JURNAL ABDI INSANI Volume 13. Nomor 4. April 2026 http://abdiinsani. e-ISSN : 2828-3155. p-ISSN : 2828-4321 PENINGKATAN KETERAMPILAN NASYIATUL AISYIYAH KABUPATEN SINTANG DALAM PEMBUATAN TEHBAWANG BERLIAN (Eluetherine Palmifolia (L) Merr. SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN ALTERNATIF Improving The Skills of Nasyiatul Aisyiyah in Sintang District in Making Tehbawang Berlian (Eluetherine palmifolia . ) as an Alternative Source of Income Yeni. Wulan Purnama Sari*. Hurul Aini Program Studi Manajemen K Sintang. Universitas Muhammadiyah Pontianak Jl Akcaya II. Sintang. Kalimantan Barat 78611 *Alamat korespondensi : wpwulansari@yahoo. (Tanggal Submission: 21 Okotober 2025. Tanggal Accepted : 27 April 2. Kata Kunci : Abstrak : Bawang Berlian. Keterampilan. Pemberdayaan Perempuan. Teh Herbal. Sintang Aktivitas pengabdian masyarakat ini dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian finansial anggota Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sintang dengan mengajarkan mereka cara membuat teh bawang berlian (Eleutherine palmifolia (L. ) Merr. ) sebagai produk herbal yang menguntungkan secara ekonomi. Tanaman asli Kalimantan Barat yang dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk menurunkan tekanan darah, kadar gula darah, dan meningkatkan daya tahan tubuh, dikenal sebagai bawang berlian. Potensi ini menunjukkan betapa pentingnya mengembangkan proses pengolahan menjadi produk siap pakai yang memiliki nilai jual . Pelatihan teknis untuk membuat teh herbal . engirisan, pengeringan, dan pengemasa. serta pendampingan pemasaran produk melalui strategi sederhana berbasis komunitas adalah bagian dari metode kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam proses produksi dan lahirnya produk teh bawang berlian dalam kemasan kotak siap jual. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga menumbuhkan semangat kewirausahaan perempuan, memperkenalkan potensi tanaman lokal, dan membuka peluang sumber pendapatan alternatif yang berkelanjutan bagi masyarakat khususnya Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sintang. Key word : Abstract : Diamond Onion. This community service activity is intended to improve the skills and financial Skills. Women's independence of members of Nasyiatul Aisyiyah in Sintang Regency by teaching Empowerment, them how to make onion tea from the diamond lily (Eleutherine palmifolia (L. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Yeni. Herbal Sintang Tea. Merr. ) as a profitable herbal product. A native plant of West Kalimantan known for its many health benefits, including lowering blood pressure and blood sugar levels and boosting immunity, is known as diamond onion. This potential highlights the importance of developing processing methods into ready-to-use products with commercial value. Technical training on making herbal tea . licing, drying, and packagin. and product marketing support thru simple community-based strategies are part of the activity methods. The results of the activity show an improvement in participants' skills in the production process and the creation of diamond onion tea products in ready-to-sell boxes. This activity not only enhances technical skills but also fosters the entrepreneurial spirit of women, introduces the potential of local plants, and opens up sustainable alternative income opportunities for the community, particularly Nasyiatul Aisyiyah of Sintang Regency. Panduan sitasi / citation guidance (APPA 7th editio. Sari. , & Aini. Peningkatan Keterampilan Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sintang dalam Pembuatan Teh Bawang Berlian (Eluetherine Palmifolia (L) Merr. ) sebagai Sumber Pendapatan Alternatif. Jurnal Abdi Insani, 13. , https://doi. org/10. 29303/abdiinsani. PENDAHULUAN Tanaman bawang berlian (Eleutherine palmifoli. , yang juga dikenal sebagai "bawang dayak," merupakan tanaman herbal yang telah lama dikenal dalam dunia pengobatan tradisional Indonesia. Tanaman ini membantu mengatasi masalah pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mungkin berfungsi sebagai antioksidan alami. Oleh karena itu, bawang berlian memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk komersial, terutama dalam bentuk teh herbal yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Masyarakat Suku Dayak menggunakan bawang dayak, tanaman khas Kalimantan, sebagai obat. Tumbuhan ini dapat mencapai tinggi 30-40 cm. Akar serabut bawang dayak berwarna cokelat muda dan banyak bunga yang tumbuh di ujung batang berwarna putih. Umbinya berlapis merah dan memiliki satu berdaun seperti pita dengan tepi hijau yang rata atau tidak bergerigi, putiknya berbentuk jarum dan berwarna putih kekuningan dan berukuran kurang lebih 4 mm (Naspiah, 2. (Galingging, 2. Teh bawang dayak memiliki manfaat kesehatan sebagai hipoglikemik, yang berarti bahwa ia memiliki kemampuan untuk mengurangi kadar gula darah. sebagai antioksidan, yang bekerja untuk melawan radikal bebas dan menurunkan kolesterol. dan sebagai produk herbal bernilai tinggi (Setyawan, 2018. ) (Puspadewi, 2. Menurut (Amalia, 2. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendorong penggunaan obat tradisional untuk membantu menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah kanker, penyakit degeneratif, dan kondisi jangka panjang lainnya. Indonesia memiliki banyak sumber daya alam dengan 30. 000 spesies tumbuhan yang memiliki sifat obat dari lebih dari 000 spesies tumbuhan di seluruh dunia 9. 600 dan A 300 spesies tumbuhan ini digunakan dalam industri obat tradisional dan jamu, sehingga banyak orang di Indonesia menggunakan obat tradisional (Liana, 2. Kabupaten Sintang, dengan kekayaan alam yang melimpah, termasuk tanaman bawang berlian, memiliki potensi untuk mengembangkan produk berbasis tanaman herbal ini. Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sintang, yang merupakan organisasi perempuan yang memiliki peran penting dalam pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat, memiliki peluang besar untuk meningkatkan keterampilan anggota dalam memanfaatkan tanaman bawang berlian, terutama dalam pembuatan teh sebagai produk yang bernilai jual tinggi. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Yeni. Meskipun bawang berlian memiliki manfaat yang luas, belum banyak anggota Nasyiatul Aisyiyah yang memahami potensi pemanfaatan tanaman ini dalam bentuk produk siap konsumsi yang dapat dipasarkan secara lebih luas. Mengonsumsi bawang berlian atau bawang dayak memiliki 43 manfaat yang mungkin tidak diketahui banyak orang. Ini termasuk ambeien, asam urat, asma, bisul, bronkhitis, darah rendah, diabetes melitus, dll (Wulan, 2. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan keterampilan anggota Nasyiatul Aisyiyah dalam pembuatan teh bawang berlian. Dengan pengetahuan yang cukup tentang teknik pembuatan teh yang berkualitas dan cara pemasaran yang efektif, diharapkan dapat tercipta sumber pendapatan baru yang berkelanjutan bagi keluarga anggota Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sintang. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan penyuluhan mengenai cara pembuatan teh bawang berlian, mulai dari proses budidaya tanaman, panen, pengolahan pascapanen, hingga produksi teh herbal yang bernilai ekonomi. Selain itu, pelatihan ini juga akan mencakup aspek pemasaran produk teh bawang berlian, agar produk tersebut dapat dipasarkan dengan baik di tingkat lokal maupun lebih luas lagi. Dengan keterampilan yang diperoleh, diharapkan anggota Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sintang tidak hanya dapat meningkatkan perekonomian keluarga, tetapi juga ikut serta dalam upaya pelestarian dan pemanfaatan tanaman lokal secara optimal. Melalui pemberdayaan ini, program ini juga diharapkan dapat memperkuat peran perempuan dalam ekonomi keluarga, serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan. METODE KEGIATAN Membantu anggota Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sintang dalam pembuatan teh bawang berlian adalah tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Untuk mencapai tujuan ini, metode yang digunakan digunakan. Setiap tahapan metode disusun secara sistematis. Ini memungkinkan peserta mempelajari teori dan mempraktikkan proses produksi hingga pengemasan produk teh herbal. Sebelum melakukan sosialisasi, penyuluhan, dan demonstrasi, untuk mengetahui seberapa memahami ibu-ibu PKK manfaat dari tanaman bawang berlian dan bawang dayak, saya dan anggota membagikan kuesioner Pre Test kepada mereka. Salah satu pertanyaan dalam kuesioner tersebut adalah seperti apa bentuk daun dari tanaman bawang berlian atau bawang dayak. Gambar 1. Distribusi pre-test dan post-test sebelum kegiatan Pkm Desain ini melakukan observasi sebelum dan sesudah eksperimen. (Wulan Purnama Sari. Tabel 1. Prosedur kegiatan No Metode kegiatan Kegiatan Utama Tujuan Sosialisasi dan Pengenalan teori & teknik Meningkatkan pengetahuan pengolahan bawang berlian dan keterampilan dasar Demonstrasi Praktik proses Memberikan pembuatan teh nyata dan hasil produk Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Yeni. Diskusi (FGD) Kelompok Evaluasi & perumusan solusi serta Menumbuhkan partisipasi, ide, strategi pemasaran dan rencana keberlanjutan Lokasi dan sasaran kegiatan yaitu Nasyiatul Aisyiyah di Gedung serba guna Universitas Muhammadiyah Pontianak Kabupaten Sintang, sebanyak 20 peserta. Seperti yang ditunjukkan oleh Selain memberikan pertanyaan kepada narasumber tentang pembuatan teh bawang berlian dan penyakit diabetes mellitus dan hipertensi, evaluasi kegiatan ini juga dilakukan dengan memberikan pertanyaan kepada kader dan melihat bagaimana mereka dapat menjawab pertanyaan tersebu (Annas budi setyawan, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Sosialisasi dan penyuluhan Untuk memberi anggota Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sintang pemahaman tentang potensi tanaman lokal, termasuk bawang berlian (Eleutherine palmifolia (L. ) Merr. ), telah dilakukan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan. Di daerah Kalimantan Timur, bawang berlian atau bawang tiwai adalah salah satu tanaman pengobatan yang telah dikembangkan (Arwati, 2. (Budiman, 2. (Dengen. Changp'ciang . ahasa Cin. , genggibre . ahasa Spanyo. , ingafaera . ahasa Swedi. , imbir . ahasa Rusi. , halia (Malaysi. , nyabil . ahasa Ara. , dan ginger adalah beberapa nama asing bawang Seperti bawang biasa, bawang dayak berasal dari umbinya (Harlita, 2. Bawang Dayak mengandung zat kimia seperti alkaloid, flavonoid, glikosida, saponin, dan tannin yang memiliki kemampuan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Menurut (Abdul Manan, 2. Gambar 1. Sosialisasi dan penyuluhan kegiatan Pkm Peserta diperkenalkan pada karakteristik tanaman, kandungan senyawa aktif, serta berbagai manfaat kesehatan yang terkandung di dalamnya, seperti antioksidan, antidiabetes, dan (Hermawan, 2. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan baru bahwa bawang berlian tidak hanya berfungsi sebagai tanaman obat tradisional, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi jika diolah menjadi produk herbal modern seperti teh celup. Selain pengenalan teori, penyuluhan juga menitikberatkan pada pengenalan teknik pengolahan yang benar (Leni Dwinurmala, 2. Peserta dijelaskan tahapan pengolahan mulai dari pemilihan umbi berkualitas, cara pencucian dan pengirisan dengan ketebalan ideal, proses pengeringan menggunakan sinar matahari maupun oven, hingga penyimpanan yang sesuai agar kualitas tetap terjaga. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan disertai contoh visual, sehingga mudah dipahami oleh peserta dari berbagai latar belakang. Selama proses penyuluhan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dan aktif berdiskusi mengenai manfaat bawang berlian serta peluang pengembangannya menjadi produk unggulan lokal. Beberapa peserta juga berbagi pengalaman dalam penggunaan Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Yeni, bawang dayak sebagai obat tradisional, yang kemudian dikaitkan dengan pendekatan ilmiah mengenai cara pengolahan yang higienis dan standar. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan dasar peserta mengenai manfaat, potensi, dan teknik pengolahan bawang berlian, sebesar 85 persen yang menjadi dasar penting sebelum memasuki tahap pelatihan praktik dan produksi. Dengan pemahaman ini, peserta diharapkan mampu mengolah bahan baku lokal secara benar, higienis, dan bernilai jual tinggi sebagai sumber pendapatan alternatif yang berkelanjutan (Setyawan, 2. Demonstrasi pembuatan teh bawang berlian Tahap berikutnya, setelah kegiatan sosialisasi dan penyuluhan, adalah pelatihan praktik langsung dalam pembuatan teh bawang berlian. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar peserta tidak hanya memahami teori tetapi juga dapat menerapkan seluruh proses pengolahan. Peserta dilatih mulai dari tahap pemilihan umbi bawang berlian segar, proses pencucian, pengirisan setebal 2Ae3 mm, hingga teknik pengeringan menggunakan dua metode, yaitu penjemuran alami selama 3Ae5 hari dan pengeringan oven pada suhu 50Ae60AC selama 6Ae12 jam. Gambar 2. Pembuatan teh bawang berlian Selama pelatihan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi karena dapat melihat dan melakukan sendiri setiap tahapan pengolahan peningkatan keterampilan pembuatan teh bawang berlian sebesar 80 persen. Mereka diajarkan cara menentukan tingkat kekeringan yang tepat untuk menjaga kualitas warna, aroma, dan kandungan senyawa aktif dalam bawang berlian. Pelatihan juga dilengkapi dengan praktik pengemasan produk, mulai dari pengisian teh celup ke dalam kantong, penataan dalam kemasan foil, hingga pembuatan desain kotak teh yang menarik dan informatif. Produk akhir dari pelatihan ini adalah teh bawang berlian dalam kemasan kotak siap jual, yang menandai keberhasilan peserta dalam menguasai keterampilan pengolahan secara utuh. Hasil produk memiliki warna seduhan merah kecokelatan, aroma khas herbal, dan cita rasa yang lembut, menunjukkan kualitas pengolahan yang baik. Peserta juga diberikan arahan terkait standar penyimpanan produk, termasuk cara menjaga kadar air rendah agar teh tahan hingga 12 bulan. Melalui kegiatan pelatihan ini, peserta memperoleh keterampilan baru yang aplikatif dan siap diterapkan sebagai usaha rumah tangga atau produk unggulan kelompok. Selain meningkatkan kapasitas individu, kegiatan ini juga mendorong munculnya semangat kewirausahaan perempuan, menjadikan bawang berlian tidak hanya tanaman obat, tetapi juga sumber pendapatan alternatif yang berkelanjutan bagi masyarakat Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sintang. Diskusi Kelompok (FGD) Tahap akhir dari kegiatan pengabdian ini adalah Focus Group Discussion (FGD) dan evaluasi pelatihan, yang bertujuan untuk menggali pengalaman, kendala, serta masukan dari para peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Diskusi ini dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan anggota Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sintang, tim pelaksana, dan mitra masyarakat. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Yeni. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat mengenai proses pelatihan, mulai dari penyuluhan hingga praktik pembuatan teh bawang berlian. Hasil Focus Group Discussion (FGD) menunjukkan bahwa peserta merasa sangat terbantu dengan pelatihan ini karena mereka mendapatkan keterampilan baru yang dapat mereka gunakan dalam bisnis rumahan mereka sendiri. Mereka memahami bahwa bawang berlian memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi menjadi produk unggulan lokal Sintang. Namun, peserta juga menyampaikan beberapa tantangan, seperti keterbatasan alat pengering, kemasan modern, dan pengetahuan tentang pemasaran digital. Hal ini menjadi masukan penting bagi tim pengabdian untuk memberikan pendampingan lanjutan. Selain itu, peserta mengusulkan agar kegiatan serupa dapat dilanjutkan dengan pembentukan kelompok usaha kecil (UMKM) yang fokus memproduksi dan memasarkan teh bawang berlian secara berkelanjutan. Tim pelaksana kemudian memberikan arahan mengenai strategi promosi dan jejaring pemasaran, baik melalui media sosial, pameran lokal, maupun kerja sama dengan toko herbal dan koperasi. Secara keseluruhan, temuan evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan, keterampilan, dan keinginan untuk berwirausaha anggota Nasyiatul Aisyiyah telah ditingkatkan melalui kegiatan pengabdian ini. Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) membuat peserta tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi mereka juga menjadi mitra aktif yang membantu merancang strategi keberlanjutan program. Oleh karena itu, melalui produk teh bawang berlian asli Kalimantan Barat, inisiatif ini benar-benar membantu perempuan mendapatkan kesempatan ekonomi yang berbasis potensi lokal. KESIMPULAN DAN SARAN Kegiatan AuPeningkatan Keterampilan Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sintang dalam Pembuatan Teh Bawang Berlian (Eleutherine palmifolia (L. ) Mer. sebagai Sumber Pendapatan AlternatifAy telah berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari peserta. Melalui rangkaian kegiatan yang meliputi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, serta diskusi kelompok (FGD), peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai cara pengolahan bawang berlian menjadi teh herbal yang higienis, berkualitas, dan bernilai jual. Kegiatan ini juga memberikan dampak pemberdayaan yang nyata bagi anggota Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sintang, terutama dalam meningkatkan kemampuan wirausaha dan kesadaran terhadap potensi ekonomi lokal. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta mampu menghasilkan produk teh bawang berlian dalam kemasan kotak siap jual, yang diharapkan menjadi cikal bakal usaha produktif berbasis komunitas perempuan. Saran Pendampingan lanjutan perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan keberlanjutan produksi dan peningkatan kualitas produk teh bawang berlian. Perlu adanya dukungan fasilitas dan peralatan sederhana, seperti oven pengering, alat sealer, dan kemasan foil, agar hasil produk lebih konsisten dan tahan lama. Diperlukan pelatihan tambahan mengenai strategi pemasaran digital dan pengurusan izin usaha (PIRT dan hala. agar produk dapat dipasarkan lebih luas dan legal di pasaran. Pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan organisasi perempuan diharapkan dapat bekerja sama dalam pengembangan usaha mikro berbasis potensi lokal, sehingga manfaat kegiatan ini dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat Sintang. UCAPAN TERIMA KASIH Kami bersyukur kepada Allah SWT atas kemurahan hati dan karunia-Nya sehingga kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan judul "Peningkatan Keterampilan Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sintang dalam Pembuatan Teh Bawang Berlian (Eleutherine palmifolia (L. ) Merr. ) sebagai Sumber Pendapatan Alternatif" dapat diselesaikan dengan baik dan lancar. Tim pelaksana berterima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Pontianak, yang mendukung kegiatan PKM ini melalui program hibah internal. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Yeni. Berhasilnya pelaksanaan kegiatan ini bergantung pada dukungan dana, bimbingan, dan pendampingan LPPM. DAFTAR PUSTAKA