketahui kualifikasi dalam prosentasenya yaitu: Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2. 105 Tabel 7. Distribusi Motivasi Belajar Siswa Interval 36 Ae 42 43 - 49 50 - 56 57 - 63 Prosentase (%) 27,78 % 33,33 % 13,89% Keterangan Kurang Baik Cukup Baik Baik Sangat baik Hasil Cukup baik Dari tabel di atas, berdasarkan hasil dari nilai distribusi frekuensi motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI SMPN 07 Matan Hilir Selatan. Telah didapatkan nilai mean sebesar 48 yang terletak pada interval 43 Ae 49 yang memiliki keterangan cukup baik dengan prosentase sebesar 33,33 % dari jumlah responden. Pengujian Hipotesis Analisis pengujian hipotesis dimaksudkan untuk menjawab hipotesis yang telah dibuat yaitu yang memiliki arti tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara strategi spiritual teaching terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI SMPN 07 Matan Hilir Selatan. Sedangkan yang memiliki arti terdapat pengaruh positif dan signifikan antara strategi spiritual teaching terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI SMPN 07 Matan Hilir Selatan Adapun uji hipotesis ini dapat dialakukan dengan mengolah data yang terkumpul, baik dari hasil data penelitian strategi spiritual teaching (X) maupun data hasil penelitian motivasi belajar siswa (Y) dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana. Dalam penggunaan analisis regresi sederhana ini, peneliti menggunakan 3 teknik cara penyelesaian yakni secara manual, menggunakan program microsoft excel, dan penggunaan program SPSS yang berpatokan pada rumus yang di kemukakan Sugiyono dalam bukunya terbitan tahun 2007 yang berjudul Statistik Untuk Penelitian. Adapun pada pembahasan ini, peneliti hanya memaparkan hasil analisis regresi linear sederhana melalui data hasil ouput program SPSS, sedangkan hasil dari perhitungan manual dan program microsoft excel dapat dilihat di lampiran 3. Adapun langkah-langkah analisis regresi sederhana pada uji hipotesis menurut Sugiyono adalah sebagai berikut: Mencari persamaan garis regresi Mencari korelasi antara kriterium dan predictor Menguji korelasi melalui uji t Menghitung koefisien determinasinya. Untuk hasil ouput program SPSS hasil analisis regresi linear data hasil penelitian variabel X dan variabel Y dapat dilihat pada tabel-tabel berikut: Tabel 9. Variables Entered/Removeda Model Variables Entered Spiritual Teaching Variables Removed Method Enter Tabel output bagian pertama di atas, menjelaskan tentang variabel yang dimasukkan serta metode yang digunakan. Dalam hal ini, variabel yang dimasukkan adalah variabel strategi spiritual teaching sebagai variabel independen dan motivasi belajar siswa sebagai variabel dependen dan metode yang digunakan adalah metode enter. Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2. 106 Tabel 10. Model Summary Model R Square Adjusted R Square Predictors: (Constan. Spiritual Teaching Tabel output bagian kedua di atas, menjelaskan besarnya nilai korelasi/hubungan (R) yaitu sebesar 0,498. Dari ouput tersebut diperoleh koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,248, yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas . trategi spritual teachin. terhadap variabel terikat . otivasi belajar sisw. adalah sebesar 24,8%. Tabel 11. ANOVAa Model Sum of Squares Regression Residual Total Dependent Variable: Motivasi Belajar Predictors: (Constan. Spiritual Teaching Mean Square Sig. Tabel output bagian ketiga di atas, diketahui bahwa nilai F hitung adalah sebesar 11,185 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,002 0,05, maka model regresi dapat dipakai untuk memprediksi variabel motivasi belajar siswa atau dengan kata lain ada pengaruh variabel strategi spiritual teaching (X) terhadap variabel motivasi belajar siswa (Y). Tabel 12. Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Model 1 (Constan. Spiritual Teaching Dependent Variable: Motivasi Belajar Standardized Coefficients Beta Sig. Tabel output bagian keempat di atas, diketahui bahwa nilai constant . sebesar 21,744, sedangkan nilai strategi spriritual teaching . /koefisien regres. sebesar 0,352, sehingga diperoleh persamaan regresinya sebagai berikut: Y = a bX Y = 21,744 0,352X Hal ini dapat diartikan bahwa, nilai kostanta sebesar 21,744 mengandung arti nilai konsisten variabel motivasi belajar siswa adalah sebesar 21,744. Sedangkan nilai koefisien regresi X sebesar 0,352 menyatakan bahwa setiap penambahan 1% strategi spiritual teaching, maka nilai motivasi belajar siswa bertambah sebesar 0,352. Koefisien regresi Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2. 107 tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X terhadap variabel Y adalah positif. Dari tabel output bagian keempat di atas, juga dapat diambil keputusan dalam uji regresi linear sederhana. Yaitu berdasarkan nilai signifikansi dari tabel coefficients diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,002 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel strategi spiritual teaching (X) berpengaruh terhadap variabel motivasi belajar siswa (Y). Dan berdasarkan nilai t, diketahui bahwa nilai sebesar 3,344 2,03224 . %) dan 2,72839 . %) dengan df N Ae 2 lihat di lampiran. Sehingga disimpulkan bahwa variabel strategi spiritual teaching (X) berpengaruh terhadap variabel motivasi belajar dapat siswa (Y). Dari hasil ouput program SPSS yang telah dijelaskan di atas, berdasarkan langkahlangkah analisis regresi sederhana pada uji hipotesis menurut Sugiyono. Dapat diketahui bahwa persamaan garis regresinya adalah Y = 21,744 0,352X, untuk nilai korelasi antara kriterium dan predictor adalah sebesar 0,498, dan dalam menguji korelasi melalui uji t diketahui nilai sebesar 3,344 2,03224 . %) dan 2,72839 . %), serta diperoleh nilai koefisien determinasinya sebesar 0,248 yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas . trategi spritual teachin. terhadap variabel terikat . otivasi belajar sisw. adalah sebesar 24,8%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Diskusi Berdasarkan data-data hasil penelitian, yakni data mengenai strategi spiritual teaching guru PAI SMPN 07 Matan Hilir Selatan tergolong cukup baik. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata . strategi spiritual teaching sebesar 73,75 yang terletak pada interval 65 Ae 74 yang dikategorikan cukup baik dengan prosentase sebesar 38,89% dari jumlah Sedangkan data mengenai motivasi belajar siswa pada mata mata pelajaran PAI SMPN 07 Matan Hilir Selatan, juga tergolong cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata . motivasi belajar siswa sebesar 48 yang terletak pada interval 43 Ae 49 yang dikategorikan cukup baik dan memperoleh prosentase sebesar 33,33% dari jumlah Hasil analisis regresi linear dan pengujian hipotesis menunjukkan bahwa ada pengaruh positif strategi spiritual teaching terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI SMPN 07 Matan Hilir Selatan. Hal ini dibuktikan dari hasil persamaan regresi yang menyatakan bahwa setiap penambahan 1% strategi spiritual teaching, maka nilai motivasi belajar siswa bertambah sebesar 0,352. Kemudian setelah mengetahui persamaan regresi dilajutkan dengan analisis korelasi dengan hasil r sebesar 0,498, dan diperoleh nilai koefisien determinasinya sebesar 0,248 yang mengandung pengertian bahwa pengaruh Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2. 108 variabel bebas . trategi spritual teachin. terhadap variabel terikat . otivasi belajar sisw. adalah sebesar 24,8%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Sedangkan setelah menguji korelasi melalui uji t diketahui nilai sebesar 3,344 2,03224 . %) dan 2,72839 . %). Hal ini memiliki arti bahwa hasil pengujian korelasi/hubungan menunjukkan hasil yang positif dan signifikan sebesar 0,498. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis di atas, maka dapat diputuskan bahwa yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan antara strategi spiritual teaching terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam kelas Vi SMPN 07 Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang ditolak. Sedangkan yang mengatakan bahwa, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara strategi spiritual teaching terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam kelas Vi SMPN 07 Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang Dan berdasarkan pedoman interpretasi terhadap koefisien korelasi sebagaimana pada tabel 2, dengan hasil r sebesar 0,498, memiliki tingkat hubungan yang Simpulan Berdasarkan hasil pembahasan dan analisis data pada sebelumnya pada yang berjudul AuPengaruh Strategi Spiritual Teaching terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas Vi SMPN 07 Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang. Penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: Pelaksanaan strategi spiritual teaching guru PAI SMPN 07 Matan Hilir Selatan tergolong cukup baik. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata . strategi spiritual teaching sebesar 73,75 yang terletak pada interval 65 Ae 74 yang dikategorikan cukup baik dengan prosentase sebesar 38,89% dari jumlah responden. Berdasarkan hasil analisis regresi linear dan pengujian hipotesis menunjukkan bahwa ada pengaruh positif strategi spiritual teaching terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI SMPN 07 Matan Hilir Selatan. Hal ini dibuktikan dari hasil persamaan regresi yang menyatakan bahwa setiap penambahan 1% strategi spiritual teaching, maka nilai motivasi belajar siswa bertambah sebesar 0,352. Kemudian diketahui hasil analisis korelasi . sebesar 0,498, dan nilai koefisien determinasinya sebesar 0,248 yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas . trategi spritual teachin. terhadap variabel terikat . otivasi belajar sisw. adalah sebesar 24,8%, sedangkan sisanya Edukatif: Vol. VI . Juli-Desember 2. 109 dipengaruhi oleh faktor lain. Serta setelah menguji korelasi melalui uji t diketahui nilai sebesar 3,344 2,03224 . %) dan 2,72839 . %). Hal ini memiliki arti bahwa hubungan antara strategi spiritual teaching dan motivasi belajar siswa menunjukkan hasil yang positif dan signifikan sebesar 0,498. Sehingga dapat diputuskan bahwa ditolak dan di terima. Dan berdasarkan pedoman interpretasi terhadap koefisien korelasi sebagaimana pada tabel 2, dengan hasil r sebesar 0,498, memiliki tingkat hubungan yang Daftar Pustaka