Al-Muhafidz : Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 No. , pp. Urgensi Tafsir Al-Tarbawi dalam Pendidikan Hafid Nur Muhammad* *Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Al-Multazam Email: hafidnurmuhammad93@gmail. Abstrak Mejadi salah satu langkah penting dan juga merupakan terobosan yang dilakukan oleh akademisi keilmuan khususnya dalam bidang pendidikan menuju pendidikan yang benar-benar islami dengan berlandaskan al-QurAoan sebagai pedomannya. Dalam ijtihadnya akdemisi pendidikan dijadikan mata kuliah Tafsir Tarbawi sebagai mata kuliah wajib di setiap jurusan keguruan khususnya di PTIN dan PTIS. Dengan hal tersebut warna pendidikan nampak jelas sudah pendekatan yang dilakukan para akademisi bukanlah langkah yang salah. Disisi lain tafsir tarbawi juga memberikan kesan keteguhan iman dan akhlakul karimah yang tidak diajarkan dalam pendidikan bernuansa barat, maka tafsir tarbawi bisa dikatakan objektif memegang peran ini walaupun bukan merupakan disiplin ilmu sendiri. Abstract To be an important step and also a breakthrough made by scientific academics, especially in the field of education, towards a truly Islamic education with the Koran based on as recently. In its ijtihad, education academics is used as a Tarbawi Tafsir course as a compulsory subject in every teacher training department, especially in PTIN and PTIS. With this, the color of education seems that the approach taken by academics is clearly the wrong step. On the other hand the tarbawi interpretation also gives the impression of the firmness of faith and morals that do not teach in western-style education, so the tarbawi interpretation can be said to be objective in holding this role even though it is not a discipline in Keyword: tafsir tarbawi, pendidikan, pendidikan islam, tarbiyah. PENDAHULUAN Tafsir al-Tarbawi atau biasa dikenal dengan tafsir yang membahas tentang pendidikan, seiring bergesernya waktu dari zaman kezaman metode tafsir tematik kian banyak dipilih oleh akademisi untuk dijadikan sebuah karya tulis singkat guna memahami subtansi dari judul yang diangkat dengan tema tertentu hingga mencapai hasil dan tujuan dari sebuah penelitian kecil. Tafsir pendidikan yaitu, sebuah tema pendidikan yang dibahas melalui kacamata Al Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir. Vol. No. Februari 2021 Hafid Nur Muhammad: Urgensi Tafsir Al-Tarbawi alam Pendidikan atau sudut pandang al-qurAoan dengan cara mengumpulkan ayat-ayat yang dipilih secara spesifik berkaitan dengan tema tersebut. Bukan suatu hal yang dapat merupakan mayoritas penduduk yang beragama islam dan bahkan lembagalembaga yang terjun dalam membina pendidikan islam dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Maka memahami penafsiran yang berkenaan dengan berkenaan dengan pendidikan memiliki peran penting dalam rutinitas pergerakan lembaga-lembaga islam saat mengayomi dan mendidik generasi umat penerus Rasulullah, mengingat Allah hanya menyisakan pedoman umat islam yakni al-QurAoan melalui nabi Muhammad SAW, sehingga dalam segala hal mengenai kepentingan bahkan kebutuhan, umat islam wajib merujuk kepada pedoman tersebut. Apalagi banyak hal yang dibicarakan dalam al-qurAoan melalui ayat-ayatnya yang secara khusus dan spesifik berkenaan dengan persoalan pendidikakan. Umat muslim didunia mengenal alQurAoan sebagai pedoman dan induk dari seluruh sumber kehidupan manusia sampai hari akhir kelak, tidak ada keraguan disaat seluruh umat manusia merujuk kepada bekal kehidupan yakni al-QurAoan. Disadari atau tidak disadari bahwa al-qurAoan yang dijadikan pedoman hidup manusia, banyak meberikan pesan yang berkaitan tentang pendidikan sebagai landasan untuk melangkah melakukan sesuatu yang didasari oleh al-QurAoan. Anur al-Bazi menyampaikan dalam muqoddimahnya bahwa al-QurAoan sebagai pedoman menyampaikan tiga hal tidak lepas daritujuan al-QurAoan sebagai pedoman kehidupan manusia. pertama: Ilmu dan pengetahuan, kedua: pendidikan, ketiga: Dari tiga kategori diatas dapat disimpulkan bahwa al-QurAoan selalu membimbing umatnya hingga akhir zaman walau dalam keadaan dimana tidak ada lagi utusan Allah setelah nabi Muhammad wafat sebagai utusannya dimuka bumi ini, sehingga al-QurAoan berfungsi sebagai pedoman sedangkan tafsir berfungsi sebagai (A )uEOAyang memperjelas dan memperluas makna yang terkandung dalam sebuah ayat dalam al-QurAoan. Memperhatikan bahwa pendidikan yang memiliki lebel IT (Islam Terpad. saat ini bukanlah hanya sekedar minat dari seorang wali bahkan trend masyarakat, tetapi ijtihad agama islam dalam mebangun segala aspek tentang pendidikan islam terwujud melalui kesadaran manusia betapa memperhatikan masalah pendidikan. Dan Tafsir Tarbawi sendiri tidak dapat lepas perannya berkontrisbusi dalam hal ini. Anur al-Baazi, al-Tafsir al-Tarbawi Lil QurAoan al-Karim. Cet ke-1. Jilid ke-1, (Mesir: Darul an-Nashri lil jaamiAoat, 2. , 8 PEMBAHASAN Definisi dan Istilah Tafsir Tarbawi (Pendidika. Tafsir didefinisikan secara bahasa menampakkan (A)EEA OuENA, kata Tafsir (A )EAOAmerupakan bentuk masdar dari kata fassara (A)AcA. 2 Tafsir juga bisa bermakna alIdoh wa al-Tabyiin (A )uEO OEOOIAyakni menerangkan dan menjelaskan. dalam [QS. al-Furqon: . AuTidaklah orang-orang musyrik itu datang kepadamu -wahai Rasul- dengan membawa usulan yang mereka katakan, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu jawaban yang benar lagi tegas dan yang paling baik penjelasannya . elas dan terperinc. Maka menyingkap makna yang samar atau sesuatu yang tertutup menjadi terlihat. Dengan kaitannya kata tafsir berarti menjelaskan makna yang sulit dipahami sehingga kata tersebut dapat dipahami maknanya. Dengan demikian, secara definisi bahasa kata tafsir berfungsi sebagai menunjukkan maksud . enjelaskan, mengungkap, menerangka. suatu masalah yang masih samar dan belum Berdasarkan definisi diatas dapat dipahami bahwa suatu kata tidak dapat Tim Penyusun. Ensiklopedia al-QurAoan: Kajian Kosa Kata. Ed. Shihabuddin, (Jakarta: Lentera Hati, 2. , 975 Muhammad Husein al-Dzahabi, at-Tafsir wal Mufassirun, (Mesir: Darul Maktub al-Hadistah, 1. , 13. dikatakan telah mengalami proses penafsiran jika tidak diambil dari sebuah kata yang masih samar maknanya, karna hakekat tafsir menyampaikan makna yang mulanya tidak nampak menjadi dzahir. Maka ketika ada yang mengucapkan secara dzahir dan spontan lalu menjelaskan apa yang maksud yang disampaikan. Kemudian kata tarbiyah sebenarnya secara langsung tidak ditemukan dalam alQurAoan, akan tetapi yang digunakan adalah kata-kata yang diambil dari akarnya memiliki pengimbuhan . yang sama dengan al-tarbiyyah. Jika dirujuk kepada ushul lughoh maka secara bahasa kata tarbiyyah berasal dari kata: Pertama: roba- yarbu (A OOA-A)A yang berarti meningkatkan, menumbuhkan (A) OIIA. Dalam [QS. Ar-rum: . Allah SWT berfirman: Dan sesuatu riba . yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Kedua: Rabbaa-Yurobbii (AOOA-A )Ayang berarti tumbuh dan berkembang (A)I OA. Ketiga: Rabba-yurobbi (AOA-A )Ayang berarti Allah atau tuhan. Walaupun kata ar-rabb memiliki asal kata yang sama namun masing-masing Ali Ahmad Madku. Manahij at-Tarbiyah Asasuha wa Tatbiqotiha, (Kairo: Darul Fikr Arobi, 2. , 29. Hafid Nur Muhammad: Urgensi Tafsir Al-Tarbawi alam Pendidikan pakar bahasa memiliki konotasi makna yang Dan apabila istilah at-tarbiyah ini dilacak maknanya dari asal kata al-rabb maka ditemukan berbagai konotasi makna yang diketengahkan oleh pakar bahasa sebagai berikut : Louis MaAoluf YasuAoi mengartikan arrabb dengan istilah tuan, pemilik, memperbaiki, perawatan, tambah, mengumpulkan dan memperindah. Al-Jauhari memaknai at-tarbiya , rabban dan rabba yang berarti: memberi makan, memelihara dan Thahir Ibnu Asyur berpandangan bahwa tarbiyah merupakan istilah masdar dari kata rabb yang berarti pendidik, pengasuh, memelihara. Sedangkan secara istilah, para alim ulama memiliki istilah-istilah yang berbeda dan cara pandang yang beragam mengenai istilah at-tarbiyah itu sendiri. Dapat dilihat dari beberapa pendapat beliau, diantaranya: Asal muassal at-tarbiyyah dalam AumuAojam al-mufradatAy karya Raghib al-Asfahany adalah menumbuhkan sesuatu secara perlahan menuju Senada dengan yang dikemukakan oleh Muhammad Jamaluddin al-Qosimi al_Baidhowi, bahwa at-tarbiyyah ialah sesuatu proses penyampaian kesempurnan yang dilakukan secara tahap demi tahap. Subhi Taha Rasyid Ibrahim berpendapat bahwa at-tarbiyyah adalah menumbuhkan seluruh aspek kepribadian yang berintelektual islami, berjiwa luhur sevara personal dan sosial, dan menata akhlak sebagai fondasi dan asas keislaman dengan terwujudnya tujuan hidup manusia didunia. Ismail Al-Barusawi berpendakpat bahwa makta attarbiyyah adalah proses pemberian nafsu dengan berbagai kenikmatan, memeliharaan hati nurani dengan berbagai kasih saying, bimbingan jiwa dengan hukum-hukum syariah, serta pengarahan hati nurani dengan berbagai pola etika kehidupan dan penerangan rahasia hati dengan hakekat cahaya ilahi. Louis MaAoluf YasuAoi, al-Munjid fi al-Lughati wal AAolam. Cet. XXVII, (Beirut: Darul Masyyriq, 1. , 243-244. Syed Muhammad al-Naquib al-Attas. The Concept of Education in Islam. A Framework for an Islamic Philoshophy of Education. Diterjemahkan oleh Haidar Baqir dengan judul AuKonsep Pendidikan Dalam Islam: Suatu Rangka Pikir Pembinaan FIlsafat Pendidikan IslamAy. Cet. (Bandung: Mizan,1. ,66. Ibid. Muhammad Jamaluddin al-Qosimi. Tafsir mahasin al-TaAowil. Cet. II, (Beirut: Darul Fikr, 1. Dan Al-Baidhawi. Anwaru al-Tanzil wa Asraru al-TaAowil. Jilid. I, (Beirut: Darul Jail, t. , 3. Subhi Taha Rasyid Ibrahim. At-Tarbiyah alIslamiyyah wa Asalib Tadrisiha. Cet. I (Amman: Darul Arkom lil Kutub, 1. , 9. Ismail Haqial-Barasawi. Tafsir Ruhul alBayan. JIlid. 1 Juz. 1, (Beirut: Darul FIkr, t. , 2. Ahmad Musthafa al-Maraghi at-tarbiyyah membagi kepada dua kategori: . pengembangan diri sehingga menjadi pribadi yang kuat secara fisik dan . Tarbiyyah Diniyyah Tahdzibiyyah, yaitu pembinaan jiwa melalui wahyu, hingga ke seluruh manusia yang menjadi pelengkap akal dan mengenal kepribadiannya. Mustafa al-Ghulayaini memberi-kan pendapat bahwa penanaman etika yang mulia pada jiwa seorang anak yang sedang tumbuh dengan cara memberi arahan dan nasihat, sehingga ia memiliki potensi dan kompetensi jiwa yang utuh, yang dapat membuahkan sikap dan sifat Muhammad Athiyah al-Abrasyi bahwa at-tarbiyyah adalah upaya Potensi tersebut diperuntukan secara khusus bagi umat manusia yang mempunyai potensi rohani, sedangkan pengertian at-tarbiyah yang berkaitan dengan alam semesta dan isinya, mempunyai arti pemeliharaan dan memenuhi segala aspek yang dibutuhkan, serta menjaga sebab-sebab eksistensinya. Ahmad Musthafa al-Maraghi. Tafsir alMaraghi. Jilid. Cet. IV, (Mesir: Muafa al-Bab alHalaby, 1. , 29. Jika dilihat dari dua pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa at-tarbiyyah adalah pembinaan dan pengembangan potensi manusia melalui berbagai macam petunjuk, sehingga menyebabkan potensi yang dimiliki manusia dapat tumbuh berkembang secara produktif bahkan kreatif tanpa menghilangkan etika ilahi yang telah ditulis dalam wahnyunya. Musthafa al-Ghulayaini. Ishatun Nasyiin. Cet. IV, (Beirut: Maktabah AAoriyah, 1. , 185. menuju kepada kehidupan yang sempurna, kebahagiaan hidup, cinta tanah air. Berdasarkan pemisahan istilah tafsir dan tabiyah tersebut diatas, maka istilah tafsir pendidikan . afsir tarbaw. dapat diartikan sebagai tafsir al-QurAoan yang menitik beratkan secara tematis pada persoalan peradaban islam sesuai dengan petunjuk alQurAoan. Dan jika ditinjau dari segi kacamata sudut pandang kalangan akademisi bahwa tafsir tarbai merupakan kategori disiplin menempatkan posisi yang strategis ditengah kemajuan pendidikan yang berbasis agama islam dalam ruang lingkup sekolah dasar, sekolah menengah, bahkan perguruan 14 Maka dari itu materi tafsir tarbawi menjadi salah satu mata kuliah wajib dalam bangku perkuliahan, seperti: di UIN. IAIN. STAIN. PTAI yang secara khusus Muhammad Aiyah al-Abrasyi. Ruh alTarbiyyah wa al-TaAolim, (Saudi Arabia: darul Ahya, . , 7. Dalam arti lain mempersiapkan individu sempunrna adalah memiliki kepribadian yang baik, berkompetensi dalam mengungkapkan secara terampil melalui bahasa lisan dan tulisan. Itulah mengapa wajah dan peran tafsir tarbawi menjadi sorotan tajam dalam oleh lembaga perguruan tinggi Islam khususnya pada Fakultas tarbiyah sendiri menjadi wadah yang sangat relevan untuk diajarkan dan diterapkan dalam dunia pendidikan kelak saat sudah menjadi tenaga pengajar atau bahkan pemimpin serta penggerak dalam dunia Hafid Nur Muhammad: Urgensi Tafsir Al-Tarbawi alam Pendidikan diperutnukkan kepada mahasiswa fakultas tarbiyyah atau keguruan. Penulis memperhatikan bahwa masih terlalu dini jika tafsir pendidikan diposisikan sebagai bagian dari kajian tafsir yang sudah dianggap mapan, dan jika dibandingkan dengan tafsir-tafsir seperti tafsir ahkam, tafsir isyari, dan lain-lainnya tafsir pendidikan belum menonjol seperti yang disebutkan diatas. Dalam hal ini dikarenakan sebagaimana yang layaknya sebuah disiplin ilmu tafsir. Istilah tafsir pendidikan walaupun belum memiliki kategori landasan yang paten secara perangkat, mtode dan pendekatan, namun untuk memenuhi kurikulum dapat diberlakukan dalam perkuliahan. Sesuai dengan latar belakang munculnya pengertian tafsir pendidikan dengan kebutuhan memenuhi standarisasi kebutuhan akademik dalam rangka memperkaya kurikulum lokal atau kurikulum Nasional PTAI. Dengan harapan menunjang nuansa memperisapkan calon pendidik dalam wilayah pendidikan islam khususnya jurusan tarbiyah dan keguruan. Oleh karena itu agar pendidikan islam mampu bergerak maju dan berpengaruh sehingga dapat mewarnai profesi yang disandang sebagai pendidik secara professional yaitu menuju pendidikan yang islami dan mampu mengembalikan paradigma pendidikan kepada sumber ajaran agama islam yakni al-QurAoan dan alHadist, maka mucul lah disiplin tafsir sebagai alternatif kajian yang mempunyai padangan kepada aspek pendidikan, yaitu tafsir tarbawi. Beberapa hal yang disorot tentang kemudian diterapkan dalam bangku perkuliahan dengan sumber daya manusia yang tidak memenuhi kriteria pemahaman yang utuh dengan ilmu tafsir sendiri, akan menimbulkan tumpang tindih antara ayat karena pecangkokan ayat dengan topik pembahasan bersifat pemaksaan. Maka menjawab keraguan dan kejanggalan diatas, klaim tentang terlalu dininya tafsir tarbawi menjadi disiplin ilmu sendiri yang secara sehingga pengertian tafsir tarbawi layak disebut sebagai disiplin ilmu tafsir yang dipersembahkan sebagai salah satu materi kurukulum di perguruan tinggi,. Sebagai kontribusi akademisi dalam mengembangkan pendekatan pendidikan al-QurAoan, berijtihad dengan tafsir tarbawi yang menjadi wajah islam sebagai sumber pendidikan secara teoritis bahkan praktis. Maka pardigma pendidikan diharapkan dapat dilandaskan kepada, dan petunjuk kitab suci mempu mengimplemantasikan sebagai fondasi dasar pendidikan secara Dalam wacana keilmuan sebenarnya tafsir tidak jauh berbeda dengan disiplin keilmuan lainnya,. Hanya saja sebagian orang masih berpandangan sebelah mata terhadap terobosan penyegaran pemahaman kitab suci, bahkan terkadang dianggap sebagai pendangkalan. Karena sebagian orang tersebut masih menganggap bahwa tafsir bi al-raAoyi masih membawa banyak masalah yang harus diselesaikan. Dengan demikian ijtihad memahami alQurAoan dang diyakini keuniversalannya telah memunculkan berbagai berkaitan dengan pemahaman al-QurAoan. Hadirnya istilah tafsir tarbawi yang dalam hal ini merupakan sebuah metode pemahaman kitab suci yang dilihat dari sisi pendidikan dan lebih cendrung secara analisisnya kepada corak dan aspek Korelasi Tafsir dan Pendidikan Pada dasarnya tafsir dan tarbiyah adalah dua hal aspek yang berbeda dan lalu digabungkan menjadi tafsir pendidikan, sebagaimana yang diungkap dalam al-qurAoan bahwa tarbiyah merupakan satu dari sekian cabang tugas kekhalifahan manusia dimuka bumi, yang pada awalnya tarbiyyah dalam isltilah pengajaran . merupakan proses pemindahan sifat-sifat Allah kepada Berdasarkan sumber pengajaran kepada manusia, ada dua cara bagaimana Allah Pertama: secara langsung melalui wahyu yang disampaikam secara langsung melalui nabi dan rasul. Kedua: melalui fitrah yang ditanamkan dalam jiwa Ahmad Munir. Tafsir Tarbawi : mengungkap pesan al-QUrAoan Tentang Pendidikan, cet. (Yogyakarta: Teras, 2. , 8. menyampaikan dan mencari kebenaran. pengajaran pertama yang dapat diakses melalui ajaran agama sebagai sarana dan merupakan sumber informasi paling valid. Lalu pengajaran yang kedua menjadi langkah kedua dengan berbagai usaha manusia untuk berekplorasi melalui fenomena alam. Yang mana keduanya merupakan proses mencari kebenaran baik berupak informasi dan konfirmasi. Maka dengan wasilah rasullah dan nabi. Allah mengutus mereka untuk mendidik yang ada dalam al-QurAoan dan juga sebagai penyampai informasi . atlu alaihim ayati. , terpuji yang berarti mendidik . dan menanamkan ilmu pengetahuan yang tidak lain adalah mengajar, . baik yang berkaitan secara fisik dan Pendidikan islam . tidak hanya bertujuan menyanpaikan secara nalar tetapi juga diluar penalaran. Melihat target dari pendidikan islam adalah melahirkan kesempurnaan manusia demi terciptanya dua dimensi dalam satu keseimbangan dunia Pendidikan islam memiliki sasaran yang ingin dicapai adalah melakukan pengaturan dan pembinaan atas segenap aspek potesial manusia agar mencapai kesempurnaan. Ali Ahmad Madku. Manahij at-Tarbiyah Asasuha wa Tatbiqotiha, 45. Badruzzaman M. Yunus. Pengantar Tafsir Tarbawi. Al-Bayan. Vol. Edisi. Juni 2016, 6 Menurut kamrani baseri bahwa pendidikan sebagai upaya memanusiakan manusia, terkait dengan nilai-nilai dan norma yang ditetapkan dalam Dan tentang bagaimana tujuan manusia itu sendiri menjadi manusia yang sempurna. Dan hal yang tek lepas dari hubungan danmanusia antar Hafid Nur Muhammad: Urgensi Tafsir Al-Tarbawi alam Pendidikan Dalam hal lain manusia sebagai makhluk multi dimensi yang memiliki banyak kecendrungan potensi secara matrial . , hingga secara naluri dan jiwa. Tujuan adanya pendidikan islam adalah mewujudkan keseimbangan hidup dunia dan akhirat, ilmu dan iman. Karena dengan tujuan itu, maka al-qurAoan merupakan wadah memadukan kitab suci sebagai landasan otentik dalam hal pelaksanaannya. Hal demikian dikarenakan tujuan utama menciptakan manusia dengan keilmuan dan yang baik mewujudkan sebatas pengetahuan yang pembuktian secara empiris dan prasangka. Lebih dari itu, kebenaran pengetahuan pengetahuan akan informasi sumber utama yang absolut. Sumber utama yang dimaksud absolut adalah pengetahuan dari kitab suci al-QurAoan, dan pengetahuan tersebut dinamakan tafsir. Aspek-aspek yang menjadi kebutuhan pendidikan dalam memahami pengetahuan kitab suci . didasarkan sebagai Tafsir keimanan yang amat tinggi nilai pengetahuannya, dan berdasarkan manusia, manuisa dengan alam semesta sampai hubungan manusia dengan Kholiknya. Lihat: Kamrani Buseri. Reiventing Pendidikan Islam: Menggagas kembali Pendidikan Islam yang lebih baik, cet. I, (Banjarmasin: Antasari Press, 2. , 7. kepada pengetahuan yang lainnya. Tafsir berperan sebagai wadah penegasan terhadap kebenaran yang diungkap dalam pengetahuan yang pendidikan islam dan pengetahuan yang selalu berkembang harus saling menguatkan agar tidak tumpeng Tafsir penyempurna dan pelengkap ilmu eksploratif dan belum valid. Yang artinya tafsir befungsi sebagai penjelas atas fenomena-fenomena yang tidak dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan eksploratif. Tafsir berfungsi sebagai pengisi nilai terhadap pengetahuan berkembang, artinya tafsir dapa tselalu mewarnai pengetahuan-pengetahuan bersifat eksploratif agar tidak bebas nilai-nilai transenden dan moral. Tafsir berfungsi sebagai sarana yang menjebatani dalam mengehubungkan pesan-pesan ketuhanan . agar memudahkan manusia dalam menangkap pesan-pesannya. Dalam kata lain, tafsir juga berarti sarana untuk mentransfer terhadap pesan ilahi yang bersifat suci. Tafsir dalam wacana ilmiah yang merupakan wadah yang mudah diterima oleh mayoritas kelompok sesuai dengan corak dan versi masing-masing. Sebagai dampak secara logisnya akan muncul hal-hal yang berlawanan dan penyamaan kecendrungan yang dipandang dari subyektitifitas mufassirnya. Oleh karena itu, dalam keilmuan tafsir banyak didapati bebagai macam corak dari segi sudut pandang, hal ini tentu karena berdasarkan disiplin ilmu dan kecendrungannya masingmasing, tidak terkecuali para ahli pendidikannya . afsir tarbaw. Tafsir sasaran yang tepat atas terciptanya pendidikan islami yang bernurani etika/ahklah sehari-hari dipandang sesuai estetika keindahan mestinya yang tertera didalam kitab suci al-QurAoan. Tafsir yang berfungsi sebagai jembatan pendidikan yang didasari oleh al-qurAoan mempunyai peran sangat penting atas penerapan dalam kehidupan sehari-hari sehingga berdampak positif terhadap etika/akhlah bahkan iman manusia itu Bukanlah menjadikan tafsir tarbawi sebagai wacana keilmuan yang paling berdampak secara signifikan sebagaimana kontribusi yang dilakukan oleh para cendekiawan akademisi guna menumbuhkan jiwa islami yang berakhlakul karimah. Sebagaimana islam merupakan agama yang rahmatan lil alamin panutan seluruh umat manusia. Simpulan Istilah tafsir tarbawi memang masih terdengar baru di telinga kalangan akademisi khususnya dalam skala perguruan tinggi atau sekolah tinggi, tetapi jika pertimbangan dilakukan secara matang, maka tafsir berkontribusi dari sudut pandangan islam yang mendasari terciptanya tarbiyah Ahamad Munir. Tafsir Tarbawi: Mengungkap Pesan al-QurAoan Tentang Pendidikan, 10. Hafid Nur Muhammad: Urgensi Tafsir Al-Tarbawi alam Pendidikan Daftar Pustaka